Anda di halaman 1dari 4

BAB II DIABETES MELITUS PRAGESTASI

BATASAN Diabetes pragestasi (DMpG) terjadi sebelum terjadinya kehamilan (DM Tipe 1 dan 2). Terminologi lain adalah Overt atau Preexisting DM. ANGKA KEJADIAN Sekitar 0,5% DIAGNOSIS Pada anamnesa ada riwayat Diabetes Melitus Tipe 1 atau Tipe 2, pemakaian obat antidiabetes Insulin atau OAD dan diet DM sebelum terjadinya kehamilan. RISIKO Risiko maternal dan perinatal akan meningkat dengan adanya, 1. Vaskulopati, misalnya adanya retinopati, nefropati dan hipertensi 2. Regulasi glukosa jelek 3. Faktor prognostik yang jelek seperti ketoasidosis, pyelonefritis, HDK dan perawatan antenatal yang jelek. PERAWATAN SEBELUM KEHAMILAN Tujuan: 1. Regulasi glukosa untuk menurunkan risiko terjadinya kelainan bawaan janin dan keguguran. Waspada terjadinya hipoglikemia. 2. Menentukan adanya vaskulopati dengan evaluasi opthalmologi, penyakit jantung coroner, fungsi ginjal, fungsi thyroid. 3. Penyuluhan pasien dan suami tentang rencana perawatan pada kasus kehamilan dengan DM. 4. Pembelian Folic Acid untuk pencegahan risiko terjadinya defek pada susunan syaraf janin. 5. Konseling kontrasepsi. DETEKSI DAN EVALUASI KELAINAN BAWAAN JANIN 1. Pemeriksaan HbA1C ibu pada trimester 1 untuk mengetahui regulasi glukosa darah 3 bulan terahir. 2. Pemeriksaan AFP pada usia hamil 16 minggu untuk memperkirakan kemungkinan adanya kelainan bawaan janin.

3. USG pada 13-14 minggu untuk mendeteksi Anensefalus 4. USG pada 18-20 minggu untuk pemeriksaan struktur jantung janin termasuk pembuluh darah besar untuk mendeteksi kemungkinan kelainan jantung bawaan. PERAWATAN ANTENATAL A. Regulasi gula darah Yang paling penting selama perawatan kehamilan adalah regulasi glukosa darah. Kadar glukosa yang diharapkan selama hamil : Kadar rata-rata Sebelum makan pagi Sebelum makan siang, makan malam, sebelum tidur 1 jam setelah makan 2 jam setelah makan

100 mg/dL < 95 mg/dL < 100 mg/dL < 140 mg/dL <120 mg/dL

1. Monitoring kadar glukosa darah (kapiler) harian, baik puasa, prelunch, predimer dan saat menjelang tidur. 2. Monitoring kadar glukosa darah (kapiler) 1 jam atau 2 jam stelah makan. 3. Pemeriksaan kadar HbA1C (Glycosylate Hemoglobin) tiap semester = 6% B. Terapi insulin 1. Multiple Insulin Injection Prandrial insulin (regular/insulin lispro) Diberikan bersamaan makan/snack Basal insulin (neutral protamine hagedorn/NPH) Diberikan sebelum makan pagi (2/3 dosis) dan sebelum tidur (1/3 dosis) 2. Continuous subcutaneous insulin infusion (insulin pump) Regular/insulin lispro, diberikan secara continuous basal rate & bolus pada pasien dengan kepatuhan tinggi. C. Diet yang dianjurkan Rencana : 3 kali makan dan 3 kali snack Kalori : 30-35 kcal/kg normal body weight Total 2000-2400 kcal/day Komposisi : Karbohidrat 40-50%, kompleks dan tinggi serat. Protein 20%, Lemak 30-40% (asam lemak jenuh/saturated <10%). Penambahan berat badan ibu 22-25 lb (10-11 kg) D. Pedoman penggunaan insulin dan asupan karbohidrat 1 unit rapid-acting insulin akan menurunkan glukosa darah 30 mg/dL 10 g karbohidrat akan meningkatkan glukosa darah 30 mg/dL (1 unit insulin rapid acting diberikan pada intake karbohidrat 10g)

E. Pemantauan janin Pemantauan kesejahteraan janin antenatal untuk mencegah kematian janin. 1. Profil Biofisik Janin Pemantauan gerakan janin sejak usia hamil 28 minggu NST setiap minggu pada usia hamil 28-30 minggu NST dua kali seminggu pada usia hamil 32 minggu/lebih Profil biofisik janin setiap saat bila diperlukan 2. USG untuk memantau pertumbuhan janin (makrosmia/pjt) 3. Amniosentesis bila diperlukan, untuk memperkirakan maturasi paru janin bila direncanakan untuk seksio elektif sebelum 39 mingu. RENCANA PERSALINAN Saat persalinan Pengelompokan risiko kehamilan dengan DM ini ditujukan ke arah risiko terjadinya kematian janin dalam rahim. 1. Risiko rendah Regulasi baik Tidak ada vaskulopati Pertumbuhan janin normal Pemantauan kesejahteraan janin antepartum baik Tidak pernah melahirkan mati (stillbirth) Persalinan diperbolehkan sampai usia hamil 40 minggu. 2. Risiko tinggi Regulasi jelek Ada komplikasi vaskulopati Pertumbuhan janin banormal (makrosomia/pjt) Polihidramnios Pernah lahir mati (stillbirth) Pertimbangkan untuk persalinan pada usia hamil sejak 38 minggu (bila test masturasi paru janin positip). Cara persalinan 1. Pada kasus-kasus risiko rendah diperbolehkan melahirkan ekspektatif spontan pervaginaan sampai dengan usia hamil aterm 2. Pada kasus-kasus risiko tinggi direncanakan terminasi pada usia hamil 38 minggu dengan pemberian kortikosteroid untuk pematangan paru janin. Cara persalinan tergantung indikasi obstetrik. 3. Pada kasus-kasus dengan makrosomia dengan perkiraan berat janin 4500 g dipertimbangkan untuk SC elektif. Regulasi glukosa intrapartum

1. Periksa kadar glukosa darah (kapiler) setiap jam dan pertahankan selalu dibawah 110mg/dL. 2. Kontrol glukosa selama proses persalinan (lihat tabel) Tabel 1. Kontrol glukosa selama kala 1 pada pasien dengan DMpG. Insulin (IU/h) Glucose (g/h) Fase laten 1 5 Fase aktif 10 KONTRASEPSI PADA DM Pragestasi (DM tipe 2 dan tipe2) 1. Pil KB Kombinasi Pil KB dosis rendah pada pasien tanpa vaskulopati Jangan diberikan pada perokok dan hipertensi 2. Pil progesteron diperbolehkan pada pasien dengan vaskulopati 3. AKDR tidak berpengaruh terhadap kontrol glukosa maupun vaskulopati 4. Sterilisasi dianjurkan pada pasien dengan vaskulopati yang berat.