Anda di halaman 1dari 21

Auditing:

Proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti tentang suatu informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang telah ditetapkan yang dilakukan oleh orang yang KOMPETEN dan INDEPENDEN

professional is a person who is paid to undertake a specialised set of tasks and to complete them for a fee. Seseorang yang profesional diharapkan memiliki perilaku yang lebih tinggi daripada anggota masyarakat lainnya.

The

words ethics and morals have a number of meanings. Webster s Collegiate Dictionary gives four basic meanings of the word ethics:

the discipline dealing with what is good and bad and with moral duty and obligation a set of moral principles or values a theory or system of moral values the principles of conduct governing an individual or group.

Etika

profesi: merupakan aturan atau kode etik yang mengatur perilaku anggotanya dalam menjalankan praktik profesinya bagi masyarakat

Merupakan

situasi di mana seseorang dihadapkan pada keputusan yang harus dibuat mengenai perilaku yang sesuai.
perilaku tidak etis:

Rasionalisasi

Semua orang melakukannya Jika sesuatu itu legal maka etis Kemungkinan ditemukannya perilaku tidak etis dan konsekuensinya

kepercayaan

masyarakat dituntut untuk menerapkan standar mutu pelayanan yang tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaannya Masyarakat akan terjamin untuk memperoleh jasa yang dapat diandalkan dari profesi ini.

Tanggung

Jawab Profesi; senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan Kepentingan Publik (Umum); pelayanan kepada publik, menghormatikepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Integritas; bersikap jujur, dan terus terang, tetapi tidak dapat menerima kecurangan, dan harus mengikuti prinsip obyektivitas dan kehati-hatian profesional.

Obyektivitas:

bebas dari benturan kepentingan, adil, tidak memihak, tidak berprasangka atau bias, dan tidak di bawah pengaruh pihak lain (netral). Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional; mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya Kerahasiaan; menghormati kerahasiaan informasi tentang klien, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

Perilaku

Profesional; berprilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Standar Teknis; sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan, sehingga setiap anggota dituntut untuk menerapkan prinsip integritas dan obyektivitas.

100

Independensi, Integritas, dan Obyektivitas


101 Independensi:merupakan sikap mental yang melipuiti independen dalam fakta (independence in fact) dan independen dalam penampilan (in apperance). 102 Integritas dan Obyektivitas: harus bebas dari berbagai benturan kepentingan, tidak boleh membiarkan salah saji material, atau mengalihkan pertimbangannya kepada pihak lain.

200

Standar Umum dan Prinsip Akuntansi

201 Standar Umum: meliputi kompetensi profesional, kecermatan dan keseksamaan profesional, perencanaan dan supervisi, dan data relevan yang memadai. 202 Kepatuhan terhadap standar: setiap penugasan yang yang dijalankannya harus mematuhi standar yang dkeluarkan oleh IAI. 203 Prinsip-prinsip Akuntansi: pernyataan bahwa laporan keuangan suatu entitas disajikan sesuai dengan PABU atau tidak adanya modifikasi material.

300 Tanggungjawab kepada Klien

301 Informasi Klien yang Rahasia: anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia, tanpa persetujuan dari klien. Kecuali untuk kepentingan penyidikan, proses hukum, dan penegakan disiplin anggota. 302 Fee Profesional:

a) Besaran fee dapat bervariasi sesuai dengan risiko penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian yang diperlukan b) Fee Kontinjen adalah fee yang ditetapkan untuk pelaksanaan suatu jasa profesional tanpa adanya fee yang akan dibebankan, kecuali ada temuan atau hasil tertentu dimana jumlah fee tergantung pada temuan atau jasa tersebut.

400

Tanggungjawab kepada Rekan Seporfesi

401 Tanggungjawab kepada Rekan Seprofesi: anggota wajib memlihara citra profesi, dengan tidak melakukan perkataan dan perbuatan yang dapat merusak reputasi rekan seprofesi. 402 Komunikasi antar Akuntan Publik: anggota wajib berkomunikasi tertulis dengan akuntan publik pendahulu. Akuntan publik terdahulu wajib menanggapi secara tertulis permintaan komunikasi dari akuntan pengganti secara memadai. 403 Perikatan Atestasi; akuntan publik tidak diperkenankan mengadakan perikatan atestasi yang jenis atestasi dan periodenya sama.

500 Tanggungjawab dan Praktik Lain 501 Perbuatan dan Perkataan yang Mendiskreditkan: anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan atau mengucapkan perkataan yang mencemarkan profesi. 502 Iklan, Promosi, dan Kegiatan Pemasaran Lainnya: melakukan promosi pemasaran dan pemasaran lainnya sepanjang tidak merendahkan citra profesi. 503 Komisi dan Fee Referal

Komisi; adalah imbalan yang diberikan kepada atau diterima dari klien atau pihak lain untuk memperoleh perikatan dari klien. Anggota tidak diperkenankan menerima komisi apablia pemberian atau penerimaan tersebut dapat mengurangi independensi. Fee Referal (Rujukan): adalah imbalan yang dibayarkan/diterima kepada/dari sesama penyedia jasa profesional akuntan publik. Fee ini hanya diperkenankan untuk sesama profesi.

504 Bentuk Organisasi dan KAP: anggota hanya dapat berpraktik akuntan publik dalam bentuk organisasi yang dizinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau yang tidak menyesatkan dan merendahkan citra profesi.

PT.

KAI

RADEN

MOTOR

dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya memiliki 3 fungsi, yaitu : 1. Advising. Memberi nasehat bagaimana seharusnya Direksi bersikap. Oleh sebab itu sebaiknya Dewan Komisaris terdiri dari beberapa latar belakang. 2. Protecting. Melindungi perusahaan dari sesuatu yang tidak diharapkan. Misalnya : memberikan argumentasi dan pendapat independen yang kuat atas sesuatu yang dapat merugikan perusahaan dan tidak sejalan dengan prinsip-prinsip GCG. 3. Supervising. Mengawasi pengelolaan perusahaan agar mampu menciptakan value yang optimal bagi stakeholders.

Komite

Audit adalah membantu Dewan Komisaris Komite Audit tidak memiliki suara untuk mengatasnamakan perusahaan sehingga tidak diperkenankan berbicara di luar perusahaan. Karena Komite Audit merupakan tools Dewan Komisaris dengan demikian yang berhak untuk berbicara adalah Dewan Komisaris

Khusus dalam proses audit, Komite Audit memainkan peranan yang sangat penting dalam :
1. 2.

3.

Mereview audit plan Mendiskusikan penunjukan auditor eksternal. Pada saat proses lelang, Komite Audit harus sudah ikut untuk melihat apakah auditor eksternal layak dipilih dan melihat fairness proses pemilihan. Yang akan bicara kepada Direksi adalah Dewan Komisaris, bukan Komite Audit. Mereview transaksi-transaksi besar untuk dilaporkan kepada Dewan Komisaris, kemudian Dewan Komisaris berkomunikasi dengan Direksi.