Anda di halaman 1dari 45

Perubahan Iklim

Iklim cenderung berubah oleh ulah dan aktivitas manusia, seperti urbanisasi, deforestasi, industrialisasi, dan oleh aktivitas alam seperti pergeseran kontinen, letusan gunung api, perubahan orbit Bumi terhadap matahari, noda matahari dan peristiwa El Nino.

Pengertian perubahan iklim menurut berbagai sumber : a. Menurut UU No. 31 Tahun 2009 : Perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global serta perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan

Pengertian perubahan iklim menurut berbagai sumber :


b. Menurut pemahaman petani: Perubahan iklim adalah terjadinya musim hujan dan musim kemarau yang sering tidak menentu sehingga dapat mengganggu kebiasaan petani (pola tanam) dan mengancam hasil panen. c. Menurut pemahaman nelayan : Perubahan iklim adalah susahnya membaca tanda-tanda alam (angin, suhu, astronomi, biota, dan arus laut) karena terjadi perubahan dari kebiasaan sehari-hari sehingga nelayan sulit memprediksi daerah, waktu dan jenis tangkapan.

Pengertian perubahan iklim menurut berbagai sumber :


d. Menurut pemahaman masyarakat umum : Perubahan iklim adalah ketidakteraturan musim.

Pengertian perubahan iklim :


Perubahan iklim adalah berubahnya pola dan intensitas unsur iklim pada periode waktu yang dapat dibandingkan (biasanya terhadap rata-rata 30 tahun). Perubahan iklim dapat merupakan suatu perubahan dalam kondisi cuaca rata-rata atau perubahan dalam distribusi kejadian cuaca terhadap kondisi rata-ratanya

Skema perubahan iklim :


Aktivitas manusia : o Pembakaran bahan bakar fosil o Aktivitas Pertanian o Perubahan lahan Proses penyebab perubahan iklim : o Gas rumah kaca (CO2, CH4, N2O) o Aerosol o Siklus karbon yang terganggu Perubahan utama iklim: o Peningkatan suhu global (global warming) o Pencairan lapisan es o Perubahan pola hujan o Kenaikan muka laut dan perubahan sirkulasi laut

Interferensi

Dampak Positif Negatif

Mitigasi

Respon

Adaptasi

Respon Terhadap perubahan Iklim


1. Adaptasi 2. Mitigasi

Adaptasi
Upaya untuk mengatasi dampak perubahan iklim sehingga mengurangi dampak negatif dan mengambil manfaat positifnya.

Pengertian lain : upaya untuk mengelola hal yang tidak dapat dihindari

Mitigasi
Upaya untuk mengatasi penyebab perubahan iklim melalui kegiatan yang dapat menurunkan emisi atau meningkatkan penyerapan GRK.

Pengertian lain : upaya untuk menghindari hal yang tidak dapat dikelola.

Teori Perubahan Iklim

Teori Perubahan Iklim


Perubahan iklim baru dapat diketahui setelah periode waktu yang panjang (puluhan tahun), beberapa ahli klimatologi menggunakan istilah kecenderungan iklim (climatic trend).

Teori Perubahan Iklim


Ada beberapa teori yang perubahan iklim, diantaranya : 1. Teori Geologi 2. Teori Astronomi 3. Teori Karbondioksida menjelaskan

Teori Geologi

1. Teori Hanyutan Benua 2. Teori Gunung api

Teori Geologi
1. Teori Hanyutan Benua (the continental drift theory)

Teori ini mengemukakan bahwa kerak Bumi terdiri atas lempeng yang dapat saling bergeser. Karena pergeseran ini Bumi menjadi lempengan yang terpisah, seperti lempeng Pasifik, Lempeng Amerika, Lempeng Nazca, Lempeng Antartika, dan lempeng Cocos, dsb. Karena terjadi pemisahan daratan menjadi beberapa benua oleh lautan, maka terjadi perubahan energi dan kelembapan udara di berbagai tempat yang mengakibatkan perubahan iklim

Teori Geologi
1. Teori Hanyutan Benua

Teori Geologi
2. Teori Gunung Api (vulcanism theory)

Teori ini mengemukakan bahwa letusan gunung api menginjeksikan partikel debu ke dalam lapisan atmosfer terutama ke lapisan troposfer atas dan stratosfer yang dapat menghamburkan radiasi matahari yang menuju Bumi. Di Stratosfer partikel debu yang sangat kecil melayang-layang sehingga menghambat masuknya radiasi matahari ke permukaan Bumiyang menyebabkan suhu permukaan Bumi turun.

Perubahan suhu atmosfer setelah letusan Gunung Agung Bali 1963


oC

8 6

4
2 0 -2 1961

1962

1963

1964

1965

1966

1967

Diamati pada Ketinggian 15 km

Perubahan suhu atmosfer setelah letusan Gunung Agung Bali 1963


oC

8 6

4
2 0 -2 1961

1962

1963

1964

1965

1966

1967

Diamati pada Ketinggian 20 km (Stratosfer)

Perubahan suhu atmosfer setelah letusan Gunung Agung Bali 1963


oC

0.8 0.4 0 -0.4 -0.8 1958

1960

1962

1964

1966

1968

1970

1972

1967

Diamati pada Permukaan

Teori Astronomi 1. Teori Perubahan Orbit Bumi dan Sudut Sumbu Bumi 2. Teori Noda Matahari

Teori Astronomi
1. Teori Perubahan Orbit Bumi dan Sudut Sumbu Bumi Teori ini mengemukakan bahwa perubahan orbit Bumi mengelilingi Matahari dari bentuk lingkaran ke bentuk elip memerlukan waktu sekitar 105.000 tahun. Pada waktu orbit Bumi berbentuk lingkaran, radiasi Matahari 20 30% lebih besar dibandingkan dengan yang diterima Bumi pada saat kedudukan Bumi terjauh dari orbit elip (uphelion). Perubahan radiasi matahari yang diterima permukaan Bumi dapat menyebabkan perubahan iklim.

Teori Astronomi
2. Teori Noda matahari (Sunspot)
Teori Noda Matahari menyatakan bahwa Matahari adalah bola gas yang menyala. Apinya menimbulkan ledakan di permukaan Matahari yang berkaitan dengan suhu Matahari. Pada permukaan Matahari, bagian yang lebih terang memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian yang lebih gelap. Suhu tertinggi sekitar 6000 K dan terendah 4000 K. Bagian gelap yang bersuhu rendah disebut Noda Mataari (Sunspot). Banyaknya Noda matahari berubah secara periodik ada yang 11 tahunan, 22 tahunan (siklus Hale), dan 80 tahunan (Siklus Gleisberg). Perubahan Noda Matahari menimbulkan perubahan medan magnet Bumi dan perubahan sistem peredaran atmosfer, yang pada gilirannya dapat mengubah iklim.

Teori Karbondioksida
Teori ini menyatakan bahwa Karbondioksida (CO2) merupakan bentuk karbon yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang sempurna. Sebenarnya CO2 tidak beracun, tetapi CO2 dapat menyerap radiasi gelombang panjang (radiasi Bumi) pada panjang gelombang 4 sampai 5 mikron dan di atas 14 mikron terutama pada spektrum yang terletak antara 12 dan 18 mikron. Penyerapan ini akan meningkatkan suhu Bumi. Jika konsentrasi CO2 di atmosfer makin meningkat maka suhu Bumi juga akan meningkat secara lebih cepat. Peningkatan suhu Bumi dalam jangka waktu yang panjang tentu akan menyebabkan perubahan iklim. Karena sifatnya yang demikian, CO2 disebut gas rumah kaca.

Dampak Aktivitas Manusia pada Iklim

Aktivitas manusia dan iklim


Peningkatan jumlah penduduk pembangunan dan perkembangan kota, pertumbuhan industri kepadatan lalu lintas, deforestasi, dan lain-lain telah banyak menarik perhatian dalam masalah perubahan iklim. Perkembangan kota telah menyebabkan lapisan atmosfer di atasnya menjadi tercemar oleh partikel debu atau asap kendaraan bermotor dan pembakaran domestik. Partikel in akan naik konsentrasinya pada musim kemarau dan menurun pada musim hujan.

Aktivitas manusia dan iklim


Efeknya di kota akan terbentuk pulau panas (heat island) yang dibatasi oleh isoterm tertutup yang memisahkan kota dari medan suhu pada umumnya. Munculnya pulau panas ini mencerminkan perubahan total iklim mikro akibat perubahan wajah kota oleh aktivitas dan ulah manusia

Kenaikan suhu di Jepang 1936 - 1965


Pembangunan Cepat Kota Kenaikan Suhu (oC/Tahun) Tokyo 0,032 Osaka 0,029 kyoto 0,032 Pembangunan Lambat Kota Kenaikan Suhu (oC/Tahun) Nemuro 0,005 Tyoski 0,011 Hikore 0,020

Kota Bandung : 0,02 0,03oC/Thn

Beda Suhu pada hari kerja dan hari libur di kota Paris
Hari Minggu Senin - Jumat Sabtu Suhu Udara (oC) 0,6 1,1 1,0

Minggu sepi (libur) Senin Jumat ramai : kantor buka, restoran buka, pasar buka, Kampus buka dll. Sabtu agak sepi : sebagian restoran buka, pasar buka, kampus libur.

Suhu (oC) 16 15 14 13 12

Kecenderungan Suhu Tahunan jangka panjang di Tokyo (Fukui 1970)

20

30

40

50

60

Tahun

Isoterm Tahunan (oC) di Paris (Dettwiller, 1970)


Cormeiles Le Bourget 10,7 11 11,5 12 St. Jacques (12,3) Observatory (11,6) Montsouris (11,6) St. Maur (11,5)

Trappes (10,7)

orly (10,9)

Melun (10,6)

Siklon Tropis

Siklon Tropis

Siklon Tropis

Siklon Tropis

Pelenyapan Sulfat dan Nitrat di Atmosfer


1. Pelenyapan Nitrat dan sulfat akibat berperan sebagai inti kondensasi awan dan turun ke muka bumi dalam proses hujan asam. 2. Penyapuan sulfat dan nitrat akibat terlarut oleh air hujan biasa dan turun juga sebagai hujan asam.

Sulfat dan Nitrat sebagai inti kondensasi awan

Hujan Asam

NaCl sebagai inti kondensasi awan

Hujan biasa

Hujan Asam

Siklon Tropis

Kenaikan suhu di Jepang 1936 - 1965


Pembangunan Cepat Kota Kenaikan Suhu (oC/Tahun) Tokyo 0,032 Osaka 0,029 kyoto 0,032 Pembangunan Lambat Kota Kenaikan Suhu (oC/Tahun) Nemuro 0,005 Tyoski 0,011 Hikore 0,020

Kota Bandung : 0,02 0,03oC/Thn

Beda Suhu pada hari kerja dan hari libur di kota Paris
Hari Minggu Senin - Jumat Sabtu Suhu Udara (oC) 0,6 1,1 1,0

Minggu sepi (libur) Senin Jumat ramai : kantor buka, restoran buka, pasar buka, Kampus buka dll. Sabtu agak sepi : sebagian restoran buka, pasar buka, kampus libur.

Suhu (oC) 16 15 14 13 12

Kecenderungan Suhu Tahunan jangka panjang di Tokyo (Fukui 1970)

20

30

40

50

60

Tahun

Isoterm Tahunan (oC) di Paris (Dettwiller, 1970)


Cormeiles Le Bourget 10,7 11 11,5 12 St. Jacques (12,3) Observatory (11,6) Montsouris (11,6) St. Maur (11,5)

Trappes (10,7)

orly (10,9)

Melun (10,6)

Siklon Tropis