Anda di halaman 1dari 25

MUSCULOSKELETAL AND JOINT DEFORMITIES

AULIA DWI ZHUKMANA

DEFORMITAS SISTEM MUSKULOSKELETAL


DEFINISI
Deformitas Muskuloskeletal : Kelainan dan trauma pada sistem muskuloskeletal yg bermanifestasi pada bentuk abnormal dari ekstremitas atau batang tubuh. Contoh :

Clubfeet Secara Klinis Jelas


Skoliosis Ringan Memerlukan Px Radiografi

Deformitas dapat terjadi pada:

KLASIFIKASI
Kongenital Contoh : CTEV (congenital talipes equinus varus), DDH (developmental dysplasia of the hip) etc

Acquired Contoh : fraktur, dislokasi, etc

JENIS DEFORMITAS PADA TULANG

1. Hilangnya Alignment
Torsional Deformity

Angulatory Deformity

Jika angulasi terjadi di dekat persendian, deformitas bisa terlihat seperti sendi itu sendiri, tetapi dengan pemeriksaan radiografi baru bisa kita lihat deformitas yang sebenarnya.

2. Panjang Abnormal
Tulang panjang bisa terlihat memendek atau bisa juga terlihat menjadi semakin panjang. Jika deformitas melibatkan salah satu ekstremitas bisa terlihat diskrepansi (ketidaksesuaian) dari ekstremitas yang terlibat itu.

3. Pertumbuhan tulang diluar normal


Lesi pada tulang seperti pada osteochondroma muncul pada permukaan tulang, bisa mengakibatkan perubahan konfigurasi (bentuk) tulang tersebut yang bisa terlihat secara jelas dari pemeriksaan klinis

PENYEBAB DEFORMITAS TULANG


1.Kelainan Kongenital
Aplasia Hypoplasia (ex: clubhand / hypoplasia radius)

Dysplasia (ex: DDH)

Duplikasi (ex: polidaktili)

2. Fraktur
Hilangnya alignment bisa muncul pada saat terjadi fraktur, dan jika tidak dikoreksi dengan reduksi yang adekuat, tulang akan sembuh dengan deformitas (malunion)

3. Gangguan pertumbuhan lempeng epiphysis


Deformitas yang muncul dari berbagai reaksi dari lempeng epiphysis

4. Pembengkokan tulang lunak yang abnormal


Pada beberapa penyakit tulang metabolic yang umum seperti rickets dan osteomalacia, matrix tulang (osteoid) tidak berkalsifikasi secara normal, akibatnya tulang yang abnormal tersebut bisa mengalami deformitas seperti bengkok atau berputar tanpa disertai fraktur yang jelas

5. Pertumbuhan tulang dewasa yg berlebihan


Pada kelainan tulang seperti osteitis deformans (pagets disease), tulang menjadi bengkok dan tebal. Selain itu lesi tulang (osteochondroma) tumbuh pada permukaan tulang menghasilkan deformitas tulang lokal.

DEFORMITAS PADA PERSENDIAN

1. Pergeseran (displacement) sendi


Jika hubungan timbak balik yang normal diantara dua permukaan sendi mengalami gangguan, persendian akan mengalami pergeseran.

Displacement:
Komplit (dislokasi, luksasi) Inkomplit (subluksasi)

2. Pergerakan berlebihan (Hipermobility) sendi


Kapsul sendi dan ligament normalnya bersifat check-reins untuk mencegah terjadinya hipermobilitas sendi. Jika terjadi kelemahan, kelenturan dan robekan akan terjadi hipermobilitas sendi yang mengakibatkan deformitas.

3. Mobilitas sendi yang terbatas


Jika dengan berbagai sebab, terjadi keterbatasan mobilitas dari persendian akan muncul deformitas. Contoh jika ekstensi sendi lutut berkurang 30o, kondisi ini disebut deformitas fleksi sendi lutut sebesar 30o.

PENYEBAB DEFORMITAS PERSENDIAN


1. Pertumbuhan sendi yg abnormal secara kongenital
Contohnya : DDH (developmental dysplasia of the hip)

Clubfoot
Kongenital Radioulnar sinostosis

2. Dislokasi yang didapat


Dislokasi akibat trauma (trauma dislocation) Dislokasi akibat proses infeksi (pathological infection)

Deformitas Sendi yg tdk Stabil

3. Gangguan mekanis
Trauma dan infeksi pada permukaan sendi mengakibatkan irregularitas dari permukaan sendi tersebut, akibatnya gerakan mekanis sendi menjadi terganggu. Misalnya pada fraktur intraartikuler dan robeknya meniscus sendi.

4. Adhesi/perlengketan sendi
Inflamasi pada sendi seperti rheumatoid arthritis dan septic arthritis menyebabkan sebagian bahkan keseluruhan kartilago menjadi rusak. Akibatnya terjadi adhesi antara 2 permukaan sendi atau antara membran sinovial dan permukaan sendi Demikian juga akibat trauma atau infeksi, otot atau tendon bisa melekat pada tulang oleh suatu proses adhesi Apakah adhesi terjadi di dalam sendi (intra-articular) atau berada di luar sendi (extra-articular) akan mengakibatkan terbatasnya mobilitas sendi yang menghasilkan suatu deformitas.

5. Kontraktur otot
Terjadi akibat spasme otot yang lama (disebabkan oleh nyeri). Karena immobilisasi yang lama. Penyakit-penyakit pada otot, dan iskemik nekrosis dari otot. Akibat kontraktur pada otot terjadi deformitas pada persendian, yang secara normal dikontrol oleh otot tersebut.

6. Ketidakseimbangan pergerakan otot


Ketidakseimbangan yang menetap diantara otot-otot yang mengontrol pergerakan pada sendi Pada poliomyelitis terjadi flaccid paralysis, Atau pada tipe spastic dari cerebral palsy terjadi spastic

paralysis
Akibat ketidakseimbangan tarikan otot secara terusmenerus terjadi deformitas sendi yang progresif.

Sering pada anak-anak.

7. Kontraktur jaringan fibrous fasia dan kulit


Pemendekan dari jaringan parut (fibrous contracture) pada kulit akibat luka bakar berat

Dupuytrens contracture dari aponeurosis palmar, mengakibatkan terbatasnya mobilitas sendi yang menghasilkan deformitas pada sendi didekatnya.

8. Pengaruh tekanan dari luar


Tekanan yang berulang pada sendi, akibatnya ligament-ligament pada sisi konveks dari deformitas tersebut menjadi longgar, sedangkan ligament pada sisi konkavnya menjadi kontraksi. Akhirnya terjadi deformitas pada sendi tersebut menjadi permanen/menetap Contoh:
Hallux Valgus yang mengakibatkan bengkak pada persendian ibu jari kaki.

Pemakaian sepatu dengan ujung yang runcing pada pria atau wanita

9. Deformitas sendi yang tidak diketahui penyebabnya (idiopatik)


Deformitas pada curvatura lateral tulang belang (skoliosis) yg mengakibatkan deformitas skunder dan kontraktur jaringan lunak. Penyebab skoliosis blm diketahui sampai skrg