Anda di halaman 1dari 56

Kuliah ke empat Tendensi sentral

Tabel distribusi frekuensi dan grafik belum dapat mengemukakan interprestasi secara mendalam terhadap data yang sedang diteliti. Sehingga diperlukan suatu alat yang dapat berperan sebagai pisau analisis yaitu berupa ukuran statistik. Ukuran statistic yaitu ukuran rata-rata ( average).

A. Pengertian Rata-rata
Rata-rata yaitu tiap bilangan yang dapat dipakai sebagai rentetan nilai rata-rata. !ang akil dari u"udnya hanyalah satu bilangan sa"a. #amun

dengan satu bilangan akan dapat tercermin gambaran secara umum mengenai kumpulan atau deretan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan. #ilai rata-rata dikenal "uga dengan istilah ukuran tendensi pusat karena$ nilai rata-rata dari sekumpulan data yang berupa angka tersebut pada umumnya mempunyai kecenderungan untuk berada disekitar titik pusat penyebaran data angka tersebut. #ilai rata-rata "uga dikenal dengan ukuran nilai pertengahan (measure of Central Value)$ sebab #ilai rata-rata itu pada umunya merupakan nilai %ertengahan dari nilai-nilai yang ada. Sealin itu$ karena nilai rata-rata itu berp&sisi pada sekitar central penyebaran nilai yang ada$ maka nilai rata-rata itupun dikenal dengan ukuran nama p&sisi pertengahan ( measure of central Position).

B. Ukuran Rata-rata dan Macamnya


'acam-macam rata-rata atau ukuran rata-rata yang dimiliki statistik sebagai ilmu pengetahuan yaitu(

). Rata-rata hitung atau #ilai rata-rata hitung (mean) yang umunya diberi lambang dengan huruf ' atau *. +. Rata-rata pertengahan atau nilai rata-rata pertengahan atau nalai rata-rata letak (median atau medium) yang umumnya dilambangkan dengan 'dn atau 'e atau 'n. ,. '&dus atau '&de yang biasanya dilambangkan dengan '&. -. Rata-rata ukur atau nilai rata-rata ukur yang dilambangkan dengan .' /. Rata-rata harm&nik atau nilai rata-rata harm&nik yang biasa dilambangkan dengan 0'. 1ari kelima ukuran rata-rata seperti yang telah disebutkan diatas$ yang mempunyai relevansi dan karena itu sering dipergunakan sebagai ukuran dalam dunia statistik pendidikan adalah( 'ean$ 'edian dan '&dus. 2dapun Geometric Mean dan Harmonic Mean$ dalam dunia statistik %endidikan dipandang kurang memiliki relevansi dan karenanya hampir tidak pernah digunakan. 'engingat bah a median$ dalam statistik selain dikenal dengan ukuran rata-rata pertengahan "uga dikenal sebagai ukuran rata-rata letak.$ terdapat pula ukuran lain yang dapat dimasukkan dalam kel&mp&k ukuran rata-rata letak$ yaitu( Quartile, Decile, dan Percentile.

). #ilai Rata-Rata 0itung ('ean)


Sebagai salah satu ukuran tendensi pusat$ 'ean dikenal sebagai ukuran yang menduduki tempat terpenting "ika dibandingkan dengan ukuran tendensi pusat lainnya. 1alam kegiatan penelitian ilmiah yang menggunakan statistic sebagai met&de analisis data$ 'ean dapat dikatakan hampir selalu dipergunakan atau dihitung. 1alam kehidupan sehari-hari pun$ dengan sadar atau tidak$ sebenarnya kebanyakkan &rang telah menggunakannya sebagai salah satu ukuran. 2pakah sebenarnya yang dimaksud dengan 'ean itu3

a. Pengertian Mean

Secara singkat pengertian tentang 'ean dapat dikemukakan sebagai berikut( 'ean dari sekel&mp&k (sederetan) angka (bilangan) adalah "umlah dari keseluruhan angka (bilangan) yang ada$ dibagi dengan banyaknya angka (bilangan) tersebut. Untuk lebih "elasnya dapat dikemukakan c&nt&h sebagai berikut( 'isalkan se&rang Sis a 'adrasah 2liyah memiliki nilai hasil ulangan dalam bidang studi 2gama 4slam$ %endidikan '&ral %ancasila$ 5ahasa 4nd&nesia$ 5ahasa 4nggris$ 4lmu %engetahuan S&sial dan 4lmu %engetahuan 2lam berturut turut 6$ 7$ 8$ -$ 9$ dan /. Untuk memper&leh mean nilai hasil ulangan tersebut$ keenam butir nilai yang ada itu kita "umlahkan lalu kita bagi dengan banyaknya nilai tersebut$ yaitu (6 : 7 : 8 : - : 9 : /) ( 9 atau
6+7+8+-+9+/ = 9$/; 9

<ika keenam bilangan tersebut kita lambangkan dengan *)$ *+$ *,$ *-$ */$ dan *9$ sedangkan banyaknya nilai itu kita lambangkan dengan #$ maka mean dari keenam butir nilai tersebut adalah
Mx = X) + X + + X , + X - + X / + X 9 N

2pabila kita rumuskan secara mum$ maka (


X ) + X + + X , + X - + X / + X 9 .... X n N

Mx =

atau dapat disingkat men"adi (

Mx =

X
N

4nilah rumus umum atau rumus dasar untuk mencari atau menghitung 'ean.

b. Cara Mencari Mean 'encari 'ean dapat dilakukan dengan berbagai macam cara= tergantung dari data yang akan dicari 'ean-nya itu= apakah 1ata Tunggal ataukah 1ata >el&mp&kan.

1.Cara Mencari Mean untuk Data Tunggal 2da dua macam cara yang dapat dignakan untuk mencari 'ean untuk 1ata Tunggal (data yang tidak dikel&mp&kkan)$ yaitu ( ()) ?ara 'encari 'ean dari 1ata Tunggal yang seluruh sk&rnya berfrekuensi satu$ dan (+) ?ara 'enari 'ean dari 1ata Tunggal dimana sebagian atau seluruh sk&rnya berfrekuensi lebih dari satu. a) ?ara 'encari 'ean 1ata Tunggal$ yang seluruh sk&rnya berfrekuensi Satu 1) Rumus yang digunakan Rumus yang kita gunakan untuk mencari 'ean 1ata Tunggal yang seluruh sk&rnya berfrekuensi satu adalah (seperti telah dicantumkan di atas)( M x =
'@
X

A 'ean yang kita cari. A <umlah dari sk&r-sk&r (nilai-nilai) yang ada.

A #umber &f cases (banyaknya sk&r-sk&r itu sendiri)

2) Contoh <ika nilai ulangan dari se&rang sis a '2# tadi kita hitung 'eannya dengan menggunakan Tabel 1istribusi Brekuensi$ maka pr&ses perhitungannya adalah sebagai berikut(

Tabel ,.). %erhitungan 'ean #ilai 0asil Ulangan 0arian dalam 5idang Studi 2gama 4slam$ %'%$ 5ahasa 4nd&nesia$ 5ahasa 4nggris$ 4%S dan 4%2 Se&rang Sis a 'adrasah 2liyah #egeri. * 7 6 8 9 / ,7 A B ) ) ) ) ) ) 9A#
X A ,7$ sedangkan # A 9.

1ari Tabel ,.). telah kita per&leh( 1engan demikian(


Mx =

X
N

,7 = 9$/; 9

b) ?ara 'encari 1ata Tunggal yang Sebagian atau Seluruh Sk&rnya 5erfrekuensi Cebih 1ari Satu. 1) Rumus yang Digunakan >arena 1ata Tunggal yang akan kita hitung 'ean-nya baik sebagian atau seluruh sk&rnya berfrekuensi lebih dari satu$ maka rumus untuk mencari 'ean seperti yang telah dikemukakan di atas perlu dim&difikasi$ yaitu dengan "alan memasukkan atau mengikutsertakan frekuensi sk&r yang ada dalam rumus. 1engan demikian rumus di atas berubah men"adi( M x =
'@
X

A 'ean yang kita cari. A <umlah dari hasil perkalian antara masing-masing sk&r dengan frekuensinya.

A #umber &f cases (banyaknya sk&r-sk&r itu sendiri)

2) Contoh 1alam Dvaluasi 5ela"ar Tahap 2khir (D5T2) bidang studi 4lmu <i a %erkembangan$ yang diukuti );; &rang sis a kelas terakhir %.2 #egri diper&leh #ilai 0asil D5T2 sebagaimana tertera pada Tabel ,.+. 1apat dilihat bah a sebagian besar nilai hasil D5T2 itu berfrekuensi lebih dari satu. Untuk memper&leh 'ean dari data seperti itu$ tiap sk&r atau nilai yang ada terlebih dahulu harus dikalikan dengan frekuensinya masing-masing$ setelah itu di"umlahkan$ dan akhirnya dibagi denan #. 1engan demikian kita perlu menyiapkan table perhitungannya.

T25DC ,.+. #ilai 0asil D5T2 5idang Studi 4lmu <i a %erkembangan$ dari Se"umlah );; Erang Sis a >elas Terakhir %.2 #egeri$ #ilai * ); 7 6 8 Brekuensi ) + +;

9 / , + T&tal

,/ ++ )) ) );; A #

!ang terdiri dari tiga k&l&m. %ada k&l&m ) kita muat nilai hasil D5T2 yang akan dicari 'ean-nya$ k&l&m + memuat frekuensi masing-masing nilai hasil D5T2 tersebut$ sedangkan pada k&l&m , kita muat hasil perkalian tiap-tiap skr (nilai) yang ada dengan frekuensinya masing-masing. %erhatikan Tabel ,.,. Tabel ,.,. Tabel %erhitungan untuk 'encari 'ean #iali 0asil D5T2 5idang Studi 4lmu <i a %erkembangan$ yang 1iikuti &leh );; &rang Sis a >elas Terakhir %.2 #egeri

* ); 7 6 8 9 / , + T&tal

f ) + +; ,/ ++ )) ) );; A #

f* ); )6 ,+ )-; +); )); -)+ + /86 A fX

1ari Tabel ,.,. telah berhasil kita per&leh(

fX A /86

sedangkan telah diketahui A );;. 1engan demikian 'ean dapat kia per&leh dengan mudah$ dengan menggunakan rumus(
Mx =

fX
N

'aka(
Mx =

fX
N

/86 = /$86; atau /$86 );;

2. Cara Mencari mean untuk Data Kelompokan Untuk 1ata >el&mp&kan 'ean dapat diper&leh dengan menggunakan dua met&de$ yaitu 'et&de pan"ang dan 'et&de Singkat. a) 'encari 'ean 1ata >el&mp&kan dengan 'enggunakan 'et&de %an"ang %ada perhitungan 'ean yang menggunakan met&de pan"ang$ semua kel&mp&kan data (interval)yang ada terlebih dahulu dicari #ilai Tengah atau 'idp&int-nya. Setelah itu$ tiap midp&int diperkalikan dengan frekuensi yang dimiliki &leh masing-masing interval yang bersangkutan.

)) Rumus yang digunakan Rumus 'ean dengan 'et&de %an"ang adalah sebagai berikut(

Mx =

fX
N

'@

A 'ean yang kia cari.

fX
#

=<umlah dari hasil perkalian antara 'idp&int dari masig-masing interval$

dengan frekuensinya. A #umber &f cases.

+) ?&nt&h 1alam tes seleksi penerimaan mahasis a baru S'2 s asta yang diikuti 6;; &rang cal&n$ diper&leh #ilai 0asil Tes 5idang Studi 5ahasa 4nggris sebagai berikut (lihat Tabel ,.-). Cangkah yang harus ditempuh dalam mencari 'ean dari data kel&mp&kan dengan menggunakan 'et&de %an"ang adalah( a) 'enetapkan (menghitung) #ilai Tengah ('idp&int) masing-masing interval (Cihat k&l&m Tabel ,./)$ diberi lambing *. b) 'emperkalikan frekuensi masing-masing interval dengan 'idp&intnya$ atau f dikalikan dengan * (Cihat k&l&m - Tabel ,./)$ seingga diper&leh f*. c) 'en"umlahkan f* sehingga diper&leh d) 'enghitung 'ean-nya dengan rumus(
Mx =

fX .

fX
N

Tabel ,.-. #ilai 0asil Tes Seleksi 5idang Studi 5ahasa 4nggris dari se"umlah 6;; Erang ?al&n yang 'engikuti Tes Seleksi %enerimaan ?al&n Sis a %ada Sebuah S'2 S asta

#ilai 4nterval

8/ F 87 8; F 89/ F 97 9; F 9// F /7 /; F /-/ F -7 -; F -,/ F ,7 ,; F ,T&tal

6 )9 ,+ )9; +-; )89 66 -; ,+ 6 6;; A #

tabel ,./. %erhitungan 'ean 1ata yang tertera pada Tabel ,.-$ dengan 'enggunakan 'et&de %an"ang. #ilai

B 4nterval 8/ F 87 6 8; F 8)9 9/ F 97 ,+ 9; F 9)9; // F /7 +-; /; F /)89 -/ F -7 66 -; F --; ,/ F ,7 ,+ ,; F ,6 T&tal 6;; A # 1ari Tabel ,./ telah kita per&leh 1engan demikian(
Mx =

* 88 8+ 98 9+ /8 /+ -8 -+ ,8 ,+ -

f*

9)9 ))/+ +)-77+; ),96; 7)/+ -),9 )96; ))6+/9 -,7+; A fX fX A -,7+;$ adapun # A 6;;.

fX
N

-,7+; = /-$7; 6;;

Seperti dapat kita amati dan rasakan$ maka dalam pr&ses perhitungan untuk 'ean 1ata >el&mp&kan dengan menggunakan 'et&de %an"ang$ kita beker"a dengan bilangan cukup besar. >arena itu "ika dalam perhitungan kita tidak dibantu &leh mesin hitung atau kalkulat&r maka disamping sangat diperlukan ketelitian$ risik& kesalahn yang kita hadapipun cukup besar. 4tulah sebabnya para ahli statistic risik& kesalahn yang kecil. b) 'encari 'ean 1ata >el&mp&kan dengan 'enggunakan 'et&de Singkat )) Rumus yang digunakan <ika dalam perhitungan 'ean digunakan met&de singkat$ maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut(
fX G M x = M G+i N

mengemukakan cara lain yang lebih praktis$

dalam arti( perhitungan dapat dilakukan denga lebih cepat dan mudah$ dengan

'@ 'H i

A 'ean A 'ean terkaan atau 'ean taksiran. A 4nterval class (besarIluasnya pengel&mp&kan data).

fX G A <umlah dari hasil perkalian antara titik tengah buatan sendiri

dengan frekuensi dari masing-masing interval. # +) ?&nt&h <ika misalnya data yang disa"ikan pada Tabel ,.-. kita cari meannya dengan menggunakan 'et&de Singkat $ maka pr&ses perhitungan dan langkah perhitungannya adalah (lihat table ,.9) Cangkah 4( 'encari 'ean Terkaan Sendiri atau 'ean Taksiran Sendiri (yaitu 'H). A #umber &f cases

1alam menetapkan 'H dapat kita tempuh cara( a) 'emilih satu 'idp&int diantara 'idp&int yang ada dalam Tabel 1istribusi Brekuensi$ yaitu 'idp&int dari 4nterval nilai yang memiliki frekuensi tertinggi (terbesar). Seperti dapat kita lihat dari Tabel ,.9$ interval nilai yang memiliki frekuensi tertinggi adalah interval // F /7 dengan frekuensi +-;. 1engan demikian$ 'idp&int yang kita pilih sebagai 'ean Terkaan ('H) adalah /8. Tabel ,.9. %erhitungan 'ean 1ata yang 1isa"ikan %ada Tabel ,.-$ dengan menggunakan 'et&de Singkat #ilai 4nterval 8/ F 87 8; F 89/ F 97 9; F 9// F /7 /; F /-/ F -7 -; F -,/ F ,7 ,; F ,T&tal f 6 )9 ,+ )9; +-; )89 66 -; ,+ 6 6;; A # * 88 8+ 98 9+ (/8) 'H /+ -8 -+ ,8 ,+ *H ::, :+ :) ; -) -+ -, --/ f*H :,+ :-6 :9:)9; ; -)89 -)89 -)+; -)+6 --; -,,9 A
fX G

b) ?ara lainnya ialah$ dengan memilih satu diantara 'idp&int yang ada pada tabel distribusi frekuensi$ yang terletak di tengah-tengah deretan interval nilai dalam tabel distribusi frekuensi tersebut. >arena banyaknya deretan interval dalam Tabel ,.9 itu ada )+ baris$ maka 'idp&int yang dapat kita pilih sebagai 'ean Terkaan adalah 'idp&int n& ke ()+(+)$ atau n& ke 9$ baik n&m&r ke-9 dari ba ah maupun n&m&r ke-9 dari atas. <ika yang kita pilih adalah 'idp&int n&m&r ke-9 dari ba ah$ maka 'ean Terkaan kita adalah /8. 2pabila yang kita pilih

adalah 'idp&int n&m&r ke-9 dari atas$ maka 'ean Terkaan kita itu adalah /+. 1alam c&nt&h di atas$ kita telah menetapkan ' A /8. Cangkah 44( 'enetapkan @H (titik tengah buatan kita sendiri). ?aranya adalah sebagai berikut( 1i sebelah kanan 'H yang telah kita pilih atau kita tetapkan itu (lihat k&l&m , Tabel ,.9)$ kita cantumkan angka ;. Selan"utnya secara berturut-turut di atas ; kita truliskan( :)$ :+$ :,$ dan :-= sedangkan di ba ah ; secara berturut-turut kita tuliskan( -)$ -+$ -,$ --$ dan -/. Cangkah 444( 'emperkalikan frekuensi dari masing-masing interval$ dengan @H ("adi f dikalikan dengan @H A f@H) Seperti dapat kita lihat pada k&l&m / Tabel ,.9. Setelah perkalian dapat diselesaikan$ lalu di"umlahkan. 1alam Tabel ,.9 kita per&leh -,,9. Cangkah 4J( 'enghitung 'ean-nya dengan menggunakan rumus(
fX G M x = M G+i N
fX G A

>arena 'H$ 4$ f@H$ dan # telah kita ketahui (yaitu( 'H A /8$ 4 A /$ atas$ dapat kita per&leh 'ean-nya(
fX G ,,9 = /8 + / M x = M G+i N 6;;

fX G

A -,,9$ dan # A 6;;$ maka dengan mensubstitusikan ke dalam rumus di

M x = /8

)96; = /8 +$); = /-$7; 6;;

1engan rumus atau met&de singkat ternyata 'ean yang kita per&leh adalah persis sama dengan 'ean yang kita per&leh dengan menggunakan met&de pan"ang $ yaitu( ' A /-$7;. 1apat kita amati dan kita rasakan bah a dengan menggunakan met&de singkat$ perhitungan dapat ber"alan dengan cepat$ risik& kesalahan hitung dapat ditekan sampai seminimal mungkin (sebab disini kita tidak berhadapan dengan bilangan yang besar)$ sedangkan hasilnya persis sama. c. Penggunaan Mean Sebagai salah satu Ukuran Rata-rata$ 'ean kita gunakan apabila kita berhadapan dengan kenyataan seperti dikemukakan berikut ini( )) 5ah a data statistic yang kita hadapi merupakan data yang distribusi frekuensinya bersifat n&rmal atau simetris= setidak-tidaknya mendekati n&rmal. <adi$ apabila data statistic yang kita hadapi bersifat a symetris$ maka untuk mencari #ilai Rata-rata data yang demikian itu hendaknya "angan menggunakan 'ean$ sebab nilai rata-rata yang diper&leh nantinya akan terlalu "auh menyimpang dari kenyataan yang sebenarnya. +) 5ah a dalam kegiatan analisis data$ kita menghendaki kadar kemantapan atau kadar kepercayaan yang setinggi mungkin. Seperti dapat kita amati pada perhitungan yang dilakukan terhadap semua angka$ tanpa kecuali= karena itu sebagai ukuran rata-rata$'ean cukup diandalkan atau memiliki reliabelitas yang tinggi. ,) 5ah a dalam penganalisaan data selan"utnya$ terhadap data yang sedang kita hadapi atau kita teliti itu$ akan kita kenbai ukuran-ukura statistic selain 'ean$ misalnya( 1eviasi Rata-rata$ 1eviasi Standar$ >&lerasi dan sebagainya$ seperti akan dikemukakan dalam pembicaraan pada bab-bab berikutnya nanti.

d. Kelemahan Mean Seperti telah dikemukakan pada a al pembicaraan tentang 'ean$ maka dalam dunia statistic$ mean dikenal sebagai ukuran rata-rata yang menduduki tempat paling penting "ika dibandingkan dengan ukuran rata-rata lainnya. #amun demikian$ hal itu bukanlah bah a 'ean tidak memiliki kelemahan. Sebagai ukuran rata-rata$ 'ean menyandang kelemahan seperti dikemukakan di ba ah ini( )) >arena 'ean itu diper&leh atau berasal dari hasil perhitungsn terhadap seluruh angka yang ada$ maka "ika dibandingkan dengan ukuran rata-rata lainnya$ perhitungannya relative lebih sukar. +) 1alam menghitung 'ean$ sangat diperlukan ketelitian dan kesabaran$ lebih-lebih apabila kita dihadapkan pada bilangan yang cukup besar sedangkan kita tidak memiliki alat 5antu perhitungan$ seperti( mesin hitung$ kalkulat&r$ dan sebagainya. ,) Sebagai salah satu ukuran rata-rata$ 'ean kadang-kadang sangat dipengaruhi &leh angka atau nilai ekstrimnya sehingga hasil yang diper&leh kadang sangat "auh dari kenyataan yang ada. Contoh: Siswa A memili i nilai ra!or untu lima macam "i#an$ stu#i% masin$&masin$ '% '% '% '% #an '% sehin$$a nilai rata&rata hitun$nya ( )* : + ( ', Siswa - .ntu Siswa C untu elima "i#an$ stu#i yan$ sama% mem!eroleh nilai /*% 0% )% 1% #an +% sehin$$a nilai rata&ratanya 2u$a ( )* : + ( ', elima "i#an$ stu#i terse"ut memili i nilai&nilai /*% 3% 3% '% #an /* yan$ "erarti nilai rata&rata hitun$nya ( )* : + ( ',

Contoh lain:A memili i uan$ 4! 1,***%&, - memili i uan$ 4! 3***%& #an C memili i uan$ 4!, +**%& 5a#i rata&rata uan$ yan$ #imili i oleh eti$a oran$ terse"ut #i atas ( 1***%& 6 3***%& 6 +**%& ( /*+**%& #i"a$i ) ( )+**%& 6* A ( 0+*** - ( +****, ? A //;;; Rata Frata A -/;;; : /;;;; : //;;; I, A /;;;;$?

2. Nilai Rata-rata Pertengahan (Median


Ukuran rata-rata kedua yang akan kita pela"ari adalah 'edian$ seperti yang telah dikemukakan dalam pembicaraan terdahulu$ sering dikenal dengan istilah( #ilai Rata-rata pertengahan atau #ilai Rata-rata Cetak atau #ilai %&sisi Tengah$ yang biasa diberi lambang( 'dn$ 'e$ atau 'n. 1alam pembicaraan selan"utnya akan digunakan lambing( 'dn. a. %engertian Rata-rata %ertengahan ('edian) !ang dimaksud dengan #ilai Rata-rata %ertengahan atau 'edian ialah suatu nilai atau suatu angka yang membagi suatu distribusi data ke dalam dua bagian yang sama besar. 1engan kata lain$ #ilai Rata-rata %ertengahan atau 'edian adalah nilai atau angka yang di atas nilai atau angka tersebut terdapat )I+ # dan diba ahnya "uga terdapat K #. 4tulah sebabnya #ilai Rata-rata ini dikenal sebagai #ilai %ertengahan atau #ilai %&sisi Tengah$ yaitu nilai yang menun"ukkan pertengahan dari suatu distribusi data. b. ?ara 'encari #ilai Rata-rata %ertengahan

2da beberapa cara untuk mencari #ilai Rata-rata %ertengahan$ seperti dapat diikuti pada uraian berikut ini. 1eretan angka ( );$ )/$ )/$ +;$ +;$ +/$ +/$ ,;$ ,/$ -;$ -;$ -/$ /; ). ?ara 'encari #ilai Rata-Rata %ertengahan untuk 1ata Tunggal 1alam mencari #ilai Rata-rata %ertengahan untuk 1ata Tunggal ini ada dua kemungkinan yang kita hadapi. >emungkinan pertama ialah data tunggal itu seluruh sk&rnya berfrekuensi )= sedangkan kemungkinan kedua$ bah a data tunggal yang akan kita cari #ilai Rata-rata %ertengahannya itu sebagian atau seluruh sk&rnya berfrekuensi lebih dari ). a. 'encari #ilai Rata-rata %ertengahan untuk 1ata Tunggal yang seluruh sk&rnya berfrekuensi ) 1isini kita berhadapan dengan dua kemungkinan$ yaitu( ()) 1ata tunggal yang seluruh sk&rnya berfrekuensi ) itu$ #umber &f ?ases-nya merupakan bilangan gasal (gan"il)$ dan (+) 1ata Tunggal yang seluruh sk&rnya berfrekuensi ) itu$ #umber &f ?ases-nya merupakan bilangan genap (bukan bilangan gasal).

(! Mencari Nilai Rata-rata Pertengahan untuk "ata Tunggal yang seluruh sk#rnya $er%rekuensi ! dan Num$er #% &ases-nya $erupa $ilangan gasal.
Untuk 1ata Tunggal yang seluruh sk&rnya berfrekuensi ) dan #umber &f ?ases-nya berupa bilangan gasal itu terletak pada bilangan gasal yang ke

(n'! . N ( 2n ' !

?&nt&h( 7 &rang 'ahasis a menempuh U"ian Cisan dalam mata kuliah Teknik Dvaluasi %endidikan. #ilai mereka adalah sebagai berikut( 9/ 8/ 9; 8; // /; 6; -; ,;. Untuk mengetahui nilai berapakah yang merupakan #ilai Rata-rata %ertengahan atau 'edian dari kumpulan nilai hasil u"ian tersebut$ pertama-tama

deretan itu kita atur mulai dari nilai terendah samapi nilai yang tertinggi(

,; -; /; // 9; 9/ 8; 8/ 6; 6/ 7; # A +n : ) )) A +n : ) +n A ))-) A ); n A);I+ A / "adi mediannya pada bilangan ke / : ) A pada bilangan ke 9 atau 9/

>ita lihat dalam deretan nilai di atas$ bilangan ke-) adalah ,;$ bilangan ke-+A-;$ bilangan ke-,A/;$ bilangan ke-A//$ bilangan ke-/A9;$ bilangan ke-9A9/$ bilangan ke-8A8;$ bilangan ke-6A8/$ dan bilangan ke-7A6;. >arena #A7$ sedang rumus bilangan gasal adalah( # A +n : )$ maka 7 A +n : ) 7 A +n : ) 7-) A +n +n A 6 nA1engan demikian nilai yang merupakan #ilai Rata-rata %ertengahan atau 'edian dari nilai dari hasil u"ian lisan tersebut adalah nilai (bilangan) yang ke-(-:)) atau bilangan ke /$ yaitu nilai 9;. (+) 'encari #ilai Rata-rata %ertengahan untuk 1ata Tunggal yang seluruh sk&rnya berfrekuensi )$ dan #umber &f ?ases-nya berupa bilangan genap.

Untuk 1ata Tunggal yang seluruh sk&rnya berfrekuensi ) dan #umber &f ?ases-nya merupakan bilangan genap (yaitu( # A +n)$ maka

'edian atau #ilai Rata-rata %ertengahan data yang demikian itu terletak antara bilangan yng ken dan ke (n:)).
?&nt&h( Tinggi badan ); &rang cal&n yang mengikuti tes Seleksi %enerimaan ?al&n %enerbang$ menun"ukkan angka sebagai berikut( )96 )9+ )97 )8; )9- )98 )9) )99 )9, dan )9/ cm. ?ara mencari #ilai Rata-rata %ertengahan atau 'ediannya sama seperti telah dikemukakan di atas$ yaitu pertama-tama deretan angka itu terlebih dahulu kita atur berderet$ mulai dari nilai terendah sampai dengan nilai tertinggi. )9) )9+ )9, )9- )9/ )99 )98 )96 )97 )8; ) + , / 9 8 6 7 );

>arena # A ); (merupakan bilangan bulat)$ sedang rumus untuk bilangan bulat adalah # A +n$ maka( ); A +n #A/ <adi 'edian atau #ilai Rata-rata %ertengahan dari tinggi badan ); &rang peserta tes seleksi ?al&n %enerbangan itu terletak antara bilangan ke-/ dan ke (/:))$ atau antara bilangan ke-/ dan ke-9. 1alam deretan angka-angka di atas$ bilangan ke-/ adalah )9/$ sedangkan bilangan ke-9 adalah )99. )9/ : )99 <adi 'dn A + A )9/$/;

<adi kedua data yang telah di"adikan c&nt&h di atas kita tuangkan dalam bentuk Tabel 1istribusi Brekuensi dan kemudian kita cari mediannya$ keadaannya adalah sebagai berikut( 'edian #ilai 0asil 5adan U"ian Cisan dari 7 yang &rang mahasis a ?al&n %enerbangan * 6; 8/ 8; 9/ 9; // /; -; ,; T&tal B ) ) ) ) ) ) ) ) ) 7A# mengikuti Tes ); &rang cal&n 'edian Tinggi

b. 'encari #ilai Rata-rata %ertengahan untuk 1ata Tunggal yang sebagian atau seluruh sk&rnya berfrekuensi lebih dari satu. 2pabila 1ata Tunggal yang akan kita cari #ilai Rata-rata %ertengahan atau 'ediannya$ sebagian atau seluruh sk&rnya berfrekuensi lebih dari satu$ sebaiknya kita tidak menggunakan cara seperti yang telah dikemukakan di atas$ melainkan kita menggunakan rumus sebagai berikut(

'dn A ) :

() I + N f ) () I + N f ) atau( 'dn A u fi fi

'dn A 'edian l fkb fi # u fka A l& er limit (5atas 5a ah #yata dari sk&r yang yang mengandung 'edian). A frekuensi kumulatif yang terletak di ba ah sk&r yang median. A frekuensi asli (frekuensi dari sk&r yang mengandung 'edian). A #umber &f ?ases. A upper limit (5atas 2tas #yata dari sk&r yang mengandung 'edian). A frekuensi kumulatif yang terletak di atas sk&r yang mengandung 'edian. ?&nt&h( Sk&r berikut ini menun"ukkan usia /; &rang guru 2gama 4slam yang bertugas pada Sek&lah 1asar #egri di suatu >ecamatan( mengandung

+9 +6 +8 +- ,) +8 +/ +6 +9 ,; +7 +8 +9 ,; +/ +, ,) +6 +9 +8

,) +- +8 +7 +8 ,; +6 +, +7 +8 +9 +6 +/ +8 +- +7 ,) +8 +9 +6 +8

+9 +7 +/ +6 ,; +/ +9 +8 +8

Untuk mencari 'edian dari data semacam ini$ terlebih dahulu kita siapkan Tabel 1istribusi frekuensinya$ terdiri dai lima k&l&m. >&l&m )( sk&r usia$ k&l&m +( tanda atau "ari$ k&l&m ,( frekuensi$ k&l&m -( frekuensi kumulatif yang dihitung dari ba ah$ dan k&l&m /( frekuensi kumulatif yang dihitung dari atas. Setelah Tabel 1istribusi Brekuensinya kita selesaikan pembuatannya$ maka langkah berikutnya secara berturut-turut adalah( ). %ertama-tama data kita bagi men"adi dua bagian yang sama besar$ yaitu masing-masing sebesar )I+#= pada pertengahan distribusi itulah 'edian yang kita cari. >arena # A /;$ maka )I+# A K @ /; A +/ (+/ &rang guru 2gama 4slam). %erhatian kita arahkan pada k&l&m - Tabel ,.8. Titik pertengahan data sebesar +/ itu terkandung pada frekuensi kumulatif ,;. 1engan demikian kita dapat mengatakan bah a nilai pertengahan Usia .uru 2gama 4slam itu terletak pada sk&r +8$ atau sk&r yang mengandung 'edian adalah sk&r +8. +. >arena sk&r yang mengandung 'edian adalah sk&r +8$ maka dengan mudah dan cepat dapat kita ketahui( a. C& er limitnya$ yaitu( +8 F ;$/ A +9$/;= "adi ) A +9$/; b. Brekuensi aslinya (fi) A )+ c. Brekuensi kumulatif yang terletak di ba ah sk&r yang mengandung 'edian (fkb) yaitu A )6. ,. 1engan diketahuinya l$ fi dan fkb maka dengan mensubtitusikannya ke dalam rumus pertama$ dapat kita per&leh 'ediannya(

) N f M#n = ) + + fi
= +9$/; +

"

= +9$/; +

(+/ )6) )+

8 = +9$/; + ;$/6, )+

A +8$;6, (dapat dibulat men"adi( +8). T25DC ,.8. 1istribusi Brekuensi untuk 'encari 'edian (#ilai rata-rata %ertengahan) Usia dari se"umlah /; Erang .uru 2gama 4slam #ilai (*) ,) ,; +7 +6 +8 +9 +/ ++, T&tal TandaI"ari-"ari IIII IIII IIII IIII II IIII IIII II IIII III IIII III II f / 8 )+ 6 / , + /; A # fkb /; A # -9 -+ ,8 ,; )6 ); / + fka 6 ), +; ,+ -; -/ -6 /; A # -

Selan"utnya kita gunakan rumus yang kedua untuk mencari 'edian dari data di atas. %erhatian kita arahkan kepada >&l&m / Tabel ,.8. ). Titik pertengahan data terletak pada)I+ # yaitu K @ /; A +/. dalam frekuensi kumulatif yang dihitung dari atas (fka)$ titik pertengahan data sebesar +/ itu terkandung pada fka sebesar ,+. 1emikian dapat kita ketahui sk&r yang mengandung 'edian$ yaitu sk&r +8. +. >arena sk&r yang mengandung 'edian adalah +8$ maka dengan mudah dapat kita ketahui(

a. 5atas 2tas #yata dari sk&r yang mengandung 'edian$ yaitu( +8 : ;$/; A +8$/;= atau( u A +8$/;. b. Brekuensi kumulatif yang terletak di atas sk&r yang mengandung 'edian (fka) adalah +;$ "adi fka A +;. c. Brekuensi aslinya atau frekuensi dari sk&r yang mengandung 'edian adalah A )+= "adi fi A )+. ,. 1engan diketahuinya= u$ f i$ dan fka maka dengan mensubstitusikannya ke dalam rumus kedua dapat diper&leh 'ediannya(

) N f ) ( M#n = u +
"

fi

= +8$/;

( +/ +; )
)+

A +8$/; F /I)+ A +8$/; F ;$-)8 A +8$;6, (dapat dibulatkan men"adi +8). +. ?ara 'encari #ilai Rata-rata %ertengahan untuk 1ata >el&mp&kkan. ?ara menghitung dan "alan pikiran yang ditempuh untuk menghitung atau mencari nilai rata-rata pertengahan dari data kel&mp&kan adalah sama sa"a dengan apa yang telah dikemukakan di atas. Cetak perbedaannya adalah$ "ika pada data tunggal kita tidak perlu menghitung inter7al class (i)$ sedangkan pada data kel&mp&kkan kelas interval (i)$ itu harus ikut diperhitungkan$ sehingga rumus di atas tadi berubah men"adi( 'dn A ) :

( )+ N f ") xi dan 'dn A u - ( )+ N f a ) xi


fi fi

'dn A median l A l& er limit (batas ba ah nyata dari interval yang mengandung

median) fkb fka fi u fka # A frekuensi kumulatif yang terletak di ba ah interval mengandung median A frekuensi kumulatif yang terletak di atas interval yang mengandung median A frekuensi aslinya (frekuensi interval yang mengandung 'edian) A upper limit (batas atas interval yang mengandung median) A frekuensi kumulatif yang terletak di atas interval yang mengandung 'edian. A Num"er of Cases ?&nt&h( 'isalkan );; &rang sis a 'adrasah Tsana iyah menempuh D5T2 dalam bidan studi 5ahasa 2rab. 1istribusi #ilai mereka adalah sebagaimana tertera pada tabel ,.6 k&l&m ) dan +. <ika kita ingin mencari 'edian-nya menggunakan dua buah rumus yang telah dikemukakan di atas$ maka kita perlu menyiapkan tabel perhitungannya sebagai berikut(

T25DC ,.6.8a"el !erhitun$an untu mencari me#ian nilai hasil 9-8a #alam "ahasa ara" yan$ #ii utu /** oran$ siswa M8s 4nterval nilai 9/-97 9;-9//-/7 f 9 ++/ fkb );; 78; Bka 9 ,; //

/;-/-/--7 -;--,/-,7 ,;-,+7-+/ +;-+T&tal

)/ ); 9 / , + );;

-/ ,; +; )7 / + -

8; 6; 69 7) 7/ 76 );; -

(a) %erhitungan 'edian 1ata >el&mp&kan dengan Rumus %ertama( Cangkah-langkahnya adalah sebagai berikut( 'encari letak pertengahan distribusi data$ yaitu )I+#= karena # A );;$ maka K # A /;. %erhatikan Tabel ,.6 k&l&m ,. Cetak pertengahan data adalah pada frekuensi kumulatif sebesar 8;. 1engan demikian $ interval nilai yang mengandung 'edian adalah interval nilai /9-/7. >arena nilai interval yang mengandung 'edian adalah //-/7$ maka dengan cepat dapat kita ketahui( l A /-$/;= f i A +/= sedangkan fki A -/. 2dapun interval kelasnya (sebagaimana dapat diamati dari tabel ,.6.) adalah /. >arena )I+# sudah kita ketahui$ demikian "uga l$ f i$ fkb$ dan i$ pun telah kita ketahui$ maka dengan mensubstitusikannya ke dalam rumus pertama$ dapat diper&leh 'ediannya( 'dn A ) :

( )+ N f ") xi
fi
/ x/ = /-$/; +) = //$/; +/

'dn A /-$/; :

(b) %erhitungan 'edian untuk 1ata >el&mp&kan dengan Rumus >edua. Cangkah-langkahnya adalah sebagai berikut( 'encari letak pertengahan distribusi data$ yaitu )I+#= karena # A );;$ maka K # A /;.

%erhatikan Tabel ,.6 k&l&m -. Cetak pertengahan data adalah pada frekuensi kumulatif sebesar //. 1engan demikian $ interval nilai yang mengandung 'edian adalah interval nilai //-/7. >arena nilai interval yang mengandung 'edian adalah //-/7$ maka dengan cepat dapat kita ketahui( u A /7$/;$ fka A ,;$ sedangkan i A /. >ita substitusikan dalam rumus kedua(

) N f ) ( 'dn A u- + xi
a

fi

'dn A /7$/; :

);; x/ = /7$/; - = //$/; +/

?. Penggunaan Nilai Rata-rata Pertengahan (Median


#ilai Rata-rata %ertengahan atau 'edian kita cari atau kita hitung$ apabila kita berhadapan dengan kenyataan seperti disebutkan berikut ini( )) >ita tidak memiliki aktu yang cukup luas atau l&ngggar untuk menghitung #ilai Rata-rata 0itung ('ean)-nya. +) >ita tidak ingin memper&leh nilai rata-rata dengan tingkat ketelitian yang tinggi$ melainkan hanya sekedar ingin mengetahui$ sek&r atau nilai yang merupakan nilai pertengahan dati data yang sedang kita teliti. ,) 1istribusi Brekuensi data yang sedang kita hadapi itu bersifat a-simetris (tidak n&rmal). -) 1ata yang sedang kita teliti itu tidak akan dianalisa secara lebih dalam lagi dengan mempergunakan ukuran statistik lainnya. ". Ke$aikan dan kelemahan median >ebaikan yang dimiliki &leh 'edian sebagai ukuran rata-rata ialah$ 'ediannya dapat diper&leh dalam sifatnya kurang teliti. aktu yang singkat$ karena pr&ses perhitungannya sederhana dan mudah. 2dapun kelemahannya ialah$ 'edian sebagai ukuran rata-rata

3. Modus (Mode)

A. Pengertian M#dus '&dus adalah suatu sek&r atau nilai yang mempunyai frekuensi paling banyak= dengan kata lain( sek&r atau nilai yang mempunyai frekuensi maksimal dalam suatu distribusi data. B. &ara Mencari M#dus /: Cara mencari mo#us #ata tun$$al 'encari m&dus dengan data tunggal dapat dilakukandengan sangat mudah sekali$ yaitu dengan memeriksa (mencari) diantara sk&r yang ada$ yang memiliki frekuensi yang paling banyak itulah yang disebut '&dus. ?&nt&h( 'isalkan data tentang usia /; &rang guru 2gama 4slam yang tercantum pada tabel ,.8 dapat kita cari m&dusnya sebagai berikut( TAB)* +.,. Tabel 1istribusi Brekuensi untuk 'encari '&dus dari 1ata yang tertera pada Tabel ,.8. Usia (*) ,) ,; +7 +6 '& (+8) +9 +/ ++, T&tal

f / 8 ()+) A f maksimal 6 / , + /; A #

'&dus untuk data di atas adalah usia +8 tahun. 'engapa demikian3 Sebab dari se"umlah /; &rang .uru 2gama 4slam tersebut$ yang paling banyak adalah berusia +8 tahun. 3: Cara Mencari Modus untuk Data Kelompokan Untuk mencari '&dus dari 1ata >el&mp&kan$ digunakan rumus sebagai berikut(

'& A l :

( fa + f" )

( fa )

xi atau '& A u -

( f" )
fa + ;"

xi

'& A m&dus l A l& er limit (batas ba ah nyata dari interval nilai yang mengandung m&dus) fa A frekuensi yang terletak diatas m&dus fb A frekuensi yang terletak diba ah m&dus u A upper limit (batas atas nyata dari interval nilai yang mengandung m&dus) i A interval class ?&nt&h( #ilai yang berhasil dicapai &leh -; &rang mahasis a dalam mata kuliah 4lmu %erbandingan 2gama adalah sebagai berikut( T25DC ,.);. #ilai 0asil U"ian Semester 'ata >uliah 4lmu

%erbandingan 2gama dari -; Erang 'ahasis a

4interval #ilai 6/ F 67 6; -68/ F 87 8; F 89/ F 97 (9; F 9-) // F /7 /; F /-/ F -7 -; F -,/ F ,7 T&tal

B + + , / ();) / , + ) -; A #

1ari Tabel ,.); dapat diketahui$ interval nilai yang mengandung '&dus adalah interval nilai tersebutlah yang memiliki frekuensi paling banyak. 1engan diketahuinya interval yang mengandung '&dus$ maka berturut-turut dapat kita ketahui( l& er limitnya (l) A /7$/;= upper limitnya (u) A 9-$/;= fa A /= dan fb A /= 2dapun i A /. 1engan mensubstitusikan ke dalam rumus pertama dan rumus kedua$ maka dengan mudah dapat kita ketahui '&dus dari data tersebut( 4umus Pertama: '& A l :

( fa + f" )

( fa )

xi A /7$/; :

( / + /)

( /)

x/

A /7$/; : +$/; A 9+ 4umus <e#ua: '& A u -

( f" )
fa + ;"

xi A 9-$/; -

( / + /)

( /)

x/

A 9-$/; F +$/; A 9+ (0asilnya sama)

&. Penggunaan M#dus 'encari '&dus kita lakukan apabila kita berhadapan dengan kenyataan sebagai berikut( )) >ita ingin memper&leh nilai yang menun"ukkan aturan rata-rata dalam aktu yang paling singkat. +) 1alam mencari nilai yang menun"ukkan ukuran rata-rata itu kita meniadakan fakt&r ketelitian$ artinya( ukuran rata-rata itu kita kehendaki hanya bersifat kasar sa"a. ,) 1ari data yang sedang kita teliti (kita cari '&dusnya) kita hanya ingin mengetahui ciri khasnya sa"a.

". Ke$aikan dan kelamahan M#dus >ebaikan '&dus ialah$ dapat men&l&ng diri kita untuk dalam dari data yang kita hadapi. 2dapun kelemahannya ialah kurang teliti$ karena '&dus terlalu mudah atau terlalu gampang diper&leh (dicapai). Selain itu$ "ika frekuensi maksimal yang terdapat dalam distribusi frekuensi data yang kita teliti itu lebih dari satu buah$ maka akan kita per&leh '&dus yang banyaknya lebih dari satu buah. >emungkinan lainnya$ bisa ter"adi bah a dalam suatu distribusi frekuensi tidak dapat kita cari atau tentukan '&dusnya$ disebabkan karena semua sek&r yang ada mempunyai frekuensi yang sama. Lalhasil$ sebagai salah satu ukuran rata-rata$ '&dus sifatnya labil (tidak stabil). aktu yang paling singkat memper&leh ukuran rata-rata yang merupakan ciri khas

4. Saling Hubungan antara mean, median dan modus


1alam keadaan khusus F yaitu dalam keadaan distibusi frekuensi data yang kita selidiki berikut= a. 'ean A 'edian A '&dus b. '&dus A , 'edian F + 'ean bersifat n&rmal (Asimetris) F maka akan kita temui keadaan sebagai

%erhatikan c&nt&h berikut ini( 4nterval #ilai 8;-89/-97 f + * 8+ 98 @H ::, f@H :6 :)+ fk(b) 9-A# 9+ fk(a) + 9

9;-9//-/7 /;-/-/--7 -;--,/-,7 ,;-,T&tal

7 ); )); 7 + 9-A#

9+ /8 (/+)'H -8 -+ ,8 ,+ -

:+ :) ; -) -+ -, --

:)6 :); ; -); -)6 -)+ -6 ;AMf@H

/6 -7 ,7 +/ )/ 9 + -

)/ +/ ,7 -7 /6 9+ 9-A# -

1engan memperhatikan distribusi frekuensi dari data yang disa"ikan di atas ini kita tahu bah a data tersebut di atas memiliki distribusi frekuensi yang bersifat simetris. <ika data tersebut kita hitung 'ean$ 'edian$ dan '&dusnya. 'ka baik 'ean$ 'edian$ maupun '&dus akan berada pada satu titik$ dengan kata lain( 'ean A 'edian A '&dus.
( fx G ) ( ;) = /+ + (9-) (N )

M = M G+i

A /+ : ; A /+

) Nf + M#n = ) + fi ) Nf + M#n = u fi

"

Xi

= -7$/; +

(,+ +/) X / A -7$/; : +$/; A /+ )-

Xi

= /-$/;

(,+ +/) X / A -7$/; - +$/; A /+ )-

Mo = ) +

fa ); Xi = -7$/; + X / A -7$/; : +$/; A /+ fa + f" ); +); f" ); Xi = /-$/; X / A /-$/; F +$/; A /+ fa + f" ); +);

Mo = u

'&dus A , 'dn F + ' A (, @ /+) F (+ @ /+) A )/9 F );- A /+

5. Quartile, Decile dan Percentile sebagai Ukuran Penentuan Letak Nilai Selain Median
1alam pembicaraan tentang 'edian telah dikemukakan bah a selain dikenal sebagai #ilai Rata-rata %ertengahan atau #ilai Rata-rata %&sisi Tengah$ 'edian "uga dikenal sebagai #ilai Rata-rata Cetak atau Ukuran Rata-rata Cetak. Sebagai salah satu ukuran Rata-rata$ 'edian telah menun"ukkan kepada kita$ nilai berapakah yang telah membagi distribusi data men"adi dua bagian demikian rupa$ sehingga diba ah median terdapat K # dan di atasnya "uga K #. 1engan kata lain$ 'edian memberikan petun"uk pada kita$ di mana letak nilai pertengahan yang membagi distribusi data ke dalam dua bagian yang sama besar. >ecuali 'edian$ dalam dunia statistic "uga dikenal adanya ukuran penentuan letak nilai lainnya$ yaitu( =uartile% >ecile% dan Percentile$ ketiganya akan dibicarakan pada uraian selan"utnya. 2. Nuartile 4stilah Nuartile atau >uartil dalam kehidupan kita sehari-hari lebih dikenal dengan istilah kuartal. 1alam dunia statistic yang dimaksud dengan Nuartile$ ialah( titik atau sk&r atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi ke dalam empat bagian yang sama besar$ yaitu masing-masing sebesar O #. <adi di sini kita akan "umpai tiga buah Nuartile$ yaitu Nuartile pertama (N ))$ Nuartile kedua (N+)$ dan Nuartile ketiga (N,). >etiga Nuartile inilah yang membagi seluruh distribusi frekuensi dari data yang kita selidiki men"adi empat bagian yang sama besar$ masing-masing sebesar O #$ seperti terlihat di ba ah ini(

O# N)

O# N+

O# N,

O#

<alan pikiran serta m&de yang digunakan adalah sebagaimana yang telah kita lakukan pada saat kita menghitung 'edian. 0anya sa"a$ kalau 'edaian membagi seluruh distribusi data men"adi dua bagian yang sama besar$ maka Nuartile membagi seluruh distribusi data men"adi empat bagian yang sama besar. <ika kita perhatikan kurva tadi$ maka daptat ditarik pengertian bah a N+ adalah sama dengan 'edian ( +I- # A K #). Untuk mencari N)$N+$ dan N, menggunakan rumus sebagai berikut( Untuk data tunggal Nn A ) :

(n - N f ")
fi

Untuk data kel&mp&k NnA l :

( n - N f ") xi
fi

Nn A Nuartile yang ke-n. >arena titik Nuartile ada , buah$ maka n dapat diisi dengan bilangan( )$ +$ dan ,. l A C& er limit (batas ba ah nyata dari sk&r atau interval yang Nn). # A #umber &f cases mengandung Nn. fi A frekuensi aslinya (yaitu frekuensi dari sk&r atau interval yang Nn). mengandung fkb A frekuensi kumulatif yang terletak di ba ah sk&r atau interval yang mengandung

A interval class atau kelas interval.

?atatan( 4stilah sk&r berlaku untuk 1ata Tunggal. 4stilah interval berlaku untuk 1ata >el&mp&k.

5erikut ini akan dikemukakan masing-masing sebuah perhitungan Nuartile ke-)$ ke-+$ dan ke-, untuk 1ata Tunggal dan 1ata >el&mp&kan. )) ?&nt&h %erhitungan Nuartile untuk 1ata Tunggal 'isalkan dari 9; &rang Sis a '2# <urusan 4%2 diper&leh nilai hasil D5T2 bidang studi Bisika sebagaimana tertera pada tabel distribusi frekuensi berikut ini (periksa k&l&m ) dan +). <ika kita ingin mencari N)$ N+$ dan N, (artinya( data tersebut akan kita bagi men"adi empat bagian yang besar)$ maka pr&ses perhitungannya adalah sebagai berikut( T25DC ,.)). 1istribusi #ilai 0asil D5T2 dalam 5idang Studi Bisika dari 9; &rang Sis a '2# <urusan 4%2 dan perhitungan N)$ N+$ dan N,.

#ilai (*) -9 -/ --, -+ -) -;

f + + , / fi (6) ); fi ()+) 9; A # /6 /9 /, -6 -; ,;

fkb

N, N+ N)

,7 ,6 ,8 ,9 ,/ -

fi (9) / + )

)6 )+ 8 , )

Titik N) A O # A O @ 9; A )/ (terletak pada sk&r ,7). 1engan demikian dapat diketahui( l A ,6$/;= fi A 9= fkb A )+.

) N f =) = ) + f?
-

"

= ,6$/; )/ )+ = ,6$/; + ;$/ = ,7 9

Titik N+ A +I- A +I-.9; A ,; (terletak pada sk&r -;). 1engan demikian dapat diketahui( l A ,7$/;= fi A )+$fkb A )6.

+ N f =) = ) + f?
-

"

= ,7$/; ,; )6 = ,7$/; + )$; = -;$/; )+

Titik N, A ,I- A ,I-.9; A -/ (terletak pada sk&r -+). 1engan demikian dapat diketahui( l A -)$/;= fi A 6$ fkb A -;.

, N f =) = ) + f?
+) ,)

"

= -)$/; -/ -; = -)$/; + ;$9+/ = -+$)+/ 6

-) ?&nt&h %erhitungan Nuartile untuk 1ata >el&mp&kan 'isalkan dari 6; &rang sis a '2# <urusan 4%S diper&leh sk&r hasil D5T2 dalam bidang studi tata buku sebagaimana disa"ikan pada tabel distribusi frekuensi berikut ini (Cihat >&l&m ) dan +)$ <ika kita ingin mencari N)$ N+$ dan N,$ maka pr&ses perhitungannya adalah sebagai berikut( Titik N) A O # A O @ 6; A +; (terletak pada interval ,/-,7). 1engan demikian dapat diketahui( l A ,-$/;= fi A 8= fkb A ),= i A /.

) N f =) = ) + f?
-

"

= ,-$/; +; ), = ,-$/; + / = ,7$/; 8

Titik N+ A +I- A +I-.6; A -; (terletak pada interval -/--7). 1engan demikian dapat diketahui( l A --$/;= fi A)8= fkb A ,/= i A /.

+ N f =+ = ) + f?
-

"

= --$/; -; ,/ = --$/; + )$-8 = -/$78 )8

Titik N, A ,I- A P.6; A 9; (terletak pada interval //-/7). 1engan demikian dapat diketahui( l A /-$/;= fi A 8= fkb A /7= i A /.

) N f =, = ) + f?

"

= /-$/; 9; /7 = /-$/; + ;$8) = //$+) 8

T25DC ,.)+. 1istribusi Brekuensi Sk&r-sk&r 0asil D5T2 5idang Studi Tata 5uku dari 6; &rang Sis a '2# <urusan 4%S$ 5erikut %erhitugan N)$ N+$ dan N,. #ilai (*) 8;-89/-97 9;-9//-/7 /;-/-/--7 -;--,/-,7 ,;-,+/-+7 +;-+T&tal f , / 9 8 8 )8 )/ 8 9 / + 6; A # 6; 88 8+ 99 /7 /+ ,/ +; ), 8 + fkb

N, N+ N)

1iantara kegunaan Nuartile adalah untuk mengetahui simetris (n&rmal) atau a simetris suatu kurva. 1alam hal ini pat&kan yang kita gunakan adalah sebagai berikut( ). <ika N,-N+ A N+ F N) maka kurvanya adalah ur7a normal,

+. <ika N, F N+ Q N+-N) maka ur7a 2ulin$ !ositif @ ur7a mirin$A"erat e iri:, ,. <ika N,-N+RN+-N) maka anan:, 5. 1ecile 1ecile atau desil ialah( titik atau nilai atau sk&r yang membagi seluruh frekuensi dari data yang kita selidiki ke dalam ); bagian yang sama besar$ yang masing-masing adalah sebesar )I); #. <adi di sini kita "umpai sebanyak sembilan buah titik 1ecile$ dimana kesembilan buah decile itu membagi distribusi frekuensi ke dalam ); bagian yang sama besar. Cambang dari 1ecile adalah 1. <adi 7 buah titik 1ecile dimaksud di atas adalah titik-titik(1)$ 1+$ 1,$ 1-$ 1/$ 19$ 18$ 16$ dan 17. %erhatikan >urva di ba ah ini( ur7a 2ulin$ ne$ati7e @ ur7a mirin$A"erat e

1)

1+

1,

1-

1/

19

18

16

17

Untuk mencari 1ecile$ digunakan rumus sebagai berikut( Untuk data tunggal( 1n A ) :

( n); N f ")
fi

Untuk data kel&mp&kan(

n N f ") ( 1n A l : ); xi fi

1n A 1ecile yang ke-n. (di sini dapat diisi dengan bilangan( )$ +$ ,$ -$ /$ 9$ 8$ 6$ dan 7 l A C& er limit (batas ba ah nyata dari sk&r atau interval yang mengandung 1n). # A #umber &f cases fkb A frekuensi kumulatif yang terletak di ba ah sk&r atau interval yang mengandung 1n. fi A frekuensi aslinya (yaitu frekuensi dari sk&r atau interval yang mengandung 1n). /: Contoh Perhitun$an untu >ata 8un$$al 'isalkan kita ingin mencari decile ke-)$ ke-/$ dan ke-7 atau 1)$ 1/$ 17 dari data yang tertera pada Tabel ,.)).$ yang telah dihitung N )$ N+$ dan N,nya itu. 'encari 1)( Titik 1) A )I); # A )I); @ 9; A 9 (terletak pada sk&r ,8). 1engan demikian dapat diketahui( l A /$/;= fi A -= dan fkb A ,.

) N f ); >) = ) + fi
'encari 1/(

"

= ,9$/; + 9 , = ,9$+/ -

Titik 1/A /I); # A /I); @ 9; A ,;(terletak pada sk&r -;). 1engan demikian dapat diketahui( l A,7$/;= fi A)+= dan fkb A )6.

/ N f ); >) = ) + fi

"

= ,7$/; + ,; )6 = -;$/; )+

Titik 17 A 7I); # A 7I); @ 9; A/- (terletak pada sk&r --). 1engan demikian dapat diketahui( l A-,$/;= fi A ,= dan fkb A /,.

7 N f ); >) = ) + fi

"

= -,$/; + /- /, = -,$)8 ,

T25DC ,.),. %erhitungan 1ecile ke-)$ ke-/$ dan ke-7 dari data yang tertera pada tabel ,.)). #ilai (*) -9 -/ --, -+ -) -; ,7 ,6 ,8 ,9 ,/ f + + (,) fi / 6 ); ()+) fi 9 / (-) fi + ) 9; A # /6 /9 /, -6 -; ,; )6 )+ 8 , ) fkb

17 fkb 1/ fkb 1) fkb

3: Contoh Perhitun$an >ecile untu >ata <elom!o an 'isalkan kita ingin mencari 1, dan 18 dari data yang tercantum pada Tabel ,. )+.$ pr&ses perhitungannya adalah sebagai berikut( Tabel ,.)-. %erhitugan 1ecile ke-, dan 1ecile ke-8 dari 1ata yang Tertera pada Tabel ,.)+. #ilai (*) 8;-89/-97

f , / 6; 88

fkb

9;-9//-/7 /;-/-/--7 -;--,/-,7 ,;-,+/-+7 +;-+T&tal 'encari 1,(

9 8 fi (8) )8 f ()/) 8 9 / + 6; A #

8+ 99 (/7) /+ (,/) +; ), 8 + -

18 fkb 1, fkb

Titik 1, A ,I); # A ,I); @ 6; A +- (terletak pada interval -;---). 1engan demikian dapat kita ketahui( l A ,7$/;= fi A )/= fkb A +;.
, N f ); >, = l + fi
= ,7$/; +
"

xi = ,7$/; + +- +; x/ )/

+; = ,7$/; +)$,, = -;$6, )/

'encari 18( Titik 18 A 8I); # A 8I); @ 6; A /9 (terletak pada interval /;-/-). 1engan demikian dapat kita ketahui( l A -7$/;= fi A 8= fkb A /+.
8 N f ); >, = l + fi
= -7$/; +
"

xi = -7$/; + /9 /+ x/ 8

+; = -7$/; + +$69 = /+$,9 8

1i antara kegunaan 1ecile ialah untuk mengg&l&ng-g&l&ngkan suatu distribusi data ke dalam sepuluh bagian yang sama besar$ kemudian menempatkan sub"ek-sub"ek penalitian ke dalam sepuluh g&l&ngan tersebut. ?. %ercentile

%ercentile atau persentil yang biasa dilambangkan %$ adalah titik atau nilai yang membagi distribusi data yang membagi seratus bagian yang sama besar. >arena itu persentil sering disebut ukuran per-seratus-an. Titik yang membagi distribusi data ke dalam seratus bagian yang sama besar itu ialah titik-titik( %)$ %+$ %,$ %-$ %/$ %9$ ...dan seterusnya sampai dengan %77. <adi di sini kita dapati sebanyak 77 titik persentil yang membagi seluruh distribusi data ke dalam seratus bagian yang sama besar$ masing-masing sebesar )I);;# atau )S$ seperti terlihat pada kurva di ba ah ini(

%)

%+/

%/;

%8/

%77

Untuk mencari percentile digunakan rumus sebagai berikut( Untuk data tunggal
n );; N f " %n A ) : fi

Untuk data >el&mp&k


n );; N f " %n A l : @i fi
%n A %ercentile yang ke-n (di sini n dapat di isi dengan bilangan-bilangan )$ +$ ,$

-$ /$ dan seterusnya sampai dengan 77). l # A l& er limit (5atas 5a ah #yata dari sk&r atau interval yang mengandung %ercentile ke-n). A #umber &f cases. mengandung percentile ke-n. fi i A frekuensi dari sk&r atau interval yang mengandung %ercentile ke-n. A interval class atau kelas interval. fkb A frekuensi kumulatif yang terletak di ba ah sk&r atau interval yang

TAB)* +.!-. %erhitungan percentile ke-/$ %ercentile ke-+;$ dan %ercentile ke8/ dari data yang tertera pada Tabel ,.),. #ilai (*) -9 -/ --, -+ -) -; ,7 ,6 ,8 ,9 ,/ /: Contoh Mencari Percentile untu f + 9; A # + /6 , /9 / /, (6) fi -6 ); -; )+ ,; 9 )6 (/) fi )+ 8 (+) fi , ) ) >ata 8un$$al fkb

%8/ fkb %+; fkb %/ fkb

'isalkan ingin kita cari %ercentile ke-/ (%/)$ %ercentile ke-+;$ dan %ercentile ke-8/$ dari data yang disa"ikan pada Tabel ,.),. yang telah dihitung 1ecilnya itu. ?ara menhitungnya adalah sebagai berikut( 'encari %ercentile ke-/ (%/) Titik %/ A /I);; # A /I);; @ 9; A , (terletak pada sk&r ,9). 1engan demikian( l A ,/$/;= fi A += sedangkan fkb A ).
/ Nf );; P/ = ) + fi
"

= ,/$/; + , ) = ,/$/; + ) = ,9$/; +

'encari %ercentile ke-+; (%+;)(

Titik %+; A +;I);; # A +;I);; @ 9; A )+ (terletak pada sk&r ,6). 1engan demikian( l A ,8$/;= fi A /= sedangkan fkb A 8. 'encari %ercentile ke-8/ (%8/)( Titik %8/ A 8/I);; # A 8/I);; @ 9; A -/ (terletak pada sk&r -+). 1engan demikian( l A -)$/;= fi A 6= sedangkan fkb A -;.

8/ Nf );; P8/ = ) + fi

"

= -)$/; + -/ -; = -)$/; + ;$9+/ = -+$)+/ 6

3: Cara Mencari Percentile untu >ata <elom!o an 'isalkan kembali ingin kita cari %,/ dan %7/ dari data yang disa"ikan pada Tabel ,.)-. 'encari %,/( Titik %,/ A ,/I);; # A ,/I);; @ 6; A +6 (terletak pada sk&r -;---). 1engan demikian( l A ,7$/;= fi A )/= fkb A +; sedangkan i A /.
,/ );; N f " xi = ,7$/; + +6 +; x/ = -+$)8 %,/ A l : fi )/

'encari %7/( Titik %7/ A 7/I);; # A 7/I);; @ 6; A 89 (terletak pada sk&r 9/-97). 1engan demikian( l A 9-$/;= fi A /= fkb A 8+ sedangkan i A /.
7/ );; N f " xi = 9-$/; + 89 8+ x/ = 96$/; %7/ A l : fi /

T25DC ,.)9. %erhitungan %ercentile ke-,/ dan %ercentile ke-7/ dari 1ata yang Tertera %ada Tabel ,.)-.

#ilai (*) 8;-89/-97 9;-9//-/7 /;-/-/--7 -;--,/-,7 ,;-,+/-+7 +;-+T&tal

f , (/) fi 9 8 8 )8 fi ()/) 8 9 / + 6; A # 6; A # 88 8+ 99 (/7) /+ (,/) +; ), 8 + -

fkb %7 fkb

% fkb

>egunaan %ercentile dalam dunia pendidikan adalah( ). Untuk mengubah raw score (ra standar). 1alam dunia pendidikan$ salah satu stan#ar# score yang sering digunakan adalah 9le7en Point Scale (skala bebas nilai) atau dikenal pula dengan nama Stan#ar# of 9le7en (nilai standar sebelas) yang laTim disingkat stanel. %engubahan dari raw score men"adi stanel itu dilakukan dengan "alan menghitung( %) F %, F %6 F %+) F %,7 F %9) F %87 F %7+ F %78 dan %77. <ika data yang kita hadapi berbentuk kurva n&rmal (4ngat( n&rma atau standar selalu didasarkan pada kurva n&rmal itu)$ maka dengan ); titik %ercentile tersebut di atas akan diper&leh nilai-nilai standar sebanyak )) buah$ yaitu( nilai-nilai ;$ )$ +$ ,$ -$ /$ 9$ 8$ 6$ 7$ dan );. +. %ercentile dapat digunakan untuk menentukan kedudukan se&rang anak didik$ yaitu( pada %ercentile keberapakah anak didik itu memper&leh kedudukan ditengah-tengah kel&mp&knya. ,. %ercentile "uga dapat digunakan sebagai alat untuk menetapkan #ilai 5atas Culus pada tes atau seleksi. data) men"adi stan#ar# score (nilai

'isalkan se"umlah 6; &rang individu seperti yang tertera pada tabel ,.)9. itu hanya akan diluluskan - &rang sa"a (A -I6 * );;S) dan yang tidak akan diluluskan adalah 89 &rang (A89I6; * );;S A 7/S)$ hal ini berarti bah a %7/ adalah batas nilai kelulusan. 'ereka yang nilai-nilainya berada pada %7/ ke ba ah$ dinyatakan tidak lulus= sedangkan yang di atas % 7/ dinyatakan lulus. 1alam perhitungan di atas telah kita per&leh %7/ A 96$/;= berarti yang dapat diluluskan adalah mereka yang nilainya di atas 96$/; yaitu nilai 97 keatas. 1. Saling 0ubungan antara Nuartile-1ecile 12# %ercentile Sebelum mengakhiri pembicaraan tentang Nuartile$ 1ecile$ dan %ercentile perlu kiranya ditambahkan bah a di antara ketiga ukuran statistik tersebut terdapat saling hubungan$ seperti terlihat di ba ah ini( )) %7; +) %6; ,) %8/ -) %8; /) %9; 9) %/; 8) %-; 6) %,; 7) %+/ );) %+; ))) %); A 17 A 16 A N, A 18 A 19 A 1/ A 1A 1, A N) A 1+ A 1) A N+ A 'edian

6. Nilai Rata-rata Ukur (Geometric Mean)


#ilai Rata-rata Ukur atau .e&metric 'ean biasa diberi lambang .'. Sebenarnya #ilai Rata-rata Ukur sebagai salah satu Ukuran Rata-rata$ "arang sekali digunakan dalam lapangan pendidikan= ia lebih sering digunakan dalam lapangan Psycho!hysica$ &leh karena itu$ akan banyak diantara kita yang

mungkin tidak akan memerlukan atau menggunakannya sama sekali. #amun demkian$ akan mencari .' ini. 2. %engertian #ilai Rata-rata Ukur #ilai Rata-rata Ukur dari sekel&mp&k bilangan ialah( 0asil perkalian bilangan tersebut$ diakar pangkatkan banyaknya bilangan itu sendiri. 1engan demikian$ .' dari dua bilangan adalah sama dengan akar pangkat dua dari hasil perkalian kedua bilangan itu sendiri. .' dari bilangan adalah sama dengan akar pangkat tiga dari hasil perkalian ketiga bilangan itu sendiri= demikian seterusnya...$ atau secara umum dapat dif&rmulasikan sebagai berikut( .' dari # buah bilangan adalah sama dengan akar pangkat # dari hasil perkalian bilangan-bilangan itu dilambangkan dengan *)$ *+$ *, dan *n maka .' dapat kita f&rmulasikan berikut( dalam bentuk rumus sebagai dikemukakan secara singkat mengenai pengertian dan cara

.' A

X ) xX + xX , ........ X n

5. ?ara 'enghitung #ilai Rata-rata Ukur 'isalkan hasil pengukuran yang dilakukan terhadap , sub"ek menun"ukkan angka-angka sebagai berikut( 6$+8 dan )+/. .' dari ketiga bilangan tersebut adalah( .' A
N

X ) xX + xX , ........ X n = , 6 x +8 x)+/ = , +8;;; = ,;

?&nt&h lain$ misalkan kita ingin menghitung .' dari bilangan + dan )6 ("adi di sini # A +)(
GM = + x)6 = ,9 = 9

%erhitungan seperti itu dapat dengan mudah kita lakukan sebab #-nya merupakan bilangan yang cukup kecil (sedikit). <ika # cukup besar$ maka perhitungan seperti di atas sulit dilakukan dan &leh karena itu$ sebaiknya kita gunakan l&garitma. 2dapun rumus untuk menghitung .e&metric mean dengan menggunakan l&garitma adalah sebagai berikut(
Bo$GM =

( l&g X )
N

Sebagai c&nt&h$ misalkan dalam suatu eksperimen yang dilakukan sebanyak / kali diper&leh sk&r sebagai berikut( T25DC ,.)8. Sk&r Dksperimen yang 1ilakukan Sebanyak Cima >ali Dksperimen ke( ) + , / Sek&r )6 ++ 8 );

?ara mencari .'-nya adalah seperti tertera pada Tabel ,.)6.

T25DC ,.)6. %erhitungan .e&metric 'ean dari Sk&r-sk&r !ang 1iper&leh dalam Cima >ali Dksperimen Dksperimen ke-( ) + , / T&tal Sek&r )6 ++ 8 ); C&g * )$)-9) ;$7;,) )$,-+) ;$6-/) )$;;;; /$+,98 A
l&g X

C&g .' A

( l&g X ) = /$+,98 = )$;-8,


N /

1engan demikian .' A anti-l&g )$;-8, A ))$+.

7. Nilai Rata-rata Harmonik (Harmonic Mean)


#ilai rata-rata harm&nik seperti halnya nilai rata-rata ukur$ sangat "arnag digunakan sebagai ukuran rata-rata dalam bidang pendidikan. 5erhubung dengan itu maka pada pembicaraan berikut ini hanya akan diperkenalkan secara sepintas lalu sa"a. 2. %engertian Rata-rata 0arm&nik #ilai rata-rata harm&nik dari sekumpulan bilangan adalah kebalikan dari nilai rata-rata hitung dari kebalikan bilangan yang termasuk dalam kumpulan bilangan tersebut. <ika ungkapan tersebut kita sederhanakan ke dalam bentuk rumus$ maka(
N

0' A

5. ?ara 'enghitung #ilai Rata-rata 0arm&nik 'isalkan kita ingin mencari #ilai Rata-rata 0arm&nik , bilangan$ yaitu bilangan +$ ,$ dan -. <ika bilangan tersebut kita lambangkan dengan( *)$ *+$ dan *,$ maka(
) ) 9 = = X ) + )+ ) ) = = X + , )+

) ) , = = X , - )+

<umlah(

), )+

>arena #A,$ maka nilai rata-rata harm&niknya adalah


N

= +$897, atau A +$6. ) A ), 0' A x )+

Tabel -.)-. %erhitungan 21 dan S1 untuk mengetahui 1aerah yang diytun"uk &leh 21 dan S1 %ada >urva #&rmal 4nterval 86-6; 8/-88 8+-897-8) 99-96 9,-9/ 9;-9+ /8-/7 /--/9 /)-/, -6-/; -/--8 -+--,7--) ,9-,6 ,,-,/ ,;-,+ T&tal f + 9 6 )) ))8 +, ,; +, )8 ))) 6 9 + +;;A #
fx G M = M G + i N

* 87 89 8, 8; 98 99) /6 (//) /+ -7 -9 -, -; ,8 ,,) -

@H :6 :8 :9 :/ ::, :+ :) ...;U -) -+ -, --/ -9 8 6 -

f@H :)9 :+6 :,9 :-; :-:-+ :,:+, U;U -+, -,--+ ----; -,9 -+6 -)9 ;A

@ :+:+) :)6 :)/ :)+ :7 :9 :, U;U -, -9 -7 -)+ -)/ -)6+) -+;A


G

f@ :-6 :6:);6 :)+; :),+ :)+9 :);+ :97 U;U -97 -);+ -)+9 -),+ -)+; -);6 -6--6 )/86 A

@H+ 9-7 ,9 +/ )9 7 ) U;U ) 7 )9 +/ ,9 -7 9-

f@H+ )+6 )79 +)9 +;; )89 )+9 96 +, U;U +, 96 )+9 )89 +;; +)9 )79 )+6 ++99 A ' F + S1 ' F ) S1 A 'ean ' : ) S1 ' : + S1

fx
; = // + , = // +;;

fx

fx

A> =

fx = )/86 = 8$67 = 8$7


N +;;

S> = i

fx
N

G+

fx G N

+ ; = , ++99 = +;; +;;

= , ))$,, ; = , x,$,99 = );$)

' : 21 A // :8$7 A 9+$7 A 9, ' F ) 21 A // F 8$7 A -8$) A -8 1engan demikian kalau sa"a data yang disa"ikan pada tabel -.), itu merupakan nilai hasil T05 yang diikuti &leh se"umlah +;; &rang sis a$ maka ( Sis a yang memper&leh nilai diatas (' : () : 21) A +)S * +;; &rang A -+ &rang Sis a yang nilainya berkisar antara( ' dan (' : T21) A +7S * +;; &rang A /6 &rang Sis a yang nilainya berkisar antara( ' dan (' F ) 21) A +7 S * +;; &rang A -+ &rang Sis a yang nilainya berkisar antara (' F ) 21) dan (' : )21) A /6S * +;; &rang A ))9 &rang ' : ,S1 A // : (,*);$)) A // : ,;$, A 6/$, A 6/ ' : +S1 A // : (+*);$)) A // : +;$+ A 8/$+ A8/ ' : )S1 A // : ()@);$)) A // : );$) A 9/$) A 9/ 'ean UUUUUUUUUUUUUUU...A // ' F )S1 A // F ()*);$)) A // -);$) A --$7 A -/ ' F +S1 A // F (+*);$)) A // F +;$+ A ,-$6 A ,/ ' F ,S1 A // F (,* );$)) A // F ,;$, A +-$8 A +/ 1engan demikian ( Sis a yang memper&leh nilai antara = ' dan (' : )S1) A ,-$),S * +;; &rang A 96 &rang ' dan (' : +S1) A (,-$),S : ),$/7S) * +;; &rang A 7/ &rang ' dan (' : ,S1) A (,-$)+S : ),$/7S : +$+6S) * +;; &rang A );; &rang ' dan (' F )S1) A ,-$),S @ +;; &rang A 96 &rang ' dan (' F +S1) A (,-$),S : ),$/7) * +;; &rang A 7/ &rang

' dan (' F ,S1) A ( ,-$)+S : ),$/7S : +$+6S) @ +;; &rang A );; &rang (' F )S1) dan (' : )S1) A 96$+9S +;; &rang A ),9 &rang (' F +S1) dan (' :+S1) A 7/$--S * +;; &rang A )7) &rang D. Saling 0ubungan antara deviasi Rata-rata dan 1eviasi standar 2ntara deviasi rata-rata dan deviasi standar terdapat saling hubungan sebagai berikut ( 21 A ;$876 S1= sedangkan S1 A )$+/, 21 2rtinya ( - bah a besarnya deviasi rata-rata (21) adalah sekitar ;$876 atau ;$6 kali dari 1eviasi Standar= dan - 5ah a besarnya 1eviasi Standar (S1) adalah sekitar )$+/, atau )$, kali dari 1eviasi rata-rata. ?&balah perrhatikan kembali data yang disa"ikan pada tabel -.- dan tabel -.6. melalui tabel -.- telah kita per&leh 21 A )$9-$ dan melalui tabel -.6 telah kita per&leh S1 sebesar +$;9. dari sini dapat kita bah a (
A> = S> = )$9S> = ;$879 S>$ atau ;$6 alinya>e7iasiS tan #ar +$;9 +$;9 S> = )$+/9 A>$ atau)$, alinya>e7iasi4ata rata. )$9-

%erhatikan pula data yang disa"ikan pada Tabel -./ dan -.7 'elalui perhitungan pada Tabel -./ telah kita per&leh 21 sebesar 7$-9)= sedangkan melalui Tabel -.7 kita per&leh 1eviasi Standarnya (S1) sebesar )+$),. "ika kita cari perbandingan antara 21 dan S1$ maka akan kitya per&leh ( 21 A )+$), S> A ;$8877 S1$ atau ;$6 kalinya 1eviasi satndarnya. S1 A 7$-9) A> A )$+6+ 21$ atau )$, kalinya 1eviasi Rata-rata
)+$), 7$-9)

Tugas %R untuk dikumpulkan tanggal )+ 2pril +;;6$ s&al=s&al n&mer ) sId +; halaman )++ sId )+/ dari bab , buku 2nas Sudiy&n&$ %engantar statistic pendidikan