Anda di halaman 1dari 13

Presstools PRESS TOOL Pengertian Press Tool Press Tool adalah peralatan yang mempunyai prinsip kerja penekanan

dengan melakukan pemotongan pembentukkan atau gabungan dari keduanya (press tool 1, hal 1) Peralatan ini digunakan untuk membuat produk se!ara massal dengan produk output yang sama dalam "aktu yang relati# singkat $lasi#ikasi Press Tool Press Tool dapat dklasi#ikasikan menjadi beberapa ma!am menurut proses pengerjaan yang dilakukan pada die yaitu% simple tool, !ompound tool dan progressi&e tool ' Simple Tool Simple Tool adalah jenis dari press tool yang paling sederhana, dimana hanya terjadi satu proses pengerjaan dan satu station dalam satu alat Pemakaian jenis simple tool ini mempunyai keuntungan dan kerugian $euntungan simple tool% ( )apat melakukan proses pengerjaan tertentu dalam "aktu yang singkat ( $ontruksinya relati# sederhana ( *arga alat relati# murah $erugian simple tool% ( *anya mampu melakukan proses+proses pengerjaan untuk produk yang sederhana sehingga untuk jenis pengerjaan yang rumit tidak dapat dilakukan oleh jenis press tool ini ( Proses pengerjaan yang dapat dilakukan hanya satu jenis saja ,ambar - 1 Simple Tool . /ompound Tool Pada press tool jenis ini, dalam satu penekanan pada satu station terdapat lebih dari satu pengerjaan, dimana proses pengerjaannya dilakukan se!ara serentak Pemakaian jenis !ompound tool ini juga mempunyai keuntungan dan kerugian $euntungan !ompound tool ( )apat melakukan beberapa proses pengerjaan dalam "aktu yang bersamaan pada station yang sama ( $erataan dan kepresisian dapat di!apai ( *asil produksi yang di!apai mempunyai ukuran yang lebih teliti $erugian !ompound tool%

( $onstruksi dies menjadi lebih rumit ( Terlalu sulit untuk mengerjakan material yang tebal ( )engan beberapa proses pengerjaan dalam satu station menyebabkan perkakas !epat rusak ,ambar - - /ompound Tool / Progressi&e Tool Progressi&e Tool merupakan peralatan tekan yang menggabungkan sejumlah operasi pemotongan atau pembentukkan lembaran logam pada dua atau lebih station kerja, selama setiap langkah kerja membentuk suatu produk jadi $euntungan progressi&e tool % ( )apat diperoleh "aktu pengerjaan produksi yang relati# singkat dibandingkan simple tool ( Pergerakkan menjadi lebih e#ekti# ( )apat melakukan pemotongan bentuk yang rumit pada langkah yang berbeda $erugian progressi&e tool% ( 0kuran alat lebih besar bila dibandingkan simple tool dan !ompound tool ( .iaya pera"atan besar ( *arga relati# lebih mahal karena bentuknya rumit ,ambar - 1 Progressi&e Tool 2enis + jenis Pengerjaan Pada Press Tool .erdasarkan proses pengerjaannya, press tool dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu% 1 /utting Tool 3aitu suatu proses pengerjaan yang dilakukan dengan !ara menghilangkan sebagian material atau pemotongan menjadi bentuk yang sesuai dengan keinginan 'dapun proses yang tergolong dalam !utting tool ini adalah sebagai berikut% a Pier!hing Pier!hing adalah proses pemotongan material oleh pun!h dengan prinsip kerjanya sama dengan proses blanking, namun seluruh sisi potong pun!h melakukan proses pemotongan Pada alat ini proses pier!hing adalah pun!h untuk membuat lubang ,ambar - 4 Proses Pier!hing b .lanking 5erupakan proses pengerjaan material dengan tujuan mengambil hasil produksi yang sesuai dengan pun!h yang

digunakan untuk menembus atau dengan sistem langkah penekanan Pada umumnya proses ini dilakukan untuk membuat benda kerja dengan !epat dan berjumlah banyak dengan biaya murah ,ambar - 6 Proses .lanking ! 7ot!hing 7ot!hing adalah proses pemotongan oleh pun!h, dengan minimal dua sisi yang terpotong, namun tidak seluruh sisi pun!h melakukan pemotongan Tujuan dalam pemotongan ini adalah untuk menghilangkan sebagian material pada tempat+tempat tertentu yang diinginkan ,ambar - 8 Proses 7ot!hing d Parting Parting adalah proses pemotongan untuk memisahkan blank melalui satu garis potong atau dua garis potong antara komponen yang satu dengan komponen yang lain .iasanya proses ini digunakan pada pengerjaan bentuk+bentuk blank yang tidak rumit atau bentuk material yang sederhana ,ambar - 9 Proses Parting e Sha&ing Sha&ing merupakan proses pemotongan material dengan sistem men!ukur, dengan maksud untuk menghaluskan permukaan hasil proses .lanking atau Pier!hing guna mendapatkan ukuran teliti dari hasil pemotongan yang dilakukan terlebih dahulu ,ambar - : Proses Sha&ing # Trimming Trimming adalah merupakan proses pemotongaan material sisa, guna mendapatkan ;ininshing ini digunakan untuk memotong sisa penarikan dalam maupun benda hasil penuangan ,ambar - < Proses Trimming g /ropping /ropping adalah merupakan proses pemotongan material atau benda kerja tanpa meninggalkan sisa Proses yang terjadi pada /ropping ini sama dengan proses yang terjadi pada .lanking, akan tetapi dalam /ropping tidak ada bagian yang tertinggal .enda kerja akan

terpotong dan !enderung sudah mempunyai ukuran lebar yang sama dengan ukuran yang diminta serta mempunyai panjang material sesuai dengan jumlah komponen yang diminta Proses /ropping ini digunakan untuk membuat komponen .lanking berbentuk sederhana, tidak rumit dan teratur ,ambar - 1= Proses /ropping h Lan>ing Lan>ing adalah merupakan proses pengerjaan gabungan antara penekukan (bending) dan pemotongan (!utting) *asil proses ini berupa suatu tonjolan Sedangkan Pun!h yang digunakan sedemikian rupa, sehingga Pun!h dapat memotong pelat pada dua sisi sampai tiga sisi serta pembengkokannya pada sisi Pun!h yang keempat (Press Tool 1) ,ambar - 11 Proses Lan>ing - ;orming Tool 3aitu proses pengerjaan material yang dilakukan tanpa pengurangan atau penghilangan, akan tetapi hanya mengubah bentuk geometris benda kerja 3ang tergolong dalam #orming tool adalah bending, #langing, deep dra"ing, !urling dan embossing a .ending Proses bending merupakan proses pembengkokkan material sesuai dengan yang dikehendaki Proses pembendingan dapat dilakukan pada proses dingin ataupun pada proses panas Perubahan yang terjadi pada proses ini hanya bentuknya saja namun &olume material yang dibendingkan akan tetap (Press Tool 1) ,ambar - 1- Proses .ending b ;langing ;langing adalah proses yang menyerupai proses bending hanya perbedaanya terletak pada garis bengkok yaitu bukan merupakan garis lurus namun merupakan radius 0ntuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut% ,ambar - 11Proses ;langing ! )eep )ra"ing )eep )ra"ing merupakan proses penekanan benda yang diinginkan dengan kedalaman !etakan sampai batas de#ormasi plastis

Tujuannya adalah untuk memperoleh bentuk tertentu dan biasanya tebal material akan berubah setelah proses ini (Press Tool 1) 0ntuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut% ,ambar - 14 Proses )eep )ra"ing d /urling 5erupakan pembentukkan pro#il yang dilakukan pada salah satu ujung material ,ambar - 16 /urling e Embossing Embossing merupakan proses pembentukkan !ontour material pada salah satu sisi material tersebut ,ambar - 18 Embossing 1 Prinsip $erja 'lat Press Tool atau Perkakas Tekan atau suatu alat yang digunakan untuk memotong logam dengan !ara penekanan Se!ara operasional Press Tool ini dapat bekerja sebagai alat potong atau pun sebagai alat pembentuk plat atau lembaran yang dikehendaki Press Tool ber#ungsi memproduksi ratusan atau bahkan ribuan dari komponen yang sama dalam "aktu yang relati# singkat Terkadang di dalam suatu Press Tool terjadi proses pengerjaan se!ara bersamaan antara proses pemotongan dan proses pembentukan sekaligus )an proses pengerjaan se!ara bersamaan inilah yang akan penulis ran!ang 'dapun prinsip kerja ran!angan adalah sebagai berikut % 1 Pelat lembaran dimasukkan pada mesin Progressi&e Tool - Progressi&e Tool akan bergerak turun dengan ditekan se!ara manual yang kemudian akan membuat Pun!h bergerak turun dan mampu memberikan tekan atau reaksi terhadap pelat 1 Progressi&e Tool terus bergerak turun dan tetap ditekan se!ara manual sehingga membuat Pun!h dapat melubangi lembaran pelat dengan ukuran yang telah ditentukan $emudian Pun!h berikutnya langsung membentuk lembaran tersebut menjadi produk yang diren!anakan

4 Setelah proses selesai Pun!h akan bergerak naik kembali ke posisi semula dan se!ara bersamaan pelontar akan melontarkan lembaran pelat yang telah berbentuk produk jadi .agian+.agian )ari Press Tool Press tool merupakan satu kesatuan dari beberapa komponen $omponen + komponen tersebut antara lain% a Tangkai Pemegang (Shank) Tangkai pemegang merupakan suatu komponen alat bantu produksi yang ber#ungsi sebagai penghubung alat mesin penekan dengan pelat atas (tool design -, hal 18 ) Shank biasanya terletak pada titik berat yang dihitung berdasarkan penyebaran gaya+gaya potong dan gaya+gaya pembentukkan dengan tujuan untuk menghindari tekanan yang tidak merata pada pelat atas ,ambar - 19 Shank b Pelat 'tas (Top Plate) 5erupakan tempat dudukan dari shank dan guide bush (sarung pengarah) ,ambar - 1: Pelat 'tas ! Pelat .a"ah (.ottom Plate) Pelat ba"ah merupakan dudukan dari dies dan tiang pengarah sehingga mampu menahan gaya bending akibat dari reaksi yang di timbulkan oleh pun!h ,ambar - 1< Pelat .a"ah d Pelat Penetrasi Pelat penetrasi ber#ungsi untuk menahan tekanan balik saat operasi berlangsung serta untuk menghindari !a!at pada pelat atas, oleh karena itu pelat ini harus lebih lunak dari pelat atas ,ambar - -= Pelat Penetrasi e Pelat Pemegang Pun!h (Pun!h *older Plate) Pelat pemegang pun!h ber#ungsi untuk memegang pun!h agar posisi pun!h kokoh dan mantap pada tempatnya ,ambar - -1 Pun!h *older # Pun!h Pun!h ber#ungsi untuk memotong dan membentuk material menjadi produk jadi .entuk dari benda jadi tergantung dari bentuk pun!h yang dibuat .entuk pun!h

dan dies haruslah sama Pun!h haruslah dibuat dari bahan yang mampu menahan gaya yang besar sehingga tidak mudah patah dan rusak Pada peren!anaan alat bantu produksi ini untuk pun!h dipilih bahan 'mutits yang dikeraskan pada suhu 9:= ? :-= = / lalu di Tempering pada suhu -=== / agar diperoleh si#at yang keras tetapi masih memiliki kekenyalan ,ambar - -- Pun!h g Tiang Pengarah (,uide Pillar) Tiang pengarah ber#ungsi mengarahkan unit atas, sehingga pun!h berada tepat pada dies ketika dilakukan penekanan ,ambar - -1 Pillar h )ies Terikat pada pelat ba"ah dan ber#ungsi sebagai pemotong dan sekaligus sebagai pembentuk ,ambar - -4 )ies i Pelat Stripper Pelat stripper adalah bagian yang bergerak bebas naik turun beserta pegas yang terpasang pada baut pemegangnya Pelat ini ber#ungsi sebagai pelat penjepit material pada saat proses berlangsung, sehingga dapat menghindari terjadinya !a!at pembentukkan permukaan benda kerja seperti kerut dan lipatan, juga sebagai pengarah pun!h ,ambar - -6 Pelat Stripper j Pegas Stripper Pegas stripper ber#ungsi untuk menjaga kedudukan striper, mengembalikan posisi pun!h ke posisi a"al, dan memberikan gaya tekan pada strip agar dapat mantap (tidak bergeser) pada saat dikenai gaya potong dan gaya pembentukan ,ambar - -8 Pegas Stripper k .aut Pengikat .aut pengikat ber#ungsi untuk mengikat dies kepelat ba"ah dan pelat pemegang pun!h kepelat atas .aut pengikat dipilih standard baut pengikat dan ketebalan dies ,ambar - -9 .aut Pengikat Tabel - 1 Standar .aut Pengikat 0kura n

.aut 2arak minimu m 2arak maksim um Tebal )ies 56 16 6= 1= @ 1: 58 -6 9= 16 @ -6 5: 4= <= -- @ 151= 8= 116 -9 @ 1: 51- := 16= A 1: l Pin Penepat Pin penepat ber#ungsi untuk menepatkan dies pada pelat ba"ah dan pelat pemegang pun!h(Pun!h holder) ke pelat atas, sehingga posisi dies kepelat ba"ah dan posisi pelat pemegang pun!h kepelat atas dapat tearah dan kokoh ,ambar - -: Pin Penepat Tabel - - Standar Pin Penepat Tebal )ies 5inimum .aut 5inimum Pena 1< 5: B8 -4 5: B: -< 51= B1= 14 51= B1= 41 51- B14: 518 B18 m Sarung Pengarah (.ush) Sarung pengarah ber#ungsi untuk mengarahkan tiang pengarah dan men!egah !a!at pada pelat atas Pada peren!anaan alat bantu produksi ini untuk sarung pengarah dipilih bahan kuningan ,ambar - -< Sarung Pengarah Rumus ,aya+gaya peren!anaan )alam peren!anaan ini dibutuhkan dasar+dasar perhitungan yang menggunakan teori dan rumus+rumus tertentu 'dapun teori dan rumus+ rumus tersebut antara lain % 0ntuk me!ari gaya+gaya peren!anaan terlebih dahulu mengetahui gaya+gaya yang bekerja pada suatu ran!ang bangun benda 'dapun gaya+gaya yang terjadi%

a ,aya Pier!hing 0ntuk menentukan gaya pier!hing dapat digunakan rumus seperti diba"ah ini % ;p C =,: D 0 D t D s t (7) )imana % 0 C panjang sisi potong (mm) S C tebal material proses (mm) =,: merupakan kon&ersi dari tegangan tarik ke tegangan geser untuk bahan yang mempunyai tegangan tarik kurang dari <== 7Emmb ,aya 7ot!hing ,aya not!hing ini dapat di!ari dengan menggunakan rumus% ;t C =,: D 0 D t D s t (7) ! ,aya .lanking 0ntuk menentukan gaya blanking ini dapat diketahui dengan menggunakan rumus % ;t C =,: D 0 D t D s t (7) d ,aya ;orming ()eep )ra"ing) ,aya pembentukan yang terjadi dapat di!ari dengan menggunakan rumus % ; C p D d D t D Rm ( + $) )imana % ; C ,aya pembentukan (7Emm-) d C )iameter pembentukan benda kerja (mm) Rm C Tegangan Tarik (7Emm-) ) C )iameter bentangan benda kerja sebelum dibentuk (mm) S C Tebal Pelat (mm) $ C $onstanta (=,8 @ =,9) e ,aya pegas Stripper Pada peren!anaan ini posisi stripper terletak pada unit ba"ah dan tebal spesimen yang akan dibentuk adalah 1,- mm, maka langkah untuk menentukan gaya pegas stripper adalah sebagai berikut% ;ps C 6@-=F G ; Total )imana% ;ps C ,aya pegas stipper (7) ; C ,aya Total (7) # Perhitungan gaya pegas pelontar 0ntuk men!ari gaya pegas pelontar ini dihitung terlebih dahulu &olume pena pelontar dengan rumus% HC )imana% H C Holume pena pelontar (mm1)

) C )iameter pena pelontar (mm) T C Tinggi pena pelontar (mm) $emudian di!ari jumlah massa totalnya dengan rumus % 5 C Ht )imana % C massa jenis bahan (kgEm1) .aru didapat gaya pegas pelontar, yaitu % ;Cm g )imana % ; C ,aya pegas (7) m C 5assa bahan (kg) g C ,ra&itasi bumi (<,:1 mEs-) g Rumus men!ari panjang Pun!h maksimum )alam men!ari panjang Pun!h maksimum dipakai pun!h yang memiliki diameter terke!ilEyang paling kritis )imana% Lmaks C Panjang Pun!h maksimum (mm) E C 5odulus Elastisitas (7Emm-) I C 5omen Inersia bahan (mm4) Rm C Tegangan tarik bahan (7Emm-) S C Tebal material (mm) r C 2ari+jari Pun!h terke!il (mm) ;b C gaya maksimum (7) h Rumus men!ari tebal )ie Rumus Empiris men!ari tebal pelat untuk men!ari tebal )ie berdasarkan gaya total yang di butuhkan untuk peren!anaan press tool adalah % )imana % * C Tebal )ie (mm) g C ,ra&itasi bumi (<,:1 mEdet-) ; C ,aya total (7) i 5enghitung /learan!e Pun!h dan )ie Setiap operasi pemotongan yang dilakukan Pun!h dan )ie selalu ada nilai kelonggaran yang diambil 0ntuk tebal pelat (s) J 1 mm 0s C / S )imana % 0s C $elonggaran tiap sisi (mm) )p C )iameter Pun!h (mm) )d C )iameter lubang )ie (mm) / C ;aktor kerja (=,==6 @ =,=-6) S C Tebal pelat (mm)

Kt C Tegangan geser bahan (7Emm-) j Perhitungan ,aya .u!kling .atang pun!h yang ramping !endrunguntuk melengkung dan akibatnya akan timbul momen ,ejala seperti ini disebut bu!kling .esar gaya bu!klimg menurut rumus euler sebagai berikut % ;b C E ( I min (LM NNNNNN ( .udiarto -==1,hal :1 ) SM )imana % ;b C ,aya .u!kling ( 7 ) E C 5odulus Elastisitas ( 7EmmM ) Imn C 5omen Inersia ( mm ) S C Panjang Pun!h ( mm ) ,aya bu!klimg dapat juga di!ari berdasarkan kerampingannya, yaitu % O P O= )igunakan untuk rumus euler O Q Oo )igunakan untuk rumus tetmejer O C SEi iC )imana % S C Panjang .atang (mm ) ' C Luas penampang ( mmM ) i C jari+ jari girasi O C kerampingan I C 5omen Inersia 'pabila menggunakan rumus tetmejer maka rumusnya adalah sebagai berikut% Tabel - - *arga Elastisitas pada Rumus Tetmejer .ahan E( 7 E mmM) O= Rumus tetmejer ST 19 -1= === 1=6 R. C 11= ? 1,14 O ST 6= dan ST 8= -1= === :< R. C 116 ? =,8 O .esi tuang 1== === := R. C 998 +

1-O S =,=61O k Rumus titik berat gaya )imana % T C Titik berat terhadap sumbu G 3 C Titik berat terhadap sumbu y Gi C Titik berat ke+i terhadap sumbu G yi C Titik berat ke+i terhadap sumbu y U; C ,aya proses pada satu bidang (7) l Perhitungan pelat atas Pada pelat atas akan terjadi tegangan bengkok yang diakibatkan gaya+gaya reaksi dari Pun!h .esarnya tegangan yang terjadi adalah% hC C )imana% h C Tebal pelat (mm) 5. maks C 5omen bengkok maksimum b C Panjang pelat atas yang diren!anakan (mm) C Tegangan tarik i>in (7E mm-) & C ;aktor keamanan m Perhitungan pelat ba"ah 0ntuk meren!anakan pelat ba"ah sama dengan peren!anaan pelat atas, yaitu dengan memperhitungkan momen yang terjadi pada pelat ba"ah n Perhitungan kedalaman sisi potong * C 1 G s (bila s QA )imana% * C $edalaman kelonggaran (mm) S C Tebal pelat (mm) o Perhitungan )iameter pillar Pada peren!anaan ini diameter pillar dihitung agar tidak terjadi bengkok, karena pelat atas dan pelat ba"ah kemungkinan presisi sehingga akan terjadi kelengkungan se"aktu pengerjaan berlansung, diameter pillar dapat dihitung dengan mengunakan rumus yaitu % )C ($urmi, R S 1<:-, hal 119) dimana % ;gp C ;t E n ;t C ,aya total (7)

n C 2umlah pillar ,ambar - 1= /ontoh barang yang dibuat dengan Press Tool ,ambar - 11 ,ambar 5esin Press Tool ,ambar - 1- Press Tool ,ambar - 11 /ontoh 'lat .antu Produksi (Progressi&e Tools) ,ambar - 14 /ontoh .enda *asil )ari Press Tools ,ambar - 16 /ontoh Simple Tools ,ambar - 18 /ontoh Press Tools )eep )ra"ing ,ambar - 19 /ontoh Press Tools )eep )ra"ing ,ambar - 1: /etakan Plastik ,ambar - 1< 'lat !etak )eep )ra"ing Support Support