Anda di halaman 1dari 4

KAJIAN BROADBAND WIRELESS ACCESS (BWA) DI INDONESIA

DISUSUN OLEH:

REZA MANDALA PUTRA D41111283

JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2014

Kebijakan Broadband Wireless Access di Indonesia

Berbicara masalah regulasi atau kebijakan pemerintah, yang menarik adalah konteks kata regulasi ternyata berbeda antara Indonesia dan luar negeri. Di Indonesia, regulasi ini lebih bermakna pembatasan (tidak boleh ini dan itu, yang boleh hanya ini/perusahaan ini). Sedangkan di luar negeri, regulasi lebih ke arah mewajibkan penyedia jasa untuk memberikan ataupun menyediakan suatu layanan kepada masyarakat sehingga tentunya regulasi lebih berpihak kepada masyarakat. Namun dalam konteks apapun, masyarakat akan tetap menerima pembatasan ini jika dilakukan untuk kebaikan masyarakat itu sendiri. Terkait dengan pengembangan teknologi pita lebar ini, akhir tahun 2006 lalu pemerintah melalui Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informasi telah menerbitkan White Paper Penataan Spektrum Frekuensi Radio Layanan Akses Pita Lebar Berbasis Nirkabel (BROADBAND WIRELESS ACCESS/BWA yang merupakan konsep regulasi / kebijakan pemerintah dalam penataan spektrum frekuensi radio layanan akses pita lebar berbasis nirkabel (Broadband Wireless Access/BWA). Konsep ini disusun berdasarkan sejumlah masukan pada konsultasi publik Penataan Frekuensi Broadband Wireless Access yang diadakan pada bulan April 2006, maupun sejumlah masukan dari berbagai pihak, serta referensi-referensi pada beberapa forum internasional seperti APT (Asia Pacific Telecommunity) Wireless Forum, ITU Study Group, dan sebagainya. Tujuan dari kebijakan pemerintah dalam penataan spektrum frekuensi radio layanan akses pita lebar berbasis nirkabel ini antara lain adalah : Menata penggunaan spektrum frekuensi radio menjadi lebih efisien dan optimal. Menambah alternatif dalam upaya mengejar ketertinggalan teledensitas ICT dan penyebaran layanan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Mendorong ketersediaan tarif akses internet yang terjangkau (murah) di Indonesia. Mendorong tumbuhnya peluang usaha bagi masyarakat dan potensi lapangan kerja diberbagai unit usaha (multiple effect). Membuka peluang bangkitnya industri manufaktur, aplikasi dan konten dalam negeri. Menciptakan kompetisi pelayanan telekomunikasi yang dapat mendorong penyelenggaraan telekomunikasi secara lebih efisien.

Pengembangan Broadband Wireless Access ini menurut saya sangat bermanfaat bagi konsumen dalam negeri. Karena Broadband Wireless Access merupakan teknologi akses yang dapat menawarkan akses data/internet berkecepatan tinggi dan berkemampuan menyediakan layanan kapan dan di manapun dengan menggunakan media nirkabel. Sejumlah layanan yang dapat disediakan oleh penyelenggaraan BWA antara lain akses internet pita lebar, VoIP/Teleponi, Multimedia, layanan on demand, yang dapat diakses melalui satu perangkat secara bersamaan. Secara umum, broadband dideskripsikan sebagai komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggi menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber Optik, W-LAN, V-SAT, dan lain sebagainya. Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128 Kbps sampai dengan 100 Mbps. Dalam draft RPM penataan pita frekuensi radio untuk keperluan layanan akses pita lebar berbasis nirkabel diusulkan definisi broadband adalah layanan telekomunikasi nirkabel yang memiliki kemampuan kapasitas diatas kecepatan data primer 2 Mbps (E1) sesuai ITU-R F.1399-1. Dalam penyelenggaraan layanan broadband, terdapat dua kategori layanan, yaitu Fixed BWA dan Mobile BWA. Fixed BWA menawarkan layanan akses pelanggan tetap yang sebagaimana telah diterapkan pada layanan-layanan BWA sebelumnya,

sedangkan Mobile BWA dapat digunakan untuk akses pelanggan tetap dan bergerak. Sejumlah standart teknologi yang sedang dikembangkan dan diperjuagkan untuk menjadi stadart global untuk layanan BWA antara lain CDMA1xEVDO (3GPP2), WiFi (802.11), WiMAX (802.16) dan sebagainya.