Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bahan tambahan pangan (BTP) adalah bahan atau campuran bahan yang secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk bahan pangan. BTP ditambahkan untuk memperbaiki karakter pangan agar kualitasnya meningkat. BTP pada umumnya merupakan bahan kimia yang telah diteliti dan diuji lama sesuai dengan kaidah kaidah ilmiah yang ada. Pemerintah telah mengeluarkan aturanaturan pemakaian BTP secara optimal. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud bahan tambahan makanan ? 2. Apakah bahan tambahan makanan yang di perbolehkan ? 3. Apakah bahan tambahan makanan yang dilarang ? 1.3 Tujuan 1. Mahasiswa dapat mengetahui maksud dari bahan tambahan makanan. 2. Mahasiswa dapat mengetahui bahan tambahan makanan yang diperbolehkan. 3. Mahasiswa dapat mengetahui bahan tambahan makanan yang dilarang.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bahan tambahan makanan Dalam kehidupan sehari-hari BTP sudah digunakan secara umum oleh masyarakat. Kenyataannya masih banyak produsen makanan yang menggunakan bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan. Efek dari bahan tambahan beracun tidak dapat langsung dirasakan, tetapi secara perlahan dan pasti dapat menyebabkan sakit. Penyimpangan atau pelanggaran mengenai penggunaan BTP yang sering dilakukan oleh produsen pangan yaitu : 1. Menggunakan bahan tambahan yang dilarang penggunaannya untuk makanan 2. Menggunakan BTP melebihi dosis yang diizinkan.

Tujuan penambahan bahan tambah makanan : 1. Mengawetkan makanan dengan mencegah pertumbuhan mikroba perusak pangan atau mencegah terjadinya reaksi kimia yang dapat menurunkan mutu pangan; 2. Membentuk makanan menjadi lebih baik, renyah dan lebih enak di mulut 3. Memberikan warna dan aroma yang lebih menarik sehingga menambah selera 4. Meningkatkan kualitas pangan dan 5. menghemat biaya. Produsen produk pangan menambahkan BTP dengan berbagai tujuan, misalnya membantu proses pengolahan, memperpanjang masa simpan, memperbaiki penampilan dan cita rasa, seta pengaturan keseimbangan gizi. Zat Adiktif ( Zat Berbahaya ) Aditif makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, flavor dan memperpanjang daya simpan. Selain itu dapat meningkatkan nilai gizi seperti protein, mineral dan vitamin. Penggunaan aditif makanan telah digunakan

sejak zaman dahulu. Bahan aditif makanan ada dua, yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan atau sintetis. Bahan tambahan makanan adalah bahan yang bukan secara alamiah merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam bahan makanan tersebut karena perlakuan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan. Agar makanan yang tersaji tersedia dalam bentuk yang lebih menarik, rasa enak, rupa dan konsistensinya baik serta awet maka sering dilakukan penambahan bahan tambahan makanan yang sering disebut zat aditif kimia (food aditiva). Adakalanya makanan yang tersedia tidak mempunyai bentuk yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi.

Jenis - Jenis Penambahan Bahan makanan : Bahan tambah pangan (BTP) di golongakan menjadi 2 jenis yaitu : 1. Bahan pangan yang tidak berbahaya untuk kesehatan 2. Bahan pangan yang berbahaya untuk kesehatan 2.2 Bahan tambahan makanan yang diperbolehkan Jenis Jenis Bahan pangan yang tidak berbahaya untuk kesehatan : 1. penyedap rasa 2. pengawet 3. pemanis 4. pewarna 5. antioksidan 6. anti kempal 7. pengasam,penetral,pendapar 8. enzim 9. pengemulsi, pemantap dan pengental 10. penambahan gizi 11. sekuestan 12. Pengeras 13. Pemutih

1. Penyedap rasa & aroma


Bahan pendedap rasa atau penegas rasa adalah zat yang dapat meningkatnkan cita rasa makanan. Penyedap berfungsi menambah rasa nikmat dan menekan rasa yang tidak di inginkan dari suatu bahan makanan. Contoh penguat rasa alami : bawang putih, bawang bombay, pala, merica, ketumbar, pandan, daun salam dan daun pandan Contoh penguat rasa buatan : monosodium glutamat/ vetsin, asam cuka, benzaldehida, amil asetat. Contoh zat aroma penyedap zat makanan sintensis : oktil asetat, oktil butirat, amil asetat amil valerat, metil anranelat Keunikan dari MSG adalah eskipun tidak mempunyai cita rasa, tetapi dapat membangkitkan cita rasa komponen-komponen lain yang terkandung dalam bahan makanan sifat semacam itu disebut Taste enhancer (penegas rasa).

2. Pengawet
Beberapa pengawet yang di perbolehkan : 1. Kalsium Benzoat bahan pengawet ini dapat menghambat bakteri penghasil toksin (racun). Kalsium benzoat di gunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, sirup, saos sari buah dan ikan asin kalsium benzoat bisa memicu serangan asma. 2. Sulfur dioksida (SO2) banyak di tambahkan pada sari buah, buah keringm kaang kering sirup dan acar.

3. Kalium Nitrat sering digunakan pada daging yang di layukan untuk mempertahankan warna merah agar tampak selalu segar. Tetapi ika penggunaan berlebihan bisa mengakibatkan keracunan

Asam benzoat

3.Pemanis
Pemanis yang di perbolehkan dalam penambahan pangan :

4. Pewarna

Penggunaan tartrazine yang berlebihan dapat memyebabkan reaksi alergi, asma dan hiperaktif pada anak. Penggunaan earthrosine yang berlebihan dapat memyebabkan reaksi alergi pernapasan, hiperaktif pada anak dan efek kurang baik pada otak dan perilaku

Penggunaan fast green fcf berlebihan menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor Sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang selaput lendir pada hidung sakit pinggang, muntah-muntah dan gangguan pencernaan.

5. Antioksidan
Antioksidan ialah zat yang mencegah ketengikan. Beberapa contoh bahan antioksidan ialah butil hidroksi anisol (BHA) , butil hidroksi toluena (BHT) , tokoferol

6. Antikempal
Zat antikempal di tambahkan ke dalam pangan dalam bentuk bubuk. Beberapa zat antikempal alumunium silikat , kalsium silikat , magnesium karbonat ,magnesium oksidan.

7. Pengemulsi
Pengemulsi ( emulsifier) adalah zat yang dapat mempertahankan dispersi lemak dalam air dan sebaliknya. Pada mayones bila tidak ada pengemulsi, maka lemak akan terpisah dari airnya. Contoh pengemulsi yaitu lesitin pada kuning telur, gom arab dan gliserin.

8. Penambahan gizi
Yaitu bahan tambahan berupa asam amino, mineral atau vitamin baik tunggal maupun campuran, dapat meninggkatkan nilai gizi makanan

9. Pengatur Keasaman
Membuat makanan lebih asam, lebih basa atau menetralkan makanan. Contoh zat pengatur keasaman adalah alumuanium amonium/kalium/natrium sulfat, asam laktat

10. Pengental
Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau menetralkan makanan yang di campurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu. Contoh pengental adalah pati, gelatin dan gun ( agar alginat, karagenan )

11. Pemutih
Contoh beberapa zat yang berfungsi sebagai pemutih adalah Hidrogen peroksida, oksida klor, benzoil peroksida, natrium hipoklorit.

2.3 Bahan tambahan makanan yang dilarang Zat zat yang dilarang di gunakan dalam makanan 1. Menurut PERMENKES Bahan tambahan yang di larang : Bahan kimia yang dilarang untuk bahan tambahan makanan (lampiran pada permenkes RI No. 72/Menkes/Per/IX/88) tentang bahan tambahan makanan antara lain : Asam borat (boric Acid) dan senyawanya Rhodamin B Metamil yellow Sakarin
8

Siklamat Boraks Formalin (formaldehyde) Asam salisilat dan garamnya Dietilpirokarbonat (DEPC) Dulsin (Dulcin) Kalsium Klorat (Potasium clorate) Kloramfenikol (Chloramfenikol) Minyak nabati yang dibrominasi Nitrofurazon Kalium bromonat (potassium Bromate )

1. Asam Borat
Kegunaan asam borat yang sebenarnya antara lain untuk bahan solder dan pembersih bangunan. Akan tetapi sering disalahgunakan dengan ditambahkan ke makanan biasanya ditemukan pada mie, bakso, dan kerupuk. Tujuan pemakaian asam borat pada makanan antara lain untuk membuat kenyal, menimbulkan rasa gurih, membuat renyah dan mengawetkan makanan. Bahaya:Pemakaian sedikit dapat menimbulkan mual, muntah, dan diare. Pada Pemakaian banyak dapat menyebabkan demam, depresi, koma, merangsang sistem saraf pusat dan kematian.

2. Rhodamin B
Rhodamin-B adalah zat pewarna sintetis berbentuk serbuk Kristal, berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, dan dalam larutan berwarna merah terang berflourenses. Rhodamin B ummnya digunakan sebagai pewarna kertas dan tekstil. Percobaan pada binatang menunjukan bahwa zat ini diseap lebih banyak pada saluran pencernaan.

Kerusakan pada hati tikus terjadi sebagai akibat pakannya mengandung Rhodamin B dalam konsentrasi yang tinggi. Mengkonsumsi zat ini dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan gangguan pada fungsi hati dan bias menngakibatkan kanker hati. Jangan mewarnai pangan dengan Rhodamin B.

3. Metanil Yellow
Metanil Yellow adalah zat pewarna sintesis berbentuk serbuk bewarna kuning kecoklatan, larut dalam air, agak larut dalam benzene, eter, dan sedikit larut dalam aseton. Metanil Yelow umumnya digunakan sebagai pewarna tekstil dan cat serta sebagai indicator reaksi netralisasi asam basa. Zat ini adalah senyawa kimia dari Azo Aromatik yang dapat menimbulkan tomur dalam berbagai jaringan hati, kandung lemih, saluran pencernaan atau jaingan kulit. Jangan mewarnai pangan dengan Metanil Yellow.

4. Sakarin
Sakarin, sakarin merupakan bahan pemanis buatan yang berbahaya. Biasanya digunakan pada produk es sirup. Sakarin dapat menyebabkan kanker kantung kemih dan bersifat karsinogenik pada binatang

5. Siklamat
Siklamat, siklamat merupakan bahan pemanis buatan berbahaya yang biasanya diigunakan pedagang dalam pembuatan sirup. Siklamat berpotensi menyebabkan pengecilan testicular dan kerusakan kromosom 6. Boraks Boraks adalah senyawa berbentuk Kristal putih, tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekana normal. Dalam air borak berubah menjadi Natrium Hidroksida dan Asam Borat. Boraks umumnya digunakan untuk memantri logam, pembuatan gelas dan enamel, sebagai pengawet kayu, dan pembasmi kecoa. Asam Borat maupun Boraks adalah racun bagi sel sel tubuh, berbahaya bagi
10

susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Jangan mengunakan Boraks dalam pembuatan bakso, kerupuk, mie dan sejenisnya.

7. Formalin
Formalin, formalin merupakan bahan pengawet makanan yang berbahaya. Beberapa produk makanan yang sering ditemukan menggunakan formalin sebagai bahan pengawet adalah mie telur, ikan asin, bakso. formalin bagi tubuh manusia diketahui sebagai zat beracun, karsinogenik yang menyebabkan kanker, mutagen, korosif dan iritatif. Paparan kronik formalin dapat menyebabkan sakit kepala, radang hidung kronis (rhinitis), mual mual gangguan pernapasan baik batuk kronis atau sesak nafas kronis. Ganggua pada pada persyarafan berupa susah tidur, sensitive, mudah lupa, sulit konsentrasi. Pada perempuan gangguan menstruasi dan infertilitas. Penggunaan formalin dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan

11

Pertanyaan : 1. Apa yang di maksud dengan zat adiktif ? A. Zat berbahaya B. Zat yang tidak berbahaya a. 1 golongan b. 2 golongan a. Sakarin, pewarna dan antioksidan rasa b. Pewarna, metanin yellow d. penyedap rasa, garam, antioksidan 4. Kalsium benzoat di gunakan untuk mengawetkan ? A. minuman ringan, minuman anggur, sirup, saos sari buah dan ikan asin B. Makanan, snack, mie C. Mie, bakso dan telur D. Mie, makanan ringan, sirup 5. No berapa lampiran permenkes yang menyebutkan larangan tambahan bahan kimia pada makanan ? a. 72/Menkes/Per/IX/88 b. 75/menkes/per/v/88 A. Rhodamin B, borax, penyedap B. Borax, sakarin, antioksidan
c.72/menkes/per/v/88 d.75/menkes/per/IX/88

C.zat untuk makanan berminyak D. zat makanan yang baku C. 3 golongan D. 11 golongan c. Sekuestan, pewarna dan penyedap

2. Bahan tambahan pangan (BTP ) di bedakan beberapa golongan ?

3. Dibawah ini bahan tambahan makanan yang di izinkan adalah ?

6. Dibawah ini zat yang dilarang untuk bahan tambahan pangan ialah ? c. sakarin, siklamat, metamil yellow d.Dulsin, metamil yellow, Rhodamin B

7. Sakarin, sakarin merupakan bahan pemanis buatan yang berbahaya.jika digunakan dalam makanan akan menimbulkan efek ? a. kanker kantung kemih dan bersifat karsinogenik pada binatang b. susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. c. gangguan pada fungsi hati dan bias menngakibatkan kanker hati d. sisteim saraf, cacat menta; dan kematian 8. Paparan kronik formalin dapat menyebabkan ?

12

a. sakit kepala, radang hidung kronis (rhinitis), mual mual gangguan pernapasan batuk kronis atau sesak nafas kronis. b. Sakit kepala, sakit tenggorokan, c. Batuk batuk, gangguan pernapasan d. Mual, pusing kepala, sakit tenggorokan

13

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan Bahan tambahan pangan (BTP) adalah bahan atau campuran bahan yang secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk bahan pangan. BTP ditambahkan untuk memperbaiki karakter pangan agar kualitasnya meningkat. BTP pada umumnya merupakan bahan kimia yang telah diteliti dan diuji lama sesuai dengan kaidah kaidah ilmiah yang ada. Pemerintah telah mengeluarkan aturanaturan pemakaian BTP secara optimal. Dalam kehidupan sehari-hari BTP sudah digunakan secara umum oleh masyarakat. Kenyataannya masih banyak produsen makanan yang menggunakan bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan. Efek dari bahan tambahan beracun tidak dapat langsung dirasakan, tetapi secara perlahan dan pasti dapat menyebabkan sakit. 3.2 Saran Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca diharapkan dan selalu dinantikan saran dari pembaca untuk penulis.

14

DAFTAR PUSTAKA
Suhandi,irwan.2007.makan sehat hidup sehat.jakarta:KOMPAS Hariyadi,purwiyatno.2001.pangan & gizi.bogor:sagung seto www.google.com http://id.wikipedia.org/wiki/bahan tambahan makanan

15