Anda di halaman 1dari 9

PERENCANAAN STRUKTUR GEMPA

PERHITUNGAN TULANGAN LENTUR DAN GESER BALOK 1. Balok yang Ditinjau Balok yang ditinjau berada pada lantai 3 dengan panjang 5,5 m

2. Nilai Mu dari SAP

3. Nilai Vu dari SAP

4. Perencanaan Tulangan Lentur


a. Tulangan Tumpuan Kiri Sama Dengan Tumpuan Kanan Data Perhitungan : b = 400 mm, h = 500 mm, fc = 25 MPa, Mu = 85,2093 kN.m (SAP M3) Coba nilai As : Mn+

MnAnalisa Penampang (Mn-) Asumsi tulangan yang digunakan : Luas tulangan 5D 16 dengan As = 1005,312 mm2 Luas tulangan 4D 16 dengan As = 804,250 mm2 PERHITUNGAN TULANGAN BALOK 1

PERENCANAAN STRUKTUR GEMPA Asumsi sengkang = 6 d = h sb sk = 500 25 6 = 461 mm Mencari posisi garis netral : As . fy = 0,85 . fc . b . a + As . fy 1005,312 x 360 = 0,85 x 25 x 400 x a + 804,250 x 360 361912,32 = 8500.a + 289529,856 fy = 360 MPa d = sb + sk + = 25 + 6 + = 39 mm

Periksa tulangan tekan leleh :

Karena tulangan tekan belum leleh, asumsi c salah dan nilai c dicari dengan rumus dibawah ini :

PERHITUNGAN TULANGAN BALOK

PERENCANAAN STRUKTUR GEMPA

c1= 43,367 mm...............................................(nilai c yang diambil) c2= -60,064 mm Tegangan tulangan tekan :

Besaran Mn- : T = Cc + Cs

) ( )

Check :

Analisa Penampang (Mn+) Asumsi tulangan yang digunakan : Luas tulangan 5D 16 dengan As = 1005,312 mm2 Luas tulangan 4D 16 dengan As = 804,250 mm2

Mencari posisi garis netral :

PERHITUNGAN TULANGAN BALOK

PERENCANAAN STRUKTUR GEMPA

c1= 39,344 mm...............................................(nilai c yang diambil) c2= -82,757 mm Tegangan tulangan tekan :

Besaran Mn- : T = Cc + Cs

( (

) )

Check : Memeriksa kekuatan : | | | |

PERHITUNGAN TULANGAN BALOK

PERENCANAAN STRUKTUR GEMPA b. Tulangan Lapangan Data Perhitungan : b = 400 mm, h = 500 mm, fc = 25 MPa, Mu = 67,7268 kN.m (SAP M3) Coba nilai As : Mn+

MnAnalisa Penampang (Mn+) Asumsi tulangan yang digunakan : Luas tulangan 5D 16 dengan As = 1005,312 mm2 Luas tulangan 3D 16 dengan As = 603,187 mm2

Asumsi sengkang = 6 d = h sb sk = 500 25 6 = 461 mm Mencari posisi garis netral : As . fy = 0,85 . fc . b . a + As . fy 1005,312 x 360 = 0,85 x 25 x 400 x a + 603,187 x 360 361912,32 = 8500.a + 217147,392 fy = 360 MPa d = sb + sk + = 25 + 6 + = 39 mm

Periksa tulangan tekan leleh :

PERHITUNGAN TULANGAN BALOK

PERENCANAAN STRUKTUR GEMPA

Karena tulangan tekan belum leleh, asumsi c salah dan nilai c dicari dengan rumus dibawah ini :

c1= 44,199 mm...............................................(nilai c yang diambil) c2= -44,199 mm Tegangan tulangan tekan :

Besaran Mn- : T = Cc + Cs

) ( ) PERHITUNGAN TULANGAN BALOK 6

PERENCANAAN STRUKTUR GEMPA

Check :

Analisa Penampang (Mn-) Asumsi tulangan yang digunakan : Luas tulangan 5D 16 dengan As = 1005,312 mm2 Luas tulangan 3D 16 dengan As = 603,187 mm2

Asumsi sengkang = 6 d = h sb sk = 500 25 6 = 461 mm Mencari posisi garis netral : fy = 360 MPa d = sb + sk + = 25 + 6 + = 39 mm

c1= 39,344 mm...............................................(nilai c yang diambil) c2= -82,757 mm Tegangan tulangan tekan :

PERHITUNGAN TULANGAN BALOK

PERENCANAAN STRUKTUR GEMPA

Besaran Mn- : T = Cc + Cs

) ( )

Memeriksa kekuatan : | | | |

5. Tulangan Geser
b = 400 mm, h = 500 mm fc = 25 MPa Vu = 90,948 kN Tumpuan (SAP V2) Vu = 40,92 kN Lapangan (SAP V2) fy = 360 MPa

Sengkang = 6 dengan tulangan utama D16 d = h sb sk = 500 25 6 = 461 mm a. Sengkang Daerah Tumpuan fy = 360 MPa d = sb + sk + = 25 + 6 + = 39 mm

Menghitung S perlu pada daerah tumpuan :

PERHITUNGAN TULANGAN BALOK

PERENCANAAN STRUKTUR GEMPA

Karena Vs perlu hasilnya negatif, artinya dalam perhitungan tidak diperlukan tulangan geser, karena penampang sudah kuat..tetapi tulangan geser dibutuhkan untuk mengikat tulangan utama jadi dipakai sengkang minimum menurut SNI. Maka diambil jarak minimum antar sengkang sepanjang balok 6-300

PERHITUNGAN TULANGAN BALOK