Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS LOKASI USAHA Dengan berkembangannya dunia bisnis dan perdagangan di dunia.

Khususnya di Indonesia sendiri, menunjukkan peningkatan yang signifikan pada periode pasca krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997 silam. Yang mana ini di tunjukkan dengan banyaknya jenis usaha yang diupayakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satunya dengan pesatnya perkembangan kegiatan jual beli barang maupun jasa dengan sistem eceran atau lebih di kenal dengan istilah bisnis eceran atau ritel. Kata ritel berasal dari bahasa Prancis, ritellier, yang berarti memotong atau memecah sesuatu. Ritel atau eceran (retailing) dapat di pahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis. Sering kali orang-orang beranggapan bahwa ritel hanya menjual produk-produk di toko. Tetapi ritel juga melibatkan jasa layanan antar ke rumahrumah, dan tidak semua ritel dilakukan di toko. Jadi, dapat di definisi dasar dari bisnis eceran adalah semua kegiatan dan aktivitas bisnis yang ditunjukkan pada penjualan barang dan jasa secara langsung kepada pihak konsumen. Karenanya bisnis eceran adalah bagian dari sistem pendistribusian produk, sebagai jembatan antara pabrik atau manufaktur dan konsumen. Bisnis ritel di Indonesia saat ini tumbuh sangat pesat seiring dengan bergesernya gaya hidup tradisional ke modern oleh karenanya peluang emas ini dimanfaatkan oleh peritel-peritel yang mempunyai modal besar dan dengan kemampuan management ritel modern baik jaringan maupun sendirian (stay lone) serta berkemampuan mencari modal asing seperti jaringan minimarket maupun Hipermarket asing yang sudah ada di Indonesia saat ini. Adapun contoh ritel atau eceran yaitu antara lain seperti, minimarket, supermarket, ataupun mini departement store yang terkenal dengan istilah toko serba ada (toserba). Kembali ke pada pokok bahasan, yang mana adalah mengenai lokasi dari kegiatan ini, ritel pun memiliki aspek pemilihan lokasi dalam area perdagangannya, yang mana meliputi : 1.Tipe lokasi yang memungkinkan oleh ritel 2.Mengevaluasi keunggulan relatif dari setiap area perdagangan yang dipilih 3.Tipe lokasi perdagangan yang memungkinkan utuk tumbuh 4.Jenis lokasi yang ada

5.Alasan mengapa suatu ritel tetap berlokasi disuatu tempat meskipun ada ritel lain yang berlokasi di tempat berbeda 6.Keuntungan relatif yang didapat dari sebuah tipe lokasi 7.Tipe lokasi yang cocok bagi ritel 8.Tipe lokasi yang kurang diminati 9.Faktor-faktor yang perlu di pertimbangkan oleh peritel dalam memilih lokasi. Dari 9 aspek yang di perhatikan ini, kita dapat menganalisis ataupun menyimpulkan, lokasi seperti apa yang tepat untuk sebuah kegiatan eceran, sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih. 1. Pusat Kota. Mengapa di pusat kota? Karena kota adalah lokasi yang menjanjikan bagi jalannya bisnis. Dimana menempatkan bisnis eceran di pusat kota memiliki beberapa keuntungan misalnya, lebih dapat menarik konsumen, karena banyak yang lalu lalang dari satu kantor ke kantor yang lain, sehingga banyak konsumennyang tak terduga. Hanya saja, persaingan bisnis di kota lebih ketat. Dan selain itu biaya yang di butuhkan pun lebih besar. Harga sewa tempat dan biaya produksi lebih tinggi. 2. Pemukiman Penduduk Adapun keuntungan bisnis eceran di kawasan permukiman adalah biaya operasional dan biaya sewa untuk daerah kegiatan tersebut yng cenderung lebih kecil, serta hubungan dengan pelanggan yang cukup dekat. Akan tetapi, menetapkan lokasi di daerah ini sebaiknya tidak jauh dari pertokoan utama atau tempat belanja di daerah tersebut. Karena banyak sekali yang terjadi menunjukkan bahwa bisnis eceran di daerah pemukiman yang terleyak kurang dari 3 km dari pusat pertokoan ternyata dapat berkembang dengan baik. Dan Secara psikologis ada kecenderungan konsumen untuk lebih mudah mengingat dan mendatangkan satu lokasi yang cukup besar di bandingakan dengan yang kecil - kecil dan terpencil. 3. Pusat perbelanjaan Pusat perbelanjaan seperti mall, pasar tradisional, pertokoan, dsb. Merupakan lokasi yang tepat untuk bisnis eceran. Karena lokasi ini selain menjadi pusat shopping juga memungkinkan prinsip disibled event. Mendekati pesaing, memilih lokasi yang dekat dengan pesaing atau pelaku bisnis di bidang yang sama bisa menjadi salah satu pilihan. Paling tidak, pelanggan para pesaing juga akan mengujungi kegiatan bisnis yang sama. Jika pesaing

kehabisan stok atau produk yang masih biasa mereka jual, dapat memungkinkan pelanggan beralih ke bisnis lain. Dan jika memungkinkan pun, dapat di jalin kerjasama dengan mereka. Sehingga keuntungan akan bisa di rasakan bersama-sama.