Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA KELARUTAN DAN KOEFISIEN AKTIVITAS ELEKTROLIT KUAT A. TUJUAN 1.

Mengukur kelarutan barium iodat dalam larutan KCl dengan berbagai kekuatan ion. 2. Menghitung kelarutan barium iodat ada I = 0 dengan jalan ekstrapolasi. 3. Menghitung koefisien aktivitas rata rata barium iodat pada berbagai nilai I dan menguji penggunaan hukum !eb"e #u$kle. B. DASAR TEORI %ronsted& %jerrum dan other memperlihatkan bah'a laju reaksi ionik bergantung pada kekuatan ionik dari larutan& karena kekuatan ionik dari larutan dapat dirubah dengan penambahan garam ioni$& ini dikenal sebagai efek garam primer. (ika ion bermuatan sama )bermuatan positif*& dan komplek teraktivasi membentuk muatan rangkap positif. Molekul molekul pelarut didekat ion disebabkan oleh ga"a elektrotatik mereka. +fek ini disebut solver kuat& "ang membatasi kebebasan gerak binding atau ele$trostri$tion& akibatn"a

pengurangan dalam entropi. (ika ion muatan sama faktor frek'ensi lebih ke$il dari pada normal. !alam suatu reaksi antara ion ion berla'anan muatan& muatan terasosia dengan komplek aktifasi menurun& akibatn"a menurunkan elektri$hor dan entrop" aktivasi positif )%udi ,antosa& 200-*. ,alah satu $ara untuk menunjukkan hubungan antara kekuatan ion dan aktvitas ion adalah mempelajari perubahan kelarutan elektrolit "ang sedikit larut )misaln"a %a )I.3*2* sebagai aikbat adan"a penambahan elektrolit lain )bukan ion senama& misaln"a KCl*. /gar hukum !eb"e #u$kel dapat diterapkan& konsentrasi larutan elektrolit sedikit larut tersebut harus diukur dengan tepat 'alaupun konsentrasin"a rendah. ,elain itu kelarutann"a dalam air harus berada dalam batas kisaran hukum !eb"e #u$kel& "aitu kelarutan ion00&01 M untuk elektrolit 1 1 )uni univalen*. ,alah satu elektrolit "ang memenuhi kriteria di atas adalah %a)I. 3*2 "ang konsentrasin"a dapat di tentukan dengan menggunakan metode volumetrik "ang sederhana. !engan menganalisis data "ang diperoleh akan didapat koefisien ativitas rata rata )12*.

/ktivitas atau koefisien aktivitas suatu individu ion se$ara per$obaan tidak dapat ditentukan& karena itu di definisikan aktivitas rata rata a2& dan koefisien aktivitas rata 3rata " 2 "ang untuk elektrolit 1 2 )uni bivalen* didefinisikan sebagai berikut4 a2 = )a5 a 2*163777777777777777..)1* 1 2 = )1 5 1 2*163 77777777777777..)2* $2 = )$5 $ 2*163 777777777777777.)3* %ila nilai konsentrasi )$* din"atakan dalam mol6liter& maka berdasarkan definisi diatas di peroleh4 a2 = 1 2.$2 = Ka163 = konstan777777777777.)8* !alam hal ini& a adalah hasil kali aktivitas kelarutan "ang dapat di turunkan sebagai berikut4 %a)I.3*2 %a25 5 2I.3
2 Ka = aBa 2+ .a IO
3

)9* 77777777777..

Misaln"a dalam larutan terdapat elektrolit lain "ang tidak mengandung ion senama dengan %a)I.3*2 )misal KCl* dan anggap kelarutan %a)I. 3*2 dalam air adalah s mol6liter& maka $5 )konsentrasi ion %a25 dalam larutan* = s mol6liter dan $ )konsentrasi ion I.3 dalam larutan*= 2s mol6liter. !ari persamaan )3* akan diperoleh4 $2 = 1&9: s 7777777777777..)-* !engan menggabungkan persamaan )-* dengan persamaan )8* diperoleh s 1 2 = )Ka16361&9* = konstanta = so7777777);* !alam hal ini so adalah kelarutan teoritis bila "2 mendekati 1 satu )=1* "aitu pada keadaan dimana kekuatan ion sama dengan nol )I=0*. Karena "2 selalu menurun dengan meningkatn"a kekuatan ion& maka baik kelarutan dan hasil kali kelarutan& Ksp )din"atakan dalam konsentrasi& bukan dalam aktivitas* dari

elektrolit "ang sedikit larut akan meningkat dengan adan"a penambahan elektrolit lain "ang tidak mengandung ion senama. (ika nilai so dapat ditentukan dengan jalan ekstrapolasi ke kekuatan ion sama dengan nol& maka "2 pada berbagai konsentrasi akan dapat dihitung )12 = so6s*. <ada larutan elektrolit& s bergantung pada kekuatan ion "ang didefinisikan sebagai4
I =1 / 2ci Z i2

7777777777.

)=*

Keterangan4 $i = konsentrasi ion ke i dalam mol6liter >i = muatan ion ke i Kekuatan ion )I* harus dihitung berdasarkan semua ion "ang berada di dalam larutan. ?ilai I terendah "ang dapat digunakan untuk mengukur kelarutan dibatasi oleh kelarutan elektrolit dalam air. +kstrapolasi ke kekuatan ion sama dengan nol& dilakukan berdasarkan teori !eb"e #u$kle untuk elektrolit kuat. @eori !eb"e #u$kle men"atakan bah'a untuk larutan dengan kekuatan ion "ang rendah )I00&01* untuk eletrolit univalen )1 1*& koefisien aktivitas rata rata suatu elektrolit "ang berdisosiasi menjadi ion bermuatan A5 dan A dapat dihitung dengan menggunakan persamaan4 Bog 1 2 = /CA5.A C
I *7777777..7):*

/ = tetapan dan untuk larutan dengan pelarut air pada suhu 29DC nilain"a adalah 0&90:. Eabungan persamaan );* dan ):* untuk %a)I.3*3 diperoleh4 Bog s = log so 5 2/
I 77777777..)10* I akan berupa

(adi& pada kekuatan ion "ang rendah kurva log s sebagai fungsi garis lurus.)@im !osen Kimia Fisika.2012* C. ALAT DAN BAHAN 1. /lat4 1. Babu erlenme"er 290 ml 2. %uret 3. <ipet 29 ml 2. %ahan KCl 0&1 M %a)I.3*2 )dapat disiapkan dari pen$ampuran ?aI.3 dan %aCl2* ?a2,2.3 0&01 M #Cl 1 M 8. Babu takar 290 ml 9. Babu takar 100 ml

KI 0&9 g6B Kanji

D. CARA KERJA

E. HASIL DAN PEMBAHASAN <er$obaan Kelarutan !an Koefisien /ktivitas +lektrolit Kuat ini memiliki tujuan untuk mengukur kelarutan barium iodat dalam larutan KCl dengan berbagai kekuatan ion& menghitung kelarutan barium iodat pada I = 0 dan menghitung koefisien aktivitas rata rata barium iodat pada berbagai I serta menguji penggunakan hukum !eb"e #u$kle. %erdasarkan dari teori !eb"e #u$kle Gntuk menunjukkan antara kekuatan ion dan aktivitas ion dapat dilihat dari perubahan kelarutan elektrolit "ang sedikit larut dalam air& dalam hal ini %a)I. 3*2., dimana suatu diasumsikan bah'a suatu ele$trolit kuat akan berdisosiasi se$ara sempurna mejadi ion ionn"a. ,elain itu juga diasumsikan bah'a pada konsenntrasi "ang sangat en$er interaksi "ang terjadi antara ion ion "ang terdapat dalam larutan han"a ga"a tarik menarik atau ga"a tolak menolak.

,alah satu $ara untuk melihat bagaimana ketergantungan aktivitas ion pada kekuatan ion adalah dengan jalan mempelajari perubahan kelarutan elektrolit "ang sedikit larut&dimana pada per$obaan ini digunakan larutan barium iodat&sebagai akibat adan"a penamabahn elektrolit lain. +lektrolit "ang ditambahkan disini bukanlah suatu elektrolit dengan ion senama dengan baiun iodat& tapi pada per$obaan ini digunakan larutan KCl. /gar hukum !eb"e #u$kle konsentrasi barium iodat "ang digunakan harus berada dalam konsentrasi "ang rendah&"aitu kelarutan ion 0 0&01. Gntuk melihat dan mengukur kelarutan barium iodat )%a)I. 3*2 dalam larutan KCl dilakukan dalam pr$obaan diamati kelarutan ; buah labu barium iodat pada penambahan KCl dengan konsentrasi 0&1H 0&09H 0&02H 0&01H 0&009H dan 0&002 masing masing 29mB. !an sebagai perbandingan diamati kelarutan barium iodat jika larutan barium iodat tidak ditambahkan elektrolit lain&"aitu pada labu ketujuh han"a ditambahkan air seban"ak 29mB. Kemudian pada masing masing labu ini ditambahkan %arium Iodat se$ukupn"a&"aitu penambahan dilakukan sedikit demi sedikit dan penambahan dihentikan jika diamati larutan sudah tepat jenuh&dengan $atatan sealama penambahan larutan terus diaduk agar %arium Iodat "ang ditambahkan dapat larut dengan segera. /gar barium iodat tidak menguap maka setelah penambahan barium iodat&labu harus segera ditutup. ,etelah larutan dipanaskan selama kurang lebih satu menit larutan kemudian didiamkan selama satu hari dan setelah itu larutan disaring sehingga barium iodat "ang tidak larut tersaring oleh kertas saring. Kemudian masing masing labu diambil masing masing 9ml larutan dan dilakukan titrasi terhadap laruatan tersebut menggunakan larutan ?atrium tiosulfat&?a2,2.3. !an digunakan indikator kanji 1I& dan titik akhir titrasi ter$apai setelah 'arna biru hitam menghilang. !ari per$obaan "ang telah dilakukan didapat hasil volume tiosulfat "ang digunakan untuk titrasi seban"ak ;&1H =&3H :&9H 10&0H 12&0H 13&= dan 21 ml. !ari data "ang diperoleh ini dapat ditentukan konsentrasi dari ion I.3 & kelarutan dari barium iodat)sebagaimana "ang telah disebutkan*& logaritma dari kelarutan )log ,*&kurva log ,& intensitas rata rata&koefisien aktivitas rata rata dan log dari koefisien aktivitas rata rata "ang kemudian dapat dibuat kurva log 15 sebagai fungsi dari I J .

?omor Babu +rlenme"er 1 2 3 8 9 ;

Konsentrasi larutan KCl )M* 0&1 0&09 0&02 0&01 0&009 0&002 0.001

Kolume tiosulfat untuk titrasi )mB* ;.2 =.3 :.; 10.9 12.2 13.9 =

Konsentrasi larutan jenuh I.3 )M* 0.390 0.190 0.090 0.020.00:: 0.003

Kelarutan )s* %a)I.3*2 )M* 0.1;9 0.0;9 0.029 0.013 0.089 0.001

Bog s

0.;9 1.12 1.-0 1.= 1.383 Bog 12 0.-10.8138 0.29 0.1; 0.110.0;0

?omor Babu Kekuatan Ion +rlenme"er )I* 1 2 3 8 9 ; 0.3-2 0.1-0 0.09; 0.02: 0.010 0.008 0.-01 0.8 0.23= 0.1;0 0.1 0.00-

so6s = 12 0.282 0.3=0.9-2 0.-;0 0.;-8 0.=91

!ari data "ang didapat ini dapat diketahui bah'a kelarutan barium iodat dipengaruhi oleh ban"akn"a KCl "ang ditambahkan& semakin besar konsentrasi KCl "ang dimasukkan maka semakin ke$il kelarutan dari barium iodat. !an didapat kelarutan barium iodat "ang paling besar adalah terdapat pada labu nomor tujuh& "aitu pada labu dimana han"a barium iodat "ang terdapat di dalam larutan tanpa ada penambahan dari KCl.,etelah dilakkan analisis dan perhitungan pada tersebut diperoleh hail seperti dalam table data pengamatan. !ari hasil tersebut dapat diperoleh Kekuatan Ion dan /ktivitas Ion serta kelarutann"a. Leaksi "ang terjadi pada saat titrasi adalah sebagai berikut. IO3- + 8H+ + 6 H+ 3 I3- + 3H2O I3- + 2 S2O3- S4O6- + 3 I,ebagai akibat penambahan elektrolit lain bukan senama KCl& dari hasil perhitungan diperoleh grafik hubungan
I terhadap kelarutan. !apat dilihat

bah'a kelarutan akan naik dengan naikn"a konsentrasi. !emikian juga sebalikn"a& dari grafik plot log s terhadap
I diperoleh persamaan regresi linear " I 5 log so.

= 1.-90M 3 1&129 "ang sebanding dengan persamaan log s = 2/ 0&0;8: !ari per$obaaan "ang telah dilakukan diperoleh grafik sebagai berikut4

!engan jalan ekstrapolasi )M = 0* diperoleh log s = 1&129 dan kelarutan )s* =

Eambar 1. Erafik Bog , vs

Eambar 2. Erafik Bog ),o6s* vs

Kelarutan pada larutan elektrolit bergantung pada kekuatan ion& dimana kelarutan semakin meningkat dengan meningkatn"a kekuatan ion. @eori !eb"e #u$kle memprediksi bah'a logaritma koefisien ionik rata rata adalah fungsi linear dari akar pangkat dua kekuatan ionik dan slopen"a bernilai negatif. Koefisien aktivitas ionik han"a bergantung pada muatan ion dan konsentrasin"a. #ubungan antara keduan"a dapat dilihat dari grafik "ang diperoleh dari hasil perhitungan.

,esuai grafik dapat dilihat bah'a koefisien aktivitas ionik rata rata naik dengan turunn"a kekuatan ion. F. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan a. ,emakin ke$il konsentrasi KCl akan semakin besar volume larutan ?a2,2.3 "ang dibutuhkan b. ,emakin besar konsentrasi KCl& semakin besar pula kekuatan ion. $. #arga koefisien aktifitas rata rata $enderung menurun dengan meningkatn"a kekuatan ion 2. ,aran a. b. $. d. <raktikan hendakn"a melakukan persiapan se$ara matang. <raktikan lebih teliti dalam melakukan pengamatam /lat "ang digunakan sesuai dengan standar. <ada per$obaan setelah dilakukan pelarutan barium iodat kedalam labu erlenme"er&maka labu erlenme"er harus segera ditutup agar barium iodat tidak menguap.

. DAFTAR PUSTAKA %udi ,antosa& ?ur'a$hid. 200-. KIMIA FISIKA II. ,emarang4 (urusan Kimia FMI</ G??+, @im !osen Kimia Fisika. 2012. Petunjuk Praktikum Kimia Fisik. ,emarang. (urusan Kimia FMI</ G??+,.

Mengetahui& !osen <engampu

,emarang& 21 ?ovember 2012 <raktikan

Ir. ,ri Nah"uni& M.,i

,iti ?ursiami ?IM 8301810002

H. JA!ABAN PERTAN"AAN 1. @ = 29DC Konstanta dielektrik = ;=&9 e = 1&-. 10 1: ?/ = -&02.10 23 mol k = 1&3=1.10 23 (6mol / = ......O #2. #5 5 .# I = J )10 ; 5 10 ;* = 10 ; ln 1 2 =

e 3 Z1 Z 2

[ KT ] 3 / 2

2N A 1 100

1/ 2

= = :&93=;.10 9-. 2. I= J P $5 Q P $ Q2 0.01 0.02 C = J $2 = $2

= 0.181 = ) 0.181M0.1812*163 = 0.181 Bog 1 2= /CA5.A C = 0.101= 12 a2 = 0.;:1 = 1 2.$2 = 0.;:1M0.181 = 0.11193
I *

$2 = ) $5$ 2*163

= 0.90:C 51. 2C0.01162*

I.

DATA PEN AMATAN Kelarutan )s* %a)I.3*2 )M* 0.1;9 0.0;9 0.029 0.013 0.089 0.001 Bog s 0.;9 1.12 1.-0 1.= 1.383

?omor Konsentrasi Kolume Konsentrasi Babu larutan KCl tiosulfat untuk larutan jenuh I.3 +rlenme"er )M* titrasi )mB* )M* 1 0&1 ;.2 0.390 2 0&09 =.3 0.190 3 0&02 :.; 0.090 8 0&01 10.9 0.029 0&009 12.2 0.00:: 0&002 13.9 0.003 ; 0.001 = ,uhu larutan dalam erlenme"er = 2= oC Memerlukan 2 ml tiosulfat untuk netralisasi. ?omor Babu Kekuatan Ion +rlenme"er )I* 1 2 3 8 9 ; 0.3-2 0.1-0 0.09; 0.02: 0.010 0.008 0.-01 0.8 0.23= 0.1;0 0.1 0.00-

,tandarisasi tiosulfat = 9 ml larutan KI.3 )0&0;-:gram dalam 100 ml*

so6s = 12 0.282 0.3=0.9-2 0.-;0 0.;-8 0.=91

Bog 12 0.-10.8138 0.29 0.1; 0.110.0;0

J. A#$%&'$ D$($ /. +rlenme"er 1 1. Konsentrasi larutan jenuh I.3 K lar dlm +rlene"er P KCl Q K tiosulfat K1.M1 29 ml M 0.1 M M2 2. Kelarutan %a)I.3*2 %a)I.3*2 %a25 5 s P I.3 Q s = 0.392 M = 2s 2 I.3 2s = K1 = M1 = K2 = K2.M2 = ;&1 ml M M2 = 0&392 M = 29 ml = 0&1 M = ;&9 ml

(adi& konsentrasi larutan jenuh I.3 = 0&392 M

s 3. Bog s

= 0.39262

= 0&1;- M

(adi& Kelarutan %a)I.3*2 = s = 0.1;- M Bog s = Bog 0.1;- = 0&;98 8. Kekuatan ion )I* KCl K5 %a)I.3*2 I 5 %a25 Cl 5 2 I.3

= J RPK5Q 5 PCl Q 5 PI.3 Q 5P%a25QS = J ) 0.1 5 0.1 5 0.392 5 0.1;- * = 0&3-8

9. I

162

= 0.3-8162 = 0&-03 = log s C2/ = 1&3-:


I C

-. log so

= 0&;98 3 ) 2 M 0.90: M 0.-03* so = antilog 1&3-: = 0&083 ;. so6s = "2 = 0&083 60.1;= 0&283 =. log "2 = log 0&2- = 0&-18 %. +rlenme"er 2 1.Konsentrasi larutan jenuh I.3 K lar dlm +rlene"er P KCl Q K tiosulfat K1.M1 29 ml M 0.09 M M2 2. Kelarutan %a)I.3*2 %a)I.3*2 %a25 5 s P I.3 Q s 3. Bog s Bog s = Bog 0&0;9 = 1&123 s = 0&191 M = 0&19162
* 32

= K1 = M1 = K2

= 29 ml = 0.09 M = =&3 ml

= K2.M2 = =&3 ml M M2 = 0&191 M

(adi& konsentrasi larutan jenuh I.3 = 0&191 M 2 I.3 2s = 2s = 0&0;9 M = s = 0&0;9 M

(adi& Kelarutan %a)I.

8. Kekuatan ion )I* KCl K5 %a)I.3*2 I 5 %a25 Cl 5 2 I.3

= J RPK5Q 5 PCl Q 5 PI.3 Q 5P%a25QS = J ) 0&09 5 0&09 5 0&1915 0&0;9 * = 0&1-3

9. I

162

= 0&1-162 = 0&808 = log s C2/ = 1&938


I C

-. log so

= 1&12 3 ) 2 M 0&90: M 0&808* so = antilog 1&938 = 0&02: ;. so6s = "2 = 0&02:2 6 0&0;9 = 0&3== =. log "2 = log 0&3== = 0&811 C. +rlenme"er 3 1.Konsentrasi larutan jenuh I.3 K lar dlm +rlene"er P KCl Q K tiosulfat K1.M1 29 ml M 0.02 M M2 2. Kelarutan %a)I.3*2 %a)I.3*2 %a25 5 s P I.3 Q s 3. Bog s Bog s = Bog 0&02- = 1&9=0 8. Kekuatan ion )I* KCl K5 %a)I.3*2 I 5 %a25
5

= K1 = M1 = K2

= 29 ml = 0&02 M = :.9 ml

= K2.M2 = :. 9ml M M2 = 0&093 M

(adi& konsentrasi larutan jenuh I.3 = 0&093 M 2 I.3 2s = 2s = 0&02- M


*2

s = 0&093 M = 0&09362

(adi& Kelarutan %a)I.3 = s = 0&02- M

Cl 5
25

2 I.3

= J RPK Q 5 PCl Q 5 PI.3 Q 5P%a QS

= J ) 0&02 5 0&02 5 0&093 5 0&02- * = 0&09: 9. I162 = 0&09162 = 0&288 -. log so = log s C2/ = 1&=2= so = antilog 1&=2= = 0&019 ;. so6s = "2 = 0&0196 0&02= 0&9-9 =. log "2 = log 0&9-9= !. +rlenme"er 8 1. Konsentrasi larutan jenuh I.3 K lar dlm +rlene"er P KCl Q K tiosulfat K1.M1 29 ml M 0&01 M M2 2. Kelarutan %a)I.3*2 %a)I.3*2 %a25 5 s P I.3 Q s 3. Bog s Bog s = Bog 0&013 = 1.:03 8. Kekuatan ion )I* KCl K5 %a)I.3*2 I 5 %a25 Cl 5 2 I.3 s = 0&029 M = 0&02962 = 2s = 0&013 M 2 I.3 2s = K1 = M1 = K2 = K2.M2 = 10 ml M M2 = 0&029 M = 29 ml = 0.01 M = 10 ml 0&28=
I C

= 1&9=0 3 ) 2 M 0.90: M 0&288*

(adi& konsentrasi larutan jenuh I.3 = 0&029 M

(adi& Kelarutan %a)I.3*2 = s = 0&013 M

= J RPK5Q 5 PCl Q 5 PI.3 Q 5P%a25QS = J ) 0&01 5 0&01 5 0&029 5 0&013 * = 0&02:

9. I162 = 0&02:162 = 0&1;0 -. log so = log s C2/


I C

= 2 3 ) 2 M 0&90: M 0&1;0* = 2&0;so = antilog 2&0;= 0&00= ;. so6s = "2 =0&00=6 0&013 = 0&-;2 =. log "2 = log 0&-;2= 0&1;3 +. +rlenme"er 9 1. Konsentrasi larutan jenuh I.3 K lar dlm +rlene"er P KCl Q K tiosulfat K1.M1 29 ml M 0&009 M M2 2. Kelarutan %a)I.3*2 %a)I.3*2 %a25 5 s P I.3 Q s 3. Bog s Bog s = Bog 0&009 = 2&2=3 8. Kekuatan ion )I* KCl K5 %a)I.3*2 I 5 %a25
5

= K1 = M1 = K2

= 29 ml = 0.009 M = 12 ml

= K2.M2 = 12 ml M M2 = 0&010 M

(adi& konsentrasi larutan jenuh I.3 = 0&010 M 2 I.3 2s = 2s = 0&009 M


* 32

s = 0&01 M = 0&0162

(adi& Kelarutan %a)I.

= s = 0&009 M

Cl 5
25

2 I.3

= J RPK Q 5 PCl Q 5 PI.3 Q 5P%a QS = J ) 0&009 5 0&009 5 0&01 5 0&009 * = 0&013

9. I162 = 0&013162 = 0&113 -. log so = log s C2/ = 2&3:: so = antilog 2&3:: = 0&008
I C

= 2&2=3 3 ) 2 M 0&90: M 0&113*

;. so6s = "2

=0&008 60&009 = 0&;-;

=. log "2 = log 0&;-;= 0&119 F. +rlenme"er 1. Konsentrasi larutan jenuh I.3 K lar dlm +rlene"er P KCl Q K tiosulfat K1.M1 29 ml M 0&002 M M2 2. Kelarutan %a)I.3*2 %a)I.3*2 %a25 5 s P I.3 Q s 3. Bog s Bog s = Bog 0&002= 2&=3 8. Kekuatan ion )I* KCl K5 %a)I.3*2 I 5 %a25
5

= K1 = M1 = K2

= 29 ml = 0.002 M = 13&=ml

= K2.M2 = 13&= ml M M2 = 0&008 M

(adi& konsentrasi larutan jenuh I.3 = 0&008 M 2 I.3 2s = 2s = 0&002 M


* 32

s = 0&008 M = 0&00862

(adi& Kelarutan %a)I.

= s = 0&002 M

Cl 5
25

2 I.3

= J RPK Q 5 PCl Q 5 PI.3 Q 5P%a QS = J ) 0&002 5 0&002 5 0&008 5 0&002* = 0&009

9. I162 = 0&009162 = 0&0-: -. log so = log s C2/ = 2&=12 so = antilog 2&=12 = 0&0019 ;. so6s = "2 = 0&002 6 0&0019 = 0&=91 =. log "2 = log 0&=91 = 0&0;0 E. +rlenme"er ;
I C

= 2&= 3 ) 2 M 0&90: M 0&0-:*

/ir S($#)$*&'$'& N$.(&+',%-$( 9 ml larutan KI.3 ) 0.0;-: gram dalam 100ml * M = gr.10006)Mr.K* = 0.0;-:M10006 )218M100* = 0.0039: mol6lt @itrasi dengan ?a.tiosulfat K1 M1 K2 M1 M K1 0.0039: M M 9 ml M2 = 0.00=99 mol6lt = K KI.3 = M KI.3 = K ?a.tiosulfat = 9ml = 0.0039: mol6lt = 2.1 ml ) dari titrasi * = M2 M K2 = M2 M 2.1 ml = konsentrasi ?a.tiosulfat