Anda di halaman 1dari 4

EVALUASI GRANUL Uji sifat alir Uji sifat alir bertujuan untuk mengetahui sifat alir dari granul

l yang dinyatakan dalam kecepatan alirnya (v). sifat alir memiliki peranan penting dalam pembuatan tablet yaitu berkaitan dengan keseragaman bobot dan dosis, granul dengan sifat alir baik akan mudah mengisi lubang matris dengan volume yang tetap, sehingga tidak terjadi perbedaan bobot dan dosisnya dapat seragam. Pengukuran sifat alir dapat dilakukan melalui 2 macam metode, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung, metode langsung yang digunakan pada praktikum kali ini adalah metode corong, dengan menuangkan sebanyak 100 g granul ke dalam corong yang telah ditutup bagian bawahnya, pengisian melalui bagian tepi corong untuk menghindari adanya gaya tekan yang dapat memadatkan granul dan mempengaruhi sifat alirnya. Waktu yang dibutuhkan granul untuk mengalir jatuh seluruhnya digunakan untuk mengetahui kecepatan alirnya, rumus yang digunakan sebagai berikut : V Pengukuran dilakukan terhadap granul dari ketiga formula yang telah dikeringkan selama 10,20,30,40,0 menit dan 3 hari. Setiap formula direplikasi sebanyak 3 kali sehingga didapatkan rata rata kecepatan alirnya. Pengeringan menit ke 10 sampai 30 untuk ketiga formula waktu alirnya 0 (granul tidak dapat mengalir), disebabkan karena granul belum cukup kering sehingga tidak dapat mengalir melalui corong. Pengeringan menit ke 40 formula I vnya 0,formula II 19,0lima g/det; formula III 32,lima8 g/dt. Waktu pengeringan limapuluh menit, formula I (19,74); F2 (34,32); F3 (40,28) sedangkan setelah pengeringan 3 hari F1 (7enam,23); F2 (74,43);F3 (89,97). Dari data tersebut, urutan waktu alir dari yang tercepat adalah F3,F2,F1, hasil yang diperoleh berlawanan dengan nilai teoritis yang seharusnya F1,F2,F3. Amilum memiliki sifat sebagai filler binder yang hanya membutuhkan sedikit bahan pengikat (MGA) sehingga kandungan lembabnya lebih sedikit dan waktu yang diperlukan untuk pengeringan lebih sedikit. Perbedaan dengan hasil teoritis dapat disebabkan karena penambahan jumlah MGA yang tidak tepat selama proses pencampuran, sebab penambahan MGA tidak memakai takaran yang pasti. Kelebihan metode ini

Uji sudut diam Uji sudut diam merupakan salah satu metode untuk mengevaluasi fluiditas granul secara

tidak langsung, menggunakan alat silinder tetap dengan penyangga dengan cara memasukan sejumlah granul ke dalam silinder dalam keadaan lubang bagian bawah ditutup kemudian setelah pengisian selesai penutup dibuka dan granul dibiarkan mengalir. Sudut diam yang diukur merupakan tinggi gundukan granul yang terdapat di atas penyangga dibagi dengan diameter penyangga. Nilai sudut diam dapat menggambarkan seberapa baik fluiditas granul yang diukur, dimana jika granul memiliki fluiditas yang kurang baik maka akan sulit mengalir melalui lubang di bagian dasar silinder sehingga akan membentuk gundukan yang tinggi di atas penyangga. Sebaliknya jika granul memiliki fluiditas baik akan lebih mudah mengalir melalui lubang silinder sehingga gundukan yang tersisa di atas penyangga tidak terlalu banyak. Menurut . . . granul dengan fluiditas baik jika sudut diamnya kurang dari 40. Dari ketiga formula yang diukur, dengan masing masing formula 3 kali replikasi tidak diperoleh hasil pengukuran sudut diam dikarenakan granul tidak dapat mengalir melalui lubang di bagian dasar silinder. hal ini dapat disebabkan oleh pemilihan metode yang kurang tepat, sebab pada pengukuran waktu alir granul yang sama digunakan dapat mengalir melalui corong. Untuk pengukuran sudut diam lebih baik digunakan silinder tanpa penyangga sehingga pengukuran dapat dilakukan lebih mudah. Kekurangan metode ini adalah

Uji pengetapan Metode evaluasi yang ketiga terhadap fluiditas granul adalah uji pengetapanva. Uji ini

menggunakan alat volumenometer yang didasarkan pada penataan kembali partikel penyusun dalam suatu wadah setelah diberi getaran mekanik dalam jumlah dan waktu tertentu. Dilakukan dengan cara mengisi gelas ukur berskala dengan granul melalui dinding gelas ukur, sampai volume 100 ml sebagai Vo, kemudian diberi getaran sebanyak lima,10,dualima,limapuluh dan seratus hentakan secara berurutan. Setiap kali hentakan selesai, diamati penurunan volume granul yang terjadi sebagai nilai Vt. Tujuan pengisian granul lewat dinding untuk menghindari adanya rongga/celah sehingga volume granul tepat 100 ml. setelah 100 hentakan diberikan, hentakan dilanjutkan sampai volume granul tidak mengalami penurunan (konstan), hal ini menunjukkan bahwa sifat alir granul tidak

terpengaruh lagi oleh getaran. Selisih Vt dan Vo lalu dibandingkan dengan volume awal granul sehingga didapat persen pengetapan yang disebut dengan indeks tap T, yang dituliskan dalam rumus berikut : Menurut ( ), fluiditas suatu bahan dapat dinyatakan dalam Indeks Tap T dimana suatu serbuk dikatakan memiliki fluiditas yang baik jika Indeks Tap T nya kurang dari 20persen dan sebaliknya jika nilai indeks tap T diatas 20persen, serbuk akan sulit ditablet. Dari ketiga formula didapatkan rata2 Tpersen sebagai berikut : formula I 1lima,2;formula II 14,98; formula III 11,0enam. dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa dari ketiga formula, memiliki fluiditas baik karena nilai Tpersen dibawah 20, fluiditas paling baik pada formula III. Jika dilihat dari proporsi laktosa dan amilum tiap formula, hasil yang didapat . . . dengan yang seharusnya sebab.. selain Tpersen, dihitung pula nilai Cpersen yaitu nilai kompresibilitas granul. Kompresibilitas merupakan gambaran. . . dihitung dengan rumus :

Nilai rata2 Cpersen yang diperoleh formula I II III secara berurutan adalah 13; 19,33; 13,33. Jika dibandingkan dengan nilai Cpersen teoritis yg baik berada pada rentang 12 1enam, maka formula I dan III memiliki kompresibilitas yang baik, sedangkan formula III melebihi rentang nilai kompresibilitas. Faktor yang mempengaruhi sifat alir granul adalah : 1. Ukuran dan bentuk partikel Ukuran partikel mempengaruhi kecepatan alir suatu serbuk dimana sifat alir yang paling baik terjadi pada partikel dengan diameter yang maksimum. Sedangkan pengaruh bentuk partikel terhadap sifat alir adalah makin tidak teratur bentuk partikel (nilai alpha v,s makin besar),makin jelek sifat alirnya. 2. Kerapatan jenis partikel Apabila partikel memiliki ukuran dan bentuk yang sama, maka makin b[]][[[[[[esar kerapatan jenis, sifat alir semakin baik. 3. Porositas serbuk Jika porositas diasumsikan sebagai celah antara partikel dan jika kohesi antar partikel dihilangkan, maka semakin besar porositas sifat alir semakin baik. 4. Elektrostatika

Elsktrostatika merupakan gaya Tarik menarik antar partikel yang timbul akibat muatan partikel yang berlawanan, sehingga semakin besar gaya elektrostatistika yang timbul maka sifat alir semakin buruk. 5. Kelembaban relatif (RH) Berhubungan dengan elektrostatika, dimana makin kecil nilai RH makin besar elektrostatika yang terjadi sehingga fluiditasnya jelek. 6. Cara penuangan granul Penuangan harus merata ke seluruh bagian corong melalui Hal ini dikarenakan bila penuangan langsung ke tengah corong akan menyebabkan tekanan meningkat dan mempengaruhi sifat alirnya dan apabila waktu penuangan lama maka akan memberi kesempatan pada granul untuk menata diri dan mengisi ruang-ruang kosong sehingga partikel granul sulit untuk mengalir.