Anda di halaman 1dari 28

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

STAN 14

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Kelompok 1
Ahmad Fauzi (01) Ahmad Syauqy (02) Amelia Rizki Zaida (03) Anindita Khoirun Nisa (04) Bagas Dwi Akbar (05)

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan


1. Menurut Carter V. Good (1997) Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan perilaku yang berlaku dalam masyarakatnya 2. Menurut Godfrey Thomson (1977) Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tetap di dalam kebiasaan tingkah lakunya, pikirannya dan perasaannya.

3. Menurut UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencanna untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

LANDASAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


1. Landasan Filosofis Membangun semangat kebangsaan dalam mengisi kemerdekaan di segala aspek bukan suatu hal yang mudah dan instan. Untuk itu diperlukan pendidikan kewarganegaraan. 2. Landasan Teoritis Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air

3. Landasan Historis Melihat pengalaman bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan dan kemerdekaan NKRI maka perlu adanya pendidikan karakter bangsa, moralitas bangsa dalam kehidupan demokrasi yang seimbang dalam tanggung jawabnya dalam pembelaan negara demi terjaga dan terwujudnya integrasi bangsa 4. Landasan Sosiologis Keanekaragaman yang ada pada Bangsa Indonesia harus harus di arahkan dan dibina dalam meningkatkan kesadaran bersama dalam kehidupan kesatuan bangsa Indonesia.

5. Landasan Yuridis Pasal 27 ayat(3) amandemen menyebutkan; setiap warga Negara berhak dan wajib turut serta dalam upaya pembelaan negara, pasal 30 ayat(1); tiap-tiap waga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan keamanan negara. Pendidikan kewarganegaraan dengan tujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

VISI INDONESIA 2020

Pada 9 November 2001, MPR menetapkan Visi Indonesia Masa Depan dalam Ketetapan MPR Nomor VII/MPR RI/2001. Sebagaimana tertulis dalam TAP MPR di atas,

Visi Indonesia 2020 adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang religious, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.

Dalam Ketetapan MPR Nomor VII/MPR RI/2001 Pasal 1, Visi Masa Depan Indonesia terdiri dari tiga visi, yaitu : 1. Visi Ideal, yaitu cita-cita luhur sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD Negara RI 1945 2. Visi Antara, yaitu Visi Indonesia 2020 yang berlaku sampai dengan tahun 2020 3. Visi Lima Tahunan, sebagaimana termaktub dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara.

Tercantum dalam Pasal 2, Bab2, Ketetapan MPR Nomor VII/MPR RI/2001 Visi Indonesia 2020 dirumuskan dengan maksud menjadi pedoman untuk mewujudkan cita-cita luhur Bangsa Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD Negara RI Tahun 1945. Visi Indonesia 2020 dirumuskan dengan tujuan agar menjadi sumber inspirasi, motivasi, kreativitas, serta arah kebijakan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara sampai dengan tahun 2020.

Untuk mewujudkan visi tersebut maka indikator keberhasilannya adalah sebagai berikut : 1. Penghormatan terhadap martabat kemanusiaan; 2. Meningkatnya semangat persatuan bangsa, toleransi, kepedulian, dan tanggung jawab sosial 3. Berkembangnya budaya dan perilaku sportif serta menghargai perbedaan dalam kemajemukan 4. Menguatnya partisipasi politik sebagai perwujudan kedaulatan rakyat, dan kontrol sosial masyarakat 5. Berkembangnya Ormas dan orpol yang bersifat terbuka 6. Meningkatnya kualitas SDM sehingga mampu bekerja sama dan bersaing di era global 7. Memiliki kemampuan dan ketangguhan dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah-tengah pergaulan antar bangsa, agar sejajar dengan bangsa lain 8. Terwujudnya penyelenggaraan negara yanmg profesional, transparan, akuntabel, memiliki kredibilitas dan bebas KKN.

GLOBALISASI
1. Pengertian Globalisasi Globalisasi adalah perkembangan kontemporer yang mempunyai pengaruh dalam mendorong munculnya berbagai kemungkinan tentang perubahan dunia yang akan berlangsung. Pengaruh globalisasi dapat menghilangkan berbagai halangan dan rintangan yang menjadikan dunia semakin terbuka dan saling bergantung satu sama lainnya. Globlalisasi akan membawa perspektif baru tentang konsep Dunia Tanpa Tapal Batas yang saat ini diterima sebagai realita masa depan yang akan mempengaruhi perkembangan budaya dan membawa perubahan baru. Menurut SELO SOEMARDJAN, Globalisasi adalah terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah yang sama.

2. Proses Globalisasi Proses globalisasi dilahirkan dari adanya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, transportasi, dan komunikasi. Teknologi satelit, telepon, dan internet membuat semakin dekat, waktu tempuh hampir tidak ada, dan dunia seolah tanpa batas penghalang. Kemajuan dalam bidang transportasi, membuat orang dengan mudah bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Pergerakkan ini tidak hanya membawa pengalaman dan wawasan tentang suatu daerah, tetapi budaya pun dengan cepat menyebar. Televisi dengan berbagai saluran, film layar lebar, radio, CD, koran, majalah, dan sebagainya menjadi alat yang sangat efektif untuk menyebarkan berbagai budaya di dunia.

3. Aspek-aspek positif dan negatif dari globalisasi dan arus Globalisasi a) Aspek Positif Dengan pesatnya perkembangan, aspek positif paling diharapkan manusia. Berikut ini beberapa aspek positif dari perkembangan teknologi dan arus globalisasi:

Pola Hidup Sehat yang Serba Cepat

Pesatnya Perkembangan Informasi dan Transportasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Melimpah

b)

Aspek Negatif Perkembangan teknologi juga memberikan dampak negatif bagi kebudayaan masyarakat. Berikut ini dampak negatif tersebut: Beralihnya Masyarakat Agraris Menjadi Masyarakat modern Perubahan dari kehidupan berasaskan kebersamaan menjadi kehidupan individualis Masuknya pola hidup budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya timur

4. Tantangan dan Ancaman Globalisasi


a)

Nasionalisme dan Internasionalisme Globalisasi telah mengubah wajah negara berkembang dan Indonesia pada khususnya. Sistem perekonomian yang dulunya sosialis menjadi pasar terbuka. Perubahan sistem pasar ini disebabkan oleh adanya interaksi Indonesia dengan negara-negara barat. Perubahan lainnya adalah nilai dan sikap nasionalisme. Globalisme telah membuat semangat nasionalisme menurun, sebab setiap orang berusaha memaksimalkan kepuasannya dan dapat hidup di negara mana saja berdasarkan kompetensi dan komitmennya.

b)

Budaya Barat dan Budaya Indonesia Dari berbagai literatur dan pengalaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sekurang-kurangnya ada tiga konsep yang mencerminkan khas Indonesia yaitu musyawarah, mufakat, dan gotong royong. Di sisi lain, budaya barat adalah demokratis dan individualitas. Perkembangan globalisasi juga telah memengaruhi budaya Indonesia di mana sikap individualitas telah masuk sehingga mengurangi semangat gotong royong.

c)

Industri dan Pertanian


Indonesia dikenal dengan budaya agraris, di amana hampir sebanyak 48% penduduknya hidup dari sektor pertanian. Globalisasi telah memengaruhi perekonomian Indonesia, negara-negara barat telah merelokasi industrinya ke negara berkembang seperti Indonesia untuk industri elektronika dan tekstil. Globalisasi telah mengubah secara bertahap wajah Indonesia dari pertanian menjadi industri.

5. Indonesia Menghadapi Globalisasi


a)

Globalisasi Ekonomi

Menjaga kestabilan politik dalam jangka panjang sehingga menjamin kepastian hukum untuk investasi Memperbaiki prasarana ekonomi Meningkatkan kemampuan kewirausahaan

b)

Globalisasi IPTEK

Pengembangan IPTEK menurut Soemitro dan Habibie, tidak hanya meliputi faktor teknologi tetapi juga unsur manusia yang justru memegang peranan sangat penting. Oleh karena itu, segi-segi kehidupan ini harus pula dipelajari, dipahami, dilestarikan, dan dikembangkan sebagai landasarn bagi pengembangan aspek-aspek kehidupan yang telah disebutkan sebelumnya.

c)

Globalisasi Etika dan Efesiensi

Menyusun kode etik profesi yang sesuai dengan karakter dan budaya bangsa Meningkatkan iman dan ketakwaan pada Tuhan YME sebagai landasan dalam berpikir dan bertindak

Globalisasi adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari pada saat ini. Globalisasi pada akhirnya memengaruhi seluruh perikehidupan manusia Indonesia dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Dengan berbagai perkembangan global terakhir, dapat dikatakan bahwa 20 30 tahun ke depan akan merupakan masa-masa yang bergejolak. Perekonomian dunia akan mengalami perubahan yang dahsyat yang didorong oleh teknologi dan globalisasi. Setiap negara dipaksa untuk melakukan perubahan basis keunggulan kompetitifnya. Dengan demikian, suatu negara dapat memanfaatkan perubahan-perubahan tersebut apabila kebijakan jangka panjangnya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan nasional. Untuk itu, rencana perspektif jangka panjang perlu disusun berdasarkan kemungkinan pembangunan di dalam lingkungan internal dan eksternal.

HAKIKAT, VISI, MISI, DAN KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


A.

Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan 1. Program pendidikan berdasarkan nilai nilai pancasila sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa yang diharapkan menjadi jati diri yang diwujudkan dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari hari. 2. Mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosial, budaya, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan berkarater yang dilandasi pancasila dan UUD 45.

Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan bagi mahasiswa perguruan tinggi adalah Sebagai bekal dan pemantapan pengetahuan dan kemampuan dasar hubungan warga negara Indonesia yang Pancasilais dengan negara dan sesama warganegara. Dengan kemampuan dasar diharapkan mahasiswa mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari; memiliki kepribadian yang mantap, berfikir kritis, bersikap rasional, etis, estetis, dan dinamis, berpandangan luas, bersikap demokratis dan berkeadaban.

B.

Visi dan Misi Pendidikan Kewarganegaraan


Berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti No. 43 / Dikti / Kep / 2006, terdapat visi dan misi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai berikut: Pasal 1: Visi Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi, guna mengantarkan mahasiswa mementapkan kepribadiannya sebagai manusia seutuhnya. Hal ini berdasarkan pada suatu realitas yang dihadapi, bahwa mahasiswa adalah sebagai generasi bangsa yang harus memiliki visi intelektual, religiuus, berkeadaban, berkemanusiaan dan cinta tanah air dan bangsanya. Pasal 2: Misi Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan tinggi adalah untuk membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya, agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila, rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam menguasai, menerapkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan rasa tanggung jawab dan bermoral.

C.

Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti No. 43 / Dikti / Kep / 2006, terdapat kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai berikut: Pasal 3 (1): Standar kopetensi kelompok MPK yang wajib dikuasaii mahasiswa meliputi pengetahuan tentang nilai-nilai agama, budaya dan kewarganegaraan dan mampu menerapkan nilainilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari; memiliki kepribadian yang mantap; berpikir kritis; bersikap rasional, etis, estetis, dan dinamis; berpandangan luas dan bersikap demokratis yang berkeadaban. Pasal 3 (2): Kompetensi dasar untuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dirumuskan sebagai berikut: Menjadi ilmuan dan professional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokratis yang berkeadaban, menjadi warga negara yang memiliki daya saing,berdisiplin dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


1. Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan Kep. Mendiknas No. 232/U/2000 tanggal 20 Desember 2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Belajar Mahasiswa menentukan antara lain: Kurikulum inti Program sarjana dan Program diploma, terdiri atas: a) Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) b) Kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) c) Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) d) Kelompok Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) e) Kelompok Mata Kuliah Kehidupan Bermasyarakat (MKB)
MPK untuk Perguruan Tinggi berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terdiri dari Pendidikan Bahasa, Pendidikan Agama, dan Pendidikan

2. Materi Pendidikan Kewarganegaraan Tahun 2002, Kep. Dirjen Dikti No. 38/Dikti/Kep/2002 materi berisi pengantar sebagai kaitan dengan MPK, demokrasi, HAM, wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik dan strategi nasional

3. Penyelenggaraan Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Kewarganegaraan dilaksanakan dengan menerapkan objek formal dan obek material dalam setiap pembahasannya yaitu membahas segala hal yang berkaitan dengan warga negara baik yang empirik maupun yang non empirik, yang meliputi wawasan, sikap, dan perilaku warga negara dalam kesatuan bangsa dan negara dan hubungan antara warga negara dengan negara dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara.

Menurut UU BAB III pasal 5 Penyelenggaraan pendidikan kewarganegaraan dilakukan secara nasional oleh pemerintah, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, dan swasta. Penyelenggaraan pendidikan kewarganegaraan berguna untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH