Anda di halaman 1dari 10

LABORATORIUM BAHAN GALIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA Lembar Pengamatan Peraga Endapan Epitermal Komponen

pengamatan 1. Warna batuan 2. Tipe alterasi batuan 3. Pemerian Urat/Gangue 4. Deskripsi mineralogi Nama : Ismiatul Ramadhian Nur NIM : 35039 No. Peraga : T74/BG30 Keterangan Putih Kecoklatan Silisifikasi Tekstur urat : Crustiform, Drussy Struktur urat : Massive vein Mineral asli : Mineral sekunder : Mineral penciri alterasi : Mineral tambahan : Mineral pengisi urat : a. Mineral logam : b. Mineral non logam : Silika : warna putih, kilap kaca, bentuk anhedral, ukuran 0,05 0,5 mm, kelimpahan 75% Kaolin : warna putih kekuning-kuningan, kilap kaca, bentuk anhedral, ukuran 0,3-2 mm, kelimpahan 20% Mineral Sulfida : warna hitam, kilap tanah, bentuk subhedral, ukuran 0,5 mm, kelimpahan 5% Tekstur urat : Crustiform (2x6cm), Drussy (2x1cm) Struktur urat : Massive Vein (6x8 cm) Low Sulfidation Di dominasi oleh urat-urat pengisi retakan dengan kehadiran mineral bijih yang minor. Terbentuk pada daerah busur vulkanik (jenis kalk alkalialkaii) pada lingkungan sub aerial. pH mendekati netral. Terbentuk pada batuan vulkanik atau basement. Setidjaji, Lucas Donny, et all;2011; Panduan praktikum Geologi Sumber Daya Mineral 2011, Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi UGM, Yogyakarta

5. Jenis tekstur urat dan struktur geometri 6. Jenis endapan epitermal 7. Genesa 8. Kondisi lingkungan

9. Daftar pustaka

LABORATORIUM BAHAN GALIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA Lembar Pengamatan Peraga Endapan Epitermal Komponen pengamatan 1. Warna batuan 2. Tipe alterasi batuan 3. Pemerian Urat/Gangue 4. Deskripsi mineralogi Nama : Ismiatul Ramadhian Nur NIM : 35039 No. Peraga : LD 03 Keterangan Cokelat keabu-abuan Silisifikasi Tekstur urat : Vuggy Struktur urat : Massive Vein Mineral asli : Mineral sekunder : Mineral penciri alterasi : Mineral tambahan : Mineral pengisi urat : a. Mineral logam : b. Mineral non logam : Kuarsa : warna cokelat muda, kilap kaca, bentuk anhedral, ukuran <0,05 0,5 mm, kelimpahan 75 % Sulfur : warna kuning, kilap tanah, bentuk subhedral, ukuran <0,05 mm, kelimpahan 20% Mineral Lempung : warna coklat, kilap tanah, bentuk subhedral, ukuran <0,05 mm, kelimpahan 5% Tekstur urat : Vuggy (p: 2 cm) (l: 1 cm) Struktur urat : Massive Vein (p: 10 cm) (l: 6 cm) High Sulfidation Retakan biasanya terkontrol oleh struktur geologi regional dan berasosiasi dengan batuan intrusif. Kehadiran mineral bijih umum dijumpai. Pada daerah busur vulkanik (jenis alkali) pada setting vulkanik proksimal. Terbentuk pada batuan vulkanik. Jarang dijumpai pada batuan basement. pH asam Setidjaji, Lucas Donny, et all;2011; Panduan praktikum Geologi Sumber Daya Mineral 2011, Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi UGM, Yogyakarta

5. Jenis tekstur urat dan struktur geometri 6. Jenis endapan epitermal 7. Genesa

8. Kondisi lingkungan

9. Daftar pustaka

LABORATORIUM BAHAN GALIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA Lembar Pengamatan Peraga Endapan Epitermal Komponen pengamatan 1. Warna batuan 2. Tipe alterasi batuan 3. Pemerian Urat/Gangue Nama : Ismiatul Ramadhian Nur NIM : 35039 No. Peraga : BG31 Keterangan Abu-abu Silisifikasi Tekstur urat : Colloform, Moss Struktur urat : Massive Vein Mineral asli : Mineral sekunder : Mineral penciri alterasi : Mineral tambahan : Mineral pengisi urat : a. Mineral logam : Mineral sulfida : warna hitam, kilap kaca, bentuk subhedral, ukuran 0,5 mm, kelimpahan 15 % b. Mineral non logam : Silika : warna putih, kilap kaca, bentuk anhedral, ukuran <0,05 0,5 mm, kelimpahan 75% Mineral lempung : warna cokelat, kilap tanah, bentuk subhedral, ukuran <0,05 mm, kelimpahan 10% Tekstur urat : Colloform (10x2cm), Moss (2x1cm) Struktur urat : Massive Vein (12x8x5cm) Low Sulfidation Di dominasi oleh urat-urat pengisi retakan dengan kehadiran mineral bijih yang minor. Terbentuk pada daerah busur vulkanik (jenis kalk alkalialkali) pada lingkungan sub aerial. pH mendekati netral. Terbentuk pada batuan vulkanik atau basement. Setidjaji, Lucas Donny, et all;2011; Panduan praktikum Geologi Sumber Daya Mineral 2011, Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi UGM, Yogyakarta

4. Deskripsi mineralogi

5. Jenis tekstur urat dan struktur geometri 6. Jenis endapan epitermal 7. Genesa 8. Kondisi lingkungan

9. Daftar pustaka

LABORATORIUM BAHAN GALIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA Lembar Pengamatan Peraga Endapan Epitermal Komponen pengamatan 1. Warna batuan 2. Tipe alterasi batuan 3. Pemerian Urat/Gangue Nama : Ismiatul Ramadhian Nur NIM : 35039 No. Peraga : LS 4A Keterangan Putih-hitam Silisifikasi Tekstur urat : Crustiform (p: 9 cm) (l: 3 cm) Struktur urat : Massive Vein (p: 9 cm) (l: 3 cm) Mineral asli : Mineral sekunder : Mineral penciri alterasi : Mineral tambahan : Mineral pengisi urat : a. Mineral logam : Mineral sulfida : warna hitam, kilap logam, bentuk subhedral, ukuran <0,05-0,5 mm, kelimpahan 5% b. Mineral non logam : Silika : warna putih, kilap kaca, bentuk anhedral, ukuran <0,05 0,5 mm, kelimpahan 75 % Sulfur : warna kuning, kilap tanah, bentuk subhedral, ukuran <0,05 mm, kelimpahan 20% Tekstur urat : Crustiform Struktur urat : Massive Vein Low Sulfidation Di dominasi oleh urat-urat pengisi retakan dengan kehadiran mineral bijih yang minor. Terbentuk pada daerah busur vulkanik (jenis kalk alkalialkali) pada lingkungan sub aerial. pH mendekati netral. Terbentuk pada batuan vulkanik atau basement. Setidjaji, Lucas Donny, et all;2011; Panduan praktikum Geologi Sumber Daya Mineral 2011, Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi UGM, Yogyakarta

4. Deskripsi mineralogi

5. Jenis tekstur urat dan struktur geometri 6. Jenis endapan epitermal 7. Genesa 8. Kondisi lingkungan

9. Daftar pustaka

LABORATORIUM BAHAN GALIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA Lembar Pengamatan Peraga Endapan Epitermal Komponen pengamatan 1. Warna batuan 2. Tipe alterasi batuan 3. Pemerian Urat/Gangue Nama : Ismiatul Ramadhian Nur NIM : 35039 No. Peraga : BG XX Keterangan Abu-abu kecokelat-cokelatan Propilitik Tekstur urat : Crustiform, Moss Struktur urat : Massive Vein Mineral asli : Mineral sekunder : Mineral penciri alterasi : KLorit : warna hijau, kilap kaca, bentuk euhedral, ukuran 0,5 mm, kelimpahan 70% Mineral tambahan : Mineral pengisi urat : a. Mineral logam : Mineral sulfida : warna hitam, kilap logam, bentuk subhedral, ukuran 0,5-2 mm, kelimpahan 15% b. Mineral non logam : Kuarsa : warna colorless, kilap kaca, bentuk euhedral, ukuran 0,5-2 mm, kelimpahan 15 % Tekstur urat : Crustiform (8x3 cm), moss (2x1cm) Struktur urat : Massive Vein (12x10x2cm) Low Sulfidation Di dominasi oleh urat-urat pengisi retakan dengan kehadiran mineral bijih yang minor. Terbentuk pada daerah busur vulkanik (jenis kalk alkalialkali) pada lingkungan sub aerial. pH mendekati netral. Terbentuk pada batuan vulkanik atau basement. Setidjaji, Lucas Donny, et all;2011; Panduan praktikum Geologi Sumber Daya Mineral 2011, Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi UGM, Yogyakarta

4. Deskripsi mineralogi

5. Jenis tekstur urat dan struktur geometri 6. Jenis endapan epitermal 7. Genesa 8. Kondisi lingkungan

9. Daftar pustaka

LABORATORIUM BAHAN GALIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA Lembar Pengamatan Peraga Endapan Epitermal Komponen pengamatan 1. Warna batuan 2. Tipe alterasi batuan 3. Pemerian Urat/Gangue Nama : Ismiatul Ramadhian Nur NIM : 35039 No. Peraga : M20 Keterangan Putih keabu-abuan Silisifikasi Tekstur urat : Crustiform Colloform Struktur urat : Massive Vein Mineral asli : Mineral sekunder : Mineral penciri alterasi : Mineral tambahan : Mineral pengisi urat : a. Mineral logam : b. Mineral non logam : Kuarsa : warna putih, kilap kaca, bentuk anhedral, ukuran 0,5-1 mm, kelimpahan 60 % Sulfur : warna kuning, kilap tanah, bentuk euhedral, ukuran <0,5 mm, kelimpahan 20% Mineral lempung : warna putih, kilap tanah, bentuk subhedral, ukuran <0,05 mm, kelimpahan 20% Tekstur urat : Crustiform (10x2cm, colloform (10x2cm)) Struktur urat : Massive Vein (10x5x4cm) Low Sulfidation Di dominasi oleh urat-urat pengisi retakan dengan kehadiran mineral bijih yang minor. Terbentuk pada daerah busur vulkanik (jenis kalk alkalialkali) pada lingkungan sub aerial. pH mendekati netral. Terbentuk pada batuan vulkanik atau basement. Setidjaji, Lucas Donny, et all;2011; Panduan praktikum Geologi Sumber Daya Mineral 2011, Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi UGM, Yogyakarta

4. Deskripsi mineralogi

5. Jenis tekstur urat dan struktur geometri 6. Jenis endapan epitermal 7. Genesa 8. Kondisi lingkungan

9. Daftar pustaka

LABORATORIUM BAHAN GALIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA Lembar Pengamatan Peraga Endapan Epitermal Komponen pengamatan 1. Warna batuan 2. Tipe alterasi batuan 3. Pemerian Urat/Gangue Nama : Ismiatul Ramadhian Nur NIM : 35039 No. Peraga : M34/LS5 Keterangan Abu-abu kekuning-kuningan Silisifikasi Tekstur urat : Colloform, drussy Struktur urat : Massive Vein Mineral asli : Mineral sekunder : Mineral penciri alterasi : Mineral tambahan : Mineral pengisi urat : a. Mineral logam : Mineral Sulfida : warna hitam, kilap logam, bentuk euhedral, ukuran 2-5 mm, kelimpahan 10 % b. Mineral non logam : Kuarsa : warna putih, kilap kaca, bentuk anhedral, ukuran 0,5-1 mm, kelimpahan 80 % Kaolin : warna coklat, kilap tanah, bentuk anhedral, ukuran 0,5-1 mm, kelimpahan 10 % Tekstur urat : Colloform (2x4cm) Struktur urat : Massive Vein (7x4cm) Low Sulfidation Di dominasi oleh urat-urat pengisi retakan dengan kehadiran mineral bijih yang minor. Terbentuk pada daerah busur vulkanik (jenis kalk alkalialkali) pada lingkungan sub aerial. pH mendekati netral. Terbentuk pada batuan vulkanik atau basement. Setidjaji, Lucas Donny, et all;2011; Panduan praktikum Geologi Sumber Daya Mineral 2011, Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi UGM, Yogyakarta

4. Deskripsi mineralogi

5. Jenis tekstur urat dan struktur geometri 6. Jenis endapan epitermal 7. Genesa 8. Kondisi lingkungan

9. Daftar pustaka

LABORATORIUM BAHAN GALIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA Lembar Pengamatan Peraga Endapan Epitermal Komponen pengamatan 1. Warna batuan 2. Tipe alterasi batuan 3. Pemerian Urat/Gangue 4. Deskripsi mineralogi Nama : Ismiatul Ramadhian Nur NIM : 35039 No. Peraga : A1 10 Keterangan Putih keabu-abuan. Argilik Tekstur urat : Vuggy Struktur urat : Massive Vein Mineral asli : Mineral sekunder : Mineral penciri alterasi : Mineral tambahan : Mineral pengisi urat : a. Mineral logam : b. Mineral non logam : Kuarsa : warna colorless muda, kilap kaca, bentuk anhedral, ukuran <0,5 mm, kelimpahan 10 % Adularia : warna putih, kilap tanah, bentuk subhedral, ukuran 5 mm, kelimpahan 5% Mineral lempung : warna abu-abu, kilap tanah, bentuk subhedral, ukuran <0,05 mm, kelimpahan 85% Tekstur urat : Vuggy (1x1x0,5cm) Struktur urat : Massive Vein (8x6x3cm) High Sulfidation Retakan biasanya terkontrol oleh struktur geologi regional dan berasosiasi dengan batuan intrusif. Kehadiran mineral bijih umum dijumpai. Pada daerah busur vulkanik (jenis alkali) pada setting vulkanik proksimal. Terbentuk pada batuan vulkanik. Jarang dijumpai pada batuan basement. pH asam. Setidjaji, Lucas Donny, et all;2011; Panduan praktikum Geologi Sumber Daya Mineral 2011, Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi UGM, Yogyakarta

5. Jenis tekstur urat dan struktur geometri 6. Jenis endapan epitermal 7. Genesa

8. Kondisi lingkungan

9. Daftar pustaka

LABORATORIUM BAHAN GALIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA Lembar Pengamatan Peraga Endapan Epitermal Komponen pengamatan 1. Warna batuan 2. Tipe alterasi batuan 3. Pemerian Urat/Gangue Nama : Ismiatul Ramadhian Nur NIM : 35039 No. Peraga : LD 07 Keterangan Putih keabu-abuan Argilik Tekstur urat : Colloform (p: 10 cm) (l: 4 cm) Crustiform (p: 12 cm) (l: 6 cm) Struktur urat : Massive Vein (p: 15cm) (l: 10 cm) Mineral asli : Mineral sekunder : Mineral penciri alterasi : Mineral tambahan : Mineral pengisi urat : a. Mineral logam : Mineral Sulfida : warna hitam, kilap logam, bentuk euhedral, ukuran 0,05-0,5 mm, kelimpahan 10% b. Mineral non logam : Kuarsa : warna abu-abu, kilap kaca, bentuk anhedral, ukuran <0,5-2 mm, kelimpahan 70 % Mineral lempung : warna putih, kilap tanah, bentuk euhedral, ukuran <0,05 mm, kelimpahan 20 % Tekstur urat : Colloform (10x4cm) Crustiform (12x6cm) Struktur urat : Massive Vein (15x10cm) Low Sulfidation Di dominasi oleh urat-urat pengisi retakan dengan kehadiran mineral bijih yang minor. Terbentuk pada daerah busur vulkanik (jenis kalk alkalialkali) pada lingkungan sub aerial. pH mendekati netral. Terbentuk pada batuan vulkanik atau basement Setidjaji, Lucas Donny, et all;2011; Panduan praktikum Geologi Sumber Daya Mineral 2011, Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi UGM, Yogyakarta

4. Deskripsi mineralogi

5. Jenis tekstur urat dan struktur geometri 6. Jenis endapan epitermal 7. Genesa 8. Kondisi lingkungan

9. Daftar pustaka

LABORATORIUM BAHAN GALIAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA Lembar Pengamatan Peraga Endapan Epitermal Komponen pengamatan 1. Warna batuan 2. Tipe alterasi batuan 3. Pemerian Urat/Gangue Nama : Ismiatul Ramadhian Nur NIM : 35039 No. Peraga : BG XX I Keterangan Abu-abu tua Argilik Tekstur urat : Moss Struktur urat : Massive Vein Mineral asli : Mineral sekunder : Mineral penciri alterasi : Enargit : warna cokelat muda, kilap tanah, bentuk subhedral, ukuran <0,5-1 mm, kelimpahan 10 % Mineral tambahan : Mineral pengisi urat : a. Mineral logam : b. Mineral non logam : Sulfur : warna kuning, kilap tanah, bentuk subhedral, ukuran 0,5 mm, kelimpahan 70 % Feldpar : warna putih, kilap kaca, bentuk anhedral, ukuran <0,5-1 mm, kelimpahan 20 % Tekstur urat : Moss (0,5x1 cm) Struktur urat : Massive Vein (10x5x4 cm) High Sulfidation Retakan biasanya terkontrol oleh struktur geologi regional dan berasosiasi dengan batuan intrusif. Kehadiran mineral bijih umum dijumpai. Pada daerah busur vulkanik (jenis alkali) pada setting vulkanik proksimal. Terbentuk pada batuan vulkanik. Jarang dijumpai pada batuan basement. pH asam. Setidjaji, Lucas Donny, et all;2011; Panduan praktikum Geologi Sumber Daya Mineral 2011, Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi UGM, Yogyakarta

4. Deskripsi mineralogi

5. Jenis tekstur urat dan struktur geometri 6. Jenis endapan epitermal 7. Genesa

8. Kondisi lingkungan

9. Daftar pustaka