Anda di halaman 1dari 11

KELOMPOK: 1.A.MIFTAKH HUDA A.R 2.

BLOK DIAGRAM HEMODIALISA

Penjelasan BLOK DIAGRAM Darah dari pasien dialirkan ke selang.besar tekanan aliran diatur dengan blood pump,darah yang mengalir ke selang dideteksi oleh arteri line lamp dan arteri pressure sensor kemudian dialirkan ke proses dialyzer.dialyzer memisahkan darah yang bersih dengan kotoran didalam darah.kemudian darah yang bersih kembali menuju pasien sebelumnya darah dideteksi oleh Venous presure tranducer dan venous line clamp.dan kotoran darah diproses ke dalam alat haemodalisa

ECT. Wiring Diagram

Blok Diagram ECT

Macam macam Probe pada ECT

Alat Theraphy Infra Merah

Blok Diagram

Aplikasi medis Infra Red Theraphy


Sebelum melakukan proses terapi harus dilakukan pengetesan rasa kulit terhadap derajat panas, karena bisa jadi kulit pasien kurang sensitif atau bahkan jaringan kulitnya kebal (dikarenakan adanya jaringan kulit yang rusak atau mati) sehingga nantinya hasil terapi tidak akan sempurna karena panas tidak terbawa dengan cepat dan proses vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan peningkatan aliran darah) akan lambat. Namun hasil terapi yang kurang sempurna juga didapat oleh pasien jika vasomotor respon pasien lebih lemah dari keadaan normalnya. Proses pengetesan ini berlangsung kira-kira lima menit, kemudian dilanjutkan pada proses terapinya. Efek-efek yang ditimbulkan akibat dari penggunaan infra red theraphy dalam pengobatan penyakit antara lain sebagai berikut :

1. Efek fisiologis : 1. Meningkatkan proses metabolisme. Proses metabolisme tarjadi pada lapisan superficial kulit akan meningkat sehingga pemberian oxigen dan nutrisi kepada jaringan kulit lebih diperbaiki. 2. Vasodilatasi pembuluh darah. Dilatasi pembuluh darah kapiler dan arteriolae akan terjadi segera setelah penyinaran, sehingga kulit tampak kemerah-merahan. 3. Pigmentasi Penyinaran yang berulang-ulang dengan sinar infra red dapat menimbulkan pigmentasi pada tempat yang disinari. 4. Pengaruh terhadap urat saraf sensorik. Pemanasan yang ringan mempunyai pengaruh sedatif terhadap ujung-ujung urat saraf sensorik, sedangkan pemanasan yang keras jurtru dapat menyebabkan iritasi. 5. Pengaruh terhadap jaringan otot. Kenaikan temperatur disamping membantu terjadinya relaksasi juga bisa meningkatkan kemampuan oto untuk berkontraksi. 6. Destruksi jaringan. Destruksi jaringan ini bisa terjadi apabila penyinaran yang diberikan menimbulkan kenaikan temperatur yang cukup tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama. 7. Menaikan temperatur tubuh. Hal ini dapat terjadi oleh karena penyinaran akan memanasi darah dan jaringan yang berada di daerah superficial kulit yang kemudian diteruskan keseluruh tubuh. 8. Mengaktifkan kerja kelenjar keringat. Pengaruh rangsangan panas yang dibawa ujung-ujung saraf sensorik dapat mengaktifkan kerja kelenjar keringat, bagian daerah yang disinari 2. Efek teraputik : 1. Mengurangi rasa sakit.

Penyinaran sinar infra red merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi rasa sakit. 2. Reaksasi otot. Relaksasi akan mudah dicapai bila jaringan otot tersebut dalam keadaan hangat. 3. Meningkatkan suplay darah. Adanya kenaikan temperatur akan menimbulkan vasodilatasi, yang akan menyebabkan peningkatan darah kejaringan setempat. 4. Menghilangkan sisa-sisa hasil metabolisme. Penyinaran di daerahyang luas akan mengaktifkan kelenjar keringat di seluruh tubuh. Penghentian ataupun peninjauan kembali proses penyinaran dapat dilakukan apabila ditemukan efek samping dari terapi sinar infra red tersebut, seperti dehidrasi tingkat pulsa jantung menjadi tidak stabil, sakit kepala (kelainan pada kulit) dan sebagainya. Untuk menstabilkan tekanan darah yang jatuh akibat proses penyinaran, maka seorang pasien harus beristirahat sekitar 20 - 40 menit. SOP Hubungkan Alat dengan catu daya Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON Set Waktu Timer kebutuhan Atur Jarak pasien dengan Infra Red Theraphy Lakukan tindakan teraphydengan menekan tombol start sesuai dengan waktu yang diinginkan Buzzer akan menyala sebagai tanda berakhirnya penyinaran Matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF pada posisi OFF

NEBULIZER

Cara Kerja Blok Diagram

Setelah Alat di hubungkan dengan jala-jala PLN (switch ON) maka indicator power ON akan menyala, maka masing-masing blok rangkaian lain siap bekerja, sedangkan kompressor langsung mendapat supply (220V ac).kemudian setting timer diatur dengan waktu yang diinginkan.antara 0 sampai 60 menit, caranya yaitu dengan menekan tombol Up untuk menaikkan dan tombol Down untuk menurunkan waktu setting. Setelah setting timer 60 menit maka alat dapat dioperasikan dengan menekan tombol Start, bersamaan dengan menekan tombol Start maka Optocoupler bekerja membaca intensitas uap yang dihasilkan dan akan terdengar suara bazer berbunyi menandakan alat sedang bekerja dan rangkaian delay akan menghitung mundur, jika hitungan delay sudah sampai 0 (nol), maka buzzer akan bekerja seiring dengan sinyal masukan dari osilator timer yang akan menghitung mundur, kompresor akan bekerja dan rangkaian timer akan menghitung mundur selama waktu yang telah diatur pada rangkaian timer. Jika hitungan timer sudah sampai 00 (nol-nol), maka kompresor akan mati dan output dari rangkaian timer akan masuk ke rangkaian buzzer yang akan menandakan bahwa proses Nebulisa sudah selesai. untuk mematikan rangkaian Buzzer dengan menekan tombol Stop pada push Button Start/Stop Persiapan Penggunaan. Letakan alat pada mobile stand Masukan air ke dalam wadah air hingga batas ketinggian air Pasang filter bakteri pd tempatnya Pasang tabung berulir pd out put nebulizer dan masker nebulizer Tuangkan obat secukupnya pd tempat obat Untuk penggunaan dlm waktu lama, siapkan botol suplemen obat, tuangkan cairan obat ke dlm

Cara Pengoperasian Nebulizer

Hubungkan steker kesumber listrik Atur waktu untuk penguapan Tekan tombol on/off pada posision Atur tombol untuk menentukan intensitas nebula Pastikan pasien telah terpasang masker nebulizer Setelah proses terapy selesai,tekan tombol off untuk mematikan alat

Wiring Diagram
555alt 3 1 1 U4A 2 2 7404 U5A 1 3 2 U7 555alt D1 3 1 1k VCC 5v 15 1 10 9 A B C D U8 7402 3 2 6 7 12 13 7 1 2 6 4 5 3 INA INB OUTA INC OUTB IND OUTC OUTD BI/RBO OUTE RBI OUTF LT OUTG 13 12 11 1k 10 1k 9 1k 15 1k 14 1k 1k 7447A 1k QA QB QC QD LOAD UP DOWN CO CLRBO A B C D

2 6

4 RESET TRIGGER THRESHOLD GNDC CONTROL C 1 5

V-

7segmen LM741

0
v R VCC 5v 8 7 10k VCC DISCHARGE OUTPUT 1k

0
VCC 5v 7402 1k

74192

2 7404 VCC 5v

0
v R VCC 5v 8 7

2 6

4 RESET TRIGGER THRESHOLD GNDC CONTROL C 1 5

11 5 4 14

7segmen 2 6

0
v R VCC 5v 8 4 7 10k 1k VCC RESET DISCHARGE TRIGGER 6

74192

10k VCC DISCHARGE OUTPUT 1k

555alt 3

555alt VCCU6A 5v 14 J 2 3 K Q Q CLK

7402 U5A 12 1 13 1 2 7404 2 7404 7473 1k 1 3 2 7404 7 1

4 RESET TRIGGER THRESHOLD GNDC CONTROL C 1 5 D1 D1

0
v R VCC 5v 8 10k VCC DISCHARGE OUTPUT 1k 555alt 3

3 THRESHOLD OUTPUT D GNDC CONTROL C 1 5

0
VCC 5v VCC 5v 3 1k D1 D1 D1 2 1k U5A 1 MOC1005 1k X1 2N5567 1k 1k

2 6

4 RESET TRIGGER THRESHOLD GNDC CONTROL C 1 5

0
U15

C buzzerQ1 TIP29

MTR .

PLN

Rangkaian Pengendali

11 5 4 14

Q2

V+

U11 VCC +5v 3 optocoupler 2 6 2

1k +

V+

10k 1k VCC DISCHARGE OUTPUT 1k

QA QB QC QD LOAD UP DOWN CO CLRBO

3 2 6 7 12 13

7 1 2 6 4 5 3

INA INB OUTA INC OUTB IND OUTC OUTD BI/RBO OUTE RBI OUTF LT OUTG

U11 3

13 12 11 1k 10 1k 9 1k 15 1k 14 1k 1k 7447A 1k

v R VCC 5v 8

VCC 5v 15 1 10 9

U7 U8

VCC 5v

VCC 5v

OUT -

OUT

VCC - 5v LM741 vR 10k

V-

Rangakaian Pewaktu

Rangkaian Pengontrol Kompresor

Rangkaian ini digunakan untuk mengaktifkan kompresor pada kondisi awal Mematikan kompresor jika timer sudah habis atau tidak bekerja lagi
POMPA 5V

15 k/5 w att

220 ohm

220 VOLT
TRIAC

MOC 3020 2,2K ohm NPN

Rangakaian Buzzer