Anda di halaman 1dari 22

Pengaruh Pajak Dalam Ekomomi Teknik

Pertemuan 13
Dosen : Yohanes Anton N., ST

EkoTek Teknik Industri UTY

Pendapatan Kotor (Gross Income=GI) adalah jumlah semua pendapatan baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Pengeluaran (Expenses = E) adalah biaya-biaya yang harus ditanggung ketika terjadi transaksi bisnis, termasuk di antaranya pengeluaran bunga atas pinjaman modal dan pengeluaranpengeluaran lainnya. Pendapatan terkena Pajak (Taxable Income = TI) adalah jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Perhitungannya : TI = GI E - D

EkoTek Teknik Industri UTY

Pendapatan Kapital (Capital Gain = CG) adalah suatu pendapatan yang diperoleh bila harga jual dari suatu aset melebihi harga belinya, dapat dihitung sbb : CG = SP P, dimana: SP = selling price P = First Cost = harga beli Dan CG > 0. Kerugian Kapital (Capital Loss = CL) terjadi bila harga jual suatu aset kurang dari nilai bukunya (BV), dapat dihitung sbb: CL = BVt - SP

EkoTek Teknik Industri UTY

Depreciation recapture (DR) terjadi apabila suatu aset terdepresiasi dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai bukunya pada saat itu. DR = SP BVt, di mana DR > 0. DR termasuk dalam pendapatan yang terkena pajak, bukan sebagai pendapatan kapital.

EkoTek Teknik Industri UTY

Taxes = (TI) T, dimana :


TI = taxable Income (pendapatan terkena pajak) T = tax rate (tingkat pajak yg dikenakan utk TI)

Dari persamaan sebelumnya, TI bisa disubstitusi, sehingga menjadi : Taxes = (G-E-D) T

EkoTek Teknik Industri UTY

Pada tahun 1994, PT BCD memiliki pendapatan kotor sebesar Rp 5.5 milyar dengan total pengeluaran dan depresiasi untuk tahun tersebut adalah Rp 3.7 milyar. Berapakah pajak pendapatan yang harus dibayar oleh perusahaan bila pada interval TI tersebut, tingkat pajak yang dikenakan adalah 45%?

EkoTek Teknik Industri UTY

Besarnya pendapatan terkena pajak adalah: TI = Rp 5.5 milyar Rp 3.7 milyar = Rp 1.8 milyar
Pajak yang dibayar = Rp 1.8 milyar x 0.45 = Rp 810 juta

EkoTek Teknik Industri UTY

Pemilihan model depresiasi dapat mempengaruhi besarnya nilai PW pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan. Metode depresiasi yang berbeda, nilai PW pajak yang akan dibayar akan semakin rendah apabila metode depresiasi yang digunakan semakin cepat menurunkan nilai dari aset yang didepresiasi TI = CFBT D, di mana CFBT : cash flow before taxes CFAT = CFBT Taxes, di mana CFAT : cash flow after

taxes

EkoTek Teknik Industri UTY

Misalkan harga awal sebuah aset adalah Rp 50 juta dengan umur 5 tahun. Aliran kas sebelum pajak setiap tahunnya adalah Rp 20 juta. Apabila tingkat pajak yang dikenakan adalah 30% dan ROR setelah pajak adalah 10%, bandingkan nilai present worth dari pajak yang dikenakan apabila digunakan metode: 1. Depresiasi Garis lurus 2. Depresiasi SOYD
EkoTek Teknik Industri UTY 9

Depresiasi garis lurus, besar depresiasi tiap tahun sama (Dt = 50 juta/5=Rp 10 juta) TI = Rp 20 juta Rp 10 juta = Rp 10 juta Dengan tingkat pajak 30% per tahun, maka besar pajak per tahun adalah : P = 0.3 x Rp 10 juta = Rp 3 juta

EkoTek Teknik Industri UTY

10

Tahun
0

BTCF
50,000,000

Depresiasi

TI

Pajak

1
2

20,000,000
20,000,000

16,666,666.667
13,333,333.333

3,333,333.333
6,666,666.667

1,000,000
2,000,000

3
4 5

20,000,000
20,000,000 20,000,000

10,000,000.000
6,666,666.667 3,333,333.333

10,000,000.000
13,333,333.333 16,666,666.667

3,000,000
4,000,000 5,000,000

PW pajak dengan metode SL


PW = 3 juta (P/a, 10%, 5)

= 3 juta (3.791) = 11.373 juta PW dengan metode SOYD


PW = 1 juta (P/A, 10%,5)+1(P/G,10%,5) = 1 juta (3.791)+1 juta (6.862) = 10.653 juta

EkoTek Teknik Industri UTY

12

Analisa-analisa seperti present worth, annual worth, ROR dan sebagainya, pada prinsipnya tetap sama antara sebelum dan sesudah pajak. Nilai-nilai aliran kas antara sebelum dan sesudah pajak berbeda, sehingga kesimpulan dari analisa-analisa di atas bisa berbeda.

EkoTek Teknik Industri UTY

13

Sebuah peralatan penunjang produksi direncanakan akan dibeli pada tahun ini oleh PT OPQ. Harga awal adalah Rp 50 juta, dengan masa pakai 5 tahun dan sisa 0. Selama 5 tahun, pendapatan yang diharapkan adalah (28 juta 1 juta*n), di mana n adalah tahun terjadinya aliran kas. Sedangkan pengeluaran tahunan diperkirakan(9.5 juta + 0.5 juta*n). a) Apabila tingkat pajak efektif adalah 30 % dan metode depresiasi yang digunakan adalah SL, tabulasikan aliran kas setelah pajak dari alat tsb. b) Hitung pula present worth dari aliran kas tersebut bila MARR setelah pajak 8%

EkoTek Teknik Industri UTY

14

Th (1) 0 1

Revenue Expense (2) (3) 50 27 10

BTCF (4) -50 17

D (5)

TI (6)

Pajak (7)

ATCF (8) -50

10

2.1

14.9

2
3 4 5

26
25 24 23

10.5
11 11.5 12

15.5
14 12.5 11

10
10 10 10

5.5
4 2.5 1

1.65
1.2 0.75 0.3

13.95
12.8 11.75 10.7

Nilai Present Worth dari aliran kas setelah Pajak: P = -50juta +14.9 juta (P/F, 8%,1) + 13.95 juta (P/F, 8%,2) + 12.8 juta (P/F, 8%,3) + 11.75 juta (P/F, 8%,4) + 10.7 juta (P/F, 8%,5) = Rp 1.8346 juta

EkoTek Teknik Industri UTY

16

Pada saat inflasi, harga jual suatu aset biasanya meningkat, namun nilai buku dari aset tersebut tidak bisa disesuaikan dengan terjadinya inflasi, shg menghasilkan pendapatan kapital. CGt = SPt - BVt dengan Pc = Tc (CGt) Di mana : BVt = nilai buku suatu aset pada akhir tahun t SPt = harga jual aset di akhir tahun ke t CGt =pendapatan kapital dari aset yang dijual pada tahun ke t. Tc = tingkat pajak yang dikenakan pada pendapatan kapital Pc = besarnya pajak dari pendapatan kapital.

EkoTek Teknik Industri UTY

17

Sebuah traktor memiliki harga Rp 60 juta dengan umur 7 tahun dan nilai sisa Rp 4 juta. Dengan menggunakan metode depresiasi garis lurus, maka nilai buku traktor tersebut pada akhir tahun ke -3 adalah Rp 36 juta. Misalkan traktor tadi dijual seharga Rp 40 juta pada akhir tahun ke-3 dan pendapatan kapital dikenakan pajak dengan tingkat 28%, berapakah pajak dari pendapatan kapital tersebut? Bila traktor tadi tetap dipakai dan baru dijual di akhir tahun ke 7 dengan harga Rp 10 juta, berapakah pajak pendapatan kapital yang dikenakan?

EkoTek Teknik Industri UTY

18

Pendapatan kapital yang diperoleh adalah : CG3 = 40 juta 36 juta = Rp 4 juta Maka besarnya pajak pendapatan kapital yang dikenakan adalah :
Pc = TcCG3 = 0.28 x Rp 4 juta = Rp 1.68 juta

EkoTek Teknik Industri UTY

19

Seorang pengusaha properti membeli sebidang tanah seharga Rp 100 juta dan menyediakan uang Rp 1.6 milyar untuk membangun apartemen di atas tanah tersebut. Pendapatan tahunan sebelum pajak dari penyewaan apartemen diperkirakan sebesar Rp 300 juta selama 40 tahun dengan dasar nilai uang sekarang. Pengusaha tadi merencanakan akan menjual apartemen pada akhir tahun ke 6 pada saat nilai properti tersebut diperkirakan mengalami peningkatan. Sesuai dengan aturan pajak, harga tanah tidak terdepresiasi, tetapi diperhitungkan sebagai nilai sisa. Sedangkan ongkos konstruksi bisa didepresiasi selama 32 tahun, sebesar 10 % tidak termasuk inflasi. Tingkat pajak pendapatan yang dikenakan adalah 34 % dan tingkat pajak pendapatan kapitalnya adalah 28%. Apabila diasumsikan tidak ada inflasi dan harga jual properti termasuk tanahnya adalah Rp 2.1 milyar di akhir tahun ke 6, berapakah NPV dari investasi tersebut.

EkoTek Teknik Industri UTY

20

Dt = (P-S)/N = 1/32 x Rp 1.6 milyar =Rp 50 jt BV6 = P tDt = 1.7 milyar 6 x Rp 50 juta = Rp 1.4 milyar
Pendapatan bersih setelah dikurangi pajak setiap tahun sampai tahun ke 6 adalah :
Yt = At T(At Dt) = 300 juta 34%(300 50 juta) = Rp 215 juta

EkoTek Teknik Industri UTY

21

Pajak pendapatan kapital dari penjualan properti tersebut di akhir tahun ke 6 adalah :
Pc = Tc CG6 = 28% (2.1 milyar 1.4 milyar) = Rp 196 juta

NPV =-1.7 milyar+215 juta (P/A, 10%,6) + (2.1 milyar 196 juta)(P/F,10%,6) = Rp 353,703 juta

EkoTek Teknik Industri UTY

22