Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PENDAHULUAN INTRA NATAL CARE

A. Defenisi Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan dimana janin dan ketuban turun ke dalam jalan lahir dan didorong keluar melalui jalan lahir (Sarwono Prawirohardjo, 2005). Se ara umum persalinan adalah serangkaian kajadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang ukup bulan !"#$2 minggu lahir spontan, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun janin, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. %enurut tuanya kehamilan & '. (bortus Pengeluaran buah kehamilan sebelum kehamilan 22 minggu atau bayi dengan berat badan kurang dari 500 gr. 2. Partus immaturus Pengeluaran buah kehamilan antara 22 minggu dan 2) minggu atau bayi dengan berat badan antara 500 gr dan *** gr. !. Partus prematurus Pengeluaran buah kehamilan antara 2) minggu dan !" minggu atau bayi dengan berat badan antara '000 gr dan 2$** gr $. Partus maturus atau partus aterm Pengeluaran buah kehamilan antara !" minggu dan $2 minggu atau bayi dengan berat badan 2500 gram atau lebih 5. Partus postmaturus atau partus serotinus Pengeluaran buah kehamilan adalah kehamila $2 minggu %enurut ara persalinan '. Partus spontan+biasa Persalinan yang berlangsung, dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir 2. Partus buatan Persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar, misalnya ekstraksi vakum dan se tio aesarea (S,) !. Partus anjuran Persalinan bila bayi sudah ukup besar untuk hidup diluar, tetapi menimbulkan kesulitan dalam persalinan dan tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah peme ahan ketuban, pemberian pito in atau prostaglandin

'

B. Etiologi (Penyebab) Persalinan -ang menyebabkan terjadinya persalinan belum diketahui dengan jelas, tetapi banyak .akta yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan. %ulanya berupa kombinasi dari .aktor hormon dan .aktor mekanis. /eberapa teori yang dikemukakan ialah & '. 0eori penurunan kadar progesteron Progesteron menimbulkan relaksasi otot#otot rahim sedangkan estrogen meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen di dalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his. 2. 0eori o1yto in Pada akhir kehamilan kadar o1yto in bertambah, oleh karena itu, timbul kontraksi otot#otot rahim. !. 2eregangan otot#otot rahim Seperti halnya dengan kandung ken ing dan lambung, bila dindingnya teregang karena isinya maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan tinja. 3emikian pula dengan rahim, maka dengan majunya kehamilan makin teregang otot#otot rahim sehingga otot#otot makin rentan. $. Pengaruh janin 4ypo.isis dan kelanjar suprenal janin ternyata memegang peranan juga, selain itu, di belakang serviks terletak ganglion servikale. /ila ganglion ini digeser dan ditekan, oleh kepala janin, maka akan timbul kontraksi uterus 5. 0eori prostagladin /erdasarkan hasil per obaan menunjukkan prostagladin dari 52 atau 62 yang diberikan se ara intravena dan e1tra abdominal menimbulkan kontraksi miometrium pada setiap umur kehamilan. Proses Persalinan Nor al Proses persalinan terdiri dari $ kala yaitu 7 '. 2ala 8 atau kala pembukaan 3imulai dari his persalinan yang pertama sampai pembukaan serviks menjadi lengkap ('0 m) 2. 2ala 88 atau kala pengeluaran 3imulai dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi !. 2ala 888 atau kala uri 3imulai dari lahirnya bayi sampai lahirnya plasenta $. 2ala 89 atau kala pengawasan 3imulai setelah pla enta lahir dean berakhir 2 jam setelah selesai kala 888 persalinan ( (suhan 8ntrapartum, 200!).

!ala I ("ala #e b$"aan) 8npartu ditandai dengan keluarnya lendir ber ampur darah (bloody show), karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (e..e ement) kala 8 dibagi dalam 2 .ase yaitu & a. .ase laten /erlangsung dalam "#) jam pembukaan berlangsung lambat pembukaan ! m. b. 5ase akti. /erlangsung dalam : jam dan dibagi menjadi ! .ase & ') 5ase akselerasi 3alam waktu 2 jam, pembukaan menjadi $ m 2) 5ase dilatasi maksimal 3alam waktu 2 jam, pembukaan berlangsung epat menjadi * m !) 5ase deselerasi 3alam waktu 2 jam, pembukaan berlangsung lambat menjadi '0 m atau lengkap ( Sarwono Prawirohardjp, 2005). !ala II ("ala #engel$aran) Pada kala pengeluaran janin, his menjadi kuat dan lebih epat kira#kira 2#! menit sekali, karena kepala janin sudah masuk keruang panggaul, sehingga pada his dirasakan tekanan pada otot#otot dasar panggul yang se ara re.lekstoris menimbulkan rasa mengedan. 2arena ada tekanan pada rektum, ibu juga merasa ingin buang air besar (/(/) dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan dalam vulva yang membuka dan perineum meregang. 3engan his dan kekuatan mengedan yang terpimpin, maka lahirlah kepala yang diikuti oleh seluruh badan janin. Pada primigravida, kala 88 berlangsung rata#rata ',5 ; 2 jam dan pada multigravida < # ' jam. !ala III ("ala #engel$aran $ri) Setelah bayi lahir, uterus keras dengan .undus uteri setinggi pusat. /eberapa saat kemudian, uterus berkontraksi lagi untuk pelepasan dan pengeluaran uri. Seluruh proses biasanya berlangsung 20#!0 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran pla enta disertai dengan pengeluaran darah. !ala I% ("ala #enga&asan) %erupakan kala pengawasan selama 2 jam setelah bayi dan uri lahir. 2ala 89 sangat berman.aat karena berguna untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan postpartum.

C. 'e(ala (Tan)a*tan)a Persalinan) '. 0anda#tanda permulaan terjadinya persalinan a. 0urunnya kepala masuk pintu atas panggul pada primigravida minggu ke# !:. b. 0imbul perasaan sesak dibagian bawah, di atas simpisis pubis dan sering#sering ingin ken ing atau susah ken ing (polaisuria) kare kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin. . Parut kelihatan lebih melebar karena .undus uteri turun. d. 0erjadinya perasaan sakit di daerah perut dan pinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan tertekannya .leksus yang terletak disekitar serviks (tanda persalinan palsu .ase labour). e. 0erjadinya perlukaan serviks yang mulai mendatar dan sekresinya bila bertambah ber ampur darah (bloody show). 2. 0anda#tanda inpartu a. =asa sakit karena adanya his yang menjadi lebih kuat, sering teratur. b. Pengeluaran lendir ber ampur darah (bloody show) yang lebih banyak karena robekan#robekan ke il pada serviks. . 3apat disertai pe ahnya ketuban dengan sendirinya. d. Pada pemeriksaan dalam serviks mengalami perubahan dengan terjadi perlukaan serviks, pendataran serviks, pembukaan serviks. 5aktor#.aktor yang berperan dalam persalinan adalah & '. 2ekuatan mendorong keluar+power Power dibagi menjadi 2 yaitu& a. 2ekuatan primer 2ontraksi uterus involunter yang memadai dari menandai dimulainya persalinan (his) 4is ada 2 yaitu & ') 4is pendahuluan+his palsu %erupakan peningkatan dari kontraksi dari /ra1ton hi ks 2) 4is persalinan %erupakan his yang bersi.at nyeri yang mungkin disebabkan oleh ano1ia dari sel#sel otot#otot saat kontraksi, tekanan pada ganglia dalam erviks dan segmen bawah rahim oleh serabut#serabut otot yang berkontraksi, erviks yang meregang lurus atau regangan dan tarikan ada peritoneum saat kontraksi, kontraksi rahim bersi.at berkala dan yang diperhatikan dalam his adalah& a) >amanya kontraksi 2ontraksi berlangsung $5 detik sampai "5 detik

2ekuatan kontraksi %enimbulkan naiknya tekanan intrauterin sampai !5 mm4g kekuatan kontraksi se ara klinis ditentukan dengan men oba apakah jari kita dapat menekan dinding rahim ke dalam ) 8nterval antara dua kontraksi Pada permulaan his timbul sekali dalam '0 menit dan pada kala pengeluaran sekali dalam 2 menit %enurut .aalnya, his dapat dibagi dalam & ') 4is pembukaan 4is yang menimbulkan pembukaan dari serviks 2) 4is pengeluaran 4is yang mendorong anak keluar dan biasanya disertai dengan keinginan mengejan !) 4is pelepasan uri 4is yang melepaskan uri (Sarwono Prawirohardjo,2005). b. 2ekuatan sekunder (pabila serviks berdilatasi, maka dimulai untuk mendorong yang memperbesar kekuatan kontraksi involunter (tenaga mengejan). 0enaga mengejan merupakan tenaga yang mendorong anak keluar selain his, terutama disebabkan oleh kontraksi otot#otot dinding perut yang mengakibatkan peninggian tekanan intraabdominal. 0enaga mengejan ini hanya e.ekti. jika pembukaan sudah lengkap dan paling e.ekti. sewaktu kontraksi rahim. 2. 5aktor ?anin+2ondisi ?anin+Passenger ?anin bergerak disepanjang lahir merupakan akibat interalis beberapa .aktor yaitu ukuran kepala janin, persentasi, letak, sikap, posisi janin. !. 5aktor ?alan >ahir Pada waktu partus akan terjadi perubahan#perubahan pada uterus, serviks, vagina dari dasar panggul. D. Penatala"sanaan '. 2ala 8 Pengkajian awal a. >ihat ') 0anda#tanda perdarahan, mekoneum atau bagian organ yang lahir 2) @arna kulit ibu yang kuning dan kepu atan b. 0anya ') 2apan tanggal perkiraan kelahiran

b)

2) %enentukan ibu sudah waktunya melahirkan atau belum . Periksa ') 0anda#tanda penting untuk hipertensi 2) 3etak jantung janin untuk bradikardi Penanganan kala 8 a. %enghadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu seperti suami, keluarga pasien+teman dekat. 3ukungan yang diberikan& ') %engusap keringat 2) %enemani jalan#jalan (mobilisasi) !) %emberikan minum $) %erubah posisi 5) %emijat+menggosok pinggang b. %engatur aktivitas dan posisi ibu ') 8bu boleh melakukan aktivitas sesuai dengan kesanggupannya 2) Posisi sesuai dengan keinginan ibu tapi tidak dianjurkan posisi tidur terlentang . %embimbing ibu untuk rileks sewaktu ada his 8bu diminta menarik na.as panjang, tahan na.as sebentar kemudian dilepaskan dengan ara meniup sewaktu his d. %enjaga privasi ibu %enggunakan penutup+tirai, tidak menghadirkan orang lain tanpa sepengetahuan dan seiAin pasien. e. Penjelasan tentang kemajuan persalinan %enjelaskan perubahan yang terjadi dalam tubuh ibu, serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil#hasil pemeriksaan .. %enjaga kebersihan diri %embolehkan ibu untuk mandi, menganjurkan ibu untuk basuh sekitar kemaluannya setelah /(/ dan /(2 g. %engetahui rasa panas ') %enggunakan kipas angin+(, dalam kamar 2) %enggunakan kipas biasa !) %enganjurkan ibu untuk mandi h. %assase ?ika ibu suka, lakukan massase pada pinggang atau mengusap perut dengan lembut i. Pemberian ukup minum Bntuk memenuhi kebutuhan energi dan men egah dehidrasi j. %empertahankan kandung kemih Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin k. Sentuhan

3isesuaikan dengan keinginan ibu, memberikan sentuhan pada salah satu bagian tubuh yang bertujuan untuk menguraikan rasa kesendirian ibu selama proses persalinan. 2. 2ala 88 Selama kala 88, petugas kesehatan harus terus memantau & a. 0enaga atau usaha mengedan dan kontraksi uterus b. ?anin yang penurunan presentasinya dan kembali normal detak jantung bayi setelah kontraksi . 2ondisi ibu Penanganan kala 88 a. %emberikan dukungan terus menerus ') %endampingi ibu agar merasa nyaman oleh keluarga 2) %enawarkan minum, mengipasi dan memijat b. %enjaga kebersihan diri ') 8bu tetap dijaga kebersihannya agar terhindar dari in.eksi 2) /ila ada darah lendir atau airan ketuban segera dibersihkan . %engipasi dan massase %enambah kenyamanan bagi ibu d. %emberikan dukungan mental Bntuk mengurangi ke emasan dan ketakutan ibu, dengan ara & ') %enjaga privasi ibu 2) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan !) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu e. %engatur posisi ibu 3alam memimpin mengedan dapat dilihat posisi sebagai berikut & ') ?ongkok 2) %enungging !) 0idur miring $) Setengah duduk Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri, mudah mengedan, kurangnya trauma vagina dan perineum, dan in.eksi .. %enjaga kandung kemih tetap kososng (njurkan ibu untuk /(2 sesering mungkin, kandung kemih yang penuh dapat menghalangi turunnya kepala dalam rongga panggul g. %emberikan ukup minum %emberi tenaga dan men egah dehidrasi h. %emimpin mengedan Pemimpin ibu mengedan selama his, anjurkan pada ibu untuk mengambil na.as i. /erna.as selama persalinan

"

j.

k.

l.

m.

%eminta ibu berna.as lagi selagi kontraksi ketika kepala akan lahir, untuk menjaga agar perineum meregang pelan dan mengontrol lahirnya kepala dan men egah robekan. Pemantauan 3?? Periksa 3?? setelah setiap kontraksi untuk memastikan janin tidak mengalami brakikardi (C '20). Selama mengedan yang lama, akan terjadi pengurangan aliran darah yang mengandung oksigen ke janin %elahirkan bayi ') %enolong kelahiran kepala 2) Periksa tali pusat !) %elahirkan bahu dan anggota seluruhnya /ayi dikeringkan dan dihangatkan dari kepala sampai seluruh tubuh Setelah bayi lahir, segera dikeringkan dan diselimuti dengan menggunakan handuk atau sejenisnya, letakkan pada perut ibu dan berikan bayi untuk disusui %erangsang bayi ') /iasakan dengan melakukan pengeringan, ukup memberikan bayi rangsangan 2) 3ilakukan dengan ara mengusap#usap pada bagian punggung atau menepuk telapak kaki bayi.

!. 2ala 888 Pengkajian awal a. Palpasi uterus menentukan apakah ada bayi yang kedua, jika ada, tunggu sampai bayi kedua lahir b. %enilai apakah //> dalam keadaan stabil, jika tidak bayi segera dirawat Penanganan kala 888 a. ?epit dan gunting tali pusat sedini mungkin 3engan menjepit tali pusat sedini mungkin akan memulai pelepasan plasenta b. %emberi oksitosin Dksitosin merangsang uterus berkontraksi yang juga memper epat pelepasan plasenta & ') Dksitosin '0 B 8% yang diberikan ketika kelahiran bahu depan bayi jika petugas lebih dari satu dan pasti hanya ada bayi tunggal 2) Dksitosin '0 B 8% diberikan dalam 2 menit setelah kelahiran jika hanya satu orang petugas dan hanya ada bayi tunggal !) Dksitosin '0 B 8% dapat diulangi+diberi lagi '5 menit jika belum lahir

$) ?ika oksitosin tidak tersedia, lakukan dengan rangsangan puting payudara ibu atau berikan (S8 pada bayi guna menghasilkan oksitosin alamiah. . %elakukan peregangan tali pusat terkendali atau P00 (Controlled Cord Traction) P00 memper epat kelahiran plasenta, begitu sudah terlepas & ') Satu tangan diletakkan pada orpus uteri tepat di atas simpisis pubis. Selama kontraksi, tangan mendorong uteri dengan gerakan dorsokranial ke arah belakang dan ke arah kepala ibu 2) 0angan yang satu meregang tali pusat dekat pembukaan vagina dan melakukan tarikan tali pusat yang terus#menerus dalam tegangan yang sama dengan tangan ke uterus selama kontraksi P00 dilakukan hanya selama uterus berkontraksi. 0angan pada uterus merasakan kontraksi, ibu dapat juga memberitahu petugas ketika ia merasakan kontraksi. d. %assase .undus Segera setelah pla enta dan selaputnya dilahirkan, massase .undus agar menimbulkan kontraksi. 4al ini dapat mengurangi pengeluaran darah dan men egah perdarahan post partum $. 2ala 89 Penanganan kala 89 a. 8kat tali pusat ?ika petugas sendirian dan sedang melakukan management akti. kala 888, tali pusat diklem, lalu digunting dan memberkan oksitosin segera setelah plasenta dan selaputnya lahir, lakukan massase .undus agar berkontraksi, baru tali pusat diikat dan klem dilepas. b. Pemeriksaan .undus dan massase Periksa .undus setiap '5 menit pada jam pertama dan setiap 20#!0 menit selama jam kedua . Eutrisi dan hidrasi (njurkan ibu untuk minum demi men egah dehidrasi, tawarkan ibu makan#makanan dan minuman yang disukai d. /ersihkan ibu /ersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering e. 8stirahat /iarkan ibu beristirahat karena telah bekerja keras melahirkan bayinya. /antu ibu pada posisi yang nyaman .. Peningkatan hubungan ibu dan bayi /iarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan ibu bayi, sebagai permulaan dengan menyusui bayinya g. %emulai menyusui

/ayi sangat siap segera setelah kelahiran. 4al ini sangat tepat untuk memulai memberikan (S8, menyusui juga membantu uterus berkontraksi h. %enolong ibu ke kamar mandi 8bu boleh bangun ke kamar mandi, pastikan ibu dibantu dan selamat karena ibu masih dalam keadaan lemah atau pusing setelah persalinan. Pastikan ibu sudah /(2 dalam ! jam post partum i. %engajari ibu dan anggota keluarga (jari ibu atau anggota keluarga tentang & ') /agaimana memeriksa .undus dan menimbulkan kontraksi 2) 0anda#tanda bahaya bagi ibu dan bayi (Sarwono Prawirohardjo, 2005) E. As$+an Persalinan Nor al I. MENGENALI GEJALA DAN TANDA KALA DUA '. %endengar dan melihat adanya tanda persalinan 2ala 3ua # 8bu merasa ada dorongan kuat dan meneran # 8bu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vagina # Perieum tampak menonjol # 9ulva dan s.inger ani membuka II. MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN 2. Pastikan kelengkapan peralatan, bahan dan obat#obatan esensial untuk menolong persalinan dan menatalaksana komplikasi ibu dan bayi baru lahir. Bntuk as.iksia tempat datar dan keras, 2 kain dan ' handuk bersih dan kering, lampu sorong :0 watt dengan jarak :0 m dari tubuh bayi. # %enggelar kain di atas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal bahu bayi. # %enyiapkan oksitosin '0 unit dan alat suntik steril sekali pakai di dalam partus set. !. Pakai elemek plastik $. %elepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai, u i tangan dengan sabun dan air bersih mengalir kemudian keringkan tangan dengan tissue atau handuk pribadi yang bersih dan kering. 5. Pakai sarung tangan 300 pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam.

'0

:. %asukkan oksitosin ke dalam tabung suntik (gunakan tangan yang memakai sarung tangan 300 dan steril (pastikan tidak terjadi kontaminasi pada alat suntik) III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN JANIN BAIK ". %embersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati#hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang dibasahi air 300. # ?ika introitus vagina, perineum atau anus terkontaminasi tinja, bersihkan dengan seksama dari arah depan ke belakang. # /uang kapas atau kasa pembersih (terkontaminasi) dalam wadah yang tersedia. # Fanti sarung tangan jika terkontaminasi (dekontaminasi, lepaskan dan rendam dalam larutan klorin 0,5G langkah H *) ). >akukan periksa dalam untuk memastikan pembukaan lengkap. # /ila selaput ketuban dalam pe ah dan pembukaan sudah lengkap maka lakukan amniotomi. *. 3ekontaminasi sarung tangan dengan ara men elupkan tangan yang masih memakai sarung tangan ke dalam larutan korin 0,5G kemudian lepaskan dan rendam dalam keadaan terbalik dalam larutan 0,5G selama '0 menit. ,u i kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan. '0. Periksa denyut jantung janin (3??) setelah kontraksi+saat relaksasi uterus, untuk memastikan bahwa 3?? dalam batas normal ('20# ':01+menit) # %engambil tindakan yang sesuai jika 3?? tidak normal. # %endokumentasikan hasil#hasil pemeriksaan dalam, 3?? dan semua hasil#hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partogra.. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES BIMBINGAN MENERAN ''. /eritahukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik dan bantu ibu dalam menemukan posisi yang nyaman dan sesuai dengan keinginannya. # 0unggu hingga timbul rasa ingin meneran, lanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu dan janin (ikuti pedoman penatalaksanaan .ase akti.) dan dokumentasikan semua temuan yang ada.

I%.

''

?elaskan pada anggota keluarga tentang bagaimana peran mereka untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu untuk meneran se ara benar. '2. %inta keluarga membantu menyiapkan posisi meneran. (bila ada rasa ingin meneran dan terjadi kontraksi yang kuat, bantu ibu ke posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ibu merasa nyaman). '!. >aksanakan bimbingan meneran pada saat ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran& # /imbing ibu agar dapat meneran se ara benar dan e.ekti. # 3ukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaikan ara meneran apabila aranya tidak sesuai. # /antu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (ke uali posisi berbaring berlentang dalam waktu yang lama) # (njurkan ibu untuk beristirahat di antara kontraksi # (njurkan keluarga memberi dukungan dan semangat untuk ibu # /erikan ukup asupan airan per#oral (minum) # %enilai 3?? setiap kontraksi uterus selesai # Segera rujuk jika bayi belum atau tidak akan segera lahir setelah '20 menit (2 jam) meneran (primigravida) atau :0 menit (' jam) meneran (muligravida). '$. (njurkan ibu untuk berjalan, berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman, jika ibu belum meraa ada dorongan untuk meneran dalam :0 menit. V. PERSIAPAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI '5. >etakkan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu, jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5#: m ':. >etakkan kain bersih yang dilipat '+! bagian di bawah bokong ibu '". /uka tutup partus set dan perhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan '). Pakai sarung tangan 300 pada kedua tangan PERSIAPKAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI Lahir Kepala '*. Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5#: m membuka vulva maka lindungi perinem dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain bersih dan kering. 0angan yang lain menahan kepala bayi untuk menahan posisi de.leksi dan membantu lahirnya kepala. (njurkan ibu untuk meneran perlahan atau berna.as epat dan dangkal.

VI.

'2

20. Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi, dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi. # ?ika tali pusat melilit leher se ara longgar, lepaskan lewat bagian atas kepala bayi. # ?ika tali pusat melilit leher se ara kuat, klem tali pusat di dua tempat dan potong diantara kedua klem tersebut. 2'. 0unggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar se ara spontan. Lahir Bahu 22. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegang se ara biparental. (njurkan ibu untuk meneran saat kontraksi. 3engan lembut gerakkan kepala ke arah bawah dan distal hingga bahu depan mun ul di bawah arkus pubis dan kemudian gerakkan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang. Lahir Bada da Tu !"ai 2!. Setelah kedua bahu lahir, geser tangan bawah ke arah perineum ibu untuk menyangga kepala, lengan dan siku sebelah bawah. Funakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang lengan dan sikut sebelah atas. 2$. Setelah tubuh dan lengan lahir, penelusuran tangan atas berlanjut ke punggung, bokong, tungkai dan kaki. Pegang kedua mata kaki (masukkan telunjuk diantara kaki dan pegang masing#masing mata kaki dengan ibu jari dan jari#jari lainnya). VII. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR 25. >akukan penilaian (selimasi)& a. (pakah bayi menangis kuat dan+atau berna.as tanpa kesulitanI b. (pakah bayi bergerak dengan akti.I ?ika bayi tidak menangis, tidak berna.as atau megap#megap lakukan langkah resusitasi pada as.iksia bayi baru lahir). 2:. 2eringkan tubuh bayi # 2eringkan bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya ke uali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. Fanti handuk basah dengan handuk+kain yang kering. /iarkan bayi di atas perut ibu. 2". Periksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus (hamil tunggal). 2). /eritahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitosin agar uterus berkontraksi baik.

'!

2*. 3alam waktu ' menit setelah bayi lahir, suntiklah oksitoksin '0 unit 8% (in ramuskuler) di '+! paha atas bagian distal lateral (lakukan aspirasi sebelum menyuntikan oksitosin). !0. Setelah 2 menit pas a persalinan, jepit tapi pusat dengan klem kira#kira ! m dari pusat bayi. %endorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan jepit kembali tali pusat pada 2 m distal dari klem pertama. !'. Pemotongan dan pengikatan tali pusat # 3engan satu tangan, pegang tali pusat yang telah dijepit (lindungi perut bayi), dan lakukan pengguntingan tali pusat di antara 2 klem tersebut. # 8kat tali pusat dengan benang 300 atau steril pada satu sisi kemudian meningkarkan kembali benang tersebut dan mengikatnya dengan simpul kun i pada sisi lainnya # >epaskan klem dan masukkan dalam wadah yang telah disediakan !2. >etakkan bayi agar ada kontak kulit ibu ke kulit bayi >etakkan bayi tengkurap di dada ibu. >uruskan bahu bayi sehingga bayi menempel di dada+perut ibu. Bsahakan kepala bayi berada diantara payudara ibu dengan posisi lebih rendah dari puting payudara ibu. !!. Selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala bayi. VIII. PENATALAKSANAAN AKTI# PERSALINAN KALA TIGA !$. Pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5#'0 m dari vulva !5. >etakkan satu tangan di atas kain pada perut ibu, di tepi atas sim.isis, untuk mendeteksi. 0angan lain memegang tali pusat. !:. Setelah uterus berkontraksi, tegangkan tali pusat ke arah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang atas (dorso# kranial) se ara hati#hati (untuk men egah inversio uteri). ?ika plasenta tidak lahir setelah !0#$0 detik, hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur di atas. # ?ika uterus tidak segera berkontraksi, minta ibu, suami atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi puting susu. Me !eluar"a pla$e %a !". >akukan penegangan dan dorongan dorso#kranial hingga plasenta terlepas, minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian ke arah atas, mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso#kranial) # ?ika tali pusat bertambah panjang, pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5#'0 m dari vulva dan lahirkan plasenta

'$

?ika plasenta tidak lepas setelah '5 menit menegangkan tali pusat& '. /eri dosis ulangan oksitosin '0 unit 8% 2. >akukan kateterisasi (aspektik) jika kandung kemih penuh !. %inta keluarga untuk menyiapkan rujukan $. Blangi penegangan tali pusat '5 menit berikutnya 5. ?ika plasenta tidak lahir dalam !0 menit setelah bayi lahir atau bila terjadi perdarahan, segera lakukan plasenta manual. !). Saat plasenta mun ul di introitus vagina, lahirkan plasenta dengan kedua tangan. Pegang dan putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin kemudian lahirkan dan tempatkan plasenta pada wadah yang telah disediakan. # ?ika selaput ketuban robek, pakai sarung tangan 300 atau steril untuk melakukan eksplirasi sisi selaput kemudian gunakan jari#jari tangan atau klem 300 atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. Ra !$a !a Ta"%il &Ma$a$e' U%eru$ !*. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan masase uterus, letakkan telapak tangan di .undus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut sehingga uterus berkontraksi (.undus teraba geras) # >akukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah '5 detik masase I(. MENILAI PERDARAHAN $0. periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. %asukkan plasenta ke dalam kantung plastik atau tempat khusus. $'. 6valuasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. >akukan penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan. /ila ada robekan yang menimbulkan perdarahan akti., segera lakukan penjahitan. MELAKUKAN PROSEDUR PAS)A PERSALINAN $2. Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam. $!. /iarkan bayi tetap melakukan kontak kulit ke kulit di dada ibu paling sedikit ' jam.

(.

'5

Sebagian besar bayi akan berhasil melakukan inisiasi menyusu dini dalam waktu !0#:0 menit. %enyusu pertama biasanya berlangsung sekitar '0#'5 menit. /ayi ukup menyusu dari satu payudara. # /iarkan bayi berada di dada ibu selama ' jam walaupun bayi sudah berhasil menyusu. $$. Setelah satu jam, lakukan penimbangan+pengukuran bayi, beri tetes maka antibiotik pro.ilaksis, dan vitamina 2' 'mg intramuskular di paha kiri anterolateral. $5. Setelah satu jam pemberian 9itamin 2' berikan suntikan imunisasi 4epatitis / di paha kanan anterolateral. # >etakkan bayi di dalam jangkauan ibu agar sewaktu#waktu bisa disusukan. # >etakkan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum berhasil menyusu di dalam satu jam pertama dan biarkan sampai bayi berhasil menyusu. E*alua$i $:. >anjutkan pemantauan kontraksi dan men egah perdarahan pervaginam # 2#! kali dalam '5 menit pertama pas a persalinan # Setiap '5 menit pada ' jam pertama pas a persalinan # Setiap 20#!0 menit pada jam kedua pas a persalinan # ?ika uterus tidak berkontraksi dengan baik, melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri. $". (jarkan ibu+keluarga ara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi $). 6valuasi dan estimasi jumlah kehilangan darah $*. %emeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap '5 menit selama ' jam pertama pas a persalinan dan setiap !0 menit selama jam kedua pas a persalinan # %emeriksa temperatur tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama pas a persalinan # %elakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal 50. Periksa kembali bayi untuk pastikan bayi berna.as dengan baik (50#:0 kali+menit) serta suhu tubuh normal )!:,5#!",5) Ke+er$iha 5'. 0empatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5G untuk dekontaminasi ('0 menit). ,u i dan bilas peralatan setelah didekontaminasi. 52. /uang bahan#bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai

':

5!. /ersihkan ibu dengan menggunakan air 330. /ersihkan sisa airan ketuban, lendir dan darah. /antu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering. 5$. Pastikan ibu merasa nyaman. /antu ibu memberikan (S8. (njurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya. 55. 3ekontaminasi tempat beraslin dengan larutan klorin 0,5G 5:. ,elupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5G. /alikkan bgian dalam ke luar dan rendam dalam lauran klorin 0,5G selama '0 menit. 5". ,u i kedua tangan dengan sabun dan air mengalir D,"u-e %a$i 5). >engkapi partogra. (halaman depan dan belakang), periksa tanda vital dan asuhan kala 89.

'"

38(FEDS( 26P6=(@(0(E 8E0=( E(0(> ,(=6 (8E,) I. DIA'NO,A !EPERA-ATAN . a. Pola napas tidak e.ekti. berhubungan dengan kelelahan,penggunaan energi berlebihan b. Eyeri berhubungan dengan kontraksi rahim J regangan pada jaringan . Penurunan ardiak out put berhubungan dengan peningkatan kerja jantung sekunder penggunaan energi berlebih. d. =esiko terjadi gangguan kesimbangan perdarahan banyak e. =esiko terjadi in.eksi berhubungan dengan adanya luka episiotomi. airan berhubungan dengan

II. INTER%EN,I !EPERA-ATAN . a. 31. '. Pola napas tidak e.ekti. b.d penggunaan energi berlebihan 0ujuan & Pola napas tidak terganggu+kembali e.ekti.. 8ntervensi & Dbservasi 009 selama jalannya persalinan =asional & 3eteksi dini keadaan klien sehingga dapat dilakukan tindakan se ara tepat J epat. 3ampingi klien J berikan dorongan mental selama perslinan =asional & %engurangi ke emasan sehingga klien dapat mengatur pernapasan se ara benar (jarkan tehnik pernapasan yg benar saat kontraksi =asional & %eningkatkan adangan oksigen J tenaga (jarkan ara mengedan yg benar =asional & (gar klien dpt menghemat energi J melahirkan bayinya dng epat.

')

b. 31. 2. Eyeri b.d kontraksi rahim J regangan jaringan 0ujuan & Eyeri berkurang+hilang. 8ntervensi & Dbservasi skala nyeri dng skala ' ; '0, intensitas J lokasi =asional & %engetahui tingkat nyeri J ketergantungan klien serta kualitas nyeri (jarkan tehnik relaksasi J menarik napas panjang =asional & %eningkatkan relaksasi J rasa nyaman /erikan penjelasan ttg penyebab nyeri J kapan hilangnya =asional & %eningkatkan pengetahuan sehingga mengurangi ke emasan,klien menjadi kooperati. (jarkan ara mengedan yg benar jika pembeukaan sudah lengkap =asional & %engurangi kelelahan J memper epat proses persalinan. (njurkan klien u+ istirahat miring kiri jika tdk sedang kontraksi =asional & %engurangi penekanan vena ava, meminimalkan hipoksia jaringan. . 31. !. Penurunan ,ardiak output b.d peningkatan kerja jantung 0ujuan & ,ardiak out put dalam batas mm4g,EadiK)0 1+mnt 8ntervensi & Dbservasi 009 =asional & %engetahui perkembangan+perubahan yg terjadi pada klien Dbservasi perubahan sensori =asional & %engetahui ketidak adekuatan per.usi erebral. Dbservasi penggunaan energi J irama jantung =asional & %engetahui tingkat ketergantungan klien. normal, 03K '20+)0

d. 31. $. =esiko terjadi in.eksi b.d adanya luka episiotomy

'*

0ujuan & 0idak terkadi in.eksi 8ntervensi & Dbservasi 009 J tanda#tanda in.eksi =asional & 3eteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya in.eksi sehingga segera diatasi. >akukan vulva hygiene 2 1 sehari (pagi ; sore) =asional & >uka kotor mempengaruhi proses penyembuhan (njurkan klien u+ menganti pembalut setiap habis ken ing atau kotor =asional & 2ebersihan memper epat proses penyembuhan J men egah masuknya organisme. (njurkan klien u+ segera mobilisasi (duduk,berdiri J jalan serta menyusui bayinya ) =asional & %en egah sisa perdarahan+kotoran membendung dng mobilisasi sisa kotoran dpt keluar sehingga memper epat proses penyembuhan disamping itu mem#perlan ar sirkulasi darah keluka

20

3a.tar Pustaka /agian Dbstetri J Finekologi,52.Bnpad. '**!. Obstetri. 6lstar. /andung. ,arpenito,>ynda ?uall. 200' Buku Saku Diagnosa Keperawatan. ed.).6F,. ?akarta Prawiro 4arjo. '**5. Bedah Kebidanan. /ina Pustaka. ?akarta

2'

Anda mungkin juga menyukai