Anda di halaman 1dari 5

WAWANCARA KERJA Menjawab dengan cerdas, taktis dan optimis Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan

keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan. 1. Coba ceritakan kepada kami mengenai diri Anda Tips menjawab pertanyaan: Biasanya pertanyaan ini merupakan pertanyaan pembuka interview, agar tidak banyak menghabiskan waktu dalam menjawab pertanyaan ini maka ceritakanlah profil Anda yang penting. Misal, nama lengkap Anda tahun serta tanggal lahir Anda, latar belakan pendidikan serta pengalaman Anda. 2. Apa yang Anda ketahui mengenai perusahaan kami Tips menjawab pertanyaan: Jawablah dengan jujur apa yang Anda ketahui tentang perusahaan yang Anda lamar. Untuk itu saya anjurkan kepada Anda sebelum wawancara ini, pelajarilah tentang profil perusahaan, produk serta perkembangan perusahaan. Agar ketika pertanyaan ini diajukan kepada Anda, Anda tidak bingung menjawabnya. Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini. Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal te rsebut. 3. Berikan alasan Anda, mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan kami Tips menjawab pertanyaan: Cara terbaik untuk menjawab ini adalah mencoba melakukan riset mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan itu, seperti kebudayaannya, lingkungan kerja, pekerjaan itu, dan sebagainya. Jika Anda tidak dapat menemukannya, mungkin Anda harus mempertimbangkan mengapa Anda mencoba melamar ke sana. Jika Anda sudah tahu, sebutkanlah dalam cara dimana interviewer dapat mengetahui mengapa Anda cocok untuk bekerja di sana. 4. Coba ceritakan kepada kami, apa kelebihan dan kekurangan Anda Tips menjawab pertanyaan: Pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan termudah dalam wawancara kerja, karena menyebutkan kelebihan diri lebih mudah dari menyebutkan kelemahan diri. Pada saat Anda ditanyakan pertanyaan ini, bicarakan kelebihan Anda yang dapat menkualifikasikan Anda dengan pekerjaan atau posisi yang Anda lamar pada perusahaan tersebut. Cara terbaik adalah mendeskripsikan kemampuan dan pengalaman Anda terkait atas kelebihan itu. Biasanya, pertanyaan ini akan diikuti dengan pertanyaan bagaimana kelebihan Anda dapat membantu pekerjaan terkait. Pertanyaan mengenai kekurangan yang Anda miliki sepertinya cukup sulit. Karena di satu sisi, Anda tidak boleh memberitahukan kelemahan Anda terkait atas pekerjaan yang dilamar, dan tentu saja di sisi lain jika Anda bilang Anda tidak punya kelemahan maka Anda berbohong. Jadi Bagaimana? Ada beberapa cara dan tips menjawab pertanyaan bermata dua ini yaitu: Anda dapat menyebutkan kelemahan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan yang Anda lamar ini. Anda dapat membuat seakan-akan kekuatan Anda adalah kelemahan, sebagai contoh: "Saya adalah orang yang terlalu teliti akan detail." Anda dapat menyebutkan kelemahan Anda dan membuktikan bahwa Anda telah melewati kelemahan tersebut. Tentu saja masih banyak cara lain untuk menjawab pertanyaan ini. 4. Mengapa anda resign dari perusahaan tempat Anda bekerja sebelum melamar kerja di perusahaan kami Tips menjawab pertanyaan: Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat atau habis kontrak. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi antara Anda dengan atasan atau dengan karyawan sepekerjaan. Perlu Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak dan menggali soal masalah ini. Mengenai menjawab pertanyaan ini lebih lengkap, silahkan baca artikelnya Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja: Mengapa Anda Resign. 5. Apa pencapaian terbesar yang pernah Anda raih Tips menjawab pertanyaan: Jangan pernah memberi jeda atau kelihatan bingung ketika akan menjawab pertanyaan ini. Tetaplah tenang dan pikirkan dengan cepat apa penghargaan terbaik dan yang paling signifikan yang terjadi dalam dunia karir Anda. 6. Apa yang Anda ketahui mengenai posisi kerja yang Anda lamar Tips menjawab pertanyaan: Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban (job desk). Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab. Untuk itu pelajari tentang posisi kerja yang Anda lamar sebelum wawancara kerja/interview. 1. Beritahukan kami tentang diri Anda? Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir. 2. Apa yang Anda ketahui tentang kami? Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini. Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut. 3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)? Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian

Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dan 4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik? Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik. 5. Mengapa kami harus merekrut Anda? Pertanyaan ini saam seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut. 6. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan? Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi. 7. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan? Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab. 8. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami? Beri jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, Anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya. 9. Berapa lama Anda akan bersama kami? Beritahukan pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target bersama. 10. Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda? Ini pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi. 11. Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya? Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi. 12. Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda? Beritahu pewawancara bahwa Anda merasa khawatir namun jangan terkesan panik. Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih mementingkan kestabilan keuangan. 13. Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan? Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif. Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang Anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat pekerjaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa Anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme Anda. 14. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya? Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos Anda akan merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu. 15. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda? Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersikap defensif. 16. Berapa gaji yang Anda minta? Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika Anda diberi pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan mengatakan Anda ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda. 17. Apa target jangka panjang Anda? Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan jawaban yang singkron dengan milik perusahaan. 18. Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai? Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang yang suka membesar-besarkan sesuatu. 1.Berapa gaji yang Anda inginkan Pertanyaan jebakan ini sudah pernah saya bahas secara kengkap dan detail. Untuk menjawabnya silahkan Anda baca artuke ini, menjawab pertanyaan wawancara kerja mengenai gaji. 2. Apa pendapat Anda tentang atasan/bos Anda sebelumnya Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif, karena jika Anda Anda menilai mantan bos Anda dengan penilain negatif terhadapnya, maka Anda juga akan dinilai negatif oleh interviewer. Mengapa demikian? karena mereka juga akan beranggapan jika Anda nantinya bekerja diperusahaan lain, saat interview Anda akan menjawab hal yang sama. 3. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. Beritahukan kepada interviewer kalau Anda ingin

memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi seperti ingin mendapatkan gaji yang layak untuk kebutuhan hidup. Itulah 3 tambahan mengenai pertanyaan wawancara kerja yang menjebak, selebihnya Anda dapat membaca pada halaman pertanyaan wawancara kerja. 1. Ceritakan tentang diri anda Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya, kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti Di mata anda, siapa anda? atau Ceritakan sesuatu tentang anda, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri. Saya merasa biasa-biasa saja atau tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara. Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu, tegas Erina. Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling.Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya. Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah , kata Erina Collins. Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga bunga, berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis. 2. Hati-hati pertanyaan jebakan Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara. Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja. Ketika itu saya tanya apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan k erjanya cukup nyaman kan? dan pelamar itu menjawab saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya, ungkap Erina. Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal. Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji. Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab saya sering telat dan lupa waktu. Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda. atau saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat . Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat? sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini. Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja. Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan, ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah. 3. Semangat dan bahasa tubuh Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan. Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan

bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata saya merasa atau saya kurang dan sebaiknya gunakan saya pikir, menurut pendapat saya.., saya yakin, saya optimis. Kata-kata saya merasa atau saya kurang mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan. 4.Cara berpakaian yang baik dalam wawancara Berpakaian yang baik dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain: * Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau kebiasaan berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai orang aneh, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini. * Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis.,mengkilap, ngejreng). * Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rokbawah, kancing baju atasan). * Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta). * Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan. Berapa gaji yang anda minta ? Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau. Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun. Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto. Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini. Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. /tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan. Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik. 5.Variasi pertanyaan dalam wawancara Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi. Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara: Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan : * Mengapa anda memilih jurusan tersebut? * Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya. * Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya. * Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa? * Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan? * Siapakah yang membiayai studi anda? * Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda? * Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik? Pertanyaan mengenai pengalaman kerja : * Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda * Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi. * Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan. * Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut. * Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama? * Dengan boss macam apakah anda senang bekerja? * Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda? Pertanyaan mengenai sasaran anda : * Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini? * Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami? * Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang? * Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda? * Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda? Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki : * Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki? * Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini? * Apakah yang anda cari dalam bekerja? * Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini? * Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini? Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing!

Salah satu momok yang sangat menakutkan bagi pelamar kerja yang telah lulus dalam tahap Tes Psikotes adalah Wawancara Kerja atau sering kita dengar dengan sebutan Interwiew Kerja. Dalam tahap wawancara, biasanya wawancara kerja atau interview ini terdiri dari dua tahap wawancara, yaitu wawancara kerja HRD dan wawancara kerja User. Salah satu penbyebab tidak lulusnya interview kerja adalah tidak atau kurangnya persiapan. Sehingga ketika wawancara kerja berlangsung, peserta akan merasa gugup dalam menjawab setiap pertanyaan yang di lontarkan oleh interviewer atau si pewancara. Oleh sebab itu, saya ingin sekali berbagi tips wawancara kerja kepada para sahabat dengan harapan setelah anda membaca tips interview kerja ini, anda dapat lulus wawancara kerja hingga tahap akhir proses seleksi penerimaan karyawan baru dan anda dapat bekerja di perusahaan yang diinginkan. Berikut ini merupakan tips wawancara kerja serta persiapan apa saja yang harus anda lakukan sebelum wawancara kerja atau interview kerja berlangsung. Survey Lokasi Wawancara Kerja Sempatkan diri anda untuk survey atau mengecek lokasi interview. Hal ini dilakukan agar keesokan harinya anda tidak sibuk atau kebingunagn mencari lokasi wawancara kerja. Namun hal ini tidak perlu dilakukan jika anda telah mengetahui lokasi wawancara kerja. Datanglah Lebih Awal Datanglah 10 menit atau lebih awal dari jadwal wawancara yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan agar anda dapat Merileks-an diri, sehingga anda tidak tergopoh-gopoh yang menyebabkan berkeringat dan gugup saat melakukan wawancara. Siapkan Jawaban Atas Pertanyaan Wawancara Kerja Hal ini perlu anda lakukan, dengan anda melakukan persiapan ini, kepercayaan diri anda akan bertambah, sehingga tidak membuat anda khawatir lagi untuk tidak dapat menjawab pertanyaan dari interviewer. Berpakaianlah yang Rapi dan Formil Anda dapat berpakaian dengan kemampuan financial anda. Untuk pria pakailah pakaian kameja lengan panjang dengan warna cerah namun tidak norak atau mencolok. Hal ini memiliki penilaian sikologis oleh si pewancara. Normalnya pakaian yang dipakai untuk wawancara kerja adalah kemeja putih dan celana panjang warna hitam dengan bahan keper. Untuk wanita, pakailah pakaian yang menunjukan anda seorang pekerja, dan jangan ber make-up terlalu tebal, bermake-up lah sewajarnya. Awali dan akhiri wawancara dengan Sapaan dan Jabat Tangan Ketuklah pintu sebelum anda masuk kedalam ruangan si pewawancara, kemudian ulurkan tangan anda lebih awal untuk berjabat tangan sambil mengucapkan sapaan hangat. Hal ini dilakukan agar pewawancara memberi kesan positif bahwa anda adalah orang yang smart dan ramah serta percaya diri. Hal yang terakhir yang harus anda lakukan adalah, setelah anda selesai di wawancarai ucapkan terima kasih dan jabat tangan dengan interviewer sembari memberikan senyuman ramah. Di atas adalah beberapa tips wawancara kerja yang sering dilakukan, semoga anda lulus wawancara kerja atau setelah melakukan tips wawancara kerja ini.