Anda di halaman 1dari 74

Lembar Pengesahan

Penyusunan Bahan Ajar Modul

Nama

: DRA. YAYUK RIBUT SR

Nip Jabatan Unit Kerja

: 19551129 198603 2 001 : Guru : UPT RSMA BI Negeri 1 Sumenep

Pembuat Bahan Ajar Modul Disyahkan pada tanggal :

Kepala Sekolah

RSMA BI Negeri 1 Sumenep

Moh. Sadik, M.Pd

NIP: 19650806 198703 1 007

DAFTAR ISI

Halaman Judul Halaman Pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi A. Peta Konsep B. Kegiatan Belajar

BAB 1
Standar Kompetensi : A. Mendengarkan Menanggapi pembacaan penggalan novel dari Segi vokal, intonasi, dan penghayatan B. Berbicara Menanggapi puisi lama tentang lafal,intonasi, dan ekspresi yang tepat C. Membaca Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen D. Menulis Menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain(pelaku, peristiwa, latar)

A. Menanggapi pembacaan penggalan Novel dari segi Vokal, Intonasi, dan Penghayatan Kajian Teori
Pada saat mendengarkan pembacaan sebuah novel, Anda akan merasakan nada tertentu yang tersirat dari novel tersebut. Nada tersebut disebabkan oleh efek pemilihan ungkapan bahasa. Nada berhubungan dengan intonasi, lagu, dan tekanan kalimat. Orang yang sedang membacakan novel akan memberikan intonasi yang berbeda terhadap kalmiat-kalimat yang dibacakan dengan ekspresi yang berbeda pula.Untuk menanggapai pembacaan novel, hal yang diperhatikan dalah vokal, intonasi, dan penghayatan. Tanggapan dapat berupa gagasan atau pernyataan kepuasan, kekecewaan, kritikan, pujian, saran, harapan, dan sebagainya.Tanggapan dapat berupa pernyataan setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengungkapkan tanggapan sebagai berikut: 1. Tanggapan tidak mengulangi pendapat yang pernah disampaikan orang lain. 2. Tanggapan disampaikan dengan kata dan kalimat yang tepat. 3. Tanggapan disampaikan dengan sikap terbuka dan sopan. 4. Tanggapan yang dikeluarkan harus bersifat objektif. 5. Tanggapan yang digunakan tidak menjatuhkan orang lain. 6. Tanggapan didukung dengan argument atau alas an yang logis.

Perhatikan cuplikan novel berikut! Sekujur tubuh Arni terasa pegal-pegal.Disusurinya jalanan becek dan berliku-liku.Dalam hatinya Arni berkata, bodohnya aku tak membawa paying di cuaca seburuk itu.Arni terlalu khawatir dan bingung, Arni sangat lelah.Kepalanya berdenyut-denyut tak karuan. Dikepalanya Cuma ada nama Kang Pardi, dan Kang Pardi. Di mana dia sekarang ? Arni tak tahu , Arni menelepon ke tempat kerjanya. Katanya Kang Pardi menghilang.Memang kejadian tersebut bukan yang pertama kalinay, tetapi Arni sungguh-sungguh jenuh dengan keadaan yang seperti itu.Gerimis masih turun. Toko dan kios yang Arni lalui hamper tutup. Terlihat pedagang kaki lima mengemasi barang-barangnya. Rintik hujan makin deras. ( Citra Dewi. 2003.Kang Pardi, hlm . 54 ) Kegiatan 1 Bacalah cuplikan novel di atas dengan baik! Tempo membacanya tidak usah tergesa-gesa. Hayati setiap penggalan dan dialog tokohnya! 1. Sebelum itu, pahami suasana cerita, alur , serta karakter tokohnya!. 2. Perhatikan cara teman Anda dalam membacakan penggalan novel tersebut. Kemudian , kemukakanlah penilaian dan tanggapan Anda berdasarkan format berikut ! Nilai Aspek Penilaian 1 Kejelasan dalam vocal atau pengucapan kata Ketepatan intonasi Kesesuaian ekspresi dengan isi cerita Kreativitas bercerita (improvisasi) Keterangan: Nilai 4 - 8 Nilai 9 - 14 = kurang = cukup Nilai 15 - 17 Nilai 18 - 20 = bagus = sangat bagu s penggunaan 2 3 4 5 Jumlah Tanggapan

B. MENANGGAPI PEMBACAAN PUISI LAMA 1. Puisi Lama dan Teknik Membacanya Kajian Teori
Dalam kesusastraan Indonesia, puisi terbagi atas dua ketegori zaman, yaitu puisi lama dan puisi baru. Kategori lama antara lain, pantun, syair, gurindam, mantra, karmina, seloka, talibun , dan sebagainya. Secara umum , puisi lama sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris, larik, irama , dan sebagainya. Pantun merupakan puisi yang memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Terdiri atas empat baris 2. Setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata 3. Dua baris pertama merupakan sampiran dan dua baris berikutnya sebagai isi 4. Pantun mementingkan rima akhir dengan berpola a-b-a-b contoh. Pantun Gunung Daik timang-timangan Tempat kera berulang adil Budi yang baik kenang-kenangan Budi yang jahat buang sekali

Talibun adalah pantun yang susunannya terdiri enam baris, delapan,atau sepuluh baris. Pembagiannya seperti pantun ada sampiran da nisi.Jika talibun itu terdiri enam baris maka tiga baris sebagai sampiran dan tiga baris sebagai isi. Contoh. Kalau anak pergi ke pecan Yu beli belanak beli Ikan panjang beli dahulu Kalau anak pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari induk semang cari dahulu

Ada duacara membaca puisi. Pertama , membaca puisi untuk dinikmati sendiri dan tidak disuarakan. Kedua, membaca puisi atau melisankan naskah puisi di depan orang banyakMembacakan puisi di depan orang banyak juga beragam bentuknya. Ada yang sekedar membacakan tanpa ekspresi dan gaya saja. Namum ada yang membacakan dengan ekspresi, gaya, vokal, lafal, intonasi, penghayatan, dan sebagainya.

Kegiatan 1
Bacalah puisi lama berikut dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat ! Payung butut di depan rumah Lagi di celana tersangkut paku Tuntut ilmu tiada lelah Jadi pengusaha keinginanku

2. Menanggapi Pembacaan Puisi Lama Mengenai Lafal, Intonasi, dan Ekspresi Kajian Teori
Apabila kita mendengar seseorang yang sedang membacakan puisi, perhatikan lafal, intonasi, dan ekspresinya. Jika lafal atau pengucapannya tidak jelas akan mengakibatkan isi yang ada dalam puisi menjadi tidak jelas. Hal-hal yang dapat ditanggapi saat mendengarkan pembacaan puisi sebagai berikut: a. Lafal adalah cara seseorang mengucapkan bunyi bahas. b. Ketepatan penggunaan jeda. c. Intonasi d. Ekspresi wajah Demikian dengan intonasi yang menyangkut tekanan keras, lembut, lagu naik turun, cepat, lambat , maupun jeda sangat penting . Ekspresi adalah pernyataan hasil penghayatan, penjiwaan, dan peresapan isi puisi berdasarkan hasil interprestasi. Isi puisi biasanya sedih, gembira, puisi berisi kritikan akan dibacakan dengan ekspresi yang berbeda.

Kegiatan 1 1. Kemukakan tanggapanmu atas penampilan teman-temanmu dalam berbalas pantun. 2. Tanggapan ditujukan kepada satu penampilan yang bagus dan satu penampilan yang kurang bagus. Tanggapan lebih difokuskan pada masalah intonasi, lafal, dan ekspresi. 3. Secara bergantian, kemukakan tanggapanmu itu dengan bahasa yang santun serta dengan kalimat yang efektif dan komunikatif. Berilah alasan atau argumen yang mendukung komentarmu. 4. Sebelum menyampaikan tanggapanmu, tulislah pokok-pokok tanggapan yang akan dikemukan. Gunakan tabel isian untuk menuliskannya.

Aspek Intonasi Lafal Ekspresi Intonasi Lafal Ekspresi

Tanggapan

Alasan/Argumen

C.MENJELASKAN UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERPEN 1. Membaca Cerpen dan Memahami isinya

Kajian Teori Cerpen merupakan karangan yang dibentuk oleh unsur alur, penokohan, tema,latar, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa, saling berhubungan satu dengan yang lain.Unsur intrinsik merupakan unsur yang membangun secara langsung cerita. 1. Tema Tema merupakan hal yang ingin di sampaikan oleh pengarang melalui ceritanya. Tema dapat berupa persoalan moral, etika, agama, sosial budaya, atau tradisi. 2. Penokohan Pelukisan tokoh sangat dipengaruhi oleh latar. Tokoh dapat digambarkan secara dinamis akan berubah-ubah tergantung situasi, waktu, tempat, dan sosial budaya lingkungan yang dimasukinya. 3. Latar Latar atau setting adalah gambaran tempat, waktu, atau segala situasi peristiwa dalam cerita.Latar dibagi menjadi latar tempat, waktu, dan situasi. 4. Alur Alur atau plot merupakan cara pengarang menjalani peristiwa-peristiwa dalam cerita secara berurutan sehingga membentuk sebuah karya fiksi. Tahap-tahap alur meliputi: a. Permulaan, b. Pertikaian, c. Perumitan, d. Puncak atau Klimaks, e. Peleraian, dan f. Akhir.

Macam-macam alur dalam cerpen seperti berikut. 1. Alur berdasarkan urutan waktu 1) Alur kronologis/alur maju/alur progresif 2) Alur tidak kronologis/alur mundur/alur regresif/alur flash back 3) Alur campuran a. Alur berdasarkan jumlah 1) Alur tunggal 2) Alur ganda b. Alur bedasarkan kepadatan/kualitatif 1) Alur erat 2) Alur longgar c. Alur mananjak 5. Sudut pandang Sudut pandang disebut juga pusat pengisahan.Sudut pandang pengarang adalah penempatan posisi pengarang terhadap tokoh untuk menampilkan cerita. a. Sudut pandang orang ketiga Pengisahan ceita pada umumnya mempergunakan sudut pandang orang ketiga, misalnyaia, dia, dan mereka. b. Sudut pandang orang pertama Dalam pengisahan cerita menggunakan sudut pandang orang pertama,misalnya ia adalah si akuyaitu tokoh mengisahkan diri sendiri. c. Sudut pandang campuran Penggunaan sudut pandang bersifat campuran berupa penggunaan sudut pandang orang ketiga dengan teknik dia dan orang pertama dengan teknik aku. 6. Amanat Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang dalam sebuah cerita yang ditujukan kepada pembaca dan mencerminkan pandangan hidup pengarang .

Kegiatan 1 Bacalah cerpen berikut ! Tikar Keikhlasan Lalu lalang kendaraan melaju cepat.Suara percikan arang yang membentur biji-biji jagung terus mengusik telingaku.Pembeli kian beradu, sampai tikar pun penuh dengan orang-orang yang singgah sambil menunggu jagung bakar tersaji. Aku duduk manis di atas dingklik panjang, sambil menunggu pembeli yang singgah ri tempat itu terpanggang.

Mas, numpang duduk ya? pinta salah satu pembeli jagung bakar. Oh, iya Mas, silahkan, jawabku senang.Ya, aku seneng karena cuma dia yang mau singgah di angkringanku, yang sedari tadi sepi pembeli.Aku pun langsung menuju ke tempat duduknya. Mau pesen minum apa, Mas? sapaku. Maaf Mas, tadi aku sudah pesan minum sama penjual jagung bakar sekalia. Jawaban yang menyobek dadaku.Harapanku hancur.Kesenangan yang diciptakan karena ada dua insan singgah di angkringanku, tepatnya duduk di atas tikarku.Aku mengumpat meskipun dalam hati.Aku merasa jengkel.Dari Magrib sampai sekarang belum ada pembeli. Eh, ada tapi numpang duduk saja. Sialan, Cuma numpang duduk saja.Aku kira mau pesan minum di sini. Eh, ternyata sudah pesab duluan sama penjual jagung tadi. Gumam hatiku yang terus memburu ke dalam prasangka buruk.Aku muak, aku cemberut, aku bosan.Aku hanya bisa menatap daganganku yang kian membisu. Satai usus, satai telur berdiam diri di pangkuan piring.Nasi kucing lebih mengunci diri di balik bungkusan kertas.Wedang jahe yang kian dingin dengan sepinya gelas yang minta dialiri. Kaleng susu yang membeku, menunggu pembeli untuk merayu. Hanya kepulan asap yang timbul dari bibir hitamku, untuk menguras urat syaraf yang sedari tadi tersulut kecemburuan. Di otakku ramai pertengkaran dan perbedaan antara Si Tanduk Merah dan Jubah Putih. Usir saja dari tempatmu.Dia cuma numpang duduk. Ayo cepat usir mereka, bisik Tanduk Merah dengan lembut,sambil menempelkan bibirnya di telingaku. Aku merinding, bulu kudukku seketika berdiri menantang dingin. Ayo cepat usir mereka. Lihat mereka duduk manis berdua sambil bercengkerama tanpa membeli daganganmu, rayu Tanduk Merah lagi. Sabar, bisik Jubah Putih. Sabar itu ada batasnya. Lihat jam di handphone-mu! Mereka sudah dua jam duduk di tikarmu tanpa memedulikan daganganmu, sergah si Tanduk Merah. Sabar Tadho, Jubah Putih mulai menyebut namaku. Walah, jangan dengerkan perkataan Jubah Putih itu. Dia membujuk,u agar kamu bangkrut dengan keadaan ini. Kalau kamu tidak bisa mengusir dengan kasar, dengan lemah lembut saja.Ingatkan. Atau kalau sudah kepepet pasti akan muncul keberanian, bentak-bentak mereka agar cepat pergi. Enak saja, makan jagung bakar dan minum kopi susu bukan dari daganganmu. Aku saja yang melihat mereka sumpek dan marah, Tanduk Merah nyerocos sambil mengekpresikan kemarahan kepada Tadho. sabar Mas, ini hanya cobaan, ucap Jubah Putih dnegan santainya.

Cobaan kok tiap hari.Cepat usir mereka.Lihat daganganmu, tuh pada cemberut semua, mereka tidak ada yang suka melihat mereka tetap disini.Semakin antusias Tanduk Merah mengembuskan rayuannya.Angin menyibak rambutku perlahan-lahan. Bara api dalam tungku mulai memanas. Jubah Putih hanya bisa mengucapkan sepatah dua kata, dengan kata unggulan Sabar. Nah gitu, ayo bangkit dan usir mereka, senyum Tanduk Merah semakin mengembang ke atas, mengukir langit yang saat ini dipenuhi dengan berjuta-juta bintang.Aku terhanyut dengan alur rayuannya yang terus memasuki pori-pori tubuhku.Jubah Putih hanya memandang dari jauh.Mengamatiku, meskipun aku tak melihatnya. Aku melangkah mendekati dua insan yang sudah dua jam duduk manis tanpa membeli deganganku. Ketika kaki mendekati, segerombol orang dengan naik sepeda motor berhenti di belakangku. Aku kage. Maaf, Ton, terlambat. Sapa seorang di atas motor. Emang ada apa kok lama banget?Capek nih, sudah dua jam disini menanti kalian, jawab Anton kesal. Maaf banget. Soalnya ban sepeda motor Roni bocor. Kita harus nunggudulu gitu.Biar bisa sampai disini bersama-sama. Ya sudahlah. Ayo duduk di sini Apa muat tikarnya? Mas ini tikar buat kondangan ya, Mas?Tanya salah satu gerombolan tadi kepada ku. Kok tahu, Mas?Jawabku. Bentuknya panjang, bisa memuat orang banyak, katanya lagi sambil tertawa. Aneh-aneh saja, Mas. Mungkin terpal itu juga buat kondangan? katanya sambil menuju ke bungkusan nasi kucing. Betul banget.Buat kondangan kalian malamini.Tawa menggelegar. Akulangsung kemabali ke dingklik panjangku untuk membesarkan bara api. Satai usus, satai telur, dan daganganku yang lain tertawa dengan kehadiran teman-teman Anton, anginnya benyanyi tanpa ada aba-aba. Lampu-lampu gunung semakin terang.Seterang hatiku. Nasi apa, Mas?Tanya pembeli dari gerombolan tadi. ini Nasi bandeng, ini nasi ikan teri, kataku sambil menunjukkan nasi kucing. Tak kusangka, nasi kucing langsung ludes.Satai usus, satai telur, dan makanan kecil lainnya berkurang dengan kehadiran gerombolan Anton.Sampai-sampai aku kerepotan untuk melayani mereka yang berjumlah 15 orang.

Waduh gelasnya kurang nih, gumamku dalam hati. Telepon kerumah saja. Halo, Mas, bawakan lima gelas ke sini. Gelasnya kurang.Ucapku lewat telepon kepada Masku yang berada dirumah. Kurang berapa gelasnya? Bawakan lima gelas saja, Mas. Sepuluh menit lagi gelas akan datang. Aku mempersiapkan minuman dengan hati-hati.Baru kali ini aku melayani pembeli yang jumlahnya sangat banyak.Meski kerepotan, hatiku berbunga-bunga.Macam yang mencakar-cakar hatiku terobati dengan rasa ikhlasku. Di sisi lain Tanduk Merah kian terbakar, tanduknya semakin panjang. Menangis darah lewat kedua mata.Kalah, kalah dan kalah. Di ujung sana yang tak terlihat dengan mata telanjangku, Jubah Putih tersenyum manis melihatku, meski tadi aku sempek terhanyut dengan hasutan Tanduk Merah. Aku sedikit menyesal.Namun Tuhan selalu menolong ketika hatiku bercampur dengan iri dan dengki.Keikhlasan yang menolongku. Wah laris manis ya, Mas Tadho, sapa Ibu penjual jagung bakar. Alhamdulillah, Bu, semua ini berkat doamu, Bu. Semoga dagangan kita cepat habis, Bu, senyumku mengembang. Tak ada rasa sakit yang terus memupuk. Sumber: M Maksum, Tikar Keikhlasan dalam
keikhlasan/#mare-2983 http://lakonhidup.wordpress.com/2012/03/31/tikar-

A. Ceritakan kembali ini cerpen Tikar keikhlasan bedasarkan urutan peristiwa dalam cerpen! A. Lakukan diskusi kelompok! 1. Bentuklah kelompok diskusi. Tiap-tiap kelompok terdiri atas 4-5 Siswa 2. Diskusikan unsur-usur intrinsik cerpen Tikar Keihklasan. Sertakan pula bukti pendukung! a. Tema b. Penokohan c. Latar d. Alur e. Tahap Alur f. amanat g. Sudut Pendukung

C. MENULIS CERPEN BERDASARKAN KEHIDUPAN ORANG LAIN Kajian Teori Menulis cerpen dapat Anda lakukan beragam cara salah satunya adalah dengan mengacu pada pengalaman kehidupan orang lain, yang perlu diperhatikan situasi dan kondisi.Menulis

cerpen ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Siapa pun yang mampu menyusun kalimat dengan baik, pengalaman hidup bermakna, dan unik, serta mampu berimajinasi akan mengarang cerpen. Cerpen merupakan cerita yang bersifat khayalan dan kebenarannya hanya terbatas dalam imajinasi pengarang.Namun, biasanya, cerpen adalah refleksi kehidupan

masyarakat.Cerita yang diangkat merupakan apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Secara umum cerpen dibangun atas unsur intrinsik dan ekstrinsik.Dalam cerpen , juga terdapat unsur tema, tokoh,latar, sudut pandang pengarang, dan dialog. Jika ingin belajar sungguh-sungguh menulis cerpen, kamu harus mengenali sifat-sifat khas tersebut sehingga cerita yang kamu tulis benar-benar menjadi sebuah cerpen. Untuk mengetahui ciri-ciri atau karakteristik cerpen, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut . 1. Berdasarkan jumlah kata atau halaman, berapa kira-kira panjang sebuah cerita dapat dikategorikan sebagai cerpen? 2. Umumnya, dalam sebuah cerpen terdapat berapa tokoh ? 3. Peristiwa yang dialami tokoh dalam cerpen itu bersifat fakta atau fiktif? Apa dalam cerpen ada kejadian-kejadian yang bersifai irasional/ tidak masuk akal. 4. Bagaimana kisah yang dialami tokoh, terjadi dalam kurun waktu yang panjang atau hanya berlangsung secara singkat? 5. Bagaimana dengan ruang atau tempat kejadiannya, apakah di banyak tempat atau di satu tempat saja? 6. Bagaimana alur ceritanya, tunggal atau bercabang-cabang? Berapa kali terjadi klimak dalam sebuah cerpen. Dari jawaban-jawaban di atas, simpulkan batasan serta ciri-ciri sebuah cerpen. Pengarang yang kreatif tidak akan kebingungan mencari ide cerita karena setiap orang punya pengalaman hidup. Pengalaman adalah sumberi inspirasi yang terus terbaryi dan tidak akan pernah habis digali. Pengalaman tidak selalu datang dari kejadian yang dialami sendiri, tetapi juga bisa berasal dari kehidupan orang lain tentu dapat diekspresikan ke dalam cerpen.Pengalaman dari orang lain bisa diperoleh secara langsung dari narasumbernya, juga dapat diperoleh secara tidak langsung melalui penuturan pihak ketiga.

Memahami Langkah-langkah Menulis Cerpen Langkah menulis cerpen tidak jauh berbeda dengan mengarang pada umumnya.Berikut ini adalah tahapan-tahapan penulisan cerpen. 1. Menentukan tema cerpen Tema merupakan permasalahan dasar yang menjadi pusat perhatian dan akandiuraikan agar menjadi jelas. Tema berkaitan dengan amanat/pesan/tujuan yang hendak disampaikan kepada diri pembaca. Tema dapat diperoleh dari proses menggali pengalaman-pengalaman yang mengendap atau refleksi peristiwa yang baru dialaminya. 1. Mengumpulkan data-data, keterangan, informasi, dokumen yang terkait dengan peristiwa/pengalaman yang menjadi sumber inspirasi cerita. 2. Menentukan garis besar alur atau plot cerita. Secara bersamaan dengan tahap ini, menciptakan tokoh dan menentukan latar cerita. 3. Menetapkan titik pusat kisahan atau sudut pandang pengarang. 4. Mengembangkan garis besar cerita menjadi cerita yang utuh. 5. Memeriksa ejaan, diksi, dan unsur-unsur kebahasaan lain serta memperbaikinya jika terdapat kekeliruan.

Kegiatan 1 Bacalah terlebih dahulu dengan seksama cerpen berikut . Maafin Nisa, Bi Nisa, ada apa ini ? Malam-malam gini kok rebut. Kamu mau ngebangunin anjing tetangga? sapa Mama yang baru pulang dari kerja di ambang pintu. Nisa lagi nggak mau diajak bercanda, Ma, jawab Nisa yang lagi jengkel sekenanya, sambil terus membuka-buka lemari pakaiannya dari satu pintu ke pintu lainnya. Kenapa, Sayang ?Tanya Mama lembut. Ini, Ma. Bi Yem ngilangin baju seragam olahraga Nisa. Sudah dicari? Mammaaa dari sore baju itu udah dicari tapi nggak ketemu juga. Kok bisa gitu sih Bi? pandangan Mama beralih kke Bi Yem yang berada di sampingnya. Bibi juga nggak ngerti, Bu. Biasanya selesai disetrika langsung Bibi taruh di lemari, tapi kok kali ini aneh, sudah dicari ke mana-mana belum ketemu juga, adunya dengan pebuh sesal dan pasrah. Payahnya, system jaringan di otak kepalanya yang sudah berusia lebih dari kepala enam itu, tak mampu lagi untuk diajak berpikir dengan baik hingga membuatnya kehilangan akal, tak tahu lagi mesti mencari ke mana. Pun semua orang di keluarga itu tahu betul , Nisa yang pandai olahraga takkan pernah rela kehilangan jam olahraga yang hanya sekali dalam seminggu. Alaaaahhh Bi Yem nggah usah ngelak deh, bilang aja kalau itu kaus belum dicuci, apa susahnya sih nyuci sati kaus saja? Dasar pembantu nggak becus!? Maki Nisa dengan nada tinggi. Nisa jaga bicaramu! bentak Mama.

Saya memang lalai, maafkan saya, Non, denga tertunduk Bi Yem pergi dari kamar Nisa. Tuh kan, Ma !Kenapa sih pembantu macam dia masih dipertahankan? Udah tua, kerjanyalamban, suka pikun lagi. Dan sekarang , baju Nisa yang diilangin. Kenapa nggak dipecat sekalian aja sih, Ma? Nisa ., kamu nggak boleh bicara seperti itu!Bisa tidak kamu menghormati orang yang lebih tua? Mama mengeluarkan nada bicara normal seperti biasa, Cuma kali ini diberi sentuhan tekanan di dalamnya. Bi Yem di sini bukan hanya sebagai pembantu, melainkan Bi Yem juga berperan penting dan sudah menjadi bagian dalam keluarga kita.Bi Yem sudah mengabdikan dirinya sejak kakekmu muda dulu.Bi Yem juga yang turut mengasuhmu sejak kamu bayi, Nisa.Bi Yem memang sudah tua, tapi dia selalu teliti dan hati-hati dalam mengerjakan setiap pekerjaannya.Dibanding kita, Bi Yem lah yang jauh lebih mengerti seluk beluk dan sejarah setiap benda di rumah ini. Lagi pula, bukankah sebelum kejadian ini, belum pernah kan terjadi kesalahan yang berasal dari keteledoran Bi Yem ? Sekarang coba kamu ingat baik-baik, Nisa!Di mana terakhir kamu menaruh baju itu?Suasana hening sejenak dan tiba-tiba Ya. Ampun! teriak Nisa terperanjat sambil melompat dan berlari mengambil senter di atas meja belajarnya.Dan kemudian membiarkan sinarnya menyebar rata di kolong ranjang birunya. Benar dugaanku, kaus itu ada di sana. Rupanya emosi telah menghalangi Nisa untuk berpikir jernih.Tepat seminggu lalu karena terburu-buru hendak masuk les, Nisa keluarkan seluruh isi tasnya dengan sembarangan, termasuk kaus olahraga yang sempat dia lihat terjatuh dari tempat tidur. Pikirnya, tanggung mending diberesin saat pulang les.Tapi malah kelupaan sampai sekarang.Segera diambilnya kaus itu. Mama menggelengkan pelan melihat kecerobohan putrinya. Kaus itu tampak begitu lusuh dan kumal yang menurut teori kesopanan sudah tak layak pakai.Bagaimana tidak?Selain debu yang menempel tebal, terdapat banyak sekali lubang gigitan tikus. Melihat hal itu, ingin sekali Nisa menangis, tapi ia tahan karena merasa tak pantas. Dia sadar itu adalah salahnya sendiri. Ma, maaf!Nisa lah yang salah. Bukan pada Mama, tapi Bi Yem , Nisa. Dia sudah menerima makian dan tuduhan yang benar darimu. Kamu harus memetik hikmah dari kejadian ini.Kamu memiliki barang baik yang kamu sukai pun tidak punya tanggung jawab untuk merawatnya baik-baik.Ya sudah, besok pagi kamu pergi ke koperasi sekolah, beli yang baru.Sekarang temui Bi Yem. Nisa mengangguk mantap dan keluar dari kamarnya. Oleh : Reny Nurliana ( Dikutip dari harian Solo Agustus 2004 )

Jawablah soal-soal berikut dengan tepat secara kelompok. 1. 2. 3. 4. 5. Menceritakan kembali tentang apa cerpen tersebut? Jelaskan. Bagaimana karakter tokoh-tokohnya/ Jelaskan Bagaimana rangkaian alur/peristiwa cerpen tersebut? Kapan dan di mana latar dalam cerpen tersebut ? Apa amanat dan pesan yang ingin disampaikan pengarang dalan cerpen tersebut ?

Kegiatan 2 1. Berdasarkan pengalaman hidup teman yang kamu dengarkan buatlah sebuah cerpen. 2. Tulislah cerpendi buku tugasmu ! Setelah selesai, tunjukkan kepada temanmu yang kisah kehidupannya kamu ceritakan dalam cerpen. 3. Perbaikilah cerpenmu berdasarkan masukan atau saran dari temanmu. Jika telah menjadi cerita yang memenuhi unsur cerpen dan menaruk, ketiklah cerpenmu secara rapi di atas kertas kuarto. 4. Tulislah di bagian bawah cerpenmu data tentang pengalaman yang menjadi sumber inspirasi cerita. Sebutkn nama pemilik pengalaman dan data-data peristiwanya. 5. Setelah selesai, kumpulkan kepada gurumu untuk diperiksa dan dinilai.

BAB 2

Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar A. Mendengarkan Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel B. Berbicara Mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat C. Membaca Membacakan puisi karya sendiri dengan lafaldan intonasi, penghayatan, ekspresi D. Menulis Menulis resensi buku kumpulan cerpen berdasarkan unsur-unsur resensi

A. MENJELASKAN UNSUR-UNSUR INTRINSIK DARI PEMBACAAN PENGGALAN NOVEL 1. Menjelaskan Unsur-Unsur Pembangun Novel Novel berasal dari bahasa Italia novella yang berart sebuah barang baru yang kecil. Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh permasalahan kehidupan seseorang atau beberapa tokoh. Kisah novel berawal dari kemunculan suatu persoalan yang dialami tokoh hingga tahap pengyelesaiannya. Struktur novel adalah sebagai berikut : a. Tema Tema merupakan inti atau pokok persoalan yang menjadi dasar pengembangan cerita, menyangkut segala persoalan yang baik masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan sebagainya. b. Alur Alur merupakan pola pengembanga cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat. c. Latar Latar atau setting meliputi tempat, waktu, dan suasana yang digunakan dalam cerita, bisa bersifat faktual dan bisa imajiner. Latar berfungsi memperkuat atau memperjelas jalannya cerita. d. Penokohan Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokohtokoh dalam cerita. e. Point of view atau sudut pandang Point if view adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita. Posisi pengarang ini terdiri atas dua macam : 1. Berperan langsung sebagai orang pertama, atau sebagai tokoh yang terlihat dalam cerita yang bersangkutan. 2. Hanya sebagai orang ketiga yang berperan sebagai pengamat ( di luar cerita ) f. Amanat

Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang hendak disampaikan pengarangkepada pembaca melalui karyanya. Amanat disimpan rapi dan disembunyikan pengarangnya dalam keseluruhan isi cerita. g. Gaya bahasa Gaya bahasa berfungsi untuk menciptakan suatu nada atau suasana persuasif, serta merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubungan dan interaksi antara sesama tokoh. Bahasa secara cermat dapat menjelmakan suasana yang berterus terang atau menjengkelkan, dan objektif atau emosional. Berikut adalah contoh unsur-unsur intrinsik dari novel Namaku Hiroko karya N.H.Dini: Tema Alur : gambaran sebuah lingkungan tempat tinggal dan suatu adat kebiasaan masyarakat yang dapat mengubah sifat seseorang. : Novel ini beralur maju. Pengarang menceitakan kehidupan Hiroko, mulai dari ketika ia masih kecil di desa sampai hidup Di kota. Ketika di desa, ia hidup serba kekurangan. Kemudian ia pindah ke kota. Di sana , ia bekerja keras sehingga bisa meraih segala yang diinginkannya. Ia kemudian hidup dalam dunia yang serbagemerlap dan mewah. : Kobe, sebuah kota di Jepang Kobe merupakan kota besar. Diceritakan di kota terdapat toko Daimaru yang atapnya terbuka dengan warna tenda biru, terdapat pula pabrik besi terbesar di daerah Hansai, Jepang. : 1. Hiroko, seorang wanita desa yang polos dan sederhana. Ia tidak memiliki kepercayaan diri. Adat dan kehidupan kota sangat mempengaruhi kehidupannya. Ia kemudian suka berhura-hura, dan gila harta. 2. Sanao, seorang pegawai pabrik. Ia membawa Hiroko pada Tingkat kedewasaan. 3. Tomiko, orang yang memperkenalkan kehidupan kota pada Hiroko. 4. Yoshida, suami Natshuho, tetapi akhirnya menjadi kekasih Hiroko. : Menggunakan sudut pandang orang pertama. Pengarang menceritakan tokoh utama dengan kata aku. : Harta bukanlah satu-satunya tujuan hidup. Harta tidak dapat memberi kesenangan secara mutlak. Ada hal lain yang dapat memberikan kebahagiaan, yaitu cinta dan kasih sayang. : Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana halnya gaya berceirita N.H. Dini, banyak diwarnai oleh kata-kata sederhana yang diakrabi pembaca pada umumnya.

Latar

Tokoh

Sudut Pandang Amanat

Gaya

Kegiatan Mintalah satu atau dua teman Anda untuk membacakan cuplikan novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli brikut! Secara berkelompok, identifikasikan unsur-unsur yang ada di dalam cerita itu! Kemudian, presentasikan di depan kelompok lainnya untuk mereka tanggapi !

XVI Peperangan antara Samsulbahri dan Datu Maringgih Setelah masuklah kapal yang membawa Letnan Mas ke pelabuhan Teluk Bayur, turunlah sekalian bala- tentara itu ke darat, lalu langsung berjalan ke Kota Padang. Di sana , gemparlah isi kota melihat bala-tentara sekian banyaknya datang: cukup dengan alat senjata dan mariamnya. Yang seorang bertanya kepada yang ditanyai. Seluruh tanah jajahan Belanda akan rusuh, sebab anak negeri hendak melawan; tak mau membayar belasting. Kabar kedatangan ba-tentara ini, sekejap itu juga pecah ke sana kemari, sampai ke lur-luar kota sehingga perempuan dari anak-anak pun tahu hal ini. Maka ramailah dibicarakan peperangan yang akan terjadi. Yang penakut, larilah bersembunyi ke gununggunung dengan anak bini dan harta bendanya; yang berani tinggallah di dalam kota karena ingin hendak melihat tamasya perang. Yang kaya, berharta banyak, khawatir kalau-kalau harta bendanya dirampas orang. Yang beranak dan bersanak saudara, ngeri, takut anak-istri dan kaum keluarganya terbawa-bawa mendapat kesusahan. Hanya bangsa penjahatlah gembira hatinya karena ada harapan akan dapat mencuri dan menymun dengan mudah sepuas-puas hatinya. Saudagar-saudagar pun tak kurang khawatirnya, sebab pada sangkanya, tentulah perniagaannya akan jatuh karena peperangan ini. Begitu pula pegawaipegawai pemerintah berdebar-debar hatinya, takut kalau-kalau serdadu kalah. Jika demikian, tentulah mereka tiada akan mendapat ampunan dari perusuh, karena sekalian yang tiada hendak ikut melawan. Dipandang mereka sebagai musuhnya. Hanya perusuhlah yang geram melihat balatentara pemerintah datang sebanyak itu dan panas hatinya, lalu berpikir mencari akal akan memperdayakan serdadu ini. Setelah sampailah balatentara itu ke tangsi Padang, pergilah Letnan Mas kepada kapitannya, minta izin akan pergi sebentar dengan berjanji segera akan kembali pula, karena adalah suatu keperluan yang sangat penting baginya. Mula-mula, rupanya kapitannya tiada hendak memberi izin ini, tetapi tatkala dilihatnya Mas meminta amat sangat, diperkenankannyalah juga permintaan itu dengan pesan, supaya jangan lewat daripada pukul enam petang kembali. Sebab pada waktu itu hari baru pukul setengah lima, berpikirlah Letnan Mas dalam hatinya, Tentu tidak terlambat aku kembali. Dengan segera , dipanggilnya sebuah bensi sewaan, lalu berangkat menuju ke Muara. Setelah sampailah ia ke sana, diseberangilah Sungai Arau dengan perahu dan didakinya Gunung Padang. Di tengah jalan, bertemulah ia dengan seorang fakir, yang tinggal di atas gunung itu, lalu ditanyakannya di mana kubura Baginda Sulaiman, saudagar yang berpulang kira-kira sepuluh tahun lalu. Walaupun fakir itu sangat heran mendengar perkataan ini dan berpikir dalam hatinya, apakah sebabnya seorang letnan menanyakan kubur seotang Melayu, tetapi ditunjukkannya juga kubur itu. Setelah sampai ke makam ini, kelihatanlah oleh Letnan Mas tiga buah kubur dalam suatu tempat yang berpagar tembok. Dua buah daripada kubur itu, letaknya berdekatdekatan; yang sebuah lagi agak jauh sedikit. Tatkala dibacanya huruf yang tertulis pada batu nisan itulah yang dicarinya. Karena tiada tertahan oleh Letnan Mas hatinya, segeralah ia

masuk ke dalam makam ini, lalu berlutut di antara kedua kubur yang berjauh-jauhan itu, sambil memeluk keduanya dengan kedua belah tangannya. Di situ, menangislah ia tersedusedu, seraya meratap demikia, Aduhai Nurbaya dan ibu yang hamba cintai! Mengapakah sampai hati benar meninggalkan hamba seorang diri di atas dunia ini? Berjalan tiada hendak berkata-kata, pergi tiada hendak membawa-bawa. Mengapakah tiada diajak hamba pergi bersama-sama dan tiada dinantikan hamba, supaya boleh hamba temani dalam perjalanan yang jauh itu? Tatkala telah ditinggalkan, mengapakah tidak lekas dijemput, dibiarkan sepuluh tahun lamanya hamba mengembara ke sana kemari, mencari jalan akan mengikut Bunda dan Adinda sehingga sampai kepada waktu pekerjaan itu sia-sia belaka. Aduhai ! Bilakah masanya kita akan dapat berjumpa pula dan bilakah waktunya kita akan dapat berkumpul dan bercakap-cakap sebagai dahulu? Bunda dan Nur, pintakanlah kepada Allah Subhanahu Wataala, supaya jangan dipanjangkan-Nya lagi umur hamba ini dan lekaslah dipertemukan-Nya kita sekalian; karena hidup bercinta seperti ini, sesungguhnyalah tiada terderita oleh hamba. Cukuplah sepuluh tahun lamanya hamba menanggung siksa dan azab yang tiada tertanggung oleh manusia dan patutlah sudah hamba dilepaskan daripada penjara uang sedemikian. Aduh, Nur, aduh, adikku! Tiada kusangka sekali-kali akan beginilah akhirnya kita ini. Mengapakah segala pengharapan dan cita-cita orang dikabulkan, tetapi harapan dan citacita kita dijadikan seperti ini? Apakah salahmu dan salahku dan salah kita ini maka beroleh nasib yang sedemikian ini? Sudahlah di dunia ini segala pengharapan dan permintaan kita, yang kita pohonkan sebilang waktu, tiada dikabulkan. Di akhirat kelak, adakah akan disampaikan Allah segala cita-cita itu ? Ah, pada rasaku, tak adalah manusia yang malang sebagai kita ini ! Sepuluh tahun lamanya aku menanggung sengsara dan dukacita; sepuluh tahun pula aku menanggung rindu dendam kepadamu, tetapi sampai sekarang ini, belum disampaikan Tuhan juga maksudku ini. Berapakah lamanya lagi aku harus menunggu ? Akan tetapi...., o ya Nur, aku telah beroleh alamat bahwa aku segera akan dipertemukan dengan engkau, karena inilah penghabisan sisaku. Mudah-mudahan demikianlah hendaknya; doakan bersama-sama. Suatu yang belum kuketahui, yaitu dapatkah aku menuntutkan belaku atau tiada? Namun, biarpun tak dapat, Allah Yang Mahakuasa takan lupa bahwa tiap-tiap kesalahan itu tiada luput daripad hukuman-Nya. Biarlah bersama-sama kita kelak menyembahkan kesalahannya ini. Setelah itu, disiumlah oleh Letnan Mas kedua kubur itu, lalu berdiri perlahan-lahan dan berkata kepada fakir yang masih tercengang berdiri di sana melihat kelakuan letnan ini, karena heran, mengapakah seorang Belanda menangis di kubur seorang Islam? Sementara Letnan Mas pergi ke Gunung Padang, datanglah kabar dari Gubernur Padang mengatakan, malam itu perusuh akan masuk ke dalam kota, membuat huru-hara. Oleh sebab itu, dimintalah sebagian daripada serdadu yang ada itu pergi ke luar kota, mengadang musuh ini supaya jangan sampai berperang di dalam kota. Kira-kira pukul tujuh malam, berangkatlah sepasukan serdadu yang dipimpin oleh Letnan Mas dan Van Sta, ke luar Kota Padang menuju Kota Tengah. Pukul sembilan, sampailah mereka ke Tabing dan tiada berapa lama kemudian, hampirlah mereka ke Kota Tengah. Dari jauh telah kelihatan berpuluh-puluh orang; sekaliannya memakai seragam putih, berkumpul-kumpul di pinggir jalan, di muka sebuah kedai; rupanya mereka sedang bermusyawarah, bagaimana hendak menyerang. Sekalian bersenjata sebuah golok. Tatkala terlihat oleh perusuh serdadu datang, gemparlah sekaliannya , ada yang menghunus kerisnya, ada yang memencak, ada yang berteriak memanggil kawan, ada yang memaki-maki dan ada pula yang mengacung-acungkan senjatanya; berbagai bagai kelakukan mereka. Setelah hampir kepada mereka ini, Letnan Mas menyuruh berhenti serdadunya dan membariskan mereka. Seorang kemendur yang mengikut bersama-sama, maju ke muka, menyuruh perusuh menyerahkan dirinya. Akan tetapi, jangankan diindahkan

mereka, kemendur itulah yang imaki-makinya, seraya tiga kali kemendur membujuk dengan lemah-lembut, menyuruh menembak ke udara. Seketika itu juga berbunyilah kira-kira tiga puluh bedil sekaligus. Tatkala didengar perusuh bunyi bedil ini dan dilihatnya dada seorang pun yang kena, bertambah-tambahlah berani mereka, karena pada sangkanya sesungguhnyalah mereka tiada dimakan anak bedil lagi, berkat ajimat yang diperolehnya dari gurunya. Maka bertempiklah mereka bersorak dan ratib mengucapkan La illaha illallah , lalu maju ke muka. Setelah hampirlah mereka, barulah Letnan Mas memerintahkan membedilnya. Tatkala berbunyilah bedil kedua kalinya, rbahlah sebaris orang yang di muka, jatuh ke tanah. Ada yang menjerit, ada yang memekik, ada yang meminta tolong, dan pula ada yang terus ratib, tetapi banyak yang tiada bersuara lagi karena terus mati. Pesuruh yang berdiri di belakang, bingunglah sejurus, tiada tahu apa yang dibuatnya. Ketika berbunyi bedil ketiga kalinya, pecahlah perang perusuh itu karena banyak yang mati. Mana yang tinggal, larilah cerai-berai kian kemari, membawa dirinya masing-masing. Akan tetapi, seketika itu juga, keluarlah beberapa orang tua-tua dan haji-haji dari dalam sebuah rumah, lalu berteriak memanggil sekalian orang yang lari itu, serta mencabut kerisnya dan maju ke muka. Karena melihat keberanian ini, berbaliklah sekalian yang lari, lalu mengikut guru-gurunya dengan bertempik sorak pula, menyerang serdadu-serdadu dari dua pihak. Oleh sebab cepat datang mereka menyerbukan dirinya, serdadu-serdadu Letnan Mas tiadalah sempat menembak lagi, lalu mempergunakan bayonetnya. Dengan segera, menjadi ramailah peperangan itu, masing-masing mencari lawannya. Ada yang bertikamtikaman, ada yang bertetak-tetakan pedang, ada yang tangkis-menangkis, berpukul-pukulan, tangkap-menangkap, dan banting-membanting. Yang mati, jatuh, yang luka, berdarah, yang takut lari, yang berani mengejar. Ada yang maju, ada yang mundur, ada yang melompat, berbagaibagai kelakuan mereka. Suara pun bermacam-macam kedengaran, gegap gempita, tiada disangka bunyi lagi, dicampuri pula oleh bedil, pistol, pedang dan perang. Walaupun bulan terang cahayanya, tetapi di tempat itu gelap karena asap bedil. Jika pakaian mereka tiada sangat berlainan, yakni hitam dan putih, niscaya tiadalah tentu lawan dan kawan. Letnan Mas dengan kepada perusuh kelihatan sama-sama mengerahkan bala-tentaranya, menyuruh maju sambil membedil dan menetak. Tiada beberapa lamany berperang itu banyaklah yang mati dan yang luka pada kedua belah pihak. Darah mengalir di jalan raya dan mayat tersia-siar di sana-sini. Oleh sebab dari kampung tiadaputus-putusnya datang bantuan perusuh, tiadalah tertahan oleh Letnan Mas serangan musuhnya, sehingga disuruhnya serdadunya mundur perlahan-lahan. Bila tiada datang bantuan dari Letnan Van Sta pastilah pecah perang Letnan Mas.Untunglah pada waktu itu juga kedengaran tempik sorak serdadu Letnan Van Sta, yang menyeburkan diri ke medan peperangan. Tiada beberapa lamanya kemudian daripada itu, mundurlah perusuh perlahan-lahan, akhirnya, tatkala bantuan mereka tak datang lagi, pecahlah perang mereka, lalu lari kian kemari, bertemperasan, diburu oleh serdadu-serdadu kedua letnan itu. Tatkala mengejar perusuh, kelihatan oleh Letnan Mas seorang daripada kepala mereka. Bangun badan, perjalanan, dan suaranya serupa benar dengan bangun badan, perjalanan dan suara Datuk Maringgih, musuhnya yang sekianlama dicari-carinya. Maka berdebar-debarlah hati Letnan Mas dan gemetar tangannya serta berubah mukanya sebagai suka bercampur duka. Suka karena ada pengharapan akan dapat membalaskan saki hatinya dan duka karena ingat segala kejahatan yang telah diperbuat jahanam itu. Ketika kepala perusuh ini hendak melarikan dirinya, diburunyalah orang itu dengan tiada berpikir panjang lagi. Setelah berhadap-hadapan mereka, nyatalah pada Letnan Mas, bahwa persangkaannya tadi benar, karena sesungguhnya Datuk Maringgih, algojo Nurbaya, yang berdiri di mukanya lalu berkatalah ia , Datuk Maringgih! Benarkah engkau ini? Ya, akulah Datuk Maringgih, saudagar yang kaya di Padang in, jawab kepala perusuh itu. Engkau ini siapa, maka kenal kepadaku?

Setelah diamat-amatinya Letnana Mas ini, terperanjatlah ia, lalu surut beberapa lanhkah ke belakang, seraya berteriak, Samsulbahri! Engkau tiada mati? Atau setannyakah ini? Seketika itu juga, melompatlah ia kembali ke muka, hendak menetak Letnan Mas. Letnan Mas melompot ke kana, lalu berkata, Tunggu dahulu, Datuk Maringgih! Karena banyak yang terasa dalam hatiku yang hendak kukatakan kepadamu, sebelum aku terpaksa mencabut nyawamu. Mendengar perkataan ini, berdirilah Datuk Maringgih karena hendak mengetahui apakah yang akan dikatakan musuhnya itu. Datuk Maringgih! Sesungguhnya akulah Samsulbahri, yang sepuluh tahun lalu sudah mati, tetapi yang dikeluarkan kembali dari dalam kubur, untuk menghukum engkau atas segala kejahatanmu yang keji itu. Tatkala aku membedil diriku di Jakarta, karena terlebih suka mati daripada hidup menanggung sengsara yang asalnya daripada perbuatanmu, tiadalah disampaikan Tuhan maksudku itu. Rupanya, aku terlebih dahulu harus menuntut bela atas segala kesalahanmu. Itulah sebabnya maka peluru yang kutujukan ke kepalaku, tiada menembus otakku. Karena aku terperanjat mendengar suara sahabatku, Arifin, yang tatkalal itu berteriak, dan tanganku bergoyang, sehingga anak bedil sekadar merusak tulang kepalaku saja. Ketika aku sadar akan diriku, kupintalah kepada dokter dan sekalian orang yang tahu akan halku, supaya kabar aku hidup kembali, tiada disiarkan kemana-mana, karena pada pikiranku, lebih baik aku disangka orang telah mati daripada hidup sedemikian. Beberapa kali aku mencari kematian, tetapi tiada juga dapat, karena Tuhan masih memanjangkan umurku, supaya dapat menghukum engkau atas segala dosamu. Sepuluh tahun lamanya aku menanggung sengsara dan dukacita yang tiada terderita. Sepuluh tahun pula aku menaruh dendam dalam hatiku kepadamu. Sekarang barulah disampaikan Tuhan maksudku itu; sekarang barulah dapat aku menuntut bela sekalian orang yang telah engkau aniaya, hai penjahat yang sebesar-besarnya! Karena kekayaanmu, menjadikan engkau sombong dan angkuh serta takabur kepada Tuhan, yang telah memberimu kekayaan itu. Pada sangkamu dengan kekayaan itu tentulah kan dapat engkau berbuat sekendak hatimu. Yang tinggi kaujatuhkan, yang mulia kauhinakan, yang kaya kaumiskinkan dengan tiada pandang-memandang, tiada tilik-menilik, dan tiada menaruh belas kasihan, asal nafsumu yang jahat dan hina itu dapat kaupenuhi. Hai, Datuk durhaka! Kekayaanmu itu tiaga memberi faedah kepada teman sejawatmu, sahabat kenalanmu, sesamamu manusia, dan kepada dirimu sendiri sekalipun, melainkan mendatangkan segala bahaya, sengsara, duka nestapa kepada isi negeri. Tiada layak engkau dikaruniai Tuhan senjata yang sekuat itu. Dengan kekayaanmu itu, kauceraikan anak daripada bapanya, adik daripada kakaknya, asyik daripada masyuknya, sahabat daripada karibnya. Dengan kekayaanmu itu, kaujatuhkan Baginda Sulaiman, sampai berpulang ke rahmatullah karena dukacita. Dengan kekayaanmu itu, kaupaksa anaknya menurut kesukaanmu yang keji, kekasih dan saudaranya kauaniaya sampai hampir mati di dalam laut. Kemudian, kau dakwa ia mencuri barangbarangmu yang kau peroleh dengan tipu daya, darah keringat orang lain. Tatkala engkau tiada berdaya lagi akan memaksa Nurbaya, yang tiada bersalah itu, kaubunuhlah ia dengan racun. Dengan kekayaanmu itu, kauceraikan aku daripada ibu-bapa dan kaum keluargaku, dan kauputuskan pengharapanku akan menjadi orang baik-baik,sehingga ibuku meninggal dunia karena kesedihan hati. Sungguhpun demikian, sekalian itu belum lagi seperseratus dari segala dosamu yang harus kautanggung. Hai Datuk Maringgih! Tiadakah terasa olehmu kesalahanmu itu? Tiadakah takut engkau kepada Tuhan yang memberikan segala kekuasaan itu kepadamu? Tiadakah malu

engkau kepada sesamamu manusia yang engkau perdayakan? Tiadakah belas kasihan engkau kepada sekalian mereka yang telah menjadi kurbanmu? Samsulbahri berhenti sejurus berkata-kata itu karena penuh rasa dadanya dan sesak rasa napasnya, menahan hatinya yang tak dapat direncanakan di sini. Datuk Maringgih tiada menjawab sepatah katapun, sebab baru dirasanya waktu itu kebenaran perkataan Samsulbahri ini. Di situlah baru nyata padanya bahwa sebenarnya sampai kepada waktu itu, belumlah lagi ia berbuat kebaikan dengan hartanya yang sekian banyaknya itu. Bila ia mati dalam peperangan ini, tentulah segala hartanya itu akan terbagibagi kepada yang tinggal, dan apakah akan dibawanya ke dalam kubur? Tak lain nama yang jahat, sumpah, umpat, dan maki segala mereka yang telah dianiaya. Tentulah sekalian itu akan memberatinya dalam kuburnya. Bila ada ia berbuat kebaikan, barangkali adalah juga akan mendoakan arwahnya. (Marah Rusli, 1990. Sitti Nurbaya, hlm. 256-261) 6.2 E. MENGOMENTARI PEMBACAAN PUISI BARU 1. Membaca Puisi dan Menandai Jeda Membaca puisi umumnya dilakukan dengan nyaring. Dalam berpuisi, pembaca tidak sekedar membunyikan kata-kata. Lebih dari pada itu, ia pun bertugas mengekspresikan perasaan dan pesan penyair dalam puisi tersebut. Untuk itu, pembaca hendaknya; a. Memaknai puisi itu secara utuh, serta b. Memperhatikan lafal, tekanan, dan intonasi dalam menyampaikannya, sesuai struktur fisik dan batin puisi itu. Seperti yang telah dilakukan dalam pelajaran terdahulu, untuk keperluan tersebut, Anda harus menandai jeda pada puisi yang akan Anda bacakan itu. Dengan cara demikian, Anda akan dapat membacakannya secara lebih tertib. Latihan 1. Bacalah dalam hati puisi berikut. Kemudian, bubuhkanlah penjedaan yang tepat pada puisi tersebut berdasarkan satuan-satuan maknanya. 2. Bandingkanlah hasil pekerjaan Anda itu dengan hasil teman. Adakah perbedaan pada keduanya? Shang Hai Sutardji Calzoum Bachri ping di atas pong pong di atas ping ping ping bilang pong pong pong bilang ping mau pong? bilang ping mau mau bilang pong mau ping? bilang pong mau mau bilang ping ya pong ya ping ya ping ya pong tak ya pong tak ya ping ku tak punya ping ku tak punya pong pinggir ping kumau pong tak tak bilang ping pinggir pong kumau ping tak tak bilang pong

sembilu jarak-Mu merancap nyaring 2. Membacakan Puisi Pembacaan puisi yang indah dilakukan dengan menitikberatkan perhatian pada ketepatan pemahaman, keindahan olah vokal, dan ketepatan ekspresi. Dibandingkan dengan membaca indah, pembacaan puisi juga menekankan pada ketepatan pemahaman, keindahan olah vokal, dan ketepatan ekspresi wajah. Hal seperti itulah yang juga perlu Anda lakukan ketika membacakan puisi Shang Hai di atas. Anda harus memperhatikan lafal, intonasi,dan ekspresinya. Latihan Bacakanlah puisi Shang Hai di atas dengan memperhatikan penjedaan yang telah Anda buat sebelumnya. Perhatikan pula lafal, intonasi,dan ekspresi Anda ketika membacakan puisi tersebut. Kegiatan Jika memungkinkan, putarlah rekaman video membaca puisi yang telah disediakan guru Anda. Berdasarkan rekaman tersebut, komentarilah teknik pembacaan puisi dengan tepat. Kegiatan Lakukan parade membacakan puisi. Perhatikanlah teman Anda ketika membacakan puisi Shang Hai ataupun puisi-puisi lainnya! Perhatikanlah cara dia membacakan puisi itu, terutama dalam lafal, intonasi,dan ekspresinya! Telusur Makna Carilah makna dari kata-kata berikut dalam kamus. - bedil - mutlak - sugesti - inspirasi - notula - saudagar - mental - notulis - serdadu

- visa

Tes Kognitif Tulislah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut dalam kertas HVS/polio. Kemudian, kumpulkan hasilnya kepada guru Anda untuk dinilai. 1. Sebutkan kekurangan dan kelebihan pidato manuskrip/naskah? 2. Sebutkan solusi alternatif untuk mengurangi kendala dalam berpidato? 3. Sebutkanlah unsur-unsur identitas buku! 4. Hal-hal apasajakah yang perlu dicermati ketika meresensi buku nonfiksi! 5. Sebutkan unsur-unsur yang terdapat dalam laporan diskusi! 6. Sebutkan dan jelaskan unsur intrinsik pembangunan novel! 7. Apa saja yang harus dilakukan pembca ketika mendengarkan pembacaan puisi? 8. Ketika membacakan sebuah puisi, hal-hal apa yang harus ditekankan? Rangkuman 1. Pidato dengan membacakan naskah disebut pidato manuskrip atau pidato naskah. Dalam pidato naskah, kita memiliki kesempatan luas dalam mengumpulkan dan menyusun bahan yang akan kita sampaikan. 2. Hal-hal yang perlu kita cermati dalam buku nonfiksi, antara lain kelengkapan data, bobot keilmuan yang disajikan, dan daya tarik ilustrasi, (tabel, bagan, dan yang lainnya). Adapun isi

3.

4.

resensi itu sendiri meliputi identitas buku, isi pokok atau hal-hal penting/menarik dari buku itu, serta kelebihan dan kelemahannya. Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh. Kisah novel berawal dari kemunculan suatu persoalan yang dialami tokoh hingga tahap penyelesaiannya. Struktur novel dibentuk oleh unsur tema, alur, latar, penokohan, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa. Pembaca puisi harus mengekspresikan perasaan dan pesan penyairnya. Untuk itu, ia perlu memaknai puisi itu secara utuh serta memperhatikan lafal, tekanan, dan intonasinya, sesuai dengan struktur fisik dan batin puisi itu.

Uji Kompetensi Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat. 1. Banyak hal yang bisa berubah setelah melakukan tindakan-tindakan model terakhir. Saya tidak tahu, apa ini sebuah sugesti, atau ada tangan-tangan kekuatan alam yang membuatnya demikian. Yang jelas, alam bisa demikian perkasa dan bertahan lama karena bergerak dalam siklus memberi, memberi, dan memberi. Rumput hijau memberi kesejukan. Matahari membawa energi. Air menghadirkan kehidupan. Adakah mereka membutuhkan imbalan lebih? (Sumber: www.taruna-nusantara-mgl.scb.id) a. Apa yang diinginkan juru pidato dari pendengarnya lewat cuplikan uraian di atas? b. Bagaimana cara menyampaikan cuplikan pidato di atas: dengna nada informatif ataukah dengan nada persuatif? Jelaskan dengan disertai alasan. 2. Ada beberapa tulisan yang masih di permukaan dan sebenarnya bisa lebih diperdalam. Namun sekali lagi, sebagai pembaca, saya tidak terlalu terganggu dengan hal itu karena buku ini memang tidak disetujukan untuk membahas sesuatu secara detail, lengkap, dan dalam. Ini adalah kisah-kisah sederhana dari orang-orang sederhana dengan pesan indah. (Sumber: Dee dalam deeyand.multiply.com) a. Apa yang dikemukakan dalam cuplikan renensi di atas? b. Apa yang dimaksud dengan di permukaan? 3. Unsur apa saja yang tergolong ke dalam unsur intrinsik novel? Jelaskanlah. 4. Setelah masuklah kapal yang membawa Letnan Mas ke pelabuhan Teluk Bayur, turunlah sekalian bala tentara itu ke darat, lalu langsung berjalan ke Kota Padang. Di sana gemparlah isi kota melihat bala tentara sekian banyaknya datang; cukup dengan alat senjata dan meriamnya. Unsur apakah yang dominan dalam cuplikan novel Sitti Nurbaya di atas? 5. Bacalah kutipan puisi berikut. Ping di atas pong Pong di atas ping Ping ping bilang pong Pong pong bilan ping Mau pong? Bilang ping (Shang Hai, Sutardji Calzoum Bachri) a. Apa maksud cuplikan puisi itu? b. Katakan apa saja yang memerlukan tekanan yang lebih tegas dalam puisi tesebut? 6. Secara bergiliran, bacalah puisi berikut di depa kelas. Gunakan lafal, jeda, intonasi, dan ekspresi yang tepat pada saat Anda membacakannya. Kemudian, lakukan penilaian atas cara pembacaan

puisi yang dilakukan teman Anda. Sepakati terlebih dahulu aspek-aspek yang harus dinilai dalam membacakan puisi tersebut. Jika sudah sepakat lakukan penilaian secara objektif!

Damai yang Menular Sebuah rantiing yang sedang berkata kepada ranting di dekatnya Hari ini sungguh hampa dan membosankan Dan ranting lainnya pun menjawab Memang kosong dan membosankan Ketika itu seekor burung pipit hinggp di salah satu ranting itu, Lalu ada seekor burung pipit lainnya, di ranting di dekatnya Dan salah satu burung pipit itu berkicau dan berkata Aku baru ditinggalkan oleh pasanganku Dan burung lainnya berkata Pasanganku juga pergi, dan ia takkan kembali. Apa pedulinya aku Lalu kedua burung itu mulai bertengkar riuh rendah Tiba-tiba saja dua ekor burung pipit lainnya datang dari langit Dan hinggap diam-diam disamping kedua burung yang pertama tadi. Lalu suasananya menjadi tenang, damai. Lalu keempat burung itu pun terbang berpasang-pasangan Dan kata ranting yang satu kepada sesamanya Bising sekali tadi ya Dan jawab ranting yang lain Apa katamulah, yang jelas sekarang ini, damai serta lega. Dan kalau udara yang di atas damai, menurutku mereka-mereka yang tinggal di bawah juga damai. Tidak maukah kamu bergoyang tertiup angin lebih dekat kepadaku? Dan ranting yang satu berkata Oh, kebetulan lebih damai, musim semi toh sudah berakhir Lalu ia bergoyang tertiup angin kencang Dan merangkul temannya. Dikutip dari Sang Peengembara, karya Kahlil Gibran

Refleksi Diri Tingkat Pemahaman Pokok Bahasan A. Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat. B. Menuliskan laporan diskusi dengan melampirkan notulen dan daftar hadir. A. Menuliskan resensi buku pengetahuan berdasarkan format baku. B. Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan novel. C. Mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat. A B C D

7.1. D. MEMBACAKAN PUISI KARYA SENDIRI 1. Memahami Isi Puisi Membacakan puisi berarti menekankan ketepatan pemahaman, keindahan vokal, dan ekspresi wajah. Kegiatan tersebut acapkali disertai dengan gerak-gerik tubuh yang lebih bebas dan ekspresi wajah yang lebih kuat dibandingkan dengan membaca indah. Pembaca memperagakan puisi dengan lakuan tubuh (acting) yang sesuai. Pembacaan puisi kadang-kadang diiringi pula dengan musik yang sesuai dengan suasana isi puisi. Bacalah puisi di bawah ini dalam hati Berdiri Aku karya Amir Hamzah Berdiri aku di tepi pantai Memandang lepas ke tengah laut Ombak pulang memecah berderai Keribaan pasir rind berpaut Ombak datang bergulung-gulung Balik kembali ke tengah segara Aku takjub berdiri temenung Beginilah rupanya permainan masa Hatiku juga seperti dia Bergelombang-gelombang memecah ke pantai Arus suka beralih duka Payah mendapat perasaan damai . . . .

Kegiatan Berdasarkan puisi di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat. 1. Puisin di atas menceritakan apa? 2. Bagaimana kesan yang ditunjukkan penyair terhadap objek yang diceritakan itu? 3. Adakah pengalaman yang sama antara yang diceritakan penyair dengan pengalaman Anda sendiri? Jelaskan. 4. Setelah membaca puisi itu, perasaan apa yang muncul? Kemukakan alasan-alasannya. 5. Ada sebuah pelajaran berharga yang dinyatakan dalam puisi itu? Tunjukkan. 2. Menandai Jeda Jeda adalah hentian sebentar dalam ujaran. Jeda penting diperhatikan dalam pembacaan puisi agar maksudnya dapat terekspresikan dengan jelas. Oleh karena itu, sebelum membacakannya, Anda perlu menandai puisi itu berdasarkan satuan-satuan maknanya. Penandaan biasanya dilakukan menggunakan tanda garis miring. Tanda miring ganda (/ /) menunnjukkan hentian yang lebih panjang dari pada tanda miring tunggal (/). Sebagai contoh, perhatikan penjedaan untuk puisi Berdiri Aku berikut ini. Berdiri Aku karya Amir Hamzah Berdiri aku/ di tepi pantai// Memandang lepas/ ke tengah laut// Ombak pulang/ memecah berderai// Keribaan pasir/ rindu berpaut// Ombak datang/ bergulung-gulung// Balik kembali/ ke tengah segara// Aku takjub/ berdiri temenung// Beginilah rupanya/ permainan masa// Hatiku juga/ seperti dia// Bergelombang-gelombang/ memecah ke pantai// Arus suka/ beralih duka// Payah/ mendapat perasaan damai . . . .// Kegiatan 1. Tulislah sebuah puisi dengan mengekspresikan perasaan, pikiran, ataupun pengalaman Anda sendiri. 2. Bubuhkanlah jeda pada puisi Anda itu berdasarkan satuan-satuan maknanya. 3. Bacakanlah puisi tersebut di depan teman-teman Anda. Perhatikanlah jedanya, perhatikan pula lafal, intonasi, mimik, dan gerak-gerik Anda dalam membicarakannya. 4. Mintalah teman Anda untuk mengomentarinya dengan menggunakan format berikut. Aspek yang Dinilai Nama No Jumlah Ket Pembaca 1 2 3 4

Keterangan: 1. penjedaan 2. pelafalan 3. intonasi 4. ekspresi muka/mimik

Berikan nilai 10-50

3.

Menentukan Makna Puisi Karya Teman Puisi Berdiri Aku menyatakan perasaan penyair ketika berdiri di tepi pantai. Kemudian, ia menggambarkan perasaannya itu seperti ombak yang bergulung-gulung. Perasaannya tersebut muncul silih berganti: ada suka dan duka. Ia pun merasa lelah dengan perasaannya itu. Ia berharap kedamaian akan ia dapatkan. Pemaknaan terhadap puisi tersebut dibuat berdasarkan kata-kata yang dominan dan semakna. Contoh: Berdiri aku di tepi pantai, Ombak datang, Ombak datang bergulung-gulung Hatiku juga seperti dia Bergelombang-gelombang . . . . Arus suka beralih duka Payah mendapat perasaan damai Penjelasan terhadap puisi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memaknai katakata lainnya. Dengan demikian, pemaknaan terhadap puisi tersebut akan lebih utuh dan tidak sepenggal-sepenggal. Kegiatan Lakukan kegiatan berikut dengan teman Anda! 1. Bacalah puisi karya teman Anda! Maknailah puisinya itu berdasarkan kata-kata yang dominan atau yang semakna! 2. Jelaskanlah maknanya secara jelas dan lengkap! Apakah pemaknaan Anda tersebut sesuai dengan maksud teman Anda? Apersepsi Apa judul novel yang paling menarik yang pernah anda baca? Perasaan apakah yang muncul setelah membaca novel itu? Jelaskanlah! 8.1 B. MENULIS RESENSI BUKU PENGETAHUAN BERDASARKAN FORMAT BUKU 1. Membaca Buku Sebagaimana yang telah Anda pelajari di Pelajaran 1, dalam menulis resensi buku, Anda harus mencatat identitas bukunya, antara lain: a. judul, b. nama pengarang, c. kota dan nama penerbit, d. tahun atau edisi penerbitan, dan

e. tebal buku. Meresensi buku berarti mencermati bagian-bagian penting dari buku itu beserta keunggulan dan kekurangannya. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah komentar pada buku nonfiksi (ilmiah populer). Hal-hal yang perlu Anda cermati pada buku nonfiksi, antara lain kelengkapan data, bobot keilmuan yang disajikannya, dan daya tarik ilustrasi (tabel, bagan, dan yagn lainnya). Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh resensi buku nonfiksi di bawah ini. Judul : Hari Ini Aku Makin Cantik Penulis : Azimah Rahayu Penerbit : Syaamil Tahun : 2005 Kejelian memotret kehidupan, menggoresnya dengan pena, kisah-kisah indah dan menyentuh. Ya, itulah yang dilakukan Azimah, dengan buku terbarunya Catatan Seorang Ukhti 7: Hari Ini Aku Makin Cantik (HIAMC). Jangan bingung ya dengan label 7. Catatan Seorang Ukhti 7 adalah buku seri kisah-kisah kehidupan yang diterbitkan oleh Syaamil Cipta Media dari berbagai penulis. Kisah sederhana tentang orang-orang sederhana dengan pesan indah, itulah yang saya bisa tangkap dari buku ini. Memang untuk bukunya inisetelah menulis Catatan Seorang Ukhti 2: Pagi Ini Aku Cantik Sekali (PIACS)Azi mengaku banyak terinspirasi dari orang-orang sederhana yang memiliki pengalaman hidup, pemikiran, dan kekuatan yang luar biasa alias tak sederhana orangnya. Sejujurnya saya bingung meresensi buku ini. Bukan karena buku ini tidak bagus, karena buat saya tulisan-tulisan yang ada dalam buku ini bukanlah untuk dijelaskan kembali, tetapi untuk diselami kedalaman maknanya, direnungkan pesannya, dan yang juga penting diejawantakan dalam keseharian hidup. Ya, tulisan-tulisan yang ada dalam buku ini sebagian besar akan menggerakkan jiwa dan fisik kita untuk berpikir, berbagi, dan berbuat. Dari masalah antre sampai air mata. Daari rezeki sampai usaha tak kenal putus asa. Juga mengenai negthink alias negative thinking yang secara tak sadar sering meracuni hati kita, kontrol emosi, mencintai diri sendiri, sampai--soal yang kelihatan sepele jerawat. Namun, Azi dapat membuat sesuatu yang kelihatannya sepele, remeh, menjadi hal yang penting. Penting untuk kita resapi karena seringkali hal yang remeh itu sebenarnya penting. Azi sudah cukup terlatih merangkai kalimat demi kalimat. Buku Catatan Seorang Ukhti pertamanya (PIACS) menjadi bukti. PIACS meraih penghargaan Anugerah Pena FLP untuk kategori buku nonfiksi. Memang ada beberapa tulisan yang masih di permukaan, padahal sebenarnya bisa lebih diperdalam. Namun, sekali lagi pembaca, saya tidak terlalu terganggu dengan hal itu karena buku ini memang tidak ditujukan untuk membahas sesuatu secara detail, lengkap, dan dalam. Ini adalah kisah-kisah sederhana dari orang-orang sederhana dengan pesan indah. Kesederhanaan kalimat demi kalimat yang Azi rangkai tak sesederhana pesan yang ia ingin sampaikan. Pesan-pesan yang layak untuk kita renungkan. (Sumber: Dee dalam deeyand.multiply.com, dengan pengubahan) Selain mengemukakan identittas buku, hal-hal yang dikemukakan dalam resensi di atas adalah sebagai berikut. a. Isi pokok buku

Catatan Seorang Ukhti adalah uku seri kisah-kisah kehidupan yang diterbitkan oleh Syaamil Cipta Media dari berbagai penulis. b. Karakter isi buku ... buat saya, tulisan-tulisan yang ada dalam buku ini bukanlah untuk dijelaskan kembali, tetapi untuk diselami kedalaman maknanya, direnungkan pesannya, dan yang juga penting diejawantakan dalam keseharian hidup. c. Kelebihan buku 1) Azi sudah cukup terlatih merangkai kalimat demi kalimat 2) Ini adalah kisah-kisah sederhana dari orang-orang sederhana dengan pesan indah ... d. Kelemahan buku Memang ada beberapa tulisan yang masih di permukaan, padahal sebenarnya bisa lebih diperdalam. 2. Menulis Resensi Resensi ditulis berdasarkan bahan-bahan yang telah kita persiapkan sebelumnya: identitas buku, isi pokok atau hal-hal penting/menariknya, serta kelebihan dan kelemahannya. Kemudian, bahan-bahan itu disusun secara sistematis menjadi sebuah tulisan. Kegiatan 1. Bacalah sebuah buku nonfiksi. Catatlah identitas, pokok-pokonya, serta kelebihan dan kekurangannya. 2. Kembangkanlah catatan tersebut menjadi sebuah resensi yang lengkap. 3. Presentasikanlah resensi itu di depan teman-teman untuk mereka tanggapi berdasarkan aspekaspek berikut. a. kelengkapan unsur-unsurnya, b. kejelasan pemaparannya, c. keruntunan penyajiannya, d. keefektifan kalimat-kalimatnya, dan e. ketepatan ejaan dan tanda bacanya. Lintas Akademika 1. Bacalah sebuah buku ilmiah populer yang berhubungan langsung atau merupakan pengayaan dari salah satu bidang pelajaran. Misalnya, buku pengayaan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah teknik berpidato dan teknik berdiskusi. Buku pengayaan untuk mata pelajaran Fisika atau Biologi adalah 100 Ilmuan Terkemuka Dunia. 2. Resensi buku itu dengan langkah-langkah yang telah Anda pelajari di atas. Lakukanlah silang baca dengan teman-teman untuk saling memberikan koreksi. 3. Kirimkanlah resensi tersebut ke media massa yang sesuai! Siapa tahu tulisan Anda akan di muat di media yang bersangkutan.

Apersepsi Kapankah Anda melakukan diskusi untuk terakhir kalinya?Apa saja yang harus dipersiapkan pada saat berdiskusi? Jelaskan!

C. MENULIS LAPORAN HASIL DISKUSI 1. Membaca Contoh Laporan Diskusi Hari,Tanggal : Rabu, 21 April 2010 Waktu : Pukul 10.20-12.00 WIT Tempat : Kelas XII B Tema Diskusi : Peningkatan Gemar Belajar Tujuan : 1. Mencari penyebab lemahnya keinginan membaca 2. Merumuskan cara-cara meningkatkan budaya gemar membaca di kalangan siswa Pelaksana diskusi 1. Moderator : Iin Mulyati 2. Notulis : Suci amalia 3. Anggota : a. Immadi Ali Rahman b. Nurul Hidayati c. Meli Nuramelia d. Guruh Nugraha Hasil-hasil Diskusi 1. Pengusul/penanggap: a. Immadi : Penyebab lemahnya keinginan membaca adalah karena koleksi bukunya sangat minim dan ketinggalan zaman. b. Meli : Penyebab lemahnya keinginan membaca karena budaya menonton televisi lebih kuat mengingat acara-acaranya yang semakin variatif. c. Nurul : Penyebab lemahnya keinginan membaca karena faktor lingkungan yagn kurang mendukung, seperti pergaulan dengan sebaya ataupun lingkungan keluarga yang belum menjadikan membaca sebagai kebutuhan hidup. d. Guruh : Minat baca dapat ditingkatkan dengan adanya dorongan dari luar, seperti perlombaan kecepatan membaca, meresensi buku, menulis karya ilmiah. e. Immadi : Koleksi perpustakaan perlu ditambah dengan buku-buku baru dan sesuai dengan keperluan dan minat siswa. f. Meli : Perlu ada pemeran buku secara berkala yang melibatkan penerbit-penerbit dan diskusi buku dengan para penulis. 2. Kesimpulan (hasil-hasil yang disepakati) a. Faktor penyebab lemahnya keinginan membaca: koleksi perpustakaan sekolah yang minim, daya tarik televisi yang lebih kuat, serta budaya membaca di lingkungan keluarga dan teman sebaya masih rendah. b. Minat membaca dapat ditingkatkan dengan adanya lomba-lomba, seperti lomba kecepatan membaca, meresensi buku, dan menulis karya ilmiah. Selain itu, minat baca dapat ditingkatkan dengan menambah koleksi perpustakaan, pameran buku, dan diskusi buku dengan penulis. Bontang, 21 April 2010 Notulis Suci Amalia Latihan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. 1. Apakah tema diskusi di atas penting dan bermanfaat? 2. Apakah unsur-unsur dalam laporan itu sudah lengkap? 3. Apakah laporan itu sudah menggambarkan jalannya diskusi secara jelas? 4. Sesuaikan kesimpulan dengan isi pembicaraan para pesertanya? 5. Bagaimana tanggapan Anda atas keaktifan para peserta diskusi itu? 2. a. b. c. d. e. f. Mengidentifikasi Unsur-Unsur Laporan Diskusi Jika kita cermati, contoh laporan di atas terdiri atas beberapa komponen pokok: judul laporan, identitas pelaksanaan diskusi, seperti tanggal dan tempat, serta tema dan tujuan diskusi, para pelaksana diskusi, seperti moderator, notulis, dan peserta, hasil-hasil diskusi yang meliputi isi tanggapan para peserta dan kesimpulan, tempat dan tanggal penulisan laporan, tanda tangan dan nama jelas penulisan laporan. Model format lainnya yang dapat Anda pertimbangkan dalam penyusunan laporan diskusi: Judul Pendahuluan a. Latar belakang diskusi b. Tujuan diskusi c. Tema atau masalah diskusi d. Waktu dan tempat diskusi Pelaksana Diskusi a. Pembicara b. Notulis c. Moderator d. Peserta Hasil Diskusi a. Pokok-pokok materi diskusi sebagai pokok-pokok isi masalah yang disajikan oleh pemakalah. b. Pernyataan-pernyataan serta tanggapan yang disampaikan oleh peserta diskusi (floor) Kesimpulan Lampiran-lampiran a. makalah b. notulen c. acara d. daftar hadir peserta

1. 2.

3.

4.

5. 6.

Studi Pustaka Carilah model laporan diskusi lainnya. Identifikasilah unsur-unsur laporan tersebut. 1. Berdasarkan unsur-unsurnya, adakah persamaan atau perbedaan dengan contoh ataupun model format laporan diskusi di atas? 2. Jelaskanlah kelebihan atau kelemahan dari laporan itu berdasarkan isi, susunan, dan bahasanya.

3.

Menulis Laporan Diskusi Kegiatan diskusi sangat perlu untuk disusun laporannya. Dengan cara itu akan tergambar keputusan-keputusan penting yang dihasilkannya, juga proses berlangsungnya rapat itu sendiri. Hasil diskusi yang terdokumentasikan dengan baik tentu akan mempermudah pemantauan pelaksanaannya daripada yang diskusi hanya berupa lembaran-lembaran kertas yang tercecer. Dengan adanya laporan itu, proses beserta hasil-hasil dapat terdokumentasikan dengan baik. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan administrasi, tetapi juga bagi tindak lanjut pelaksanaannya. Berdasarkan laporan itulah, akan diketahui keputusan apa yang sudah berhasil direalisasikan dan keputusan apa yang pelaksanaannya belum optimal. Kegiatan 1. Lakukanlah diskusi bersama beberapa orang teman Anda, sesuai dengan kelompok yang sudah terbentuk. Setiap kelompok terdiri 4-5 orang. 2. Tema dan tujuan diskusi boleh Anda tentukan sendiri berdasarkan kesepakatan antar anggota kelompok. Tentukan pula moderator dan notulisnya. 3. Susunlah laporan hasil diskusi Anda itu secara lengkap. 4. Kemukakanlah laporan tersebut oleh seorang wakil kelompok untuk kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya berdasarkan aspek-aspek berikut. a. keakuratan dengan fakta yang terjadi dalam diskusi, b. kelengkapan dan kejelasan dalam penyampaiannya, c. keruntunan sistematika penyajian, d. ketepatan penggunaan bahasa (pilihan kata dan ejaan). Apersepsi Apa judul novel yang sudah Anda baca pada minggu ini? Ceritakan kembali isi dan daya tarik novel tersebut secara ringkas. Ulangan Semester 1 Pilih salah satu jawaban yang paling tepat. 1. Perlu teman-teman ketahui bahwa di sekolah kami, pada tanggal 7-8 Maret telah diadakan pentas seni. Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa dari semua kelas. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, antara lain, pementasan drama, musikalisasi puisi, dan panduan suara. Ilustrasi di atas melaporkan . . . . a. pementasan drama b. musikalisasi puisi c. paduan suara d. kegiatan pentas seni e. peran serta para siswa 2. Kalimat yang mengandung pendapat adalah . . . . a. Mereka ikut berbalas pantun. b. Acara-acara tersebut berlangsung sangat meriah. c. Masyarakat sekitar sekolah banyak yang mengikuti acara tersebut. d. Merekah terlibat dalam acara-acara yang bersifat interaktif itu. e. Mereka membacakan puisi kreasi mereka dengan diiringi alat musik.

3.

4.

5.

6.

7.

Pertanyaan : . . . . Pernyataan : Di samping para siswa dan guru, masyarakat sekitar sekolah banyak yang mengikuti acara tersebut. Kalimat yang tepat untuk melengkapi tanya jawab di atas adalah . . . . a. Siapa saja yang mengikuti acara tersebut? b. Mengapa para siswa, guru, dan masyarakat sekitar mengikuti acara tersebut? c. Adakah orang yang mengikuti kegiatan tersebut di samping para siswa dan guru? d. Berapa banyak orang yang mengikuti kegiatan tersebut bersama para siswa dan guru? e. Di samping para siswa dan guru, masyarakat sekitar sekolah mengikuti acara tersebut? Saya mendukung pendapat Saudara Osi tadi bahwa acara perpisahan tidak perlu mendatangkan group band dari luar. Saya kira, hal itu justru akan mengganggu kekhidmatan acara itu sendiri. Lagi pula, dana yang perlu kita persiapkan akan menjadi terlalu besar, sedangkan para siswa kita umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Pernyataan yang menjadi alasan atas dukungan yang dikemukakan pembicara adalah . . . . a. Kita berasal dari keluarga kurang mampu. b. Dana yang dikeluarkan terlalu besar. c. Perpisahan tidak perlu mendatangkan group band dari luar. d. Acara perpisahan tidak perlu dilaksanakan dengan besar-besaran e. Sebuah acara memerlukan kekhidmatan dari para pesertanya. Kita kembali ke berita aktual siang ini. Lapisan es Antartika di Kutub Selatan kembali mengalami kondisi kritis. Bagian barat benua beku tersebut pecah sehingga bongkah es seluas tujuh kali Kota Manhatta, AS atau sekitar sepertiga luas Jakarta, lepas ke lautan lepas. Hal utama yang dilaporkan di dalam cuplikan di atas adalah . . . . a. berita aktual siang ini b. Jakarta setengah bongkahan es c. kondisi kritis di Antartika d. pecahnya lapisan es di Kutub Selatan e. Kota Manhattan yang terancam Laporan tentang mencairnya es di Antartika sangat menarik buat saya. Akan tetapi, data-data yang disajikan saya rasa masih lemah karena tidak menyertakan gambar-gambar, terutama tentang keadaan mencairnya esnya itu. Kalau saja gambar-gambar itu dapat disertakan, laporan itu akan lebih jelas dan meyakinkan. Masalah yang dikritik pada tanggapn di atas adalah . . . . a. isi laporan b. bahasa laporan c. susunan laporan d. tampilan isi laporan e. bagian-bagian laporan (1) Sepadan dengan sosoknya yang keras, Sansiviera termasuk tumbuhan tahan banting.(2) Ia tak akan merongrong waktu dan ketelatenan Anda untuk merawatnya agar tumbuh subur. (3) Singkatnya, Sansiviera tak butuh perawatan rumit. (4) Tak disiram beberapa hari pun tetap segar. (5) Maklumlah, sebagai keluarga tanaman sukulen(kaktus), tanaman ini memang tidak boleh diguyur banyak air. Gagasan pokok paragraf di atas dinyatakan oleh kalimat . . . . a. (1) d. (4)

b. (2) e. (5) c. (3) 8. Pada tahap ini, remaja sering berhadapan dengan emosi yang kadangkala agresif. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon-hormon tertentu. Remaja perlu mengendalikan emosi tersebut secara baik dengan pengrahan dari orang tua. Kekerasan dan kelonggaran yang ekstrem ketika mengendalikan emosi tersebut akan mengganggu pembentukan disiplin remaja, bahkan perkembangan remaja secara keseluruhan. Hal pokok yang dijelaskan paragraf di atas adalah . . . . a. emosi remaja yang agresif b. perkembangan remaja yang ekstrem c. timbulnya kekerasan di kalangan remaja d. peranan orang tua dalam mengarahkan remaja e. pentingnya pembentukan kedisiplinan di kalangan remaja 9. Saya seorang wanita lulusan Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Jurusan Manajemen tahun 2006, usia 25 tahun. Saya berpengalaman dalam bidang pemasaran selama dua tahun dan dapat berbahasa inggris secara aktif. Selain itu, saya pun pernah kursus komputer selama satu tahun. Aspek yang dikemukakan di dalam penggalan surat lamaran kerja di atas adalah . . . . a. hobi pelamar b. identitas pelamar c. kompetensi pelamar d. pengalaman pelamar e. latar belakang pelamar 10. Baru-baru ini, saya mendengar informasi dari Bapak Hilman Tanjung, salah seorang karyawan Anda, yang menyatakan bahwa ada lowongan kerja sebagai tenaga pengajar di lembaga yang Anda pimpin. Dalam cuplikan surat lamaran kerja di atas, kata Anda dapat diganti dengan . . . . a. kamu d. rekan b. Saudara e. Tuan c. Bapak/Ibu 11. Dengan surat ini kami beritahukan bahwa dalam rangka penuntasan rencana lomba musikalisasi antarkelas, ada beberapahal penting yang perlu dibicarakan. Kata yang salah penulisannya adalah . . . . a. beritahukan d. antarkelas b. penuntasan e. dibicarakan c. musikalisasi 12. Ketika saya tanya balik, mengapa ia demikian bersahabat setelah tahu kami dari Bali? Petugas tadi menceritakan pengalaman pribadinya yang pernah ditolong orang Bali, ketika mengalami kecelakaan saat berwisata di Pulau Dewata ini. Singkat cerita, semua urusan menjadi beres hanya karena ada kata Bali di paspor. Kata-kata yang menjadi penanda penting dalam paragraf di atas adalah . . . . a. ketika saya d. petugas tadi b. mengapa demikian e. singkat cerita c. pengalaman pribadi

13. Boleh percaya boleh tidak, saya mengalami kejadian-kejadian seperti ini dalam frekuensi yang cukup sering. Sejumlah rekan Tionghoa yang mengerti petunjuk hoki, mnyebut saya manusia hoki karena bentuk hidung, telinga, dab dagu yang cocok dengan ciri-ciri hoki. Sebagai manusia biasa, saya memang memiliki banyak kekurangan. Kutipan paragraf di atas dapat diwakili oleh kalimat berikut . . . . a. keberuntungan sering saya alami b. saya memiliki banyak kekurangan c. keberuntungan itu sifatnya kadang-kadang d. orang yang memiliki kekurangan pasti selalu beruntung e. keberuntungan itu hanya dialami oleh orang-orang tertentu 14. Sejujurnya saya bingung meresensi buku ini. Bukan karena buku ini tidak bagus, tetapi karena buat saya tulisan-tulisan yang ada dalam buku ini bukanlah untuk dijelaskan kembali. Namun, untuk diselami kedalaman maknanya, direnungkan pesannya, dan yang juga penting diejawantahkan dalam keseharian hidup. Paragraf resensi di atas mengemukakan . . . . a. isi buku b. struktur buku c. keunggulan buku d. kelemahan buku e. kebermaknaan buku bagi pembacanya 15. Minat membaca dapat ditingkatkan dengan adanya lomba-lomba,seperti lomba kecepatan membaca, meresensi buku, dan menulis karya ilmiah. Selain itu, minat membaca dapat ditingkatkan dengan menambah koleksi perpustakaan, pameran buku, dan diskusi buku dengan penulis. Laporan di atas diangkat dari kegiatan diskusi yang bertema . . . . a. perlombaan membaca b. aneka kegiatan membaca c. peranan perpustakaan sekolah d. peningkatan minat baca para siswa e. cara penulisan laporan ilmiah 16. Ombak datang bergulung-gulung Balik kembali ke tengah segara Aku takjub berdiri temenung Beginilah rupanya permainan masa Cuplikan puisi di atas mengekspresikan rasa . . . . a. gembira d. rindu b. galau e. lara c. kagum 17. Contoh penjedaan yang tepat adalah . . . . a. Hatiku juga/ seperti dia/ / Bergelombang-gelombang/ memecah ke pantai/ / b. Hatiku juga/ seperti dia/ / Bergelombang-gelombang memecah/ ke pantai/ / c. Hatiku juga seperti dia/ / Bergelombang-gelombang/ memecah ke pantai/ /

18.

19.

20.

21.

22.

d. Hatiku/ juga/ seperti dia/ / Bergelombang-gelombang memecah/ ke pantai/ / e. Hatiku/ juga/ seperti dia/ / Bergelombang-gelombang/ memecah/ ke pantai/ / Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian Bahwa puisi di atas merupakan pantun ditandai dengan . . . . a. berisi nasihat b. susunannya terpola c. adanya sampiran dan isi d. menggunakan bahasa Melayu e. memiliki persamaan rima pada setiap bagiannya Pinggan tak retak nasi tak ingin Tuan tak hendak kami tak ingin Puisi tersebut tergolong ke dalam jenis . . . . a. bidal d. mantra b. talibun e. Pantun berkait c. karmina Ibunya terharu, mengelus pelan rambut anaknya. Seperti biasa, Qaturn selalu pergi ke masjid untuk tarawih. Selesai tarawih, kali itu pula ia tak langsung pulang. Ditunjukkannya gambarnya pada Ustad dan beberapa teman lain. Ia jelaskan, gambar itu adalah Muhammad sedanag naik buroq. Watak Qatrun menurut kutipan cerpen di atas adalah . . . . a. rajin beribadah b. senang bergaul c. taat pada orang tua d. pandai menggambar e. dekat dengan para sahabatnya Tak jauh dari Gadis 1 memang terlihat teman baiknya, Indah, lagi asyik baca. Saking asyiknya, sampai-sampai gadis berambut keriting itu sama sekali tidak menoleh kepada Gadis 1 yang masih juga memandang diri di depan cermin sambil bertanya-tanya, kenapa saya begitu jelek? (Gadis, Asma Nadia) Watak Indah dalam kutipan cerpen di atas adalah . . . . a. penyabar b. pendiam c. tidak solider d. senang berdandan e. asyik dengan dirinya sendiri Selain cacat, ia memang sudah seburuk ini sejak lahir. Dulu sekali, ia memang pernah mengeluh dan tak mengerti kenapa ia tak seperti yang lain: gagah, ganteng... dan normal. Akan tetapi, sekarang tidak lagi. Banyak yang sudah dilalui, banyak yang sudah dipelajari. Tak ada yang lebih baik selain hati yang tak pernah lelah bersyukur.

Lelaki itu tersenyum. Kakinya masih terseok menapaki jalan. Akan tetapi, senyumnya secerah langit yang sebentar lagi membuka cadar bagi bintang-bintang. (Gadis, Asma Nadia) Pesan yang tersirat dari cupikan cerpen di atas adalah . . . . a. Senyum itu penting. b. Cacat bukan halangan di dalam kehidupan. c. Tidak perlu ragu dengan keadilan Tuhan. d. Pentingnya bersyukur atas kenyataan yang ada. e. Tidak perlu ganteng, yang penting tidak pernah mengeluh. 23. Prof. Dr. Deddy Mulyana kita kenal sebagai pakar komunikasi. Akan tetapi, jauh sebelum menghasilkan belasan buku komunikasi, termasuk Ilmu Komunikasi: Sebuah Pengantar (2000) yang best seller, Deddy telah menulis banyak cerpen, meskipun hanya sebatas hobi untuk mengisi waktu sepi. Cuplikan resensi di atas mengungkapkan unsur . . . . a. tema cerpen d. identitas cerpen b. isi cerpen e. kepengarangan c. intrinsik cerpen 24. Sementara Letnan Mas pergi ke Gunung Padang, datanglah kabar dari Gubernur Padang mengatakan, malam itu perusuh akan masuk ke dalam kota, membuat huru-hara. Oleh sebab itu, dimintalah sebagian daripada serdadu yang ada itu pergi ke luar kota, mengadang musuh ini supaya jangan sampai berperang di dalam kota. (Siti Nurbaya, Marah Rusli) Unsur novel yang dominan di dalam cuplikan di atas adalah . . . . a. tema d. gaya bahasa b. amanat e. penokohan c. alur 25. Latar untuk cuplikan novel pada soal nomor 24 di atas adalah . . . . a. di dalam kota, siang hari b. di dalam kota, malam hari c. di luar kota, siang hari d. di luar kota, malam hari e. di luar kota, siang dan malam

SEMESTER 2 9.1 A. MENGAJUKAN SARAN PERBAIKAN ATAS INFORMASI YANG DISAMPAIKAN SECARA LANGSUNG 1. Mendengarkan Informasi Secara Langsung Sebuah informasi yang Anda terima terkadang kebenarannya dipertanyakan. Apakah informasi itu sesuai dengan fakta ataukah hanya sebuah kebohongan belaka? Apapun sumber informasi yang Anda terima, baik dari media massa, seperti surat kabar, majalah, dan internet, atau melalui kabar secara lisan dari perorangan, terkadang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Oleh karena itu, dalam menerima informasi, sebaiknya Anda melakukan pengecekan dan pengecekan ulang atas informasi tersebut. Hal itu dapat Anda lakukan dengan: a. melakukan perbandingan fakta dengan sumber informasi yang lain, atau b. mempertanyakan secara langsung kepada nara sumber terkait atas informasi yang didapat. Selain Anda harus mengenal kebenaran sebuah informasi, Anda pun dituntut untuk mampu menentukan informasi yang penting, baik, atau tepat untuk Anda ketahui. Oleh karena itu, berikut ini terdapat hal-hal yang menentukan apakah sebuah informasi itu penting untuk Anda ketahui ataukah tidak penting? a. Mengandung kejadian atau sesuatu yang luar biasa. Misalnya, informasi tentang kecelakaan pesawat terbang, ditemukannya harta karun peninggalan sebuah kerajaan masa lampau, dan sebagainya. Contoh-contoh informasi tersebut tentu dianggap sesuatu yang sangat luar biasa bagi masyarakat. b. Mengandung kebaruan. Misalnya, ditemukannya teknologi layar sentuh, diciptakannya robot yang memiliki gerakan sensor mirip manusia, diciptakannya kacamata tembus pandang, dan sebagainya. Informasi-informasi semacam itu merupakan sesuatu yang baru bagi masyarakat kita. c. Mengandung dampak yang sangat besar bagi masyarakat. Misalnya, adanya pencemaran lingkungan oleh pabrik tekstil, kenaikan harga BBM sebesar 75%, naiknya tarif transportasi sebesar 200%, dan sebagainya. Informasi-informasi semacam itu merupakan sesuatu yang mengandung akibat yang sangat besar bagi masyarakat kita. d. Aktual, dalam arti sedang terjadi atau sedang hangat-hangatnya menjadi pembicaraan masyarakat luas. Misalnya, kasus korupsi pejabat tinggi negara, kasus maraknya penebangan hutan, dan sebagainya. e. Dekat dengan kita, baik secara geografis (tempat) ataupun psikologis. Misalnya, peristiwa kebakaran di dekat tempat tinggal Anda, peristiwa pencopetan dengan korban salah seorang sanak saudara Anda, dan sebagainya. Latihan Mintalah salah seorang teman yang bersuara lantang untuk membacakan teks berikut. Simaklah dengan baik. Kemudian, catatlah informasi yang terdapat dalam teks itu.

Main Internet, Yuk. Aku memang sudah sering memakai internet. Dengan banyaknya fasilitas seperti warung internet (warnet), layanan pasang internet yang murah meriah, dan hot spot (yang juga ada di beberapa sekolah), membuat aku semakin mudah bersentuhan dengan dunia maya. Fenomena kayak gini memang menakjubkan, apalagi kalau mengingat awalnya (1960-an), internet terbatas dipakai di lingkungan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.Tujuannya adalah untuk menghindari terputusnya kontak dengan pangkalan militer lainnya kalau bencana alam, terorisme, dan perang.Untung aja ada National Science Foundation (NSF) yang bereksperimen dengan menggunakan kabel telepon untuk menciptakan jaringan sendiri.Kalau tidak, mungkin kita belum bisa menikmati internet kayak sekarang. Salah satu kegunaan internet yang sampai sekarang masih jadi primadona adalah dia bisa menjadi wadah berekspresi.Dulu, aku sempat kenalan dengan friendster dan blog. Sekarang, ada wahana lain dengan aneka rupa fasilitas. Misalnya aja, situs Multiply dan MySpace. Di situs-situs seperti ini, aku tidak hanya bisa mem-publish tulisan, tetapi sekaligus foto, music, video, da lain-lain. Yeah, internet makin lama memang makin canggih. Aku sering menghabiskan lima jam berkutat dengan internet setiap harinya hanya untuk mengecek Account Multiply sekaligus bertamu ke tetangganya di internet, tetapi sekarang, aku lagi senang Multiply. Aku tadinya hanya suka upload dan download lagu-lagu dari band kesukaanku. Lama-lama, aku melihat teman-teman menulis di Multiply, aku pun tertarik. Sepertinya asyik aja, bisa member tahu orang tentang pendapat kita, sudah begitu, bisa dibalas samauser lainnya. Seru. Multiply-an kayak gini sebenarnya sama saja dengan blogging, hanya fiturnya memang lebih lengkap. Blog bisa diartikan sebagai catatan harian seseorang di internet. Di sana, pengunjungnya bisa memlemparkan tanggapan berupa comment. Karena posting dan comment inilah, interaksi sesama penggona blog lebih intens. Blog adalah tempat berekspresi dengan bebas dan sangat bagus untuk mengungkapkan cara pikir. Tidak hanya tulisan, bisa juga foto, video, dan lain-lain. Posting bisa mengenai apa saja, mulai dari keseharian sampai unek-unek juga boleh. Anggap aja latihan menulis. (Sumber: www.pikiran-rakyat.com, dengan beberapa penyesuaian) 2. Meringkas Isi Informasi Jika informasi itu berupa berita dengan struktur yang berpola 5W+1H maka ringkasannya dapat Anda susun berdasarkan keenam unsurnya itu. Ringkasannya Anda susun berdasarkan jawaban dari pertanyaan apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Akan tetapi, jika informasi itu bersifat sembarangan maka ringkasannya disusun berdasarkan gagasan utama yang ada dalam setiap bagiannya. Mintalah seorang teman Anda untuk membacakan informasi berikut. Setahuku, sampai sekarang belum ada aturan legal yang membahas masalah kebebasan berekspresi di internet. Repot juga, kan, kalau gara-gara posting kita di internet, ada pihakpihak yang tersinggung atau merasa dirugikan. Seperti kasus yang pernah menimpa Herman Saksono, yang mem-posting rekayasa digital foto mesra pasangan public figure dengan wajah beberapa orang terkenal di negeri ini. Posting-an itu memang Cuma iseng. Ia hanya ingin merespons skandal foto-foto itu dengan candaan. Akan tetapi, gara-garaekspresinya itu, Herman sempat diinterogasi dengan pihak berwajib.

Menurutku, kebebasan di dunia maya itu tidak pernah lepas dari dunia nyata. Intinya adalah aturan yang ada di dunia nyata itu sebenarnya berlaku juga di dunia maya. Karena itu, ketika kita berbicara sesuatu, harus siap bertanggungjawab juga. Kalau menurutku, justru di blog itu, semua orang bisa sebebas mungkin berekspresi. Bahkan, satu-satunya yang membatasi adalah si pemilik blog itu sendiri. Dari informasi yang telah Anda dengarkan itu, Anda dapat membuat catatan sebagai berikut. 1) Belum ada aturan legal yang membahas masalah kebebasan berekspresi di internet. 2) Kebebasan di dunia maya tidak pernah lepas dari dunia nyata. Dari catatan itu, Anda dapat membuat ringkasan seperti berikut. Belum ada aturan legal tentang kebebasan berekspresi di internet. Akan tetapi, kebebasan itu tidak dapat lepas dari aturan-aturan juga yang berlaku di dunia nyata. Kegiatan Susunlah ringkasan informasi berdasarkan catatan informasi yang telah Anda catat dari bacaan Main Internet, Yuk yang dibacakan. Kemudian, lakukanlah silang baca untuk saling memberikan komentar, berkenaan kesesuaiannya dengan informasi isi bacaan. 3. Mengajukan Saran Perbaikan kepada Pembicara Apa penilaian Anda tentang informasi berikut. Akan diadakan lomba membuat website. Hadiahnya besar sekali. Cukuplah untuk biaya sekolah selama satu bulan. Informasi itu tidak jelas, bukan? Di dalamnya tidak diterngkan waktu dan tempat pelaksanaannya, pihak pelaksanaannya, dan siapa saja yang boleh mengikutinya. Berdasarkan contoh di atas, saran perbaikan atas informasi tersebut adalah masalah kelengkapannya. Contoh: Informasi itu sangat menarik karena menyampaikan sesuatu yang selama ini saya tekuni, yakni dunia internet. Akan tetapi, informasi Anda kurang jelas. Mohon keterangan lebih lanjut tentang tempat dan waktu pelaksanaannya, juga pihak pelaksananya. Saran juga dapat berkenaan dengan kejelasan dalam penyampaiannya, misalnya karena intonasi atau pelafalannya yang tidak baik. Mungkinpula dalam hal tempo penyampaiannya yang terlalu cepat. Latihan Manakah saran yang sesuai dengan informasi yang telah Anda dengarkan tadi? 1. Informasi yang Anda sampaikan tadi merupakan sesuatu yang baru bagi saya. Hanya saja, karena banyaknya istilah asing, saya menjadi kurang paham. Saran saya, tolong jelaskan maksud dari istilah-istilah itu supaya saya bisa merasa lebih jelas dengan informasi yang Anda sampaikan itu. 2. Kurang jelas tentang tata cara berlangganan internet, terutama tentang biaya yang harus kita bayarkan setiap bulannya. Bagaimana kalau penjelasan Anda itu disertai dengan perhitungan jumlah pengeluaran setiap pemakaian internet per jam atau per bulannya. 3. Menarik sekali paparan yang telah Anda sampaikan tadi, tetapi akan lebih jelas lagi apabila Anda mempraktikkannya langsung, misalnya tentang cara penggunaan blog atau mendownload lagu. Saya betul-betul belum paham dalam cara penggunaannya.

4.

5.

Tentang penggunaan internet di sekolah kita, saya rasa penting sekali, tetapi bagaimana prosedur pengajuannya kepada pihak kepala sekolah, saya merasa belum jelas. Tolong jelaskan secara lebih terperinci berdasarkan pengalaman di sekolah Anda. Bagus sekali informasi yang Anda sampaikan itu. Hanya saja tolong jangan terlalu cepat dalam penyampaiannya karena banyak istilah baru yang belum saya kenal. Kalau bisa, istilah-istilah itu dituliskan pula supaya jelas ejaannya.

Kegiatan Guru Anda akan memutarkan rekaman video mengenai informasi yang disampaikan dalam sebuah berita. Dengarkanlah dengan saksama, kemudian ajukanlah saran atas informasi tersebut. Studi Lapangan Mintalah 3-4 teman Anda untuk menyampaikan informasi tentang perkembangan teknologi, terutama yang ada di tempat tinggal mereka. Perhatikanlah informasi mereka itu dengan baik. Kemudian, kemukakanlah saran Anda berkenaan dengan kelengkapan dan kejelasan dalam menyampaikannya. 10.1 B. MEMPRESENTASIKAN PROGRAM KEGIATAN/PROPOSAL 1. Mengenal dan Menyusun Format Program Kerja Perhatikan label di bawah ini. Waktu/ Jenis Struktur Tujuan/ Sasaran Biaya Ket Tempat Kegiatan Pelaksana Sabtu, 8 Diskusi Membentuk Pembina Rp2.000.000,00 Wajib Maret tentang kepanitiaan: OSIS bagi 2009, di pameran dan a. memilih ketua Pelaksana: pengurus ruang kelas rencana dan wakil ketua, ketua dan OSIS XII IPA peringatan b. menyusun seksi- wakil ketua hadir. HUT RI seksi, terpilih, dan (contoh) c. menentukan dibantu oleh program kerja seksi-seksi Tabel dengan format di atas, biasanya disebut dengan program kerja. Program kerja adalah rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh seseorang atau lembaga dalam suatu periode tertentu. Seperti yang tampak dalam contoh di atas, rencana kerja tersebut meliputi: 1. jenis kegiatan, 2. tujuan kegiatan/sasaran yang ingin dicapai, 3. waktu dan tempat pelaksanaan, 4. struktur pelaksana (kepanitiaan), dan 5. pembiayaan. Latihan A. Perhatikan kembali contoh program kerja di atas. Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. 1. Program kerja tersebut untuk jenis kegiatan apa? 2. Apa yang diharapkan dari kegiatan tersebut? 3. Kapan kegiatan itu dilaksanakan?

4. 5. B.

Siapa saja para pelaksananya? Kegiatan itu melibatkan siapa saja?

Manakah tanggapan yang sesuai dengan contoh program kerja di atas? 1. Saya kira, diskusi kelas itu tidak perlu dihadiri Pembina OSIS. Tujuannya agar para siswa tidak kaku dalam menyalurkan aspirasinya. Nanti kalau diskusi itu selesai, baru berikan laporan hasilnya kepada beliau. 2. Sebaiknya, diskusi itu tidak dilaksanakan di ruang OSIS sebab tidak akan memadai jika harus menampung banyak siswa. Sepuluh orang pun saya kira sudah sesak. 3. Tidak perlu semua siswa hadir. Saya kira, cukup perwakilan kelas saja. Misalnya, satu kelas diwakili oleh 1-2 orang agar jalannya diskusi berjalan dengan efektif. 4. Sebaiknya, program kerja yang telah kita susun dikonsultasikan kepada wali kelas untuk mendapatkan masukan-masukan supaya program tersebut berjaan lancar. 5. Biaya untuk kegiatan itu dapat saja di ambil dari anggaran sekolah sebab jumlah yang ada tidak mungkin memadai untuk diskusi nanti.

Kegiatan 1. Secara berkelompok, susunlah program kerja dengan format yang telah Anda ketahui. Jika Anda mempunyai format lain, Anda dapat menerapkannya sesuai kreativitas Anda. Susunlah program kerja selama seminggu. 2. Setelah selesai, presentasikanlah program kerja tersebut di depan teman-teman. Sajikanlah secara jelas dan lengkap agar mereka benar-benar tertarik. Mintalah tanggapan ataupun saransaran mereka demi kelengkapan program itu. 2. Mengenal Penulisan Proposal Proposal merupakan suatu program kegiatan yang sifatnya berupa usulan. Proposal merupakan usulan tertulis untuk melakukan suatu kegiatan yang ditujukan kepada pihak tertantu. Proposal disebut pula dengan usulkegiatan. Proposal disusun apabila Anda hendak melakukan suatu kegiatan dan kegiatan itu perlu mendapatkan persetujuan dari pimpinan lembaga atau perusahaan. Sarana untuk mengajukan bantuan dana kepada donatur. Dalam proposal, Anda perlu menjelaskan segala rencana yang akan dilakukan dengan jelas dan selengkap-lengkapnya, seperti latar belakang kegiatan, tujuan, para pelaksana, waktu dan tempat pelaksanaan, hasil yang diharapkan, dan rencana pembiayaan. Agar usulan kegiatan itu diterima baik oleh pimpinan ataupun donatur, sebaiknya Anda memerhatikan hal-hal berikut. a. Memiliki struktur dan logika bahasa yagn jelas. Hindarilah kata-kata seperti mungkin, sebaiknya, ataupun kata-kata lainnya yang menunjukkan sikap ragu-ragu. Untuk itu, gunakanlah kata-kata harus, akan, dan kata-kata penegas lainnya yang bersifat meyakinkan. b. Hasil kegiatan itu harus terukur. Gunakan angka-angka yang pasti dan bukan perkiaraan. c. Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai atau dikerjakan. d. Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus sesuai, tepat, dan rasional.

Contoh proposal: PROPOSAL KEGIATAN PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN KE-63 RI SMA BAKTI NUSA 1. Latar Belakang Peristiwa proklamasi 17 Agustus 1945 telah mengantarkan bangsa Indonesia memasuki pintu gerbang kemerdekaan. Perjuangan telah dilakukan dengan gigih dan telah memakan banyak korban. Ada nilai kejuangan dan semangat rela berkorban yang perlu diteruskan dari generasi tua kepada generasi muda sebagai penerus bangsa, agar mereka mau berjuang dan rela berkorban demi tegaknya negara ini. 2. Tujuan Kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan ke-63 Republik Indonesia dilakukan agar generasi muda pada umumnya dan para siswa SMA Bakti Nusa pada khususnya, dapat menemukan nilainilai kejuangan dan semangat rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara. 3. Pelaksana Pelaksanaan kegiatan ini diserahkan kepada para siswa dengan didampingi oleh dewan guru, di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah. Adapun susunan panitianya sebagai berikut. Penanggung jawab : Drs. Timotius, M.Pd. (Pembimbing OSIS) Ketua : Eriyanti Sarah Sekretaris : Paulina Agnes Bendahara : Aria Santo Joharsyah Seksi-seksi 1. Acara 2. Perlombaan 3. Humas 4. Perlengkapan 4.

: : : :

Adiah Purba dan Atang Sutarsah Ketut Adiwiguna dan Maulida Tanti Ignatius Hengki dan Esa Firman Ahadiat Bernad Ulyanto dan Herti Sugema

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 8-17 Agustus 2010 bertempat di kompleks SMA Bakti Nusa dengan perincian sebagai berikut. A. Lomba penulisan puisi perjuangan dilaksanakan tanggal 8 Agustus 2010 di ruang baca perpustakaan, pukul 09.00 WITA. B. Lomba menyanyi lagu perjuangan dilaksanakan tanggal 10 Agustus 2010 di aula, pukul 09.00 WITA. C. Lomba gerak jalan santai dilaksanakan pada 11 Agustus 2010 di Jalan Ir. H. Juanda-Jenderal Sudirman, pukul 09.00-12.00 WITA. D. Pertandingan sepak bola dilaksanakan tanggal 11-16 Agustus 2010 di lapangan sepak bola, pukul 08.00-11.00 WITA setiap hari. 5. Hasil yang Diharapkan Dengan kegiatan ini diharapkan para siswa dapat menemukan nilai-nilai kejuangan dan semangat rela berkorban dari para pahlawan.

6.

Biaya Kegiatan ini membutuhkan biaya Rp5.000.000,00 dengan perincian untuk kesekretariatan Rp1.000.000,00 dan untuk hadiah-hadiah Rp4.000.000,00. Biaya ini kami mohon dibebankan pada anggaran OSIS, para peserta, dan pihak sponsor. 7. Penutup Demikian proposal ini kami buat untuk pedoman pelaksanaan kegiatan, dan mohon persetujuan dari Kepala Sekolah. Maluku Utara, 5 Agustus 2010 Panitia Peringatan Kemerdekaan ke-64 RI SMA Bakti Nusa Ketua, Eriyanti Sarah Disetujui oleh Kepala SMA Bakti Nusa Drs. Timotius, M.Pd. Latihan Sebelum mengikuti kegiatan ini, Anda harus menyiapkan contoh proposal. Kemudian perhatikan proposal, terutama kelengkapan dan pokok-pokok penjelasannya. Sajikanlah hasilnya dalam format berikut. Salinlah dalam buku tugas. Unsur-Unsur 1. Latar belakang kegiatan 2. 3. 4. 5. 6. Tujuan Para pelaksana Waktu dan tempat pelaksanaan Hasil yang diharapkan Biaya Kelengkapan Ada Pokok-Pokok Menemukan nilai-nilai kejuangan dan semangat rela berkorban. (contoh) Sekretaris, Paulina Agnes

Kegiatan 1. Secara berkelompok, susunlah proposal dengan tema kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas remaja. Perhatikan kelengkapan unsur-unsur proposalnya. Ingat. Gunakanlah bahasa yang baik dan benar. 2. Jika telah selesai, presentasikanlah proposal Anda di depan kelas. Sajikanlah secara jelas dan meyakinkan. Jika perlu, gunakanlah media seperti power point dan media-media lainnya agar lebih menarik. Teman-teman Anda akan menanggapi. 16.1 C. MEMAHAMI PRINSIP-PRINSIP PENULISAN KRITIK DAN ESAI 1. Mengenal Kritik Sastra Bacalah dengan cermat teks berikut.

Memetik Pesan Moral dalam Cerpen oleh Machmudin Nachrowi Banyak pesan moral yang dapat dipetik dari cerpen- cerpen Indonesia. Melalui cepennya, Pada Hari Kematian Seekor Kerbau (dalam kumpulan cerpen Pembisik, Penerbit Republika, 2002), misalnya, Kuntowijoyo menitipkan pesan akan pentingnya memenuhi janji. Digambarkan, seorang Kakek yang tidak memenuhi janji kepada cucunya, mengalami kesulitan ketika menghadapi sakaratul maut. Semasa hidupnya, Kakek pernah berjanji akan membelikan seekor kerbau, tetapi hingga menjelang ajal, janji itu belum dipenuhi. Meski sudah berhari-hari lunglai menahan sakit menjelang ajal, tetapi sang ajal belum juga tiba. Padahal keluarganya sudah mendatangkan orang pintar, seorang ustad. Akhirnya, sanak familinya menyimpulkan bahwa Kakek itu memiliki tanggungan yang belum dipenuhi semasa hidupnya. Tanggungan itu yang membuat nyawanya berat meninggalkan jasad. Setelah semua keluarga dan seluruh perangkat (pamong) desa Kakek semasa hidup menjabat sebagai lurah ditanya satu persatu dan mengaku jika Kakek tidak mempunyai janji atau kesanggupa apapun, mereka lega dan yakin Kakek akan segera mati. Baru setelah sang cucu yang masih kecil mengaku pernah dijanjikan akan dibelikan seekor kerbau, dan ia sudah mengikhlaskannya, akhirnya sang Kakek dapat mati. Pembaca cerpen ini akan mudah menangkap pelajaran berharga yang merupakan pesan moral tersamar, bahwa janji adalah utang. Ia harus dipenuhi secepatnya. Jika ajal telah tiba dan janji itu belum dipenuhi maka ia akan mempersulit kematian orang tersebut. Bahkan, sebagaimana sering diingatkan oleh para ustad dalam pengajian, bahwa orang yang mati dengan meninggalkan utang maka amalnya tidak akan mampu naik ke langit. Artinya, hanya gara-gara utang yang belum dipenuhi, amalnya menjadi bermasalah. Jika utang janji saja menyebabkan seseorang kesulitan mati, bagaimana jika utang itu berupa uang atau benda lain? Seperti dalam cerpen-cerpennya yang lain, ketika menyelipkan pesan moral, Kuntowijoyo sangat rapi mengemasnya sehingga pembaca tidak merasa sedang digurui atau diberi khutbah. Pesannya halus tetapi tegas. Pembaca diajak untuk intropeksi tanpa kesan sedang digiring atau diarahkan. Maka tidak heran jika pembaca cerpen seperti ini seperti diketuk kesadarannya oleh drinya sendiri, tentu setelah merenungkan substansinya. Selain bernuansa moral (religius) yang diselipkan secara tersamar dan halus, ciri lain yang menonjol pada sejumlah cerpen Kunto adalah muatan humor yang sering membuat pembaca tertawa sendiri. Dengan menggunakan latar cerita yang hampir sama, yaitu kematian, cerpen Jenazah (juga dalam Pembisik) yang ditulis Achmad Munif juga memberi kita pelajaran. Cerpen ini mengisahkan azab kubur bagi orang yang suka menyerobot tanah orang lain. Pak Korup yang semasa hidupnya pernah menipu orang lain dengan memalsu setifikat tanah dibalas oleh Allah. Ketika hendak dikubur, jasadnya yang telh dimasukkan ke keranda menjadi berat sekali. Para tetangganya, orang-orang kampung yang biasa memikul beban berat dari tubuh manusia, tidak mampu membawa jasadnya ke rumahnya. Baru setelah dinaikkan mobil, jasad itu dapat dipindahkan. Bukan Cuma itu. Ketika hendak dimasukkan ke dalam liang lahat, lubang yang telah digali seukuran jasadnya menjadi sempit dan tidak muat. Liang lahat itu akhirnya diperlebar. Akan tetapi, begitu hendak dimasukkan, lubang itu menyempit lagi. Kejadian itu berulang hingga lima kali. Jasad

Pak Korup tidak dapat dmasukkan kecuali setelah orang yang pernah menjadi korban penipuan tanah Pak Korup didatangkan dan memaafkan. Pada bagian awal cerpen ini, penulis juga menyelipkan pesan moral. Masih dengan tokoh yang sama, Pak Korup. Dia digambarkan sebagi orang yang selalu berpikir rasional sehingga tidak mengakui adanya takdir.baginya, kaya-miskin bukanlah takdir, tetapi akibat dari perilaku seseorang dalam berusaha. Karena terlalu rasional, Pak Korup pun tidak percaya jika mati itu takdir Tuhan. Baginya, umur itu bisa dipanjangkan dan bisa pula diperpendek. Orang yang rajin berolahraga dan memelihara kesehatannya, dijamin umurnya akan panjang. Sebaliknya, orang yang tidak hidup sehat maka ia akan pendek umur. Namun, yang terjadi pada Pak Korup justru sebaliknya. Tiba-tiba ia meninggal, padahal ia sehat, kuat, dan bugar. Selain dua cerpen di atas, pada cerpen lain dalam Pembisik dapat kita temukan pesanmoral dengan tema berbeda. Misalnya, cerpen Ninja yang ditulis M. Fudoli Zaini. Meski demikian, beberapa cerpen lainnya tidak memuat pesan moral, hanya mengandalkan alur cerita (plot), peristiwa, atau keunikan tokoh. (sumber: Republika) Tulisan di atas dikategorikan sebagai kritik. Dalam hal ini, kritik tidak diartikan sebagai celaan, melainkan lebih kepada bentuk ulasan mengenai suatu karya sastra. Dalam tulisan di atas, kita tidak menemukan kritikan terhadap karya sastranya, ustru malah pujian. Berdasarkan contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa kritik merupakan ulasan tentang suatu karya sastra, baik berkenaan dengan resensi, hanya saja kritik lebih mendalam dan lebih objektif. Selain itu, resensi bertujuan untuk memperkenalkan daya tarik karya itu kepada khalayak. Adapun kritik bertujuan untuk memberikan informasi secara lebih jauh tentang bobot karya itu dari segi keilmuannya. Latihan Perhatikanlah kritik sastra yang telah Anda persiapkan sebelumnya. Kemudian, jawablah beberapa pertanyaan berikut. 1. Jenis karya sastra apa yang menjadi objek kritiknya? 2. Apa saja pendapat penulis tentang karya sastra itu? 3. Berimbangkah antara pujian dengan celaannya? 4. Apakah alasan-alasan yang disampaikan penulis tersebut meyakinkan? 5. Informasi apa yang Anda peroleh setelah membaca kritik itu? Mengenal Esai Sekarang, cermati tulisan di bawah ini. Tak Menangis Saat Kalah Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah seiang itu sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa empat orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang mereka miliki. Semua buatan sendiri sebab memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya istimewa, tetapi ia termasuk dalam empat anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Bebrapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil 2.

itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan semua itu, sebab, mobil itu buatan tangan sendiri. Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap empat mobil, dengan empat pembalap kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan empat jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, Ya, aku siap. Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu entakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. Ayo... ayo..., cepat... cepat, maju... maju. begitu teriak mereka. Ahha... sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Ternyata... Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. Terima kasih, Tuhan. Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. Hai Jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan? Mark terdiam. Ya, benar, tapi bukan doa meminta kemenangan yang aku panjatkan, kata Mark. Ia lalu melanjutkan, Sepertinya, tak adil untuk meminta kepada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. Aku hanya bermohon kepada Tuhan, supaya aku tak menangis jika aku kalah. Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuktangan yang memenuhi ruangan. Mark tampaknya lebih punya kebijakan dibanding kita semua. Mark tidaklah bermohon kepada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark bermohon pada Tuhan agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa agar diberikan kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa kepada Tuhan agar mengabulkan setiap permintaan kita. Telalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa kepada Tuhan untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Sesungguhnya, bukanlah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduanNya? Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Kita harus yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng, dan mudah menyerah. Jadi, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi ujian tersebut. (Sumber: www.taruna-nusantara-mgl.sch.id, dengan pengubahan)

Berdasarkan contoh di atas, Anda tentu sudah dapat membedakan esai dengan kritik sastra ataupun dengan karangan-karangan lainnya. Esai merupakan tulisan yang mengungkapkan pendapat pribadi seorang penulis mengenai suatu hal. Inilah perbedaan mendasar esai dengan karangan lainnya. Sebuah esai tidak sekedar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman. Dalam esai, dan seorang penulis menyisipkan pendapat pribadinya, mungkin pula perasaan imajinasi-imajinasinya. Menulis sebuah esai yang didasari oleh pengetahuan khusus memang cenderung lebih mudah daripada menulis esai tentang hal-hal atau pengalaman yang ditemukan di sekitar kita. berbeda dengan kebiasaan yang sering terjadi dalam sebuah opini, seorang penulis esai hendaknya tidak hanya berpegang pada perasaan yang benar, tetapi lebih beranggapan bahwa pikiran saya benar. Jadi, opini yang terdapat dalam sebuah esai juga harus didasarkan ada sesuatu yang Anda pikirkan dan bukan hanya pada apa yang Anda rasakan. Kesimpulannya, setiap esai harus memiliki opini dan opini terbaik adalah yang didasari oleh pikiran dan perasaan. Adapun langkah-langkah menulis esai adalah sebagai berikut. 1. Rumuskanlah sebuah gagasan pokok berupa satu kalimat lengkap. Gagasan pokok merupakan pandangan atau pendirian Anda tentang topik yang Anda pilih. 2. Untuk mengarang esai yang Anda rencanakan itu, pikiran dan rumuskanlah pikiran-piiran utama yang mendukung dan membeberkan gagasan pokok Anda itu. 3. Untuk mengembangkan dan menjelaskan tiap pikiran utama itu, temukan dan tuliskanlah fakta-fakta penguatnya. Lalu, bangunlah paragraf-paragraf pengembangnnya sebagai tubuh esai itu. 4. Setelah paragraf-paragraf tubuh esai itu selesai dibangun, susunlah paragraf kesimpulannya. 5. Setelah membangun paragraf-paragraf tubuh esai dan menyusun paragraf kesimpulannya, pikirkanlah sebuah paragraf pengantar untuk memperkenalkan topik atau masalah dan untuk menarik minat pembaca. 6. Setelah memiliki paragraf-paragraf tubuh esai, paragraf kesimpulan, dan paragraf pengantar, sekarang revisilah draf-draf itu dengan menambah atau mengurangi isinya. Caranya adalah tentang cara mengubah atau membetulkan pemakaian/pemilihan kata, frase, dan kalimat. Kemudian, esai ditulis kembali dengan urutanparagraf pengantar, paragraf-paragraf tubuh esai, dan paragraf kesimpulan. Kegiatan Secara berkelompok, buktikanlah bahwa karangan yang berjudul Tak Menangis Saat Kalah merupakan esai, baik itu ditinjau dari segi bentuk, isi, dan bahasanya. Presentasikan pendapat kelompok Anda untuk mendapat tanggapan dari teman-teman. Studi Pustaka 1. Carilah sebuah esai dan kritik sastra di buku, surat kabar, atau internet. Catatlah identitasnya (sumber buku, surat kabar, internet, dan tangal pemuatannya). 2. Analisislah informasi-informasi penting yang terdapat dalam esai dan kritik sastra itu. Kemudian, buatlah rangkuman atas esai dan kritik sastra itu. 3. Presentasikan isi dari esai dan kritik sastra itu di depan kelas. Teman-teman Anda akan menanggapinya.

15.1 D. MENGIDENTIFIKASI TEMA DAN CIRI-CIRI PUISI KONTEMPORER 1. Membaca Puisi Kontemporer Perhatikanlah puisi berikut. Amuk ngiau. kucing dalam darah dia menderas lewat dia mengalir ngilu ngiau dia bergegas lewat di dalam aortaku dalam rimba darahku dia besar dia bukan harimau bukan singa bukan hiena bukan leopar dia macam kucing bukan kucing tapi kucing ngiau dia lapar dia menambah rimba afrikaku dengan cakarnya dengan amuknya dia meraung dia mengerang jangan beri daging dia tak mau daging jesus jangan beri roti dia tak mau roti ngiau. ( sumber: Sutardji Calzoum Bachri, Amuk, dalam Waluyo, 1987: 19) Puisi di atas karya Sutardji Calzoum Bachri dalam antopologi puisinya yang berjudul O, Amuk, Kapak. Oleh para kritikus sastra, Sutardji digolongkan ke dalam penyair yang melahirkan puisi-puisi kontemporer. selain Sutardji, penyair-penyair yang melahirkan puisi kontemporer adalah Yudhistira Ardinugraha, Linus Suryadi A.G., Leon Agusta, Hamid Jabbar, F. Rahardi, Rahim Qahar, Husni Djamaluddin, dan Ibrahim Sattah. Berikut contoh puisi kontemporer lainnya karya Husni Djamaluddin. Sepi Pada Mulanya Tuhan sepi Tuhan tak mau sepi adam jadi adam sepi adam tak mau sepi eva tiba kau sepi kau tak mau sepi aku ada aku sepi aku tak mau sepi kau ada jadi dari sepi tiba dari sepi ada dari sepi kau dan aku bertemu membagi sepi tak tak tak tak yang

sepi sepi sepi sepi sepi

bertemu terbagi bertepi sunyi sunyi

sepi sepi sepi sepi sepi k k a

yang yang yang nya nya a a k aku

asasi aku aku kau kau u u u (Waluyo, 1987: 331)

Kegiatan Secara berdiskusi, tunjukkanlah kekhasan yang ada dalam kedua puisi di atas, baik dari segi struktur (tipografi), kata (diksi), dan rima. Jelaskan pula makna dari puisi-puisi tersebut. 2. Mengidentifikasi Tema dan Ciri-Ciri Puisi Kontemporer a. Tema Tema puisi merupakan gagasan pokok atau subject-matter yang dikemukakan oleh penyair. Pokok pikiran atau pokok persoalan itu begitu kuat mendesak dalam jiwa penyair sehingga menjadi landasan utama pengucapannya. Jika desakan yang kuat itu berupa hubungan antara penyair dengan Tuhan maka puisinya bertema ketuhanan. Jika desakan yang kuat berupa rasa belas kasih atau kemanusiaan maka puisi bertema kemanusiaan. Jika yang kuat adalah dorongan untuk memprotes ketidakadilan maka tema puisinya adalah protes atau kritik sosial. Secara umum, tema-tema dalam puisi dapat dikelompokkan dalam beberapa tema berikut. 1) Tema ketuhanan Puisi-puisi dengan tema ketuhanan biasanya akan menunjukkan religious experience atau pengalaman religi penyair. 2) Tema kemanusiaan Tema kemanusiaan bermaksud menunjukkan betapa tingginya martabat manusia dan bermaksud meyakinkan pembaca bahwa setiap manusia memiliki harkat dan martabat yang sama. 3) Tema patriotisme/kebangsaan Tema ini berisi gelora dan perasaan cinta penyair akan bangsa dan tanah airnya. Puisi ini mungkin pula melukiskan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. 4) Tema kedaulatan rakyat Dalam puisinya, penyair mengungkapkan sensitivitas dan perasaannya untuk memperjuangkan kedaulatan rakyat dan menentang sikap kesewenang-wenangan pihak yang berkuasa. 5) Tema keadilan sosial Puisi yang bertema keadilan sosial menyuarakan penderitaan, kemiskinan, dan kesengsaraan rakyat. Puisi-puisi demonstrasi yang terbit sekitar tahun 1966 banyak yang menyuarakan masalah keadilan sosial.

Kegiatan Bacalah kembali kedua puisi di atas dengan cermat. Secara berdiskusi, identifikasikanlah tematemanya. Jelaskanlah fakta-fakta pendukung dari masing-masing puisi tersebut yang menunjukkan tema itu. Judul Puisi Tema Fakta Pendukung 1. Amuk 2. Sepi Pada Mulanya b. Ciri-Ciri Puisi Kontemporer Apabila mengamati kedua puisi di atas, tampak ada kesamaan pada ciri-cirinya. Kedua puisi itu sama-sama menonjolkan bentuk grafis. Puisi Amuk disajikan dalam bentuk kotak persegi. Sementara itu, Pada Mulanya Sepi berbentuk anak panah. Pada puisi kontemporer lainnya, bentuk-bentuk itu juga dipentingkan. Misalnya, ada yang berbentuk pot, zig-zag, dan gunung. Tentu saja bentuk-bentuk seperti itu memiliki arti tersendiri yang juga membantu pembaca dalam memaknai puisinya. Puisi kontemporer juga mengutamakan kekuatan bunyi daripada makna. Seperti yang tampak pada kedua puisi di atas, kata-kata dalam puisi itu seperti tidak mengandung makna. Penggunaan kata-kata itu lebih tertuju pada permainan bunyi. Dalam puisi Pada Mulanya Sepi, penyair menggunakan kata sepi, tak, yang, dan kata-kata lainnya sehingga membentuk perulangan bunyi yang semakin tegas dan jelas, walaupun bagian ujungnya berupa ceceran huruf dari kata kau dan aku. Dengan karakternya yang seperti itu, puisi Sutardji ataupun puisi kontemporer lainnya dapat dirumuskan sebagai puisi yang mengutamakan permainan bunyi dan mengabaikan arti. Hal itu berbeda dengan puisi Chairil Anwar atau sastrawan lain yang seangkatan dengannya yang lebih mengutamakan arti daripada bunyi. Berbeda pula dengan puisi Amir Hamzah yang mengutamakan arti sekaligus bunyi. Kegiatan Bacalah dengan sakasama puisi berikut. Kemudian, secara berdiskusi, jawablah pertanyaanpertanyaan berikut. a. Bagaimana bentuk grafis yang tampak pada puisi di atas? Apa maksud di balik bentuk grafis itu? b. Permainan bunyi apakah yang dominan dalam puisi tersebut? Jelaskan efek yang ditimbulkan dari permainan bunyi itu. Tragedi Winka & Sihka kawin kawin kawin kawin kawin ka win ka win

ka win ka win ka winka winka winka sihka sihka sihka sih ka sih ka sih ka sih ka sih ka sih sih sih sih sih sih KU (Sutardji Calzoum Bachri, 1983) 3. Menjelaskan Maksud Puisi Kontemporer Perhatikan kembali puisi Tragedi Winka & Sihka. Dalam puisi tersebut, bentuk grafis lebih dipentingkan. Bukan tanpa maksud penyair menulis puisi berbentuk zig-zag. Ia sebenarnya mempunyai maksud tertentu dengan membalik kata-kata yang digunakan karena di dalam puisi yang tidak bermakna diberi makna; dan mungkin pula kata yang sudah bermakna diberi makna baru. Maju-mundurnya baris dan maju-mundurnya pernyataan mungkin mengandung maksud tersendiri. Dengan kata lain, bentuk, larik, dan kata dalam puisi di atas membentuk makna tersembunyi. Meskipun makna puisi tersebut tidak diungkapkan, tetapi bentuk fisik ouisi tersebut membentuk makna tersendiri. Puisi di atas adalah tragedi, yakni tragedi winka dan sihka. Pembalikan kata /kawin/ menjadi /winka/ dan /kasih/ menjadi /sihka/ mengandung makna bahwa perkawinan antara suami istri itu berantakan dan kasih antara suami dan istri tersebut sudah berbalik menjadi kebencian. Baris-baris puisi yang membentuk zig-zag mengandung makna terjadinya kegelisahan dalam perjalanan perkawinan itu. Pada baris ketujuh, kata /kawin/ berjalan mundur. Hal ini

mengandung makna bahwa cinta dalam perkawinan yang tadinya besar, berubah menjadi semakin kecil. Di baris ke-15, kata /kawin/ sudah berubah menjadi /winka/ yang dapat ditafsirkan sebagai percekcokan dan perpisahan yang sudah sering terjadi sehingga kata /kasih/ itu berubah menjadi /sihka/. Dengan kata lain, kasih itu sedang benar-benar berubah menjadi kebencian. Di baris ke-22, kasih itu sangat mundur sampai akhirnya tinggal sebelah saja, yakni /sih/. Akhir puisi ini menjelaskan bahwa /kawin/ dan /kasih/ kini menjadi kaku atau menjadi tragedi. /Ku/ dimulai dengan huruf kapital yang bermakna bahwa sang penyair akhirnya berpaling kepada Tuhan. Kegiatan 1. Secara berkelompok, jelaskan maksud puisi Amuk dan Pada Mulanya Sepi seperti yang dicontohkan di atas. 2. Presentasikan pendapat kelompok Anda itu di depan kelompok lainnya untuk ditanggapi. Tes Kognitif Tulislah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut dalam kertas HVS/polio. Kemudian, kumpulkan hasilnya kepada guru Anda untuk dinilai. 1. Hal-hal apa saja yang dapat Anda lakukan untuk pengecekan ulang atas informasi yang telah diterima? 2. Sebutkan hal-hal yang menentukan apakah sebuah informasi itu penting untuk diketahui atau tidak. 3. Apakah yang dimaksud dengan program kerja? Jelaskan. 4. Apakah yang dimaksud dengan propposal? Jelaskan. 5. Sebutkan perbedaan kritik sastra dan resensi. 6. Jelaskan langkah-langkah menulis esai. 7. Sebutkan ciri-ciri puisi kontemporer. 8. Sebutkan dan jelaskan pengelompokan tema dalam puisi. Telusur Makna Carilah makna dari kata-kata berikut dalam kamus. anggarani gigih logika blog inovatif narasumber efektif kreativitas posting

primadona

Rangkuman 1. Informasi langsung adala informasi yang disampaikan oleh narasumbernya secara langsung dengan tidak menggungakan perantara. Saran penyampaian informasi dapat berkenaan dengan kelengkapan dan kejelasannya. 2. Program kerja adalah suatu rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh seseorang atau lembaga dalam suatu periode tertentu. Adapun proposal merupakan suatu rancangan usulan. Proposal berbentuk usulan tertulis untuk melakukan suatu kegiatan yang ditujukan kepada pihak tertentu. 3. Kritik sastra adalah ulasan mengenai suatu karya sastra, baik yang berkenaan dengan keunggulan ataupun kelemahannya. Esai merupakan tulisan yang mengungkapkan pendapat pribadi penulis mengenai suatu hal.

4.

Puisi kontemporer merupakan bentuk puisi yang mengutamakan kekuatan bunyi daripada maknanya. Puisi kontemporer juga menggunakan kekuatan grafis dalam menyatakan maksud si penyair.

Uji Kompetensi Kerjakanlah soal-soal berikut sesuai perintah. 1. Guru Anda akan membacakan informasi berikut. Dengarkanlah sengan saksama untuk kemudian Anda ajukan saran mengenai isi informasi tersebut. Biji Nangka Antarkan Pelajar SMA ke Belanda Karya pembuatan edibel film dari pati biji buah nangka, mengantarkan dua pelajar SMA Teuku Nyak Arief Fatih dari Bilingual School Banda Aceh, mewakili Indonesia ke Olimpiade Science Internasional (INESPO)di Armsterdam, Belanda pada 3-7 Juni 2010. Pembuatan edibel film dari pati biji buah nangka menjadikan Cut Savira dan Aisyah Minzikrina Masbar meraih dua medali emas (bidang kimia) olimpiade proyek penelitian sains (ISPO) 2010, kata Sri Iswatiningsih selaku guru pembimbing. Guru pembimbing Fatih Bilingual School Banda Aceh itu menambahkan edibel film biji buah nangka merupakan pengemas makanan yang bisa dimakan dan ramah bagi lingkungan. Selain itu, juga dapat memberi nilai ekonomis bagi masyarakat, termasuk lingkungan hidup. Sri Iswatiningsih juga menambahkan bahwa selama ini, biji buah nangka hanya dimanfaatkan oleh sebagian orang yang suka, dan sebagian besar terbuang. Jadi, temuan karya dua siswi SMA Teuku Nyak Arief Fatih dari Bilingual School nantinya bisa juga memberi manfaat besar bagi masyarakat. Di samping itu, secara ekonomis, biji buah nangka yang selama ini terbuang akan lebihberharga. Dan pengemas makanan tidak lagi mengandalkan plastik yang setelah digunakan pasti akan terbuang. Jadi, kami ingin memperkenalkan produk pengemas makanan yang ramah lingkungan, kata dia menambahkan. Edibel biji buah nangka itu dicampur bahan sobitor (bahan pelarut) dan minyak kelapa sawit, kemudian diracik menjadi pengemas makanan yang bisa dimakan. (Sumber: http://www.mediaindonesia.com, dengan pengubahan) 2. Bacalah dengan saksama,kemudian analisislah hal-hal penting yang disampaikan penulis dalam teks tersebut. Sastra Madura & Kekerasan Oleh Halimi Zuhdi LS Sastra Madura yang penuh dengan pesan, kesan, kritik dan ajaran-ajaran sempat lenyap dari permukaan, di masa lampau sastra lisan madura sangat diminati oleh masyarakat dari kalangan grass root (rakyat jelata) sampai kalangan elit (kraton). Dengan sastra tersebut, rakyat madura dapat mengekspresikan diri, menyampaikan pesan moral, gejolak hati, ajaran agama. Orang Madura yang terkenal keras menghadapi hidup, maju menentang arus, masih sempat untuk mendendangkan sastra-sastra, dengan kondisi geokrafis yang panas, ombak lautan yang garang, maka sastra-sastranya penuh dengan motivasi, pesan ajaran yang ketat. Diantara sastra Madura yang sangat digemari antara lain, dongeng (dungeng madure), lok-olok, syiir, tembang, dan puisi mainan anak-anak. Dungeng madure adalah cerita atu kisah yang di ambil dari cerita-cerita rakyat madura, yang mengandung beberapa pesan, dan harapan. Dongeng ini sering di dendangkan dalam pengajian, perkumpulan-perkumpulan. Sehingga hal tersebut dianggap primer dalam menumbuhkan

3.

kembangkan tradisi-tradisi yang ada di pulau madura. Dongeng tersebut merupakan cermin kehidupan pada masa lampau. Syiir merupakan untuaian kata-kata indah, dengan susunan kalimat-kalimat yang terpadu. Biasanya syiir ini dibaca di pesantren-pesantren, majlis talim, dan walimatul urs. Tembang tidak jauh berbeda dengan syiir, biasanya tembang dibaca ketika mempunyai hajat atau akan menikahkan anaknya. Tembang dibaca oleh dua orang atau lebih sepanjang malam. Sastra Madura yang akhir-akhir ini, disinyalir semakin melemah karena publik kurangmemerhatikan sebagai mana diungkapkan oleh Prof. Dr. Suripan Sadi Hotomo Sastra Madura (modern) telah mati, sebab sastra ini tak lagi mempunyai majalah berbahasa Madura. Buku-buku berbahasa Madura pun tak laku dijual. Selain itu, sastra Madura tak lagi mempunyai kader-kader penulis muda sebab yang muda-muda umumnya menulis dalam bahasa Indonesia. Meskipun demikian, dewasa ini sedikit bahkan dapat dikatakn tidak ada, yang berminat menulis sastra dalam bahasa Madura. Bahkan tokoh-tokoh sastrawan Madura, seperti Abdul Hadi WM, Moh. Fudoli, dan lain-lain lebih suka menulis dalam bahasa Indonesia. Nama-nama penerjemah sastra Madura yang terkenal seperti SP. Sastramihardja, R. Sosrodanoekoesoemo, R. Wongsosewojo kini telah tiada dan belum ada penggantinya. Mungkin hal ini merupakan sebuah proses sastra Madura sedang mengindonesiakan diri. Namun, meskipun demikian sastra Madura tidaklah lenyap dari peredaran tanpa menyisakan bekas sedikitpun. (Sumber: www.penulislepas.com, dengan pengubahan) Bacalah dengan saksama, kemudian analisislah tema dan ciri-ciri bahwa puisi berikut ini tergolong puisi kontemporer. Sepisaupi Karya Sutardji Calzoum Bachri sepisau luka sepisau duri sepikuldosa sepukau sepi sepisau duka serisau diri sepisau sepi sepisau nyanyi sepisaupa sepisaupi sepisapanya sepikau sepi sepisaupa sepisaupoi sepikul diri keranjang duri sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sampai pisauNya ke dalam nyanyi 1973

Refleksi Diri Tingkat Pemahaman Pokok Bahasan A. B. Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung. Mempresentasikan program kegiatan/proposal. A B C D

C. D.

Mengidentifikasi tema dan ciri-ciri puisi kontemporer melalui kegiatan membaca buku kumpulan puisi kontemporer. Memahami prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai.

11.1 A. MENEMUKAN IDE POKOK SUATU TEKS 1. Membaca Teks secara Cepat Membaca adalah proses memaknai lambang-lambang tulisan. Membaca pada umumnya bertujuan untuk memahami isi wacana atau bacaan. Memahami isi bacaan berarti menangkap seluruh isi bacaan tersebut secara benar dan tepat. Inilah pengertian yang sering kali terlupakan oleh banyak pembaca. Membaca sering diartikan dengan menghafal kata-kata. Akibatnya, membaca menjadi suatu tugas yang berat. Seseorang harus menghafal seluruh kata yang ada dalam bacaan itu. Untuk itu, ia harus membaca dengan cara perlahan-lahan. Kadang-kadang, ia harus melakukannya secara berulangulang. Misalnya, begitu sampai ke bagian akhir sebuah halaman, ia kembali lagi ke kata awal dari halaman itu. Ia melakukannya karena ia merasa ada bagian bacaan yang belum hafal. Ia bingung, Apa yang kubaca tadi?, padahal ia sudah melakukannya dengan perlahan-lahan, dengan membaca kata demi kata, bahkan, dengan berkali-kali. Cara membaca semacam itu memang sangat memberatkan dan merupakan pekerjaan yag menyiksa bagi otak kita. Membaca kata demi kata sebenarnya akan mengahambat pemahaman dan bukannya mempercepat pemahaman. Makna yang harus kita pahami dari suatu bacaan bukan lagi makna kata, melainkan gagasan inti dari kalimat, dan bahkan gagasan utama dari paragraf atau dari keseluruhan isi bacaan. Ketika suatu kata sudah digunakan dalam kalimat maka makna kata tersebut bergantung pada konteks kalimat atau wacananya, bukan lagi pada makna kata itu sendiri. Jadi, kini jelaslah mengapa membaca dengan kata demi kata itu menghambat pemahaman. Membaca kata demi kata hanya sampai pada perolehan makna pada tiap kata itu sendiri, sedangkan tujuan kita membaca adalah memahami gagasan-gagasan utama bacaan itu secara keseluruhan. Membaca kata demi kata tidak saja mengganggu pemahaman, tetapi juga memboroskan waktu. Jadi, ubahlah segera kebiasaan yang tidak baik itu. Caranya hanya tiga langkah: berlatih, berlatih, dan berlatih. Latihan 1. Teks di bawah ini terdiri atas 554 kata. Oleh karena itu, bacalah teks tersebut dalam waktu tidak lebih dari dua menit. 2. Tulislah kembali pemahaman Anda tentang teks tersebut selengkap-lengkapnya. Mintalah teman Anda untuk memeriksanya berdasarkan kesesuaian dan kelengkapannya. Berkenalan dengan Suku Kamoro Pernah dengar suku kamoro? Meski sama-sama terletak di Papua, suku Kamoro memang elum seterkenal suku Asmat atau Dani. Yuk, kenal lebih dekat dengan warga Kamoro. Sepanjang pekan ini, seniman kenamaan dari Kamoro datang ke Jakarta. Seniman yang dimaksud adalah Pak Timotius Samin beserta rombongannya. Pematung yang karyanya paling nyeni itu, selama dua hari berturut 8-9 Februari, menunjukkan kemahirannya di hadapan siswa-siswi

sekolah intenasional di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Mimika, Papua adalah yang memboyong mereka ke Jakarta. Pak Timo dan rombongan tampil dengan pakaian adat Kamoro, lengkap dengan rok rumbairumbai serta riasan wajah dan tubuh. Para siswa-siswi sekolah internasional tersebut sangat antusias mengikuti Kamoros Day. Mereka terlihat gembira dan ikut menari, mengikuti gerak tari rombongan Pak Timo diiringi alat musik tradisional tifa. Saya senang bisa belajar tari Papua dan memerhatikan cara membuat patung etnik, komentar salah seorang pelajar kelas empat yang tidak mau disebutkan namanya. Suku Kamoro tinggal di sepanjang pantai Laut Arafura serta pedalaman di sekitarnya. Mereka termasuk suku setengah pengembara. Anggota suku Kamoro baisa mengambil sumber daya alam dari ekosistem laut, hutan bakau, dan hutan hujan tropis. Biasanya, para laki-laki bekerja menangkap ikan. Orang Kamoro senang sekali ikan, terutama ikan hiu. Lalu, para ibu dan anak-anak gadis biasanya mencari daun yang bisa dimakan, mengumpulkan kerang-kerangan, kepiting bakau, dan bahan makanan lainnya. Pria dan wanita bekerja sama membuat sagu, makanan pokok mereka. Menyadari banyaknya warga suku Kamoro yang belum merasakan kehidupan modern, Pak Timo berusaha mengangkat kesejahteraan mereka. Salah satunya adalah dengan membuat patung. Suku Asmat bisa melakukannya, mengapa kami tidak? Hanya, tak banyak orang yang mahir membuat patung. Anak-anak asuh Pak Timo yang jumlahnya 15 orang menjadi biukti betapa suitnya membuat patung. Memang, butuh waktu yang sangat lama untuk bisa menghasilkan patung yang berkualitas. Mereka saja belajarnya sudah 15 tahun, ungkap seorang bapak berkacamata. Tak mudah, lho, menghasilkan sebuah patung. Jika tidak ada inspirasi,tak terbayangkan entah berapa lama sebuah kayu bisa menjadi patung. Pak Timo bahkan pernah membuat sang istri, Ibu Modesta, gusar. Ibu Modesta heran mengapa patung yang digarap suaminya tak kunjung jadi, padahal dua tahun sudah berlalu. Akhirnya, inspirasi itu datang juga. Pak Timo pun bertekad, Hari ini saya bertekad menyelesaikan patung ini. Benar saja, patung itu pun selesai dikerjakannya. Untuk emmbuat satu buah patung, Pak Timo memerlukan waktu sekitar dua minggu. Itu pun bekerja tanpa gangguan. Kalau ada pekerjaan sambilan, bisa lebih lama lagi selesainya. Berbulan-bulan, cetus bapak kelahiran 11 Mei 1950. Mahalkah patung asli Kamoro? Enam belas tahun lalu, patung-patung buatan tangan warga Kamoro dijual hanya dengan harga Rp5.000-an. Sekarang, harganya sudah ratusan ribu, bahkan puluhan juta rupiah. (Sumber: Republika) 2. Menemukan Ide Pokok Teks Keberadaan ide pokok teks memiliki beberapa kemungkinan. Hal tersebut bergantung pada jenis atau larasnya. Apabila teks itu berupa berita maka ide pokoknya berada di bagian lead atau kepala berita. Apabila berupa buku, ide pokoknya merupakan jawaban langsung dari subsubjudulnya setelah diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk pertanyaan. Adapun apabila bentuknya berupa artikel maka letak ide pokoknya berada di setiap paragrafnya. Paragraf yang baik hanya memiliki satu ide pokok. Letaknya di awal paragraf apabila paragraf itu merupakan paragraf deduktif, di akhir paragraf apabila berupa paragraf induktif, atau tersebar di banyak kalimat apabila paragraf itu bersifat naratif dan deskriptif.

a.

b.

Perhatikan contoh-contoh berikut. Pada masa lalu, jika seseorang akan menabung atau mengambil uang di bank maka ia harus datang ke bank tersebut dengan memenuhi segala persyaratan. Demikian juga apabila seorang nasabah mau mentransfer dana ke rekening lain maka ia harus datang ke bank tersebut dengan memenuhi segala persyaratannya. Segala transaksi harus dilakukan di tempat bank itu berada. Sekarang, para nasabah bank dipermudah dengan teknik layanan baru. Jika mau mengadakan transaksi mulai dari menabung, mengambil uang, mengecek saldo akhir, hingga bayar rekening telepon dan lain-lain, dapat dilakukan dengan cukup tekan tombol. Telebanking merupakan inovasi baru untuk mempermudah para nasabah melakukan berbagai kegiatan transaksi perbankan. Ide pokok paragraf tersebut adalah Telebanking merupakan inovasi baru. Pernyataan tersebut merupakan kesimpulan atas pernyataan-pernyataan sebelumnya. Oleh karena letaknya di bagian akhir paragraf, paragraf tersebut diklasifikasikan ke dalam jenis paragraf induktif. Transmigrasi yang dilaksanakan di Indonesia menampakkan keberhasilan yang tidak dapat diukur besar nilainya. Para transmigran di permukimannya masing-masing dapat menikmati dan memanfaatkan kekayaab alam Indonesia sebagai suatu jembatan untuk mencapai taraf hidup yang lebih cerah. Keberhasilan dalam bertransmigrasi ini dapat dicontohkan para transmigran di Bandar Harapan Lampung dan juga yang berada di Parigi. Pada saat ini, mereka sudah dapat menikmati kehidupan yang lebih layak dibandingkan kehidupan mereka ketika masih di daerah asal masing-masing. Di sana para transmigran sudah dapat menjadi pengusaha besar dengan modal usaha yang cukup tinggi. Sarana pendidikan, kesehatan, maupun olahraga dan kesenian dapat mereka nikmati. Kerja sama diantara mereka pun terjalin secara kekeluargaan. Paragraf diatas membicarakan keberhasilan transmigrasi di Indonesia. Hal ini terungkap dalam kalimat pertama. Kalimat-kalimat lainnya hanya sebagai kalimat penjelas. Dengan karakteristiknya itu, paragraf tersebut dinamakan paragraf deduktif.

Dengan memahami karakter teksnya, Anda mudah menemukan ide pokoknya. Lebih dari itu, akan lebih cepat pula bagi Anda dalam membacanya. Oleh karena itu, dalam kegiatan membaca cepat, Anda cukup memahami ide-ide pokoknya, sementara, ide-ide penjelasnya boleh Anda abaikan. Kegiatan A. Secara berdiskusi, tentukanlah ide pokok paragraf-paragraf berikut. 1. Industrialisasi di negara kita mendorong didirikannya berbagai macam pabrik yang memproduksi beraneka barang. Pabrik-pabrik itu memberikan lapangan kerja kepada ribuan tenaga kerja, baik yang berasal dari masyarakat sekitar pabrik maupun dari daerahdaerah lain. Dengan demikian, adanya berbagai macam pabrik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di samping itu, beraneka barang yang diproduksi oleh pabrikpabrik tersebut dapat meningkatkan ekspor nonmigas serta menghasilkan devisa bagi negara. 2. Menaikkan tarif BBM merupakan pilihan yang harus diambil dalam rangka penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Sebab, tanpa langkah penghematan, konsumsi BBM akan mencapai 65 juta kiloliter per tahun atau 10 persen dari jatah yang ditetapkan DPR

3.

sebesar 59,6 juta kiloliter per tahun. Penjualan mobil tahun 2005 mencapai 550.000 unit. Jika dikurangi 10.000-20.000 unit saja, itu tidak berarti. Kebijakan ini lebih baik karena mendorong produksi mobil yang lebih hemat energi. Dampak merebaknya penyebaran virus sindrom pernapasan akut parah (Severe Acute Respirator Sindrome/SARS) dari Singapura, mulai mengancam bisnis perhotelan di Batam. Jumlah tamu, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, kata Public Relation Manager Goodway Hotel Puri Garden, Budi Purnomo, dan pengusaha Novotel Hotel, Anas.

B.

Baca kembali teks Berkenalan dengan Suku Kamoro. Secara berkelompok, tunjukkanlah ideide pokok yang ada dalam setiap paragrafnya. Presentasikanlah pendapat kelompok Anda itu dalam diskusi kelas untuk mendapat tanggapan dari teman-teman lainnya. 3. Menjawab Pertanyaan tentang Isi Bacaan Pemahaman Anda terhadap isi suatu bacaan ditandai dengan kecakapan Anda menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Sekurang-kurangnya, Anda harus dapat menjawab 75% dari pertanyaan-pertanyaan yang tersedia.

Latihan Dengan tidak melihatnya kembali, ujilah kecakapan membaca Anda terhadap bacaan di atas. Untuk itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan baik. Kemudian, mintalah teman-teman untuk memeriksa ketepatan Anda dalam menjawab pertanyaan tersebut. 1. Siapakah Pak Timotius Samin itu? 2. Pihak manakah yang memboyong Pak Timotius dan kawan-kawannya datang ke Jakarta? 3. Seperti apa rupa pakaian yang dikenakan rombongan Pak Timo? 4. Apa nama alat musik tradisional Papua? 5. Di manakah suku Kamoro berada? 6. Apa pekerjaan laki-laki suku Kamoro? 7. Barang-barang macam apa yang biasa dikumpulkan oleh perempuan suku Kamoro? 8. Apa yang dilakukan Pak Timo untuk meningkatkan kesejahteraan suku Kamoro? 9. Berapa lama waktu yang dibutuhkan Pak Timo untuk membuat sebuah patung? 10. Berapa kisaran harga patung asli Kamoro? Lintas Akademika Pilihlah sebuah buku mata pelajaran lain. Targetkanlah buku tersebut selesai Anda baca pada satu hari. Targetkan pula esok harinya untuk membaca 1-2 buku pelajaran lainnya. Kemudian, buatlah rangkuman dari salah satu buku tersebut. 10.2 B. BERPIDATO TANPA TEKS 1. Membawakan Pidato yang Baik Pidatomerupakan penyajian lisan kepada sekelompok massa. Pada kesempatan itu, seorang berbicara secara langsung di atas podium atau mimbar dan isi pembicaraannya diarahkan kepada orang banyak. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berpidato adalah lafal, intonasi atau nada, dan sikap atau penampilan.

a.

b.

c.

Lafal berarti cara seseorang dalam mengucapkan kata atau bunyi bahasa. Ketidaktepatan orator dalam melafalkan kata/bunyi bahasa dapat mengurangi kewibawaannya. Pendengar akan terganggu dan maksud kata-kata itu menjadi tidak jelas. Kehati-hatian dalam melafalkan kata/ bunyi bahasa juga harus diperhatikan ketika mengucapkan kata-kata asing. Oleh karena itu, sebelum menggunakannya, pembicara harus membuka-buka kamus untuk mengetahui cara pengucapannya di samping maknanya. Intonasi atau nada adalh naik-turunnya lagu kalimat. Perbedaan intonasi menyebabkan perbedaan pada makna kalimat itu. Perbedaan intonasi dapat membentuk kalimat berita, kalimat tanya, atau kalimat perintah. Selain menunjukkan maksud kalimat, intonasi berfungsi untuk mengekspresikan perasaan pembicara. Misalnya, intonasi menanjak berguna untuk menunjukkan rasa gembira, sedangkan intonasi menurun mengekspresikan ketenangan. Sikap tubuh seorang pembicara besar pengaruhnya terhadap suasana dan tanggapan para pendengarnya. Sikap tubuh yang kaku dapat menyebabkan pendengar merasa tidak tertarik dan cepat bosan dengan penampilan pembicara. Sementara itu, sikap tubuh yang terlalu santai akan membuat khalayak pendengar malah menyepelekannya. Dengan demikian, sikap tubuh seorang orator ketika berbicara haruslah dinamis atau bervariatif, yakni disesuaikan dengan isi pembicaraan, suasana, tempat, dan kondisi khalayaknya.

Kegiatan 1. Sebelum mengikuti pelajaran ini, Anda sudah menyiapkan sebuah topik pidato, bukan? Carilah informasi tambahan untuk melengkapi gagasan-gagasan tersebut, baik melalui buku, majalah, surat kabar, ataupun internet. 2. Berpidatolah di hadapan teman-teman Anda dengan topik itu. Perhatikanlah lafal, intonasi, dan sikap tubuh sewaktu melakukannya. 3. Setelah berpidato, mintalah teman-teman Anda untuk memberikan saran-sarannya, terutama yang berkaitan dengan aspek-aspek berikut. a. Kelengkapan informasi b. Keruntutan dan keruntunan penyajian c. Ketepatan lafal dan intonasi d. Kesesuaian nada e. Ketepatan sikap 2. Mencatat Saran Teman Perhatikanlah pernyataan berikut. Siti : Pidato yang Anda sampaikan tadi sebaiknya dilengkapi dengan data aktual. Misalnya, Anda katakan tadi bahwa sekarang semakin banyak penganguran dari lulusan perguruan tinggi. Nah, mana datanya? Aspek inilah yang harus Anda kemukakan dalam pidato Anda itu. Pernyataan itu merupakan contoh saran berkenaan dengan isi yaitu pidato. Ada hal-hal yang harus diperbaiki menurut saran itu, yakni kelengkapan datanya. Berdasarkan saran itu, Anda dapat membuat catatan sebagai berikut. Pemberi Saran Hal yang Disarankan Siti Kelengkapan data aktual

Latiahan Mintalah beberapa orang teman Anda untuk membacakan saran-saran di bawah ini. Simaklah dengan baik saran-saran tersebut. Catatlah nama pemberi saran dan hal yang disarankannya. Hani : Terdapat beberapa kata yang tidak jelas pelafalannya, terutama pada kata-kata asing. Saya sarankan kalau memang kata itu sulit dilafalkan, Anda seharusnya mencari padanannya dalam bahas Indonesia. Cara tersebut saya rasa lebih baik dan lebih aman daripada repotrepot menggunakan bahasa asing yang sulit dalam pengucapannya. Frans : Saya perhatikan pidato Anda tadi meloncat-loncat, kurang runtun. Setelah berbicara tentang jenis pekerjaan, sebaiknya tidak langsung menjelaskan cara memelihara hubungan baik dengan pimpinan. Masalah itu seharusnya dilanjutkan dengan pembicaraan tentang cara mendapatkan jenis-jenis pekerjaan itu. Johan : Pidato Saudara tadi terlalu emosional. Akibatnya, pidato Saudara tadi lebih cenderung sebagai curhat. Di beberapa bagian, malah terkesan menggurui. Karena masalah bersifat informatif dan bukan bujukan, nada pidato Saudara itu lebih baik disampaikan dengan biasa saja, tidak perlu berlebihan. Susi : Isi pidato Anda sudah cukup bernas, tetapi sikap Anda perlu diperbaiki supaya tidak terkesan arogan. Misalnya, dengan tidak terlalu sering mendongakkan kepala ataupun mencibir. Kegiatan Anda tentu sudah berlatih berpidato di depan teman-teman. Bagaimana saran-saran mereka terhadap pidato Anda itu? Catatlah nama mereka beserta saran-saran yang mereka ajukan. 3. Memperbaiki Cara Berpidato Perhatikan kembali contoh-contoh saran di atas. Perhatikan pula saran-saran yang dikemukakan teman-teman Anda. Berdasarkan contoh-contoh itu, saran dapat berkenaan dengan: 1. kelengkapan informasi, 2. keruntutan dan keruntunan penyajian, 3. ketepatan lafal dan intonasi, 4. kesesuaian nada, dan 5. Ketepatan sikap. Saran-saran yang disampaikan teman-teman Anda berkenaan dengan apa saja? Cermati kembali saran-saran yang telah Anda catat itu dengan baik. Kegiatan Berpidatolah kembali di depan teman-teman. Kali ini, Anda harus tampil lebih baik setelah memerhatikan saran-saran dari teman-teman Anda tadi. 13.1 C. MENEMUKAN UNSUR-UNSUR INTRINSIK TEKS DRAMA YANG DIDENGAR Pidato yang pernah Anda bawakan terdiri atas pembuka, isi, dan penutup. Drama pun memiliki bagian-bagian seperti itu. Dalam drama, bagian-bagian itu lazim disebut dengan alur atau rangka cerita. Selainitu, ada pula penokohan, latar, dan tema.

1.

Alur Alur merupakan rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita melalui rumitan ke arah klimaks dan akhirnya penyelesaian. Jenis-jenis alur adalah sebagai berikut: a. Alur maju: penceritaan rangkaian peristiwa dari peristiwa yang paling awal sampai peristiwa terakhir. b. Alur mundur: penceritaan rangkaian peristiwa dari peristiwa yang paling akhir kemudian berbalik ke peristiwa yang paling awal. c. Alur campuran: perpaduan antaraalur maju dan alur mundur di dalam suatu cerita. Sebuah cerita drama bergerak dari suatu permulaan, melalui suatu bagian tengah, dan akhirnya menuju suatu akhir. Dalam drama, bagian-bagian ini dikenal sebagai eksposisi, komplikasi, dan resolusi (denouement). a. Eksposisi dalam cerita berfungsi menentukan aksi dalam waktu dan tempat; memperkenalkan para tokoh, meyatakan situasi cerita, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita, dan adakalanya membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu. b. Komplikasi atau bagian tengah cerita berfungsi mengembangkan konflik. Sang pahlawan atau pelaku utama menemukan rintangan-rintangan antara dirinya dan tujuannya. Dia mengalami aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk menanggulangi rintanganrintangan ini. Pengarang dapat mempergunakan teknik flash-back atau sorot balik untuk memperkenalkan penonton dengan masa lalu sang pahlawan, menjelaskan suatu situasi, atau untuk memberikan motivasi atas aksi-aksinya. c. Resolusi atau denouement hendaklah muncul secara logis dari apa-apa yang telah mendahuluinya di dalam komplikasi. Titik batas yang memisahkan komplikasi dan resolusi disebut klimaks (turning point). Dalam klimaks itulah terjadi perubahan penting mengenai nasib sang tokoh. Kepuasan para penonton terhadap suatu cerita bergantung pada sesuaitidaknya perubahan itu dengan yang mereka harapkan. Konflik dapat ditemukan dalam dialog-dialog para tokohnya. Dengan memahami maksud dan tindak tutur dari tokoh-tokoh itulah, Anda dapat mengetahui bentuk dan intensitasnya konflik yang terdapat dalam setiap adegan drama tersebut. Latihan Mintalah beberapa orang teman untuk memerankan cuplikan drama di bawah ini! Simaklah dengan baik! Kemudian, tentukanlah jenis konflik dalam drama tersebut! Jelaskan pula bagian alur yang membentuknya: eksposisi, komplikasi, atau resolusi! Hayati Inderawati : Wati, Wati, mari kita ke lubang perlindungan! Dari jauh nampak asap-asap hitam mengepul-ngepul ke udara, seperti ada kebakaran besar. : (tenang) Tidak, Dik. PergilahPergilah kamu, biar aku di sini. (Hayati masih mencobacoba menarik Inderawati ke pintu, tetapi tidak berhasil. Sementara itu, dentuman dari jauh masih kedengaran. Hayati mengepit lengan Inderawati, dan Inderawati meletakkan lengan yang lain pada kedua belah paha Hayati. Beberapa lama mereka

Hayati Inderawati

: :

K.H. Mualim :

K.H. Mualim : Inderawati :

berdiri di situ. Dentuman hilang, kemudian sirene bahaya udara habis berbunyi. Hayati dan Inderawati duduk kembali. Di luar berbunyi kembali klakson motor dll). Rupanya itu penyerangan terhadap Tanjung Periuk dan lapangan udara Jakarta. Ya, mungkin. (kemudian keduanya termenung). (Tiba-tiba, bunyi auto berhenti di luar. Suara-suara dan masuk ke dalam Kiai Haji Mualim). (tegas dan jelas) Assalamualaikum. (pergi duduk) Duduklah sebentar, aku ada kabar penting. (Inderawati dan Hayati yang akan berdiri, duduk kembali. Hayati mengepit tangan Inderawati. Kedua-duanya melihat dengan agak cemas kepada K.H. Mualim) (tenang) Alhamdulillah, aku membawa kabar tentang keadaan Bung Abdul Azis. (Kedua-duanya, Hayati dan Inderawati meloncat). (cemas) Lukakah ia, atau meninggal? LekasKiai,Lekas Kiai, lekas katakan bagaimana keadaannya? (Sumber: Drama Taufan di Atas Asia, Abu Hanifah).

2.

Penokohan

Penokohan adalah penggambaran watak tertentu dari setiap tokoh. Adapun yang dimaksud dengan tokoh adalah orang-orang yang berperan dalam suatu drama. BerdasarkanperannyatehadapjalanBerdasarkan perannya tehadap jalan cerita, tokoh dibedakan atas tiga macam: a. Tokoh protagonis: tokoh yang mendukung cerita. Dalam drama, biasanya ada satu atau dua figur tokoh yang berperan sebagai tokoh utama. Tokoh tersebut paling banyak muncul dalam berbagai adegan dengan karakter yang pada umumnya baik. Oleh karena itu, tokoh protagonis sering pula disebut tokoh baik. Tokoh antagois: tokoh penentang cerita atau pengganggu bagi tokoh protagonis. Tokoh ini pun banyak muncul dalam berbagai adegan dengan karakter yang pada umumnya jahat. Oleh karena itu, tokoh protagonis sering pula disebut sebagai tokoh jahat. Tokoh tritagonis: tokoh pembantu, baik bagi tokoh protagonis maupun tokoh antagonis. Tokoh tritagonis disebut pula tokoh figuran.

b.

c.

Latihan Ingat-ingat kembali cuplikan drama yang telah Anda dengarkan tadi! Dalam drama itu ada tiga tokoh, yakni Hayati, Inderawati, dan K.H. Mualim. 1) Bagaimana karakter ketiga tokoh itu dalam drama? Jelaskan! 2) Termasuk ke dalam kategori tokoh manakah ketiganya itu: protagonis, antagonis, ataukah tritagonis? Jelaskan! 3. Latar

Latar adalah keterangan mengenai tempat, ruang, waktu, dan suasana cerita di dalam drama. a. b. Latar tempat: misalnya penggambarantempatkejadiandiaran tempat kejadian di dalam naskah drama, di medan perang, di meja makan, dan sebagainya. Latar waktu: penggambaran waktu kejadian di dalam naskah drama, misalnya pagi hari pada tangal 17 Agustus 1945, dan sebagainya.

c.

Latar suasana/budaya: penggambaran suasana atau budaya yang melatarbelakangi terjadinya adegan atau peristiwa, misalnya dalam budaya masyarakat Betawi, Melayu, dan sebagainya.

Latihan Mintalah beberapa orang teman Anda untuk memerankan penggalan drama di bawah ini! Simaklah dengan baik! Secara berdiskusi, tentukanlah latar yang ada dalam cuplikan drama tersebut! Tunjukkanlah keterangan yang menunjukkan latar tersebut! Pemimpin Orang lain : Nah, apakah kau mau tinggal sendirian di pulau ini? (Orang itu menggeleng) : Nah, lihat! UntukbicaraUntuk bicara pun dia tak sanggup lagi. Padahal ketika masih jaya, ketika belum ketahuan kejahatannya, dialah yang paling cerewet. Bahkan dia senang membual. Pemimpin : Sudah, bawa dia ke atas perahu. Biarkan dia bebas. PerlakukansamaPerlakukan sama dengan yang lain. Seorang wanita : Itu terlalu bijaksana, Pak. Tidak setimpal dengan perrbuatannya. Pemimpin : Biarkan dia rasaakan nikmatnya kebijakksanaan. Wanita : Wah, kalau begitu, dia selalu beruntung, Pak! Dia sudah menikmati hasil kejahatannya. Pemimpin : Biarlah jadi kenangan baginya seumur hidup kalau kita tinggalkan dia di suatu tempat nanti. Sudahlah, mari kita berangkat! Mereka berbondong-bondong menaiki perahu. Sebelumnya, mereka mengadakan upacara perpisahan dengan pulau. Ada yang biasa-biasa saja. AdapulaAda pula yang cengeng.*** (Sumber: Aspar Paturusi, Perahu Nuh II, dalam Fahmi Syarif, 2001: 148) 4. Tema

Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi drama. Tema dalam drama menyangkut segala persoalan, baik berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan sebagainya.Untuk mengetahui tema drama, Anda perlu mengapresiasi menyeluruh berbagai unsur di dalam dramanya. Tema jarang dinyatakan secara tersurat. Untuk dapat merumuskan tema, Anda juga harus memahami drama itu secara keseluruhan. Kegiatan Perhatikan kembali cuplikan drama Perahu Nuh II di atas! Bercerita tentang apakah cuplikan drama tersebut? D iskusikanlahbersamaDiskusikanlah bersama beberapa teman Anda, kemudian presentasikan pendapat kelompok Anda itu dalam diskusi kelas! Latihan A. Mintalah beberapa teman untuk mementaskan drama di bawah ini atau naskah drama yang telah mereka persiapkan sebelumnya! Simaklah dengan baik drama itu! Catatlah hal-hal penting yang ada di dalamnya, terutama berkaitan dengan unsur-unsur intrinsiknya! B. Secara berkelompok, diskusikanlah naskah drama itu berdasarkan aspek-aspek berikut: 1. alur 2. penokohan

C.

3. latar 4. temanya Presentasikanlah pendapat kelompok Anda di depan kelas! Teman-teman akan menanggapinya. Roggeng-Ronggeng oleh Yono Daryono

Di kebun milik Juragan Bungkik.Bunyi gamelan menggema di setiap sudut kampung. Orang-orang berdatangan dari segala penjuru. Mereka berdesakan mencari tempat di muka. Para ronggeng mulai ngibing. Sampur Rantam Sari mulai berkelebat, orang-orang mulai ngibing. Waseng ngibing matimatian. Setiap orang yang selesai ngibing, dengan enaknya mereka menyelipkan uang ke balik baju para ronggeng. Bergantian, Tembie, tukang becak, ngibing. Juragan Bungkik tak henti-hentinya tertawa. Matanya tak lepas menatap Rantam Sari. Setiap goyangdiikutinya dengan matanya. Tibatiba mereka dikejutkan dengan datangnya serombongan hansip dari membubarkan kelompok tayub. Juragan Bungkik ketakutan. Ia mengumpat. Orang-orang berhamburan. Mereka meninggalkan kelompok tayub. Kelompok tayub di tempat. Jo bingung menyaksikan orang-orang pada lari. Rantam Sari, Sumi, Juminten bingung. Kelompok hansip mendekati Rantam Sari. Sumi, Juminten mengendap-endap, lalu kabur. Hansip Rantam Sari Hansip Jo Hansip Jo Hansip Jo Hansip : : : : : : : : : Pelacur. Ronggeng. (Nervous). Bohong, kamu pasti pelacur. Bukan, Pak, dia rongggeng. Dia crew saya, Pak. Crew apa? Kelompok tayub, Pak. Kami kelompok kesenian. Mempunyai surat izin?. Punya, Pak. (Jo merogoh saku, tapi tak ditemuinya surat yang dimaksud). Wah, ketinggalan, Pak. Bohong, kamu pasti tidak punya surat izin pertunjukkan! Kalian pasti tidak mempunyai kartu seniman! Ini menyalahi peraturan. Setiap kegiatan kesenian di desa ini harus mempunyai surat izin dari yang berwajib, tidak ada tawarmenawar. Tapi, kami kelompok kesenian rakyat tradisional, Pak, dan patut untuk dilestarikan, Pak. Tidak peduli tradisional atau modern, yang penting surat izin. Ini kesenian dari leluhur, Pak. Nanti, kalau tidak dilestarikan, kita bisa kuwalat, Pak. Tolong kami, Pak. Kami tak mampu melakukan yang lain untuk cari makan, Pak, dan kami takut, nanti dituduh tak mampu mewarisi warisan leluhur. Itu bukan urusanku. Aku hanya bertugas menanyakan surat izin. Lalu, apa yang harus kami lakukan, Pak? PHK! Putus hubungan kerja. Tobat.... Tobat.... Ini tidak manusiawi. Justru ini memanusiawikan manusia, tolol. Sudahlah, itu nanti. Aku masih ada tugas lain.

Jo Hansip Jo

: : :

Hansip Jo Hansip Jo Hansip

: : : : :

Jo Hansip Jo Hansip Semua Rantam Sari Hansip Rantam Sari Hansip

: : : : : : : : :

Penggendang Hansip Semua

: : :

Juragan Bungkik Rantam Sari Juragan Bungkik Jo Juragan Bungkik Rantam Sari Juragan Bungkik

: : : : : : :

Jadi, kami masih boleh main, Pak? Itu nanti saya tanyakan kepada Pak Lurah. Sekarang, kalian harus bantu aku. Apa yang bisa kami bantu, Pak? Di mana Juragan Bungkik? Juragan Bungkik? Ada apa dengan dia, Pak? Kebiasaan perempuan, kalau ditanya balik bertanya. Di mana Juragan Bungkik? Tadi di sini, Pak, tapi, tadi dia ikut lari. Nah, mestinya kalian tahu, mengapa dia lari, padahal kebun ini milik Juragan Bungkik. Aneh, kan? Pemain tayub saling berpandangan. Dalam pikiran, mereka bingung juga. Mereka hanya manggut-mangut dan berusaha ingin lebih banyak tahu tentang Juragan Bungkik. Iya, yah.... Aneh. Padahal kami diundang kemari oleh dia. Aku harus segera mendapatkan dia. KalauKalau dia kemari lagi, kalian harus cepat lapor. Iya... Pak. Hansip meninggalkan kelompok tayub. Tak lama kemudian, Juragan Bungkik muncul dengan tergopoh-gopoh. Tolong Nyai, sembunyikan aku. Kenapa Kakang berubah jadi penakut? Tolong, Jo. Sembunyi-Sembunyikan aku. Tenanglah, Juragan, (menenangkan). Apa sebenarnya yang telah terjadi? Aku telah nekat. Selama ini, aku telah banyak berbuat salah. Akan tetapi, kesalahan itu aku buat karena aku cinta. Aku demen Nyai. Aku tahu, Kakang demen sama saya tapi bukan begitu caranya. Aku tak tahu, bagaimana aku harus mengatakan itu. Aku bingung. Pikiranku hanya satu, ingin memiliki Nyai. Tapi, aku sadar bahwa aku telah tua dan punya istri. Kadang, terlintas dalam pikiranku, pertanyaan-pertanyaan yang melambung-lambung, kemudian kembali turun dan terus menghunjam pada diriku. Perasaan apakah ini sulit untuk diterjemahkan? Aku hanya tahu, aku ingin berbuat baik kepada Nyai. Lalu, aku berusaha menumpuk kekayaan, barangkali itu akan bermanfaat. Namun, ternyata aku telah berbuat salah dua kali. Kesalahan yang pertama, ternyata Nyai tidak membutuhkan kekayaanku, dan kesalahan yang kedua, aku jadi perampok.

Dari kejauhan, kedengaran suara orang-orang ribut mencari sesuatu. Suara itu semakin dekat. Mereka beringas dengan membawa pentungan Waseng : Nah... jangan pura-pura bingung setelah susah payah meronda setiap malam. Bajingan itu sekarang berada di depan kita. Mengapa kita tidak segera bertindak? Sekarang, saatnya untuk bertindak langsung pada orangnya. Ya, tapi siapa wakil kita? Jangan-jangankita dianggap main hakim sendiri.

Tukang becak

Tembie

Juragan Bungkik Tembie Juragan Bungkik Tembie Juragan Bungkik

: : : : :

Tembie

Juragan Bungkik Tembie

: :

Juragan Bungkik

Hansip Juragan Bungkik Hansip Tembie Hansip

: : : : :

Tembie

Semua. Karena kita semua tahu perbuatannya, kita semua saksi. (kepada Juragan Bungkik). Hee, kau. Jadi, selama ini kamu menjadi kutu busuk, ya? Pura-pura ikut ronda, ternyata menidurkan peronda untuk beraksi sendiri. Tapi, aku tak pernah merampok di desa ini. Di desa ini atau bukan, yang jelas kamu perampok. Aku merampok bukan karena memuja pencurian dan kekerasan. Apa bedanya perampok dengan pencuri, dengan maling? Bukan itu maksudku. Bukankah kalian tahu bahwa aku turut membangun desa ini? Jalan-jalan kampung yang kini sudah dibeton, gardu siskamling yang setiap malam kalian tempati. Apakah ini bukan berarti aku turut andil dalam memajukan desa ini? Namun, tujuan tidak menghalalkan cara. Juragan benar ingin memajukan desa ini, tapi cara yang Juragan lakukan jelas bukan cara yang dihalalkan. Kita tahu bahwa perampokan adalah hasil dari kekerasan. Padahal, kekerasan dipakai tanpa keadaan terpaksa maka keke-rasan itu akan menjerumuskan kita pada keserakahan. Aku merampok juga dalam keadaan terpaksa. Kalau Juragan terbilang orang miskin, barangkali kita akan bisa memaklumi. Namun, siapa orangnya yang berani mengatakan bahwa Juragan tergolong orang yang miskin? Jadi, keterpaksaan Juragan tidak beralasan. Ah, tak tahulah. Aku sendiri tidak mempunyai cita-cita jadi maling karena aku tidak menghendaki. Aku ingin memberontak, tapi tak tahu apa yang mesti aku berontak. Aku ingin kaya, tapi tak tahu untuk siapa kekayaanku nanti. Aku muak. Karena aku ditekan oleh perasaanku sendiri. Aku membenci kehidupanku. Mengapa aku mengharapkan sesuatu di luar kemampuanku? Aku malu. Malu kepada diriku sendiri. Malu terhadap Nyai Rantam Sari. Dan kini, tangkaplah aku, tangkaplah aku. Ayo, kenapa kalian diam. Kenapa kalian tidak menangkap aku? (Masuk Hansip) Oh, rupa-rupanya kamu ngumpet di sini. Aku tidak ngumpet, Pak. Aku sedang menawarkan kepada mereka untuk menangkap aku. (kepada orang-orang). Kenapa kalian tidak melakukan itu? Takut, ya.... Masa orang sebanyak ini takut dengan seorang laki-laki. Kami bukan takut, Pak. Namun, kami sedang mempertimbangkan alasan yang dikemukakan Juragan Bungkik. Alasan apa? Maling, ya, maling. Tidak perlu dipertimbangkan, wong sudah ada pedomannya. Setiap orang yang mengambil barang orang lain tanpa pamit itu namanya maling. Akan tetapi, ada maling yang patut dipertimbangkan asal usulnya dan alasan yang mendorong dia jadi maling. Juragan Bungkik ternyata tergolong orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan darah maling. Juragan Bungkik jadi maling karena termasuk penganut paham pemerataan. Maksudnya pemerataan kekayaan. Dia turut membantu korban kelaparan di desa ini, bahkan banyak menyumbang secara materi untuk membangun desa ini.

Hansip

Tembie

Hansip

Tembie

Jo

Jo Joko Tayub Rantam Sari Joko Tayub

: : : :

Rantam Sari Joko Tayub

: :

Segala sesuatu ada aturannya. Ada tata caranya. Ada undang-undangnya, ada sangsinya. (Tembie membawa hansip menjauh dari orang-orang) Begini, Pak. Juragan Bungkik itu tadinya hanya berniat merampok hatinya Nyai Rantam Sari. tak pernah berhasil. Lalu, ia jadi perampok sungguhan, tetapi ia bilang tidak berarti ia memuja pada pencurian. Kami mohon kepada Bapak untuk kompromi saja. Bapak boleh menyita barang-barang milik Juragan Bungkik yang masih ada, sawahnya, kebonnya, atau rumahnya. Asalkan, Juragan tidak usah dikategorikan sebagai maling. Sudah saya katakan tadi. Segala sesuatunya ada aturannya, caranya, dan undang-undangnya. Persoalan Juragan mau dijebloskan ke penjara atau tidak, itu persoalan nanti. Jelasnya, Juragan Bungkik sekarang perlu diamankan, titik. Saya tidak menghendaki kamu memprotes, nanti malah saya protes. Ya..., baiklah kalau begitu. (Kepada teman-temannya). Kawan-kawan, memang Juragan Bungkik perlu diamankan, daripada nanti berkembang menjadi persoalan yang lebih runyam. Sekarang, mari kita giring ke kelurahan. (Mereka ramai-ramai menggiring Juragan Bungkik ke kelurahan. Tinggal Rantam Sari, Jo, dan penabuh gamelan yang dari tadi mematung melihat adegan penangkapan Juragan Bungkik. Rantam Sari semakin gelisah. Dia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Dalam hatinya mengatakan bahwa semuanya korban dari dirinya. Ruwet.... ruwet, dunia .... Dunia semakin tua semakin runyam. Jangan-jangan, nanti kita akan dituduh sebagai kelompok yang bikin gaduh. Belum berapa lama kelompok kita dianggapnya sebagai kelompok mesum, kemudian disangsikan keberadaannya karena belum mempunyai surat izin. Sekarang, Juragan Bungkik jadi perampok gara-gara saking cintanya kepada Rantam Sari. Belum nanti persoalannya dengan Joko Tayub. (Tidak begitu lama, tiba-tiba muncul Joko Tayub.) Wah..., belum kering bibirku mengucapkan kata Joko Tayub, orangnya datang. Ladeni, Nyai, aku tak tidur. Mengapa bermuram durja? Ah, tak apa-apa. (Berusaha menyem-bunyikan wajahnya) Banyak yang tidak dapat kita ketahui dari hidup ini, Nyai. Juragan Bungkik bukanlah satu-satunya contoh manusia kalap yang berawal dari ketidaktahuan. Namun, ada juga yang memang begitu tabiatnya. Juragan Bungkik mencintai kamu, Nyai. Sangat mencintai. Akan tetapi, tak pernah menemukan terangnya hingga kehilangan makna jalan yang ia tempuh bukan tanpa sebab dan itulah yang dia pilih. Aku sendiri belum tahu, apakah aku melalui jalan yang mengantarkan pada terangnya? Sedangkan, bayang-bayang itu selalu ada di mana pun kita berada. Karena yang tidak memiliki bayangbayang hanya terang itu sendiri. Aku rela menderita karena derita itu sendiri adalah bayang-bayang dari kebahagiaan. Aku tidak mengerti apa yang Kakang maksudkan. Memang banyak yang tidak perlu kita mengerti, tetapi hanya perlu kita hayati.

Rantam Sari Joko Tayub

: :

Rantam Sari

Joko Tayub

Rantam Sari Joko Tayub

: :

Emak Joko Tayub Emak

: : :

Joko Tayub Emak

: :

Joko Tayub Rantam Sari Emak Joko Tayub Emak Joko Tayub Emak Rantam Sari Emak Rantam Sari

: : : : : : : : : :

Rantam Sari

Tetapi, aku sendiri tak tahu mana yang harus diketahui dan mana yang harus kita hayati? Itupun salah satu yang harus kita renungkan. Mana yang harus kita pecahkan lewat pikiran kita dan mana yang tidak perlu kita bersusah payah mencari jalan penyelesaiannya? Semakin tak jelas apa yang Kakang katakan. Kakang belum selesai menjelaskan tentang pikiran dan penghayatan, kini melemparkan lagi ajakan untuk merenungkan. Mengapa Nyai menuntut penyelesaian? Banyak hal yang tak pernah selesai di dunia ini. Itulah sebabnya hidup ini hendaknya kita jalani saja. Bencana dan derita yang Nyai alami hanyalah sebentuk bayang-bayang dari kehidupan ini. Aku sendiri mengalami derita yang amat sangat karena menghendaki Nyai. Namun, derita yang datang hanyalah bayang-bayang dari cinta. Kakang membuat persoalan baru bagi diriku. Selama kita masih hidup, persoalan demi persoalan akan beruntun datang, karena persoalan adalah nyawa dari kehidupan. Semakin banyak persoalan yang kita hadapi, semakin kita mengerti akan hakikatnya. (Emak muncul dengan tergopoh-gopoh.) Kenapa kalian enak-enakan di sini? Apakah kalian tidak tahu? Lihat itu di kelurahan. Apa maunya mereka? Mengapa Juragan Bungkik yang jadi sasaran? Kami sudah tahu, Mak. Kalau sudah tahu, kenapa kalian membiarkan Juragan Bungkik dibuat malu di depan orang-orang, bahkan saya dengar akan dihukum? Ini namanya tidak adil. Siapa yang tidak tahu Juragan Bungkik? Ia yang menolong kita, malah desa kita memiliki gang-gang yang mulus karena dia yang menyumbang. Benar, Mak. Emak tidak tahu. Juragan Bungkik telah menghalalkan cara yang salah. Ia melakukan itu dengan jalan kekerasan. Jangan-jangan karena polah kamu. Juragan Bungkik diiseret orang-orang ke kelurahan karena kamu. Aku tahu, kamu menghendaki anakku, tetapi jangan dengan cara memfitnah pada saingannya. (diam) Emak terlalu jauh menuduh. Kesalahan yang Juragan Bungkik lakukan telah diakuinya sendiri. Bukan oleh siapa-siapa. Tetapi.... Iya, Mak. Aku pun tak tahu, mengapa Juragan Bungkik menjadi kalap? Jadi.... benar kata mereka. Maafkan aku, Nak. (Kepada Joko Tayub). Begitu pula aku, Mak. Marilah kita pulang. Biarlah, Mak saja. Aku sedang belum mau pulang. Tapi, tidak baik omong-omong di sini, Biarlah, Mak. Sebentar lagi aku juga pulang. Aku juga mohon kepada Kakang, biarkan aku sendirian di sini. (Joko Tayub menyingkir dan mengikuti Emak, tidak jauh dari Rantam Sari. Jo bangun dan hendak menyingkir. Rantam Sari melihat.) Mau ke mana, Jo?

Jo Rantam Sari

: :

(diam) Jo, kenapa kau diam? (Jo terus melangkah dan Rantam Sari mengejar, Emak dan Joko Tayub mengejar. Layar tutup, seluruh adegan selesai.)

(Sumber: Taufiq Ismail, dkk., ed. 2002. Horison Sastra Indonesia, hlm. 402414 dengan pengubahan)

Kegiatan Guru Anda akan memutarkan rekaman video drama. Dengarkanlah dengan saksama untuk kemudian Anda analisis unsur-unsur intrinsik drama tersebut. Kerjakan secara berkelompok

16.2 D. MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP PENULISAN KRITIK DAN ESAI Tanggapan Anda terhadap pementasan drama orang lain, sebaiknya Anda ungkapkan dalam bentuk kritik sastra atau esai. Adapun tata caranya sudah Anda pelajari dalam Bab 5, bukan? Berdasarkan uraian dan model-model yang telah Anda pelajari itu, kini giliran Anda yang membuatnya. Studi Lapangan Tentukanlah teks, kritik atau esai sastra yang ada di surat kabar/majalah. Gunting atau fotokopi teks terrsebut untuk kemudian Anda baca dengan saksama. Setelah itu, analisilah kesesuaian prinsipprinsip penulisannya. Kegiatan A. Perhatikan kembali materi kritik sastra atau esai pada Bab 5. Kemudian, kerjakanlah soal-soal di bawah ini! 1. Tentukanlah sebuah karya sastra yang akan Anda kritik: puisi, cerpen, novel, atau drama. 2. Bacalah dengan baik karya itu! Telitilah kelebihan dan kelemahannya. 3. Lengkapilah pengetahuan Anda tentang karya itu dengan membaca teori sastra, khususnya yang berkenaan dengan karya yang Anda pilih. 4. Tuliskanlah pendapat-pendapat Anda tentang karya satra itu menjadi sebuah karangan (kritik sastra). 5. Lakukanlah silang baca dengan beberapa teman untuk saling memberikan komentar dan koreksi terhadap karangan itu. 6. Perbaikilah karya itu sesuai komentar teman-teman Anda. B. Jawablah soal-soal berikut ini! 1. Pikirkanlah sebuah topik menarik yang berhubungkan dengan budaya daerah! Selanjutnya, lakukanlah langkah-langkah sebagaimana yang telah dipaparkan dalam Bab 5! 2. Mintalah bantuan teman Anda untuk menyunting tulisan itu dengan memperhatikan aspek-aspek berikut: a. daya tarik topik, b. keruntutan dalam pengembangan, c. kesesuaian hubungan pembuka, isi, dan penutup, d. kejelasan penggunaan kata dan kalimat, e. ketepatan penggunaan bahasa dan ejaannya.

Tes Kognitif Tulislah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut dalam kertas HVS/polio. Kemudian, kumpulkan hasilnya kepada guru Anda untuk dinilai. 1. Apakah yang dimaksud dengan membaca? 2. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis paragraf berdasarkan letak ide pokoknya. 3. Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam berpidato. 4. Sebutkan dan jelaskan unsur intrinsik pembangunan drama. 5. Apakah yang dimaksud dengan eksposisi, komplikasi, dan resolusi dalam drama? Telusur Makna Carilah makna dari kata-kata berikut dalam kamus. - Arogan - klimaks - mencibir - Aktual - konflik - nasabah - Berkelebat - memboyong - suku

- transmigran

Rangkuman 1. Membaca adalah proses memaknai lambang-lambang tulisan. Membaca pada umumnya bertujuan untuk memahami isi wacana atau bacaan. Memahami isi bacaan berarti menangkap seluruh isi bacaan tersebut secara benar. 2. Pidato merupakan penyajian lisan kepada sekelompok massa. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berpidato adalah lafal, intonasi atau nada, dan sikap atau penampilan. 3. Unsur-unsur intrinsik drama meliputi alur atau rangka cerita, penokohan, latar, dan tema. 4. Penulisan kritik sastra dan esai harus memperhatikan karakter dari masing-masing tulisan itu. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah daya tarik topik, keruntutan dalam pengembangan, kesesuaian hubungan pembuka, isi, dan penutup, kejelasan penggunaan kata dan kalimat, serta ketepatan penggunaan bahasa dan ejaannya. Uji Kompetensi Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat! 1. Sebuah kebudayaan dalam kelahiran dan perkembangannya, selalu berkutat pada masalah apresiasi masyarakat dan pelestariannya. Sedangkan, membicarakan dua masalah tersebut akan mengakar pada satu masalah pokok yaitu waktu. Waktu dalam dimensi kebudayaan, sesungguhnya mempunyai dua arti penting. Pertama, kebudayaan bisa menjadi lebih baik karena para penganutnya memperlakukan kebudayaan tersebut sebagai sebuah barang berharga yang harus dijaga. Kedua, biasa saja kebudayaan tersebut hanya akan menjadi bahan ajar dalam buku sejarah, artinya kebudayaan tersebut hilang tergilas zaman. Perkembangan zaman yang berkedok modernisasi mau tidak mau akan berbenturan pada kebudayaan yang lahir sebelum manusia modern mengenalnya. Hal ini dapat kita lihat dalam kebudayaan tradisional kita. Kebudayaan yang oleh penghayatnya masih dipandang sebagai kebudayaan spiritual dan kebudayaan filosofis. Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat kita, yakni perubahan dari mental simpatik menjadi antipatif, dari nilai-nilai yang dihayati menjadi sebuah beban perkembangan zaman. Inilah menurut saya mahluk modern yang menamakan dirinya globalisasi.

Lebih mengkhawatirkan lagi, kebudayaan kita cenderung mengarah kepada budaya-budaya yang datangnya dari luar, entah itu baik atau buruk yang penting dapat dianggap sebagai manusia modern yang menjunjung globalisasi. Misalnya saja, setiap hari kita disuguhi tayangan TV yang bermuara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea melalui stasiun televisi di tanah air. Belum lagi siaran TV internasional yang bisa ditangkap melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat Indonesia. Nah yang menjadi pertanyaan adakah kesenian atau budaya kita yang nampak? Anak-anak lebih senang disuguhi heroisme kesatria Madangkara atau lebih memilih kesatria Baja Hitam? Coba Anda tanyakan sendiri. Fakta yang demikian memberikan bukti bahwa negara-negara lain lebih berhasil memasarkan budaya mereka sendiri dibanding negara kita. Coba kita balik, adakah masyarakat luar misalnya Amerika yang kecanduan menyanyi jaipong atau berkawih Jawa, justru bangsa kita yang menelan mentah-mentah budaya mereka. Lalu dimanakah kebudayaan Indonesia berada? Apakah hanya di buku sejarah? Peristiwa transformasi seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khazanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat bangsa lain maju dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita harusnya memanfaatkan potensi yang ada, misalnya sebagai negara yang pandai-pandai melestarikan budaya. Jika kondisi demikian masih berlanjut, anak cucu kita mungkin akan kehilangan identitas bangsanya sendiri. Saya hanya berharap ada orang Indonesia yang meniru negara lain dalam memasarkan budayanya. Misalnya membuat Game Real Time Strategy (RTS) yang mengisahkan kerajaan-kerajaan nusantara misalnya kerajaan Mataram, Pajaran dan Majapahit. Jika bangsa amerika bangga dengan game bergaya modern kita perkenalkan kebudayaan tradisional lewat muka modern. Satu lagi, jika Jepang punya budaya kuat dalam dunia komik misalnya Naruto. Kita sebenarnya bisa membuat komik dengan latar budaya kita sendiri. Anak-anak selalu berkilah bahwa Naruto mempunyai gaya bercerita dan spesifik kekuatan yang unik. Ya, kita jawab juga bahwa orang-orang Indonesia juga sakti-sakti. Bisa kita bayangkan ada komik yang mengangkat seluk beluk kisah Kerajaan Majapahit. Jika hal ini dilakukan, hal-hal yang berbau modern tidak lagi dianggap beban, tetapi sebagai alat untuk melestarikan dan mendampingi kesenian tradisional.

a. Tunjukkanlah ide pokok dari cuplikan bacaan di atas!


b. Buatlah sebuah pertanyaan berkaitan dengan bacaan itu! 2. a. Sebutkan lima ciri pidato yang baik! b. IIsi pidato Anda sudah bernas, tetapi sikap Anda perlu diperbaiki supaya tidak terkesan arogan. Misalnya, dengan tidak terlalu sering mendongakkan kepala ataupun menncibir. Apayangdisarankanmenurutkomentardiatas?Apa yang disarankan menurut komentar di atas? 3. Sebutkan tiga unsur intrinsik drama! 4. Hansip : (kepada orang-orang). Kenapa kalian tidak melakukan itu? Takut, ya.... Masa orang sebanyak ini takut dengan seorang, laki-laki macam apa ini! Tembie : Kami bukan takut, Pak. Tapi, kami sedang mempertimbangkan alaasan yang dikemukakan Juragan Bungkik. Hansip : Alasan apa? Maling, ya, maling. Tidak perlu dipertimbangkan, wong sudah ada pedomannya. Setiap orang yang mengambil barang orang lain tanpa pamit, itu namanya maling.(Sumber: Ronggeng-ronggeng karya Yono Daryono)) a. Menceritakan apakah penggalan drama di atas?

b. Bagaimanakah watak kedua tokoh itu? 11.2