Anda di halaman 1dari 4

PESAN HIV/AIDS LEWAT KISAH UMAT NABI LUTH

. . .
Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur kepada Allah swt., karena dengan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita semua hadir ditempat yang berbahagia ini. Begitu pula salam dan taslim semoga senantiasa tercurah kepada jungjungan kita, yakni Nabi besar Muhammad saw., kepada keluarga, sahabat, dan ummatnya. Hadirin yang berbahagia Di penghujung abad ke-21, umat manusia digemparkan dengan ditemukannya penyakit AIDS di Amerka Serikat pada tahun 1981 dan penyakit HIV di Perancis pada tahun 1983. Dan beberapa tahun kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Di Indonesia, menurut laporan resmi pemerintah sudah ribuan yang menderita penyakit HIV AIDS. Sementara, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mencapai puluhan ribu orang di dunia yang mengidap penyakit ini. Penyakit ini tergolong sangat membahayakan, karena di samping belum ditemukan obatnya, juga dapat mematikan.

Virus ini tertular dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual atau bersenggama, disamping melalui jarum suntik dan transfusi darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, praktek hubungan seks bebas adalah penyebab utama penyebaran penyakit AIDS. Hal tersebut karena dari sekian banyak penderita AIDS yang ditemukan, ternyata kebanyakan adalah pelaku hubungan seks bebas. Hadirin yang berbahagia Hubungan seks adalah fitrah manusia. Manusia dan makhluk hidup lainnya dapat berkembang biak melalui hubungan seks antara lawan jenis. Dalam Islam fitrah ini dapat disalurkan setelah melalui pernikahan. Hubungan seks di luar nikah merupakan penyimpangan dari fitrah manusia. Karena itu disebut Zina ataui fahisyah yang artinya keji atau kotor hal ini sesuai dengan firman Allah swt., dalam surat al-Isra ayat 32.

{ .}
Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu yang buruk. Disebut demikian karena perbuatan tersebut selain akan mengaburkan garis keturunan manusia juga dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit, termasuk penyakit HIV AIDS. Hubungan seks sesama jenis atau homo seks, baik laki-laki sesama lakilaki (liwath) atau wanita sesama wanita (Sihaq) juga termasuk

penyimpangan dari fitrah manusia yang disebut juga sebagai perbuatan fahisyah, keji atau kotor. Hadirin yang mulia Nabi Luth diutus oleh Allah swt., kepada penduduk kota Sadun yang sangat durhaka kepada Allah swt., Masyarakat kota Sadun memiliki tradisi yang menyalahi masyarakat manusia lainnya dalam hal praktek hubungan seks. Dikalangan mereka berkembang praktek homo seks dalam bentuk liwath. Sebagaimna dijelaskan oleh Allah swt., dalam surat al-Araf ayat 81. sebagai berikut:

{ .}
Artinya: Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampui batas. Lalu Nabi Luth mengajak mereka untuk meninggalkan praktek liwath itu dalam melakukan seks seperti menyimpang fitrah manusia dan berdampak negatif terhadap eksistensi umat manusia. Peringatan Nabi Luth tersebut tidak dihiraukan oleh masyarakat sadum. Bahkan mereka mengancam untuk mengusir nabi Luth dari kampung mereka, bersama dengan orang-orang yang tidak melakukan perilaku seks liwath.

Akibat dari pembangkangan mereka yang tidak mau mendengar ajakan nabi Luth untuk tidak melakukan penyimpangan dalam maka Tuhan mendatangkan bencana kepada mereka. Bencana yang diturunkan kepada mereka hanya menimpah orang-orang yang berperilaku seks menyimpang, dan tidak menimpa orang-orang yang mengikuti nasihat nabi Luth. Bencana yang menimpa mereka sesuai dengan perbuatannya. Bencana yang menimpa umat nabi Luth itu menjadi peringatan bagi ummat manusia agar tidak melakukan praktek seks menyimpang. hubungan seks,