Anda di halaman 1dari 20

LOGO

Diabetes Mellitus

Definisi
WHO 1980 Suatu kumpulan problema anatomik dan kimiawi yang merupakan akibat dari sejumlah faktor dimana terdapat defisiensi insulin absolut atau relatif dan gangguan fungsi insulin. American Diabetic Association 1998 Suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.
www.themegallery.com

Klasifikasi
I. Type 1 diabetes (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut)
A. Immuno-mediated B. Idiopathic

II. Type 2 diabetes (bervariasi mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin) III. Other spesific types
A. Genetic defects of B cell function B. Genetic defects in insulin action C. Diseases of the exocrine pancreas D. Endocrinopathies E. Drug-or chemical-induced F. Infections G. Uncommon forms of immune-mediated diabetes H. Other genetic syndromes sometimes associated with diabetes

IV. Gestational diabetes mellitus (GDM)


www.themegallery.com

Mekanisme pengangkutan glukosa


Insulin

Liver Muscle
www.themegallery.com

TYPE 2 DIABETES
Insulin

Liver hepatic glucose production peripheral glucose uptake

Muscle

www.themegallery.com

www.themegallery.com

Gejala
Rasa haus berlebihan Sering kencing terutama malam hari Penurunan berat badan dengan cepat Lemah badan Kesemutan pada jari kaki dan tangan Cepat lapar Gatal-gatal Penglihatan kabur Gairah seks menurun Luka sukar sembuh Melahirkan bayi dengan BB>4 kg
www.themegallery.com

www.themegallery.com

Faktor Resiko
Resiko tinggi didapat pada : 1. Riwayat keluarga diabetes 2. Obesitas ( >20 berat badan ideal) 3. Umur diatas 40 tahun dengan faktor diatas 4. Tekanan darah tinggi(>140/90) 5. Dislipidemia( HDL<35mg/dl atau Trigliserida>250mg/dl) 6. Sebelumnya GDPT 7. Hamil 24-28 minggu 8. Sebelumnya diabetes gestasional 9. Melahirkan bayi>4000 gram
www.themegallery.com

Kriteria Diagnostik ( ADA 1998 )


1. Gejala diabetes dengan glukosa darah sewaktu > 200 mg/dl Sewaktu : tanpa memperhatikan makan terakhir Gejala klasik : poliuria, polidipsi, penurunan BB tanpa sebab 2. Kadar glukosa puasa> 126 mg / dl Puasa : tanpa intake kalori selama 8-10 jam OGTT glukosa darah 2 jam PP>200 mg/dl

www.themegallery.com

Terapi
1. Makanan seimbang dan terjadwal 2530Kkal/Kg BB ( KH 60%, Prot 15%, Lemak 25%) 2. Latihan jasmani 3. Pengelolaan farmakologis A. Obat hiperglikemi Oral
Obat golongan sulfonil urea
- Stimulasi pelepasan insulin - ambang sekresi insulin - sekresi insulin rangsang glukosa

Obat golongan biguanid


Meningkatkan pemakaian glukosa oleh sel usus Menghambat absorpsi glukosa dari usus Menurunkan produksi glukosa hati
www.themegallery.com

Alfa glukosidase inhibitor-Acarbose


- Menghambat enzim alfaglukosidase penyerapan glukosa

Insulin sensitizing agent

B. Insulin 4. Penyuluhan

www.themegallery.com

www.themegallery.com

Komplikasi
Komplikasi akut 1. Hipoglikemia Akibat obat hipoglikemia, makan kurang, BB turun, sesudah olahraga, sesudah melahirkan, sembuh dari sakit. Stadium :
1. Parasimpatik mual, lapar TD 2. Gangguan otak ringan lemah, lesu, sulit bicara, sulit menghitung sederhana. 3. Simpatik keringat dingin ( hidung, bibir ) tangan berdebar-debar. 4. Gangguan otak berat koma dengan atau tanpa kejang
www.themegallery.com

Pengobatan - Stadium awal ( sadar ) : gula murni 30g ( 2 sendok makan ) atau makanan yang mengan dung hidrat arang. - Stadium lanjut (koma): Dekstrose 40% 2 fc IV setiap 10-20 menit ningga sadar + D10% 6jam/infus. Belum teratasi adrenalin, kortison atau glukagon. 2. Hiperglikemia
www.themegallery.com

Komplikasi kronik

Eyes Diabetic retinopathy Nonproliferative (background) Proliferative Cataracts Subcapsular (snowflake) Nuclear (senile) Kidneys Intercapillary glomerulosclerosis Diffuse Nodular Infection Pyelonephritis Perinephric abscess Renal papillary necrosis Renal tubular necrosis Following dye studies (urograms, arteriograms)
www.themegallery.com

Nervous system Peripheral neuropathy Distal, symmetric sensory loss Motor neuropathy Foot drop Mononeuropathy multiplex (diabetic amyotrtophy) Cranial nerves III, IV, VI, VII Autonomic neuropathy Postural hypotensio Resting tachycardia Loss of sweating Gastrointestinal neuropathy Gastroparesis Diabetic diarrhea Urimary bladder atony Erectile dysfunction (may also be secondary to pelvic vascular disease)

www.themegallery.com

Skin Diabetic dermopathy (shin spots) Necrobiosis lipoidica diabeticorum Candidiasis Foot and leg ulcers Neurotropic Ischemic Cardiovascular system Heart disease Myocardial infarction Cardiomyopathy Gangrene of the feet Ischemic ulcers Osteomyelitis
www.themegallery.com

Bones and joints Diabetic cheirathropathy Dupuytrens contracture Charcot joint Unusual infections Necrotizing fasciitis Necrotizing myositis Mucormycosis Emphysematous cholecystitis

Malignant otitis externa

www.themegallery.com

www.themegallery.com