Anda di halaman 1dari 38

KOMPETISI CIPTA INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNY NATIONAL INOVATION TECHNOLOGY

SUB TEMA: OTHER

JUDUL KARYA: INOVASI MESIN PEMOTONG KAYU UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PENGOLAH KAYU DI KABUPATEN BLITAR

DISUSUN OLEH: TRIO ADI WIBOWO DEDIK HARIYANTO RIZKY KURNIAWAN (110511427017/2011) (110511427022/2011) (110511406752/2011)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG MALANG 2014

ii

KATA PENGANTAR

Rasa bangga dan bersyukur penulis sampaikan kepada Allah SWT yang telah mengabulkan doa penulis untuk diberi kelancaran dan Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan pencerahan bagi umat dunia dengan datangnya agama Islam. Akhirnya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan lancar. Karya tulis ini berjudul InovasiMesinPemotongKayuUntukMeningkatkanProduktivitasPengolahKayu Di Kabupaten Blitar. Tidak lupa penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada: 1. Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T selaku dosen pembimbing dalam penulisan karya tulis ini. 2. Orang tua kami yang selalu mendukung dan mendoakan kepada kami. 3. Teman-teman Prodi S1 Pendidikan Teknik Mesin Offering A1. Karya tulis ini penulis buat tidak luput dari kekurangan. Penulis berharap tulisan ini menjadi wacana yang bermanfaat bagi pembaca dan referensi yang berguna pula.

Malang, April 2014

Penulis

iii

DAFTAR ISI COVER .............................................................................................. LEMBAR PENGESAHAN .................................................................. KATA PENGANTAR ......................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................ ABSTRAK ......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ................................................................... 1.2 Rumusan Masalah............................................................... 1.3 Tujuan ................................................................................ 1.4 Manfaat .............................................................................. Halaman i ii iii iv v vi

1 2 2 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1Motor Penggerak ................................................................ 2.2 Puli .................................................................................... 2.3 Sabuk ................................................................................. 2.4 Poros .................................................................................. 2.5 Pasak ................................................................................. 2.6 Bantalan ............................................................................. 2.7 Mur dan Baut ..................................................................... BAB III METODE PELAKSANAAN 3.1 Gambar Komponen ............................................................ 3.2 Alat dan Bahan .................................................................. 3.3 Prosedur Pembuatan Mesin ................................................ 3.4 Waktu dan Tempat Pembuatan Mesin ................................ 3.5 Rincian Biaya yang Dibutuhkan ......................................... BAB IV POTENSI BISNIS 4.1 Deskripsi Mesin .................................................................. 4.2 Cara Kerja Mesin ............................................................... 4.3 Keunggulan dan Manfaat Mesin ........................................ 4.4 Peluang Keberlanjutan Mesin ............................................. 4.5 Perhitungan Benefit/Ratio ................................................... 4.6 Cara Mempromosikan ........................................................ 4.7 Dampak Signifikan ............................................................ BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ........................................................................ 5.2 Saran ................................................................................. DAFTAR RUJUKAN ......................................................................... LAMPIRAN .......................................................................................

3 3 3 5 5 6 6

8 9 10 10 10

12 12 13 13 13 14 14

15 17 18 19

iv

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Konstruksi mesin pemotong kayu .................................... Lampiran 2. Bagian-bagian mesin pemotong kayu .............................. Lampiran 3. Rangka ........................................................................... Lampiran 4. Puli ................................................................................ Lampiran 5. Poros, pasak, dan pisau.................................................... Lampiran 6. Bantalan ......................................................................... Lampiran 7. Rumah bantalan dan ring pisau ........................................ Lampiran 8. Pelindung mesin ............................................................. Lampiran 9. Poster promosi ................................................................ Lampiran 10. Foto mesin hasil observasi di kabupaten blitar ................ Lampiran 11. Proses pemotongan kayu ................................................ Lampiran 12. Produk jadi ..................................................................... Lampiran 13. Daftar riwayat hidup ketua kelompok ............................ Lampiran 14. Daftar riwayat hidup anggota kelompok 1 .................... Lampiran 15. Daftar riwayat hidup anggota kelompok 2 .................... Lampiran 16. Daftar riwayat hidup dosen pembimbing ....................... 19 19 20 20 21 22 23 24 24 25 26 27 28 29 30 31

ABSTRAK Karya tulis ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Blitar Jawa Timur. Karya tulis ini membahas tentang mesin pemotong kayu, karena mesin ini sangat dibutuhkan masyarakat dalam proses produksi pengolahan kayu menjadi produk jadi. Mesin pemotong kayu ini menggunakan motor listrik dengan daya 4 HP dengan putaran 960 rpm. Sabuk V yang digunakan tipe A, bahan puli motor FC 20 dengan diameter 70 mm dan diameter puli potong 225 mm. Sedangkan poros menggunakan baja S 25 C dengan diameter 35 mm yang dilengkapi pasak baja S 20 C panjang 35 mm. Mesin ini menggunakan bantalan jenis 6007. Mesin pemotong kayu juga dilengkapi dengan peralatan keaman yang menyeluruh, supaya pengguna mensin menjadi aman. Dampak signifikan dengan adanya mesin pemotong kayu diantaranya proses pengerjaan menjadi mudah, proses pengerjaan lebih cepat dan efisien waktu serta tenaga, nilai jual kayu menjadi lebih tinggi, memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat, membantu pemerintah dalam membangun usaha tingkat menengah ke bawah, dan biaya operasional berkurang (tidak menggunakan bahan bakar minyak). Mesin ini mempunyai keunggulan, antara lain: 1. gaya dorong yang diperlukan menjadi lebih kecil, karena terdapat roll untuk meminimalisir gaya gesek, 2. tidak menimbulkan debu beterbangan karena terdapat air yang mengikat debu, 3. perawatannya mudah, karena model mesin sederhana, 4. terdapat jig untuk menentukan ukuran pemotongan katu, sehingga proses pengerjaan semakin cepat, dan 5. pengerak pisau menggunakan motor listrik, sehingga biaya sumber energi lebih murah dari yang sudah ada. Biaya yang diperlukan dalam proses pembuatan mesin pemotong kayu Rp 3.350.000. Kata kunci : kayu, mesin pemotong kayu, masyarakat, Blitar

vi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kayu merupakan bahan bangunan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, karena pertimbangan tampilan maupun kekuatan. Dari aspek kekuatan, kayu cukup kuat dan ulet meskipun tidak sepadat bahan baja atau beton. Kayu merupakan bahan yang dapat didaur ulang dan ramah lingkungan. Kayu memiliki manfaat seperti dalam pembuatan konstruksi rumah, pembuatan hiasan/ ukiran,dan dalam dunia furniture. Kayu juga bisa digunakan sebagai kayu bakar, hal ini banyak dijumpai di masyarakat pedesaan. Saat ini kayu dimanfaatkan menjadi benda-benda yang bermanfaat, misalnya kursi, lemari, pintu, jendela, hiasan dinding. Salah satu cara meningkatkan nilai jual kayu dengan mengolah menjadi barang yang berfungsi misalnya pintu, jendela dan peralatan-peralatan yang berhubungan dengan kayu. Kayu yang baru ditebang (kayu glondongan) tidak bisa langsung dijadikan bahan pembuatan furniture, karena masih membutuhkan proses pemotongan kayu menjadi balok. Saat ini alat yang digunakan untuk memotong kayu glondongan menjadi balokan adalah serkel (circle). Serkel adalah alat pembelah kayu yang berbantuk motor dan gergajinya berada di belakang. Alat ini mudah dibawa dan harganya Rp 3.350.000, tetapi kurang efektif penggunaanya karena pemakanan gergaji yaitu 1 cm, jadi kayu menghasilkan limbah yang banyak dan mengurangi volume kayu. Mesin pemotong kayu yang dirancang hanya menghasilkan limbah 4 mm. Dengan adanya mesin pemotong kayu hasil kayu balok yang diperoleh akan lebih banyak. Jika kayu berdiameter 50 cm dibelah menggunakan mesin potong circle dengan dibelah 5 bagian, maka pemakanan pemotongan 1 cm x 5 = 5 cm. Jika dipotong menggunakan mesin pemotong kayu, maka pemakanan pemotongan 4 mm x 5 = 20 mm = 2 cm. Jadi, mesin pemotong kayu lebih irit 3 cm dari pada mesin circle. Dari masalah tersebut penulis mempunyai inovasi untu merancang mesin pemotong kayu yang tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat

Kabupaten Blitar. Karena sampai saat ini masyarakat Kabupaten masih menggunakan mesin circle yang penggunaannya kurang efektif. Sehingga, penulis menarik judul Inovasi Mesin Pemotong Kayu Untuk Meningkatkan Produktivitas Pengolah Kayu Di Kabupaten Blitar.

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimanakah teknologi mesin pemotong kayu? 1.2.2 Adakah dampak signifikan dengan adanya mesin pemotong kayu terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar? 1.2.3 Bagaimanakah rincian biaya pembuatan mesin pemotong kayu?

1.3 Tujuan 1.3.1 Mendeskripsikan teknologi mesin pemotong kayu. 1.3.2 Mengetahui dampak signifikan dengan adanya mesin pemotong kayu terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar. 1.3.3 Mengetahui rincian biaya pembuatan mesin pemotong kayu.

1.4 Manfaat 1.4.1 Bagi masyarakat 1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Blitar. 2. Maningkatkan nilai jual kayu dalam bentuk setengah jadi. 3. Mengurangi biaya operasional proses pembuatan setengah jadi. 4. Meningkatkan hasil produk kayu. 1.4.2 Bagi pemerintah 1. Membuka lowongan pekerjaan di bidang perkayuan/ furniture. 2. Meningkatkan kreativitas masyarakat kabupaten Blitar. 3. Trobosan untuk membantu usaha menengah ke bawah di bidang perkayuan/ furniture. 1.4.3 Bagi pembaca 1. Memberikan wawasan tentang perancangan mesin pemotong kayu. 2. Memberikan wawasan tentang perencanaan usaha. 3. Menambah bahan pustaka tentang mesin pemotong kayu.

BAB II TINAJUAN PUSTAKA

2.1 Motor penggerak Motor penggerak digunakan untuk menggerakkan poros pemotong. Putaran motor ditransmisikan ke puli dengan menggunakan sabuk (belt), adapun jenis motor yang digunakan pada pada mesin pemotong ini adalah motor listrik dengan pertimbangan sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Getaran yang ditimbulkan halus Pengoperasiannya mudah Perawatannya mudah Ringan Hemat .

2.2 Puli Puli adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mengaitkan atau meletakkan sabuk. Pada dasarnya puli mempunyai prinsip kerja yang sama dengan sproket, perbedaannya terletak pada media yang dikaitkan. Jika puli yang dikaitkan adalah sabuk, sedangkan sproket media yang dikaitkan adalah rantai. Puli banyak dibuat dari bahan besi cor, baja cor, baja tempa dan paduan alumunium. Puli dari bahan besi cor memiliki nilai koefisien gesek yang lebih tinggi dibandingkan dengan puli dari bahan baja tempa. Kedudukan puli penggerak dan puli yang digerakkan pada poros harus senter (lurus) agar sabuk tidak mudah lepas dari kedudukan puli.

2.3 Sabuk Belt atau sabuk merupakan elemen fleksibel yang dapat digunakan untuk mentransmisikan torsi dan gerakan berputar dari suatu komponen ke komponen yang lainnya. Belt digunakan sebagai transmisi langsung yang menghubungkan jarak yang jauh antara 2 buah poros dimana belt dibelitkan disekeliling puli pada poros.

V-belt mempunyai penampang trapesium. V-belt dipasang pada puli dengan alur dan meneruskan torsi antara 2 buah poros yang jaraknya dapat mencapai 5 m dengan perbandingan putaran 1:1 sampai 7:1. Daya maksimal yang dapat ditransmisikan oleh V-belt adalah 500 Kw. Menurut bentuk dari sabuk sebagai sistem transmisi, sabuk dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu: a. Sabuk Rata (Flat Belt) Sabuk jenis ini biasanya dipasang pada pully silinder dan meneruskan momen antara dua poros. Sabuk ini umumnya tidak menimbulkan suara (tidak berisik), efisien pada putaran tinggi, dan dapat mentransmisikan daya besar dengan jarak yang panjang. b. Sabuk Penampang Trapesium ( V-Belt) Sabuk ini biasanya dipasang dengan cara membelitkannya dikeliling alur puli berbentuk V dan meneruskan putaran dua poros. Sabuk jenis ini biasanya digunakan pada jarak pendek dan daya yang dihasilkan besar pada tegangan yang relatif rendah serta tidak ada sambungan pada sabuknya.

Gambar 2.1 Konstruksi sabuk V (Sumber: Khurmi, 2005:728) c. Sabuk dengan Gigi (TimingBelt) Sabuk jenis ini biasanya dipasang secara berpasangan dengan jenis puli, untuk meneruskan putaran secara tepat. Sabuk jenis ini memiliki kecenderungan selip yang kecil, daya yang ditransmisikan konstan dan dengan adanya gigi memungkinkan untuk mendapatkan putaran rendah atau tinggi.

2.4 Poros Poros merupakan bagian terpenting dalam mesin karena hampir semua mesin menggunakan poros sebagai penerus putaran. Menurut Sularso (1991:1) hal-hal yang penting dalam perencanaan poros adalah kekuatan poros, kekakuan poros, putaran kritis, korosi dan bahan poros. Selain itu juga dapat dipertimbangkan dari segi keekonomisan bahan serta kemudahan untuk mendapatkannya. Poros berperan meneruskan daya bersama-sama dengan putaran. Pada umumnya poros meneruskan daya melalui sabuk, roda gigi dan rantai, dengan demikian poros menerima beban puntir dan lentur (Sularso, 1997:1). Ada beberapa macam jenis poros, di antaranya yaitu : 1. Poros Transmisi Poros transmisi mendapat beban puntir murni atau beban puntir dan lentur. Poros transmisi berfungsi untuk meneruskan daya dari salah satu elemen ke elemen yang lain melalui kopling. 2. Spindel Spindel merupakan poros transmisi yang relatif pendek, seperti poros utama pada mesin perkakas di mana beban utamanya berupa puntiran. Syarat yang harus dipenuhi oleh poros ini adalah deformasinya harus kecil dan bentuk serta ukurannya harus teliti. 3. Gandar Poros gandar dipasang pada roda-roda kereta api barang, sehingga tidak mendapat beban punter, terkadang poros gandar juga tidak boleh berputar. Gandar hanya mendapat beban lentur, kecuali jika digerakkan oleh penggerak mula yang memungkinkan mengalami beban puntir.

2.5 Pasak Pasak merupakan elemen mesin yang digunakan untuk meneruskan momen torsi dari poros ke elemen mesin lainnya (puli, roda gigi). Dimensi pasak ditentukan oleh dimensi poros (ds). Bahan pasak biasanya dipilih bahan yang lunak dari pada bahan porosnya. Hal ini disebabkan karena harga pasak yang murah serta mudah menggantinya.

Pasak berfungsi sebagai pengunci antara roda gigi atau puli pada poros sehingga daya yang ada dapat diteruskan, selain itu pasak berfungsi untuk: a. Menyambung beberapa mesin bagian yang satu terhadap bagian yang lain dengan memakai pasak bertingkat. b. Untuk memindahkan mesin yang satu dengan yang lain dalam satu arah tertentu dengan menggunakan pasak penyetel. c. Untuk menjaga agar elemen mesin tidak berputar (slip).

2.6 Bantalan Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus dan aman. Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik, maka prestasi seluruh sistem akan menurun atau tidak dapat bekerja secara semestinya (Sularso dan Suga, 1997:103). Selain itu bantalan juga mempunyai peran sebagai pembatas gerak dari poros agar poros selalu berada pada posisi yang benar.

2.7 Mur dan Baut Mur dan baut merupakan alat pengikat yang sangat penting dalam suatu rangkaian mesin. Pemilihan mur dan baut sebagai pengikat harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan ukuran yang sesuai dengan beban yang diterimanya sebagai usaha untuk mencegah kecelakaan dan kerusakan pada mesin. (Sularso, 1997:296) Mur dan baut pada mesin penghancur jagung ini digunakan untuk mengikat beberapa komponen, antara lain: 1. Pengikat pada pisau Menggunakan baut M5 bahan St 37 dengan ukuran M5 x 10 sebanyak 8 buah. 2. Pengikat pada dudukan motor listrik Menggunakan baut M10 bahan St 37 dengan ukuran M10 x 30 sebanyak 4 buah. 3. Pengikat petutup mesin

Menggunakan baut mur M10 bahan St 37 dengan ukuran M10 x 35 sebanyak 4 buah. 4. Pengikat bantalan Menggunakan baut M10 bahan St 37 dengan ukuran M10 x 25 sebanyak 4 buah.

BAB III METODE PELAKSANAAN

3.1 Gambar komponen

Gambar 3.1. Komponen Mesin Keterangan : 1. Meja mesin 2. Tempat jek 3. Ring penjepit pisau 4. Mur penjepit pisau 5. Tempat air 6. Saluran air 7. Pisau 8. Pengatur ketinggian bering 9. Bering 10. Poros 11. Sabuk 12. Puli 13. Motor 14. Roll 15. Jig

3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat Alat yang digunakan pada proses pembuatan mesin pemotong kayu sebagai berikut: 1. Mesin Bubut 2. Mesin Gerinda 3. Mesin Las 4. Gergaji 5. Kunci pas 1 set 6. Tang 7. Palu 3.2.2 Bahan Bahan-bahan yang diperlukan pada prose pembuatan mesin pemotong kayu sebagai berikut: 1. Motor listrik 4 HP 960 rpm 2. Sabuk tipe A panjang 63 Inchi 3. Bantalan gelinding tipe 6007 2 4. Puli motor diameter 70 mm 5. Puli poros pemotong diameter 225 mm 6. Poros S 25 C panjang 5200 mm 7. Besi siku panjang 6000 mm 8. Pasak 9. Pelat ukuran 960000 mm2 10. Besi plat panjang 2000 mm 11. Roll 12. Mur dan baut M10 9 pasang 13. Mur dan baut M14 11 pasang 14. Saluran pendingin 3m 15. Jek ukuran 5 buah 16. Pisau pemotong 8. Elektroda 9. Sikat baja 10. Perlengkapan K3 11. Mistar baja 12. Mistar geser 13. Mesin bor

10

3.3 Prosedur Pembuatan Mesin Prosedur atau cara pembuatan mesin pemotong kayu sebagai berikut: 1. Siapkan alat dan bahan 2. Setelah alat dan bahan lengkap, maka mesin pemotong kayu dirakit 3. Komponen mesin dipasang sesuai dibagiannya masing-masing 4. Pastikan hasil perakitan presisi dan pas sesuai ukuran perhitungan 5. Setelah mesin selesai dirakit, maka mesin dicoba 6. Pastikan putaran mata potong sesui perhitungan dan lurus/ tidak goyang 7. Jika sudah aman dan sesuai dengan perancangan awal, maka mesin pemotong kayu siap dipublikasikan dan disosialisasikan kepada masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Blitar.

3.4 Waktu dan Tempat Pembuatan Mesin 3.4.1 Waktu Mesin pemotong kayu ini termasuk jenis mesin yang sederhana tetapi fungsinya sesuai dengan permasalahan di masyarakat Kabupaten Blitar. Mesin ini tidak membutuhkan waktu pembuatan yang tidak lama, hanya membutuhkan waktu + 15 hari pengerjaan. 3.4.2 Tempat Pembuatan Mesin Penulis mengerjakan mesin ini di Bengkel Jaya Teknik Kota Malang. Bengkel Jaya Teknik tidak hanya menerima jasa bubut, las, frais, dan lain-laiin, tetapi juga menyediakan komponen mesin yang diperlukan dalam proses penbuatan mesin pemotong kayu. Dengan demikian, mesin pemotong kayu akan cepat dalam proses pembuatan.

3.5 Rincian Biaya yang Dibutuhkan Berikut adalah rancangan anggaran blanja pembuatan mesin pemotong kayu: a. Motor listrik 4 HP 960 rpm b. Sabuk tipe A panjang 63 Inchi c. Bantalan gelinding tipe 6007 2@Rp 30.000 d. Puli motor diameter 70 mm : Rp 700.000,: Rp : Rp : Rp 40.000,60.000,50.000,-

11

e. Puli poros pemotong diameter 225 mm f. Poros S 25 C panjang 5200 mm g. Besi siku panjang 6000 mm 1 lonjor h. Pasak i. Pelat ukuran 960000 mm2 j. Besi plat panjang 2000 mm = 2 m x @Rp100.000 k. Roll l. Mur dan baut M10 9 pasang m. Mur dan baut M14 11 pasang n. Saluran pendingin 3m o. Jig ukuran 5 buah p. Pisau pemotong q. Biaya pembuatan + cat Total

: Rp 100.000,: Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp : Rp :Rp 50.000,200.000,10.000,500.000,200.000,100.000,18.000,22.000,20.000,30.000,750.000,-

: Rp 500.000,- + :Rp 3.350.000,-

12

BAB IV POTENSI BISNIS

4.1 Deskripsi Mesin Mesin pemotong kayu merupakan mesin sederhana yang tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat Kabupaten Blitar. Mesin ini dirancang sebagai langkah awal kemajuan perekonomian masyarakat Kabupaten Blitar. Mesin ini menggunakan penggerak motor listrik AC, supaya penggunaannya lebih efektif dan efisien karena tidak menggunakan bahan bakar minyak. Perlengkapan yang digunakan lebih baik dari pada mesin yang sudah ada, diantaranya dilengkapi dengan rol putar untuk meminimalisir gaya gesek, pendingin supaya kayu lebih lunak dan mata gergaji tidak panas, jig atau alat ukur yang bisa diubah sesuai kebutuhan. Perlengkapan keamanan dan pelindung mesin menyeluruh, supaya pengguna mesin aman dalam bekerja. Gambar konstruksi mesin terdapat pada lampiran 1.

4.2 Cara Kerja Mesin Berdasarkan rancangan mekanisme mesin pemotong kayu berpendingin, berukuran, dan berroll dengan penggerak motor listrik, maka secara garis besar mesin ini memiliki prinsip kerja sebagai berikut : 1. Setelah setting mesin selesai, motor dinyalakan. 2. Dalam perencanaan awal terdapat 1 buah motor penggerak. 3. Motor memberikan daya yang menggerakan poros engkol serta pisau pembelah. 4. Kayu dilewatkan di atas roll dan disentuhkan pada kayu pengukur setelah ukuran ditentukan. 5. Kayu ditekan ke pisau sehingga kayu akan terpotong sesuai dengan ukuran 6. Saluran pendingin akan menyemprotkan air ke pisau dan roll akan meringankan seseorang mendorong kayu kea rah pisau.

13

4.3 Keunggulan dan Manfaat Mesin 1. Gaya dorong yang diperlukan menjadi lebih kecil, karena terdapat roll untuk meminimalisir gaya gesek. 2. Tidak menimbulkan debu beterbangan karena terdapat air yang mengikat debu. 3. Perawatan mudah karena model mesin sederhana. 4. Terdapat jig untuk menentukan ukuran pemotongan katu, sehingga proses pengerjaan semakin cepat. 5. Penggerak pisau menggunakan motor listrik, sehingga biaya sumber energi lebih murah dari yang sudah ada. 6. Dilengkapi pelindung mesin untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. 7. Dilengkapi pelindung pisau yang terletak pada bawah meja, supaya air mengalir pada satu lubang dan tidak berantakan.

4.4 Peluang Keberlanjutan Mesin Mesin pemotong kayu merupakan kebutuhan masyarakat Kabupaten Blitar, dengan demikian mesin ini akan diminati para pengusaha pengelola kayu. Penulis yakin bahwa mesin pemotong kayu ini diminati masyarakat, berikut alasannya: 1. Mesin pemotong kayu dibutuhkan oleh Masyarakat Kabupaten Blitar. 2. Pemerintah dapat membuat program bantuan mesin pemorong kayu untuk usaha pengelola kayu tingkat menengah ke bawah. 3. Mesin pemotong kayu yang penulis tawarkan lebih baik dari mesin yang sudah ada. 4. Harga mesin juga terjangkau.

4.5 Perhitungan Benefit / Cost Ratio 1. Biaya total pembuatan mesin pemotong kayu : Rp 3.250.000. 2. Mesin dijual dengan harga Rp 4.000.000. 3. Jadi keuntungan yang didapatkan: Rp.4.000.000 Rp 3.350.000 = Rp 650.000.

14

4.6 Cara Mempromosikan 1. Menawarkan mesin pemotong kayu kepada para pengusaha kayu baik skala kecil maupun menengah. 2. Menawarkan mesin pemotong kayu kepada PEMKAB Blitar. 3. Mensosialisasikan kepada masyarakat umum melalui jejaring sosial, media elektronik (radio dan televisi lokal), dan media cetak. 4. Memasang poster/baliho dikeramaian (pasar), gambar poster ada pada lampiran 8.

4.7 Dampak Signifikan Dampak signifikan dengan adanya mesin pemotong kayu sebagai berikut 1. Kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar meningkat. 2. Nilai jual kayu menjadi lebih tinggi. 3. Proses pengerjaan menjadi mudah. 4. Proses pengerjaan lebih cepat dan efisien waktu serta tenaga. 5. Memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat. 6. Membantu pemerintah dalam membangun usaha tingkat menengah ke bawah. 7. Biaya operasional berkurang (tidak menggunakan bahan bakar minyak).

15

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Mesin pemotong katu ini berfungsi untuk merubah ukuran kayu yang nantinya dapat dijual atau digunakan sebagai bahan baku pembuatan alat-alat rumah tangga yang berasal dari kayu. Selain itu mesing pemotong kayu dapat digunakan untuk kayu yang masih glondongan. Rancangan awal mesin digunakan untuk pengumpulan data dalam menentukan perencanaan material yang dibutuhkan dan spesifikasi mesin penggiling kulit padi seperti kemampuan mesin mesin, putaran motor listrik,perencanaan sabuk dan puli, perencanaan poros, perencanaan pasak, dan bantalan. Rancangan teknik digunakan untuk menghitung ukuran-ukuran bagian mesin pemotong kayu serta memeriksa kelayakannya apabila nanti dirakit. Dari uraian hasil perhitungan perencanaan mesin penggiling kulit padi ini, maka diperoleh ukuran-ukuran bagian mesin sebagai berikut: 5.1.1 Daya Motor 1. Daya motor penggerak 2. Putaran motor 5.1.2 Sabuk 1. Bahan 2. Kecepatan putar 3. Jarak antara kedua sumbu 4. Panjang keliling 5. Sudut kontak 6. Gaya keliling 7. Beban tarik terhadap poros 5.1.3 Puli 1. Bahan 2. Diameter luar puli pemotong 3. Tebal puli pemotong : FC 20 : 225 mm : 20 mm : Sabuk V Tipe A : 3,5 m/detik : 548,6 mm : 1600 mm : 163,90 : 86,96 kg : 130,44 kg : 4 HP : 960 rpm

16

4. Volume puli pemotong 5. Berat puli pemotong 6. Diameter luar puli motor 7. Tebal puli motor 8. Volume puli motor 9. Berat pully motor 5.1.4 Poros 1. Bahan 2. Kecepatan putar 3. Momen puntir 4. Tegangan geser yang diijinkan 5. Diameter poros 6. Tegangan geser yang terjadi 5.1.5 Pasak 1. Bahan 2. Ukuran nominal 3. Panjang pasak 4. Kedalaman alur pada poros 5. Kedalaman alur pada naf 6. Gaya tangensial 7. Tegangan geser 5.1.6 Bantalan 1. Jenis bantalan 2. Diameter dalam 3. Diameter luar 4. Lebar 5. Jari-jari

: 794812,5 mm3 : 5,7 kg : 70 mm : 20 mm : 76930 mm3 : 0,55 kg

: S 25 C : 298,67 rpm : kg.mm : 2,49 kg/mm2 : 35 : 2,32 kg/mm2

: S 20 C : 10 mm x 8 mm : 35 mm : 5,5 mm : 4,8 mm : 556 kg : 1,6 kg/mm2

: 6007 : 35 mm : 62 mm : 14 mm : 1,5 mm

Untuk perawatan mesin pemotong kayu ini meliputi perawatan harian, perawatan mingguan, perawatan bantalan, perawatan sabuk dan puli, pelumasan, dan perbaikan mesin.

17

Rancangan anggaran digunakan untuk memberikan estimasi pengeluaran dana yang akan digunakan dalam pembuatan mesin pemotong kayu. Untuk estimasi dalam pembuatan mesin pemotong kayu ini adalah sebesar Rp 3.350.000.

5.2 Saran Saran dari penulisan karya tulis mesin pemotong kayu sebagai berikut: 1. Diharapkan Pemerintah Kabupaten Blitar dapat mendorong dan membantu dalam proses pembuatan mesin pemotong, sehingga jumlah mesin sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Blitar. 2. Diharapkan masyarakat Kabupaten Blitar dapat menrima mesin pemotong kayu dan mengembangkan usaha pengelolaan kayu. 3. Sebaiknya para petani kayu baik sengon maupun yang lainnya dapat mengolah hasil panen menggunakan mesin pemotong kayu, supaya keuntungan yang didapatkan meningkat dan perekonomian menjadi stabil.

18

DAFTAR PUSTAKA

Dobrovolsky V, Zablonsky K. 1978. Machine Elements; A Text Book. Moscow: Peace Publisher.. Khurmi R.S, Gupta J.K. 2005. Atext Book of Machine Design. New Delhi: Eurasia Publishing House. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. 2010. Malang: Universitas Negeri Malang. Raffei, M. 1981. Dasar-Dasar Elemen Mesin. Bandung. Sularso, dan Suga, Kiyokatsu. 1997. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Online,(http://www.efunda.com/materials/alloys/carbon_steels/show_carbon.cfm) , diakses 15 September 2013.

19

LAMPIRAN

Lampiran 1. Konstruksi Mesin Pemotong Kayu

Lampiran 2. Bagian-Bagian Mesin Pemotong Kayu

20

Lampiran 3. Rangka

Lampiran 4. Puli

21

Lampiran 5. Poros, Pasak dan Pisau

22

Lampiran 6. Bantalan

23

Lampiran 7. Rumah Bantalan dan Ring Pisau

24

Lampiran 8. Pelindung mesin

Lampiran 9. Poster Promosi

25

Lampiran 10. Foto Mesin Hasil Observasi di Kabupaten Blitar

26

Lampiran 11. Proses Pemotongan Kayu

27

Lampiran 12. Produk jadi

28

Lampiran 13. Daftar riwayat hidup ketua kelompok

Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Telephone / HP E-mail Riwayat Pendidikan

Karya Ilmiah

: Trio Adi Wibowo : Blitar, 28 Juni 1992 : Desa Suru RT. 01 RW. 08 Kecamatan Doko Kabupaten Blitar : 085785527369 : dedik.hariyanto92@yahoo.com : SDN Suru 3 (1998-2005) SMP Negeri 2 Wlingi (2005-2008) SMK Negeri 1 Blitar (2008-2011) Universitas Negeri Malang (2011-sekarang) : Perancangan Mesin Pemotong Kayu Berpendingin, Berukuran, dan Berroll Dengan Penggerak Motor Listrik : 1. 2. 3. 1. 2. 3. Anggota OSIS SMPN 2 Wlingi. Anggota Inti Pramuka SMPN 2 Wlingi. Anggota Takmir SMKN 1 Blitar Juara 2 umum di SMP Juara 1 kelas1-kelas3 di SMK Juara 3 lomba lari sekecamatan Wlingi

Pengalaman Organisasi

Penghargaan

29

Lampiran 14. Daftar riwayat hidup anggota 1

Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Telephone / HP E-mail Riwayat Pendidikan

Karya Ilmiah

Pengalaman Organisasi Penghargaan

: Dedik Hariyanto : Lumajang, 18 Desember 1992 : Dusun Kebonan Desa Lempeni RT. 38 RW. 10 Desa Lempeni Kec. Tempeh Kab. Lumajang : 085236583566 : dedik.hariyanto92@yahoo.com : MIN Lempeni Tempeh Lumajang (1999-2005) SMP Negeri 1 Tempeh Lumajang (2005-2008) SMK Negeri Pasirian Lumajang (2008-2011) Universitas Negeri Malang (2011-sekarang) : 1. Perancangan Konstruksi Mesin Pemarut Ubi Ketela (Ubi Jalar) sebagai Bahan Makanan Pengganti Nasi 2. Rancang Bangun Mesin Tepung Pisang Untuk Memanfaatkan Pisang Kirana Sebagai Pengganti Tepung Terigu Khas Kabupaten Lumajang Yang Mampu Bersaing Di Kancah Internasional : 1. Anggota TIM Bola Voli IVOKA Tempeh 2. Bola Voli SMK Negeri Pasirian : 1. Juara Harapan I Bola Voli Putra SMA/SMK/MA/MAK Se-Kabupaten Lumajang 2. Finalis Bola Voli Plastik Putra SeKabupaten Lumajang 3. PPTL perwakilan SMKN Pasirian SeKabupaten Lumajang

30

Lampiran 15. Daftar riwayat hidup anggota 2

Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat

Telephone / HP E-mail Riwayat Pendidikan

Karya Ilmiah Pengalaman Organisasi Penghargaan

: Rizky Kurniawan : Probolinggo, 17 Mei 1993 : Jalan Pahlawan no 49 RT 03 RW 12 Kec. Kebonsari kulon Kel. Kanigaran Kota Probolinggo : 082331931313 : Rizky.kurni4w4n@yahoo.com : TK Masyitoh II Kota Probolinggo (1997-1999) SD Kebonsari Kulon 1 Kota Probolinggo (1999-2005) SMP Negeri 2 Kota Probolinggo (2005-2008) SMK Negeri 2 Kota Probolinggo (2008-2011) Universitas Negeri Malang (2011-sekarang) : Perancangan Mesin Pencacah Rumput Laut Sebagai Bahan Utama Pembuatan Kosmetik : Anggota UKM GERMAN UM 2012 : Peserta Gerak Jalan Tradisional Paiton Probolinggo

31

Lampiran 16. Daftar riwayat hidup dosen pembimbing Nama Tempat dan Tanggal Lahir Pangkat/gol NIP Jurusan/Fakultas Alamat Kantor Alamat Rumah Telephone / HP E-mail Riwayat Pendidikan : : : : : : : : : : Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T Pacitan, 03 Mei 1954 Pembina / IVa 19540503198103006 Teknik Mesin / Teknik Jalan Semarang No. 6 Kota Malang Jalan Kemuning IV/3 Sengkaling Indah II Kota Malang 0341-462318 / 081334943387 murdantoputut@yahoo.co.id Sarjana Pendidikan Jurusan Mesin IKIP Malang Magister Teknik Industri ITN Malang 1. Permeabilitas Pasir Cetak untuk Pengecoran Logam 2. Perancangan Mesin Uji Tarik untuk Pengujian dan Pemeriksaan Logam 3. Penelitian Dapur Crusible dengan Bahan Bakar Minyak Dibandingkan dengan Gas LPG pada Pengecoran Logam 4. Pemanfaatan Sampah Anorganik untuk Alternatif Bahan Bakar Padat. 5. Pemanfaatan Lumpur Lapindo sebagai Bahan Pengikat Pasir Cetak pada Pengecoran Logam non Fero. 6. Rancang Bangun Mesin Penggoreng Vakum Bagi Industri Kripik Apel Di Kota Batu. 7. Perancangan Dapur Crusible untuk Pengecoran Logam non Fero di Lab. Mesin FT UM. 8. Penjernih Air Model Karbon Aktif Bagi Masyarakat Desa Randugading Malang. 9. Mesin Pemisan Kedelai dengan Kerikil Model Konveyor Bergetar Bagi Produsen Tempe Sanan Malang. 10. Mesin Pengayak Pasir Cetak untuk Pengecoran Logam di Lab. Mesin UM. 11. Rancang Bangun Mesin Perontok Padi Bagi Petani Karang Ploso Malang. 12. Perancangan Mesin Pengering untuk Industri Kecil Sale Pisang di Pacitan. 1. Ketua Ikatan Alumni Fakultas Teknik Mesin UM 2. Ketua Lab. Teknik Mesin 3. Kaprodi Pendidikan Teknik Mesin

Karya Ilmiah

Pengalaman Organisasi

32

Penghargaan

: Kaprodi Teladan 2 tingkat fakultas