Anda di halaman 1dari 15

Kemesraan Dokter dan Pabrik Obat

Dwi Agus Nurhidayati Akbar Prajorghy Utama

Dokter

Orang yang dianggap pakar dalam bidang kedokteran

Memiliki kewenangan dan izin untuk melakukan pelayanan kesehatan dan medismemeriksa dan mengobati sesuai dg hukum pelayanan kesehatan Tenaga medis yg menjadi pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam menyelesaikan masalah kesehatan

Industri Obat

Industri farmasi yang memproduksi obat dapat mendistribusikan atau menyalurkan hasil produksinya langsung kepada pedagang besar farmasi, apotek, instalasi farmasi rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, klinik, dan toko obat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Hubungan kerjasama Dokter dan Pabrik Obat


Suatu hub. Yg memiliki kepentingan dalam penjualan obat yang dapat menguntungkan keduanya dan harus meyakini bahwa kerjasama ini tidak merugikan pasien.
Hubungan bebas antara dokter dan industri obat melakukan jual beli obat merugikan pasien

Pasien dijadikan ajang permainan bisnis oleh para dokter

Adanya imingiming ketika para dokter mencapai target penjualan dari industri obat tsb

Bentuk Kerjasama Dokter dan Pabrik Obat


Adanya perjanjian pemberian presentase nilai penjualan obat Presentase jumlah resep Paket fee Kontrak penulisan resep Reward

Contoh
Pasien datang berobat ke dokter spesialis dan diberikan hampir 3-4 macam obat untuk kondisi pasien tersebut. Obat-obatan yang diberikan dokter bukanlah obat-obatan generik melainkan obat paten. Karena dokter mengatakan bahwa penyakit yang diderita oleh pasien berhubungan dengan maag, maka dokter itu pun memberikan obat maag yang berjumlah 4 macam, termasuk di dalam antibiotik, obat anti mual dan 2 macam obat penurun asam lambung yang sebenarnya tidak dibutuhkan karena peningkatan asam lambung yang pasien derita sangat jarang kumat. Pasien tiba-tiba bersin di ruangan tersebut (kebetulan pasien sedang flu), dan dokter pun langsung memberikan obat semprot yang dari kandungannya berupa steroid

Etika
Prinsip Bioetika antara Dokter dan pasien
Beneficenceprinsip tindakan dokter adalah baik dan membawa kebaikan bagi pasien

Non Malficence Justicekeadilan Otonomykehendak


Aegroti Salus Lex Suprema
Keselamatan pasien adalah hukum yg tertinggi

Kewajiban dokter

Antara Dokter dan Pabrik ObatKode Etik Pemasaran Usaha Farmasi


GP Farmasi Indonesia dan IDI mewajibkan agar pelaku usaha farmasi Indonesia yang tergabung dalam GP Farmasi Indonesia dan kalangan dari profesi kedokteran yang tergabung dalam IDI agar mampu menerapkan Etika Promosi Obat dengan penuh rasa tanggung jawabKODEKI

a.

b.

GP Farmasi Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia meminta kepada para anggota, Pemerintah dan Masyarakat untuk mengawasi dan memberikan informasi kepada GP Farmasi Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia dari setiap penyimpangan dan pelanggaran atas kesepakatan bersama ini. Untuk tindak lanjut terhadap informasi yang masuk, GP Farmasi Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sepakat membentuk tim khusus.

c.

GP Farmasi Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia meminta kepada Departemen Kesehatan RI dan Konsil Kedokteran Indonesia untuk mengambil bagian dalam pembinaan dan pengawasan kepada para pelaku usaha farmasi maupun anggota Ikatan Dokter Indonesia yang mengabaikan kesepakatan ini.

d.

Agar terhindar dari konsekuensi hukum yang dapat terjadi terkait dengan promosi obat yang tidak etis, GP Farmasi Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia mewajibkan seluruh anggotanya untuk mempelajari, menghayati dan melaksanakan secara konsisten Kode Etik Pemasaran Usaha Farmasi Indonesia, Kode Etik Kedokteran, Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia tentang Pedoman Penegakan Disiplin Profesi Kedokteran supaya kerjasama yang dilakukan oleh kedua belah pihak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dasar
Hukum

Hukum Negara Hukum Islam

Hukum Negara
SK Kepala BPOM No. HK.00.05.3.02706 Ttg Promosi obat (pasal 9) Mereka diLarang :

Melakukan kerja sama dengan apotik dan penulis resep.

Kerja sama dalam Memberikan pengresepan obat bonus/hadiah berupa dengan apotik uang (tunai, bank draft, dan/atau penulis pinjaman, voucher, tiket) dan/atau barang kepada resep dalam suatu penulis resep yang program khusus meresepkan obat untuk meningkatkan produksinya dan/atau penjualan obat yang didistribusikan. tertentu;

KepMenkes RI No. 3987/A/SK/1973


Tentang larangan Pedagang Besar Farmasi menjual obat Langsung kepada Dokter, Dokter Gigi dan Apoteker
Terhitung mulai berlakunya keputusan ini maka semua dokter yang memiliki izin simpan obat berdasarkan surat keputusan Menkes RI tanggal 8 Juni 1962 No. 33148/kab/176 tidak berhak lagi untuk membeli obat langsung pada pedagang besar farmasi, tapi harus membeli obat-obat di apotek.

Jika Sanksi peringatan tertulis Dilanggar

Penghentian sementara kegiatan Pencabutan izin edar obat


Sanksi Pidana

Penjara maksimal 5 tahun atau pidana denda maksimal 2 milyar

Hukum Islam

Syirkah
Kerjasama

Sabda Nabi Muhammad, dituturkan Abu Hurairah ra :


Allah Azza wa Jalla telah berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yang ber-syirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, Aku keluar dari keduanya.
Dari sabda rasulullah di atas dapat di pahami bahwa kerja sama tersebut harus melalui proses yang baik dan tidak ada pihak manapun yang dirugikan

jika dokter dan pabrik obat melakukan kerja sama maka jika pasien menjadi pihak yang dirugikan maka kerja sama tersebut dapat dinyatakan haram.

Q.S Al Maidah Ayat 2


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya], dan binatang-binatang qalaa], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. berbuat tolong menolonglah atau kerjasama dalam hal kebajikan dan hindari kerjasama dan tolong menolong dalam hal keburukan karena Allah akan memberi sanksi yang berat

Kesimpulan Kerjasama dokter dan pabrik obat yang melakukan sistem pengobatan irasional sangat bertentangan dengan nilai etik kedokteran dan hukum islam Banyak hal menguntungkan yang diperoleh karena adanya kerjasama tsb Saran Dokter dan pabrik obat dapat memenuhi aturanaturan yang telah ditentukanakan terjalin kerjasama yang baik antara kedua belah pihak supaya berdampak positif pada masyarakat dan tidak merugikan pasien.