Anda di halaman 1dari 17

Macam-macam Kecerdasan dan Teori Belajar

Kecerdasan menurut Howard Gardner (1993) mengemukakan bahwa kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur kecerdasan matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis.

1. Kecerdasan matematika logika Kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Ia mampu memikirkan dan menyusun solusi (jalan keluar) dengan urutan yang logis (masuk akal). ciri-ciri : Senang bekerja dengan angka dan dapat melakukan perhitungan mental (mencongak). Tertarik dengan kemajuan teknologi dan gemar melakukan percobaan untuk melihat cara kerja sesuatu hal. Merasa mudah melakukan perencanaan keuangan. Menetapkan target dalam bentuk angka dalam bisnis dan hidup anda. Senang menyiapkan jadwal perencanaan secara terperinci. Senang permainan yang membutuhkan kemampuan berpikir logis dan statistis.

2. Kecerdasan bahasa Kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. ciri-ciri : Senang bermain dengan katakata,menikmati puisi, suka mendengarkan cerita. Suka membaca apa saja. Merasa mudah dan percaya diri mengekspresikan diri baik secara lisan maupun tulisan. Suka membumbui percakapan anda dengan hal-hal menarik yang baru saja anda baca atau dengar.

3. Kecerdasan musikal Kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentukbentuk musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dan timbre dari musik yang didengar. ciri-ciri : Dapat memainkan alat musik. Dapat menyanyi sesuai dengan kunci nada. Dapat mengingat sebuah irama hanya dengan mendengarkan beberapa kali saja. Anda sering mendengarkan musik. Suka mengikuti irama musik dengan baik dan tanpa sadar mengetuk-ngetukkan jari anda mengikuti irama lagu itu.

4. Kecerdasan visual spasial Kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat (cermat). ciri-ciri : Menyukai seni, menikmati lukisan dan patung. Anda memilki citra rasa yang baik akan warna. Cenderung menyukai pencatatan secara visual dengan menggunakan kamera atau handycam. Dapat menulis dengan cepat saat mencatat atau berpikir mengenai sesuatu dan dapat menggambarkannya dengan cukup baik. Mudah membaca peta atau melakukan navigasi, memilki kemampuan mengerti arah yang baik. Menyukai permainan seperti puzzle.

5. Kecerdasan kinestetik Kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara terampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran dan perasaan. ciri-ciri : Gemar berolahraga atau melakukan kegiatan fisik. Cakap dalam melakukan sesuatu seorang diri. Suka menari. Menyukai permainan yang sangat menantang dan mengerikan secara fisik seperti jet coaster.

6. Kecerdasan interpersonal Kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain.

ciri-ciri : Senang bekerja sama dengan orang lain Lebih suka belajar kelompok dari pada belajar sendiri. Banyak orang yang meminta pendapat atau nasihat Penuh simpati. Menyukai permainan yang melibatkan banyak orang basket, soffball, sepak bola.

7. Kecerdasan intrapersonal Kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Dapat memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Mampu memotivasi dirinya sendiri dan melakukan disiplin diri.
ciri-ciri : Suka menulis buku harian atau diary Suka menyendiri, memikirkan dan memecahkan masalah sendiri. Seorang pemikir independen (mandiri). Dapat membuat keputusan sendiri. Mempunyai hobi yang sifatnya pribadi.

8. Kecerdasan naturalis Kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan dan membuat kategori terhadap apa yang di jumpai di alam maupun lingkungan. ciri-ciri : Senang memelihara atau menyukai hewan. Dapat mengenali dan membedakan nama berbagai jenis pohon, bunga dan tanaman. Memiliki hobi yang membutuhkan kesabaran seperti memancing.

Pengertian belajar Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 984:252)


Belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya.

Ada 4 Teori Belajar : 1. Behaviorisme 2. Kognitivisme 3. Konstruktivisme 4. Humanisme

1. Teori Belajar Responden Contioning (Pavlov, 1849-1936) Perubahan tingkah aku yang dapat diamati dan di prediksi. Stimulus(S) merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi perubahan. (Lefrancois, 1985) 2. Teori Belajar Operant Conditioning BF. Skinner Belaja menghasilkan perubahan yang dapat diamati dan diubah oleh kondisi lingkungan. Belajar :R S atau
SOR

W S O R W

Belajar kognitif berlangsung berdasar skema atau struktur mental individu yang mengorganisasikan hasil pengamatannya. ADA 3 BENTUK TEORI: 1. Teori perkembangan kognitif (Jean Piaget) 2. Teori kognisi sosial 3. Teori pemrosesan Informasi

Konsep dasar : Pengetahuan baru dikonstruksi sendiri oleh individu secara aktif berdasaarkan pengetahuan yang telah dipeoleh sebelumnya. Sehingga peserta didik berperan ktif dalam pembelajaran.

Proses belajar harus berasal dari manusia itu sendiri. Teori ini sangat menekankan pentingya isi dari proses belajar, teori ini lebih menekankan pada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal dari pada belajar seperti apa adanya. Contoh : Kegiatan yang bisa kita amati dalam dunia keseharian. Teori apapun dapat dimanfaatkan asal tujuan untuk memanusiakan manusia (mencapai aktualisasi diri dan sebagainya).

http://belajarpsikologi.com/pengertiankecerdasan-interpersonal-menurut-paraahli/ http://toeflay.blogspot.com/2012/06/8kecerdasan-manusia-multiple.html http://belajarpsikologi.com/pengertianbelajar-menurut-ahli/

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEDA GOGIK/195009081981011Y._SUYITNO/BELAJAR_DAN_PEMBELAJ ARAN_SD.pdf