Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Dunia farmasi banyak sekali obat dan bahan-bahan obat yang dapat membantu mencegah dan menyembuhkan penyakit. Salah satu contohnya adalah linimen yang orang Indonesia lebih mengenalnya dengan sebutan obat gosok. Linimen atau obat gosok ini sering digunakan untuk pijat atau urut. Karena di dalam linimen mengandung zat analgetikum dan zat yang bersifat rubefasien. Rubefasien yaitu zat yang dapat merangsang kulit, melemaskan otot dan menghangatkan otot. Linimen juga dapat digunakan untuk obat penyakit oto yang dikenal dengan arthritis. Cara pembuatan linimen ada 3 tahapan yaitu mencampurkannya dengan cara seperti membuat salep, terjadinya penyabunan dan proses terbentuknya emulsi. Linimen ini merupakan obat luar yang digunakan secara topikal. Linimen dioleskan pada kulit yang mengalami sakit dan terjadinya kaku pada otot tersebut. Linimen dapatdiberikan sekurangkurangnya 24 jam selama 7 hari.

1.2.

Rumusan Masalah Ada beberapa permasalahan yang akan diangkat dalam makalah ini. Adapun permasalahannya adalah sebagai berikut : 1. Apa pengertian dari linimen ? 2. Bagaimana cara pembuatan linimen ? 3. Bagaimanan cara pemberian linimen ? 4. Apa saja bentuk sediaan linimen ? 5. Contoh obat linimen yang ada di pasaran ?

1.3.

Tujuan Makalah Penulis mempunyai beberapa tujuan penelitian, antara lain sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui pengertian dari linimen. 2. Untuk memahami cara pembuatan linimen. 3. Untuk memahami cara pemberian linimen. 4. Untuk mengetahui bentuk sediaan linimen. 5. Untuk mengetahui obat linimen yang ada di pasaran.

1.4.

Metode Makalah

Dalam pepenyusunan makalah ini, penulis berusaha mengumpulkan data dan informasi dengan menggunakan : Studi Pustaka Metode ini dilakukan dengan membaca guna mendapat teori dan sumbersumber informasi yang ada hubungannya dengan judul dalam penulisan makalah ini. 1.5. Sistematika Penulisan Untuk memberikan gambaran secara rinci mengenai isi dari penulisan karya tulis, penulis membagi tiap-tiap pokok bahasan ke dalam bentuk beberapa bab, yaitu : BAB I 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. : PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rumusan masalah Tujuan Penelitian Metode Penelitian Sistematika Penulisan 2

BAB II 2.1. 2.2. BAB III 3.1. 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. BAB IV 4.1.

: LANDASAN TEORI Pengertian Linimen Cara Pemberian dan Pembuatan Linimen : PEMBAHASAN Definisi Linimen Cara Pembuatan Linimen Cara Pemberian Linimen Bentuk-Bentuk Sediaan Linimen Contoh-Contoh Obat Linimen yang ada Di Pasaran : PENUTUP Kesimpulan

BAB II LANDASAN TEORI


2.1. Pengertian Linimen Linimen berasal dari bahasa latin yaitu linere yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah obat gosok. Menurut FN ed.II;325, linimentum umumnya adalah sediaan cair atau kental,mengandung analgetikum dan zat yang mengandung sifat rubefasien yaitu dapat merangsang kulit, melemaskan otot atau menghangatkan; digunakan sebagai obat luar. Linimen dapat berupa emulsi atau larutan zat berkhasiat dalam minyak atau lemak. Sediaan linimen umumnya tidak diberikan pada kulit yang luka atau kulit terbuka. Ada pula Linimen digunakan untuk mengobati sakit otot atau dari arthritis. Hal tersebut dimungkinkan karena di dalam linimen terdapat bahan yang dirumuskan dari alkohol, aseton, atau bahan yang cepat menguap serupa pelarut yang mengandung counterirritant zat yang menciptakan peradangan di satu lokasi dengan tujuan mengurangi peradangan di lokasi lain. Zat tersebut dapat digunakan sebagai antipruritics . senyawa kimia aromatik capsaicin. 2.2. Cara Pemberian dan Pembuatan Linimen Linimen cara pembuatannya berupa topikal. Topikal adalah memberikan obat secara local pada kulit. Cara pembuatan Linimen ada 3 cara yaitu : Mencampurkan seperti pada pembuatan salep, contohnya linimen gondopuro kemudian terjadi penyabunan contohnya linimen ammonia dan lotio benzylis benzoas dan terakhir terbentuknya emulsi contohnya peruvianum emulsum 1 dan 2.

BAB III PEMBAHASAN

3.1. Definisi Linimen Menurut FN ed.II;325, linimentum umumnya adalah sediaan cair atau kental,mengandung analgetikum dan zat yang mengandung sifat rubefasien, melemaskan otot atau menghangatkan; digunakan sebagai obat luar. Linimentum analgetik dan linimentum yang melemaskan otot digunakan dengan cara mengoleskan pada kulit dengan mengoleskan pada kulit menggunakan kain flanel atau bahan lain yang cocok; linimentum yang menghangatkan digunakan pada kulit dengan cara mengoleskan sambil memijat dan mengurut. Penyimpanan : dalam botol berwarna bermulut kecil, ditempat sejuk. Catatan 1. Pada etiket harus juga tertera ; Obat luar 2. Linimentum tidak digunakan untuk kulit yang luka atau lecet. Dalam buku Ilmu Resep : 62 Linimentum adalah sediaan cair atau kental, mengandung analgetikum dan zat yang mempunyai sifat rubefasien, melemaskan otot dan menghangatkan, digunakan sebagai obat luar. Linimen adalah dari mirip viskositas untuk lotion (yang secara signifikan kurang kental daripada salep atau krim ) tapi tidak seperti lotion obat gosok diterapkan dengan gesekan, yaitu obat gosok yang selalu digosok masuk Liniments biasanya dijual untuk menghilangkan rasa sakit dan kekakuan, seperti dari sakit otot atau dari arthritis. Macam macam Linimen yaitu : Campuran lemak padat dengan lemak lunak Campuran minyak dan cairan alkali ( dibuat dengan cara penyabunan ) Linimentum dengan Balsamun Peruvianum Ol. Terebinthinae Linimentum dengan minyak ( harus memakai gom )

Emulsi yang digunakan sebagai liniment, yaitu Emulsum Benzylis Benzoatus Linimentum Chloroform ( dengan cara pencampuran biasa ) Keuntungan linimen zat yang ditambahkan padanya akan tereabsorpsi lebih cepat dan mudah di cuci sehingga sangat baik digunakan untuk pemakaian luar.

3.2. Cara Pembuatan Linimen Pembuatan linimen ada tiga proses yaitu : 1. Proses mencampurkan seperti cara pembuatan salep. Contohnya Linimen Gondopuro. Mencampurkan seperti Cara pembuatan salep ada 4 peraturan adalah : a. Peraturan Salep Pertama Zat-zat yang dapat larut dalam campuran lemak dilarutkan kedalamnya, jika diperlukan dengan pemanasan. b. Peraturan Salep Kedua Bahan-bahan yang dapat larut dalam air, jika tidak ada peraturan-peraturan lain dilarutkan lebih dahulu dalam air, asalkan air yang digunakan dapat diserap seluruhnya oleh basis salep. Jumlah air yang dipakai dikurangin dari basis. c. Peraturan Salep ketiga Bahan-bahan yang sukar atau hanya sebagian dapat larut dalam lemak dan air harus diserbuk lebih dahulu kemudian diayak dengan pengayak B40. d. Peraturan Salep keempat Salep-salep yang dibuat dengan jalan mencairkan campurannya harus digerus sampai dingin. 2. Proses dengan penyabunan ( terjadinya penyabunan ). Proses ini terjadi pencampuran antara bahan yang bersifat basa kuat dengan bahan yang mengandung lemak. Contohnya Linimen Benzyl Benzoas dan Linimen Ammonia.

R/ Ammonia Acid. oleinicum Oleum Sesami Cara Pembuatannya : -

20 ml 1 ml 70 ml

Oleum sesami yang telah ditambahkan Acid. Oleinic. Dikocok dengan ammonia dalam botol.

3. Proses terbentuknya emulsi. Contohnya Peruvianum Emulsum I dan II. Emulsi yaitu sistem dispersi mengandung sekurang-kurangnya dua fase cairan yang tidak dapat tercampur. Untuk terbentuknya emulsi ada 2 metode : a. Metode gom basah atau metode inggris. Bahan pengemulsi dimasukkan ke dalam mortir dan didispersikan dalam air untuk membentuk mucilago. Minyak ditambahkan dalam jumlah yang sedikit dengan penggerusan kontiniu, setiap bagian minyak diemulsikan sebelum penambahan selanjutnya. b. Metode gom kering atau metode kontinental. Dalam metode ini bahan pengemulsi ( gom arab ) dicampur dengan minyak terlebih dahulu kemudian ditambahkan air untuk pembuatan corpus emulsi baru diencerkan dengan sisa air yang tersedia. Bahan dasar : Lanolin, Emulgid, Cera. Contoh : R/ Mentolum 1 Metil salisilat 1 Cera alba 0,5 Adepslanae ad 10 Cara : - Cera alba, adepslanae, mentol, metil salisilat, dimasukan ke dalam pot gelas, ditutup rapat - Panaskan ( gojog ) sampai semua bahan mencair.

3.3. Cara Pemberian Linimen Dengan cara topikal yaitu memberikan obat secara lokal pada kulit, serta memasang balutan yang lembab, merendam bagian tubuh dalam larutan. Obat 7

topikal ini dapat diberikan sekurang-kurangnya 24 jam dalam 7 hari. bentuk obatobatan topikal

Krim - Emulsi minyak dan air dalam proporsi yang kurang lebih sama. Menembus stratum korneum lapisan luar kulit dengan baik.

Salep - Menggabungkan minyak (80%) dan air (20%). Effective Efektif penghalang terhadap hilangnya kelembaban.

Gel - mencair pada kontak dengan kulit. Paste - Bersama tiga agen - minyak, air, dan bubuk, sebuah salep di mana bubuk dihentikan.

Powder Bubuk

3.4. Bentuk-Bentuk Sediaan Linimen Bentuk sediaan kental atau cair yang dioleskan pada kulit Linimen dapat berupa emulsi atau larutan zat berkhasiat dalam minyak atau lemak. Sediaan linimen umumnya tidak diberikan pada kulit yang luka atau kulit terbuka.

3.5. Contoh-Contoh Obat Linimen yang Ada Di Pasaran Indonesia dan di berbagai Negara telah memproduksi banyak sekali obat Linimen. Linimen ini dibuat dalam berbagai bentuk ada yang cair contohnya : 1. Linimen Gondopuro 2. Linimen Sport,

Linimen ini terdiri dari : Methyl.Salicyl 60, Ol.Cayuputi 20, Inf. Hyoscyami oleos 20, Chloroform 20

3. Linimen Tiger,

4. Antiritin,

Obat gosok tradisional sejak tahun 1930 yang diproduksi oleh perusahaan jamu sukses Surabaya. Dikemas dalam ukuran botol 100 ml, terdapat 2 macam jenis yaitu hangat dalam kemasan coklat, dan panas dalam kemasan biru. Mempunyai khasiat untuk pegal-pegal, nyeri, bengkak, kecapaian dan linu. 5. Linimen Dewi Bulan,

Dewi Bulan obat gosok sebenarnya bukan produk baru, karena obat gosok telah dibuat sejak tahun 1947 oleh almarhum Tan Eng Shinshe Tjo Dia memenuhi syarat untuk menangani tulang retak, patah tulang, keseleo atau twist. di kota Malang obat gosok ini lebih dikenal sebagai merek Kuda Laut yang pertama dan pengguna adalah pasien almarhum Shinshe Tan Eng Tjo. Karena manfaat khusus obat gosok ini akhirnya diakui dari mulut ke mulut dan penjualan hanya untuk consument tua di sekitar kota Malang. 6. metil salisilat.

Nama Generik: Metil salisilat, mentol *, * Kamper, Psicapmo Ekstrak Indikasi: Untuk nyeri punggung, nyeri otot, nyeri sendi, kram otot, rematik, nyeri saraf, radang sendi, leher kaku, sakit kepala, perut kembung, gigitan serangga, gatal, terkilir ringan dan strain. Kelas: Solusi topikal / obat gosok (Obat - Kelas salisilat Menthyl)

10

7. SALONPAS LINIMENT 50 ML Salonpas liniment jenis cair mengurangi rasa sakit. Cara pakai : Buka tutup botol dan oleskan pada bagian yang sakit. Tutup rapat-rapat setelah dipakai. Ada juga Linimen dalam bentuk gel contohnya Rumalaya gel

Menggunakan Obat Gandhapura taila (Gaultheria minyak) dan Sarah (terpentin India), gel Rumalaya elemen kunci yang dikenal tindakan anestesi. Rumalaya gel menyebabkan tindakan kulit kemerahan mediator kimia dari nyeri dan pembengkakan, siram, dan membantu memfasilitasi lebih cepat. Rumalaya gel menyebar cepat, dan menyediakan penetrasi analgesik, antiinflamasi, dan meletakkannya menyebabkan kemerahan efek kulit. Rumalaya nyeri muskuloskeletal gel polyherbal terkait dengan penyakit inflamasi dan diindikasikan untuk pengobatan peradangan. Rumalaya gel anti-inflamasi, mengurangi peradangan dan pembengkakan berhubungan dengan nyeri. Cara menggunakan Oleskan dua atau tiga kali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Bersihkan daerah yang terkena. Rumalaya krim dan pijat sampai krim terserap Tuang cukup. Kelas Obat dan Mekanisme Rumalaya gel anti-inflamasi, mengurangi peradangan dan pembengkakan berhubungan dengan nyeri. Gandhapura taila (Gaultheria minyak) dan Sarah (terpentin India), gel Rumalaya elemen kunci yang dikenal tindakan anestesi.

11

Rumalaya gel menyebabkan tindakan kulit kemerahan mediator kimia dari nyeri dan pembengkakan, siram, dan membantu memfasilitasi lebih cepat. Rumalaya gel menyebar cepat, dan menyediakan penetrasi analgesik, anti-inflamasi, dan meletakkannya menyebabkan kemerahan efek kulit. Peringatan / Kewaspadaan Hindari masuk ke mata dan membran mukosa. Rumalaya gel tidak boleh diterapkan pada luka terbuka atau luka.

Selain itu juga ada Linimen dalam bentuk balsam contohnya Balsam Dragon.

Dan contoh-contoh Linimen lainnya sebagai berikut :

12

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan Dunia farmasi banyak sekali obat dan bahan-bahan obat yang dapat membantu mencegah dan menyembuhkan penyakit. Salah satu contohnya adalah linimen yang orang Indonesia lebih mengenalnya dengan sebutan obat gosok. Linimen dapat diberikan dengan cara topikal yaitu pemberian obat dengan mengoleskan di bagian kulit dan digunakan untuk pemakaian luar saja. Ada 3 cara dalam pembuatan linimen yaitu : 1. Teknik pencampuran seperti membuat salep. 2. Teknik penyabunan. 3. Teknik emulsi. Salah satu contoh obat linimen yang terkenal di pasaran adalah linimen gondopuro yang dibuat dengan teknik pencampuran seperti membuat salep, linimen GPU yang sering digunakan untuk memijat atau urut pada bagian tubuh yang pegal-pegal dan kaku dan obat salonplas linimen untuk mengurangi rasa sakit.

13