Anda di halaman 1dari 20

PENGANTAR

LANDASAN FIKIH PASAR MODAL


Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Prinsip Dasar Fikih Muamalah

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Syariah

Peraturan-peraturan dan hukum yang telah digariskan (pokok-pokoknya) oleh Allah SWT dan dibebankan kepada kaum muslimin supaya mematuhinya, Dijadikan sebagai penghubung antara dirinya dengan Allah SWT dan antara dirinya dengan manusia (lainnya).

Fikih

Penafsiran Ulama atas Al-Quran dan Al-Hadist sebagai Primary Sources dari Hukum Islam

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Ibadah

Mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT Asalnya terlarang (haram) kecuali ada keterangan (dalil) yang memerintahkannya

Fikih


Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram Al-Hadist

Muamalah

Mengatur hubungan antara sesama manusia Asalnya boleh, kecuali ada keterangan (dalil) yang mengharamkannya

Investasi syariah di Pasar Modal

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Prinsip Dasar Transaksi Syari'ah

Kebebasan membuat kontrak berdasarkan kesepakatan bersama (tijaratan`an taradha minkum) dan kewajiban memenuhi akad (aqd) Adanya pelarangan dan penghindaran terhadap riba (bunga), maysir (judi) dan gharar (ketidakjelasan) Adanya etika (ahlak) dalam melakukan transaksi Dokumentasi (perjanjian/akad tertulis) untuk transaksi tidak tunai Terdapat mispersepsi dari pelarangan dan penghindaran terhadap riba dan gharar: 1. Tidak ada fixed rate of return 2. Adanya konsep Return without risk

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Risiko Dalam Perspektif Syariah , : , , , , . , . ,


Ibnu Taymiyyah (1328): Risk falls into two categories, commercial risk where one would buy a commodity in order to sell it for profit, and rely on Allah for that. This risk is necessary for merchants and although one might occasionally lose but this is the nature of commerce. The other type of risk is that of gambling, which is implies eating wealth for nothing () . This is what Allah and His Messenger (saw) have prohibited.

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Risiko Dalam Perspektif Syariah


1. Syarat pertama (Dapat diabaikan (negligible/( Untuk suatu tolerable risk maka kemungkinan dari kegagalan haruslah lebih kecil daripada kemungkinan tingkat keberhasilannya. 2. Syarat kedua (Tidak dapat dihindarkan (inevitable/( Mengindikasi bahwa tingkat penambahan nilai dari suatu aktivitas transaksi tidak dapat diwujudkan tanpa adanya kesiapan untuk menanggung risiko. 3. Syarat yang ketiga (Tidak diinginkan dengan sengaja (unintentional/( Mengisyaratkan bahwa tujuan dari suatu transaksi ekonomi yang normal adalah untuk menciptakan nilai tambah, bukan untuk menanggung risiko. Sehingga risiko bukan merupakan sesuatu yang menjadi keinginan dari suatu transaksi keuangan dan investasi.

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Dasar Diperbolehkannya Transaksi Jual-Beli Efek


1. Standard AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution) No. 21 3/2 It is permitted to buy and sell shares of corporations, on a spot or deferred basis which delay is permitted, if the activity of the corporation is permissible irrespective of its being an investment (that is, the acquisition of the share with the aim of profiting from it) or dealing in it (that is, with the intention of benefiting from the difference in price) 3/7 It is permitted to the buyer of a share to undertake transaction in it by way of sale to another and the like after the completion of the formalities of the sale and the transfer of liability to him even though the final settlement in his favor has not been made. 2. Fatwa No. 80/DSN-MUI/VI/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek Pembeli boleh menjual Efek setelah akad jual beli dinilai sah walaupun settlement di T+3 berdasarkan prinsip qabdh hukmi Mekanisme jual beli Efek bersifat ekuitas menggunakan akad bai almusawamah (mekanisme tawar menawar yang berkesinambungan untuk mencapai harga pasar wajar)
BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Tindakan Dalam Transaksi Efek Yang Tidak Sesuai Prinsip Syariah


a. Tadlis: tindakan menyembunyikan informasi oleh pihak penjual dengan tujuan untuk mengelabui pihak pembeli b. Taghrir: upaya mempengaruhi orang lain, baik dengan ucapan maupun tindakan yang mengandung kebohongan agar orang lain terdorong untuk melakukan transaksi c. Najsy: upaya menawar barang dengan harga yang lebih tinggi oleh pihak yang tidak bermaksud membelinya, untuk menimbulkan kesan banyak pihak yang berminat membelinya (penawaran palsu) d. Ikhtikar: upaya membeli suatu barang yang sangat diperlukan masyarakat pada saat harga mahal dan menimbunnya dengan tujuan untuk menjual kembali pada saat harga lebih mahal e. Ghisysy: salah satu bentuk tadlis, yaitu penjual menjelaskan/memaparkan keunggulan/keistimewaan barang yang dijual tetapi menyembunyikan kecacatannya f. Ghabn Fahisy: adalah ghabn (ketidakseimbangan antara dua barang yang dipertukarkan dalam suatu akad) tingkat berat, seperti jual beli atas barang dengan harga jauh di bawah pasar g. Bai Al Madum: jual beli yang objeknya (mabi) tidak ada pada saat akad h. Bai Al Maksyuf: jual beli secara tunai atas Efek padahal penjual tidak memiliki Efeknya
Terdapat dalam Fatwa No. 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek
BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Prinsip Dasar Akad

Natural Certainty

Return Fixed pre-determined (Certain) berdasarkan Cost-plus (Margin) atau Fee Contoh Bai, Murabahah, Salam, Istisna, Ijarah, Rahn

Akad (Kontrak)

Natural Uncertainty

Return Expected / Indicative / Uncertain / Floating berdasarkan revenue atau profit sharing Contoh Syirkah, Mudharabah, Muqaradah, Musyarakah, Muzaraah, Musaqah

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Latar Belakang 1. 2. SK Majelis Ulama Indonesia No. Kep-754/MUI/II/1999 tentang pembentukan DSN-MUI Semakin berkembangnya Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sehingga perlu adanya lembaga yang akan menampung berbagai masalah yang memerlukan fatwa agar diperoleh kesamaan dalam penanganan dari masing-masing Dewan Pengawas Syariah yang ada di LKS. Merupakan lembaga koordinasi para ulama dalam menanggapi isu-isu yang berhubungan dengan masalah ekonomi/keuangan.

3.

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Tugas Utama DSN-MUI

1. 2.

Menumbuhkembangkan penerapan nilai-nilai syariah dalam aktivitas keuangan dan ekonomi Mengeluarkan fatwa atas jenis-jenis kegiatan keuangan

3.
4.

Mengeluarkan fatwa atas produk & jasa keuangan syariah


Mengawasi penerapan fatwa yang telah dikeluarkan

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Struktur Lembaga DSN-MUI

Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI)

Pleno DSN (Plenary Committee) 28 anggota

Badan Pelaksana Harian (BPH) (Executive Committee) 21 anggota

Dewan Pengawas Syariah

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Proses Pembuatan Fatwa


Meminta fatwa

Otoritas Keuangan/ Lembaga Keuangan Syariah

(1)

Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI)

Pendalaman masalah dan perumusan fatwa dilakukan oleh Badan Pelaksana Harian (BPH)

(2)

Fatwa
Badan Pelaksana Harian (Executive Committee) (4) Rapat Pleno DSN
Persetujuan draft fatwa

(3)
BPH melakukan workshop dan pengkajian secara intensif serta melibatkan para praktisi/pakar di bidang terkait

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Fatwa DSN-MUI

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Definisi Fatwa

Secara bahasa fatwa adalah penjelasan atau penerangan Menurut kitab Mathaib Ulin Nuha fi Syarh Ghayah alMuntaha, fatwa adalah menjelaskan hukum syari kepada penanya dan (sifatnya) tidak mengikat, Menurut Yusuf Qardawi, fatwa adalah menerangkan hukum syariah dalam suatu persoalan sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh peminta fatwa (mustafti) baik secara perorangan atau kolektif.

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Definisi Fatwa

Hal-hal yang perlu diperhatikan: 1. Fatwa bersifat responsif, yang merupakan jawaban hukum yang dikeluarkan setelah adanya suatu pertanyaan atau permintaan fatwa (based on demand). Pada umumnya fatwa merupakan jawaban atas pertanyaan yang merupakan peristiwa atau kasus yang terjadi. Dari segi kekuatan hukum, fatwa tidaklah bersifat mengikat, orang yang meminta fatwa (mustafti) baik perorangan, lembaga maupun masyarakat luas tidak harus mengikuti isi atau hukum yang diberikan kepadanya. Sehingga agar dapat mengikat fatwa harus diadopsi atau diformalisasi oleh regulator.

2.

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Fatwa Terkait Investasi Syariah di Pasar Modal


1. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksadana Syariah 2. 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah 3. 33/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah

4. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal
5. 41/DSN-MUI/III/2004 tentang Obligasi Syariah Ijarah 6. 59/DSN-MUI/IV/2007 tentang Obligasi Syariah Mudharabah Konversi

7. 65/DSN-MUI/III/2008 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu Syariah (HMETD Syariah)
8. 66/DSN-MUI/III/2008 tentang Waran Syariah 9. 69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara

10. 70/DSN-MUI/VI/2008 tentang Metode Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara


11. 71/DSN-MUI/VI/2008 tentang Sale and Lease Back 12. 72/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara Ijarah Sale and Lease Back 13. 76/DSN-MUI/VI/2010 tentang SBSN Ijarah Asset To Be Leased

14. 80/DSN-MUI/VI/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I

Terima Kasih

BURSA EFEK INDONESIA | SEKOLAH PASAR MODAL SYARIAH 2012 | LEVEL I