Anda di halaman 1dari 10

SUSPEK APPENDISITIS

OLEH Dhilah Harfadhilah, S.Ked K1A1 09 005 KEPANITERAAN KLINIK SMF BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALUOLEO RSU BAHTERAMAS PROV. SULAWESI TENGGARA KENDARI 2014

IDENTITAS
NAMA UMUR TGL MASUK JAM MASUK AGAMA DPJP Sp.B

: Tn. M : 20 TAHUN : 30 Maret 2014 : 03.00 WITA : ISLAM : dr. Faruly Wijaya S. Limba,

ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA : Nyeri perut kanan bawah ANAMNESIS TERPIMPIN : Dirasakan sejak 2 hari SMRS. Nyeri sifatnya seperti ditusuk-tusuk dan terasa terus-menerus. Nyeri bertambah berat apabila pasien batuk ataupun bergerak, sehingga pasien bergerak dengan memegang perut kanan bawah sambil jongkok. Pasien juga mengeluh mual dan muntah sejak 2 hari yang lalu. Demam dirasakan sejak 1 hari SMRS. Nafsu makan menurun. BAK lancar, BAB lancar dengan konsistensi biasa dan berwarna kuning.

PEMERIKSAAN FISIK

STATUS PERFORMANCE : Sakit sedang/lemas/compos mentis TANDA VITAL : TD 110/60 mmHg Nadi 86x/m Pernapasan 19x/m Suhu 36,6 oC KEPALA : Mesosefal MATA : tidak ada conjungtiva anemis, tidak ada sklera ikterik HIDUNG : Tidak ada sekret dan epistaksis TELINGA : Tidak ada otorhea dan perdarahan LEHER : Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening

THORAX : I : Simetris kanan dan kiri P : Tidak ada ketinggalan gerak napas P : Sonor pada kedua lapangan paru A : Vesikuler ABDOMEN : I : Datar, ikut gerak napas A : Peristaltik dalam batas normal P : Nyeri tekan area Mc Burney , Rovsing sign (-), Psoas sign (-), blumberg sign (-), Obturator sign (+) P : Timpani, nyeri ketok pada area Mc Burney EKSTREMITAS Atas : Tidak ada kelainan Bawah : Tidak ada kelainan

DIAGNOSIS

SUSPEK APPENDISITIS AKUT

TERAPI
IVFD RL Inj. Antibiotik Inj. Analgetik Inj. H2 reseptor antagonis

RENCANA DIAGNOSTIK
Laboratorium : Darah Rutin

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium Darah rutin, WBC 14,8x 10 3 /ul HGB 13,6 gr/dl PLT 227 x 10 3 /ul

TERIMA KASIH