Anda di halaman 1dari 7

Format Pengkajian Keluarga dengan Kasus Hipertensi Pada Lansia Irra Wiryani, 1106016134 LTM Gerontik 1

Kasus 1 Seorang laki-laki berusia 65 tahun (Bapak A), tinggal bersama isterinya ibu H (63 tahun) dan anak bungsunya T (24 tahun). Belakangan ini Bapak A mengeluh sering sakit kepala dan berat pada tengkuknya. Setelah ditensi tekanan darah Bapak A 200/100 mmHg. Sebelumnya bapak A pernah berobat ke puskesmas 4 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama, namun dia tidak tahu kalau obat darah tingginya harus rutin diminum. Setiap hari Bapak A minum kopi susu dan merokok 1-2 batang sehari. Aplikasi Friedman Family Assesmen Model terdapat hal-hal yang perlu dikaji meliputi: A. Data umum B. Riwayat Tumbuh Kembang Keluarga C. Lingkungan D. Struktur Keluarga E. Fungsi keluarga F. Stress dan Koping keluarga G. Harapan keluarga terhadap perawat H. Pemeriksaan Fisik anggota keluarga

Jika dikaitkan dengan kasus yang didapatkan data sebagai berikut: I. Data umum 1. Nama Kepala Keluarga 2. Alamat 3. Pekerjaan 4. Komposisi Keluarga NO Nama Jenis Kelamin 1 2 H T Perempuan Isteri Laki-laki Anak 63 th 24 th SMA SMA IRT : Bapak A (65 th) : Jl. Cakalang, RT 05/ RT 01, Jawa Timur : Pedagang : Hubungan Umur Pendidikan Pekerjaan Status Imunisasi Lengkap

5. Genogram Keterangan : Laki-Laki Perempuan Tinggl serumah Meninggal

Bpk A

Ibu H

Anak T

6. Tipe keluarga Merupakan keluarga keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak 7. Suku Bapak A berasal dari suku Minang dan ibu H berasal dari suku Jawa. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia. Sebagai orang Minang Bapak A menyukai makanan yang bersantan. Setiap hari bapak A juga senang minum kopi susu dan merokok. Menurut ibu H tidak ada faktor budaya yang mempengaruhi perilaku kesehatan keluarga. 8. Agama Bapak A dan seluruh anggota keluarga beragama Islam. Menurut bapak A seluruh anggota keluarganya telah menjalankan sholat lima waktu. Menurut ibu H mereka sekeluarga sering melakukan sholat berjamaah dan setiap sekali sebulan mengikuti acara pengajian di mesjid tempat mereka tinggal. 9. Status sosial ekonomi Menurut Bapak A penghasilannya sebagai pedagang roti keliling di pasar dianggap pas-pasan memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi sekarang anak nya yang bungsu belum mendapatkan pekerjaan semenjak lulus SMA sehingga belum dapat membantu keuangan keluarga. Namun Bapak A berpendapat penghasilannya sudah dapat memenuhi kebutuhan untuk makan sehari-hari. 10. Aktivitas dan rekreasi Keluarga bapak A sangat jarang melakukan rekreasi keluarga karena bapak A berpendapat berdagang roti keliling lebih bermanfaat dari pada rekreasi. Bapak A lebih memilih berkunjung kerumah saudaranya karena rumah saudaranya tidak jauh dari rumah tempat mereka tinggal.

II.

Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga 1. Tahap perkembangan keluarga saat ini Bapak A tinggal bersama istrinya dan seorang anaknya berumur 24 tahun, dan belum menikah dan saat ini tinggal bersama bapak A. Jadi, tahap perkembangan keluarga bapak A sekarang berada pada tahap perkembangan keluarga dewasa. Tugas perkembangan keluarga : a. Memenuhi kebutuhan anggota keluarga. b. Membantu anak untuk bersosialisasi. c. Beradaptasi dengan anak yang bungsu, sementara kebutuhan anak lain juga harus terpenuhi. d. Mempertahankan hubungan yang sehat. 2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Keluarga belum dapat menerapkan komunikasi yang efektif antara anggota keluarga. Pendapatan keluarga yang pas-pasan menjadi masalah dalam memenuhi kebutuhan keluarga. 3. Riwayat keluarga inti Sebelumnya bapak A dan ibu H memiliki 2 orang anak, namun salah seorang anak mereka meninggal saat masih kecil. 4. Riwayat keluarga sebelumnya Bapak A mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan. Namun bapak A memiliki riwayat hipertensi. Kedua orang tua Bapak A sudah meningggal. Sedangkan ayah dari ibu H masih hidup.

III.

Lingkungan 1. Karakteristik rumah Luas rumah 55 m2 dengan panjang 10 m dan lebar 5 m terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu ruang untuk sholat, satu kamar mandi dan satu dapur. 2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW Keluarga Bapak A bertetangga dengan beberapa keluarga petani, pedagang dan satu pegawai negeri sipil. Semua tetangga Bapak A beragama islam dan besuku jawa meskipun berasal dari berbagai daerah kebetulan tempat tinggal mereka dekat dengan mesjid sehingga mereka biasanya sholat

bersama ke mesjid sehingga tampak ramai dan komunikasi mereka cukup baik. 3. Mobilitas geografi keluarga Biasanya jika berpergian, keluarga bapak A menggunakan jasa angkutan umum dan becak. 4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Keluarga Bapak A jarang berkumpul bersama anggota keluarga, namun jika ada kesempatan berkumpul bapak A ketika pergi ke mesjid bersama. Jika ada gotong royong, ronda bapak A akan menyempatkan untuk mengikuti kegiatan tersebut. 5. Sistem pendukung keluarga Jika sakit keluarga bapak A akan berkunjung ke puskesmas terdekat. IV. Struktur keluarga 1. Pola komunikasi keluarga Pola komunikasi keluarga bapak A cukup baik namun tidak begitu efektif. Ditandai dengan kurangnya perhatian terhadap keluhan bapak A. 2. Struktur kekuatan keluarga Pengambil keputusan dalam keluarga ini adalah Bapak A. Jika ada masalah keluarga dibicarakan bersama. 3. Struktur peran Bapak A sebagai seorang suami bertanggung jawab memberi nafkah, sedangkan Ibu H sebagai seorang ibu rumah tangga mengurus semua pekerjaan rumah termasuk dalam hal penggunaan keuangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan T sebagai seorang anak mengabdi kepada kedua orang tua. T sering membantu pekerjaan kedua orangtuanya walaupun sedang mencari pekerjaan. 4. Nilai dan norma budaya Nilai yang dianut keluarga Bapak A adalah nilai-nilai Islam. Jika waktu sholat datang setiap anggota keluarga akan segera sholat. Dan menerapkan kedua budaya minang dan jawa.

V.

Fungsi keluarga 1. Fungsi afektif Keluarga Bapak A cukup rukun walaupun terkadang bermasalah, namun mereka mengatasinya dengan berdiskusi bersama. 2. Fungsi sosialisasi Keluarga Bapak A aktif dalam berinteraksi masyarakat dan tetangganya. Buktinya mereka tidak pernah memiliki masalah dengan tetangga mereka. 3. Fungsi perawatan keluarga Walaupun rumah keluarga bapak A tidak begitu besar, namun rumah bapak A sangat bersih dan nyaman untuk dihuni, perawat telah mengobservasinya ketika berkunjung ke rumah bapak A.

VI.

Stress dan koping keluarga 1. Stressor jangka pendek Tanda dan gejala hipertensi saat ini dialami akan mengganggu aktivitas bapak A dalam mencari nafkah. Gaya hidup bapak A merokok dan mengkonsumsi kopi dapat memicu hipertensi. 2. Stressor jangka panjang Kambuhnya hipertensi pada bapak A jika tidak segera ditangani akan berkomplikasi pada penyakit kronik. Dan jika sudah kronik biaya untuk pengobatan pun meningkat sedangkan penghasilan keluarga pas-pasan dan bapak A merupakan tulang punggung keluarganya. 3. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah Respon keluarga terhadap masalah masih minimal ditandai dengan timbulnya kembali hipertensi Bapak A dan tidak terlihat adanya tindakan dari keluarga ketika tanda dan gejala muncul kembali. 4. Strategi koping yang digunakan Jika ada masalah keluarga bapak A akan berdiskusi dengan istrinya saja.

VII.

Harapan keluarga Bapak A berharap perawat dapat dapat membantu menangani masalah hipertensinya serta membantu istrinya menjaga kesehatan keluarga.

VIII.

Pemeriksaan fisik (Head to Toe)


Bp. A Tidak Ada ketombe , tidak ada benjolan/luka, simetris, warna rambut hitam, keriting Konjungtiva tidak anemis, skelera ikterik (-), simetris, tidak ada cekungan pada mata, reaksi cahaya pupil (+/+) Tidak ada sumbatan, cairan (-) Bersih, tidak ada serumen, tidak ada bengkak luka dan kemerahan, simetris Gigi putih, karang gigi (+), bibir tampak lembab, sariawan (-) Tidak ada kesulitan menelan, pembesaran kelenjar getah bening ()distensi vena jugularis (), tidak ada tanda radang Simetris, bronkovesikuler, RR: 16 X/ menit, bunyi jantung S1, S2 (+), S3, mur-mur, gallop (-), rhonki (-) Tidak ada nyeri tekan, Gerakan tak terbatas, mampu fleksi/ ekstensi tanpa rasa nyeri tidak ada benjolan, bengkak, kemerahan Ibu H Tidak ada ketombe, tidak ada benjolan /luka, oval Anak T Ada ketombe , tidak ada benjolan/luka, simetris, warna rambut hitam, keriting Konjungtiva tidak terlihat anemis, tidak ada katarak, penglihatan jelas

Komponen Kepala

Mata

Hidung Telinga

Mulut

Konjungtiva anemis, skelera ikterik (-), simetris, tidak ada cekungan pada mata, reaksi cahaya pupil (+/+), Tidak ada sumbatan, cairan (-) Bersih, tidak ada serumen, tidak ada bengkak luka dan kemerahan, simetris Gigi putih, karang gigi(+)bibir lembab Tidak ada kesulitan menelan, pembesaran kelenjar getah bening ()distensi vena jugularis (), tidak ada tanda radang Simetris, bronkovesikuler, RR: 16 X/ menit, bunyi jantung S1, S2 (+), S3, mur-mur, gallop (-), rhonki (-) Tidak ada nyeri tekan, Gerakan tak terbatas, mampu fleksi/ ekstensi tanpa rasa nyeri ada bengkak pada ext kiri kanan, terutama jika lelah atau terlalu lama berdiri Turgor baik, tanda radang (-), sawo matang, tekstur halus Tidak ada yang panjang, terawat bersih, sianosis (), tanda radang (-) 36,2 oC 50 Kg 155cm 110/70 mmHg

Tidak ada sumbatan, cairan (-) Simetris, keadaan bersih,Fungsi pendengaran baik Mukosa mulut lembab,keadaan bersih,Tidak ada kelainan Tidak ada kesulitan menelan, pembesaran kelenjar getah bening ()distensi vena jugularis (-), tidak ada tanda radang Simetris, bronkovesikuler, RR: 16 X/ menit, bunyi jantung S1, S2 (+), S3, mur-mur, gallop (-), rhonki (-) Tidak ada nyeri tekan, Gerakan tak terbatas, mampu fleksi/ ekstensi tanpa rasa nyeri

Leher dan Tenggorokan

Dada

Abdomen Ekstremitas

Kulit

Turgor baik, tekstur halus

matang,

Turgor baik, tekstur halus

matang,

Kuku

Suhu tubuh Berat badan Tinggi Badan Tekanan darah

Tidak ada yang panjang, terawat bersih, sianosis (), tanda radang (-) 36,5 o C 69 kg 155cm 200/100 mmHg

Tidak ada yang panjang, terawat bersih, sianosis (-), tanda radang (-) 36,4 oC 55 kg 160 cm 120/80

Referensi Kelompok Keilmuan keperawatan Komunitas. (2005). Buku Panduan Praktik Profesi Keperawatan Keluarga. FIK UI Heni permatasari. Proses keperawatan di Area keperawatan komunitas. FIK UI