Anda di halaman 1dari 3

UIN Alauddin Makassar

Modernisasi Dalam Islam


Fakhira dwi awliyawati Fatmawati Dewi Marlianti Enita Etti Iswahyuni Ernawati - Dinianti

Keperawatan A Kelompok 3

a. Modernisasi Dalam Islam Dalam garis besarnya sejarah islam dapat dibagi kedalam tiga periode besar, yaitu periode klasik (650-1250 M), periode pertengahan (1250-1800 M), dan periode modern (1800-sekarang). Kata modern,modernitas,modernisasi, yang sudah popular dan melalui retorika sedemikian rupa mengantar anggapan bahwa perkataan modern selalu berkonotasi positif, padahal dalam realitas historiknya tidak selalu demikian atau dapat dikatakan dari sudut hakekatnya kata-kata tersebut sebenarnya bernilai netral saja. Lahirnya modernitas barat yang didukung oleh kamjuan sains dan kecanggihan tekhnologi sekarang menjadi umat manusia tidak lagi dihadapkan pada kulturnya sendiri secara terpisah dan berkembang secara otonomi dari yang lain, tetapi terdorong menuju masyarakat dunia (global) yang terdiri dari berbagai macam keyakinan, tradisi, sistem politik dan lain sebagainya. Karena dimensi pengaruh modernitas barat dan global dan cepat itu, maka modernitas sekali dimulai dalam hal ini barat tidak mungkin lagi bagi sekelompok manusia lain untuk memulainya dari titik nol. Jadi bangsa-bangsa yang bukan barat dalam usaha modernitas dirinya, pada permulaan menerima paradigm modernitas barat, atau berdasar pardigma yang ada itu kemudian membangun paradigma baru yang lebih sesuai dengan kepribadian dan kebudayaan serta kepentingan-kepentingan nasionalnya. Disinilah kita menyaksikan kerancuan proses modernitas yang berhimpit dengan proses wasternisasi. Tantangan yang dihadapi umat manusia sebagai akibat modernitas barat yang secara radikal mengintervensi seluruh bidang kehidupannya, benar-benar mempunyai impikasi serius terhadap masa depan islam dan umat islam. Modernitas yang melahirkan masyarakat industry denan perubahanperubahan pola piker, pola kerja, pila komsumsi dan sebnetar lagi disusul dengan lahirnya msyarakat informasi, yang merobek batas-batas politik, social budaya dan ekonomi, dimana setiap problematic yang dihadapkan kepada agama menuntut penyelesaian-penyelasaian yang bersifat dialektif, bukan normative. b. Model penelitian pemikiran dalam islam ~ Model Penelitian Delia Noer Delia Noer mengatakan betapa perkembangan masa merdeka banyak relevansinya dengan perkembangan perkembangan pemikiran periode sebelumnya yaitu pertama, soal khilafiyah. Kedua,

Modernisasi Dalam islam (Rangkuman Kelompok 3)

sifat fregmentasi kepartaian. ketiga, kepemimpinan yang bersifat pribadi. Keempat, perbedaan dan pertentangan faham. Kelima, hubungan dengan pemerintah. Selanjutnya dalam kesimpulan itu Delia Noer menyebutkan adanya golongan tradisional dan golongan pembaharu. Sementara itu, golongan lebih member perhatian pada sifat islam pada umumnya. ~Model penelitian H.A.R Gibb Terlihat bahwa model penelitian gerakan modern dalam islam yang dilakukan Gibb bersifat penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang sepenuhnya menggunakan bahan-bahan yang terdapat dalam sumber-sumber tertulis, khususnya buku-buku yang dihasilkan para penulis sebelumnya. Pendekatan yang digunakan xdalam penelitiannya itu adalah pendekatan filosofis historos, yaitu penelitian yang menekankan pada upaya untuk menarik nilai-nilai universal yang didasarkan pada informasi yang terdapat dalam kitab suci dan di dukung oleh kebenaran sejarah.

Modernisasi Dalam islam (Rangkuman Kelompok 3)

Beri Nilai