Anda di halaman 1dari 2

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN pert. 3 a.

Pengertian laporan keuangan Yaitu catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan (financial statement adalah bagian dari proses pelaporan keuangan (Financial Report). b. Pentingnya laporan keuangan o o o o o Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi. Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya. Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public. Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja

2.

Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase (trend perventage analysis), adalah suatu metode atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya apakah menunjukkan tendensi tetap atau tendensi naik atau bahkan turun. Contoh sederhana: PT. RAY IBRAHIM, Tbk Neraca Perbandingan Per 31 desember 2003 dan 2006

Pos-pos dalam neraca


a. Lancar Kas Piutang Persediaan Ttl. Aktiva Lncr Ttl. Aktiva ttp Total aktiva

Thn 2003
100 540 420 1.060 1.940 3.000

Thn 2004
140 680 560 1380 2.020 3.400

Thn 2005
150 500 800 1.450 2.200 3.650

Thn 2006
80 540 1.000 1.620 2.580 4.200

Trend% 2004
140

Trend% 2005
150

Trend% 2006
80

u. jangka pendek u. jangka pnjang Total Utang Ekuitas


Modal Setor

500 250 750 2.000 250 2.250 3.000

530 250 780 2.250 370 2.620 3.400

570 250 820 2.250 580 2.830 3.650

600 250 850 2.250 1.100 3.350 4.200

c. Bentuk-Bentuk Dan Teknik Analisis Dalam praktiknya terdapat dua macam metode analisis laporan keuangn yaitu: Analisis vertikal (statis), merupakan analisis yg dilakukan tidak hanya satu periode laporan keu saja.Analisis dilakukan antara pos-pos yg ada dalam satu periode. Analisis horizontal ( Dinamis),merupakan analisis yg dilakukan dg membandingkan LK utk beberapa periode Terdapat bebrapajenis teknik laporan keuangan yaitu 1. Analisis perbandingan laporan keuangan, adalah metode dan teknik analisis dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih. Contoh sederhana:

Cadangan Laba
Total ekuitas
Total passiva
Kasmir, 2010

Dalam analisis trend harus ditentukan tahun dasar sebagai pembanding. Tahun pembanding Angka Indeks = x 100% Tahun dasar Dari neraca di atas, yaitu tahun dasar adalah kas tahun 2003 sebesar Rp 100 dan kas 2004 Rp 140, maka angka indeks Rp 140,Angka Indeks = x 100% = 140% Rp 100,Hal ini dapat diartikan sebagai berikut: a. Uang kas yang ada tahun 2004 sebesar 140% dari kas yang ada pada tahun 2003 b. Uang kas akhir tahun 2004 naik sebesar 40% jika dibandingkan dengan uang kas akhir tahun 2003 c. Uang kas akhir tahun 2004 berjumlah 40% lebih besar dari uang kas akhir tahun 2003 3. Laporan dengan prosentase perkomponen atau common size statement, adalah suatu metode analisis untuk mengetahui prosentase investasi pada masing-masing aktivanya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosannya yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya. contoh: PT XXX NERACA Per 31 Desember 2012 dan 2013
Nama Rekening Aset Kas Surat Berharga Piutang Dagang (neto)

2012 Rp30.000.000 Rp15.000.000 Rp60.000.000

2013 Rp50.000.000 Rp5.000.000 Rp100.000.000

Piutang Wesel Persediaan Beban Dibayar di Muka Total Aset Lancar Tanah Bangunan Akum Depresiasi Bangunan Peralatan Akum Depresiasi Peralatan Total Aset Tetap Investasi Jangka Panjang Hak Paten (neto) Total Aset
Liabilitas dan Ekuitas

Rp30.000.000 Rp50.000.000 Rp100.000.000 Rp150.000.000 Rp15.000.000 Rp0 Rp250.000.000 Rp355.000.000 Rp100.000.000 Rp200.000.000 (Rp50.000.000) Rp100.000.000 (Rp25.000.000) Rp250.000.000 Rp300.000.000 (Rp75.000.000) Rp200.000.000 (Rp50.000.000)

Berikut ini adalah persentase perkomponen yang diambil dari kedua laporan keuangan PTxxx, sbb: 1. Komponen piutang dengan total aktiva
%

2. Komponen utang jangka pendek dengan total


passive %

Rp325.000.000 Rp625.000.000 Rp150.000.000 Rp0 Rp25.000.000 Rp20.000.000 Rp750.000.000 Rp1.000.000.000 Rp45.000.000 Rp37.500.000 Rp17.500.000 Rp100.000.000 Rp75.000.000 Rp25.000.000

3. Komponen persediaan dengan total aktiva


%

Utang Dagang Utang Wesel Utang Biaya


Total Liabilitas Jangka Pendek

Rp100.000.000 Rp200.000.000 Rp200.000.000 Rp200.000.000 Rp0 Rp100.000.000 Rp300.000.000 Rp200.000.000 Rp200.000.000 Rp50.000.000 Rp50.000.000 Rp200.000.000 Rp250.000.000 Rp450.000.000 Rp500.000.000 Rp750.000.000 Rp1.000.000.000

4. Komponen Harga Pokok Penjualan dengan


penjualan bersih %

Utang Bank Utang Obligasi Modal Saham Biasa Agio Saham Biasa Laba Ditahan Total Ekuitas Total Liabilitas dan Ekuitas

Total Liabilitas Jangka Panjang Rp200.000.000

5. Komponen laba operasional dengan penjualan


bersih %

PT XXX Laporan rugi laba untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2013
Nama Rekening Penjualan 2009 2010 Rp1.020.000.000 Rp1.330.000.000 Retur & Potongan Penjualan Rp20.000.000 Rp30.000.000 Penjualan Bersih Rp1.000.000.000 Rp1.300.000.000 Beban Pokok Penjualan: Persediaan, 1 Januari Rp70.000.000 Rp100.000.000 Pembelian Rp630.000.000 Rp800.000.000 Barang Tersedia Utk Dijual Rp700.000.000 Rp900.000.000 Persediaan, 31 Desember Rp100.000.000 Rp150.000.000 Beban Pokok Penjualan Rp600.000.000 Rp750.000.000 Laba Bruto Rp400.000.000 Rp550.000.000 Laba Bruto Rp400.000.000 Rp550.000.000 Beban Usaha: Beban Administrasi Rp100.000.000 Rp120.000.000 Beban Distribusi Rp150.000.000 Rp225.000.000 Beban Usaha Rp250.000.000 Rp345.000.000 Laba Usaha Rp150.000.000 Rp205.000.000 Beban Lain: Beban Bunga Rp10.000.000 Rp20.000.000 Beban Lain Rp10.000.000 Rp20.000.000 Laba Sebelum Pajak Rp140.000.000 Rp185.000.000 Pajak Penghasilan Rp56.000.000 Rp74.000.000 Laba Tahun Berjalan Rp84.000.000 Rp111.000.000 Laba Ditahan, 1 Januari Rp170.000.000 Rp200.000.000 Rp254.000.000 Rp311.000.000 Dividen Rp54.000.000 Rp61.000.000 Laba Ditahan, 31 Januari Rp200.000.000 Rp250.000.000

4. Analisis sumber dan penggunaan modal kerja, adalah suatu analisis untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebabsebab terjadinya perubahan modal kerja dalam periode tertentu. 5. Analisis sumber dan penggunaan kas (cash flow statement analysis) adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu. 6. Analisis ratio adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi laba secara individu atau kombinasi dari keduanya. 7. Analisis perubahan laba kotor (gross profit margin), adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut. 8. Analisis kredit merupakan analisi yang digunakan untuk menilai layak tidaknya suatu kredit dikucurkan oleh lembaga keuangan seperti bank. 9. Analisis Break Event, adalah suatu analisis untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai suatu perusahaan agar tidak menderita kerugian tetapi belum memperoleh keuntungan. Di dalam analisis break event ini juga diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan.