Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR PEMULIAAN TANAMAN ACARA I BIOLOGI BUNGA

Nama NIM Golongan

: Rena Nurul Ummah : 09/288862/PN/11870 : B2

Hari/Tanggal : Kamis, 14 April 2011 Asisten : Triska Widiasari Bobby C. Purba Wulandari G. M.

LABORATORIUM PEMULIAAN TANAMAN JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

INTISARI

Praktikum Dasar Dasar Pemuliaan Tanaman Acara I yang berjudul Biologi Bunga dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 April 2011 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Praktikum ini bertujuan untuk memepelajari struktur bunga, mempelajari saat membuka dan menutupnya bunga, mempelajari waktu tepungsari dapat berfungsi (viabel) dan stigma siap menerima tepung sari (reseptif) dan mempelajari tipe persilangan tanaman. Metode yang dilakukan adalah mencermati bagian-bagiannya bunga padi (Oryza sativa), bunga jagung (Zea mays), bunga kelapa (Cocos nucifera), bunga cabai (Capsicuum annum), bunga pepaya (Carica papaya), bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga kacang panjang (Vigna sinensis), bunga kakao ( Theobroma cacao), dan bunga tomat (Solanum lycopessicum) seperti organ-organ bunga yang khas dan organ sporofilnya. Selanjutnya masing-masing bunga tersebut digambar, kemudian dibuat diagram bunga lengkap dengan rumus bunganya. Setelah itu diidentifikasi kapan bunga menutup dan membuka, kapan pollen dapat berfungsi (memiliki viabilitas) dan stigma reseptif, sehingga dapat diduga macam penyerbukan yang dilakukan bunga-bunga tersebut dengan melihat struktur dari tiap bunga. Hasil yang diperoleh dapat teridentifikasi tipe-tipe bunga yang ada. Dari kegiatan praktikum didapatkan bahwa tanaman padi, jagung, kelapa, pepaya dan kakao melakukan penyerbukan silang. Sementara itu, tanaman cabai, kacang panjang, terong dan tomat melakukan penyerbukan sendiri. Masing-masing bunga juga mempunyai struktur dan bagian-bagian bunga serta jumlah bagian bunga yang dimiliki. Didapatkan pula bahwa ada beberapa bunga yang termasuk bunga jantan, bunga betina, maupun bunga hermafrodit, yang pembagiannya didasarkan pada ada tidaknya benang sari dan putik pada bunga tersebut.

I. A. Tujuan

PENDAHULUAN

1. Mempelajari struktur bunga 2. Mempelajari saat membuka dan menutupnya bunga 3. Mempelajari waktu tepung sari dapat berfungsi (viabel) dan stigma siap menerima tepung sari (reseptif) 4. Mempelajari tipe persilangan tanaman

B. Latar Belakang

Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif pada tanaman. Dalam pemuliaan tanaman mempelajari struktur bunga sangat penting karena untuk mempelajari tipe penyerbukan dan persilangan tanaman, sehingga kita dapatkan

tipe varietas tanaman yang kita inginkan dengan jalan melakukan persilangan tanaman yang satu dengan yang lain. Pembungaan, penyerbukan, pembuahan dan pembentukan buah adalam empat faktor penting yang menentukan produktivitas tanaman. Dari keempat faktor itu yang

terpenting adalah pembungaan, karena tanpa pembungaan tidak akan terjadi penyerbukan bunga atau pembentukan buah dan tidak akan diperoleh biji dari tanaman, sehingga perkembangbiakan tanaman tidak dapat terjadi. Penyerbukan tanaman dapat dibagi menjadi dua yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang. Perbedaan ini merupakan hal yang sangat penting karena cara pemuliaan yang dikerjakan pada golongan penyerbukan sendiri sangat berbeda dengan yang dikerjakan pada spesies penyerbukan silang. Kedua golongan tersebut adalah berkaitan dengan pengaruhnya terhadap penyerbukan sejenis dibandingkan penyerbukan antar jenis terhadap struktur genetis dari populasi. C. Tinjauan Pustaka

Bunga adalah sebuah system pucuk (yang tersusun atas sebuah poros dengan daun-daun lateralnya) yang khusus untuk perkembangbiakkan seksual. Sistem bunga ini berbeda dengan system pucuk vegetatif dalam hal : bunga tidak mempunyai kuncup pada ketiak daunnya, buku-bukunya tetap pendek sehingga jarak antara daun yang berurutan sangat pendek, dan bunga menunjukkan pertumbuhan yang terbatas, yaitu segera setelah meristem ujung membentuk bunga pertumbuhan lebih lanjut terhenti. Meskipun bunga itu secara morfologi adalah sebuah pucuk, bunga memiliki peristilahan yang khusus (Lovelees, 1989). Bunga yang terdiri dari sepal, petal, stamen dan pistil disebut bunga lengkap (complete flower). Bunga tidak lengkap tidak mengandung salah satu dari bagianbagian tersebut. Misalnya, mungkin tidak ada stamen (bunga betina atau pistilate), atau tak ada pistil (bunga jantan atau staminate). Bunga yang mempunyai stamen dan pistil (bunga sempurna, bisexual, atau hermaprodit) disebut sempurna (perfect), meskipun tidak ada calyx atau corolla yang berarti tak lengkap bagian-bagiannya (Harjadi, 1996). Proses reproduksi dari tanaman berbunga dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu secara seksual dan aseksual. Reproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina dalam ovule bunga,. yang dikenal dengan proses fertilisasi .Bunga terdiri dari kuncup, beberapa kuncup dapat menghasilkan bunga, yang lain dapat menghasilkan bunga dan daun. ( Fuller and Carothers, 1964 ).

Pada kebanyakan kasus, rangsangan yang memulai proses perbungaan tampaknya berasal dari luar. Suhu merupakan perangsang yang kritis. Hal itu terutama terjadi pada spesies biennial, yakni tumbuhan yang memerlukan dua musim tumbuh agar dapat melengkapi daur hidupnya. Sebagai contoh pada tanaman bit, wortel, dan kubis. Selain itu, faktor yang lain adalah perubahan pada intensitas penyinaran matahari terhadap tumbuhan. Perilaku tersebut disebut fotoperiodisme (Kimball et al., 1988). Persilangan buatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keragaman. Melalui peristiwa antar varietas/galur, kegiatan penggabungan sifat unggul dapat dilakuakan. Dari suatu persilangan dapat diharapkan keturunan yang mempunyai sifat lebih baik dari salah satu atau kedua induknya. Keberhasilan persilangan sangat dipengaruhi oleh kondisi tanaman, lingkungan, pelaksanaan emaskulasi dan polinasi serta jumlah polen yang diserbukan (Koeswanto et al., 2000). Kebanyakan tanaman yang saat pemasakan pollen dan tepung sari tidak bersamaan, pada polen representatifnya dipengaruhi oleh temperatur dan kandungan uap lembab, umumnya pada suhu rendah dan pada kadar uap lembab akan meningkatkan umur polen. Dalam jangka pendek membutuhkan temperatur yang rendah dan kelembaban yang cukup tinggi. Kelangsungan hidup polen penting diperoleh sebagai parameter untuk pemuliaan tanaman. Panjang polen, panjang usia polen dapat diketahui dari nilai takaran kelangsungan hidupnya setelah penyimpanan pada kondisi yang telah ditetapkan (Astarini and Phoemer, 1997) Kegiatan pemuliaan tanaman dilakukan untuk merakit kultivar unggul dalam pelestarian lingkungan pada suatu masa yang akan datang diarahkan terhadap jenis tanaman yang memiliki masukan rendah atau low input sustainable agriculture dan stabil pada berbagai lingkungan spesifik (Bahar et al ,1994 ).

II.

METODOLOGI

Praktikum Dasar- Dasar Pemuliaan Tanaman Acara I yang berjudul Biologi Bunga dilaksanakan pada hari Kamis, 14 April 2011 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Jurusan Budidaya Tanaman, Fakultas Petanian, Universitas Gadjah Mada. Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah 9 macam bunga yaitu bunga padi (Oryza sativa), bunga jagung (Zea mays),

bunga kelapa (Cocos nucifera), bunga cabai (Capsicuum annum), bunga pepaya (Carica papaya), bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga kacang panjang (vigna sinensis), bunga kakao ( Theobroma cacao), dan bunga tomat (Solanum lycopessicum). Alat yang digunakan adalah pinset, lup atau kaca pembesar, pisau atau scalpel, serta alat tulis. Langkah kerja yang dilakukan adalah bunga yang telah disediakan diamati bagianbagiannya seperti organ-organ bunga yang khas dan organ reproduksinya dengan menggunakan alat bantu pinset, pisau atau scalpel, dan kaca pembesar. Selanjutnya masingmasing bunga tersebut digambar, kemudian dibuat diagram bunga lengkap dengan rumus bunganya. Setelah itu diidentifikasi kapan bunga menutup dan membuka, kapan pollen dapat berfungsi (memiliki viabilitas) dan stigma reseptif, sehingga dapat diduga macam penyerbukan yang dilakukan bunga-bunga tersebut dengan melihat struktur dari tiap bunga.

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Bunga Padi (Oryza sativa) Klasifikasi Familia : Graminae Genus Spesies : Oryza : Oryza sativa Keterangan: 1. daun bendera 2. malai 3. palea 4. lemma 5. kepala putik 6. kepala sari 7. tangkai sari 8. tangkai putik 9. iodiculae 10. bakal buah

Diagram Bunga Rumus bunga: K0 ; C2; A6; G3

Deskripsi: Malai padi adalah bulir majemuk, ibu tangkai bunga bercabang-cabang dan masing-masing cabang mendukung bunga dengan susunan seperti bulir tangkai bunga. Malai terbalut dalam oleh daun bendera. Jumlah cabang rata-rata 15-20 dan palilng banyak 30 buah. Pada waktu bunga membuka adalah antara 11- 12 siang (Tjitrosoepomo, 1994). Keterangan : o Waktu membuka: Terjadi antara pukul 06.00 15.30 siang, sebelum pukul 08.00 dan sesudah pukul 14.00, hanya sedikit bunga yang mekar. Pembungaan maksimum pukul 10.00 12.00 siang. o Penyerbukan: Penyerbukan terjadi apabila serbuk sari melekat pada kepala putik yang mengandung cairan gula yang bertindak sebagai perekat, sehingga serbuk sari yang melekat pada kepala putik masuk melewati tangkai putik dan sampai ke ovary yang terletak di bawah karyopsis. o Saat stigma reseptif : setelah bunga membuka o Tipe penyerbukan : penyerbukan silang (Cross pollinated) o Agen penyerbukan : angin dan autogami o Metode Pemuliaan tanaman: Karena padi termasuk tanaman dengan bunga tunggal dan kadang penyerbukan terjadi sebelum bunga mekar maka metode pemuliaannya dilakukan kastrasi atau dengan memotong bagian benang sari agar tidak terjadi penyerbukan sendiri

2. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) Klasifikasi Familia: Malvaceae Genus : Hibiscus Spesies: Hibiscus rosa-sinensis Keterangan: 1. putik 2. benang sari 3. mahkota 4. kelopak 5. tangkai Diagram bunga:

Rumus bunga: K2 ; C5; A00; G5

Deskripsi: Bunga ini memiliki benang sari yang berberkas satu (monoidelphus), yaitu semua tangkai sari bersatu pada satu bunga dan berlekatan menjadi satu. Benang sari berlekatan menjadi satu. Benanng sari tersebut berbentuk sperti daun tajuk. Pada

bunga sepatu ini terdapat androginofor yang merupakan bagian dasar bunga dan menjadi pendukung benang sari dan putik yang ada diatasnya (Tjitrosoepomo, 1994) Keterangan pendukung: o Saat bunga membuka : pagi hari pukul 05.00-09.00 o Saat stigma reseptif o Tipe penyerbukan o Agen penyerbukan : siang hari cuaca cerah : sendiri : serangga dan angin

o Metode Pemuliaan tanaman: Karena bunga sepatu termasuk tanaman dengan bunga tunggal dan kadang penyerbukan terjadi sebelum bunga mekar maka metode pemuliaannya dilakukan kastrasi atau dengan memotong bagian benang sari agar tidak terjadi penyerbukan sendiri

3. Bunga kakao (Theobromae cacao) Klasifikasi familia : Buetheriaceae genus : Theobromae spesies : Theobromae cacao Keterangan: 1. benang sari steril 2. benang sari fertil 3. mahkota 4. kelopak 5. putik Diagram bunga: Rumus bunga: K5 ; C5; A5; G1

Deskripsi: Bunga kakao merupakan bunga banci yang berbilangan 5 dan terkumpul dalam ketiak daun atau pada bagian batang dan dahan yang sudah tua. Daun kelopak membangun lanset dengan 2 garis merah pada kukunya, bagian atas bergantung putih dengan putih kekuningkuningan atau kemerah-merahan. Benang sari berlekatan berbentuk tabung dan tiap 2 benang sari yang berlekatan berseling dengan 1 staminodium (Tjitrosoepomo, 1994). Keterangan pendukung: o Saat bunga membuka : 16.30 dan pagi hari sudah membuka penuh o Saat stigma reseptif o Tipe penyerbukan o Agen penyerbukan o Metode Pemuliaan : Karena kakao termasuk tanaman dengan bunga tunggal dan kadang penyerbukan terjadi sebelum bunga mekar maka metode pemuliaannya dilakukan kastrasi atau dengan memotong bagian benang sari agar tidak terjadi penyerbukan sendiri : 16.00 19.00 : sendiri walaupun ada yang silang (sedikit) : serangga dan angin

4. Bunga Jagung (Zea Mays) Klasifikasi Familia: Poaceae Genus : Zea Spesies: Zea mays keterangan: 1. kelobot 2. pasangan bunga betina 3. stylus (rambut jagung)

keterangan: 1. pedicelle 2. sessile 3. palea atas 4. lemma atas 5. palea bawah 6. glumae sessile 7. palea sessile

Diagram bunga: Rumus bunga: K0; C2; A6; G2

Deskripsi: Jagung merupakan tanaman berumah satu (monoecious), dimana dalam satu batang terdapat bunga jantan dan bunga betina sekaligus. Bunga jantan tersusun dalam suatu bunga majemuk campuran yang berupa suatu malai yang terdapat pada ujung batang dan terdiri atas bulir-bulir kecil. Setiap bulir terdiri atas 2 bunga, yang masing-masing terdiri atas 3 benang sari dan putik yang rudimenter. Sedangkan bunga betina tersusun dalam suatu tongkol yang terdapat dalam ketiak daun. Tiap tongkol mempunyai suatu tangkai yang berruas-ruas pendek dengan dau-daun yang merupakan pembalut dari tongkol tersebut. Putik tersusun dalam beberapa baris pada tongkol, tangkai putik berwarna seperti rambut yang kemerah-merahan yang keluar sebagai berkas dari tengah-tengah pada ujung pembalut tadi (Tjitrosoepomo, 1994). Keterangan pendukung: o saat bunga membuka : sekitar pukul 09.00 11.00 o saat stigma reseptif : kurang lebih sekitar 14 hari

o tipe penyerbukan o agen penyerbukan o sifat khusus o Metode Pemuliaan

: silang (allogaam) dan sendiri (autogaam) : angin : memiliki tongkol dan kelobot :

Jagung merupakan tanaman dengan bunga terpisah antara jantan dan betinanya sehingga metode pemuliaannya dapat dilakukan dengan menutup betina dan jantannya. Metode pemuliaan pada tanaman dengan bunga terpisah relatif lebih mudah daripada dengan bunga tunggal seperti pada bunga padi.

5. Bunga Kacang panjang (Vigna sinensis) Klasifikasi Familia Genus Spesies : Papilinaceae : Vigna : Vigna sinensis

Keterangan: 1. bendera 2. lunas 3. sayap 4. kelopak

Diagram bunga: Rumus bunga:

Deskripsi: Seperti tanaman kacang-kacangan pada umumnya kacang panjang memiliki bentuk seperti kupu-kupu. Perhiasan bunganya terdiri atas daun kelopak, dan daun mahkota. Mahkota bunganya terdiri atas daun-daun bendera, sayap, dan lunas. Bunga kacang poanjang dilengkapi dengan alat kelamin jantan dan betina. Alat kelamin jantan disebut dengan benang sari, yang terdiri atas tangkai sari dan kepala sari. Benang sari berjumlah 10. sembilan diantaranya pangkal tangkai sarinya berlekatan. Kesepuluh benang arid dan putik terdapat dalam tabung lunas bunga. Lunas bunga memiliki taji yang menekuk ke samping (Sutarno,1977). Keterangan pendukung: o saat bunga membuka : antara pukul 06.00-07.00 o saat stigma reseptif o tipe penyerbukan o Metode Pemuliaan : Kacang panjang termasuk tanaman dengan bunga tunggal dan kadang penyerbukan terjadi sebelum bunga mekar maka metode pemuliaannya dilakukan kastrasi atau dengan memotong bagian benang sari agar tidak terjadi penyerbukan sendiri : 21.00- 22.00 (sebelum bunga mekar) : penyerbukan sendiri (autogaam)

6. Bunga Pepaya (Carica papaya) Klasifikasi Familia Genus Spesies : Caricaceae : Carica : Carica papaya Keterangan 1. benang sari 2. mahkota 3. kelopak 4. putik 5. tangkai Bunga hermafrodit

keterangan: 1. putik 2. benang sari 3. mahkota 4. kelopak 5. tangkai

Diagram bunga: Rumus bunga: K5 C5 A5 G0

Deskripsi: Pepaya tergolong dalam tanaman polygamus yang pada satu tanaman terdapat satu daun bunga jantan, bunga betina, dan bunga banci bersama-sama. Bunga papaya memiliki bakal buah yang berruang satu (unilocularis) dari satu daun buah saja (Tjitrosoepomo, 1994). Keterangan pendukung: o saat bunga membuka : 07.00-10.00 o saat stigma reseptif o tipe penyerbukan o sifat khusus o Metode Pemuliaan : setelah stigma mengeluarkan lendir : penyerbukan silang (autogaam) : bakal buah beruang satu (unilocularis) :

Pepaya memiliki 3 macam bunga yaitu bunga jantan, bunga betina dan bunga hermaphrodit. Metode pemuliaan pada bunga jantan dan dan bunga betina dapat dilakukan dengan menutup bunga jantan dan bunga betinanya. Sedangkan pada bunga hermafrodit metode pemuliaannya dapat dilakukan dengan metode kastrasi dan pemotongan benang sari.

7. Bunga Tomat (Solanum lycopersicum) Klasifikasi Famili : Solanoceae Genus : Solanace Spesies: Solanum cicopernicum

Keterangan: 1. putik 2. benang sari 3. mahkota 4. kelopak 5. tangkai Diagram bunga: Rumus bunga: K5 ; C5; A6; G1

Deskripsi: Bunga tomat memiliki bentuk yang radial atau sedikit simetris bilateral. Bunga tomat merupakan bunga lengkap dengan bentuk seperti bintang laut. Bila dilihat dari letak bakal buahnya maka terletak lebih tinggi daipada pangkal benang sari dan mahkota bunganya. Kelopaknya terdiri atas 5 helai daun kelopak yang saling berlekatan. Mahkota dan benang sari masing-masing berjumlah 5. tangaki sari berukuran kecil, namun kepala sarinya besar dan mengelilingi bakal buah (Benson, 1957). keterangan pendukung:

Keterangan pendukung: o Saat bunga membuka : pagi hari o Saat stigma reseptif o Tipe penyerbukan o Agen penyerbukan o Metode Pemuliaan : siang hari cuaca cerah : sendiri dan silang : serangga dan angin :

Bunga tomat merupakan bunga tunggal yang melakukan penyerbukan sendiri. Metode pemuliaan tanaman yang dilakukan dengan kastrasi atau dengan memotong bagian benang sari agar tidak terjadi penyerbukan sendiri

8. Bunga Kelapa (Coccos nucifera L.) Klasifikasi Famili : Arecaceae Genus : Arecace Spesies : Coccos nucifera L. Keterangan: 1. bunga jantan 2. bunga betina 3. benang sari 4. ectoderm 5. mesoderm 6. endoderm Diagram bunga: Rumus bunga: K5 ; C5; A6; G1

Deskripsi:

Bagian bunga jantan adalah 3 helai kelopak bunga berukuran 3-5 mm, 3 helai mahkota berukuran kurang lebih 15 mm, 6 helai benang sari, satu putik rudimenter dengan kepala putik bersirip 3 lembar. Di antara sirip terdapat zat madu/nectar. Putik tidak bertangkai tetapi sisa-sisa dari benang sari rudimenter masih tampak dan tersusun saperti gelgel, banyaknya 6 buah, dasar buah terdiri dari 3 ruangan, tapi satu ruangan terdiri dari satu bakal biji (Setyomidjojo, 1982). Bagian luar bunga diselubungi oleh kulit manggar yang disebut mancung (spatha). Panjang mancung reratanya 80-90 cm. karangan terdiri dari induk tangkai dan bercabangcabang sebanyak 30-40 helai. Selama 2 hari setelah manggar membuka, bunga jantang berangsur-angsur menjadi dewasa, membuka dan gerak ini dimulai dari bagian ujung tiap cabang menuju pangkal. Adapun gerak pertumbuhan bunga betina untuk tiap manggar berlangsung 29 hari. Sesudah itu berangsur-angsur membuka menjadi dewasa selama 7 hari. Bunga betina memiliki diameter hamper 3 cm, dengan kelopak bunga yang tebal dan lebar membungkus hamper seluruh bagian-bagian bunga lainnya (Wiyono, 1982). Keterangan pendukung : o Saat bunga membuka : Jantan, beberapa hari setelah mancung membuka, rentang waktu bunga pertama dan terakhir 18-19 hari. Betina, 3 minggu setelah mancung membuka, rentang waktu bunga pertama dan terakhir 6-15 hari. o Saat stigma reseptif o Tipe penyerbukan o Agen penyerbukan o Metode Pemuliaan : 6-29 hari : silang : serangga :

Tanaman kelapa merupakan tanaman dengan bunga terpisah antara jantan dan betinanya sehingga metode pemuliaannya dapat dilakukan dengan menutup betina dan jantannya. Metode pemuliaan pada tanaman dengan bunga terpisah relatif lebih mudah daripada dengan bunga tunggal seperti pada bunga padi.

9. Cabai (Capsium annum) Klasifikasi Famili : Solanaceae Genus : Solanace Spesies : Capsium annum Keterangan: 1. putik 2. benang sari 3. mahkota 4. kelopak 5. tangkai

Diagram bunga: Rumus bunga: K5 ; C6; A6; G1

Deskripsi: Bunga ini bergantungan dengan kelopak berbentuk lonceng, tidak memiliki rambut, bergigi 5, tetapi tidak gugur. Mahkota memiliki bentuk bintang dan memiliki warna putih jernih. Kepala benang sarinya berwarna ungu dan kemudian berubah menjadi kehijau-hijauan (Tjitrosoepomo,1994). Keterangan pendukung : o Saat bunga membuka : saat masih pagi o Saat stigma reseptif o Tipe penyerbukan o Agen penyerbukan o Sifat khusus o Metode Pemuliaan : setelah bunga membuka dan menutup kembali : penyerbukan sendiri (self-pollinated) : serangga : kelopak seperti bel dan membesar bersama bunga :

Cabai termasuk tanaman dengan bunga tunggal dan kadang penyerbukan terjadi sebelum bunga mekar maka metode pemuliaannya dilakukan kastrasi atau dengan memotong bagian benang sari agar tidak terjadi penyerbukan sendiri. IV. KESIMPULAN

1. Bunga merupakan alat perkembangbiakan secara generatif pada sebagian besar tumbuhan berbiji 2. Biologi bunga berhubungan dengan struktur bunga, saat membuka dan menutup bunga, tipe serta cara penyerbukannya 3. Bunga dikatakan sebagai bunga lengkap bila terdapat kelopak, mahkota, putik, dan benangsari dalam 1 bunga 4. Penyerbukan silang terjadi pada tanaman kakao, pepaya, bunga sepatu, jagung, padi, dan kelapa. 5. Penyerbukan sendiri terjadi pada tanaman cabai, bunga sepatu, jagung, padi, kacang panjang, tomat, dan kelapa. 6. Bunga kelapa, pepaya, dan jagung merupakan bunga berumah dua.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2009. <www.thewildclassroom.com/Arecaceae.htm > diakses pada tanggal 17 April 2011. Astarini, L.A. dan J.A. Poemer. 1997. Pollen viability study on 13 genotype of Boreria (Rutaceae). Journal Biology. I : 55-60.

Bahar, H., F. Kasim dan S. Z . 1994. Stabilitas dan adaptibilitas enam populasi jagung di tanah masam. Zuriat.V : 56-57. Harjadi, M.M.S.S. 1996. Pengantar Agronomi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Fuller, H.J anf Z. B. Caroyhers. 1964. The Plant World. 4th Ed. Hdt, Rinehart and Wineston. USA.

Loveless, A.R. 1983. Principles of Plant Biology For The Tropics ( Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah tropis, alih bahasa K. Kartawinata, S. Danimiharja dan U. Soetisna ). Gramedia. Jakarta

Kimball, J.W., S.S. Tjitrosomo dan N. Sugiri. 1988. Biologi. Edisi kalima. Jilid 2. Erlangga. Jakarta. 422p. Koeswanto, R. Hasri, Y. Sugito, dan S. Lestari. 2000. Pengujian jumlah anther dan waktu polinasi pada keberhasilan persilangan kacang panjang. Habitat. XI : 247-252.

Benson, L. 1957. Plant Classification. D.C. Heath and Company. Boston

Darjanto dan Satifah, S. 1982. Biologi Bunga.Gramedia. Jakarta