Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN RESUME ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT DI TRIAGE BEDAH

Tanggal Inisial Klien JK/Umur Alamat Diagnosa Medis Primary Survey

: Senin, 22 Juli 2013 : Ny. AS : Perempuan/18 th : Jalan Akasia, Denpasar Timur : OF Depressed Fr. Regio Occipital, CKS Analisis Planning Implementasi Evaluasi

Airway: (clear)

Breathing: DS: - Klien mengeluh sesak napas DO: - Klien tampak sesak napas - RR klien 26 x/menit

Ketidakefektifan pola

Setelah

diberikan

asuhan 1. Memberikan posisi head up 30 pada klien

S: - Klien mengatakan

nafas keperawatan

selama 1 x 6

berhubungan dengan jam diharapkan pola napas 2. Memantau RR klien penurunan darah akibat ke aliran klien efektif dengan kriteria 3. Memantau TTV klien jaringan hasil : rusaknya a) Respiratory Status : - RR dalam batas normal 4. Memberikan oksigen 8 liter per menit dengan menggunakan sungkup O:

masih agak sesak

- Sesak

pada

klien

tampak berkurang - RR klien 22 x/menit

lapisan jaringan otak

ditandai klien

dengan mengeluh

(16-20 x/menit) - Kedalaman napas normal

pada klien

- Klien berbaring dalam posisi head up 30 - Pada klien terpasang oksigen sungkup

sesak napas, RR 26 b) Vital Sign : x/menit. - RR dalam batas normal - Kedalaman napas normal - Tidak terjadi diaphoresis Intervensi

dengan volume aliran 8 liter per menit A: Tujuan belum tercapai P: Lanjutkan intervensi

Monitoring Respirasi RR, irama dan

1. Pantau

- Pantau RR, irama dan kedalaman napas klien - Pertahankan posisi

kedalaman klien Rasional:

pernapasan

head up (30) pada pola klien - Pertahankan pemberian oksigen

Ketidakefektifan

napas dapat dilihat dari peningkatan penurunan RR, atau serta

dengan volume aliran 8 liter per menit

perubahan dalam irama dan kedalaman pernapasan


2. Pantau

melalui sungkup

adanya penggunaan

otot bantu pernapasan dan retraksi dinding dada pada

klien Rasional: Menunjukkan

terjadi

gangguan ekspansi paru Memfasilitasi Ventilasi

1. Berikan posisi head up pada klien (30) Rasional: Dapat meningkatkan membantu toleransi

tubuh untuk inspirasi dan ekspirasi 2. Pantau status pernapasan dan oksigen klien Rasional: Kelainan status pernapasan dan perubahan saturasi

oksigen dapat menentukan indikasi terapi untuk klien 3. Berikan dan pertahankan masukan oksigen pada

klien sesuai indikasi (10 liter per menit dengan

sungkup) Rasional: Untuk mempertahankan

masukan oksigen saat klien mengalami status respirasi Circulation: DS: - Klien mengeluh pusing DO: - TD klien 130/80 mmHg - RR klien 26 x/menit Gangguan jaringan perfusi Setelah diberikan asuhan 1. Mengukur TTV klien S: Klien mengeluh pusing O: - TD klien 120/80 mmHg - RR klien 22 x/menit - Nadi klien 100 x/menit - Suhu klien 37C - Klien mendapatkan terapi oksigen 8 liter per menit melalui sungkup - Citicolin sudah diinjeksikan, reaksi perubahan

serebral keperawatan selama 1x6 jam 2. Memonitor aliran oksigen klien

berhubungan dengan diharapkan status neurologis aliran serebral ditandai klien pusing, arteri

ke klien mengalami peningkatan 3. Kolaborasi pemberian Citicolin 1x500 mg INJ IV

terhambat dengan kriteria hasil : dengan mengeluh TD klien - Pusing (skor 5=none) - Status kognititf (skor 5=not compromised) - TD dalam batas normal (110-120/70-90 mmHg)

130/80 mmHg, RR klien 26x/menit

(skor 5=not compromised) - Nadi dalam batas normal (60-100 x/menit) (skor

5=not compromised) - RR dalam batas normal (16-20 x/menit) (skor

alergi tidak ada A: Tujuan tercapai sebagian P: Lanjutkan intervensi - Monitor aliran oksigen klien - Monitor posisi kenyamanan klien

5=not compromised) - Suhu tubuh dalam batas normal (36-5-37,5C) (skor 5=not compromised) Intervensi Pemberian Terapi 1. Monitor klien Rasional: Untuk mempertahankan aliran oksigen Oksigen

(head up30C) - Memantau TTV klien - Kolaborasi pemberian Citicolin 3x500 mg INJ IV

masukan oksigen adekuat sesuai dengan kebutuhan 2. Monitor posisi

kenyamanan klien (head up 30) tanpa bantal Rasional: Untuk menjaga kontinuitas

masukan oksigen Pantau TTV 1. Mengukur tanda-tanda vital klien Rasional: Mengukur tanda-tanda vital penting untuk mengetahui keadaan umum dan status keefektifan perfusi jaringan Perfusi Serebral 1. Kolaborasi pemberian obat neuroprotektor 3x500 mg INJ IV Rasional: Untuk memperbaiki Citicolin

kerusakan pada saraf yang cedera secara langsung

Disability: