Anda di halaman 1dari 9

Pengenalan Rumah Sehat Bagi Keluarga

MARLINA PUTRI P. PEKPEKAI 10 2013 041 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Arjuna utara No. 6 Jakarta Barat 11510 Marlina.2013fk041@civitas.ukrida.ac.id
BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Rumah adalah sebuah tempat tujuan akhir dari manusia. 1 Dalam pengertian yang luas, rumah tinggal bukan hanya sebuah bangunan ( struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat.2 Kemajuan yang pesat di bidang teknologi dan ilmu kesehatan telah memberikan pengertian dan kesadaran kepada manusia bahwa perumahan yang tidak sehat ( poor housing) adalah penyebab rendahnya taraf kesehatan jasmani dan rohani.3 Hal ini memudahkan terjangkitnya penyakit dan mengurangi daya kerja atau daya produksi seseorang , dikarenakan Kesehatan adalah faktor utama sebagai parameter penilaian kelayakan sebuah hunian , sebelum faktor utama sebagai parameter penilaian kelayakan sebuah hunian, sebelum faktor bentuk dan gaya arsitektur dari sebuah rumah.2,3 Untuk memperbaiki keadaan ini dan meningkatkan taraf kesehatan, maka faktor yang ikut mendukung adalah perlu adanya pembangunan gedung- gedung dan memenuhi persyaratan teknis dan kesehatan. Tujuannya, agar gedung atau perumahan tersebut dapat memenuhi kebutuhan akan kondisi tempat tinggal yang sehat ( healthy) dan menyenangkan ( comfortable ), yang dikenal sebagai Rumah Sehat.3 Berdasarkan hal inilah maka masyarakat perlu diberi pengetahuan tentang rumah sehat agar dapat mendukung peningkatan taraf hidup kesehatan masyarakat. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengertian dari rumah sehat itu sendiri, apa saja fungsi- fungsi pokoknya, aspek aspek apa yang mendukung serta Indikator apa saja yang mendasari penilaian akan rumah sehat. B. Sasaran Anggota masyarakat , terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. C. Tujuan Agar masyarakat dapat mengetahui Apa itu rumah sehat Mengetahui mengenai aspek serta indikator yang mendasari pembangunan rumah sehat dapat menciptakan kondisi Rumah yang sehat.

BAB II Isi dan Pembahasan

A. Pengertian Rumah Sehat. Pengertian sehat yang lebih terperinci oleh WHO ( World Health Organization ) didefinisikan sebagai keadaan kesehatan jasmani , rohani , dan sosial yang baik dan lengkap , bukan hanya berarti terhindar dari penyakit atau kelemahan ( health is a state of complete physical, mental and social wellbeing , not merely the absence of disease or infirmity).1 Rumah Sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah.4 Rumah sehat versi Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) adalah 1) harus dapat terlindungi dari

hujan , panas,dingin dan berfungsi sebagai tempat istirahat ; 2) mempunyai tempat tempat untuk tidur , masak , mandi, mencuci, kakus dan kamar mandi ; 3) dapat melindungi penghuninya dari bahaya kebisingan dan bebas dari pencemaran ; 4) bebas dari bahan bangunan berbahaya ; 5) terbuat dari bahan yang kukuh dan dapat melindungi penghuninya dari gempa , keruntuhan dan penyakit menular ; 6) memberi rasa aman dan lingkungan tetangga yang serasi.1 B. Fungsi Pokok Rumah Sehat Secara garis besar , rumah meiliki empat fungsi pokok sebagai tempat tinggal yang layak dan sehat bagi setiap manusia, yaitu : 3 1. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia Pengertian Rumah yang dapat memuaskan kebutuhan jasmani manusia adalah rumah yang memenuhi persyaratan berikut : (a) Dapat member perlindungan terhadap gangguan gangguan cuaca atau keadaan ilkim yang kurang sesuai dengan kondisi hidup manusia, misalnya : panas , dingin , angin , hujan dan udara yang lembab; (b) dapat memenuhi kebutuhan penghuninya untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan rumah tangga sehari-hari, antara lain ; (c) Dapat digunakan sebagai tempat istirahat yang tenang diwaktu lelah atau sakit.

2. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusia; Rumah yang dapat memenuhi kebutuhan rohani manusia adalah rumah yang member perasaan aman dan tenteram bagi seluruh keluarga sehingga mereka dapat kerasan berkumpul dan hidup bersama, serta dapat mengembangkan sifat dan kepribadian yang sehat.

3. Rumah harus melindungi manusia dari penularan penyakit Rumah yang merupakan tempat perlindungan dari pengaruh lingkungan luar adalah rumah yang dapat menjauhkan segala gangguan kesehatan bagi penghuninya. Ruang kediaman yang tertutup/ terpisah dari pengaruh langsung lingkungan luar , rumah harus dapat menjauhkan manusia dari gangguan kesehatan yang disebabkan epidemik penyakit menular. Misalnya, penyakit tifus , kolera dan disentri.

4. Rumah harus melindungi manusia dari gangguan luar rumah juga harus kuat dan stabil sehingga dapat memberi perlindungan terhadap gangguan keamanan yang disebabkan bencana alam maupun kerusuhan atau kejahatan oleh pencurian atau perampokan.

C. Aspek Rumah Sehat Rumah sebagai tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan dan kenyamanan dipengaruhi oleh 3(tiga) aspek, yaitu Ventilasi , pencahayaan, penghawaan, serta suhu udara dan kelembaban dalam ruangan. dan nyaman.5 Aspek- aspek tersebut merupakan dasar atau kaidah perencanaan rumah sehat

Pencahayaan

Matahari sebagai potensi terbesar yang dapat digunakan sebagai pencahayaan alami pada siang hari. Pencahayaan yang dimaksud adalah penggunaan terang langit, dengan ketentuan sebagai berikut: 5 cuaca dalam keadaan cerah dan tidak berawan, ruangan kegiatan mendapatkan cukup banyak cahaya, ruang kegiatan mendapatkan distribusi cahaya secara merata.

Cahaya dapat dibedakan menjadi 2, yakni: Cahaya alamiah, yakni matahari. Cahaya ini sangat penting karena dapat membunuh bakteri-bakteri patogen didalam rumah, misalnya baksil TBC. Oleh karena itu, rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup. Seyogyanya jalan masuk cahaya (jendela) luasnya sekurang-kurangnya 15-20 % dari luas lantai yang terdapat dalam ruangan rumah. Cahaya buatan yaitu menggunakan sumber cahaya yang bukan alamiah, seperti lampu minyak tanah, listrik, api dan sebagainya. Cahaya yang cukup pada setiap ruangan, dengan adanya cahaya yang cukup maka kondisi kesehatan mata dapat terjaga karena tidak terlalu lelah dalam memandang setiap benda yang terlihat samarsamar sehingga dapat dikategorikan sebagai syarat rumah yang baik.7

Penghawaan

Udara merupakan kebutuhan pokok manusia untuk bernafas sepanjang hidupnya. Udara akan sangat berpengaruh dalam menentukan kenyamanan pada bangunan rumah. Kenyamanan akan memberikan kesegaran terhadap penghuni dan terciptanya rumah yang sehat, apabila terjadi pengaliran atau pergantian udara secara kontinyu melalui ruangan- ruangan, serta lubang -lubang pada bidang pembatas dinding atau partisi sebagai ventilasi.5 Agar diperoleh kesegaran udara dalam ruangan dengan cara penghawaan alami, maka dapat dilakukan dengan memberikan atau mengadakan peranginan silang (ventilasi silang) dengan ketentuan sebagai berikut:5 Lubang penghawaan minimal 5% (lima persen) dari luas lantai ruangan. Udara yang mengalir masuk sama dengan volume udara yang mengalir keluar ruangan. Udara yang masuk tidak berasal dari asap dapur atau bau kamar mandi/WC

Suhu dan Kelembaban Udara Ruangan tidak terlalu lembab, kelembapan ruangan dapat menyebabkan berkembang biaknya bakteri atau kuman di ruangan yang tentu dapat mengganggu kesehatan. Juga tidak terlalu kering, suasana panas dan sesak nafas dapat terjadi akibat ruangan didalam rumah terlalu kering sebagai akibat ventilasi rumah yang tidak berjalan dengan baik.
7

Rumah dinyatakan sehat dan

nyaman, apabila suhu udara dan kelembaban udara ruangan sesuai dengan suhu tubuh manusia normal. Suhu udara dan kelembaban ruangan sangat dipengaruhi oleh penghawaan dan

pencahayaan. Penghawaan yang kurang atau tidak lancar akan menjadikan ruangan terasa pengap atau sumpek dan akan menimbulkan kelembaban tinggi dalam ruangan. Untuk mengatur suhu udara dan kelembaban normal untuk ruangan memperhatikan:5 keseimbangan penghawaan antara volume udara yang masuk dan keluar. pencahayaan yang cukup pada ruangan dengan perabotan tidak bergerak. menghindari perabotan yang menutupi sebagian besar luas lantai ruangan dan penghuni dalam melakukan kegiatannya, perlu

D. Indikator Rumah Sehat Rumah Sehat , yaitu rumah yang digunakan orang untuk tempat berlindung yang termasuk juga fasilitas dan pelayanan yang diperlukan, perlengkapan yang berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani , serta keadaan sosial yang baik untuk keluarga dan perorangan.3 Indikator Rumah Sehat adalah sebagai berikut, yaitu : 8 (1) Letak rumah yang sehat Untuk memiliki rumah yang sehat maka tata letak rumah yang harus diperhatikan adalah : Tidak didirikan didekat tempat sampah yang dikumpulkan atau yang dibuang Dekat dengan air bersih Jarak kurang lebih 100 meter dari tempat buangan sampah Dekat sarana pembersihan Adanya fasilitas tempat buang air besar. Jarak sumber air minum dengan tempat penampungan akhir kotoran ( tinja )tidak kurang dari 10 meter. Ditempat dimana air hujan dan air kotor tidak menggenang.

(2) Ruangan yang sehat Cukup luas ditempati , cukup bersih , cukup penerangan alami dalam rumah ( dapat membaca Koran tanpa penerangan tambahan pagi hari ).8 Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Luas bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan perjubelan (overcrowded). Hal ini berdampak kurang baik terhadap kesehaan penghuninya, sebab disamping menyebabkan kurangnya konsumsi O2 juga bila salah satu anggota keluarga terkena penyakit infeksi, akan mudah menular kepada anggota keluarga yang lain.6

(3) Tata ruang yang sehat Disediakan cara tersendiri untuk membuang air limbah atau mungkin untuk menyirami tanaman-tanaman dikebun Disediakan tempat khusus untuk pembuangan sampah padat Terdapat tempat khusus ( kandang di luar rumah ) untuk binatang peliharaan Bebas dari binatang penular antara lain bebas jentik , bebas tikus dan bebas nyamuk.

(4) Ventilasi atau sirkulasi udara yang lancar Ventilasi atau jendela pada semua ruangan, alur sirkulasi udara yang baik dan lancar merupakan syarat utama sebuah rumah agar kualitas udara disetiap ruangan tetap segar dan baik untuk kesehatan penghuni rumah.7 Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi. Fungsi pertama adalah untuk menjaga agar aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar. Hal ini berarti keseimbangan O2 yang diperlukan oleh penghuni rumah tersebut tetap terjaga. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan kurangnya O2 di dalam rumah yang berarti kadar CO2 yang bersifat racun bagi penghuninya menjadi meningkat. Di samping itu tidak cukupnya ventilasi akan menyebabkan kelembaban udara di dalam ruangan naik karena terjadi proses penguapan cairan dari kulit dan penyerapan.6 Kelembaban akan merupakan media yang baik untuk bakteri-bakteri patogen (bakteri-bakteri penyebab penyakit). Fungsi kedua daripada ventilasi adalah membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri terutama bakteri patogen karena disitu selalu terjadi aliran udara yang terus-menerus. Bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir. Fungsi lainnya adalah untuk menjaga agar ruangan rumah selalu tetap di dalam kelembaban (humidity) yang optimum. Ada 2 macam ventilasi, yakni : 6

Ventilasi alamiah, di mana aliran udara di dalam ruangan tersebut terjadi secara alamiah melalui jendela, pintu, lubang angin, lubang-lubang pada dinding dan sebagainya. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tidak menguntungkan karena juga merupakan jalan masuknya nyamuk dan serangga lainnya ke dalam rumah. Untuk itu harus ada usaha-usaha lain untuk melindungi kita dari gigitan-gigitan nyamuk tersebut.

Ventilasi buatan, yaitu dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk mengalirkan udara terebut, misalnya kipas angin dan mesin pengisap udara. Tetapi jelas alat ini tidak cocok dengan kondisi rumah di pedesaan. Perlu diperhatikan disini bahwa sistem pembuatan ventilasi harus dijaga agar udara tidak mandeg atau membalik lagi, harus mengalir. Artinya di dalam ruangan rumah harus ada jalan masuk dan keluarnya udara.

(5) Lantai dan dinding yang aman Saat ini, ada berbagai jenis lantai rumah. Lantai rumah dari semen atau ubin, kermik, atau cukup tanah biasa yang dipadatkan. Syarat yang penting disini adalah tidak berdebu pada musim kemarau dan tidak becek pada musim hujan. Lantai yang basah dan berdebu merupakan sarang penyakit. Lantai mudah dibersihkan, permukaan halus atau rata , lantai terbuat dari kayu , bambu , ubin , atau plester.8

BAB III Penutup

A. Kesimpulan Rumah Sehat adalah tempat berlindung atau bernaung dan tempat untuk beristirahat sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani maupun sosial budaya.1 Dengan mengetahui pengertian , serta aspek aspek dan indikator yang telah dibahas , seperti keadaan rumah baik secara fisik dan juga suasananya yang mendukung dalam peningkatan kesehatan , maka diharapkan masyarakat dapat menciptakan suasana rumah yang Sehat.

Daftar Pustaka 1) Wicaksono A. Menciptakan rumah sehat . Jakarta : Penebar swadaya ; 2009 . h. 3-5 2) Frick H, Mulyani TH. Seri eko-arsitektur ekologis. Yogyakarta : Kanisius ; 2006 .h. 1-3 3) 3)Gunawan R. Rencana rumah sehat . Yogyakarta : Kanisius ; 2009.h. 9-10, 15-6 4) Departemen Kesehatan . Profil kesehatan provinsi Kalimantan tengah 2009. Di unduh dari http://www.depkes.go.id/downloads/profil/kalteng/narasi_profil05/narasi_profil05/BAB%20II_ profil.doc , 22 November 2013. 5) Kementrian Pekerjaan Umum Republlik Indonesia. Pedoman umum rumah sehat sederhana . Di unduh dari : http://www.pu.go.id/satminkal/itjen/lama/hukum/km403-02l1.pdf , 22 November 2013. 6) Syarat-syarat rumah sehat [Editorial]. Diunduh dari : http://www.smallcrab.com/kesehatan/619-syarat-syarat-rumah-sehat, 23 November 2013 7) Tropical Homes Ideas. Syarat rumah sehat dan layak huni .Diunduh dari :

http://tropicalhomeideas.com/syarat-rumah-sehat-dan-layak-huni/

, 22 November 2013

8) Efendi F, Makhfudli . Keperawatan kesehatan komunitas teori dan praktik dalam keperawatan . Jakarta : Salemba Medika ; 2009 .h. 78-9