Anda di halaman 1dari 35

Om Swastiastu

Presentasi Metodologi Penelitian: Ilmu Pengetahuan Sebagai Proses dan Produk

Oleh:
Gede Suliastwina Permana (1114081214) Komang Budi Amanta (1114081232)

BAB II
INVESTIGASI ILMIAH

CIRI CIRI PENELITIAN


Tujuan Jelas Ketepatan Dapat Diuji Dapat Ditiru Ketelitian dan Keyakinan Objektivitas Dapat Digeneralisasi Hemat

INVESTIGASI ILMIAH
Investigasi ilmiah dan pengambilan keputusan manajerial merupakan aspek-aspek integral dari pemecahan masalah yang efektif. Istilah penelitian ilmiah mengacu, baik pada penelitian dasar maupun terapan. Penelitian terapan boleh atau tidak boleh digeneralisasikan pada organisasi lain, tergantung pada tingkat dimana perbedaan-perbedaan dapat eksis dalam faktorfaktor seperti ukuran, sifat kerja, karakteristik karyawan, dan struktur organisasi.

CIRI CIRI PENELITIAN


Tujuan Jelas Ketepatan Dapat Diuji Dapat Ditiru Ketelitian dan Keyakinan Objektivitas Dapat Digeneralisasi Hemat

TUJUAN JELAS

Manajer akan memulai penelitian dengan sebuah sasaran atau tujuan yang jelas untuk meningkatkan komitmen antar karyawan.

KETEPATAN
Dasar teori yang baik dan desain metodologi yang tepat akan menambah ketepatan pada sebuah studi dengan tujuan yang jelas. Ketepatan mengandung arti kehati-hatian, kecermatan, dan tingkat ketelitian dalam investigasi penelitian. Ketepatan penelitian memerlukan dasar teori yang baik dan metodologi yang difikirkan dengan hati-hati. Faktor-faktor tersebut memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan jenis informasi yang benar dari sampel yangtepat dengan tingkat bias minimum, dan memfasilitasi analisis yang sesuai dengan data yang di peroleh.

DAPAT DIUJI
Bila setelah mewawancarai sekelompok acak karyawan organisasi dan mempelajari penelitian sebelumnya yang dilakukan dalam bidang komitmen organisasi, manajer atau peneliti membuat hipotesis tertentu mengenai bagaimana meningkatkan komitmen karyawan, maka hal tersebut dapat diuji dengan menerapkan uji statistik tertentu pada data yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut. Misalnya, peneliti menghipotesiskan bahwa karyawan yang merasakan kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam pengambilan keputusan akan mempunyai level komitmen yang lebih tinggi. Ini adalah hipotesis yang dapat diuji setelah data dikumpulkan.

DAPAT DITIRU
Manajer/peneliti bedasarkan hasil studi, menyimpulkan bahwa partisipasi dalam pengambilan keputusan merupakan salah satu faktor terpenting yang memengaruhi komitmen karyawan terhadap organisasi. Dengan lebih meyakini temuan dan kesimpulan tersebut jika temuan yang mirip muncul berdasarkan data yang dikumpulkan oleh organisasi lain yang menggunakan metode serupa. Dapat ditiru merupakan ciri lain dari penelitian ilmiah.

KETELITIAN DAN KEYAKINAN


Kita harus mendisain penelitian dalam suatu cara yang memastikan bahwa temuan kita sedekat mungkin dengan realitas (missal, pernyataan hal keseluruhan yang sebenarnya), sehingga dapat menaruh kepercayaan atau keyakinan terhadap hasilnya. Ketelitian (precision), mengacu kepada kedekatan temuan dengan realitas berdasarkan sebuah sampel. Dengan kata lain, ketelitian mencerminkan tingkat keakuratan atau keyakinan hasil berdasarkan sampel, terkai apa yang benarbenar eksis dalam keseluruhan. Keyakinan (confidende), mengacu kepada probabilitas ketepatan estimasi kita. Karena itu,tidaklah cukup hanya teliti, tetapi juga penting bahwa kita dapat dengan yakin menegaskan bahwa 95% waktu hasil kita benar dan hanya 5% kemungkinan salah. Hal ini juga di sebut tingkat keykinan.

OBJEKTIVITAS
Kesimpulan yang ditarik dari interpretasi hasil analisis data harus objektif; yaitu harus berdasarkan fakta-fakta dari temuan yang berasal dari kata aktual, dan bukan nilai-nilai subjektif atau emosional kita. Semakin objektif interpretasi data, semakin ilmiah investigasi penelitian. Meskipun manajer atau peneliti dapat memulai dengan beberapa keyakinan dan nilai subjektif awal, interpretasi mereka terhadap data sebaiknya bebas dari nilai dan bias pribadi. Bila manajer berusaha melakukan penelitian sendiri, mereka harus sangat peka terhadap aspek tersebut. Dengan demikian, objektivitas merupakan ciri lain dari investigasi ilmiah.

DAPAT DIGENERALISASI
Dapat digeneralisasikan mengacu pada cakupan penerapan temuan penelitian dalam satu konteks organisasi ke konteks organisasi lainnya. Semakin luas jangkauan penerapan solusi yang diharapkan yang dihasilkan oleh penelitian, semakin berguna penelitian tersebut bagi para pengguna. Semakin penelitian dapat digeneralisasi, semakin besar kegunaan dan nilainya. Untuk generlisasi yang lebih luas, desain sampling penelitian harus disusun secara logis dan sejumlah rincian lain dalam metode pngumpulan data perludiikuti secara cermat.

HEMAT
Kesederhanaan dalam menjelaskan fenomena atau persoalan yang muncul, dan dalam menghasilkan solusi masalah, selalu lebih disukai untuk kerangka penelitian yang kompleks yang meliputi jumlah faktor yang tidak dapat dikendalikan. Sifat ekonomis dalam model penelitian dicapai jika kita memasukkan ke dalam penelitian lebih sedikit jumlah variabel yang akan menjelaskan varians (variance) secara jauh lebih efisien dibanding seperangkat variabel kompleks yang hanya akan sedikit menambah varians yang dijelaskan. Sifat hemat ini dapat dicapai dengan pemahaman yang baik terhadap masalah dan faktor penting lainnya yang mempengaruhi hal tersebut.

KETERBATASAN PENELITIAN ILMIAH DALAM BIDANG MANAJEMEN

Dalam bidang manajeman dan ilmu sosial, tidak selalu mungkin untuk melakukan investigasi yang 100% ilmiah, Hal ini karena kesulitan yang dihadapi dalam pengukuran dan pengumpulan data dalam bidang subjektif seperti perasaan, emosi, sikap, dan persepsi. Kesulitan juga mungkin dijumpai dalam mendapatkan sampel yang mewakili, yang membatasi generalisasi temuan. Dengan demikian, tidak selalu mungkin untuk memenuhi semua ciri sains sepenuhnya. Sifat bisa diperbandingkan, konsistensi, dan generalisasi yang luas sering sulit dicapai dalam penelitian.

RINTANGAN SAINS DALAM PENELITIAN


Salah satu metode invesigasi ilmiah yang utama adalah metode hipotesis-deduktif. DEDUKSI DAN INDUKSI Deduksi adalah proses dimana kita tiba pada suatu kesimpulan beralasan melalui generalisasi logis dari sebuah fakta yang diketahui. Misalnya, kita megetahui bahwa semua orang yang berkinerja tinggi adalah sangat menguasai pekerjaan mereka. Induksi, disisi lain merupakan proses dimana kita mengamati fenomena tertentu dan berdasarkan hal tersebut tiba pada kesimpulan.

METODE HIPOTESIS-DEDUKTIF
Tujuh Langkah Metode Hipotetis-Deduktif :
1. Pengamatan 2. Pengumpulan informasi awal 5. Pengumpulan data ilmiah lebih lanjut 6. Analisis data 3. Perumusan teori 7. Deduksi

4. Penyusunan hipotesis

TIPE PENELITIAN LAINNYA


Studi Kasus Studi kasus meliputi analisi mendalam dan kontekstual terhadap situasi yang mirip dalam organisasi lainnya, dimana sifat dan definisi masalah yang terjadi adalah serupa dengan yang dialami dalam situasi saat ini. Seperti dalam studi hipotesis-deduktif, hipotesis juga dapat disusun dalam studi kasus. Tetapi, jika suatu hipotesis khusus tidak terbukti bahka dalam satu studi kasus lain, tidak ada dukungan yang dapat diberikan pada hipotesis alternatif yang diajukan. Selain itu, Studi kasus yang otentik adalah sukar ditemukan karena banyak perusahaan memilih untuk melindunginya sebagai data rahasia. Tetapi, dengan memeriksa dokumen studi kasus secara teliti, manejer berada dalam posisi untuk memperoleh beberapa petunjuk mengenai faktor-faktor yang mungkin berlaku dalam situasi saat ini dan bagaimana persoalan dapat dipecahkan. Memilih kasus yang tepat untuk dipelajari, memahami dan dengan benar menerjemahkan dinamika situasi tertentu adalah penting demi kesuksesan pemecahan masalah. Perrlu juga dicatat bahwa studi kasus biasanya menyediakan data kualitatif dan bukan kuantitatif untuk analisis dan interpretasinya. Tetapi, penerapan analisi studi kasus pada persoalan organisasi tertentu relatif mudah.

Penelitian Tindakan Penelitian tindakan kadang-kadang dilakukan oleh konsultan yang ingin memprakarsai proses perubahan dalam organisasi. Dengan kata lain, metodologi penelitian tindakan adalah paling tepat ketika berkenaan dengan perubahan yang direncanakan. Disini, peneliti memulai dengan sebuah masalah yang telah diidentifikasi dan mengumpulkan data yang relevan untuk menyediakan solusi masalah sementara. Solusi tersebut kemudian dilaksanakan, dengan kesadaran bahwa mungkin ada konsekuensi yang tidak diinginkan yang mengikuti pelaksanaan tersebut. Pengaruhnya kemudian dievaluasi, didefinisikan,, didiagnosa, dan penelitian pun berlanjut hingga masalah telah sepenuhnya diselesaikan. Dengan demikian, penelitian tindakan merupakan proyek yang berkembang secara terus-menerus dengan saling memengaruhi antara masalah, solusi, pengaruh atau konsekuensi, dan solusi baru. Definisi masalah yang bijaksana dan realisti serta cara-cara kreatif untuk mengumpulkan data adalah penting dalam penelitian tindakan.

TIPE PENELITIAN LAINNYA


Studi Kasus Studi kasus meliputi analisi mendalam dan kontekstual terhadap situasi yang mirip dalam organisasi lainnya, dimana sifat dan definisi masalah yang terjadi adalah serupa dengan yang dialami dalam situasi saat ini. Seperti dalam studi hipotesis-deduktif, hipotesis juga dapat disusun dalam studi kasus. Tetapi, jika suatu hipotesis khusus tidak terbukti bahka dalam satu studi kasus lain, tidak ada dukungan yang dapat diberikan pada hipotesis alternatif yang diajukan. Selain itu, Studi kasus yang otentik adalah sukar ditemukan karena banyak perusahaan memilih untuk melindunginya sebagai data rahasia. Tetapi, dengan memeriksa dokumen studi kasus secara teliti, manejer berada dalam posisi untuk memperoleh beberapa petunjuk mengenai faktor-faktor yang mungkin berlaku dalam situasi saat ini dan bagaimana persoalan dapat dipecahkan. Memilih kasus yang tepat untuk dipelajari, memahami dan dengan benar menerjemahkan dinamika situasi tertentu adalah penting demi kesuksesan pemecahan masalah. Perrlu juga dicatat bahwa studi kasus biasanya menyediakan data kualitatif dan bukan kuantitatif untuk analisis dan interpretasinya. Tetapi, penerapan analisi studi kasus pada persoalan organisasi tertentu relatif mudah.

Penelitian Tindakan Penelitian tindakan kadang-kadang dilakukan oleh konsultan yang ingin memprakarsai proses perubahan dalam organisasi. Dengan kata lain, metodologi penelitian tindakan adalah paling tepat ketika berkenaan dengan perubahan yang direncanakan. Disini, peneliti memulai dengan sebuah masalah yang telah diidentifikasi dan mengumpulkan data yang relevan untuk menyediakan solusi masalah sementara. Solusi tersebut kemudian dilaksanakan, dengan kesadaran bahwa mungkin ada konsekuensi yang tidak diinginkan yang mengikuti pelaksanaan tersebut. Pengaruhnya kemudian dievaluasi, didefinisikan,, didiagnosa, dan penelitian pun berlanjut hingga masalah telah sepenuhnya diselesaikan. Dengan demikian, penelitian tindakan merupakan proyek yang berkembang secara terus-menerus dengan saling memengaruhi antara masalah, solusi, pengaruh atau konsekuensi, dan solusi baru. Definisi masalah yang bijaksana dan realisti serta cara-cara kreatif untuk mengumpulkan data adalah penting dalam penelitian tindakan.

BAB IV PROSES PENELITIAN


Langkah 1 sampai 3: 1. Bidang Masalah yang Luas 2. Pengumpulan Data Awal 3. Definisi Masalah

PROSES PENELITIAN UNTUK PENELITIAN TERAPAN DAN DASAR


(1) Pengamatan

(3) Definisi Masalah

(4) Kerangka Teoritis

(5) Penyusunan Hipotesis

(6) Desain Penelitian Ilmiah

(7) Pengumpulan , Analisis, dan Interpretasi Data

(2) Pengumpulan data awal

(8) Deduksi Tidak Ya

(9) Penulisan Laporan

(10) Presentasi Laporan

(11) Pengambilan Keputusan Manajerial

BIDANG MASALAH YANG LUAS


Bidang masalah yang luas mengarah pada seluruh situasi dimana seseorang melihat sebuah kemungkinan dalam konteks organisasi yang perlu diselesaikan, bidang bagi seorang manajer yang diyakini perlu untuk ditingkatkan dalam organisasi, persoalan konseptual atau teoritis yang perlu dipersempit bagi peneliti dasar untuk memahami fenomena tertentu, dan beberapa pertanyaan penelitian yang seorang peneliti dasar ingin jawab secara empiris.

Contoh bidang masalah yang luas seseorang manajer bisa amati ditempat kerja adalah sebagai berikut: 1. Program pelatihan mungkin tidak selektif seperti yang diharapkan. 2. Volume penjualan sebuah produk tidak juga meningkat. 3. Anggota kelompok minoritas dalam organisasi tidak meningkat dalam karier mereka. 4. Penyeimbangan harian dari pencatatan buku besar terus-menerus menjadi masalah. 5. Sistem informasi yang baru di-install tidak dimannfaatkan oleh para manajer yang menjadi sasaran utama sistem tersebut. 6. Penerapan jam kerja fleksibel telah menimbulkan lebih banyak persoalan dibanding yang dipecahkan dalam banyak organisasi 7. Hasil yang diharapkan dari merger baru-baru ini belum juga tampak. 8. Pengendalian persediaan tidak efektif 9. Instalasi sebuah SIM masih belum berhasil 10. Pihak manajemen dari sebuah proyek tim kompleks dan multidepartemen kehilangan kendali atas departemen litbang (R & D) dari sebuah perusahaan.

PENGUMPULAN DATA AWAL


Sifat Data Yang Dikumpulkan Sifat informasi yang diperlukan oleh peneliti untuk tujuan tersebut dapat diklasifikasikan secara luas ke dalam tiga bagian : Informasi latar belakang mengenai organisasi, yaitu faktor kontekstual. Filosofi manajemen, kebijakan perusahaan, dan aspek struktural lainnya. Persepsi, sikap, dan respons perilaku anggota organisasi dan sistem klien (sejauh dapat diterapkan). Informasi Latar Belakang mengenai Organisasi informasi latar belakang meliputi diantaranya, faktor kontekstual yang penting, yang diperoleh dari berbagai sumber yang dipublikasikan seperti publikasi perdagangan, beberapa panduan dan jasa bisnis lain, dokumen yang tersedia di dalam organisasi, dan web.

Adapun beberapa informasi latar belakang yang biasanya dapat diperoleh antara lain: Asal usul dan sejarah perusahaan, kapan berdiri, jenis bisnis, tingkat pertumbuhan, kepemilikan serta kontrol, dan seterusnya. Ukuran dalam hal karyawan, aset, atau seterusnya. Piagam, tujuan, dan ideologi. Lokasi, regional, nasional, atau lainnya. Sumber daya manusia atau lainnya. Hubungan saling ketergantungan dengan institusi lain dan keuangan eksternal. Posisi keuangan selama 5 hingga 10 tahun terakhir, dan data keuangan yang relevan

Informasi mengenai Faktor Struktural dan Filosofi Manajemen Informasi mengenai kebijakan, struktur, arus kerja, filosofi manajemen, dan semacamnya bisa diperoleh dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada manajemen. Sangat sering, aspekaspek struktur juga memengaruhi persoalan dan perlu untuk diselidiki : Peran dan posisi dalam organisasi dan jumlah karyawan pada setiap level pekerjaan. Tingkat spesialisasi. Saluran komunikasi. Sistem kendali. Koordinasi dan rentang kendali. Sitem penghargaan. Sistem arus kerja dan semacamnya.

Persepsi, Sikap, dan Respons Perilaku Persepsi karyawan terhadap pekerjaan, lingkungan kerja, sikap, dan respons perilaku mereka diketahui dengan cara berbicara, mengamati, dan menanyakan respons mereka melalui kuesioner. Pemahaman tentang sikap dan respons perilaku anggota organisasi sering sangat membantu dalam mencapai definisi masalah yang tepat. Faktor perilaku mencakup kebiasaan kerja aktual seperti ketekunan, tingkat absensi, kinerja, dan sebagainya. faktor-faktor sikap terdiri atas keyakinan orang mengenai dan reaksi terhadap hal berikut: Sifat pekerjaan. Saling ketergantungan. Superioritas dalam organisasi. Partisipasi dalam pengambilan keputusan. Sistem klien. Rekan kerja. Penghargaan yang diberikan perusahaan. Kesempatan karier dalam organisasi. Sikap organisasi terkait tanggungjawab karyawan terhadap keluarga. Keterlibatan perusahaan dengan masyarakat, kepentingan umum,dan kelompok sosial lainnya. Toleransi perusahaan terhadap karyawan yang cuti kerja.

SURVEI LITERATUR
Survei literatur merupakan dokumentasi dari tinjauan menyeluruh terhadap karya publikasi dan non publikasi dari sumber sekunder dalam bidang minat khusus bagi peneliti. Alasan untuk Survei Literatur Tujuan dari tinjauan literatur adalah untuk memastikan bahwa tidak ada variabel penting di masa lalu yang ditemukan berulang kali mempunyai pengaruh atas masalah yang terlewatkan. Mengadakan Survei Literatur Langkah pertama dalam proses tersebut meliputi pengidentifikasian berbagai bahan pblikasi dan non publikasi yang tersedia mengenai topik persoalan. Langkah kedua adalah pengumpulan informasi relevan. Langkah ketiga adalah menulis tinjauan literatur.

Mengidentifikasi Sumber Relevan Pada dasarnya ada tiga basis data yang dapat digunakan ketika meninjau literatur: 1) Basis Data Bibliografi (bibliographic data bases), yang hanya menampilkan kutipan bibliografi, yaitu nama penulis, judul artikel (buku), sumber publikasi, tahun, jilid, dan jumlah halaman. 2) Basis Data Abstrak (abstract database), yang sebagai tambahan memuat abstrak atau ikhtisar artikel. 3) Basis Data Teks-Lengkap (full-text database), yang menyediakan teks lengkap artikel. Menyarikan Informasi Relevan Mengakses sistem online dan memperoleh cetakan semua karya publikasi yang diminati dari sebuah indeks bibliografi akan memberikan bibliografi komprehensif mengenai subjek yang akan membentuk dasar untuk langkah selanjutnya.

Menulis Tinjauan Literatur Dokumentasi studi relevan yang mengutip penulis dan tahun studi disebut sebagai tinjauan literatur atau survei literatur. Survei literatur merupakan penyajian yang jelas dan logis mengenai karya penelitian yang relevan yang dilakukan sejauh ini bidang investigasi. Dokumentasi tersebut penting untuk meyakinkan pembaca bahwa 1.Peneliti menguasai persoalan dan telah melakukan pekerjaan rumah pendahuluan yang diperlukan untuk mengadakan penelitian 2.Kerangka teoretis akan disusun di atas penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan akan berkontribusi pada dasar pengetahuan yang kukuh yang telah ada sebelumnya. Adapun sebagian dari dua tinjauan literatur yang dilakukan dan memerhatikan bagaimana aktivitas tersebut bermanfaat untuk: 1) Mengenal subjek studi, 2) Mengidentifikasi pertanyaan penelitian, 3) Membangun diatas penelitian sebelumnya untuk memberi dasar bagi langkah selanjutnya, yaitu kerangka teoritis dan penyusunan hipotesis.

DEFINISI MASALAH
Merupakan sesuatu yang penting bahwa fokus penelitian selanjutnya, atau dengan kata lain, masalah, diidentifikasi secara terang. Tidak ada penelitian yang baik yang dpat menemukan solusi atau aituasi, jika isu utama atau masalah yang dipelajari belum ditunjukkan dengan tepat. Dengan demikian, adalah bermanfaat untuk mengidentifikasi masalah sebagai situasi di aman terdapat celah antara keadaan aktual dan keadaan ideal yang diharapkan. Dalam tiap kasus, seseorang sebaiknya mengetahui apa persoalan yang sebenarnya, yang perlu memperoleh jawaban. Adalah sangat penting bahwa gejala masalah tidak didefinisikan sebagai masalah nyata. Definisi masalah atau pernyataan masalah adalah pernyataan dari pertanyaan yang jelas, tepat, dan ringkas atau persoalan yang diinvestigasi menemukan jawaban atau solusi. Definisi masalah bisa berkaitan dengan Maslah bisnis saat iini, dimana manajer mencari sebuah solusi Situasi yang mungkin bukan merupakan masalah apapun saat ini, tetapi oleh para manajer dirasa ada peluang untuk peningkatkan. Bidang diman sejumlah kejelasan konsep diperlukan untuk menyusun teori yang lebih baik Situasi di mana seorang peneliti mencoba menjawab sebuah pertanyaan penelitian secara emperis karena berminat terhadap topik tersebut.

IMPLIKASI MANAJERIAL
Manajer terkadang melihat gejala dalam situasi yang problematis dan memperlakukannya seolah merupakan masalah riil, menjadi frustasi ketika solusi mereka tidak berhasil. Memahami urutan penyebab-masalah-konsekuensi, dan mengumpulkan informasi yang relevan untuk menemukan masalah yang sebenarnya adalah perlu untuk menunjukkannya dengan tepat. Masukan di manajer membantu peneliti untuk mendefinisikan bidang masalah yang luas dan mengonfirmasi teori mereka sendiri mengenai faktor-faktor situasional yang memengaruhi masalah utama. Kesadaran akan sumber informasi dan kemampuan untuk memperoleh akses ke informasi yang dibutuhkan sesuai keinginan melalui internet merupakan aset yang berharga bagi manajer. Dengan menggunakan fasilitas tersebut, manajer dapat mengetahui bagaimana bisnis yang serupa di dunia bergulat dengan situasi yang mirip dan memperoleh pemahaman yang lebih baik untuk menangani persoalan yang dihadapi.

ISU ETIS DALAM TAHAP INVESTIGASI AWAL


Setelah sebuah masalah dirasakan dan investigasi diputuskan, adlah penting memberitahu semua karyawan terutama mereka yang akan di wawancarai untuk pengumpulan data awal melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur mengenai studi yang akan dilakukan. Penting pula untuk meyakinkan karyawan bahwa respns mereka akan dirahasiakan oleh pewawancara dan bahwa respons individu tidak akan dibocorkan kepada siapa pun dalam organisasi. Intinya perusahaan berhak untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pekerjaan dan karyawan mempunyai hak privasi dan kerahasiaan, namun kerja sama dari responden menjamin informasi yang baik.