Anda di halaman 1dari 25

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang Poliomyelitis adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus dan sering dikenal dengan nama flaccid paralysis acute (AFP). Infeksi virus polio terjadi didalam saluran pencernaan yang menyebar ke kelenjar limfe regional dan sebagian kecil menyebar ke sistem saraf dengan predileksi pada sel anterior masa kelabu sumsum tulang belakang dan inti motorik batang otak dan akibat kerusakan bagian susunan saraf pusat tersebut akan terjadi kelumpuhan dan atrofi otot.( 1 ! ) Polio virus disebabkan oleh virus dengan genus enterovirus tipe 1 ! dan " dan semua tipe dapat menyebabkan kelumpuhan. #ipe 1 dapat diisolasi dari hampir semua kasus kelumpuhan tipe " lebih jarang demikian pula tipe ! sangat jarang. #ipe 1 paling sering menyebabkan $abah. %ebagian besar kasus vaccine associated disebabkan oleh tipe ! dan ". Flaccid paralysis terjadi pada kurang dari 1& dari infeksi poliovirus. 'ebih dari ()& infeksi tanpa gejala atau dengan demam tidak spesifik. *eningitis aseptik muncul pada sekitar 1& dari infeksi. Penyakit polio dapat menyerang semua usia namun kelompok umur yang paling rentan adalah usia 1+, tahun dari semua kasus polio. Penelitian menyebutkan bah$a sekitar "" "& dari kasus polio adalah anak+anak diba$ah usia , tahun. Infeksi golongan enterovirus lebih banyak terjadi pada laki+laki dari pada $anita dengan perbandingan (!-1). .esiko kelumpuhan meningkat pada usia yang lebih tinggi terutama bila menyerang individu yang berusia lebih dari 1, tahun. /01 memperkirakan adanya 12).))) kasus baru dari kelumpuhan yang diakibatkan oleh poliomyelitis sejak tahun 1((! dengan jumlah keseluruhan penderita anak yang mengalami kelumpuhan akibat infeksi ini diperkirakan 1)+!) juta anak.( 2 , )

B. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan referat ini adalah untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan Poliomielitis. *ulai dari hal yang umum seperti definisi etiologi epidemiologi patogenesis manifestasi klinis dan perjalanan penyakit diagnosis pengobatan pencegahan dan prognosis serta membahas mengenai vaksin dan eradikasi polio.(!)

BAB II Poliomielitis

2.1 Definisi dan Terminologi Penyakit polio adalah penyakit infeksi paralisis yang disebabkan oleh virus. Agen pemba$a penyakit ini sebuah virus yang dinamakan poliovirus (P3) masuk kedalam tubuh melalui mulut dan menginfeksi saluran usus. 3irus ini dapat memasuki aliran darah dan masuk ke sistem saraf pusat yang mengakibatkan terjadinya kelemahan otot dan terkadang menyebabkan kelumpuhan. Infeksi virus polio terjadi didalam saluran pencernaan yang menyebar ke kelenjar limfe regional terjadi sebagian kecil penyebaranya ke sistem saraf. %istem saraf yang diserang adalah saraf motorik otak bagian grey matter dan kadang+kadang menimbulkan kelumpuhan.(1 ! " 2) 2.2 Etiologi Poliomielitis disebabkan oleh infeksi virus dari genus enterovirus yang dikenl sebagai poliovirus (P3). 3irus yang tergolong virus .4A ini biasanya berada di traktus digestivus. P3 hanya menginfeksi dan menyebabkan manifestasi penyakit pada manusia. %trukturnya sederhana tersusun oleh satu genom .4A yang terbungkus protein yang disebut capsid. %elain melindungi materi genetic dari virus tersebut protein capsid memungkinkan P3 untuk menyerang beberapa jenis sel lain. Ada " serotipe yang telah diidentifikasi yakni tipe 1 (P31 Bruhilde) tipe ! (P3! Lansing) dan tipe " (P3" Leon). *asing+masing memiliki protein capsid yang sedikit berbeda. 5etiganya sangat virulen dan menyebabkan gejala yang sama. /alaupun demikian P31 adalah strain yang paling sering ditemukan dan paling sering menyebabkan kelumpuhan. %uatu infeksi poliomyelitis dapat disebabkan satu atau lebih tipe tersebut yang dapat dibuktikan dengan " macam 6at anti dalam serum penderita. 7pidemi yang luas dan ganas biasanya disebabkan oleh #ipe 1 #ipe " menyebabkan epidemic ringan sedang #ipe ! menyebabkan epidemic sporadic.

"

Poliovirus menyebar dari #ractus Intestinal ke %istem %araf Pusat (%%P dimana mengakibatkan meningitis aseptic dan poliomyelitis. Poliovirus cukup kuat dan bisa bertahan aktif selama beberapa hari dengan suhu kamar dan bias tersimpan dalam $ujud beku +!)o8. Poliovirus menjadi tidak aktif bila terkena panas formaldehid klorin dan sinar ultraviolet. 3irus ini juga tumbuh baik di berbagai biakkan jaringan dan mengakibatkan efek sitopatik dengan cepat. 3irus ini dapat hidup dalam air untuk berbulan+bulan dan bertahun+tahun dalam deep freeze. 9apat tahan terhadap banyak bahan kimia termasuk sulfonamide antibiotic (streptomisin penisilin kloromisetin) eter fenol dan gliserin. 3irus dapat dimusnahkan dengan cara pengeringan atau dengan pemberian 6at oksidator kuat seperti peroksida atau kalium permanganate. Reservoir alamiah satu+satunya ialah manusia $alaupun virus juga terdapat pada sampah atau lalat. *asa inkubasi biasanya antara :+1) hari tetapi kadang+kadang terdapat kasus dengan inkubasi antara "+", hari.(! 2 ;)

Gambar.1 Poliovirus (diambil dari en.$ikipedia.org<$iki<Poliomyelitis) 2. E!idemiologi Infeksi virus polio terjadi di seluruh dunia untuk Amerika %erikat transmisi virus polio liar berhenti sekitar tahun 1(:(. 9i 4egara+negara =arat eliminasi polio global secara dramatis mengurangi transmisi virus polio liar di

seluruh dunia kecuali beberapa 4egara yang sampai saat ini masih ada transmisi virus polio liar yaitu India #imur #engah dan Afrika. Reservoir virus polio liar hanya pada manusia yang sering ditularkan oleh pasien infeksi polio yang tanpa gejala. >oar (1(,,) dalam uraiannya tentang poliomyelitis di 4egara berkembang dengan sanitasi yang kurang baik berkesimpulan bah$a pada daerah+daerah tersebut epidemic poliomyelitis ditemukan pada ()& anak ba$ah umur , tahun. Ini disebabkan penduduk telah mendapatkan infeksi atau imunitas pada masa anak sehingga seperti juga halnya Indonesia penyakit ini jarang ditemui pada de$asa. %elama tahun 1(,"+1(,: di bagian Ilmu 5esehatan Anak F5?I+.%8* dari !1 penderita ;:& diantaranya berusia 1+, tahun.(" :) 9ari tahun 1((; sampai tahun !)), negara Indonesia pernah dikatakan bebas polio tetapi pada bulan maret tahun !)), sebuah kasus AFP tercatat dan dalam $aktu !" minggu virus terus menyebar ke 2 provinsi di @a$a dan ! provinsi di %umatra. Pada bulan April !)), dilakukan isolasi terhadap virus ini yang diambil dari pemeriksaan tinja dari penderita yang berada di daerah %ukabumi dan ditemukan merupakan virus polio liar tipe 1 yang merupakan virus impor strain 4igeria yang masuk ke Indonesia melalui jalur #imur #engah dan juga menjadi penyebab terjadinya outbreak di Indonesia. #ransmisi virus polio liar tertinggi terjadi dari bulan *ei A @uni tahun !)), dan transmisi rendah mulai bulan 1ktober !)),. 9itemukan jumlah kasus polio liar mencapai "), penderita tersebar di 2: kabupaten. %elain itu juga ditemukan 2; kasus 39P3 dimana 2, kasus terjadi di Pulau *adura (2 kabupaten) dan 1 kasus di probolinggo. %etelah dilakukan upaya penguatan imunisasi rutin dan tambahan (PI4) yang intensif jumlah kasus polio liar menurun. Pada tahun !)); hanya ditemukan ! kasus. 5asus terakhir (virus polio liar tipe 1) ditemukan di 5abupaten Aceh #enggara Provinsi Aceh dengan onset tanggal ! Februari !));. 9ua setengah tahun setelah kasus terakhir belum ada lagi kasus baru yang dilaporkan.(: B ()

Gambar.2 7pidemiologi Poliomielitis (diambil dari http-<<journals.cambridge.org<fullteCtDcontent<7.*<7.*1D1"<%12;!"((2(()))B 2Bsup)!!.gif) %ejak tahun 1(B) Indonesia telah mengenal program imunisasi polio dengan Oral Polio Vaccine (1P3). 9an sejak tahun 1(() telah mencapai ?8I (universal of child immunization). Poliomielitis jarang ditemui pada usia kurang dari ; bulan mungkin karena imunitas pasif yang didapat dari ibunya $alaupun poliomyelitis pada bayi baru lahir pernah dilaporkan. Penyakit dapat ditularkan oleh karier sehat atau kasus abortif. =ila virus prevalen pada suatu daerah maka penyakit ini dapat dipercepat penyebarannya dengan tindakkan operasi seperti tonsilektomi ekstraksi gigi yang merupakan port d entr e atau penyuntikkan.(2) 2." Patogenesis dan Patologi 5erusakan saraf merupakan ciri khas poliomyelitis virus berkembang biak pertama kali didalam dinding faring atau saluran cerna bagian ba$ah virus tahan terhadap asam lambung maka bisa mencapai saluran cerna ba$ah tanpa melalui inaktivasi. 9ari faring setelah bermultiplikasi menyebar ke jaringan limfe dan pembuluh darah. 3irus dapat dideteksi pada nasofaring setelah !2 jam sampai "+2 minggu.

9alam keadaan ini timbul- 1. perkembangan virus !. tubuh bereaksi membentuk antibody spesifik. =ila pembentukkan 6at anti tubuh mencukupi dan cepat maka virus dinetralisasikan sehingga timbul gejala klinis yang ringan atau tidak terdapat sama sekali dan timbul imunitas terhadap virus tersebut. =ila proliferasi virus tersebut lebih cepat daripada pembentukkan 6at anti maka akan timbul viremia dan gejala klinis. Infeksi pada susunan saraf pusat terjadi akibat replikasi cepat virus ini. 3irus polio menempel dan berkembang biak pada sel usus yang mengandung polioviruses receptor (P3.) dan telah berkoloni dalam $aktu kurang dari " jam. %ekali terjadi perlekatan antara virion dan replikator pelepasan virion baru hanya butuh 2+, jam saja. 3irus yang bereplikasi secara local kemudian menyebar pada monosit dan kelenjar limfe yang terkait. Perlekatan dan penetrasi bias dihambat oleh secretory IgA local. 5ejadian neuropati pada poliomyelitis merupakan akibat langsung dari multiplikasi virus di jaringan patognomik namun ridak semua saraf yang terkena akan mati. 5eadaan reversibilitas fungsi sebagian disebabkan karena sprouting dan seolah kembali seperti sediakala dalam $aktu "+2 minggu setelah onset. #erdapat kelainan dan infiltrasi interstisiel sel glia.(1 ,)

Gambar. Patogenesis Poliomielitis (diambil dari http-<<$$$.medindia.net<patients<patientinfo<images<poliomyelitis.gif) 9aerah yang biasanya terkena lesi pada poliomyelitis ialah-

1. medulla spinalis terutama kornu anterior !. =atang otak pada nucleus vestibularis dan inti+inti saraf cranial serta formation retikularis yang mengandung pusat vital ". serebelum terutama inti+inti pada vermis 2. *idbrain terutama masa kelabu substantia nigra dan kadang+kadang nucleus rubra ,. #alamus dan hipotalamus ;. palidum :. 5orteks serebri hanya daerah motorik >ambaran patologik menunjukkan adanya reaksi peradangan pada system retikuloendotelial terutama jaringan limfe kerusakan terjadi pada sel motor neuron karena virus ini sangat neurotropik tetapi tidak menyerang neuroglia myelin atau pembuluh darah besar. #erjadi juga peradangan pada sekitar sel yang terinfeksi sehingga kerusakkan sel makin luas. 5erusakan pada sumsum tulang belakang terutama terjadi pada anterior horn cell! pada otak kerusakan terutama terjadi pada sel motor neuron formasi retikuler dari pons dan medulla nuclei vestibules serebellum sedang lesi pada korteks hanya merusak daerah motor dan premotor saja. Pada jenis bulber lesi terutama mengenai medulla yang berisi nuclei motorik dari saraf otak. .eplikasi pada sel motor neuron di %%P akan menyebabkan kerusakan permanen. %ecara mendasar kerusakan saraf merupakan cirri khas pada poliomyelitis. 3irus berkembang di dalam dinding faring atau saluran cerna bagian ba$ah menyebar masuk ke dalam aliran darah dan kelenjar getah bening dan menembus dan berkembang biak di jaringan saraf. Pada saat viremia pertama terdapat gejala klinik yang tidak spesifik berupa minor illness. Invasi virus ke susunan saraf bias hematogen atau melalui perjalanan saraf. #api yang lebih sering melalui hematogen. 3irus masuk ke susunan saraf melalui sa$ar darah otak (blood brain barrier) dengan berbagai cara yaitu #ransport pasif dengan cara piknositosis Infeksi dari endotel kapiler

9engan bantuan sel mononuclear yang mengadakan transmisi ke dalam susunan saraf pusat. 5emungkinan lain melalui saraf perifer transport melalui akson atau penyebaran melalui jaras olfaktorius.(1 " 2 ,)

2.# Gejala $linis #anda+tanda klinis yang timbul akan sesuai dengan kerusakan anatomic yang terjadi. =iasanya masa inkubasin adalah "+; hari dan kelumpuhan terjadi dalam $aktu :+!1 hari. .eplikasi di motor neuron terutama terjadi di sumsum tulang belakang yang menimbulkan kerusakan sel dan kelumpuhan serta atrofi otot sedng virus yang berbiak di batang otak skan menyebabkan kelumpuhan bulbar dan kelumpuhan pernafasan. Pada setiap anak yang datang dengan panas disertai dengan kesulitan menekuk leher dan punggung kekakuan otot yang diperjelas dengan tanda head drop tanda tripod saat duduk tanda brudzinsky dan "erni#ue harus dicurigai adanya poliomyelitis.(B () Infeksi virus polio pada manusia sangat bervariasi dari gejala yang ringan sampai terjadi paralysis. Infeksi virus polio dapat diklasifikasikan menjadi minor illnesses (gejala ringan) dan ma$or illnesses (gejala berat baik paralitik maupun non+paralitik). >ejala lumpuh layuh (paralisis) yang dapat ditemukan pada anak gejalanya bervariasi antara lain a) =erjalan pincang atau tidak dapat berjalan b) #idak dapat meloncat menggunakan satu kaki c) #idak dapat berjongkok lalu berdiri lagi d) #idak dapat berjalan pada ujung jari atau tumit e) #idak dapat mengangkat kakinya saat ditempat tidur f) #erasa lemas tidak ada tahanan g) 5aki mengecil (atrofi otot)

Gambar ". >ejala klinis poliomyelitis (http-<<$$$.medindia.net<patients<patientinfo<images<poliomyelitis.gif) %inor &llnesses 1. Asimtomatis (silent infection) %etelah masa inkubasi :+1) hari karena daya tahan tubuh maka tidak terdapat gejala klinis sama sekali. Pada suatu epidemic diperkirakan terdapat pada ()+(,& penduduk dan menyebabkan imunitas terhadap virus tersebut. *erupakan proporsi kasus terbanyak (:!&). !. Poliomielitis abortif 9iduga secara klinis hanya pada daerah yang terserang epidemic terutama yang diketahui kontak dengan penderita poliomyelitis yang jelas. 9iperkirakan terdapat 2+B& penduduk pada suatu epidemi. #imbul mendadak berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. =iasanya sekitar !+1) hari. >ejala berupa infeksi virus seperti malaise anoreksia nausea muntah nyeri kepala nyeri tenggorok konstipasi dan nyeri

1)

abdomen. 9iagnosis pasti hanya bias dengan menemukan virus di biakan jaringan. 9iagnosis banding - influen6a atau infeksi bakteri daerah nasofaring %a$or &llnesses 1. Poliomielitis non+paralitik (*eningitis Aseptik 4on+paralitik) >ejala klinis sama dengan poliomyelitis abortif hanya nyeri kepala nausea dan muntah lebih berat. >ejala+gejala ini timbul 1+! hari kadang+ kadang diikuti penyembuhan sementara untuk kemudian remisi demam atau masuk dalam fase kedua dengan nyeri otot. 5has untuk penyakit ini adalah adanya nyeri atau kaku otot belakang leher tubuh dan tungkai dengan hipertonia mungkin disebabkan oleh lesi pada batang otak ganglion spinal dan kolumna posterior. =ila anak berusaha duduk dari posisi tidur maka ia akan menekuk kedua lutut ke atas sedangkan kedua tangan menunjang kebelakang pada tempat tidur ( 'ripod sign) dan terlihat kekakuan otot spinal oleh spasme 5aku kuduk terlihat secara pasif dengan 5ernig dan =rud6insky yang positif. E(ead dropF yaitu bila tubuh penderita ditegakkan dengan menarik pada kedua ketiak sehingga menyebabkan kepala terjatuh ke belakang. .efleks tendon biasanya tidak berubah dan bila terdapat perubahan maka kemungkinan akan terdapat poliomyelitis paralitik. 9iagnosis =anding dengan meningitis serosa meningismus tonsillitis akut yang berhubungan dengan adenitis servikalis. !. Poliomielitis paralitik >ejala yang terdapat pada poliomyelitis non+paralitik disertai kelemahan satu atau lebih kumpulan otot skelet atau cranial. #imbul paralysis akut. Pada bayi ditemukan paralysis vesika urinaria dan atonia usus. %ecara klinis dapat dibedakan beberapa bentuk sesuai dengan tingginya lesi pada susunan saraf a. =entuk spinal 9engan gejala kelemahan<paralysis<paresis otot leher abdomen tubuh diafragma toraks dan terbanyak ekstremitas ba$ah. #ersering otot besar pada tungkai ba$ah otot kuadriceps femoris pada lengan otot

11

deltoideus.

%ifat

paralisis

asimetris.

.efleks

tendon

mengurang<menghilang. #idak terdapat gangguan sensibilitas.

Gambar. # 'etak motor neuron pada kornu anterior *edulla %pinalis (diambil dari en.$ikipedia.org<$iki<Poliomyelitis) 9iagnosis banding Pseudoparalisis non neurogen - tidak ada kaku kuduk tidak ada pleiositosis. 9isebabkan oleh trauma<kontusio demam reumatik akut osteomielitis. Polyneuritis- gejala para plegi dengan gangguan sensibilitas dapat dengan paralysis palatum molle dan gangguan otot bola mata Poliradikuloneuritis dia$ali demam (%indrom >uillain =arre)=iasanya paralysis tidak akut tapi perlahan+lahan

bilateral simetris pada fase permulaan likuor serebrospinalis %>= protein meningkat sedangkan Poliomielitis pleiositosis %>= bias sembuh tanpa gejala sisa %>= ada gangguan sensorik *iopatia (kelainan progresif dari otot+otot dengan paralysis dan kelelahan disertai rasa nyeri).(! : B)

1!

Gambar. % >ambar penderita Poliomielitis (diambil dari en.$ikipedia.org<$iki<Poliomyelitis) b. =entuk bulbar terjadi akibat kerusakan motorneuron pada batang otak sehingga terjadi insufisiensi pernafasan kesulitan menelan tersedak kesulitan makan kelumpuhan pita suara dan kesulitan bicara. %araf otak yang terkena adalah saraf 3 IG G GI dan kemudian 3II. %ebagaimana kelainan saraf lainnya tidak dapat digantikan atau diperbaiki. Perbaikan secara klinik terjadi akibat kerja neuron yang rusak akan diambil oleh neuron yang berdekatan (sprouting) atau alih fungsi oleh otot lain atau perbaikan sisa otot yang masih berfungsi. >angguan motorik satu atau lebih saraf otak dengan atau tanpa gangguan pusat vital yakni pernafasan dan sirkulasi

Gambar.& 'okasi dari region bulbar (diambil dari en.$ikipedia.org<$iki<Poliomyelitis)

1"

c. =entuk bulbospinal 9idapatkan gejala campuran antara bentuk spinal dan bentuk bulbar d. =entuk ensefalitik 9apat disertai gejala delirium kesadaran yang menurun tremor dan kadang+kadang kejang.(; :) 2.% Diagnosis 9iagnosis polio dibuat berdasarkan Pemeriksaan virologik dengan cara membiakkan virus polio baik yang liar maupun vaksin. 3irus poliomyelitis dapat diisolasi dan dibiakkan secara biakan jaringan dari apus tengorok darah likuor serebrospinalis dan feses. Pengamatan gejala dan perjalanan klinik. =anyak sekali kasus yang menunjukkan gejala lumpuh layu yang termasuk )cute *laccid Paralysis. =isa dilihat dari gejala+gejala klinis diatas. 8ara menegakkannya ialah dengan menambahkan pola neurologik yang khas seperti kelumpuhan proksimal unilateral tidak ada gangguan sensori. Pemeriksaan khusus Pemeriksaan hantaran saraf dan elektromiografi dapat merujuk secara lebih tepat kerusakan saraf secara anatomic. 8ara ini akan dapat mempermudah memisahkan polio dengan kelainan lain akibat demielinisasi pada saraf tepi sehingga boisa membedakan polio dengan kerusakan motor neuron lainnya misalnya %indrom >uillain+=arre. Pemeriksaan lain seperti *.I dapat menunjukkan kerusakkan di daerah kolumna anterior. Pemeriksaan .esidual Paralisis 9ilakukan ;) hari setelah kelumpuhan untuk mencari deficit neurologik.
(: B ( 1))

2.& Pemeriksaan Penunjang 9iambil dari daerah faring atau tinja pada orang yang dicurigai terkena poliomyelitis. Isolasi virus dari cairan serebrospinal sangat diagnostic

12

tetapi hal itu jarang dikerjakan. 9alam pengumpulan spesimen tinja tergantung dari lamanya kelumpuhan kasus AFP. %pesimen tinja harus sudah diambil dalam $aktu H12 hari setelah kelumpuhan untuk mencegah terjadinya spesimen yang tidak adekuat dan dilakukan ! kali dengan tenggang $aktu antara keduanya minimal !2 jam. %uatu kasus AFP didiagnosa polio apabila + + + 9itemukan virus polio liar #idak ditemukan virus pada spesimen tetapi terdapat paralisis residual setelah kunjungan ulang ;) hari (polio kompatibel) Penderita meninggal sebelum kunjungan ;) hari. Pada kasus AFP dengan spesimen yang tidak adekuat atau hasil laboratorium negatif maka belum bisa dipastikan kasus tersebut bukan polio untuk itu perlu dikumpulkan informasi penunjang klinis pada 5? (kunjungan ulang) setelah ;) hari dan pemeriksaan ulang. =ila virus polio dapat diisolasi dari seorang dengan paralysis flaccid akut harus dilanjutkan dengan pemeriksaan oligonucleotide mapping atau genomic seIuencing. ?ntuk menentukkan apakah virus termasuk virus liar atau vaksin. *engukur serologis 6at anti Pemeriksaan cairan cerebrospinal pada infeksi virus polio umumnya terjadi kenaikan jumlah sel leukosit (1)+!)) sel<mm " sebagian besar limfosit) dan terjadi peningkatan kadar protein ringan (2)+,) mg<1))ml).
(1 ! ")

2.' Tera!i dan Pengobatan #idak ada obat untuk polio hanya bisa dicegah dengan imunisasi. 3aksin polio diberikan beberapa kali hampir selalu melindungi anak+anak seumur hidup. Imunisasi lengkap sangat mengurangi risiko terkena polio paralitik. *engenai vaksin polio akan dibahas di bab berikutnya. #idak ada antivirus yang efektif mela$an poliovirus. #erapi utamanya adalah suportif.(!)

1,

#ujuan pengobatan adalah mengontrol gejala selagi infeksi berlangsung. 9alam kasus+kasus tertentu terutama bantuan nafas. =erikut pengobatan non spesifik untuk setiap manifest klinis dari polio 1. +ilent infection - istirahat !. Poliomielitis abortif - istirahat : hari bila tidak terdapat gejala apa+apa aktifitas dapat dimulai lagi. %esudah ! bulan dilakukan pemeriksaan lebih teliti terhadap kemungkinan kelainan musculoskeletal. ". Poliomielitis paralitik<non+paralitik - istirahat mutlak sedikitnya ! mingguJ perlu penga$asan yang teliti karena setiap saat dapat terjadi paralysis pernafasan. Pengobatan sesuai dengan gejalanya meliputi a. fase akut Antibiotik untuk mencegah infeksi pada otot yang flaccid Analgetik untuk mengurangi nyeri kepala myalgia dan spasme Antipiretik untuk menurunkan suhu. Foot board papan penahan pada telapak kaki agar kaki terletak pada sudut yang tetap terhadap tungkai =ila terjadi paralysis pernafasan seharusnya dira$at di unti pera$atan khusus karena penderita memerlukan bantuan pernafasan mekanis. Pada poliomyelitis tipe bulber kadang+kadang refleks menelan terganggu dengan bahaya pneumonia aspirasi. 9alam hal ini kepala anak diletakkan lebih rendah dan dimiringkan ke salah satu sisi. b. fase post+akut kontraktur atrofi dan atoni otot dikurangi dengan fisioterapi. #indakkan ini dilakukan setelah ! minggu. Penatalaksanaan fisioterapi yang dilakukan + + + 0eating dengan menggunakan I.. ( infra red radiation ) ,-ercise .active/passive0 terutama pada ekskremitas yang mengalami kelemahan atau kelumpuhan Breathing e-ercise jika diperlukan beberapa membutuhkan tindakan lifesaving

1;

=ila perlu pemakaian braces bidai hingga operasi ortopedik.(;)

2.( Prognosis 0asil akhir dari penyakit ini tergantung bentuknya dan letak lesinya. @ika tidak mencapai korda spinalis dan otak maka kesembuhan total sangat mungkin. 5eterlibatan otak dan korda spinalis bisa berakibat pada paralysis atau kematian (biasanya dari kesulitan bernafas). %ecara umum polio lebih sering mengakibatkan disabilitas daripada kematian. Pasien dengan polio abortif bisa sembuh sepenuhnya . Pada pasien dengan polio non+paralitik atau aseptic meningitis gejala bisa menetap selama !+1) hari lalu sembuh total.(B () Pada bentuk paralitik bergantung pada bagian yang terkena. Pada kasus polio spinal sel saraf yang terinfeksi akan hancur sepenuhnya paralysis akan permanent. %el yang tidak hancur tapi kehilangan fungsi sementara akan kembali setelah 2+; minggu setelah onset. ,)& dari penderita polio spinal sembuh total !,& dengan disabilitas ringan !,& dengan disabilitas berat. Perbedaan residual paralysis ini tergantung derajat viremia dan imunitas pasien. @arang polio spinal yang bersifat fatal. =entuk spinal dengan paralysis pernafasan dapat ditolong dengan bantuan pernafasan mekanik. #anpa bantuan ventilasi kasus yang melibatkan system pernafasan menyebabkan kesulitan bernafas atau pneumonia aspirasi. 5eseluruhan ,+1)& pasien dengan polio paralysis meninggal akibat paralysis otot pernafasan. Angka kematian bervariasi tergantung usia !+,& pada anak+anak dan hingga 1,+")& pada de$asa. #ipe bulbar prognosisnya buruk kematian biasanya karena kegagalan fungsi pusat pernafasan atau infeksi sekunder jalan nafas. Polio bulbar sering mengakibatkan kematian bila alat bantu nafas tidak tersedia. 9engan alat bantu nafas angka kematian berkisar antara !,+,)&. =ila ventilator tekanan positif tersedia angka kematian bisa diturunkan hingga 1,&.1tot+otot yang lumpuh dan tidak pulih kembali menunjukkan paralysis tipe flasid dengan atonia arefleksia dan degenerasi. 5omplikasi residual paralysis tersebut ialah kontraktur terutama sendi subluksasio bila otot yang terkena sekitar sendi perubahan trofik oleh sirkulasi

1:

yang kurang sempurna hingga mudah terjadi ulserasi. Pada keadaan ini diberikan pengobatan secara ortopedik.(; :) Post Polio %yndrome (PP%) %ekitar !,& individual yang pernah mengalami polio paralitik mendapatkan gejala tambahan beberapa decade setelah sembuh dari infeksi akut merupakan bentuk manifestasi lambat (1,+2) tahun) sejak infeksi akut. >ejala utamanya kelemahan otot kelelahan yang ekstrem paralysis rekuren atau paralysis baru nyeri otot yang luar biasa. 5ondisi ini disebut post polio syndrome (PP%). >ejala PP% diduga akibat kegagalan pembentukan over+si6ed motor unit pada tahap penyembuhan dari fase paralitiknya. /alau demikian bagaimana patogenesisnya masih belum diketahui. Faktor yang meningkatkan resiko PP% antara lain jangka $aktu sejak infeksi akutnya kerusakan residual permanent setelah penyembuhan dari fase akut dan kerja neuron yang berlebihan.(" 2) 2.1) *aksin dan Eradikasi Polio +E,AP-. Eradikasi Polio %etelah pada penelitian ditemukan bah$a host dari virus polio hanya manusia sedangkan virus polio liar tidak bertahan lama di lingkungan. %elain itu telah ditemukan vaksin yang poten dan telah menyebar luas pada pertengahan 1(,) yang mengakibatkan penurunan drastic insidensi polio di negara+negara maju. 9an dinyatakan juga bah$a 1P3 memiliki efek terhadap komunitas (community effect). *aka menjadi memungkinkan untuk dilakukan eradikasi terhadap penyakit ini. %ehingga usaha global untuk eradikasi polio dimulai pada tahun 1(BB dipimpin oleh /orld 0ealth 1rgani6ation ?4I87F dan #he .otary Foundation. 7radikasi dilakukan dengan cara. 1. Imunisasi rutin dengan /aku!an diatas ()0 8akupan imunisasi harus mencapai lebih dari ()& untuk kelompok anak diba$ah 1 tahun. /01 menganjurkan diberikan vaksin polio oral sebanyak , kali. 8akupan yang tinggi ini akan menekan angka kesakitan polio pada tingkat yang rendah dan menyiapkan negara tersebut untuk fase eradikasi. 8akupan tinggi juga harus berkesinambungan dan dipertahankan oleh negara yang telah

1B

bebas polio sampai seluruh dunia bebas dari polio agar negara tersebut dapat bertahan terhadap virus liar yang berasal atau diba$a dari negara lain. 2. Pekan Imunisasi 1asional +PI1. Imunisasi massal dapat dilakukan secara serentak pada semua anak diba$ah , tahun dengan dua putaran imunisasi dengan selang $aktu empat minggu. >erakan ini dilakukan pada saat transmisi polio paling rendah dan kekebalan populasi ternyata lebih tinggi dari kekebalan populasi imunisasi rutin. . 2ur3eilans Acute Flaccid Paralysis %urveilans AFP atau lumpuh layuh akut eradikasi membutuhkan metode surveilans yang sensitif dan mampu mendeteksi adanya kasus polio dimanapun di dunia. %urveilans AFP bertujuan untuk mendeteksi virus polio liar dan meningkatkan sistem pelacakan dan pelaporan nasional suatu negara. 5asus polio tidak dapat dideteksi secara klinis saja maka /01 menyarankan laboratory based AFP surveilans untuk keperluan eradikasi. %urveilans ini mencakup deteksi semua AFP diba$ah usia 1, tahun dan kasus harus diteliti secara klinik dan epidemiologik dengan cepat sampel tinja dikumpulkan secukupnya dengan selang $aktu !2 jam dan dikirim dalam keadaan dingin ke laboratorium. 3irus yang ditemukan harus dibedakan apakah virus liar atau virus vaksin. *inimal harus dilakukan pelacakan pada 1 kasus AFP setiap tahun+nya untuk setiap 1)).))) anak diba$ah 1, tahun. 4. Mopping-up Artinya tindakan vaksinasi massal terhadap anak diba$ah usia , tahun didaerah ditemukanya penderita polio tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya. #ampaknya di era globalisasi dimana mobilitas penduduk antar negara sangat tinggi dan cepat muncul kesulitan untuk mengendalikan penyebaran virus ini. %elain pencegahan dengan vaksinasi polio tentu harus disertai dengan peningkatan sanitasi lingkungan dan sanitasi perorangan. Penggunaan jamban keluarga air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan serta memelihara kebersihan makanan merupakan upaya pencegahan dan mengurangi resiko

1(

penularan virus ini. *enjadi salah satu keprihatinan dunia bah$a kecacatan yang ditimbulkan akibat infeksi virus ini menetap dan tidak bisa disembuhkan atau tidak ada obat yang dapat menyembuhkan polio. ?saha ini telah mengurangi jumlah kasus terdiagnosa setahun hingga ((& yaitu dari ",).))) pada 1(BB hingga 1."1) kasus pada tahun !)):. Ini merupakan kali kedua umat manusia berhasil mengeradikasi sepenuhnya suatu penyakit. Kang pertama adalah smallpoC yang telah tereradikasi tahun 1(:(. %ekarang banyak bagian dunia yang bebas polio. Amerika %erikat menyatakan bebas polio tahun 1((2. pada tahun !))) "; negara+negara pasifik barat termasuk 8ina dan Australia dinyatakan bebas polio. !))! 7ropa dinyatakan bebas polio. 0ingga !)); polio masih endemic hanya di 2 negara - 4igeria India Pakistan dan Afganistan. 9i Indonesia sendiri program eradikasi dimulai dengan PI4 tiga tahun berturut+turut tahun 1((, 1((; 1((: dan sejak 1((, tidak ada kasus lagi selama 1) tahun. #ahun !)), sempat ditemukan lagi kasus yang bera$al dari lingkungan padat di %ukabumi. Kang menyebar cepat keseluruh Indonesia. 5embali dilakukan PI4 dan pengetatan surveilans dan $abah teratasi kasus terakhir adalah kasus dari Aceh #enggara April !));.(1 ! B () 2.11 *aksin Polio #ahun 1(,! dan 1(," Amerika %erikat mengalami ledakan jumlah kasus sebanyak ,B.))) dan ",.))) kasus dari angka sebelumnya !).))) per tahun. *enanggapinya Pemerintah menginvestasikan jutaan dolar untuk menemukan dan memasarkan vaksin polio. 0ilary 5opro$sky mengklaim telah menemukan vaksin polio tahun 1(,). 3aksinnya yang berisi virus hidup yang dilemahkan yang dikonsumsi secara oral (1P3) masih dalam tahap penelitian dan belum siap dipakai sampai , tahun setelah vakin polio 1onas +alk .in$ectable polio vaccine IP3) dikonsumsi public. 3aksin 1P3 adalah adalah virus yang dilemahkan yang bisa mengalami mutasi sebelum dapat bereplikasi dalam usus dan diekskresi keluar. *eskipun sangat jarang selain mutasi bisa bersifat mutasi positif kearah virus yang lebih

!)

lemah namun bisa juga terjadi mutasi negative (back mutation) kembali kearah neurogenik dan menimbulkan kerusakan di cornu anterior seperti infeksi virus polio liar. 5enyataan ini memicu perlunya imunisasi dengan inactivated polio virus (IP3)." 1P3 lebih efektif dalam pemberantasan poliomyelitis dibandingkan virus yang inaktivasi. %esudah pemberian vaksin 1P3 maka virus yang dilemahkan tersebut akan bereplikasi di traktus gastrointestinalis bagian ba$ah. 1P3 dapat menutup P3. sehingga virus lain tidak bisa menempel dan menyebabkan kelumpuhan kelumpuhan. 5emampuan ini menekan transmisi virus pada saat $abah. IP3 sangat mampu mencegah kelumpuhan karena menghasilkan antibody netralisasi yang tinggi namun tidak mempunyai efek menekan transmisi. a) Oral Polio Vaccine (1P3) 3aksin ini dibuat dengan virus polio yang dilemahkan. 3aksin ini digunakan secara rutin sejak bayi lahir dengan ! tetes oral. 3irus vaksin ini kemudian menempatkan diri di ba$ah usus dan memacu pembentukkan antibody baik dalam darah maupun epithelium usus yang menghasilkan pertahanan local terhadap virus polio liar yang dating masuk kemudian. *aka frekuensi ekskresi polio virus liar di masyarakat bisa dikurangi. 3aksin bertahan dalam tinja hingga ; minggu setelah pemberian.

Gambar 'a. Pemberian Imunisasi 1P3 Gambar. 'b 5emasan 1P3 (diambil dari en.$ikipedia.org<$iki<Poliomyelitis) 3aksin ini harus disimpan tertutup pada suhu !+B o8. dapat disimpan beku pada temperature H+!)o8. 5eputusan /01 vaksin ini boleh digunakan multidose dengan syarat -

!1

a. tanggal kedalu$arsa tidak terlampaui b. vaksin+vaksin disimpan dalam rantai dingin (!+Bo8) c. botol vaksin yang telah terbuka yang terpakai hari itu telah dibuang oleh petugas Puskesmas. 3aksin Polio oral diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis a$al sesuai PPI dan 7.AP1 tahun !))). 5emudian diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur !+" bulan yang diberikan tiga dosis terpisah dengan interval ;+B minggu. %atu dosis sebanyak ! tetes ().1 ml) diberikan per oral pada umur !+" bulan dapat diberikan bersama vaksin 9P# dan 0ib. b) &nactivated Polio Vaccine (IP3) 3aksin tipe ini berisi P3 1 ! " yang dibiakkan pada sel+sel vero ginjal kera dan diinaktivasi dengan formaldehid. Pada vaksin tersebut juga ada neomisin streptomisin dan polimiksin =. 3aksin harus disimpan pada suhu !+B o8 dan tidak boleh dibekukan. 9osis )., ml dengan suntikkan subkutan dalam " kali berturut+ turut dengan jarak ! bulan antara masing+masing dosis akan memberikan imunitas jangka panjang (mucosal maupun humoral). Imunitas mucosal yang ditimbulkan oleh IP3 lebih rendah dibandingkan dengan yang ditimbulkan 1P3.(1 ! ;) 5ejadian ikutan pasca imunisasi (5IPI) 5asus poliomyelitis yang berkaitan dengan vaksin telah dilaporkan terjadi pada resipien (39P3Lvaccine derived polio virus) atau kontak (3APPLvaccine associated polio paralytic). 9iperkirakan terdapat satu kasus poliomyelitis paralitik yang berkaitan dengan vaksin terjadi setiap !., juta dosis 1P3 yang diberikan. .isiko terjadi paling sering pada pemberian dosis pertama dibanding dosis berikutnya. .isiko yang relative kecil pada poliomyelitis yang ditimbulkan pemberian 1P3 ini tidak boleh diremehkan terbukti sangat berguna. %etelah vaksinasi namun tidak cukup untuk mengadakan perubahan terhadap kebijakan imunisasi karena vaksinasi tersebut sebagian kecil resipien dapat mengalami gejala pusing diare ringan nyeri otot. 5ejadian ikutan pasca janin belum pernah dilaporkan namun 1P3 jangan diberikan pada ibu hamil empat bulan pertama kecuali terdapat alasan mendesak misalnya berpergian ke daerah endemis poliomyelitis.(! 2 ;)

!!

BAB III $esim!ulan Poliomyelitis adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyerang pusat saraf dan bisa menyebabkan paralysis total.

!"

=isa menyerang berbagai usia tapi lebih sering anak+anak. 3irus masuk ke tubuh le$at saluran pencernaan dan bermultiplikasi di usus. 'alu menyebar melalui limfogen atau hematogen menuju system saraf pusat. >ejala bervariasi dari asimtomatik (silent) sampai gejala nonspesifik seperti demam kelelahan sakit kepala muntah kaku kuduk nyeri pada ekstremitas. 8ukup sering bermanifes hingga terjadi paralysis atau kelumpuhan. 5elumpuhan bisa menjadi fatal jika terjadi pada komponen pernafasan yang menyebabkan terjadinga gagal nafas. #erapi pada poliomyelitis hingga kini belum ada. Kang bisa dilakukan adalah penanganan suportif saja. Antara lain antibiotic analgetik antipiretik bidai atau braces bantuan nafas mekanis (bila perlu). 4antinya mungkin memerlukan tindakan tindakan fisioterapi ataupun bedah ortopedi. Prognosis pada pasien penderita poliomyelitis dari segi angka hidup cukup baik. #etapi seringkali poliomyelitis mengakibatkan disabilitas atau keterbatasan. Angka kematian cukup tinggi pada tipe bulbar terutama jika menyerang pusat pernafasan. 5arena belum adanya terapi maka tindakan preventif sangat memegang peranan dalam penenggulangan $abah polio. Kaitu penggunaan vaksin polio untuk memberikan kekebalan pada manusia sebagai host. 3aksin itu sendiri terdiri dari ! macam yaitu 1ral Attenuated Poliovirus 3accine (1P3) yang berisi virus hidup yang dilemahkan. 9an diberikan peroral dan Inactivated Poliovirus 3accine (IP3) yang berisi virus polio yang di nonaktifkan dan diberikan injeksi. 9engan menyebar luasnya vaksin polio ini maka masyarakat dunia dengan dipimpin oleh /01 telah berhasil me$ujudkan eradikasi global penyakit poliomyelitis ini.

DA4TA, P52TA$A 1. %taf Pengajar Ilmu 5esehatan Anak F5?I. Poliomyelitis. !)),. 9alam .usepno 0assan 0usein Alatas (ed). Buku "uliah &lmu "esehatan )nak 1ilid 2. @akarta.

!2

!. ".

.anuh I > 4 dkk. &nfeksi Virus 3 Poliomyelitis. !))B. 9alam - Pedoman &munisasi 4i &ndonesia. %atgas Imunisasi I9AI. @akarta %oedarmo %umarno %. Pur$o dkk. &nfeksi Virus3Poliomyelitis. !))B. 9alam - Buku )$ar &nfeksi dan Pediatri 'ropis. ,disi "edua . =adan Penerbit I9AI. @akarta

2.

/ikipedia the free 7ncyclopedia. Poliomyelitis. 'ast ?pdated - @uly !"rd !))(. (available from - en.$ikipedia.org<$iki<Poliomyelitis cited on - Aug ,th !))()

,.

%imoes 7ric A. F. Polioviruses. !))". 9alam - =ehrman 5liegman Arvin (ed). 5elson 'e-tbook of Pediatrics 67th edition. 7lsevier %cience. Philadelpia. /01

;.

/orld 0ealth 1rgani6ation. 'he 4isease and 'he Virus. 9alam - 8lobal Polio ,radication &nitiative. (available from - $$$.$ho.int<topics<poliomyelitis<en< cited on - Aug ,th !))()

:.

7strada =enjamin *9. Poliomyelitis 3 'reatment and %edication. e*edicine. 'ast ?pdated - Aug 1,th !)):. (available from - http-<<emedicine.medscape.com<article<(;:(,)+overvie$ cited on - Aug ,th !))()

B.

/enner 5enneth *. *9. Poliomyelitis. *edline *edical 7ncyclopedia. 'ast ?pdated - @anuary !!nd !))B. (available from - $$$.nlm.nih.gov<medlineplus<ency<article<))12)! cited on - Aug ,th !))()

(.

/ikipedia the free 7ncyclopedia. Polio Vaccine. 'ast ?pdated - @uly 2th !))(. (available from - http-<<en.$ikipedia.org<$iki<PolioDvaccine cited on Aug ,th !))()

!,

Anda mungkin juga menyukai