Anda di halaman 1dari 58

PLANET BUMI

Bagaimana Bentuk dan Ukuran Bumi ???

Sejak jaman Pythagoras (500 SM) bentuk umum Bumi dikenal Bulat. Claudius Ptolemy mengumpulkan data pengamatan ekstensif menunjukkan Bumi berbentuk Bola

Fakta yang menunjukkan Bumi Bulat


Ketika kita malihat kedatangan kapal dari maka yang mula-mula terlihat adalah hanya puncak layarnya.

Gambaran Kapal Laut Mengarugi lautan di permukaan Bumi

Eratosthenes (276-194 SM) melakukan pengamatan untuk menentukan keliling Bumi.

Metode pengamatannya adalah dengan cara membandingkan bayang-bayang tongkat yang terjadi di suatu tempat (kota) dengan yang terjadi di kota lain pada saat yang bersamaan, dimana pada kota lain tersebut kedudukan matahari sedang tepat di atas kepala. Dengan mengetahui sudut zenith matahari, yaitu sudut yang dibentuk antara sinar matahari dengan vertikal, maka keliling Bumi dapat diperkirakan.

Erastosthenes menentukan bahwa pada siang hari terpanjang pada musim panas matahari tepat berada di atas kepala pada tengah hari di kota Syne (Aswan) Mesir. Pada hari yang sama pada tengah hari sebuah tiang ditancapkan di kota Alexandria, dan menghasilkan bayangan tongkat pada tanah yang panjangnya membuat sudut zenith sebesar 7o, atau setara dengan 1/50 lingkaran (1 lingkaran penuh 360o). Perhatikan gambar berikut !

Kutub Utara Tongkat

Sinar Matahari
Bayang-bayang Kota Alexandria

Kota Syene (Aswan) Pusat Bumi

Equator

Jarak Alexandria dan Aswan = 925 km (5000 stadia)

Jarak antara Syne dan alexandria adala 925 km. Dengan demikian Erastosthenes menghitung keliling Bumi sbb: Kll = 50 x 925 km = 46.000 km Jari-jari Bumi dapat dengan mudah ditentukan dari keliling ini, yaitu : r = 7324,8 km Hasil ini cukup baik, sebagai perkiraan. Selisihnya adalah lebih tinggi sekitar 15 % dari nilai yang diakui sekarang.

Menurut IUGG (the International Union of Geodesy ang Geophysics) :

Jari-jari kutub = 6357 km Jari-jari ekuator = 6378 km Jari-jari rata-rata = 6371 km


Jari-jari kutub dan ekuator tidak sama, lebih panjang jari-jari ekuator, sehingga bentuk Bumi tidak bulat melainkan elipsoid (dempak). Ini terjadi akibat Bumi berotasi dari Barat ke Timur.

Beda Re dan Rk = 21 km

Rk = 6357 km

Re = 6378 km

Rk = jari-jari kutub Re = jari-jari ekuator

Bagaimana hal ini bisa terjadi ???

Bumi Berotasi pada porosnya dengan periode 24 jam

Pada permainan untan-anting ada gaya ke arah luar (sentrifugal) ketika untang-anting berputar

Besar gaya sentrifugal pada suatu titik sebanding dengan jarak titik terhadap sumbu rotasi.

Fsf Fsf

Fsf

Bagian ekuator mengalami gaya sentrifugal paling besar dan mengecil gaya tersebut ke arah lintang yang lebih tinggi.

Efeknya Bumi berbentuk Elipsoid (Dempak)

Berapa Umur Bumi ????

(menentukan umur Bumi)

Umur Bumi dapat ditentukan dengan mekanisme peluruhan unsur radioaktif yang terdapat di Bumi. Suatu unsur Radioaktif dapat secara spontan berubah (bertransformasi) menjadi unsur lain dengan memancarkan (meradiasikan) partikel-partikel (alpha) atau (beta) atau (gamma). Transformasi ini terjadi dalam inti atom sehingga bergantung pada sifat-sifat inti.

Peluruhan (decay) isotop radioaktif mengakibatkan unsur tersebut berubah menjadi unsur lain, dan jika unsur ini juga bersifat radioaktif, maka akan meluruh pula menghasilkan unsur lain lagi. Rantai radioaktif akan berakhir dengan isotop stabil (non radioaktif) yang tidak meluruh. Isotop radioaktif asal (original) disebut induk (parent) sedangkan isotop dalam deretan peluruhan radioaktif disebut puteri (daughter).

Setiap isotop radioaktif meluruh dengan kecepatan konstan dan biasanya dinyatakan dengan istilah waktu paro (half time) yaitu waktu yang dibutuhkan agar separo (1/2) massa isotop radioaktif hilang karena peluruhan.

Waktu Paro Isotop Radioaktif Utama di Bumi

Induk (Parent)

Putri (Daugh) Stabil Timah 206 (Pb206)

Waktu paro (milyar tahun) 4,5

Uranium 238 (U238)

Uranium 235 (U235)


Thorium 232 (Th232) Rubidium 87 (Rb87) Potasium 40 (K40)

Timah 207 (Pb207)


Timah 208 (Pb208) Strontium (Sr87) Argon 40 (A40)

0,7
15,0 60,0 1,3

Umur suatu batuan (rock) dapat ditentukan dengan mengukur besaran relatif dari isotop induk dan puteri yang dihasilkannya. Hasilnya dinyatakan dengan perbandingan isotop yaitu perbandingan dari besaran isotop induk yang masih tinggal. Perbandingan ini bertambah besar seiring bertambahnya umur batuan. Dari perbandingan isotop dan waktu paro yang diketahui, maka umur batuan dapat ditentukan.

Misalkan perbandingan argon 40 (A40) dengan Potasium 40 (K40) dalam batuan adalah 1, maka umur batuan adalah 1,3 milyar tahun dengan anggapan bahwa tidak ada argon yang hilang. Pada tabel apat dilihat bahwa waktu paro potasium 40 (K40) adalah 1,3 milyar tahun artinya untuk mentrasformasikan separo massa potasium menjadi argon dibutuhkan waktu 1,3 milyar tahun. Jadi pada akhir waktu paro (1,3 milyar tahun) jumlah Potasium dan argon dalam batuan akan sama, atau A40/K40 =1

K40
1,3 milyar tahun

K40
1,3 milyar tahun

A40

Rasio A40/K40 = 0,5/0,5 =1

K40
1,3 milyar tahun

A40

A40

A40

Rasio A40/K40 = 0,75/0,25 =3

K40 A40 A40 A40 A40 A40 A40 A40

Rasio A40/K40 = 0,875/0,125 =7

Pada akhir massa dua kali waktu paro, maka separo potasium meluruh lagi menjadi argon, dan rasio A40/K40 menjadi 3/1 = 3. Setelah tiga kali waktu paro maka rasio Ar40 dan K40 adalah 7.

Umur Bumi diyakini lebih tua dari umur batuan, dari hasil analisis jumlah berbagai isotop Timah (Pb) di Bumi maka umur Bumi diperkirakan 4,5 milyar tahun.

EFEK GERAK EDAR BUMI (ROTASI DAN REVOLUSI BUMI)

bumi berotasi pd sumbunya

Bola langit melakukan gerak semu, yg arahnya berlawanan dgn arah gerak rotasi bumi

Gerak Harian - dari timur ke barat. - periodanya 24 jam. - sejajar ekuator langit.

Di ekuator, lintasan harian benda-benda langit akan tampak vertikal.


Di kutub akan tampak mendatar. Dan di tempat lain akan tampak miring terhadap bidang horison. Besarnya sudut kemiringan bergantung pada lintang pengamat.

Pengaruh rotasi Bumi Peredaran semu harian benda langit, dari timur ke barat disebabkan oleh rotasi Bumi dari arah barat ke timur. Pergantian siang dan malam. Belahan Bumi yang terkena sinar Matahari mengalami siang dan sebaliknya. Perbedaan waktu. Tempat-tempat yang berbeda bujur 10 akan berbeda waktu 4 menit.

Pengaruh rotasi Bumi

Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi. Akibat rotasi Bumi, bentuk Bumi akan elipsoida, memampat di kedua kutubnya dan menggelembung di khatulistiwa. Jadi, jika kita bergerak dari khatulistiwa menuju kutub, maka percepatan gravitasi makin besar. Pembelokan arah angin. Efek gaya Coriolis yang timbul karena rotasi Bumi mengakibatkan pembelokan arah angin. Di belahan Bumi utara, angin membelok ke kanan dan di belahan Bumi selatan angin membelok ke kiri. Gaya Coriolis timbul akibat efek dua gerakan yaitu rotasi Bumi dan gerakan benda relatif terhadap permukaan Bumi. Pembelokan arus laut. Karena arus-arus permukaan laut disebabkanoleh angin,maka arus laut dipaksa membelok ke kanan di laut-laut belahan Bumi utara dan ke kiri di laut-laut belahan Bumi selatan

berevolusi

bumi

Bola langit melakukan gerak semu, yang arahnya berlawanan dengan arah gerak revolusi bumi

Gerak tahunan - dari timur ke barat. - periodanya 1 tahun. - ekliptika membentuk sudut 23,5o thdp ekuator.

lintasan matahari mengalami pergeseran sepanjang lingkaran ekliptika, secara periodik selama setahun.
equinox: vernal equinox (titik musim semi) disebut juga titik Aries , dan autumn equinox (titik musim gugur). Soltice: Summer Soltice (titik balik utara) dan winter soltice (titik balik selatan

Pengaruh Revolusi Bumi


Gerak semu tahunan Matahari. Perubahan lamanya siang dan malam. Pergantian musim. Terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan.

Gerak Tahunan

Gerak Tahunan

Gerak Tahunan Matahari Pada Bola Langit


KLU

23 Sep

Summer Solstice 22 Juni 23,50

y
Winter Solstice 21 Mar

Ekuator langit

22 Des

Ekliptika

KLS

Gerak Tahunan Matahari


Utara 30 20 10 0 21 Mar 10 20 22 Des 30 Selatan 23 Sep 22 Jun

21 Mar

Gerak Tahunan Matahari


Utara 30 20 10 0 21 Mar 10 20 22 Des 30 Selatan 23 Sep 22 Jun

21 Mar

Gerak Tahunan Matahari


Utara 30 20 10 0 21 Mar 10 20 30 Selatan 23 Sep

Surplus Matahari

22 Jun

Defisist Matahari

Surplus Matahari

21 Mar

Surplus Matahari

Defisit Matahari

22 Des Surplus

Matahari

Matahari terbit tepat di titik Timur sekitar tanggal 21 Maret dan 23 September. Titik terbit Matahari menyimpang paling jauh ke utara adalah sekitar tanggal 22 Juni dan paling jauh ke selatan sekitar tanggal 22 Desember. Pergeseran lintasan Matahari terjadi karena kombinasi dari efek rotasi Bumi dan revolusi Bumi, serta kemiringan sumbu rotasi terhadap sumbu revolusi Bumi sebesar 23,50. Sehingga dari Bumi, Matahari tampak bergeser 6 bulan ke belahan langit utara dan 6 bulan ke belahan langit selatan.

Gerak semu matahari mempengaruhi lamanya siang hari dan lamanya insolasi. Di ekuator, lamanya siang dan malam hari sama yaitu 12 jam, sedangkan di daerah kutub, 6 bulan siang dan 6 bulan berikutnya malam. Pada tempat-tempat di lintang lain, lamanya siang dan malam hari tidak sama, seperti ditunjukkan pada Tabel 1.

Lintang tempat 0o (ekuator) 17o 41o 49o 63o 66o30

Lamanya siang hari 12 jam 13 jam 15 jam 16 jam 20 jam 24 jam

67o21
69o51 78o11 90o (kutub)

1 bulan
2 bulan 4 bulan 6 bulan

Gerak semu ini mempengaruhi musim? Musim terjadi apabila ? Salah satu parameter iklim/cuaca bernilai ekstrim

Apa parameter iklim ?


Temperatur, Kelembapan, curah hujan, awan, angin dll.

Di bumi terdapat empat jenis musim, yaitu : (Tjasyono, 2006).

Musim dingin, di belahan bumi bagian utara terjadi pada bulan Desember , Januari, dan Februari. Sedangkan di belahan bumi bagian selatan terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus Musim semi, di belahan bumi bagian utara terjadi pada bulan Maret, April, dan Mei. Sedangkan di belahan bumi bagian selatan terjadi pada bulan September, Oktober, dan November. Musim panas, di belahan bumi bagian utara terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus. Serdangkan di belahan bumi bagian selatan terjadi pada bulan Desember, Januari, dan Februari Musim gugur, di belahan bumi bagian utara terjadi pada bulan September, Oktober, dan November. Sedangkan di belahan bumi bagian selatan terjadi pada bulan Maret, April, dan Mei.

Mengapa di Indonesia tidak terjadi Musim Dingin dan Musim Panas ?

Jawab : Karena variasi temperatur sepanjang tahun sangat kecil, di Indonesia tidak lazim disebut musim panas dan musim dingin

Tabel Suhu

Posisi Indonesia Berada di khatulistiwa (sekitar equator) jadi sepanjang tahun menerima sinar matahari hampir sama banyak (selalu surplus).

Dengan demikian variasi temperatur sepanjang tahun sangat kecil, di Indonesia tidak lazim disebut musim panas dan musim dingin.

Di Indonesia lebih lazim disebut musim kering dan musim basah atau disebut musim kemarau dan musim hujan, karena variasi musiman curah hujan sangat besar. Musim yang terdapat di Indonesia adalah musim hujan yang biasa terjadi pada bulan-bulan Desember, Januari, dan Februari; musim pancaroba ke satu yang terjadi pada bulan-bilan Maret, April, dan Mei; musim kemarau yang terjadi pada bulan-bulan Juni, Juli, dan Agustus; dan musim pancaroba ke dua yang terjadi pada bulan-bulan September, Oktober, dan November.

Apa ukuran suatu musim disebut musim hujan (basah) dan disebut musim kemarau (kering) ?

Jawab : Curah hujan rata-rata dalam waktu tertentu

Tabel Curah Hujan

Musim hujan mulai jika dalam satu dekad (Dasa harian = 10 harian)
R 50 mm Musim kemarau mulai jika dalam satu dekad (10 harian) R < 50 mm

R = Curah Hujan

Dua kali dalam satu tahun kedudukan matahari tepat di ekuator. Kedudukan Matahari pada ekuator disebut Ekinoks. Ekinoks terjadi dua kali selama periode revolusi bumi (1 tahun), yaitu pada tanggal 21 Maret yang disebut ekinoks musim semi dan pada tanggal 23 September yang disebut ekinoks musim gugur. Sinar Matahari pada jam 12.00 (tengah hari) tepat berada di atas ekuator. Oleh karena itu sinar Matahari menyinggung kedua kutub (klutub utara dan selatan), dan dengan demikian maka lingkaran terang (penyinaran) juga melalui kedua kutub tersebut. Akibatnya di seluruh Bumi lamanya siang hari dan malam hari menjadi sama, yaitu masing-masing 12 jam.

Pada saat ekinoks, energi Matahari yang diterima di daerah ekuator bernilai maksimum. Besar energi Matahari berkurang ketika kita bergerak dari ekuator ke arah kutub, dan pas di kutub, besar energi matahari menjadi nol. Posisi ekinoks Matahari (21 Maret dan 23 September) KU
66,5o 23,5o

0o

23,5o

66,5o

KS

Ekinoks disebut hari kulminasi (orang pontianak) atau posisi tertinggi matahari. Pada jam 12 pada tempattempat yang terletak di garis ekuator, tidak ada bayang-bayang benda (matahari tepat di atas kepala).

Dua kali dalam setahun kedudukan Matahari berada pada titik balik gerak semunya (terjauh dari ekuator). Kedudukan Matahari berada pada titik balik yang disebut Solstis. Solstis terjadi dua kali selama periode revolusi Bumi, yaitu posisi 23,5o LU yang terjadi pada tanggal 22 Juni dan disebut solstis musim panas belahan bumi utara, dan posisi 23,5o LS yang terjadi pada tanggal 22 Desember dan disebut solistis musim dingin untuk belahan Bumi bagian utara.

Solistis musim panas belahan bumi utara tanggal 22 Juni mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : (Tjasyono, 2006). kutub utara condong 23,5o ke Matahari Sinar Matahari jam 12.00 vertikal pada 23,5oLU Di belahan bumi bagian utara, sinar Matahari menyinggung 66,5oLU setelah melewati kutub utara. Di belahan bumi bagian selatan, sinar matahari tidak menyinggung kutub selatan tetapi berakhir pada 66,5oLS. Lingkaran terang tidak membagi lintang sama besar, kecuali pada ekuator, sehingga lamanya siang tidak sama dengan malam hari kecuali pada ekuator. Belahan Bumi bagian utara lebih luas mengarah ke arah Matahari daripada belahan Bumi bagian selatan, sehingga siang hari lebih lama di belahan Bumi utara. Daerah 66,5o sampai 90oLU siang hari mencapai 6 bulan.

Solistis musim panas bumi utara. (22 juni)


KS

66,5o

23,5o

0o KU 23,5o

66,5o

Solistis musim dingin tanggal 22 Desenber mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : (Tjasyono, 2006). Kutub selatan condong 23,5o ke Matahari Sinar Matahari jam 12.00 vertikal pada 23,5oLS Di belahan bumi bagian selatan, sinar Matahari menyinggung 66,5oLS sehingga ada cahaya, sedangkan pada 66,5oLU tidak ada cahaya. Daerah 66,5o sampai 90o LU, malamnya sampai 6 bulan. Lingkaran terang tidak membagi lintang sama besar, kecuali pada ekuator, sehingga lamanya siang tidak sama dengan malam hari kecuali pada ekuator. Luas belahan Bumi bagian utara lebih kecil mengarah ke arah Matahari daripada belahan Bumi bagian selatan, sehingga malam hari lenih lama di belahan bumi utara. Pada tanggal 22 Desember, di belahan Bumi bagian utara tempertur menjadi rendah, sehingga terjadi solistis musim dingin.

Solstis musim dingin di belahan bumi utara (22 Desember)


KU

66,5o

23,5o

0o KS 23,5o

66,5o