Anda di halaman 1dari 20

PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU

Laporan Penelitian Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Disusun Oleh : Fransisca Elisabeth Noura Nadya Nuansa Ramadhany Savitri Nurul Syifa Zahratul Zannah Rodiyah XI IPA 2

PEMERINTAH KOTA CIMAHI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SMA NEGERI 3 CIMAHI 2014

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .......................................................................................................... 2 KATA PENGANTAR ........................................................................................... 3 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 1.9 Latar Belakang Masalah ............................................................................... 4 Rumusan Masalah ........................................................................................ 4 Tujuan Penelitian ......................................................................................... 5 Ruang Lingkup Kajian ................................................................................. 5 Sumber Data ................................................................................................. 5 Metode Penelitian......................................................................................... 5 Manfaat Penelitian ....................................................................................... 6 Variabel Penelitian ....................................................................................... 6 Sistematika Penelitian .................................................................................. 7

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 2.2 Pengertian Pertumbuhan .............................................................................. 8 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi ........................................................... 10

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 3.2 Metode Kualitatif ....................................................................................... 12 Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 12

3.2.1 Alat dan Bahan ........................................................................................... 14 3.2.2 Langkah-langkah ........................................................................................ 14 3.3 Sumber Data Penelitian .............................................................................. 14

BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 4.2 Hasil Penelitian .......................................................................................... 15 Pembahasan ................................................................................................ 17

BAB 5 PENUTUP 5.1 5.2 Simpulan .................................................................................................... 18 Saran ........................................................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke Hadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah penelitian yang berjudul Pengaruh Media Tanam pada Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Hijau. Makalah ini merupakan hasil observasi yang disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata pelajaran bahasa Indonesia. Makalah ini berisikan penjelasan tentang pengaruh media tanam dalam pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. Dalam pengambilan data, penulis menggunakan metode observasi dengan menggali informasi dari berbagai sumber baik itu berdasarkan tulisan yang dikaji ulang (referensi) maupun melalui internet. Dalam pembuatan makalah ini, penulis tidak lepas dari bantuan beberapa pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, terutama kepada Allah SWT, yang telah memberikan penulis kesempatan dan waktu untuk bisa menyelesaikan makalah ini, dan juga kepada ayah dan ibu penulis, Dra. Rika Hasbah, dan juga kepada teman-teman yang turut membantu dalam memberikan motivasi dan dukungan. Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan dari semua pihak agar dapat menyempurnakan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk para pembaca.

Minggu, 23 Maret 2014

Penulis

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah Pertumbuhan adalah suatu proses pertumbuhan ukuran dan volume serta

jumlah sel secara irreversibel, yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula. Adapun perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan, dan proses ini bersifat kualitatif yang berarti tidak dapat dinyatakan dalam suatu bilangan. Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

tanaman dibedakan menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon. Faktor Eksternal merupakan sesuatu yang memengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan (nutrisi), dan suhu. Kacang hijau atau Phaseolus aureus berasal dari famili Leguminoseae adalah sejenis tanaman budi daya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah pada

penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Adakah pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau? 2. Bagaimana pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau?

3.

Media manakah yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau?

1.3

Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini antara lain. 1. Mengetahui adanya pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau. 2. Mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau. 3. Mengetahui media yang paling efektif untuk pertumbuhan kacang hijau.

1.4

Hipotesis Berdasarkan tujuan diatas, peneliti membuat hipotesis antara lain. 1. Media tanam mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau. 2. Media tanam mempengaruhi kecepatan tumbuh dan perkembangan tanaman kacang hijau. 3. Media yang paling efektif untuk pertumbuhan kacang hijau adalah kapas.

1.5

Sumber Data Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer, sumber data

yang diperoleh langsung sebagai hasil pengamatan peneliti sendiri, yaitu melalui percobaan pada tumbuhan kacang hijau. Penelitian dilakukan mulai hari Senin, tanggal 31 Maret 2014, pada pukul 09.00 WIB. Penelitian dilakukan di rumah.

1.6

Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik

pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik catat yang diamati dari setiap petumbuhan tanaman tersebut.

Adapun kegiatan yang diteliti oleh peneliti adalah pertumbuhan tanaman yang diukur berdasarkan tinggi tanaman tersebut. Catatan data yang diteliti oleh peneliti kemudian diproses menjadi bentuk laporan.

1.7

Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang dirumuskan oleh penulis, antara lain. 1. Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau. 2. 3. Sebagai sumber informasi dalam pengembangan teknologi pertanian. Sebagai media pembelajaran mengenai pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau bagi pembaca. 4. Sebagai media tambahan untuk proses pembelajaran.

1.8

Variabel Penelitian Variabel pada penelitian ini antara lain. 1. Variabel kontrol yaitu variabel yang dibuat sama oleh peneliti. Dalam hal ini yang menjadi variabel kontrol yaitu kecambah kacang hijau, jumlah air, jenis perlakuan, dan jumlah cahaya. 2. Variabel bebas/variabel manipulatif yaitu variabel yang sengaja dibuat tidak sama oleh peneliti. Yang menjadi variabel bebas adalah media tanam yang diberikan pada kacang hijau. 3. Variabel terikat/variabel respon adalah variabel yang terjadi akibat perlakuan variabel bebas. Yang menjadi variabel terikat adalah kecepatan tumbuh kecambah kacang hijau.

1.9

Sistematika Penelitian

BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Ruang Lingkup Kajian 1.5 Sumber Data 1.6 Metode Penelitian 1.7 Manfaat Penelitian 1.8 Variabel Penelitian 1.9 Sistematika Penelitian BAB 2 Landasan Teori 2.1 Pengertian 2.2 Ciri-ciri BAB 3 Metode Penelitian 3.1 Metode Kualitatif 3.2 Teknik Pengumpulan Data 3.3 Desain Penelitian BAB 4 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Kondisi 4.2 Solusi BAB 5 Penutup 5.1 Simpulan 5.2 Saran

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1

Pengertian Pertumbuhan Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran

atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula, sedangkan perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan, tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan. Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran, sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawali sejak terjadi fertilisasi (pemupukkan). Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Kacang hijau (Mung Bean) adalah sejenis tanaman budi daya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polongpolongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah. Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dapat dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai taoge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung

membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mie yang dikenal sebagai soun.

2.2

Jenis-jenis Media Tanaman Tanah (Solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan

bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi, karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak. Sekam adalah bulir padi. Biasanya mengacu pada bulir padi yang telah dipisahkan dari tangkainya (jerami). Sekam adalah hasil tanaman padi yang telah dipisahkan dari tangkainya dengan cara perontokan. Pasir adalah contoh bahan material butiran. Butiran pasir umumnya berukuran antara 0, 0625 sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur. Hanya beberapa tanaman yang dapat tumbuh di atas pasir, karena rongga-rongganya yang besar. Pasir memiliki warna sesuai dengan asal pembentukannya. Kapas adalah serat halus yang menyelubungi biji beberapa jenis Gossypium (biasa disebut "pohon"/tanaman kapas), tumbuhan 'semak' yang berasal dari daerah tropika dan subtropika. Serat kapas menjadi bahan penting dalam industri tekstil. Serat itu dapat dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. Produk tekstil dari serat kapas biasa disebut sebagai katun (benang maupun kainnya).Serat kapas merupakan produk yang berharga karena hanya sekitar 10% dari berat kotor (bruto) produk hilang dalam pemrosesan. Apabila lemak, protein, malam (lilin), dan lain-lain residu disingkirkan, sisanya adalah polimerselulosa murni dan alami. Selulosa ini tersusun sedemikian rupa sehingga memberikan kapas kekuatan, daya tahan (durabilitas), dan daya serap yang unik namun disukai orang.

2.3

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Tanaman Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

tanaman antara lain: 2.3.1 Faktor Internal Gen, Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang tinggi atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen baik dan didukung oleh lingkungan yang sesuai akan memperlihatkan pertumbuhan yang baik. Hormon, hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan. 2.3.2 Faktor Eksternal Air, yang berfungsi untuk proses fotosintesis, mengaktifkan reaksireaksi enzim, membantu proses perkecambahan, menjaga

(mempertahankan) kelembapan, untuk transpirasi, meningkatkan tekanan turgor, sehingga merangsang pemebelahan sel, dan menghilangkan asam asbisat. Suhu/temperatur lingkungan, tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22C-37C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti. Kelembapan udara, kadar air dalam udara dapat memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembap menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat

mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat. Cahaya matahari, sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau).

10

Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan. Nutrien, tumbuhan memerlukan nutrien untuk kelangsungan hidupnya. Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro (makronutrien). Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (mikronutrien). Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molibdenum. Kekurangan nutrien di tanah atau media tempat tumbuhan hidup menyebabakan tumbuhan mengalami defisiensi. Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi tumbuh dan

berkembang dengan tidak sempurna. Kelembapan, kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Jika kondisi lembap dapat dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan membesar.

11

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.1

Metode Kualitatif Metode kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan

cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu, landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.

3.2

Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah hal yang sangat vital dalam suatu penelitian.

Berikut peneliti mengumpulkan data denga cara: 1. Observasi Teknik ini dilakukan dengan mengamati langsung objek yang diteliti, dan akan didapatkan informasi yang diperlukan secara langsung dan cepat. Pengamatan langsung mulai dilakukan selama penelitian berlangsung, dengan mengamati perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada kacang hijau yang ditanam. Penelitian ini dimulai dengan menumbuhkan biji kacang hijau pada empat media tanam yang berbeda. Media tanam yang digunakan adalah tanah, pasir, kapas, dan sekam. Kemudian tanaman tersebut ditempatkan di bawah sinar matahari selama 7 hari. 2. Teknik Pengukuran Teknik ini dilakukan dengan mengukur perubahan tinggi yang terjadi pada tanaman kacang hijau. Pengukuran perubahan tinggi tanaman kacang hijau dilakukan setiap harinya pada sore hari tepatnya pukul 16.00 WIB. Tanaman yang ditumbuhkan disiram setiap pagi pukul 06.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 WIB.

12

3. Pengkajian sumber data sekunder Teknik ini dilakukan dengan mencari dan mengkaji data-data yang diperlukan untuk mendukung penelitian. Terutama dalam hal ini adalah teori-teori. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah bukubuku pelajaran dan internet. Tanaman 1
Media Tanah

Tanaman 2
Media Pasir

Tanaman 3
Media Kapas

Tanaman 4
Media Sekam

Ditumbuhkan di bawah sinar matahari selama 1-7 hari

Diamati pertumbuhannya setiap hari

Panen

13

3.2.1 Alat dan Bahan Alat yang dipergunakan: Gelas bekas Penggaris Kamera

Bahan ; 3.2.2 Kacang Hijau Tanah Air Sekam Kapas Pasir Langkah-langkah

1. Kacang hijau direndam selama semalam. 2. Penanaman biji kacang hijau dimulai 30 Maret 2014 menggunakan 4 buah gelas bekas yang ditanami masing-masing 7 biji. 3. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari. 4. Digunakan teknik pengumpulan data, yaitu dengan menggunakan meteran. 3.3 Sumber Data Penelitian Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer sumber data yang diperoleh langsung sebagai hasil pengamatan peneliti sendiri, yaitu melalui percobaan pada tumbuhan kacang hijau. Penelitian dilakukan mulai hari Senin, tanggal 31 Maret 2014, pada pukul 09.00 WIB. Penelitian dilakukan di rumah Savitri dengan melakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari dan pengukuran setiap hari.

14

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian 1. Tabel Penelitian pada Media Tanam Tanah No 1 2 3 4 5 6 7 Hari/tanggal Senin, 31 Maret 2014 Selasa, 1 April 2014 Rabu, 2 April 2014 Kamis, 3 April 2014 Jumat, 4 April 2014 Sabtu, 5 April 2014 Minggu, 6 April 2014 Tinggi pada Media Tanam Tanah (cm) 2 5 8 11,5 17.8 18.9 20 2.4 7 8 13,6 15 19 21 1.6 6.6 8.6 12,4 14 17 20,7 Rata-rata 2 6 8 12,5 14,5 18 20,57

2. Tabel Penelitian pada Media Tanam Pasir No 1 2 3 4 5 6 7 Hari/tanggal Senin, 31 Maret 2014 Selasa, 1 April 2014 Rabu, 2 April 2014 Kamis, 3 April 2014 Jumat, 4 April 2014 Sabtu, 5 April 2014 Minggu, 6 April 2014 Tinggi pada Media Tanam Pasir (cm) 1 4,3 6 8,4 12,6 16,6 18,5 0,5 1,2 4,8 9 11,5 13,7 15,8 0,8 1,7 6 8,6 11,5 14 16.5 Rata-rata 0,77 2,4 5,6 8,67 11,87 14,77 17,15

15

3. Tabel Penelitian pada Media Tanam Sekam No Hari/tanggal Tinggi pada Media Tanam Sekam (cm) 1 3 6 9,5 13,4 17 19,5 1 3 6 8,6 15 17 19,5 1 3,3 6,3 9,9 17 18,1 19,8 Rata-rata 1 3,1 6,1 9,33 15,13 17,37 19,6

1 Senin, 31 Maret 2014 2 Selasa, 1 April 2014 3 Rabu, 2 April 2014 4 Kamis, 3 April 2014 5 Jumat, 4 April 2014 6 Sabtu, 5 April 2014 7 Minggu, 6 April 2014

4. Tabel Penelitian pada Media Tanam Kapas No Hari/tanggal Tinggi pada Media Tanam Kapas (cm) 0,2 1,3 4,5 8 14,8 16 17 0,3 1,1 4,6 8,1 14,7 16,5 17,2 0,5 1,4 4,5 8,9 14,6 16,2 17,1 Rata-rata 0,33 1,27 4,53 8,33 14,7 16,23 17,1

1 Senin, 31 Maret 2014 2 Selasa, 1 April 2014 3 Rabu, 2 April 2014 4 Kamis, 3 April 2014 5 Jumat, 4 April 2014 6 Sabtu, 5 April 2014 7 Minggu, 6 April 2014

16

4.2

Pembahasan Berdasarkan tabel hasil pengamatan di atas, dapat kita lihat bahwa

tanaman kacang hijau dengan menggunakan media tanam tanah lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan tanaman kacang hijau dengan menggunakan media tanam kapas, pasir, dan sekam. Pada kacang hijau dengan media tanam tanah, kacang hijau tumbuh dengan cepat dan cepat berkecambah. Hal ini disebabkan oleh kandungan yang terdapat dalam tanah yaitu unsur hara (Besi(Fe), Mangaan(Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo), Boron (B), Klor(Cl).) yang dapat mempercepat proses pertumbuhan tanaman. Sedangkan tanaman kacang hijau yang tumbuh paling lambat adalah kacang hijau dengan media tanam kapas. Hal ini dikarenakan kandungan yang terdapat dalam kapas sangat sedikit mengandung unsur-unsur hara yang sangat membantu dalam proses pertumbuhan tanaman. Dari penelitian ini, kami menyimpulkan bahwa hasil penelitian dan teori yang digunakan tidak sama. Hal ini dikarenakan tanah yang peneliti gunakan adalah tanah humus dan peneliti menggunakan kapas yang kualitasnya kurang baik.

17

BAB 5 PENUTUP

5.1

Simpulan Dari hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Media yang paling efektif untuk ditanami oleh tanaman adalah tanah, dikarenakan tanah mengandung unsur hara yang dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 2. Media yang paling tidak efektif untuk pertumbuhan adalah kapas. Dikarenakan kapas tidak mengandung unsur-unsur yang dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

5.2

Saran Hasil penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan menambahkan

media tanam yang digunakan.

18

DAFTAR PUSTAKA

Adhi, Asriady. 2012. Pengaruh Air Detergen Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau. http://asriadi-adhy.blogspot.com/. Diakses pada 5 April 2014 Anggianto, Davy. 2013. Pengaruh Media Tanam terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau. www.prezi.com. Diakses pada 6 April 2014 _________. 2014. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan. http://smakita.net/. Diakses pada 21 Maret 2014

Daftar isi di cek kembali penomoran halamannya Untuk kata pengantar dan daftar isi menggunakan romawi Untuk bab 1-5 menggunakan angka Daftar pustaka penempatannya sesudah bab 5 tidak menggunakan halaman Lampiran tidak menggunakan halaman

19

LAMPIRAN

20