Anda di halaman 1dari 7

HIPOSPADIA

A. Definisi Hypospadia berasal dari bahasa Yunani, secara terminologi memiliki dua arti kata yaitu hypo yang berarti di bawah dan spadon yang berarti lubang. Secara anatomi hypospadia adalah salah satu kelainan kelamin akibat penyatuan lipatan uretra yang tidak sempurna dengan gambaran letak Ostium Urethra Externa di sepanjang permukaan anterior penis semenjak masa pertumbuhan janin (congenital). Kelainan ini dapat ditemukan ketika pemeriksaan setelah dilahirkan. B. Epidemiologi "nsidensi kasus hypospadia terbanyak adalah #ropa dilaporkan dari $merika Serikat, "nggris, %ungaria telah menunjukkan peningkatan. &'() menyatakan bahwa insdensi hypospadia meningkat dari !*,! per *.*** kelahiran hidup pada .+,* menjadi -+,, per *.*** kelahiran hidup pada tahun ++-.-,. Kajian populasi yang dilakukan di empat kota 'enmark tahun +/+0!**- (1orth 2utland, $arhus, 3iborg dan 4ingkoebing) tercatat 56.-/- angka kelahiran bayi laki0laki dengan jumlah kelainan alat kelamin (hypospadia) sebanyak - + bayi..
C. Etiopatogenesis
,!

%ypospadia terjadi karena gangguan perkembangan urethra anterior yang tidak sempurna yaitu sepanjang batang penis sampai perineum. Semakin ke arah proksimal muara meatus uretra maka semakin besar kemungkinan 7entral penis memendek dan melengkung dengan adanya chordae..,6 )ato8isiologi hypospadia masih belum diketahui dengan pasti, akan tetapi beberapa teori yang menyatakan tentang penyebab hypospadia antara lain 9

:aktor genetik. &erdasarkan penelitian oleh $le;ander !**,, pada keluarga yang memiliki kelainan kelamin (hypospadia), maka resiko yang akan terulang pada saudara laki0 laki kurang lebih ,< 0 +< resiko hypospadia. 2ika orang tua kandung laki0laki memiliki kelainan kelamin (hypospadia) maka resiko yang akan diturunkan kepada anak kandung laki0laki kurang lebih !< 0 . <.

:aktor etnik dan geogra8is. 'i $merika Serikat angka kejadian hypospadia pada kaukasoid lebih tinggi dari pada orang $8rika0$merika. 1amun hubungan/korelasi antara faktor etnik dan geografis dengan kenaikan insidensi hypospadia belum dapat diketahui secara pasti.3

:aktor hormonal :aktor hormon androgen=estrogen sangat berpengaruh terhadap kejadian hypospadia karena berpengaruh terhadap proses maskulinisasi masa embrional. >erdapat hipotesis tentang pengaruh estrogen terhadap kejadian hypospadia bahwa estrogen sangat berperan dalam pembentukan genital eksterna laki0laki saat embrional. )erubahan kadar estrogen dapat berasal dari.

$ndrogen yaitu perubahan pola makanan yang meningkatkan lemak tubuh. Sintetis seperti oral kontrasepsi $danya penurunan hormon androgen yang dihasilkan oleh testis dan placenta.

karena penurunan hormon androgen maka akan menyebabkan penurunan produksi dehidrotestosterone ('%>) yang dipengaruhi oleh 6 ? reduktase, hormon ini berperan dalam pembentukan phallus (penis) sehingga, jika terjadi de8isiensi androgen akan menyebabkan kegagalan perkembangan dan pembentukan urethra (hypospadia).-,5 Secara umum diketahui bahwa genital eksterna laki0laki dipengaruhi oleh estrogen yang dihasilkan testis primiti8. Suatu hipotesis mengemukakan bahwa kekurangan

estrogen

atau

terdapatnya

anti0androgen

akan

mempengaruhi

pembentukan genitalia ekterna laki0laki. ,:aktor pencemaran limbah industri @imbah industri berperan sebagai Endocrin discrupting chemicals dengan si8at anti0androgenik seperti polychlorobiphenyls, dioxin, furan, peptisida organochlorin, alkilphenol polyethoxsylates dan phtalites.D. Klasifikasi &rowne +-5 membagi hypospadia tiga bagian yang memiliki makna secara klinis untuk mengeta ui pan!ang uretra dan untuk mengeta ui seberapa besar tingkat kesulitan dalam penatalaksanaan rekonstruksi beda 95,,,/

'erajat I " AB# (Ostium/Orifisum Uretra Externa) letak pada permukaan 7entral glans penis C korona glandis. 'erajat "" 9 AB# (Ostium/Orifisum Uretra Externa) terletak pada permukaan 7entral korpus penis.
2

'erajat """9 AB# (Ostium/Orifisum Uretra Externa) terletak pada permukaan 7entral skrotum atau perineum.

Secara teori derajat "" dan derajat """ yang biasanya pada bagian anterior phallus (penis) disertai dengan adanya chordee (pita jaringan 8ibrosa) yang menyebabkan kurvatura (melengkung) pada saat ereksi. Hypospadia derajat ini akan mengganggu aliran normal urin dan 8ungsi reproduksi, oleh karena itu perlu dilakukan terapi dengan tindakan operasi bedah.+, *

E. #anifestasi Klinis Dejala yang timbul pada kebanyakan penderita hypospadia biasanya datang dengan keluhan kesulitan dalam mengatur aliran air kencing (ketika berkemih). Hypospadia tipe perineal dan penoscrotal menyebabkan penderita harus miksi dalam posisi duduk dan pada orang dewasa akan mengalami gangguan hubungan seksual. ! >anda0tanda klinis hypospadia 9
, !

. @ubang Osteum/orifisium Uretra Externa (AB#) tidak berada di ujung glands penis. !. )reputium tidak ada dibagian bawah penis, menumpuk di bagian punggung penis. -. &iasanya jika penis mengalami kurvatura (melengkung) ketika ereksi, maka dapat disimpulkan adanya chordee, yaitu jaringan 8ibrosa yang membentang hingga ke glans penis. .. 'apat timbul tanpa chordee, bila letak meatus pada dasar dari glands penis.

$ 9 )enis yang 1ormal

& 9 Hypospadias dengan c orda

Selain terdapat tanda dan gejala klinis diatas dalam beberapa penelitian juga membuktikan bahwa sebagian besar hypospadia mengalami sedikit gangguan psikologis. 4oger dan (ichel (!**6) mengungkapkan bahwa pederita hypospadia memiliki pola pergaulan yang cenderung menutup diri. :aktor psikososial .-< terjadi pada penderita hypospadia. &eberapa sumber menyatakan bahwa 8aktor yang mempengaruhi psikososial hypospadia pada orang dewasa adalah hubungan antara hypospadia 8ungsi seksual *<, namun belum dilakukan sur7ei tentang korelasi antara reproduksi untuk memdapatkan keturunan. $. Diagnosis a. )emeriksaan :isik Kelainan hypospadia dapat diketahui segera setelah kelahiran dengan pemeriksaan inspeksi genital pada bayi baru lahir. Selain pada bayi baru lahir diagnosis hypospadia sering dijumpai pada usia anak yang akan disirkumsisi (,0+ tahun). 2ika pasien diketahui memiliki kelainan kelamin (hypospadia) maka tindakan sirkumsisi tersebut tidak boleh dilakukan karena hal tersebut merupakan kontra0indikasi tindakan sirkumsisi.-,
, ! !

hypospadia dengan 8ungsi

b. )emeriksaan )enunjang

Bntuk mengetahui hypospadia

pada masa kehamilan sangat sulit. &erbagai dapat diketahui segera setelah kelahiran
, !

sumber menyatakan bahwa hypospadia


G. Penatalaksanaan

dengan inspeksi genital pada bayi baru lahir.-,

4ekonstruksi phallus (penis) pada hypospadia dapat dilakukan sebelum usia belajar (E ,6 bulan 0 ! tahun). >erdapat beberapa cara penatalaksanan penbedahan untuk merekonstruksi phallus pada hypospadia. >ujuan penatalaksanaan hypospadia yaitu untuk memperbaiki kelainan anatomi phallus, dengan keadaan bentuk phallus yang melengkung (kurvatura) karena pengaruh adanya chordae. -,+, ! >indakan rekonstruksi hypospadia9
0

hordectomi ! melepas penampilan phallus (penis).

chordae untuk memperbaiki 8ungsi dan memperbaiki

Urethroplasty ! membuat Osteum Urethra Externa di ujung gland penis sehingga pancaran urin dan semen bisa lurus ke depan. hordectomi dan urethroplasty dilakukan dalam satu waktu operasi yang sama

disebut satu tahap% bila dilakukan dalam waktu berbeda disebut dua tahap. %al yang perlu dipertimbangkan dalam mencapai keberhasilan tindakan oprasi bedah hypospadia 9 +, !
1. Bsia ideal untuk repair hypospadia yaitu usia ",# bulan $ % tahun (sampai usia

belum sekolah) karena mempertimbangkan 8aktor psikologis anak terhadap tindakan operasi dan kelainannya itu sendiri, sehingga tahapan repair hypospadia sudah tercapai sebelum anak sekolah. !. >ipe hypospadia dan besarnya penis dan ada tidaknya chordae. -. >iga tipe hypospadia dan besar phallus sangat berpengaruh terhadap0tahapan dan tehknik operasi. %al ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan operasi, Semakin kecil phallus dan semakin ke proksimal tipe hypospadia semakin sukar tehnik operasinya. &eberapa metode yang telah ditemukan 9 /,+
0 #et ode Duplay9 Bntuk merekonstruksi Hypospadia tipe middle. 0 #et ode Ombredane9 Bntuk merekonstruksi Hypospadia tipe

oronal dan tipe

distal.

0 &o'e(!osserand9 Bntuk merekonstruksi Hypospadia berbagai tipe tapi urethroplasti0

nya menggunakan skin graft. 1amun karena metode ini memiliki banyak komplikasi seperti stenosis, maka pada saat ini tidak dipergunakan lagi. )ada semua tindakan operasi bedah hypospadia dilakukan dengan tahapan sebagai berikut9 . #ksisi chordae. >ekhnik untuk tindakan penutupan luka dilakukan dengan menggunakan preputium yang diambil dari bagian dorsal kulit penis. >ahap pertama ini dilakukan pada usia ,6 F ! tahun. #ksisi chordee bertujuan untuk meluruskan phallus (penis), akan tetapi meatus masih pada tempatnya yang abnormal.+, .
2. Uretroplasty yang dikerjakan 5 bulan setelah tahap pertama . >ekhnik reparasi ini

dilakukan oleh dokter bedah plastik adalah tekhnik modi8ikasi uretra. Kelebihan jaringan preputium ditrans8er dari dorsum penis ke permukaan 7entral yang ber8ungsi menutupi uretra baru.+, .
H. Komplikasi setela )ekonstruksi O*E +Orifisium Uretrha Externa,

Seiring perkembangan ilmu dan tekhnologi dalam kesehatan. $milal (!**/) melakukan penelitan tentang komplikasi akut pasca opersai hypospadia dengan judul acute postoperative complications of hypospadias repair. 'engan metode meta0 analisis, disimpulkan bahwa rata0tara 6< komplikasi terjadi tipe distal hypospadia, dan rata0rata *< komplikasi terjadi pada proksimal hypospadia. Komplikasi tersebut meliputi 9 /,+

)erdarahan "n8eksi :istel urethrokutan Striktur urethra, stenosis urethra 'i7ertikel urethra

I. Prognosis

)rognosis pasca operasi adalah baik.

DA$-A) P*S-AKA

. 'jako7ic, et all. !**/. &evie' (rticle Hypospadias, 2urnal diakses dari 9 http9==www.ncbi.nlm.nih.go7=pmc=articles=)(G!6,, 6.=. !. Sjamsuhidajat, 4 C 2ong Him 'e. )uku*(+ar ,lmu )edah. #d.!. #DG9 2akarta. -. @ars, )ersenden, et all. !**5. -aternal Use of .oratadine /uring 0regnancy and &isk of Hypospadia in Offspring, 2urnal diakses dari 9 www.indianjurol.com. .. 1agai $tshusi, et all. !**6. linical &esult of One*1tage Urethroplasty 'ith 0arameatal 2oreskin 2lap for hypospadia, 2urnal diakses dari 9 www.libokayama0u.ac.jp=www=actal=. 6. Glayden, graham, lissauer, tom.!**!. ,llustrated 3ext )ook of 0aediatrics.#d.!. (osby9 @ondon. 5. 'ohety, Derard, (. !**5. Bnited States o8 $merika. ,. >,>, %anh, et all. !**6. 3he 5aline (llele of 3he 567. 0olymorplism ,n 3he #8 &eductase 9en onfers a &educe &isk for Hypospadias, 2urnal diakses dari 9 www.2cem.endojurnals.org. /. )rice, Syl7ia $ C Hilson, @orraine (. !**5. 0atofisiologi :onsep :linis 0roses*proses 0enyakit. #d.5. #DG9 2akarta. +. Sigh, Ghandra, et all. !**/. Effect of Hypospadias on 1exual 2ungtion an &eproduction , 2urnal diakses dari 9 www.indianjurol.com. *. %a;hire;ha, et all. !**/. 1tage &epair in Hypospadias, 2urnal diakses dari 9 www.indianjurol.com. . Yacobda, et all. !**+. 0erbedaan (ngka :e+adian fitel Uretrokutan pada 0enggunaan :ateter 1upra Uretrha dan 1upra 0ubik dengan 1tent setelah Operasi Hypospadia , 2urnal diakses dari 9 http9==www.urologi.or.id=pd8=yacobda*,*+.pd8 !. &hat, $milal, et all. !**/. (cute 0ostoperative 2urnal diakses dari 9 www.indianjurol.com. omplication of Hypospadias &epair, urrent 1urgical /iagnosis 4 treatment. (c Draw %ill9