Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Assalamualikum wr.wb. Kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum mengenai Interpolasi Titik Kontur yang diajukan sebagai salah satu syarat mata kuliah Evaluasi Lahan. Tujuan dari pembuatan laporan praktikum ini adalah untuk mempelajari serta mengetahui bagaimana cara membuat profil tanah, mengetahui dan membedakan warna, tekstur dan konsistensi tanah. Laporan praktikum ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kami memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam pembuatan laporan praktikum ini. Suatu kehormatan bagi kami apabila kami menerima saran atau kritik dari Anda, agar laporan praktikum ini menjadi lebih baik lagi. Kami berharap laporan praktikum ini dapat bermanfaat dikemudian hari. Terima Kasih. Wassalamualaikum wr. wb.

Jatinangor, Desember 2013

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peta adalah bayangan rupa bumi yang digambarkan di bidang datar (bidang gambar) dengan skala tertentu, sedangkan peta topografi adalah peta yang memperlihatkan unsur-unsur asli dan buatan manusia di atas permukaan bumi. Unsur-unsur tersebut dapat dikenal maupun diidentifikasi dan pada umumnya untuk memperlihatkan keadaan yang sesungguhnya. Pengertian lain mengenai peta topografi ada dua, yaitu: a. Peta yang menggambarkan relief permukaan bumi beserta bangunan

alami maupun buatan manusia yang ada di atasnya. b. Peta yang menggambarkan relief/sifat permukaan bumi yang

digambarkan dengan garis kontur. Peta kontur adalah peta yang menggambarkan ketinggian tempat dengan menggunakan garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama, dimana garis kontur memilki sifat dan ketentuan sebagai berikut : a. b. c. d. Semakin rapat garis kontur lereng semakin curam, dan begitu juga sebaliknya Garis kontur tidak bercabang Garis kontur yang berimpit menunjukkan lereng yang tegak Perbedaan tinggi antara 2 garis ketinggian adalah setengah angka ribuan skala

dinyatakan dalam meter e. Garis ketinggian yang pertama adalah setengah dari ribuan skala dinyatakan

dalam meter f. Jika yang digambar gunung yang mempunyai kawah maka posisi kawah

cukup diberi titik dan ditandai ketinggian g. Peta kontur adalah bagian dari peta topografi atau RBI sehingga mempunyai

skala yang besar, wilayah yang tergambar tidak luas h. Kontur tertutup, terbuka, lembah, igir. Peta kontur juga dapat menunjukan kemiringan yang ada pada suatu tempat.

1.2 Tujuan Setelah melakukan praktikum acara ini, diharapkan: a. Memiliki pengetahuan tentang interpolasi titik kontur dan kemiringan lereng b. Dapat mengetahui cara menginterpolasi titik kontur untuk menunjukan kemiringan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kontur Kontur adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian yang sama. Kontur ini dapat memberikan informasi relief, baik secara relatif, maupun secara absolute. Informasi relief secara relatif ini, diperlihatkan dengan menggambarkan garis-garis kontur secara rapat untuk daerah terjal, sedangkan untuk daerah yang landai dapat di perlihatkan dengan menggambarkan garis-garis tersebut secara renggang. Informasi relief secara absolute, diperlihatkan dengan cara menuliskan nilai kontur yang merupakan ketinggiangaris tersebut diatas suatu bidang acuan

tertentu. Bidang acuan yang umum digunakan adalah bidang permukaan laut ratarata. Interval kontur ini sama dengan beda tinggi antar kedua kontur. Interval sangat bergantung kepada skala peta, juga pada relief permukaan. Interpolasi Titik Kontur Garis kontur adalah garis khayal dilapangan yang menghubungkan titik dengan ketinggian yang sama atau garis kontur adalah garis kontinyu diatas peta yang memperlihatkan titik-titik diatas peta dengan ketinggian yang sama. Nama lain garis kontur adalah garis tranches, garis tinggi dan garis tinggi horizontal. Garis kontur + 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama + 25 m terhadap tinggi tertentu. Garis kontur disajikan di atas peta untuk memperlihatkan naik turunnya keadaan permukaan tanah. Aplikasi lebih lanjut dari garis kontur adalah untuk memberikan informasi slope (kemiringan tanah rata-rata), irisan profil memanjang atau melintang permukaan tanah terhadap jalur proyek (bangunan) dan perhitungan galian serta timbunan (cut and fill) permukaan tanah asli terhadap ketinggian vertikal garis atau bangunan. Garis kontur dapat dibentuk dengan membuat proyeksi tegak garis-garis perpotongan bidang mendatar dengan permukaan bumi ke bidang mendatar peta. Karena peta umumnya dibuat dengan skala tertentu, maka untuk garis kontur ini juga akan mengalami pengecilan sesuai skala peta.

Garis kontur memiliki sifat sebagai berikut : a) Berbentuk kurva tertutup. b) Tidak bercabang. c) Tidak berpotongan. d) Menjorok ke arah hulu jika melewati sungai. e) Menjorok ke arah jalan menurun jika melewati permukaan jalan. f) Tidak tergambar jika melewati bangunan. g) Garis kontur yang rapat menunjukan keadaan permukaan tanah yang terjal. h) Garis kontur yang jarang menunjukan keadaan permukaan yang landai i) Penyajian interval garis kontur tergantung pada skala peta yang disajikan, jika datar maka interval garis kontur tergantung pada skala peta yang disajikan, jika datar maka interval garis kontur adalah 1/1000 dikalikan dengan nilai skala peta , jika berbukit maka interval garis kontur adalah 1/500 dikalikan dengan nilai skala peta dan jika bergunung maka interval garis kontur adalah 1/200 dikalikan dengan nilai skala peta. j) Penyajian indeks garis kontur pada daerah datar adalah setiap selisih 3 garis kontur, pada daerah berbukit setiap selisih 4 garis kontur sedangkan pada daerah bergunung setiap selisih 5 garis kontur. k) Satu garis kontur mewakili satuketinggian tertentu. l) Garis kontur berharga lebih rendah mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi.

m) Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf "U" menandakan punggungan gunung. n) Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf "V" menandakan suatu lembah/jurang Kemiringan Lereng Lereng adalah kenampakan permukan alam disebabkan adanya beda tinggi apabila beda tinggi dua tempat tesebut di bandingkan dengan jarak lurus mendatar sehingga akan diperoleh besarnya kelerengan. Bentuk lereng bergantung pada proses erosi juga gerakan tanah dan pelapukan. Leeng merupakan parameter topografi yang terbagi dalam dua bagian yaitu kemiringan lereng dan beda tinggi relatif, dimana kedua bagian tersebut

besar pengaruhnya terhadap penilaian suatu bahan kritis. Bila dimana suatu lahan yang lahan dapat merusak lahan secara fisik, kimia dan biologi, sehingga akan membahayakan hidrologi produksi pertanian dan pemukiman. Salah satunya dengan menbuat Peta Kemiringan Lereng (Peta Kelas Lereng). Dengan pendekatan rumus Went-Worth yaitu pada peta topografi yang menjaadi dasar pembuatan peta kemiringan lereng dengan dibuat grid atau jaring-jaring berukuran 1 cm kemudian masing-masing bujur sangkar dibuat garis horizontal.

BAB III METODOLOGI

3.1 TEMPAT DAN WAKTU Praktikum kali ini dilaksanakan pada hari Rabu, Kabupaten Sumedang pada jam 13.00 selesai. 2013 di lab

komputer Gedung Tanah, Fakultas Pertanian, Unversitas Padjadjaran Jatinangor

3.2 ALAT DAN BAHAN Peta Kontur Milimeter blok Alat tulis Penggaris

3.3 CARA KERJA Menyiapkan peta Kontur

Langkah awal yang kami lakukan sebagai praktikan yaitu terlebih dahulu menyiapkan peta RBI atau peta tematik yang akan di amati. Menginterpolasi titik kontur dan menentukan interval kontur

Dengan memanfaatkan garis kontur, pada tahap ini kami melakukan interpolasi titik kontur. Pada interpolasi titik kontur ini kami menentukan interval pada ketinggian 1825 dan 1775. Antara ketinggian 1775 dengan 1825 terdapat 4 garis kontur, maka interval garis kontur bisa ditentukan dengan cara 1825 dikurangi ketinggian 1775 kemudian dibagi 4 sehingga didapatkan nilai 12.5 untuk setiap interval garis konturnya. Setelah ditentukan setiap ketinggian garis kontur dengan nilai interval yang didapatkan, maka penentuan kemiringan bisa dilakukan. Siapkan milimeter blok. Tarik garis sumbu y kemudian tuliskan nilai interval garis kontur dari yang terendah hingga ke yang tertinggi. Setelah dibuat, proyeksikan titik perpotongan garis kontur dengan garis sumbu pada peta menggunakan penggaris. Beri titik pada milimeter blok

sesuai ketinggian garis kontur yang diproyeksikan dengan nilai ketinggian pada sumbu y di milimeter blok. Usahakan proyeksi titik sejajar mungkin. Lakukan terus hingga seluruh garis kontur yang berpotongan dirpoyeksikan. Setelah semua titik diproyeksikan, hubungkanlah setiap titik dengan garis sehingga akan membentuk grafik. Grafik tersebut menggambarkan

kemiringan. Penampang miring peta telah selesai.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Garis kontur adalah garis khayal dilapangan yang menghubungkan titik dengan ketinggian yang sama atau garis kontur adalah garis kontinyu diatas peta yang memperlihatkan titik-titik diatas peta dengan ketinggian yang sama. Nama lain garis kontur adalah garis tranches, garis tinggi dan garis tinggi horizontal. Garis kontur + 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama + 25 m terhadap tinggi tertentu. Garis

kontur disajikan di atas peta untuk memperlihatkan naik turunnya keadaan permukaan tanah. Aplikasi lebih lanjut dari garis kontur adalah untuk memberikan informasi slope (kemiringan tanah rata-rata), irisan profil memanjang atau melintang permukaan tanah terhadap jalur proyek (bangunan) dan perhitungan galian serta timbunan (cut and fill) permukaan tanah asli terhadap ketinggian vertikal garis atau bangunan. Garis kontur dapat dibentuk dengan membuat proyeksi tegak garis-garis perpotongan bidang mendatar dengan permukaan bumi ke bidang mendatar peta. Karena peta umumnya dibuat dengan skala tertentu, maka untuk garis kontur ini juga akan mengalami pengecilan sesuai skala peta. Semakin ke tengah menunjukkan semakin tingginya permukaan. Setiap garis kontur menunjukkan perbedaan kemiringan yang ada. Maka dari itu ada nilai interval yang terdapat dalam garis kontur sebagai penunjuk ketinggian. Semakin mendekati puncak maka nilai ketinggian garis kontur akan semakin besar dan sebaliknya. Kegunaan lain dari peta dan garis kontur adalah dapat menunjukkan kemiringan tempat. Untuk melihat gambaran kemiringan suatu peta kontur maka titik pada garis kontur harus diproyeksikan. Hasil proyeksi akan menyerupai grafik yang menunjukkan perbedaan ketinggian dan kemiringan pada peta kontur. Proyeksi ini berfungsi sebagai penampang samping peta kontur yang berbentuk penampang melintang. Dengan mengetahui kemiringan dari grafik hasil proyeksi titik kontur maka kita bisa mengetahui bentuk permukaan dan kemiringan medan pada suatu tempat dan menentukan langkah apa yang harus diambil selanjutnya.

Daftar pustaka Kasmat, 2011. http://1d.shvoong.com/society-and-news/environment/2173206kemiringan-lereng/ Di akses tanggal 8 Desember 2013. Sune, Nawir. 2011. Modul Praktikum Kartografi. Gorontalo. UNG Ormeling, Farjan dan Kraak, Menno-Jan. 2002. Kartografi Visualisasi Data Geospasial Edisi Kedua. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Di akses tanggal 8 Desember 2013.

LAPORAN PRAKTIKUM INTERPOLASI TITIK KONTUR MK EVALUASI LAHAN

AGROTEKNOLOGI C KELOMPOK 5

Wildan Ridhar Rahman Febianti Hutami Ria Wulansari Edyson Fathin Tarisa

150510110067 150510110075 150510110076 150510110082 150510110096

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN DESEMBER, 2013