Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

RELAY ARUS LEBIH

Disusun Oleh : Nama Kelas NIM : Seto Margo Pramono : KE-3D/18 : 3.29.10.0.19

PROGRAM S !D" EKN"K KON#ERS" ENERG" PO$" EKN"K NEGER" SEMARANG %&1%

Kata Pengantar
Assalamu'alai(um )arahmatullahi )a*ara(atuh+ Alham,ulillahira**ilalamin- *an.a( ni(mat .ang Allah *eri(an- teta/i se,i(it se(ali .ang (ita ingat+ Segala /u0i han.a la.a( untu( Allah uhan seru se(alian alam atas segala *er(at- rahmat- tau1i(- serta hi,a.ah-N.a .ang tia,a ter(ira *esarn.a- sehingga /enulis ,a/at men.elesai(an ma(alah ,engan 0u,ul RE$A2 AR!S $E3"4+ Mes(i/un /enulis *erhara/ isi ,ari ma(alah ini *e*as ,ari (e(urangan ,an (esalahannamun selalu a,a .ang (urang+ Oleh (arena itu- /enulis menghara/(an (riti( ,an saran .ang mem*angun agar ma(alah ini ,a/at le*ih *ai( lagi+ A(hir (ata /enulis *erhara/ agar ma(alah ini *erman1aat *agi semua /em*a5a+ Semarang- O(to*er %&1% Pen.usun

Seto Margo Pramono

DAFTAR ISI

1. 2. 3. !. #.

Pendahuluan Pengaman Lemur (Sekring) Relai Arus Le ih Karakteristik Rela" Arus Le ih Dasar Pen"etelan Relai Arus Le ih

1 2 3 ! $

1 Pendahuluan Gangguan pada yang terbanyak dan membahayakan pada sistem tenaga listrik ialah gangguan hubung singkat. Akibat adanya hubung singkat ialah terjadinya arus lebih yang pada umumnya jauh lebih besar dari pada arus pengenal peralatan dan terjadi penurunan tegangan yang drastic pada sistem tenagan listrik, sehingga bila gangguan tersebut. Besarnya arus lebih dipengaruhi oleh besarnya pembangkit dan letak gangguannya lihat gambar 4.1

Gambar 1 Arus gangguan hubung singkat maksimum dan minimum Dengan demikian mulai dari sistem tenaga listrik yang terkecil pun memerlukan pengaman hubung singkat. Pengaman untuk gangguan hubung singkat ini ialah pengaman arus lebih. Pengamanan arus lebih ini terdapat dua kelompok yaitu pengaman lebur dan relai arus lebih.

2 Pengaman Le ur. Pengaman lebur (sekring yang ber!ungsi sebagai pengaman arus lebih dan sebagai pemutus beban dan sebagai pemutus beban. Pengaman lebur ini umumnya hanya digunakan pada sistem tegangan rendah, dan beberapa digunakan pada sistem tegangan menengah. "ita ketahui bah#a besarnya arus gangguan dipengaruhi besarnya sumber ataupun impedansi sumber dan impedansi saluran atau letak titik gangguan. $alah satu contoh koordinasi pengamanan arus lebih dengan pertingkatan arus yaitu pengamanan dengan penggunaan sekring seperti terlihat pada gambar 4.%

Gambar % "oordinasi sekring &ang umumnya digunakan pada jaringan tegangan rendah. 'ntuk sistem tegangan menengah dan tinggi koordinasi dengan menggunakan pertingkatan arus sukar dilaksanakan hal ini disebabkan ( Besarnya arus hubung singkat sangat dipengaruhi oleh besarnya

pembangkitan, sedang pada sistem ini besarnya pembangkitan selalu berubah ) ubah tergantung pada #aktu. Perbedaan arus gangguan di depan dan di belakang daerah batas pengaman sangat kecil, misalnya letak gangguan di *1 dan *% serta *+ dan *4 lihat gambar +

Gambar + gangguan dekat rel

'ntuk mendapatkan beda arus yang cukup, supaya selekti!itasnya baik, dengan penggunaan pertingkatan arus maka batas pengaman maksimu sampai ,- . dari panjang saluran. Dengan demikian selekti!itas dengan pertingkatan arus sukar akan didapatkan untuk seluruh daerah pengaman, sehingga pengaman arus lebih dengan pertingkatan arus hanya digunakan untuk penyetelan pada relai arus seketika yang akan diuraikan kemudian.

3 Relai Arus Le ih /elai arus lebih yang ber!ungsi merasakan adanya arus lebih dan kemudian memberiperintah kepada pemutus beban untuk membuka. /elai arus lebih ini umumnya digunakan pada sistem tegangan menengah sampai tegangan tinggi. Pengamanan dengan menggunakan relai arus lebih mempunyai beberapa keuntungan yaitu( Pengamanannya sederhana. Dapat sebagai pengaman utama dan ber!ungsi juga sebagai pengaman cadangan 0arganya relati1e murah. /elai arus lebih pada umumnya digunakan sebagai pengaman ( 2aringan tegangan menengah 3 saluran distribusi 'ntuk sistem tenaga listrik yang kecil dan radial 'ntuk sistem tenaga listrik yang besar pengaman arus lebih hanya digunakan sebagai pengaman cadangan, karena untuk mengkoordinasi sulit untuk mendapatkan selekti!itas yang baik. Pengaman cadangan trans!ormator tenaga dan generator. Pengaman motor listrik yang kecil Pengaman gangguan tanah untuk sistem distribusi ataupun saluran transmisi.

! Karakteristik Rela" Arus Le ih +

"oordinasi pada relay arus lebih untuk mendapatkan selekti!itas terutama dilakukan dengan seting #aktu kerja relai, disamping juga karena ada perbedaan arus ada sisi hilir dan sisi hulunya. Pada relai arus lebih terdapat beberapa karakteristik #aktu, yang dapat dikelompokan menjadi 4 jenis yaitu #aktu seketika, #aktu terbalik. 4D56 dan kombinasi antar #aktu seketika dengan karakteristik lainnya. Adapun masing ) masing karakteristik diuraikan diba#ah.

!.1 Rela" Arus Le ih Seketika /elay ini akan memberikan perintah pada P56 pada saat terjadi gangguan bila besar arus gangguannya melampaui penyetelannya (4m , dan jangka #aktu kerja relai mulai pik up samapai kerja relai sangat singakat tanpa penundaan #aktu ( %- ) 7mdet , liaht gambar 4.4 relai ini jarang berdiri sendiri tetapi umumnya dikombinasikan dengan relai lain.

Gambar 4 karakterstik #aktu seketika

!.2 Relai Arus Le ih %aktu tertentu. /elai ini akan memberikan perintah pada P56 pada saat terjadi gangguan bila besar arus gangguannya melampaui penyetelannya ( besarnya arus lihat gamabar 8 , dan jangka #aktu kerja relai mulai pik up sampai kerja relai diperpanjang dengan #aktu tertentu tidak tergantung

Gambar 8 karakteristik #aktu tertentu

!.3 Relai Le ih %aktu Ter alik /elai ini akan memberikan perintah pada P56 pada saat terjadi gangguan bila besar arus gangguannya melampaui penyetelannya ( 4s , dan jangka #aktu kerja relai mulai pik up sampai kerja relai #aktunya diperpanjang berbanding terbalik dengan besarnya arus lihat gambar 7. Pada jenis ini karakteristik kecuraman #aktu arus dapat beragam dan berdasarkan standar B$ 14% th dikelompokan menjadi ( 9ormal in1erse :ery in1erse ;ong in1erse De!inite time

Gambar 7 karakteristik #aktu terbalik.

!.!.! Relai Arus Le ih I&DT

Gambar < karakteristik #aktu 4D56 /elai arus lebih dengan karakteristik 4D56 ( 4n1erse De!inite 5inimum 6ime mempunyai karakteristik kombinasi antara relai arus lebih #aktu terbalik dan #aktu tertentu. Didaerah a#al seperti relai arus lebih #aktu terbalik dan kemudian menjadi #aktu tertentu lihat gambar <

!.' K(m inasi Relai Arus Le ih %aktu tertentu) Ter alik dan ID&T Dengan %aktu Seketika. /elai arus lebih #aktu seketika umunya tidak berdiri sendiri tetapi digabung dengan relai arus lebih #aktu tertentu atau #aktu terbalik atau 4D56. Dalam hal ini bila arus yang mele#ati relai lebih dari arus seting 4s, tetapi lebih kecil dari arus seting seketika 4m, #aktu kerjanya mengikuti karakteristik #aktu tertentu, terbalik atau 4D56,

Gambar , kombinasi karakteristik #aktu tertentu dan seketika 7

$edang bila arus yang mele#ati relai lebih besar dari arus seting seketika, relai akan bekerja seketika, masing ) masing

Gambar = kombinasi karakteristik #aktu terbalik dan seketika

Gambar 1- kombinasi karakteristik 4D56 dan seketika # Dasar Pen"etelan Relai Arus Le ih $eperti telah diuraikan diatas pada dasarnya relai arus lebih terutama sebagai pengaman gangguan hubung singkat, tetapi dalam beberapa hal diusahakan dapat ber!ungsi sebagi pengaman beban lebih. *ungsi relai ini disamping sebagai pengaman utama untuk seksi yang diamankan juga ber!ungsi sebagai pengaman cadangan seksi berikutnya. Pertimbangan kedua hal diatas merupakan dasar dalam penentuan penyetelan arus kerjanya. Adapun pertimbangan penyetelan #aktu ialah diusahakan relai secara keseluruhan bekerja cepat tetapi tetap selekti!.

<

"arena arus gangguan antar !ase dan satu !ase berbeda maka penyetelannya juga berbeda sehingga pada butir ini akan diuraikan criteria penyetelan untuk gangguan antar !ase. 'ntuk gangguan satu !ase ketanah akan dibahas kemudian. "aidah 3 criteria dasar penyetelan relai arus lebih untuk proteksi gangguan antar !ase ialah sebagai berikut (

#.1 Pen"etelan Arus Pik *a+ (ker,a) a. -atas minimum. Pada dasarnya relai arus lebih tidak boleh bekerja pada beban maksimum, dalam batas penyetelan arus pik up minimum adalah (

Dimana (

( Arus seting minimum ( arus beban maksimum ( !actor keamanan (1,1>1,% ( !actor arus kembali ( arus kembali3arus kerja 'ntuk relai dengan karakteristik #aktu tertentu -,, ) -,= dan untuk relai dengan karakteristik #aktu terbalik (relai jenis induksi dan relai static mendekati 1,-

'munya 4s diset 1,% ) 1,8 ? pengenal tra!o arus, kecuali relai arus lebih yang di control dengan tegangan turun.

. -atas maksimum. $eperti telah diuraikan diatas bah#a relai arus lebih disamping sebagai pengaman utama juga ber!ungsi sebagi pengaman cadangan untuk seksi hilir berikutnya. Dengan demikian relai ini harus pasti dapat menjangkau ujung seksi hilir berikutnya pada arus gangguan yang minimum lihat gambar 11

Gambar 11 Batas maksimum ,

Dalam hal ini diambil gangguan % !ase saat pembangkitan minimum.

Dimana ( ( penyetelan arus kerja maksimum ( !actor keamanan dalam hal ini -,< ) -,, ( ialah arus gangguan % !ase pada pembangkitan minimum di satu hilirnya.