Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Puskesmas Kerjo merupakan suatu bentuk upaya kesehatan masyarakat yang bekerja dalam wilayah Kecamatan Kerjo dengan sepuluh desa sebagai cakupannya. Sebagai pelayanan kesehatan primer, Puskesmas Kerjo memegang peranan cukup besar dalam sistem kesehatan masyarakat setempat. Besarnya tanggungjawab ini memungkinkan munculnya masalah dalam pelaksanaan program kesehatan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan yaitu masalah sanitasi lingkungan, sterilitas alat dan tindakan medis, serta penggunaan alat perlindungan diri (APD .
Penyelenggaraan sanitasi puskesmas merupakan bagian integral dari program puskesmas secara keseluruhan, penerapan sebagai bagian program berdasarkan pada perundangan yang berlaku di dalam puskesmas. Prinsip!prinsip sanitasi, sterilitas, dan penggunaan APD di lingkungan puskesmas bertujuan untuk mencegah dan mengurangi in"eksi nosokomial. #anajemen yang tidak sesuai dengan S$P dapat menimbulkan pengaruh buruk pada kesehatan jasmani, rohani, maupun sosial bagi petugas, penderita, pengunjung, maupun masyarakat sekitar puskesmas. #anajemen pelayanan sanitasi dan sterilitas puskesmas diselenggarakan dalam rangka menciptakan kondisi lingkungan puskesmas yang nyaman dan bersih sebagai pendukung usaha penyembuhan penderita, disamping mencegah terjadinya penularan penyakit in"eksi nosokomial kepada sesama pasien dan orang sehat baik petugas maupun pengunjung. Dengan demikian, penerapan manajemen ini dapat dikatakan sebagai kunci awal untuk mencegah terjadinya in"eksi nosokomial.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, analisis mengenai pelaksanaan sanitasi lingkungan, sterilitas alat dan tindakan medis, serta penggunaan APD di lingkungan Puskesmas Kerjo perlu untuk dilakukan peninjauan ulang. #etode yang digunakan untuk melakukan tinjauan ini adalah dengan menerapkan problem solving cycle (PS% atau siklus pemecahan masalah, yang meliputi penetapan prioritas masalah dengan teknik kajian data, penetapan prioritas jalan keluar, dan pelaksanaan upaya pemecahan masalah. &

B. Tujuan &. 'ujuan (mum (ntuk menilai pelaksanaan sanitasi lingkungan, sterilitas alat dan tindakan medis, serta penggunaan APD di Puskesmas Kerjo. ). 'ujuan Khusus a. (ntuk mengetahui masalah utama pada sanitasi lingkungan, sterilitas alat dan tindakan medis, serta penggunaan APD di Puskesmas Kerjo. b. (ntuk menentukan Puskesmas Kerjo. c. Manfaat Sebagai pertimbangan dalam penentu kebijakan dan pengambilan keputusan mengenai sanitasi lingkungan, sterilitas alat dan tindakan medis, serta penggunaan APD di Puskesmas Kerjo. alternati" pemecahan masalah pada sanitasi lingkungan, sterilitas alat dan tindakan medis, serta penggunaan APD di

BAB II PENETAPAN PRIORITAS MASALAH A. Pengumpulan an Peng!la"an Data Kasus!kasus yang terdapat di Puskesmas Kebakkramat & mulai dari kasus tahun )*&) hingga bulan Desember )*&+ tersaji di bawah ini. Data!data tersebut menggambarkan pre,alensi darimasing!masing kasus. Data tersebut juga dapat digunakan sebagai pembanding antara kasus yang satu dengan yang lain maupun pembanding angka kejadian penyakit yang sama setiap bulannya. Ta#el $. Data %unjungan Pen&ak't Menular Ta"un ()$(
-o & ) + 3 2 7 4 6 1 &* && &) Bulan .anuari 5ebruari #aret April #ei .uni .uli Agustus September $ktober -o,ember Desember 'otal .enis Penyakit #enular Diare &++ &)2 &*7 12 &&4 76 1+ 1) 1+ 47 1& 14 &&67 Pneumonia 1 1 )7 &) &6 &* + + 2 4 3 ) &*6 DBD * & & * * & * * * * * * + /SPA 23) 246 271 2)* 3++ 371 +4& 3*& 3*& +67 +6* +43 23)3 'i"oid 34 3) +7 3* +4 )3 )* )& )6 )6 3* ++ +17 0epatitis * * * * * & * & * * * + 2 %hikungunya * * * * * * * * * * * * * 'B 3& 37 3+ )1 +6 +3 +) )+ )& )+ &6 )) +4*

Data diatas menunjukkan /SPA menempati urutan pertama terbanyak kasus penyakit menular di Puskesmas Kebakkramat / pada tahun )*&). Diikuti kasus diare, ti"oid, 'B, dan pneumonia. Pada tahun )*&) tidak didapati kasus chikungunya dan DBD hanya didapati + kasus. +

Ta#el (. Data %unjungan Pen&ak't Menular ()$*


-o & ) + 3 2 7 4 6 1 &* && &) Bulan .anuari 5ebruari #aret April #ei .uni .uli Agustus September $ktober -o,ember Desember 'otal .enisPenyakit#enular Diare &)4 &)1 &&* &)2 &3) 1& 66 21 7& 21 44 &)& &&61 Pneumonia * & 3 ) * + & + ) ) & * &1 DBD & * 3 &* 1 * 3 ) 3 * * * +3 /SPA 3+3 +42 +6) ++1 ++7 4)+ 474 1&2 461 774 &63 )+& 7&3) 'i"oid )3 )6 &6 )& )3 +4 7& +6 36 +) 6 3 +3+ 0epatitis * & * & ) ) 3 & * * ) * &+ 'B )) )+ )* )6 )7 )4 &6 )2 )4 &6 &4 &3 )72 %hikungunya * * * * &+ * &2 )3 )& &2 * * 66

Pada bulan .anuari hingga $ktober tahun )*&+ didapatkan data penyakit tertinggi masih ditempati oleh kasus /SPA diikuti diare dan ti"oid. .umlah kasus 'B paru berjumlah )+3 serta kasus pneumonia ditemukan &6 kasus. Dari data diatas terlihat lonjakan angka penderita DBD dan chikungunyadibandingkan tahun )*&). Pada kasus chikungunya terjadi peningkatan yang signi"ikan pada bulan sejak bulan April )*&+, dimana sebelumnya tidak didapati kasus chikungunya.0al ini menjadikan chikungunya sebagai K8B pada tahun )*&+. Ta#el *. Data %unjungan Pen&ak't T' ak Menular Ta"un ()$(
.enis Penyakit 'idak #enular -o & Bulan .anuari Dyspepsia +14 0ipertensi ))6 D# 24 Asma 6* Dermatitis Atopik 62 Stroke )1

) + 3 2 7 4 6 1 &* && &)

5ebruari #aret April #ei .uni .uli Agustus September $ktober -o,ember Desember 'otal

3&+ 3)7 33& +77 +&+ +*& +** )12 +12 ++1 +17 4382

)74 +)4 +*1 +&& +&) )32 )37 )27 ))) &13 )63 3201

22 2+ 1& 14 &&* 63 62 1) 23 44 6* 935

21 2) 77 3) 7) 7+ 76 7) 36 +1 36 689

&*7 &&6 &*) 1* 6) 47 61 12 &*) &*3 1& 1140

)3 )7 )3 )7 &2 &3 &2 &6 && &* &7 228

Ta#el +. Data %unjungan Pen&ak't T' ak Menular ()$*


.enisPenyakit'idak#enular -o & ) + 3 2 7 4 6 1 &* && &) Bulan .anuari 5ebruari #aret April #ei .uni .uli Agustus September $ktober -o,ember Desember Dyspepsia &2 +3 +2 +2 +3 )3 )* +3 )3 &4 )1 ++ 0ipertensi )21 )+1 )&) )2& &&6 &1& &42 &3) &74 ))3 )++ )7* D# &)7 16 74 4* 7+ 23 27 6& 6+ 76 7+ 72 Asma 37 36 7* 32 7* 2* 26 +& 31 7& +4 2) Dermatitis Atopik ++ +4 &*3 &*2 6& +) 2+ +7 3& 36 37 37 Stroke 3 &+ 1 6 &+ 4 &) &3 &) &3 &+ &*

'otal

++3

)34&

613

214

77)

&)1

'abel + dan tabel 3 diketahui data penyakit tidak menular yang ada di Puskesmas Kebakkramat /sepanjang tahun )*&) hingga oktober )*&+. Pada tahun )*&)dyspepsia menempati urutan pertama, diikuti hipertensi, dermatitis atopik, D#, asma, dan stroke. Pada tahun )*&+ memiliki pola yang sama dengan tahun )*&), kecuali masalah dyspepsia yang mengalami penurunan yang cukup signi"ikan. B. Pem'l'"an Pr'!r'ta, Ma,ala" Ta#el -. Tekn'k %r'ter'a Matr'k, untuk Penentuan Pr'!r'ta, Ma,ala"
#asalah /SPA Pneumonia DB9DBD %hikungunya 'B Diare 0ipertensi D# 'i"oid P 2 & & 3 & + 3 + ) / ) 3 3 2 ) + & & + # ) 3 2 & 3 2 + + + DS & 3 3 3 2 + & ) + P# ) 3 2 2 2 ) + + 2 S8 3 3 ) ) ) + 2 2 3 KD 2 + + 3 3 3 + + 3 'otal )& )3 )3 )2 )+ )+ )* )* )3

Ket P / # DS

: : Pre,alensi : /nsidensi : #ortalitas : Dampak Sosial Karena demam chikungunya mendapatkan skor tertinggi yaitu )2 P# S8 KD : Prespekti" #asyarakat : Ditangani Sektor 8ain : Kemudahan Diatas

sehingga kami menjadikannya sebagai prioritas masalah. Prioritas tersebut

dilihat dari segi insidensi, dampak sosial,dan prepekti" masyarakat meskipun angka mortalitas rendah.

BAB III PENETAPAN PRIORITAS .ALAN %ELUAR A. Alternat'f .alan %eluar Setelah menentukan masalah apa yang akan diprioritaskan di Puskesmas Kebakkramat /, perlu dilakukan peninjauan penyebab masalah %hikungunya tersebut. Analisis tinjauan tersebut didapatkan melalui data primer maupun sekunder. Data primer didapat dari hasil wawancara dan pengisian kuesioner oleh warga sekitar puskesmas dan data sekunder didapat dari data puskesmas yang berhubungan dengan terjadinya %hikungunya. 0asil analisis tersebut kami kembangkan dalam bentuk diagram tulang ikan yang menunjukkan analisis sebab akibat %hikungunya.

8ingkungan
8ingkungan yang kurangbersih Kepadatanpen duduk %urahhujan yang tinggi

Pengetahuan#asyarakat

Perilaku#asyarakatat
Kurangnyakesadaranmasyara katuntukmenjagakebersihanli ngkungan Kurangnyakesadaranmasyara katuntukperiksake-akes

Pengetahuanmasyara kat yang kurangmengenaigejal a, carapenularan, bahaya, dancaramencegah Fogging minded Kurangnyaperanserta '$#A untukmenggerakkanm asyarakatdalammenjag alingkungan

%hikungunya
Kurangnyapenyuluhanme ndalammengenaichikungu nyakepadamasyarakat

Peranserta '$#A ('okoh#asyarakat

Penyuluhan

/am#ar $. D'agram Tulang Ikan

Dari diagram tulang ikan di atas dapat diketahui berbagai "aktor yang menyebabkan kasus %hikungunya. 5aktor!"aktor tersebut berasal dari "aktor perilakumasyarakat, penyuluhan, pengetahuanmasyarakat, peranserta '$#A (tokohmasyarakat danjugalingkungan. Alternati" pemecahan masalah berdasarkan "aktor!"aktor penyebab yang ada tersaji dalam tabel di bawah ini. %ara!cara tersebut telah terbukti mampu mencapai tujuan yaitu mengatasi masalah %hikungunya. Ta#el 0. Alternat'f .alan %eluar
#asalah Kejadian%hikunguny a yang tinggi 8ingkungan k yang padat. Penyebab yang

kurangbersihdenganmasihbanyaknyasarangnyamukditemukandankeadaanpendudu

Kurangnyapengetahuanmasyarakat lebihmendalammengenai%hikungunyasepertigejala, pencegahan, pengobatan,danfogging minded. carapenularan,

yang bahaya,

Kurangnyaperanserta '$#A (tokohmasyarakat

B. Pem'l'"an Pr'!r'ta, .alan %eluar 6

Ta#el 1. Pem'l'"an Pr'!r'ta, .alan %eluar


o & ) + 3 2 Alternati"Pemecahan#as alah P0BS Fogging Penyuluhanmassal Kerjasama '$#A =eward and punishment #agnitu de 3 2 + ) ) Pentingnya#asalah /mportan ;ulnerabili cy 2 + 3 + + ty + 2 2 + & Priorita <""ecti ,e cost + 2 3 ) + s )* &2 &2 1 )

Prioritas jalan keluar yang dipilih P0BS karena memiliki skor paling tinggi yaitu )*. #emiliki magnitude dan importancy yang tinggi serta costeffective. (ntukfoggingdanpenyuluhanmassalmenempatiprioritaskedua. yang besar.Sedangkanpenyuluhanmassaldarisegimagnitudememilikiskorcukuprendahd antidakcost effective.Sedangkan untuk kerjasama '$#Adari segi magnitude, importancy dan vulnerebility!nya memiliki skor yang rendah karena tidak mentargetkan langsung pada target primer. Sedangkan untuk reward and punishment vulnerability!nya rendah karena kondisimasyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat /kurangmemungkinkanjikaditerapkansistemtersebut. 5ogging memilikiImportancycukuprendahdantidakcost effectivekarenamembutuhkanbiaya

2. Anal',', S3OT Ta#el 4. Anal',', S3OT ar' Pr'!r'ta, .alan %eluar

S ! #emilikimanajemen P0BS ! 'erdapatsumberdaya yang jelas (dana APB-

PHBS

! Pemberdayaanmasyarakat ! Dilibatkannyakader ! Promosikesehatan

O ! Kerjasamaapabilamenghadapikesulitan

SO lain ). #elakukanpelaksanaan sur,ey P0BS dan PS-

&. #elakukankerjasamadenganberbagaipihakdalamrangkamen

T ! Kesadaranmasyarakatdalammelakukan P0BS masihsangatrendah ! Adanya K8B

ST &. #elakukanpenyuluhanmassal P0BS kepadamasyarakat ). Kader muncul

akti"melakukanpencatatandanpelaporansetiapkasu

Setelah ditetapkan pemecahan masalah pada kasus %hikungunya yaitu P0BS, dilakukan analisis S>$' yang meliputi strength, weakness, opportunity, treat, strength-opportunity, weakness-opportunity, stenght-treat, danweaknesstreat. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa strength dan opportunity lebih kuat daripada weakness dan treat. BAB I5 PLAN OF ACTION

&*

Dari hasilpemilihanprioritasjalankeluardipilihbentukkegiatansur,ey P0BS dan PS-kemasyarakat.Sur,ey P0BS yang warga. tersebutditujukangunameningkatankesadarandanpengetahuanmasyarakat dilakukan &. 'ujuan ). Sasaran +. #etode 3. #ateri 2. >aktudanlokasi 7. Pelaksana 4. Biaya dengan cara kunjungan ke rumah

lebihmendalammengenaipencegahan penyakit chikungunya. Pada kegiatan P0BS ini Berikutinimerupakanrencanapersiapan yang dibutuhkan : : #eningkatankesadarandanpengetahuanmasyarakat diwilayahkerjaPuskesmas Kebakkramat &. : #asyarakat di wilayahkerjaPuskesmas Kebakkramat &. : Kunjungan dan edukasi ke rumah!rumah. :Pengetahuantentang penyakit chikungunyaberupa pencegahan, gejala, carapenularan, dan pengobatan. : Senin, && -o,ember )*&+, di Kebakkalang =' *+ => *6 : Doktermuda /K# 37+A5akultasKedokteran(ni,ersitas Sebelas#aret : Biayapelaksanaanbersumberdariswadanatimsur,ey sendiridenganrencanaanggaran : Pemasukan : 2 ? =p. 2.***, ** @ =p)2.***,** Pengeluaran :%etak"orm P0BS : =p&*.***, ** 6. =e"leksi : Kegiatan tersebut dilaksanakan dan berlangsung dengan baik dan lancar. Kami disambut dengan baik oleh Bapak Bayan setempat. Ada beberapa rumah yang enggan dikunjungi karena akan melanjutkan pekerjaannya. 'erdapat rumah yang tuan rumah tidak ditempat sehingga saat melakukan edukasi tentang budaya bersih dan PS- kurang tepat sasaran.

DA6TAR PUSTA%A

&&

Depkes =/. )**&. Tata Laksana Chikungunya di Indonesia. .akarta: Direktorat .enderal PP# A P8P. Kamath, S., Das, A.K., and Parikh, 5.S. )**7.%hikungunya. ournal of !ssociation of "hysician of India ,ol.23: 4)2!4)7. Suharto. )**4. "enyakit Infeksi di Indonesia #olusi $ini dan %endatang . Cetakan I. Surabaya: Airlangga (ni,ersity Press. >ijayanti, Buni. )*&*. "eningkatan $emandirian &asa 'isma $elurahan #ekaran &alam "encegahan &emam (erdarah &engue. .urnal ABD/#AS. ;ol &3 -o &,)*&*. >ongso, A"i"ah, 0amida, >idya. )**6. "erbedaan umlah "enderita &(& #ebelum dan #esudah !danya $ader umantik di $ecamatan $rian. (ni,ersitas >ijaya Kusuma, 8aporan Penelitian. >orld 0ealth $rganiCation (>0$ . )*&+. Control #trategies &engue )nvironmental %anagement. http:99www.who.int9denguecontrol9controlDstrategies9en,ironmentalDmanage ment9en9inde?.html! Diakses&4 -o,ember )*&+ >orld 0ealth $rganiCation (>0$ . )*&). *lobal #trategy for &engue "revention and Control. 5rance : >orld 0ealth $rganiCation.

LAMPIRAN

&)

&+