Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN KADAR HB METODE SAHLI I.

Tujuan Mahasiswa mampu melakukan pengkuran kadar HB dengan metode sahli Landasan Teori Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paruparu ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya ( wikipedia ) Hemoglobin dihidrolisi dengan HCl menjadi globin ferroheme. Ferroheme oleh oksigen yang ada di udara dioksidasi menjadi ferriheme yang akan segera bereaksi dengan ion Cl membentuk ferrihemechlorid yang juga disebut hematin atau hemin yang berwarna cokelat. Warna yang terbentuk ini dibandingkan dengan warna standar (hanya dengan mata telanjang). Untuk memudahkan perbandingan, warna standar dibuat konstan, yang diubah adalah warna hemin yang terbentuk. Perubahan warna hemin dibuat dengan cara pengenceran sedemikian rupa sehingga warnanya sama dengan warna standar.
Pembentukan hematin asam merupakan salah satu cara penetapan hemoglobin secara visual. Darah diencerkan dengan larutan HCl sehingga hemoglobin berubah menjadi hematin asam. Dengan mengencerkan larutan campuran tersebut dengan aquadest sampai waranya sama dengan warna batang gelas standar, kadar hemoglobin dapat ditentukan.

II.

Terdapat bermacam-macam cara untuk menetapkan kadar hemoglobin tetapi yang sering dikerjakan di laboratorium adalah yang berdasarkan kolorimeterik visual cara Sahli . Cara Sahli kurang baik, karena tidak semua macam hemoglobin diubah menjadi hematin asam misalnya karboksihemoglobin, methemoglobin dan sulfhemoglobin . Selain itu alat untuk pemeriksaan hemoglobin cara Sahli tidak dapat distandarkan, sehingga ketelitian yang dapat dicapai hanya 10%. III. Prinsip Kerja Hemoglobin diubah menjadi hematin asam yang berwarna coklat tua dengan bantuan asam klorida(HCl 0,1 N). Dibandingkan warna yang terbentuk dengan batang standar secara visual. Probandus Nama : Rahmat Fahmi Arif Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : Alat dan Bahan a. Alat

IV.

V.

Batang Standar Tabung pengencer Botol coklat berisi HCl 0,1N Pipet HB 0,02 ml Pipet pastur/tetes Batang pengaduk Sikat tabung Lancet Kapas alkohol b. Bahan Aquades Darah kapiler Darah+ Antikoagulan EDTA VI. Cara Kerja 1. Menyiapkan alat dan bahan yang dipelukan 2. Menyiapkan batang standar dan tabung pengencer 3. Memipet HCl sampai angka dua (5 tetes)pada tabung pengencer dengan pipet pastur 4. meletakkan kembali tabung pencer pada batang standar 5. Melakukan pengambilan darah (sampling dengan lancet), 6. Mengisap darah dengan pipet HB sampai garis tanda 20l. hapuslah darah yang menempel diluar pipet. 7. segeralah alirkan darah dari pipet HB kedalam dasar tabung pengencer yang berisi Hcl 0,1N tadi. Jangan sampai terjadi gelembung udara. 8. Campurlah isi tabung itu supaya darah dan Hcl tercampur merata, warna campuran menjadi coklat tua. 9. diamkan slama 10 menit 10. diencerkan dengan menambahkan aquadest setetes demi setetes dan diaduk dengan batang pengaduk sampai larutan berwarna sama dengan batang standar 11. dihitung kadar HB Nilai Normal HB Pria : 14-18 g% Wanita : 12-16 g% Penyebab tinggi dan rendahnya Kadar HB Rendah Hemoglobin yang rendah disebut sebagai anemia. Ada banyak alasan penyebab anemia : 1. Kehilangan darah (luka trauma, operasi, perdarahan kanker usus atau perut

VII.

VIII.

ulkus), 2. Kekurangan gizi (besi, vitamin B12, folat), 3. Masalah sumsum tulang (penggantian sumsum tulang oleh kanker) 4. Penindasan oleh obat kemoterapi 5. Gagal ginjal 6. Hemoglobin abnormal (anemia sel sabit). Tinggi Tingkat hemoglobin yang lebih tinggi dari normal dapat dilihat pada orang yang perokok. Dehidrasi Beberapa penyebab adalah: 1. Penyakit paru-paru lanjutan (misalnya, emfisema), 2. tumor (tertentu) 3. Kelainan dari sumsum tulang yang dikenal sebagai lidah polisitemia rubra, dan 4. Penyalahgunaan obat eritropoietin (Epogen) oleh atlet untuk tujuan doping darah. 5. Dehidrasi (menghasilkan hemoglobin tinggi palsu yang menghilang ketika keseimbangan cairan yang tepat dipulihkan) IX. Hasil Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan diperoleh kadar HB probandus sebesar 12,3 gr% Kesimpulan Berdasarkan perolehan hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa HB probandus cukup rendah berdasarkan nilai normal HB untuk laki-laki, 14-18 gr%

X.