Anda di halaman 1dari 9

HYPNOLEARNING Rahasia Membuat Belajar Apa Saja Jadi Mudah

Posted on Februari 22, 2013 by Silvandrie

Sebelum kamu mulai memahami Rahasia Membuat Belajar Apa Saja Jadi Mudah, Saya minta kamu untuk menarik napas dalam dan perlahan melalui hidung, kemudian keluarkan lewat mulut (lakukan 3x). dan katakan dalam hati Saya Siap Mengetahui Rahasia Membuat Belajar Apa Saja Jadi Mudah.

OK. Sudah kamu lakukan? Jika belum, STOP disini. Lakukan dulu sebelum kamu lanjutkan membaca. Jika sudah, Bagus..Lanjutkan membaca tulisan ini.

Rahasia Membuat Belajar Apa Saja Jadi Mudah Ada 4 (empat) Rahasia Membuat Belajar Apa Saja Jadi Mudah: 1. Mindset Pembelajar 2. Optimum Learning State (Kondisi Belajar Optimal) 3. Effective Personal Learning Style (Gaya Belajar Personal yang Efektif)

4. 3 (three) Steps Learning Process (3 langkah Proses Belajar) 1. Mindset Pembelajar Mindset adalah sekumpulan kepercayaan atau keyakinan yang menentukan sikap dan perilaku seseorang. Dari defenisi diatas jelas bahwa mindset terbentuk dari kepercayaan (belief), dengan demikian jika kita ingin mengubah mindset kita, kita harus mengubah belief kita. Secara sederhana belief diartikan sebagai segala sesuatu yang diyakini benar. Walaupun belief bukanlah kebenaran yang sesunggunhnya. Belief adalah kebenaran internal kita. Ungkapan yang sangat terkenal mengatakan Apakah Kamu meyakini kamu BISA, atau kamu meyakini kamu TIDAK BISA, Kamu Benar ! Belief atau keyakinan bisa menjadi pendorong positif bagi kehidupan seseorang, namun juga bisa menjadi penghambat. Keyakinan yang menghambat disebut Limiting Belief. Kebanyakan orang yakin belajar adalah hal yang sulit ditingkatkan. Mereka percaya bahwa sangat mungkin bagi mereka untuk membaca lebih cepat, mendengar/menyimak lebih hati-hati dan belajar lebih efektif. Tetapi, mereka juga sangat meyakini bahwa belajar adalah kemampuan yang dibawa sejak lahir, kemampuan belajar adalah bakat seseorang. Sejak kecil sering kali belajar menjadi momok atau sesuatu yang menakutkan, mengerikan, suatu hal yang berat dan membuat sakit kepala. Setiap kali dihadapkan pada proses belajar, mereka mulai memprogram diri mereka untuk stress dan gagal. Persepsi negatif tentang belajar itu diulang-ulang dalam pikiran mereka hingga menjadi keyakinan dalam diri mereka (baca:limiting belief) yang akhirnya berdampak pada sikap dan perilaku mereka untuk belajar. Pernyataan-pernyataan negatif tentang belajar seperti: Belajar itu membosankan, Saya bukan pembelajar yang baik, Saya benci matematika dan lain-lain, yang terus diulang-ulang dalam pikiran merupakan proses self hypnosis atau menghipnosis diri sendiri yang sangat kuat. Pernyataan-pernyataan ini tertanam dalam pikiran bawah sadar dan menjadi suatu keyakinan (belief) sehingga hal itu menjadi suatu kebenaran internal mereka dan akhirnya menumbuhkan kekhawatiran dalam diri sehingga ketika dihadapkan dengan kondisi belajar , diri mereka secara otomatis menutup potensi positif yang dimiliki. Tak heran, hasil belajar yang positif pun sulit dicapai.

Untuk mengubah hasil belajar dari negatif menjadi positif, Kamu harus memprogram ulang pikiran kamu dengan pesan-pesan positif tentang kemampuan kamu sebagai seorang pembelajar. Caranya dengan mengubah self talk kamu yang tadinya negatif menjadi positif seperti: Belajar itu membosankan ganti ucapan itu dengan Belajar itu menyenangkan. Saya bukan pembelajar yang baik ganti dengan Saya adalah pembelajar yang hebat dll. Untuk memprogram ulang pikiran berarti kamu harus mengubah belief kamu tentang belajar. Dalam NLP ada cara yang sangat mudah untuk mengubah belief. Cara ini disebut Change Belief. Caranya: A = Limiting belief (Belajar B.Inggris sulit, saya bukan pembelajar yang baik, dll) B = Hal yang menggelikan,lucu. C = Strong belief 1. Pikirkan lagi secara nyata limiting belief kamu, Apa yang muncul? Apakah gambarnya berwarna atau hitam putih? Seperti film atau seperti melihat foto? Bagaimana ukurannya? Apakah ada suaranya? Bagaimana suara itu muncul? Suaranya tinggi atau rendah? Mono atau stereo? Bagaimana perasaan Anda sekarang saat memikirkaannya secara nyata? Persisnya dimana letak Limiting belief itu? Didepan Anda? Belakang? Kiri? Kanan? Atas? Bawah. Simpan dan ingat baik-baik gambaran, suara, perasaan dan letak yang membentuk limiting belief ini. Break state (kamu bisa menghitung kancing baju atau mengalihkan perhatian ke hal lain). 2. Pikirkan lagi secara nyata belief yang menggeli kan kamu. Belief yang dulu sangat Kamu yakini, tapi sekarang sudah kamu buang karena kamu anggap tidak masuk akal, konyol dan menggelikan., Apa yang muncul? Apakah gambarnya berwarna atau hitam putih? Seperti film atau seperti melihat foto? Bagaimana ukurannya?

Apakah ada suaranya? Bagaimana suara itu muncul? Suaranya tinggi atau rendah? Mono atau stereo? Bagaimana perasaan Anda sekarang saat memikirkaannya secara nyata? Persisnya dimana letak Limiting belief itu? Didepan Anda? Belakang? Kiri? Kanan? Atas? Bawah. Simpan dan ingat baik-baik gambaran, suara, perasaan dan letak yang membentuk belief ini. Break state (kamu bisa menghitung kancing baju atau mengalihkan perhatian ke hal lain). 3. Pikirkan lagi secara nyata strong belief kamu, Apa yang muncul? Apakah gambarnya berwarna atau hitam putih? Seperti film atau seperti melihat foto? Bagaimana ukurannya? Apakah ada suaranya? Bagaimana suara itu muncul? Suaranya tinggi atau rendah? Mono atau stereo? Bagaimana perasaan Anda sekarang saat memikirkaannya secara nyata? Persisnya dimana letak Limiting belief itu? Didepan Anda? Belakang? Kiri? Kanan? Atas? Bawah. Simpan dan ingat baik-baik gambaran, suara, perasaan dan letak yang membentuk strong belief ini. Break state (kamu bisa menghitung kancing baju atau mengalihkan perhatian ke hal lain). 4. Kuncinya adalah: Dengan cepat merekayasa belief A (Limiting Belief) dengan memindahkannya ke posisi belief B (yang menggelikan) dengan memperhatikan dan mengganti semua elemen pembentuk belief A menjadi seperti elemen pembentuk belief B. Misalnya, apabila Belief A letaknya berada di sebelah kanan dan belief B berada di sebelah kiri, maka pindahkan dengan cepat letak belief A ke kiri, dan ubah semua elemen pembentuknya menjadi seperti pembentuk belief B. Agar proses ini efektif, lakukan dengan sangat cepat. 5. Kemudian, dengan cepat merekayasa belief C (Strong belief) dengan memindahkannya ke posisi belief A (limiting belief) yang asli. Agar proses ini efektif, lakukan dengan sangat cepat.

Dan setelah Anda membaca tulisan ini, Anda semakin menyadari bahwa Anda semakin mampu membuat belajar itu mudah dan menyenangkan. 2. Optimum Learning State Berbicara tentang belajar tentu saja berbicara tentang cara kerja otak. Untuk itu, kita perlu memahami gelombang otak yang bekerja. Pada umumnya gelombang otak digolongkan menjadi 4 (empat) gelombang dari yang paling lambat hingga yang paling cepat: Gelombang Delta (1-3 CPS) : tidur lelap tanpa mimpi. Gelombang Theta (4-7 CPS) : emosi yang kuat/konsentrasi, tidur dengan mimpi Gelombang Alpha (8-12 CPS) : relaksasi dan meditasi Gelombang Beta (18-40 CPS) : keadaan sadar Kita dapat belajar secara optimal ketika kita bisa masuk dalam kondisi gelombang otak theta. Kondisi theta tidak bisa dimunculkan secara sadar, tetapi dengan kondisi relaksasi yang mendalam. Gelombang theta diasosiasikan dengan Optimum Learning State/OLS (kondisi belajar optimal) sedangkan gelombang alfa diasosiasikan relaksasi yang mendalam, dimana keduanya berdampingan, hanya dipisahkan 1 (satu) cycle per second (CPS). Bagaimana cara masuk dalam kondisi OLS setiap saat dibutuhkan? 1. Menarik napas dalam-dalam untuk menciptakan OLS 2. Menggunakan relaksasi untuk memperdalam OLS 3. Menggunakan penguatan untuk mengunci diri dalam OLS Bernafas memiliki pengaruh yang kuat dalam pikiran kita karena: Bernapas menambah banyaknya oksigen yang tersedia bagi otak, sedangkan otak sendiri memerlukan jauh lebih banyak oksigen ketika berfungsi pada puncak belajar. Bernafas akan membuat tubuh menjadi rileks dan menjernihkan pikir an dari ketegangan. Bernapas akan menimbulkan siklus/putaran fisik yang ritmis yang akan membiasakan otak dengan kondisi alpha 8-12 CPS. Teknik Untuk Memasuki Optimum Learning State 1. Cari tempat yang tenang, kemudian duduk dengan nyaman, tulang punggung tegak. 2. Tutup mata Anda, tarik napas dalam dan perlahan melalui hidung (biarkan paru -paru Anda menghirup udara secara alami), kemudian keluarkan secara alami tanpa mendorongnya. 3. Lakukan hal ini beberapa menit sehingga Anda merasa nyaman. 4. Sekarang, mulailah menarik napas masuk perlahan melalui hidung, 5. Tahan napas selama 4(empat)hitungan

6. Keluarkan napas selama 4(empat)hitungan (Bayangkan dan rasakan ketegangan ketegangan dalam pikiran dan tubuh Anda dikeluarkan bersama napas Anda). 7. Ulangi 5-7 kali. 8. Lanjutkan kembali dengan bernapas biasa. Sekarang Anda bisa membayangkan, mengatakan alam pikiran Anda dan merasakan pergeseran dari keadaan biasa menuju kondisi alpha. 9. Kemudian katakanlah perkataan ini dengan tenang dan perlahan-lahan pada diri Anda. Renungkan makna setiap pernyataan ini sebelum beralih ke pernyataan lain. Saya adalah pembelajar yang hebat Saya memasuki kondisi belajar yang optimal Saya belajar dengan mudah dan mendalam Apa yang saya pelajari menarik dan menyenangkan bagi saya 10. Sekarang, setelah mendorong kekuatan otak Anda dengan mendorongnya ke kondisi belajar yang optimal, Anda bisa membuka mata Anda dan melakukan yang terbaik di dalam kegiatan belajar Anda. Bagi Kamu yang sudah memiliki tempat kedamaian kamu bisa masuk ke tempat kedamaian kamu kemudian memasukkan afirmasi seperti Saya adalah pembelajar yang hebat Sekarang, kita bahas rahasia ke-3 yaitu : Effective Personal Learning Style Kita sering kali merasa belajar itu sulit karena kita belajar tidak dengan cara yang tepat dengan gaya belajar kita. Kita dipaksa untuk belajar dengan gaya orang lain belajar. Apakah itu guru kita, orang tua kita atau mungkin teman kita yang kita anggap lebih pintar dari kita. Akhirnya kita pun frustasi karena tidak juga mampu menguasai hal yang kita pelajari dan kemudian kita pun men cap diri kita tidak berbakat dan tidak mungkin bisa.Wootunggu dulu, jangan cepat-cepat men-cap diri sendiri tidak berbakat atau tidak bisa. Dalam Prinsip-Prinsip Dasar NLP yang lebih dikenal dengan NLP Presuppositions disebutkan bahwa Jika seseorang bisa melakukkan sesuatu, orang lain pasti bisa belajar melakukannya. Jadi, bersikaplah bahwa apapun bisa kamu raih, yang perlu kamu lakukan adalah menemukan dan mempelajari cara orang-orang yang Te..Oo..Pe (TOP) dibidangnya dalam mencapai keberhasilan dan melakukan hal yang sama dengan cara yang tepat buat kamu. Jika nantinya ada batasan-batasan fisik atau lingkungan, pengalaman akan segera menunjukkannya padamu.

Siap untuk menggali dan melihat apa gaya belajar apa yang cocok buat kamu? Dalam NLP dikenal istilah Representation System atau biasa disebut Rep-system. Repsystem adalah bagaimana kita merepresentasikan / mewakilkan sesuatu ke dalam pikiran kita. Manusia mengolah informasi masuk ke dalam pikiran melalui panca indera yaitu, VISUAl (penglihatan), AUDITORY (pendengaran), KINESTETIK (perasa/gerak), OLFACTORY (Penciuman), GUSTATORY (Pengecapan) yang biasa disingkat dengan VAKOG. Disini kita akan memfokuskan pada VAK (Olfactory dan Gustatory kita masukkan dalam Kinestetik) karena ketiganya sangat berpengaruh pada kehidupan kita seharihari. Walau manusia menggunakan semua rep-systemnya, manusia cenderung memfavoritkan salah satu indra nya (dominan / preferred system). Ada orang yang berfikir menggunakan gambar, ada yang menggunakan suara dan ada juga yang secara natural menggunakan rasa.Ada orang dengan mudah belajar secara visual, yaitu dengan memperhatikan bentuk, warna, gambar-gambar, orang-orang seperti ini menggunakan Visual nya secara dominan. Ada juga orang yang sangat mahir menggunakan nada-nada suara atau membuat percakapan di otaknya. Orang tersebut lebih mudah belajar dengan bantuan suara, music, atau belajar sambil berbicara, orang -orang seperti ini menggunakan Auditory nya secara dominan. Ada juga orang yang sangat senang belajar sambil bergerak atau mem-praktekkannya. Orang seperti ini juga sangat mengerti kekuatan sensasi rasa. Orang-orang seperti ini menggunakan Kinestetiknya secara dominan. Misalnya, dalam belajar Bahasa Inggris, orang-orang yang dominan menggunakan indera visualnya akan lebih senang belajar dengan melihat gambar-gambar, warna, bentuk dan segala sesuatu yang memuaskan indera visualnya, seperti dengan menggunakan bantuan kartu bergambar kata-kata dalam bahasa Inggris dan alat bantu belajar secara visual lainnya. Lain hal nya dengan orang-orang yang menggunakan indera auditorynya secara dominan, orang-orang auditory dominan lebih senang belajar b.Inggris dengan menggunakan alat bantu audio seperti headset, rekaman kaset/cd audio dsb. Orang-orang auditory dominan lebih senang mengulang-ulang kata-kata b.inggris sambil mengucapkannya dengan keras agar bisa didengar telinganya sendiri.

Orang-orang dominan kinestetik lebih suka belajar b.Inggris sambil bermain dan melakukan aktifitas fisik. Orang-orang dengan tipe kinestetik dominan juga senang dengan belajar menggunakan rasa. Nah..kamu sudah mulai bisa melihat, mendengar dan merasakan bedanya kan..sehingga kamu bisa menemukan kamu lebih cocok dengan tipe yang mana, Visual, Auditory atau Kinestetik dengan memperhatikan mana yang lebih kamu senangi untuk gaya belajar. Selain itu, untuk menemukan kamu tipe dominan yang mana? Kamu bisa memperhatikan predikat kalimat yang biasa kamu gunakan dalam berbicara. Contoh: - Aku kok belum bisa melihat inti dari pelajaran ini ya? orang -orang dominan visual biasanya menggunakan predikat yang berhubungan dengan penglihatan seperti: melihat, kelihatannya, gambaran, bentuk, warna, kelihatannya, gambarannya, menggambarkan, mencerahkan, kelam, dll. - Kedengarannya pelajaran ini kok sulit ya..? orang-orang dominan auditory biasanya menggunakan predikat yang berhubungan dengan pendengaran seperti: kedengarannya, terdengar, menyuarakan, nyaring, membisu, menyanyi, dll. - Rasanya kok sulit sekali memahaminya..? orang-orang dominan kinestetik biasanya menggunakan predikat yang berhubungan dengan perasaan mereka seperti: terasa, rasanya, bersentuhan dengan, memukul, tergerak, dll. Nah, jika kamu sudah memahami mana yang cocok buat kamu, kamu bisa memaksimalkan belajar mu dengan menggunakan gaya belajar yang sesuai dengan cara otak mu bekerja. Pasti deh belajar jadi menyenangkan, karena kamu tidak lagi memaksakan belajar dengan cara orang lain belajar. Namun demikian, kamu perlu melatih untuk meningkatkan kepekaan seluruh inderamu lainnya juga ya..! Untuk memaksimalkan hasil belajar mu, kamu harus memahami 3 langkah proses belajar yang efektif, yaitu: 1. Periode sebelum belajar 2. Periode ketika belajar 3. Periode setelah belajar 1. Periode sebelum belajar Periode ini adalah periode persiapan sebelum belajar. Persiapan merupakan kunci keberhasilan belajar mu. Persiapan adalah 90% dari seluruh proses. Persiapan ini berkaitan dengan persiapan fisik, kondisi mental, kesiapan lingkungan belajar dan sebagainya.

Persiapan ini juga berkaitan dengan mempersiapkan diri memasuki optimum learning state seperti yang telah di jelaskan sebelumnya. Kemudian kamu mempersiapkan materi pelajaran yang akan kamu pelajari dengan mengulang dan mengingat kembali hal-hal yang telah kamu pelajari. 2. Periode saat belajar. Kunci sukses kamu saat belajar adalah dengan melibatkan kekuatan mental dan emosi secara keseluruhan dalam belajar. Hal ini mengaktifkan kekuatan otak kiri dan kanan mu secara seimbang. Antusiasme dalam belajar menimbulkan semangat/ rasa ingin tahu yang tinggi dan perasaan menyenangkan yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar. Segera setelah kamu mendapatkan pemahaman baru, catat, praktekkan, bayangkan kamu menyimpannya dalam memori mu. 3. Periode setelah belajar Periode ini adalah periode melekatkan diri pada pengetahuan. Kebanyakan dari kita keluar dari proses belajar ketika proses belajar itu selesai. Kita akan membuang jauh -jauh buku pelajaran kita, atau menyimpannya rapat-rapat di dalam tas dengan tumpukan buku-buku lainnya beserta alat tulis. Periode setelah belajar ini disebut juga periode Pelekatan. Ini lah bagian terpenting dalam belajar. Caranya: - Jernihkan pikiran kamu dari segala pikiran negative tentang apa yang kamu pelajari dan tentang diri kamu sendiri. - Tanyakan pada dirimu sendiri apakah ada cara ilmu yang kamu pelajari mendatangkan manfaat buat kamu. Walaupun kedengarannya konyol, tapi cara ini sangat efektif ( Misal: saya akan hapal dengan baik materi pelajaran ini saat ujian minggu depan. Kemampuan saya akan di uji dan saya mendapatkan nilai 100 ). - Kamu ingat bagian yang paling menarik dari pelajaran itu, atau pada saat proses belajar itu. - Kamu ingat bagian yang paling lucu. Apapun yuang membuat kamu tertawa. (Misalnya kejadian di kelas yang lucu dan kaitkan itu dengan materi pelajaran). OK..kamu sudah mempelajari dan memahami Rahasia Membuat Belajar Apapun jadi mudah. Setelah ini dan seterusnya kamu berhasil meningkatkan kemampuan belajarmu sehingga meningkatkan prestasimu. Sumber : WWW.Qodrisyah.COM