Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN KASUS SUSPEK HEPATITIS VIRAL AKUT

Oleh : Siti Riani Pembimbing: dr. Azwar Djauhari, M.Sc

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PUSKESMAS SIMPANG IV SIPIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JAMBI 2014

BAB I PENDAHULUAN

Hepatitis adalah peradangan pada hati dan dikarakteristikkan dengan adanya sel radang di jaringan pada organ tersebut, dapat dikarenakan oleh toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis". Hepatitis dapat timbul dengan sedikit maupun tidak bergejala, tetapi terkadang menjadi jaundice, anoreksia (tidak ada nafsu makan) dan lemas. Ada 5 jenis virus hepatitis ini : virus Hepatitis A (HAV), virus Hepatitis B (HBV), virus Hepatitis C (HCV), virus Hepatitis D (HDV) dan virus hepatitis E (HEV)

BAB II STATUS PASIEN


Identitas Pasien Nama : Tn. H Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 35 tahun Pendidikan : SMA Pekerjaan : Swasta Alamat : RT 25, Kel. Simpang IV Sipin

Latar Belakang Sosio-Ekonomi-DemografiLingkungan Keluarga


Status Perkawinan : Menikah Jumlah anak/saudara : 2 orang Status Ekonomi Keluarga : Mampu (Penghasilan 1.750.000 per bulan). KB :Kondisi rumah : baik Kondisi lingungan keluarga : baik
: baik

Aspek Psiologis di Keluarga

Keluhan Utama : Muntah lebih dari 5 kali sejak tadi malam sebelum datang ke puskesmas Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang Sejak tadi malam sebelum datang ke puskesmas pasien mengeluhkan muntah > 5 kali. Muntah apa yang dimakan. Awalnya sejak 5 hari sebelum datang ke puskesmas pasien mengeluhkan tidak nafsu makan, terdapat mual, muntah (-), tidak ada kembung, tidak ada sendawa. Sejak 2 hari yang lalu pasien mengeluhkan badan terasa lebih lemas, mudah lelah, nyeri pada sendi dan otot disangkal.Pasien juga demam, namun tidak terlalu tinggi, menggigil dan berkeringat tidak ada. Batuk, nyeri tenggorokan, bersin-bersin dan pilek tidak ada

Pasien juga mengeluhkan mata kuning dan BAK berwarna seperti air teh pekat. BAB dengan konsistensi tidak encer, berwarna kuning. Pasien tidak pernah sakit kuning sebelumnya. Pasien juga mengatakan tidak ada kontak dengan orang yang sakit kuning. Pasien memiliki riwayat sering makan di warung pinggir jalan.Riwayat transfuse disangkal.Riwayat narkoba suntik disangkal. Pasien mengaku tidak ada riwayat minum

Riwayat Penyakit Dahulu/Keluarga Pasien mengatakan tidak pernah sakit kuning sebelumnya Riwayat sakit malaria disangkal Tidak ada anggota keluarga atau tetangga yang menderita sakit kuning

Pemeriksaan Fisik
Keadaan

Umum Kesadaran Tanda Vital


TD N

: Tampak sakit ringan : Compos Mentis :

= 120/80 mmHg = 85 x/menit

RR

= 20 x/menit T = 37oC

Pemeriksaan Anjuran : Pemeriksaan Fungsi Hati : SGOT, SGPT, bilirubin total, direct, indirect Pemeriksaan : IgM anti HAV, HbsAg, Anti HBs

Diagnosis Kerja Suspek Hepatitis Viral Akut

Manajemen
Preventif
Hindari makanan yang kotor Mempraktekan kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau mengganti diapers Menghindari penggunaan bersama alat-alat kesehatan pribadi seperti alat cukur atau gunting kuku Menghindari bahan racun dan konsumsi alkohol berlebihan

Promotif Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit Hepatitis dan cara penularannya

Kuratif Non medikamentosa


Bed

Rest Mengkonsumsi makanan yang bergizi Menghindari penggunaan bersama alat-alat kesehatan pribadi seperti alat cukur atau gunting kuku

Medikamentosa
Domperidon

tab 10 mg 3 x 1 tab Antasid tab 200 mg 3 x 1 tab Vitamin B Complek 3 x 1 tablet

Rehabilitatif Minum obat teratur Jika klinis memberat, segera di bawa ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut

BAB III TINJAUAN PUSTAKA


Hepatitis adalah peradangan pada hati dan dikarakteristikkan dengan adanya sel radang di jaringan pada organ tersebut, dapat dikarenakan oleh toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis".

5 jenis virus hepatitis virus Hepatitis A (HAV), virus Hepatitis B (HBV), virus Hepatitis C (HCV), virus Hepatitis D (HDV) virus hepatitis E (HEV)

Gambaran Klinis

gejala prodromal yang non spesifik dan gejala GI track seperti malaise, anoreksia, mual dan muntah. Gejala flu, faringitis, batuk coryza, fotofobia, sakit kepala dan mialgia. Gejala prodromal menghilang pada saat timbul kuning kecuali anoreksia, malaise. Ikterus didahului dengan muncul urin berwarna gelap, pruritus (biasanya ringan dan sementara) dapat timbul ketika ikterus meningkat. Pemeriksaan fisik menunjukkan pembesaran dan sedikit nyeri tekan pada hati. Splenomegali ringan dan limfadenopati pada 15-20% pasien

Diagnosis

Anamnesis Berdasarkan manifestasi klinis. Pemeriksaan fisik Nyeri tekan hati. Pembesaran hati Pemeriksaan penunjang Darah rutin (Hb, Ht, Leukosit) Tes biokimiawi hati (SGOT, SGPT, Bilirubin, antigen dan atau antibody virus hepatitis)

Tata Laksana

Rawat jalan, kecuali pasien dengan mual atau anoreksia berat yang akan menyebabkan dehidrasi. Tirah baring hingga ikterik dan SGOT/SGPT turun. Aktivitas fisik yang berlebihan dan berkepanjangan harus dihindari, pembatasan aktivitas tergantung dari derajat kelelahan dan malaise. Asupan karbohidrat yang tinggi dan rendah lemak. Makan pagi dengan porsi yang cukup besar merupakan makanan yang paling baik ditoleransi Menghindari konsumsi alcohol. Pengobatan asimptomatik jika diperlukan ( muntah anti muntah, demam antipiretik). Pemeriksaan bilirubin pada minggu kedua dan ketiga untuk pemantauan

Pencegahan
Hindari makanan yang kotor Mempraktekan kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau mengganti diapers Menghindari meminum atau memakai air kran jika berpergian ke luar negri Hindari air termasuk es yang mungkin tercemar kotoran. Hindari kerang-kerangan yang mentah atau kurang masak. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air setelah ke kamar mandi, mengganti popok bayi dan sebelum menyiapkan atau makan makanan. Menghindari memakai obat terlarang, terutama penggunaan bersama alat suntik.

Melakukan

hubungan sex yang aman. Menghindari penggunaan bersama alat-alat kesehatan pribadi seperti alat cukur atau gunting kuku Menghindari bahan racun dan konsumsi alkohol berlebihan Gunakan obat-obatan seperti yang dianjurkan. Gunakan kehati-hatian pada produk-produk kimia industri. Makanlah diet yang berimbang baik menurut petunjuk piramid dari makanan. Dapatkan satu suntikan dari immune globulin sesudah terpapar pada hepatitis A.

BAB IV PEMBAHASAN

Dilaporkan seorang pasien dengan identitas, Tn.H/35 tahun/SMA /RT 25, Kel. Simpang IV Sipin. dengan keluhan utama muntah lebih dari 5 kali sejak tadi sebelum datang ke puskesmas. Sebelum keluhan tersebut pasien mengeluhkan lemas, mudah lelah, nyeri pada sendi dan otot. Pasien tidak nafsu makan, terdapat mual, muntah yang merupakan fase pra ikterik pada hepatitis akut.

Pasien ini juga mengeluhkan BAK berwarna seperti air teh pekat dan dari pemeriksaan fisik di dapatkan sclera ikterik yang merupakan fase ikterik dan nyeri tekan epigastrium. Ikterus adalah perubahan warna kulit, sclera mata atau jaringan lainnya (membrane mukosa) yang menjadi kuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang meningkat konsentrasinya dalam sirkulasi darah. Ikterus yang ringan dapat dilihat paling awal pada sclera mata, dan kalau ini terjadi konsentrasi bilirubin sudah berkisar antara 2-2,5 mg/dl (34-43 umol/L).

Pemeriksaan penunjang darah rutin dalam batas normal sedangkan urin rutin didapatkan warna urin kuning dan bilirubin +1. Hal ini sesuai dengan literature mengenai hepatitis. Sebaiknya ditambahkanm Pemeriksaan fungsi Hati: SGOT, SGPT, bilirubin total, direct, indirect Pemeriksaan: IgM anti HAV, HbsAg, Anti HBs.

Tatalaksana yang diberikan pada pasien ini yaitu Bed Rest karena sesuai literature bahwa aktivitas fisik yang berlebihan dan berkepanjangan harus dihindari. Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menghindari penggunaan bersama alat-alat kesehatan pribadi seperti alat cukur atau gunting kuku . medikamentosanya pasien dianjurkan dirawat dikarenakan keadaan fisik yang tampak lemah setelah muntah. Pasien di rujuk untuk dirawat, pemberian antasida dan donperidon untuk mengurangi keluhan mual dan muntahnya, dan vitamin B complex sebagai roboransia, untuk memberikan pertahanan pada tubuh pasien karena hepatitis virus akut merupakan self limmited.

lampiran

... TERIMA KASIH ...