Anda di halaman 1dari 19

SEL DAN FUNGSINYA.

Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotakkotak kosong", setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje; menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma. Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel, Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula) Berbagai tingkatan organisasi dapat diketemukan didalam tubuh makluk hidup,baik tumbuhan maupun hewan. Unsur yang terkecil yang dapat menunjukan kehidupan adalah sel. Didalam satu sel sudah dapat diselenggarakan suatu kegiatan yang menjamin kehidupan, termasuk perkembang biakan. Bagian-bagian daripada sel telah memberikan perannya didalam kehidupan makluk tersebut.sebagai contoh ialah Paramecium caudatum, Babesia yang merupakan protozoa, berarti berinti satu dan dapat mempertahankan generasinya dari masa kemasa sehingga disebut Monocelluler. Sedangkan pada makluk yang bersel ganda atau multicelluler, maka sel-sel tersebut saling bekerja sama dan bergabung membentuk bagian yang disebut jaringan. Sebagai contoh didapatkan jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot dan sebagainya. Diantara sel-sel tesebut didapatkan suatu bagian yang hanya dapat dilihat secara histologist akan mengikat satu sel dengan sel yang lain. Berbagai jaringan yang terbentuk akan melakukan penggabungan sesuai dengan fungsinya membentuk organ. Sebagai contoh misalnya jaringan epitel bergabung dengan jaringan ikat membentuk jaringan mukosa, kemudian diikuti dengan jaringan submucosa, jaringan otot dan terakir jaringan serosa membentuk organ intestine. Organ yang terbentuk akan membentuk satu rangkaian pekerjaan yang terkoordinasi membentuk sistem. Sebagai contoh misalnya sistem pencernan terdiri atas organ cavum oris, oesophagus, lambung, intestine, hepar, dan berakhir pada rectum dengan pintu gerbang anus. Sistem ini pada makhluk monocelluler tidak didapatkan,tetapi
DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014 Page1

fungsi sistem ini ada, dan dikerjakan oleh bagian-bagian kecil dari sel tersebut. Oleh karena itu pada monocelluler fungsi atau peranan bagian-bagian dari sel terkesan kerja serabutan dan kurang terspesifikasi. Sedangkan pada multiseluler fungsi dan peranan sel sudah jelas dan masing-masing mempunyai koordinasi dan job discription, oleh karena itu hasil pekerjaannya lebih teliti. Satu sistem akan bekerjasama secara serasi dengan sistem yang lain, misalnya sistem pencernaan, sistem pernafasan, sistem sirkulasi dan sebagainya akan bekerjasama membentuk satu pekerjaan manunggal untuk membentuk kehidupan yang utuh. Keadaan inilah yang akirnya disepakati sebagai keadaan hidup dengan penampilan gejala kehidupan atau phisiologi seperti bernafas, makan, berkembang biak dsb. Terjadinya koordinasi sangat tergantung kepada hubungan antara satu sistem dengan sistem yang lain, sehingga dituntut suatu kondisi dimana semua sistem dalam keadaan siap kerja. Apabila terjadi suatu ketidak serasian fungsi atau kerja, maka usaha dilakukan dengan melakukan toleransi atau kerja ekstra oleh sistem lain untuk mempertahankan gejala kehidupan. Apabila tidak tertanggulangi maka terjadilah kepincangan fungsi, sehingga keadaan ini disebut sesuatu yang patologis. Ternak sebagai mahluk hidup dicirikan dengan beberapa hal yang berbeda dengan mahluk yang mati. Adapun ciri hidup adalah : 1. Sangat terorganisasi dan sangat komplek, yaitu setiap komponen punya fungsi yang spesifik 2. Punya kemampuan mengektraksi energi dari kelilingnya dan mengubah menjadi bentuk lain. Contoh energi matahari diubah menjadi energi kimia. 3. Dapat menurunkan sifat dan mereplikasi dirinya sendiri dengan tepat dan terencana. Dari ciri utama tersebut diatas, maka ada keterkaitan antara Biomolekul dan sel hidup. Bahwa semua senyawa yang terdapat didalam sel hidup, yang saling mengadakan interaksi dengan teratur dan terarah sehingga menampakkan ciri hidup. Kelangsungan pekerjaan sistem sangat ditentukan oleh peranan sel, meliputi struktur, sifat kimiawi maupun sifat phisiologis. Oleh karena itu hal-hal

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page2

itulah nantinya yang selalu menjadi dasar pemikiran kelangsungan kehidupan. Kehidupan sel sendiri sangat tergantung kepada material dan energi. Material dipergunakan untuk tubuh, maintenance dan reproduksi sel. Sedangkan energi dipakai untuk mengekspresikan penampilan (performance) semua pekerjaan yang dilakukannya, misalnya pekerjaan kimiawi tentang sintesa molekul, pekerjaan elektrik tentang konduksi impuls, pekerjaan mekanis tentang mengkerutkan otot, dan sebagainya. Dengan demikian untuk memelihara status organisasi yang optimal diperlukan masukan (imput) energi yang konstan. Untuk performance fungsi phisiologis yang berbeda, sel mempunyai spesifikasi pembagian tugas yang yanta. Tipikal sel dapat dilihat dengan elektron mikroskop. Komponen-komponen dasar yang ada didalam sel akan menyesuaikan dengan spesifikasi fungsinya, baik struktur maupun bahan kimiawinya. Tipikal sel dikelilingi oleh membran dan mempunyai inti atau nukleus. Sedangkan bagian lain didalam sel disebut sitoplasma yang terdiri atas substansi dasar semifluid dengan berbagai struktur yang komplek didalamnya disebut organella. Ukuran sel bervariasi, tetapi pada umumnya sangat kecil dalam ukuran mikrometer () dan angstrom (Ao). Rata-rata ukuran sel berdimeter 10 atau 103

cm. Untuk melihat struktur sel secara utuh diperlukan teknik tertentu secara

mikrokopis. Pada umumnya dilakukan irisan jringan atau pijatan jaringan untuk melihat struktur tersebut. Pada pengamatan mitosis dapat dilakukan amatan dengan irisan bawang merah, demikian makin tinggi tingkat kehidupan organisme makin komplek pula komposisi sel dan fungsinya. Sekarang sudah berkembang pesat Ilmu Biologi Molekuler yang mempelajari struktur sel secara mendalam beserta fungsinya. Ilmu ini berdasarkan kenyataan bahwa ternyata fungsi-fungsi kehidupan yang paling sederhana sampai tingkat yang komplek, merupakan hasil manifestasi interaksi biomolekul. Sedangkan arti dari biomolekul ialah senyawa-senyawa kimia yang secara alami hanya terdapat pada naklhuk hidup. Komposisi biomolekul suatu organisme akan menjadi penentu sifat-sifat khas suatu organisme. Interaksi biomolekul antar sel akan dibantu dengan adanya desmosome, sel interdigital, terminal bars yang memberikan kesempatan lewatnya informasi.

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page3

Sel seperti halnya organisme hidup akan mempunyai ciri-ciri atau fungsi kehidupan minimal ialah : 1. Mampu berbiak (reproduction) 2. Mampu tumbuh kembang (growth and development) 3. Mampu mempertahankan homeostatis. 4. Mampu melaksanakan kegiatan metabolik. Kemampuan tersebut akan diatur akan diatur sendiri oleh keberadaan sel itu sendiri, yang dibagi menjadi : 1. Sel prokaryota, sel yang tidak berinti 2. Sel eukaryote, sel yang mempunyai inti. Beberapa jenis organisme menunjukkan sifat antara, misalnya saja virus hanya mempunyai kemampuyan 1 dan 2 saja, sehingga dapat dikatakan organisma yang tidak sempurna. Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Jaringan mamalia disusun dari kumpulan sel-sel atau terdiri dari tiga komponen yaitu : sel, subtansi interseluler dan cairan jaringan. Sel adalah unit dasar kehidupan. Semua sel hidup baik sel hewan atau sel tumbuhan, mempunyai struktur yang terdiri dari inti, sitoplasma sebagai pusat aktivitas dan sel membran. Untuk lebih mudahnya seperti bagan dibawah ini : -Inti sel -Sitoplasma -Membran sel

Sel Substansi interseluller Cairan jaringan

Jaringan

Pada organisme tingkat rendah, seperti bakteri dan protozoa, selnya merupskan sel tunggal (sel prokaryotic) yang menjelaskan semua fungsi untuk kehidupan, yaitu pengubahan semua mkanan menjadi energi, pertumbuhan dan reproduksi. Pada organisme tingkat tinggi, tipe sel dari hewan metazoa atau multiselluler adalah sel eukaryotic (eu =bagus ; karyo = inti, mempunyai inti yang dapat terlihat. Setiap sel mempunyai fungsi yang kusus, intinya besar dan mempunyai membrane yang jelas terletak ditengah/pusat. Disekitar inti dikelilingi olh sitoplasma yang mengandung sejumlah organela pengisi sel. Pada sel

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page4

eukaryotic pembagian ntara inti, sitoplasma dan sel membran nampak jelas. Di sitoplasma didapatkan zat makanan ; -Air -Elektrolit -Karbohidrat -Protein -Lemak -Vitamin

ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: 1. Selaput Plasma (Membran Sel atau Plasmalemma). 2. Sitoplasma dan Organel Sel. 3. Inti Sel (Nukleus).

1. Selaput Plasma (Plasmalemma)


Membran sel didapatkan mengelilingi tepi sel sehingga sel dapat mempunyai bentuk yang jelas bersifat semipermiabel kerena dapat memberikan kesempatan kepada sebgaian substansi kimiawi untuk masuk dan juga menolak sebagian yang lain. Membran ini sangat selektif sesuai dengan lingkungannya yang ada. Sehingga dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi membran sel ialah mengatur/regulsi perpindahan material antara sel dengan lingkungan sekitaranya. Tersusun dari fosfolopid, protein dan polisakarida. Karena bersifat sebagai barrier, maka bahan-bahan tersebuat akan mempunyai peran penting dalam transport antra sel. Secara lebih mendetail akan dibicarakan dalam pada pembahasan selanjutnya. Membran yang lain didapatkan juga dalam sel yaitu mengelililingi nucleus dan organela. Ketebalan unit membran ialah 7,5 nm, yang terjadi dari lapisan terdalam ialah protein 2,0 nm, lapisan tengah ialah lipida 3,5 nm, sedangan lapisan telur ialah lapisan protein dan polisakarida 2,0 nm. Pori-pori atau lubang pada permukaan membran ialah berdiameter 0,3 nm, sehingga hanya molekul yang kecil sejalah yang dapat melalui pori tersebut. Sedangkan molekul besar haruslah
DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014 Page5

melalui proses yang berbeda. Pada transport aktif maupun transport pasif, teryata tidak terjadi perubahan struktur kimia sel, tetapi dibuktikan bahwa didapatkan kekuatan listrik yang mengatur antara sel. Dibuktikan bahwa sitoplasma merupakan konduktor yang baik, namun dinding antar sel mempunyai hambatan listrik untuk mencegah transpor yang tidak sesuai. Dilaporkan bahwa dinding yang bertangunggjawab sebagai hubungan antara sel mempunyai hambatan listrik yang kecil sekali, seperseribu dari sel yang tidak mempunyai hubungan. Keadaan seperti ini diperkirakan merupakan terusan sifat yang terbawa sejak perkembangan jaringan embrional. Struktur yang bertangung jawab terhadap hubungan ini disebut gap junction, yang peran aktifnya sangat tergantung kepada energi, kalsium dan kompleks glikoprotein yang menepel pada permukaan sel. Dari uraian membran sel di atas dapat diringkas bahwa membran sel tersebut secara berlapis: a. Luar b. Tengah c. Dalam : Protein dan polisakarida Tebalnya 2 nm : lemak Tebalnya 3,5 nm : Protein Tebalnya 2nm Fungsi merman sel sebagai: 1. Pemisah 2. Transport 3. Pengatur proses boilogi 4. Struktur pendukung 5. Koordinasi 6. Fungsi atau tempat penggabungan Fungsi-fungsi tersebut akan berperan aktif sesuai dengan kebutuhan sel, yang diatur oleh komposisi kimiawi eksternal dan internal serta muatan listriknya.

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page6

1. Sistem Membran Pada Sel


o

Terdiri dari 2 lapisan fosfolipid iaitu kolestrol dan berbagai protien terbenam. Fosfolipid dan kolestrol merupakan asas struktur membran. Protien mempunyai tugas-tugas khusus. Bahagian-bahagian dalaman mempunyai sistem perhubungan antara satu sama lain melalui sistem membran sel.

o o o

2. Membran Sel
o o

Terdiri daripada dwilapisan fosfolipid. Srtuktur kimia molekul dan 2 fosfolipid unjuran ialah susunan satu kawasan yang hidrofilik(kepala) kimia

hidrofobik(sepasang ekor)
o

Satu Unit Fosfolipid Secara Terperinci: Tugas utamanya ialah membentuk sempadan luar sel. Merupakan struktur yang kompleks. Tugasnya ialah memisahkan sitoplasma daripada bahagian luar sel. Ia juga membekalkan sistem pengangkutan supaya bahan-bahan lain dapat masuk ke dalam sitoplasma.

3. Gambaran Perletakan Membran Sel


o

4. Pergerakan Masuk Keluar Melalui Membran Sel


o

Membran sel merupakan sempadan dimana molekul-molekul tidak bergerak dengan bebas. Terdapat berbagai bahan dalam bentuk molekul atau zarah,pepejal atau cecair yang mencari ruang untuk masuk kedalam sel atau keluar daripadanya. Gas seperti oksigen, ion dan nutrien diperlukan untuk menjalankan aktivitii sel.

5. Pergerakan keluar masuk sel


o o o o

Pengangkutan pasif Resapan mudah Osmosis Pengangkutan aktif

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page7

o o

- Endositosis Fagositosis

. 2. Sitoplasma dan Organel Sel Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zatzat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel. Bagian cairan yang jernih dari sitoplasma dimana didalamya terdapat pertikel tersebar disebut: Hyalopasma. Hyaloplasma in berupa : Lemak Elektrolit, Protein Korbohidrat (glukosa) kolestrol, asam lemak)

(fosfolipid,

Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page8

Gambar. a. Ultrastruktur Sel Hewan, b. Ultrastruktur Sel Tumbuhan

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page9

2.1.

LISOSUM (The digestive Organelles of the cell). Berupa struktur irreguler yang dikelilingi oleh unit membrane yang

mengandung enzym litik berfungsi dalam pencernaan intrasitoplasmik. Di dalam kantung-kantung didalamnya penuh dengan enzym pada saluran pencernaan. Material oksigen misalnya bakteri yang dimakan oleh sel dan tersimpan di dalam vacuole, akan rusak oleh enzym tersebut. Enzym ini akan diabsorsi oleh sitoplasma, atau sebagian akan keluar sel karena robeknya dinding sel, dan akan melakukan digesti misalya pada reposisi ostegenosis. Oleh karena itu lisosum ini akan diketemukan lebih banyak pada sel-sel yang mempunyai kegiatan pagositosik sebelum ensim litik bekerja. Apabila kantung tadi pecah, kemungkinan akan terjadi proses autolisis. Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzimnya itu bernama Lisozym.

2.2.

MITOKONDRIA (The energi generating sytem of the cell Tri Phosphat), Energy ini merupakan sumber energy utama dari sel yang diubah dari

energy kimia dari metabolit. Sedangkan enzym, yang ada di sitoplasma di luar mitokondria berperan dalam oksidasi biologis. Penting karena merupakan generator selalu membutuhkan energy yang besar. Dapat diumpamakan ATP sebagai sumber bahan bakar mentah. Sebagain besar terdiri atas protein,

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page10

sedangkan enzym yang bekerja pada mitochondria dan sitoplasma berbentuk granula 15 nm yang menempel pada jaringan membran yang disebut edoplasmic reticulum. Enzim inilah yang mempunyai aktivitas metabolisme tinggi, akan mempunyai jumlah mitochondria tinggi. Disini juga terjadi digesti terhadap toxin selain asam pirufat, asam lemak dan asam amino. Benang-benang DNA yang disentesa di dalam mitocondria tidak tergantung kepada DNA inti, demikian pula mRNA, tRNA dan rRNA. System transportasi electron mempunyai tanggung jawab terhadap pembentukan ATP dari ADP dan oksidasi posporilase. Mitokondria berbentuk oval Terdiri dari dua lapisan membran yaitu luar dan dalam Membran dalam didapatkan ATP (Adenosin Tri Phosphat), Serta enzym oksidatif. Respirasi sel = C6H12H6 proses respirasi CO2 + H2O + energy ( ATP). ATP yang didapat : Ditranspor keluar dan Berdifusi dengan seluruh sel.

Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House".

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page11

2.3.

VAKUOLA

Vakuola apabila masih muda gelembung udara, setelah dewasa besar. Memberan lipoprotein bersifat permiabel. Berfungsui untuk mempertahankan tekanan turgor dan sink produk metabolise. Vakuola bersifat yaitu senyawa-senyawa cadangan untuk sel dan produk ekresi sel. Fungsi vakuola adalah : 1. memelihara tekanan osmotik sel 2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll 3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page12

2.4.

BADAN GOLGI

Golgi kompleks ini merupakan gudang penyimpanan hasil-hasil metabolisme di dalam sel. Misalnya disini disimpan enzym digesti yang dihasilkan oleh lisosom kemudian akan dicurahkan ke dalam sitoplasma bila diperlukan memlalui granula sekretoris. Aparat ini diketemukan pada semua sel, dan karena fungsinya maka disebut juga sebagai fesikel pemidah yang akan dibungkus oleh membran membentuk granula sekresi. Di dalam alat ini pula terjadi penambahan polisakarida ke dalam protein menjadi glikoprotein Beberapa fungsi badan golgi antara lain : 1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain. 2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma. 3. Membentuk dinding sel tumbuhan 4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom. 5. Tempat untuk memodifikasi protein 6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel 7. Untuk membentuk lisosom

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page13

2.5.

RIBOSOM dan

Dengan elektron mikroskop dapat diamati ribosom yang merupakan tempat terjadinya sintesa protein. Sebagain ribosom melayang pada sitoplasma sebagian lagi menenpel pada endoplasmik reticulum. Di dalam reticulum

edoplasmik juga terjadi sintesa protein, yang nantinya akan disimpan di dalam gudang lain ialah apparatus golgi. Proses konjugasi, metilasi dan oksidasi yang dilakukan oleh sel untuk menetralisasi racun hormon merupakan tanggungjawab ribosom yang bekerja sama dengan reticulum endoplasmik halus dan kasar. Dalam ribosom terdapat RNA (ribosom nulleit acid) yang berguna untuk mensintesa protein dalam sel asam Amino--- asam amino protein ikatan peptida. Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel. Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page14

2.6. Bila

RETIKULUM ENDOPLASMA ( R.E) : dalam R.E. terdapat Ribosom : R.E. tidak terdapat Ribosom 1. Mensintesa lemak 2. Peyerapan kembali Gikogen : R.E. Granular : R.E A Granular

R.E. A Granular =

glikogen (gula otot), kolesterol, dan gliserida. Pada RE kasar terdapat ribosom dan RE halus tidak terdapat ribosom. RE. Granuler (Rough E.R) RE. Agranuler (Smooth E.R) Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. Dikenal dua jenis RE yaitu :

2.7. PLASTIDA Plastida merupakan badan bermembran rangkap yang mengandung membran tertentu. Plastida mengandung pigmen hijau (klorofil) disebut kloroplas, sedangkan yang berisi amilum disebut amiloplas. Plastida hanya terdapat pada sel tumbuhan. Ada tiga jenis plastida yaitu lekoplas, kloroplas, dan kromoplas. Lekoplas adalah plastida berwarna putih yang berfungsi sebagai penyimpan makanan dan terdiri dari amiloplas (untuk menyimpan amilum), elaioplas (untuk menyimpan

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page15

lemak/minyak), dan proteoplas (untuk menyimpan protein). Kloroplas yaitu plastid yang memiliki pigmen waran hijau. Kromoplas yaitu plastid yang mengandung pigmen, seperti karotin (kuning), fikodanin (biru), fikosantin (kuning), dan fikoeritrin (merah) Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Dikenal tiga jenis plastida yaitu : 1. Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan), terdiri dari: Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan, Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak). Proteoplas (untuk menyimpan protein). 2. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. 3. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya : Karotin (kuning) Fikodanin (biru) Fikosantin (kuning) Fikoeritrin (merah)

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page16

2.8. SENTROSOM Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (mitosis maupun metosis). Organel ini hanya terdapat pada sel hewan yang berfungsi aktif dalam pembelahan sel. Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki perbedaan yang cukup terlihat dengan adanya perbedaan organel yang ada pada sel tersebut yang dapat dilihat selengkapnya dengan klik SEL Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

2.9. MIKROTUBULUS Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel". Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia. 2.10. MIKROFILAMEN Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page17

2.11. PEROKSISOM (Badan Mikro) Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati). 3. Inti Sel (Nukleus) Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu : Selaput Inti (Karioteka) Nukleoplasma (Kariolimfa) Kromatin / Kromosom Nukleolus(anak inti). Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpai pada bakteri, ganggang biru. Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti). Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis Nucleus merupakan struktur yang selalu terdapat di dalam sel eukaryote dan berukuran paling besar diantra yang lain yaitu antara 5-10 um. Dipisahkan dari cytoplasa oleh unit membran yang terdiri dari dua lapisan yang masing masing mempeunyai proi (40 nm) untuk memberikan kesempatan leweatnya bahan dari sitoplasma ke nucleus. Nucleus mempunyai arti penting karena disinila didaptkan cromosome yang membahwa sifat herediter karakteristik. Setiap cromosom tidak jelas terlihat pada saat sel tidak melakukan pembelaan, kerena merupan benang tipis yang terentang. Hanya pada saat pembelaaan saja cromosom akan terlihat melingkar dan terlihat pendek bentuk steruktur tertentu Setiap kromosom terjadi dari protein penunjang dan molekul raksasa DNA (deoksi ribonucleic acid), dan struk inilah yang merupakan penentu sifat gene atau kadang-kadang disebut dengan genetic blueprint. Cromosom didapatkan berpasangan dan pada saat pembelaan mitosis akan terjadi duplikatin yang sama pada anak-anaknya. Sedangkan pada miosis akan terjadi pemisaan separu dari

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page18

cramesom semula (pada ofum dan sepermatozoa), sehingga pada waktu vertilisasi akan terjadi penyatuan cromesom mambentuk sejumlah pasangan yang utuh. Cromesom atau cromatin ini terdiri atas gulungan benang DNA yang diikat oleh Histon. Disini akan disintesa asam ribo nukleat messenger (mRNA), ribosom RNA (rRNA) dan transfer RNA (t RNA). Gumpalan kromatin pada sel betina merupakan kromatin kelamin, tidak didapatkan pada sel jantan. Keyataan inidapat dikembangakan ke arah penentuan kelamin pada dunia kedokteran melalui analisa genetic. Di dalam kantong nucleus seringkali didapatkan anak inti atau nukleolod yang merupakan tempat RNA ribosom disintesa, sebelum dicurakan ke dalam sitoplasma . Nucleus pada umumnaya bersifat asidophilik dan banyak mengadung RNA dan protein basah jumlah anak inti dapat satu atau lebih tergantung dari jenis sel. Sedangkan ukuran yang besar pada sel yang sedang aktif serta sel muda. Dari uraian inti (nucleus) di atas dapat diringkas bahwa: Inti mengandung DNA (Deoksi ribonukleid acaid). DNAini sebagai pembahwa sifat keturunan, sehingga DNA dinamakan gen. Di dalam inti terdapat anak inti (Nukleoli), yang mengandung RNA (Ribonukleid acid).

DasarFisiologiTernak_EMHEdit2014

Page19