Anda di halaman 1dari 14

TUGAS KLIPING BENCANA ALAM SELAMA TAHUN 2013

Disusun oleh : Nama Absen Kelas : Azam Husnan Aminurokhim : 05 : 4 Ibnu Umar

PENDAHULUAN

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan dari faktor alam, seperti banjir, angin topan, tanah longsor, tsunami, gempa bumi, gunung meletus, dan angin ribut. Pada tugas ini, saya memberikan beberapa contoh kejadian bencana alam selama tahun 2013. .

DAFTAR ISI

Pengertian Bencana Alam ............................................................................................ 4 Contoh Contoh Kliping Bencana Alam..................................................................... 5 Penutup......................................................................................................................... 14

Pengertian Bencana Alam

Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Bencana alam juga dapat diartikan sebagai bencana yang diakibatkan oleh gejala alam. Sebenarnya gejala alam merupakan gejala yang sangat alamiah dan biasa terjadi pada bumi. Namun, hanya ketika gejala alam tersebut melanda manusia (nyawa) dan segala produk budidayanya (kepemilikan, harta dan benda), kita baru dapat menyebutnya sebagai bencana.

Dampak Bencana Alam Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka. Pemahaman ini berhubungan dengan pernyataan: "bencana muncul bila ancaman bahaya bertemu dengan ketidakberdayaan". Dengan demikian, aktivitas alam yang berbahaya tidak akan menjadi bencana alam di daerah tanpa ketidakberdayaan manusia, misalnya gempa bumi di wilayah tak berpenghuni. Konsekuensinya, pemakaian istilah "alam" juga ditentang karena peristiwa tersebut bukan hanya bahaya atau malapetaka tanpa keterlibatan manusia. Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran, yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia. Namun demikian pada daerah yang memiliki tingkat bahaya tinggi (hazard) serta memiliki kerentanan/kerawanan(vulnerability) yang juga tinggi tidak akan memberi dampak yang hebat/luas jika manusia yang berada disana memiliki ketahanan terhadap bencana (disaster resilience). Konsep ketahanan bencana merupakan valuasi kemampuan sistem dan infrastruktur-infrastruktur untuk mendeteksi, mencegah & menangani tantangantantangan serius yang hadir. Dengan demikian meskipun daerah tersebut rawan bencana dengan jumlah penduduk yang besar jika diimbangi dengan ketetahanan terhadap bencana yang cukup. Bencana berarti juga terhambatnya laju pembangunan. Berbagai hasil pembangunan ikut menjadi korban sehingga perlu adanya proses membangun ulang. Kehidupan sehari-hari juga menjadi tersendat-sendat. Siswa yang hampir menempuh ujian terpaksa berhenti bersekolah. Kenyataan seperti ini berarti pula muncul kemungkinan kegagalan di masa mendatang. Pemenuhan kebutuhan seharihari juga menjadi sulit padahal penggantinya juga tidak bisa diharapkan segera ada.

Contoh Contoh Kliping Bencana Alam :

Puluhan Rumah di Bali Rusak dihantam Angin


Reporter : Wayan Anantara | Rabu, 11 Desember 2013 20:01

Merdeka.com - 80 Rumah dilaporkan rusak akibat terjangan angin mirip Tornado di Bali, sore tadi. Seorang balita dilaporkan terluka akibat musibah ini.

"Sementara tercatat 80 rumah yang rusak, 10 rumah di antaranya rusak parah," kata Kabid Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar Made Suparta saat dihubungi, Rabu (11/12).

Menurut dia, kerusakan parah terjadi di sejumlah kawasan di Denpasar dan Kuta, seperti Jalan Pulau Moyo, Desa Pedungan dan perumahan Jadi Pesona di Kuta.

Di sejumlah jalan juga dilaporkan banyak pohon bertumbangan, seperti di Jalan Teuku Umar, By Pass Ngurah Rai dan Cok Agung Tresna.

Petugas gabungan dari BPBD dan Badan SAR masih berada di sejumlah lokasi untuk membantu warga. "Data masih terus dikumpulkan untuk memastikan jumlah kerusakan," kata Suparta.

Puting beliung dan Hujan Es Hancurkan Ratusan Rumah di Boyolali


Reporter : Arie Sunaryo | Selasa, 3 Desember 2013 11:49

Merdeka.com - Bencana angin puting beliung disertai hujan es, menghancurkan ratusan rumah dan sekolah di Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (2/12) malam. Kerusakan berat dan ringan terjadi di Desa Kebonan dan Desa Dologan. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seorang warga lanjut usia harus dilarikan ke Rumah Sakit Estu Utomo, Karanggede, karena mengalami syok berat.

Informasi yang dihimpun di lapangan, hujan yang disertai es dan angin kencang tiba-tiba datang Senin (3/12) selepas magrib. Di Desa Kebonan, puting beliung dilaporkan menerjang Dukuh Pulutan dan Troyan. Akibatnya satu bangunan fasilitas umum roboh, 6 rumah warga rusak berat, 25 rumah rusak sedang, dan 70 rumah warga dan gedung sekolah rusak ringan.

Sementara itu di Desa Dologan, 2 rumah dikabarkan rusak berat dan 2 lainnya rusak sedang. Angin kencang juga menumbangkan ratusan pohon serta merobohkan beberapa tiang listrik. Akibatnya di kedua wilayah tersebut terjadi listrik padam.

Camat Karanggede, Binasih Setyono, mengatakan pihaknya bersama Pemkab Boyolali hingga Selasa siang masih melakukan pendataan korban.

"Kita masih melakukan pendataan. Ini juga bersama masyarakat, TNI, Polri dan Tim SAR melakukan pembersihan serta evakuasi," ujar Binasih, Selasa (3/12).

Menurut Binasih, jumlah kerusakan kemungkinan masih akan bertambah. Rumah-rumah yang rusak kebanyakan karena tertimpa pohon yang tumbang.

"Ada satu warga dibawa ke Rumah Sakit Estu Utomo, namanya ibu Sukiyem, usia 60 tahun. Beliau mengalami syok berat dan sempat pingsan," paparnya.

Sementara itu beberapa sekolah yang mengalami kerusakan di antaranya adalah, MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Desa Kebonan. Sebagian ruangan kelas mengalami kerusakan. Namun tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar. Saat ini para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruangan lain.

Angin puting beliung hantam atap Pelabuhan Ulee Lheue Aceh


Reporter : Afif | Jumat, 29 November 2013 23:32

Merdeka.com - Hujan deras disertai angin puting beliung melanda Banda Aceh sejak sore tadi mengakibatkan atap pos timbangan kendaraan Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh rusak. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.

Pantauan merdeka.com, selain merobohkan atap, ikut menimpa sebuah mobil Kijang milik sebuah mobil milik Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Aceh hingga rusak parah.

"Angin dan hujan tadi merusakkan sekitar 100 meter atap yang diterbangkan angin puting beliung," kata Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue Teuku Naziruddin saat dihubungi merdeka.com, Jumat (29/11) malam.

Kendati demikian, pada kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sejumlah petugas yang sedang piket di pelabuhan sempat panik. Seketika saat atap roboh langsung berhamburan keluar dari gedung untuk menyelamatkan diri.

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih melanda kota Banda Aceh. Meskipun sudah sedikit reda. Sedangkan kerusakan akibat hujan deras dan angin puting beliung belum diketahui.

10

11

12

13

PENUTUP
Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena

ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka. Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran, yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia. Banyak masalah yang berkaitan dengan bencana alam. Kehilangan dan kerusakan termasuk yang paling sering harus dialami bersama datangnya bencana itu. Harta benda dan manusia terpaksa harus direlakan, dan itu semua bukan masalah yang mudah. Dan juga terhambatnya laju perekonomian daerah tersebut.

14