Anda di halaman 1dari 26

Kelompok 5 : Dimas Dwi P Firdha Nur Eka Sari M. Bilda K M .

Rizal S Diah

JTD-2A

Langkah Percobaan ke-1


Pasang probe kanal 1 pada TP1 Atur time/div dan volt/div Hidupkan demonstrator pilih mode LSB Tekan Call Time/Div = 0,1 mS

f = 1,5 KHz
T = 1/1,5 KHz

Volt/Div = 20mV

= 0,6 mS

Langkah Percobaan ke-2


Pindahkan probe kanal 1 pada TP2. Atur time/div dan volt/div Atur tombol pilihan untuk mode LSB. Tekan Call f = 10,7 MHz

T = 1/10,7 MHz

Time/Div = 0,2 mS Volt/Div = 50mV

= 0,093 S

Dan output dari Modulator Balance adl sinyal DSB-SC yaitu frek antara 10,7 MHz +- 1,5 KHz (USB dan LSB).

LSB 10,6985 MHz 10,7 MHz

USB 10,7015 MHz

Langkah Percobaan ke-3


Pasang probe kanal 1 pada TP3 Atur time/div dan volt/div Atur tombol pilihan untuk mode LSB. Tekan Call Time/Div = 0,2 S

Volt/Div = 20mV/div

Langkah Percobaan ke-4


Pindahkan kanal 1 ke TP 4 dengan pengaturan

tombol pilihan USB. Atur volt/div dan time/div. Bandingkan hasil pengamatan pada TP 4 dan TP 3.
Time/Div = 1 S Volt/Div = 50mV

Time/Div = 2 S Volt/Div = 20 mV
10,7 MHz

USB 10,7015 MHz

Time/Div = 2 S Volt/Div = 20 mV
10,7 MHz

USB 10,7015 MHz

Langkah Percobaan ke-5


Pindahkan kanal 1 ke TP 5.

Atur volt/div dan time/div.


Atur Trigger level sampai terlihat gambar yang bagus.

Lihat dan gambar bentuk gelombang outputnya pada TP5.


Time/Div = 0,1 S

Volt/Div = 50mV

Langkah Percobaan ke-6


Pindahkan kanal 1 ke TP 6.

Atur osiloskop pada 50mV/div dan 0,5 s/div, amati dan gambar hasilnya.
Atur Trigger level sampai terlihat gambar yang

bagus. Lihat dan gambar bentuk gelombang outputnya pada TP6.

f = 12,882 MHz T = 1/ 12,882 MHz

= 0,077 S
LSB 2,1805 MHz 2,182 MHz 23,582 MHz USB 23,58235MHz

Langkah Percobaan ke-7


Seperti percobaan sebelumnya, hubungkan kanal 1

pada TP 7. Atur skala tegangan pada 5 Volt/div dan time base pada 1 s/div. Amati bentuk gelombang baik untuk mode A3H maupun untuk mode LSB. Bandingkan hasil amplitudo dari TP 7 dan TP 6.

Time/Div = 0,1 S Volt/Div = 5 V

Alat yang Digunakan


Transceiver AM/SSB Demonstrator FT180

Oscilloscope (20 MHz)

Kabel BNC to BNC : 2 buah

Langkah Percobaan ke-1


Hubungkan RF signal generator dengan TP 8. Hubungkan kanal 1 osiloskop dengan TP 9 dan kanal 2 pada

TP 5. Atur frekuensi RF signal generator pada 2, 182 MHz dan output 20 dBm. Hidupkan osiloskop, transceiver dan RF signal generator. Atur osiloskop dengan posisi tombol time/div pada 0,05 sec dan posisi tombol Volt/div pada 0,1 volt Switch mode pada LSB. Kemudian pindahkan hubungan kanal 2 dengan TP 10. Amati bentuk gelombang dan frekuensi masing-masing.

Langkah Percobaan ke-2


Hubungan alat seperti pada percobaan mixer.

Hubungkan kanal 1 pada TP 10 dan kanal 2 pada TP 11.


Amati dan bandingkan sinyal keduanya baik untuk posisi

switch mode LSB maupun A3H. Atur RF signal generator pada AM dengan indek modulasi 50% Atur posisi switch mode pada A3H. Bandingkan pengamatan pada TP 9, TP 10 dan TP 11.

BLOK DIAGRAM

Langkah Percobaan ke-3


Atur RF signal generator dengan frekuensi 2,182 MHz dan 20 dBm

dimodulasi AM pada indek modulasi 50%. Hubungkan RF generator pada TP 8. Atur switch mode pada A3H. Hubungkan osiloskop kanal 1 dengan TP 12 dan kanal 2 dengan TP 14. Atur posisi tombol time/div pada 0,05 sec dan posisi tombol volt/div pada 0,02 V Gambarkan bentuk gelombang dan tentukan besarnya level tegangan yang dihasilkan. Pindahkan kanal 2 pada TP 15. Atur posisi tombol time/div pada 1 msec dan tombol volt/div pada 0,1 V. Atur posisi volume sehingga didapatkan amplitudo sebagai pengaruh dari posisi pengaturan volume suara yang dikehendaki. Amati bentuk gelombang dan tentukan besarnya level tegangan

BLOK DIAGRAM