Anda di halaman 1dari 44

KOMPLIKASI BLOK NEURAKSIAL

Workshop Anestesia Regional CPD PP. PERDATIN

Blok Subaraknoid
Komplikasi :
Hipotensi High spinal dengan gangguan ventilasi Mual muntah Post Dural Puncture Headache Retensi urine Nyeri pinggang Cedera syaraf Henti jantung

Penatalaksanaan Hipotensi

Cedera syaraf
Insidens pasti belum jelas Perancis : 12 komplikasi neurologik dari 35.439 anestesia spinal Cedera syaraf yang permanen jarang terjadi

Cedera syaraf
Dapat cedera yang segera terjadi atau delayed Penyebab :
Benda asing (talk, desinfektan ?) Infeksi Trauma mekanik langsung Hematoma Toksisitas anestesia lokal

Parestesia = faktor resiko ?

Cauda Equina Syndrome


Salah satu cedera syaraf Gejala :
Inkontinensia urine Inkontinensia alvi Hilangnya sensori perineal Kelemahan ekstremitas bawah

Transient Neurologic Syndrome / Transient Radicular Irritation


Nyeri atau disestesia pada bokong, paha, pinggang atau ekstremitas bawah yang terjadi setelah pulihnya anestesia spinal dan berakhir beberapa jam sampai 4 hari pasca bedah. Ada laporan bertahun-tahun Tidak ada defisit motorik

Transient Neurologic Syndrome / Transient Radicular Irritation


Predisposisi :
Posisi litotomi Obesitas Pasien ambulatori Lidokain

Transient Neurologic Syndrome / Transient Radicular Irritation


Faktor yg tidak meningkatkan resiko TNS :
Jenis kelamin Usia Riwayat nyeri pinggang/ gangguan neurologik Dosis dan konsentrasi lidokain Ukuran jarum spinal Arah bevel Adrenalin

Penatalaksanaan TNS
Tenangkan pasien Pemeriksaan neurofisiologi : tidak ada kelainan somatosensory evoked potential, elektromiografi, atau konduksi syaraf Bila nyeri ringan tidak perlu terapi Bila nyeri berat terapi : NSAID atau analgesik opioid oral.

TNS cukup dikenal informasikan ke pasien dalam menjelaskan komplikasi yang mungkin terjadi pasca anestesia spinal

Nyeri kepala pasca punksi dura


Karakteristik : nyeri kepala hebat, tu regio frontal, bisa juga regio lain, nyeri bertambah bila duduk/bangun, dan berkurang bila pasien berbaring Gejala penyerta: mual & muntah, tinitus, vertigo, dizziness, leher kaku, parestesia kulit kepala

Nyeri kepala pasca punksi dura


Patofisiologi:
hilangnya CSF mengakibatkan vasodilatasi serebral sbg rx kompensasi penurunan tekanan CSF mengakibatkan tarikan pada struktur intrakranial

Nyeri kepala pasca punksi dura


Faktor yang meningkatkan resiko nyeri kepala pasca punksi dura : Usia Jenis kelamin Ukuran jarum Bevel jarum sejajar Kehamilan Punksi Dura multipel Usia muda Wanita > Laki-laki Besar > kecil Lebih sedikit bila bevel serabut dura Lebih banyak pada kehamilan Lebih banyak pada punksi

Turnbull DK, Shepherd DB. Postdural puncture headache: pathogenesis, prevention and treatment. Br J Anaesth 2003; 91: 718

Faktor yang tidak meningkatkan resiko nyeri kepala pasca punksi dura
Spinal kontinu

Bedrest

Kontroversi :
Paramedian vs median invitro paramedian lebih baik, klinis belum terbukti Kafein profilaksis

Terapi nyeri kepala pasca punksi dura :


Bedrest Hidrasi adekuat Abdominal binders Analgetik ACTH (?) Kafein (?) Epidural saline Defenitif : Epidural Blood Patch (komplikasi : dural puncture, meningitis aseptik, infeksi, arachnoiditis)

Arachnoiditis
Penyebab :
Infeksi Myelogram dengan kontras oil-based Darah di ruang intratekal Neuroirritant Zat neurolitik atau neurotoksik Intervensi bedah

Hematoma spinal
Faktor resiko :
Antikoagulan Kesulitan pemasangan epidural/ spinal Usia tua Wanita Riwayat perdarahan GI tract

Terbanyak epidural, tapi ada juga karena perdarahan subarachnoid Insidens : 0.00063%

Henti Jantung
Bradikardia dan asistole Pada beberapa kasus terjadi setelah hemodinamik stabil (penyebab ??) Ingat : perubahan hemodinamik bisa terjadi tiba- tiba selama anestesia spinal

Sindrom arteri spinal anterior

Anterior cord syndrome Terjadi iskemia pada arteri spinal anterior yg mendarahi daerah motorik pada med.spinalis Hipotensi dan aterosklerosis Flaksid paralisis area di bwh lesi Sensasi vibrasi & proprioseptif tetap intak Sangat jarang terjadi, namun sangat berisiko bila tertusuk

Precautions
Tempat penyuntikan sebaiknya di bawah L2 untuk mencegah cedera pada medula spinalis Pertahankan sterilitas selama melakukan prosedur. Pastikan parameter koagulasi dalam batas normal. Pada pasien yg mendapat antikoagulan ikuti protokol yg ada Gunakan dosis anestesia lokal terkecil yang paling efisien Bila jarum spinal mengenai pembuluh darah epidural, tunggu sampai CSF yang jernih mengalir keluar pada hub dari jarum. Bila CSF tidak mengalir, ulangi prosedur pada interspace yang lain

Precautions
Tanda vital harus selalu dimonitor secara kontinu, terutama selama 20 menit pertama saat blok menjadi terfiksir, perhatian utama pada tek darah Bila blok subarachnoid tidak berjalan baik, lakukan reevaluasi menyeluruh bila hendak melakukan tindakan respinal Hindari volume yg banyak dan injeksi berulang anestesia lokal hiperbarik Jangan pernah menggunakan obat dengan bahan pengawet (preservative) ke dalam ruang subarachnoid

Komplikasi epidural & kaudal

Komplikasi anestesi epidural


Komplikasi berat akibat epidural : Usubiaga (1975)= 1 : 11.000 dari 750.000 kasus epidural yg diteliti Hellman = < 1 : 20.000

Potensi komplikasi epidural

Komplikasi anestesi epidural

Komplikasi yang sering :

Hipotensi = 29% pada SC, 18% pada analgesia persalinan (Schinder) Blok gagal < 1:20 Patchy block (blok tidak merata)= 6% - 30% Punksi duramater = 1 - 3% Nyeri punggung = 22% - 45% Nyeri kepala = 18% - 19% Retensi urine = 25,8% - 54%

Komplikasi anestesi epidural

Komplikasi yang berat, namun jarang:


Meningitis (bakterial, iritasi antiseptik) Abses epidural = 1 : 505.000 (Bromage) tetapi abses epidural tanpa RA = 2 : 10.000 !! Cedera saraf (<1 : 10.000) Toksisitas AL Punksi vena epidural dan injeksi AL intravaskular (<1 : 300) Total spinal (<1 : 500) Injeksi AL subdural

Komplikasi anestesi epidural

Meningitis bakterial:
Baker

= 39 kasus dlm 27 tahun, hanya 1 yg diakibatkan epidural, lainnya akibat bloodborne

Paraplegia (<1 : 100.000) Kematian (<1 : 100.000)

Potensi komplikasi kaudal

Komplikasi kaudal
Injeksi intravaskular atau intraoseus Injeksi subkutan Cedera periosteal Punksi dura Injeksi pre-sakral, punksi rektum Hipertensi (akibat rapid injection) Retensi urine Infeksi / sepsis

Infeksi epidural
Tanda & gejala:
Nyeri punggung yg hebat dlm 24 jam Nyeri kepala hebat disertai kaku leher Nyeri tekan Demam Leukositosis LCS: protein , leukositosis

Abses epidural
Tanda & gejala
Parese ekstremitas (interval 4hr) Paraplegia (24 jm setelah parese)

Prinsip th/ infeksi & abses epidural:


Deteksi dini & antibiotik agresif Simptomatik Drainase (operatif?) dpt dicegah

Pencegahan: teknik aseptik & antiseptik

Cedera saraf
Diagnosis & DD/ :
Kemungkinan lokasi cedera:
Medula spinalis Saraf tepi Otot

Kemungkinan mekanisme cedera:


Trauma Iskemia Infeksi Hemoragik Degenerasi

Cedera saraf
Diagnosis & DD/ :
Kemungkinan penyebab:
Anestesia (mis: jarum, toksik, hipotensi) Prosedur operasi (mis: retraktor, forsep, posisi operasi) Eksaserbasi penyakit penyerta (mis: neuropati DM, HNP)

Cedera saraf
Manajemen cedera saraf postepidural: Anamnesis:
Onset: cepat atau lambat Deskripsikan nyeri, parestesi Kekuatan motorik berkurang

PF:
Periksa neurologi sesuai lokasi cedera Periksa bekas punksi, ada inflamasi? Ada metastasis keganasan? (paru, payudara, prostat ??) Ada neuropati penyerta?

Cedera saraf
Pemeriksaan penunjang:
Foto rntgen, 2 sisi Profil koagulasi Elektromiografi Punksi lumbal Myelogram - arteriogram CT-Scan

Cedera saraf
Th/ :
Sesuai etiologi Suportif: obat neuroprotektif, fisioterapi, analgetik

Pencegahan:
identifikasi ruang epidural secara perlahan, tenang, jarum maju 1 mm-1mm Jangan meneruskan tusukan bila terjadi punksi dura Punksi ke arah midline (menjauhi radiks saraf)

Punksi pemb.darah & injeksi an.lokal intravaskular


Tanda & gejala:
Telinga berdenging Pengecap berasa metalik Rasa hangat seluruh tubuh Sedasi dan/atau vertigo

Punksi pemb.darah & injeksi an.lokal intravaskular


Penatalaksanaan
ABC resusitasi atasi kejang (midazolam, pentotal, propofol) Resusitasi cairan Vasopressor & inotropik Anti aritmia

Punksi pemb.darah & injeksi an.lokal intravaskular


Pencegahan:
Punksi ke arah midline Jika punksi atau aspirasi kateter positif darah pindah segmen Observasi stlh pemberian an.lokal, krn aspirasi kateter negatif darah saja tidak menjamin ujung kateter di ekstravaskular Pemberian an.lokal perlahan, sambil disertai aspirasi setiap 5cc

Terima kasih