Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN LEOPOLD

Diajukan Kepada: dr. Hydrawati, Sp.OG

Disusun Oleh: Adhelia Aksti Pertiwi 12712338

SMF ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UII RSUD DR. SOEROTO NGAWI 2014

PEMERIKSAAN LEOPOLD

Pemeriksaan Leopold dibagi dalam 4 tahap yaitu Leopold I. II. III, dan IV. Pemeriksaan ini akan sulit dilakukan pada pasien obese dan polihidramnion. Pemeriksaan Leopold biasanya dilakukan di atas bulan ke-6 karena jamin sudah cukup besar untuk diraba. Pemeriksaan palpasi yang dilakukan sebelum bulan ke-6 hanya untuk menentukan apakah ada janin yang melenting keseluruhannya di dalam rahim (ballotement) Pasien tidur terlentang dan tidak ada pakaian yang menutupi perut. Pada pemeriksaan menurut Leopold I, II, III, pemeriksa menghadap kearah muka ibu yang diperiksa. Pada pemeriksaan Leopold IV, pemeriksa menghadap ke arah kaki ibu. LEOPOLD I Tujuan : Untuk menentukan bagian janin yang mana yang terletak di fundus uteri. Kepala akan teraba bulat dan keras, lebih mobile dan ballotable. Bokong akan teraba tidak bulat, besar dan lunak. Selain itu untuk menentukan tinggi fundus uteri. Cara Pemeriksaan : 1. Pemeriksa berada di samping kanan ibu dan menghadap ke arah kepala ibu. 2. Kedua tangan berada di fundus uteri dan tentukan bagian janin yang berada di fundus. 3. Dilakukan pengukuran tinggi fundus uteri dengan mencari batas fundus uteri dan tulang pubis, mengunakan medline yang menempel di perut. Ukur antara puncak fundus dan tepi atas simfisis pubis melewati linea mediana. LEOPOLD II Tujuan : Untuk menentukan bagian yang berada di sebelah samping dan menentukan letak punggung janin serta mengetahui letak janin terhadap sumbu ibu. Punggung akan teraba keras dan seperti papan yang membujur dan dari atas ke bawah

menghubungkan

bokong

kepala

sedangkan

kontralateralnya akan teraba bagian yang kecil, irreguler, dan mobile yaitu ekstremitas janin. Cara pemeriksaan : 1. Pemeriksa menghadap ke arah kepala ibu 2. Kedua tangan pemeriksa berada samping perut, kanan dan kiri sesuai dengan sumbu panjang ibu, kemudian lakukan perabaan pelan-pelan dari atas ke bawah. LEOPOLD III Tujuan : Untuk menentukan bagian terbawah janin

Cara Pemeriksaan : 1. Pemeriksa menghadap ke arah kepala ibu 2. Dengan menggunakan satu tangan dilakukan palpasi pada abdomen bagian bawah. Jika kepala akan teraba bulat dan keras, sedangkan jika bokong akan terasa bagian bulat yang lunak. LEOPOLD IV Tujuan : Untuk menentukan apakah kepala janin sudah masuk pintu atas panggul (PAP). Cara Pemeriksaan : 1. Pemeriksa menghadap kearah kaki ibu 2. Dengan kedua tangan memeriksa bagian janin yang terletak di sebelah bawah dan menggoyangkan perlahan. Jika kedua tangan bertemu (konvergen) berarti belum masuk panggul. Jika kedua tangan tidak bisa bertemu (divergen) berarti sudah masuk pintu atas panggul (PAP). Besarnya bagian janin yang sudah masuk panggul (station) dapat diketahuio dengan palpasi di atas simfisis pubis yang ditentukan oleh jumlah jari yang bisa ditempatkan di bagian kepala di atas simfisis pubis.