Anda di halaman 1dari 1

KAITAN HUKUM MENDEL DAN MEIOSIS 1. Hukum Mendel I : Pemisahan gen se-alel " Segregation of allelic genes".

Peristiwa pemisahan alel ini terlihat ketika pembuatan gamet individu yang memiliki genotipe heterozigot, sehingga tiap gamet mengandung salah satu alel itu. Hukum ini disebut juga Hukum Segregasi. Berdasarkan percobaan menyilang 2 individu yang memiliki 1 karakter berbeda: Monohibrid. Mendel menyilang kacang kapri atau ercis normal (tinggi) dengan kacang kapri kerdil (rendah, abnormal). Ukuran yang normal itu ialah 1,8 m yang kerdil 0,3 m. Untuk melakukan persilangan itu, penyerbukan sendiri dicegah lebih dulu dengan membuang benang sari bunga bersangkutan sebelum sempat matang, lalu serbuk sari dan batang pohon lain yang diinginkan diletakkan ke kepala putik, sehingga terjadilah penyerbukan silang buatan Hukum Mendel I berlaku pada gametogenesis F1 . F1 itu memiliki genotipe Tt (heterozigot). T dengan t sealel, terletak pada lokus yang sama pada kromosom. Waktu gametogenesis itu gen sealel T-t itu pun berpisah, masing-masing pergi ke suatu gamet. Sehingga terbentuk gamet yang mengandung T, disingkat gamet T dan gamet yang mengandung t, disingkat gamet t. Baik pada bunga betina maupun pada benang sari, sama terjadi 2 macam gamet.

2. Hukum Mendel II : Pengelompokan Gen secara Bebas " Independent Assortment of Genes". Dihibrid dan Polihibrid Hukum ini berlaku ketika pembentukan gamet, dimana gen sealel secara bebas pergi ke masing-masing kutub ketika meiosis. Pembuktian hukum ini dipakai pada Dihibrid atau Polihibrid, yakni persilangan dari individu yang memiliki 2 atau lebih karakter berbeda. Disebut juga Hukum Asortasi. Misalnya ada 2 pasangan gen A-a dan B-b. Masing-masing gen itu kita butuhkan pada kromosom berbeda, maka digambarkan ada 2 pasang kromosom ketika awal meiosis. Pada Anafase meiosis I terjadi pemisahan dan berpindahan kromosom homolog ke masing-nasing kutub : kutub atas - kutub bawah. Disinilah berlaku Hukum Mendel II itu, yakni ketika terjadinya meiosis pada gametogonium individu yang seterusnya sesuai dengan jenis hibridnya, triple-heterozigot dan seterusnya sesuai dengan jenis hibridnya, apakah Di-, Tri- atau Poli-hibrid. Waktu Anafase I itu pemisahan dan pengelompokan gen-gen itu secara bebas/acak, apakah ke kutub atas atau ke kutub bawah.